Ubah Limbah Faba jadi Filler Pupuk NPK, Petrokimia Gresik Hemat Rp 7,4 Miliar

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik terus berinovasi. Terobosan baru, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia  di bidang pupuk majemuk dengan mengubah limbah batu bara atau Fly Ash-Bottom Ash (FABA) menjadi bahan baku pengisi (filler) pupuk NPK, menggantikan clay. 

Inovasi ini, perusahaan mampu menghemat hingga Rp 7,4 miliar yang diperoleh dari penurunan biaya pengelolaan limbah serta pembelian clay.

 Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan, terobosan terbaru ini berhasil mengantarkan Petrokimia Gresik yang merupakan anggota holding Pupuk Indonesia sebagai Grand Champion dalam ajang Pupuk Indonesia Quality Improvement (PIQI) 2022, beberapa waktu lalu.

“Apresiasi juga datang dari banyak pihak. Temuan ini sudah disampaikan pada sejumlah seminar level nasional dan internasional, menjadi dasar dalam pembuatan naskah akademik Balitbangtan Kementerian Pertanian, serta sudah diadopsi oleh teman-teman dari Pusri Palembang. Petrokimia Gresik juga sudah mendapatkan surat pencatatan ciptaan atas inovasi ini,”tandas Dwi Satriyo.

Sebagai perusahaan Solusi Agroindustri, Petrokimia Gresik merupakan pioneer pupuk majemuk di tanah air yang saat ini menjadi produsen NPK terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 2,7 juta ton/tahun. Meski demikian, Petrokimia Gresik tidak berpuas diri dan terus menghadirkan terobosan untuk meningkatkan daya saing NPK.

“Dari hasil uji coba, pemanfaatan FABA sebagai pengganti clay dalam pembuatan pupuk NPK masih dalam batasan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil pengaplikasian pupuknya pada tanaman padi juga memiliki kualitas yang sama baiknya dengan pupuk NPK tanpa FABA,” tandasnya.

Inovasi ini, lanjut Dwi Satriyo, dilatarbelakangi status FABA yang tidak lagi masuk dalam golongan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021. Sehingga Petrokimia Gresik melihat perubahan status ini sebagai peluang untuk substitusi bahan baku NPK.

Bahan baku pembuatan pupuk NPK sendiri dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bahan baku utama (main material) yang membawa unsur hara seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K) dan Sulfur (S), serta bahan baku filler yang berfungsi sebagai bahan pelengkap sekaligus perekat untuk semua bahan baku agar menghasilkan produk granul yang sempurna.

Pada umumnya, bahan baku filler pada pupuk NPK menggunakan white clay yang biasanya diperoleh dari tambang bahan baku semen. Dengan memanfaatkan FABA yang sudah tersedia, Petrokimia Gresik tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk pembelian clay.

Selain itu, pemanfaatan FABA sebagai pengganti bahan baku filler NPK juga mampu menekan biaya pengelolaan limbah FABA dari yang sebelumnya mencapai Rp 269 juta/bulan menjadi nol rupiah atau turun 100 persen. Dampak positif lain dari inovasi ini yaitu, meningkatkan kualitas lingkungan karena limbah dapat termanfaatkan dengan optimal (zero waste), mengurangi nilai risiko gangguan kesehatan dan keselamatan, serta kenyamanan dalam bekerja menjadi lebih baik.

“FABA memiliki karakteristik dan kandungan yang sama dengan clay.  Melalui inovasi ini tentu akan semakin meningkatkan competitiveness NPK yang kami produksi, sehingga manfaatnya juga dapat dirasakan oleh petani sebagai konsumen kami,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Ubah Limbah Faba jadi Filler Pupuk NPK, Petrokimia Gresik Hemat Rp 7,4 Miliar Selengkapnya

Duka Tragedi Kanjuruhan, Petrokimia Gresik dan 4 Besar PGFC 2022 Tidak Lanjutkan Pertandingan, Olimpisme Nomor Satu

GRESIK,1minute.id – Sepak Bola Indonesia berduka. Tragedi Kanjuruhan, Malang menewaskan ratusan suporter usai laga BRI Liga 1 dalam derby Jawa Timur, Arema F.C versus Persebaya Surabaya pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022. 

Sebagai bentuk belasungkawa atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Petrokimia Gresik bersama empat besar peserta Petrokimia Gresik Futsal Championship (PGFC) 2022 sepakat untuk tidak melanjutkan pertandingan. Seluruh pemain maupun suporter yang telah hadir di SOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur mengheningkan cipta dan mengenakan pita hitam di lengan kiri sebagai bentuk duka cita.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang sepakat tidak melanjutkan pertandingan. Menurutnya, ini merupakan implementasi dari semangat olimpisme yang berhasil ditanam pada setiap pemain dan suporter.

“Keberhasilan PGFC tidak sebatas mencetak atlet-atlet berprestasi. Tapi juga membangun semangat olimpisme, yaitu bersikap sportif, saling menghargai, saling menghormati, menciptakan kegiatan-kegiatan yang dapat membangun perdamaian dunia. Sepak bola dan futsal harus menjadi pemersatu,”ujar Dwi Satriyo.

Ia menambahkan jika Petrokimia Gresik, bersama dengan seluruh peserta dan suporter PGFC 2022 turut berbelasungkawa dan menyampaikan duka yang mendalam atas korban dari insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ia berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk bisa lebih baik lagi.

Senada, Ketua Umum PSSI Gresik Rofiq mengapresiasi atas empati yang diberikan Petrokimia Gresik beserta para pemain PGFC, yang kemudian melahirkan juara bersama.

“Pelaksanaan event ini sukses. Poin pentingnya adalah empati atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Saya berharap, kejadian di Kanjuruhan itu benar-benar yang terakhir. Satu nyawa tidak bisa ditukar dengan cabang olahraga apapun,“ujarnya.

Sedangkan, Wakil Ketua Umum (Waketum) 4 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gresik Mindo Siahaan yang turut hadir dalam closing PGFC 2022 menilai kesepakatan ini tepat. Apalagi kejadiannya berada di Jawa Timur.

“Semua pasti ada hikmahnya. Tapi ini tidak boleh mengendorkan semangat sepak bola dan futsal di Indonesia, khususnya di Jawa Timur dan Gresik,”ujarnya.

Petrokimia Gresik sendiri telah empat kali menggelar PGFC sejak 2014 hingga 2017, dan tahun ini di momen golden anniversary Petrokimia Gresik, PGFC ke-5 kembali dihadirkan untuk memperbanyak sarana bagi talenta futsal dalam meraih prestasi.

Sedangkan, Kapten Tim Futsal SMA Negeri 1 Gresik Muhammad Iqbal mengaku pihaknya sepakat menerapkan kemenangan bersama. Sebagai kompensasi, SMA Negeri 1 Gresik dan SMA Antartika Sidoarjo yang lolos ke babak final, keduanya ditetapkan sebagai Juara I. Sedangkan SMA Negeri 3 Sidoarjo dan SMA Negeri 1 Manyar keduanya juga diputuskan menjadi Juara 3.

“Menang bukan segala-galanya, tidak ada pertandingan sepak bola ataupun futsal yang sebanding dengan nyawa. Untuk itu, seluruh Tim sepakat untuk menang bersama,”ujarnya.

Adapun masing-masing Juara I mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp10 juta, sedangkan setiap Juara III memperoleh hadiah Rp 5 juta. Sedangkan suporter Terbaik I hingga III juga mendapatkan apresiasi masing-masing Rp6 juta, Rp5 juta dan Rp3 juta. Adapun total hadiah untuk 12 kategori mencapai Rp 54,5 juta. (yad)

Duka Tragedi Kanjuruhan, Petrokimia Gresik dan 4 Besar PGFC 2022 Tidak Lanjutkan Pertandingan, Olimpisme Nomor Satu Selengkapnya

Program Sekolah Makmur, Inisiasi Petrokimia Gresik Berangkatkan 30 Taruna Makmur, Menteri BUMN Mengapresiasi 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik meresmikan program “Sekolah Makmur” pada Jumat, 30 September 2022. Menandai program yang diinisiasi oleh perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu memberangkatan 30 Taruna Makmur ke berbagai daerah, dari Gresik, Jawa Timur.

Program inisiasi Petrokimia Gresik ini merupakan upaya perusahaan untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang pertanian sekaligus menjadi komitmen peningkatan layanan bagi para petani di berbagai daerah.

Secara virtual, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani saat ini menjadi fokus dari Kementerian BUMN sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo. Untuk itu, ia mengapresiasi inisiatif Sekolah Makmur yang dilaksanakan oleh Petrokimia Gresik sebagai komitmen peningkatan layanan dalam mendorong tingginya produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Kita harus bisa menjalankan program Makmur yang saat ini kita perluas pemahaman dan kontribusinya, hingga ada regenerasi pejuang pertanian melalui penempatan Taruna Makmur. Saya titipkan tanggung jawab dan tugas dari program Makmur di wilayah kerja seluruh Indonesia melalui sinergi dan kolaborasi yang kompak di lapangan, dalam menjaga kedaulatan pangan Indonesia berkelanjutan,” tandas Menteri BUMN.

Makmur sendiri berawal dari Project Agrosolution yang diinisiasi Pupuk Indonesia, yang kemudian diadopsi oleh Kementerian BUMN dan digulirkan menjadi program nasional sejak Agustus 2021. Baik Makmur maupun Agrosolution, merupakan program yang menciptakan ekosistem pertanian komprehensif. Mulai dari penyediaan dana atau modal usaha yang bersinergi dengan lembaga perbankan, jaminan asuransi, dan ketersediaan pupuk. Juga, kawalan pengendalian hama, hingga offtaker sehingga memberikan jaminan produktivitas dan kesejahteraan bagi petani.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, Sekolah Makmur sejatinya memang digagas untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program Makmur Kementerian BUMN dan Project Agrosolution Pupuk Indonesia Grup. Dimana melalui Sekolah Makmur, Petrokimia Gresik berupaya mencetak SDM unggul bidang pertanian yang disebut dengan Taruna Makmur untuk ditempatkan di berbagai daerah.

“Program ini, merupakan salah satu implementasi dari strategi customer intimacy Petrokimia Gresik dalam menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan yang selama ini dialami petani,”ujar Dwi Satriyo.

Dalam pelaksanaannya, Petrokimia Gresik bekerja sama dengan sejumlah Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) memberikan kesempatan bagi mahasiswa aktif Polbangtan untuk mengikuti program ini. Pada Batch I, sebanyak 30 peserta terpilih menjadi Taruna Makmur, yang berasal dari Polbangtan Malang, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, dan Polbangtan Bogor. 

Sebelum diberangkatkan, Taruna Makmur telah menjalani masa induksi atau pembekalan materi, serta pembinaan mental dan fisik selama 10 hari mulai 12 – 21 September 2022.

Adapun program induksi difokuskan pada pengetahuan tentang perusahaan, budidaya tanaman, pemasaran, communication skills, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta distribusi pupuk dan teknik sosialisasi. Sementara, pembinaan mental dan fisik dilakukan untuk meningkatkan daya juang Taruna Makmur dalam menghadapi berbagai kendala saat menjalankan tugasnya di lapangan.

“Saat ini, puluhan Taruna Makmur siap diberangkatkan ke berbagai wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Taruna Makmur, nantinya akan berperan dalam pendampingan administrasi dan operasional budidaya pertanian di daerah selama enam bulan, untuk mendukung peningkatkan produktivitas serta pendapatan petani yang menjadi mitra Program Makmur maupun Project Agrosolution,” tandasnya.

Selain mengoptimalkan pelaksanaan Program Makmur dan Project Agrosolutions, Sekolah Makmur juga menjadi salah satu upaya Petrokimia Gresik dalam mendorong regenerasi petani di tanah air. Seperti diketahui, Petrokimia Gresik senantiasa aktif melibatkan generasi muda dalam upaya optimalisasi sektor pertanian, salah satunya melalui kegiatan Jambore Petani Muda yang diselenggarakan setiap tahun, dan kali ini melalui Sekolah Makmur.

“Melalui program ini, kami mengajak generasi muda untuk melihat langsung betapa besar potensi sektor pertanian jika dikelola dengan optimal. Hal ini diharapkan akan menjadi magnet bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” imbuh Dwi Satriyo.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti mengungkapkan, Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan pembaruan pertanian yaitu mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Oleh karena itu, pihaknya terus konsisten melakukan upaya-upaya untuk mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, serta berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk BUMN, dalam hal ini Petrokimia Gresik, untuk menghasilkan strategi dan langkah-langkah konkret dalam penguatan SDM pertanian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Petrokimia Gresik kepada Polbangtan, dimana anak-anak kami sudah dipercaya untuk ikut serta dalam Sekolah Makmur dan menjadi taruna, ini luar biasa,” ujarnya.

Terakhir, ia berpesan kepada para mahasiswa Polbangtan yang terpilih menjadi Taruna Makmur agar kesempatan yang mereka peroleh ini dapat dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kapasitas menjadi pengusaha pertanian milenial. (yad)

Program Sekolah Makmur, Inisiasi Petrokimia Gresik Berangkatkan 30 Taruna Makmur, Menteri BUMN Mengapresiasi  Selengkapnya

Cegah Persoalan Hukum dan Gangguan Distribusi Pupuk Subsidi, Petrokimia Gresik Kolaborasi dengan Kejari Gresik 

GRESIK,1minute.id – Setelah menggandeng Polda Jawa Tengah untuk pengawasan distribusi pupuk bersubsidi. Kini, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. MoU dengan korp Adhyaksa ini, tentang koordinasi dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi, untuk pengamanan penyaluran pupuk bersubsidi, serta bantuan hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN).

Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dengan Kepala Kejaksaan Negeri Gresik, Muhammad Hamdan S.,, beberapa waktu lalu.

Dwi Satriyo Annurogo mengatakan perpanjangan kerja sama ini sebagai langkah optimalisasi perusahaan dalam melaksanakan tugas penyaluran pupuk bersubsidi. Perusahaan senantiasa memastikan ketersediaan stok pupuk sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendag) dan menjamin kualitas pupuk di gudang-gudang penyangga dan kios-kios pertanian agar pupuk bisa sampai ke tangan petani dengan prinsip 6T (Tepat Tempat, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, Tepat Waktu).

“Untuk itu dalam kerja sama ini juga menjadi upaya PT Petrokimia Gresik dalam rangka memperkuat pengawasan dan pengamanan kegiatan pendistribusian dan penyaluran pupuk di wilayah Gresik,”tandas Dwi Satriyo.

Ia menyadari, dalam melaksanakan amanat pemerintah penyaluran pupuk bersubsidi dan menjalankan bisnis perusahaan, tentu tidak lepas dari risiko dan persoalan hukum yang mungkin timbul sebagai akibat dari operasional perusahaan.Dengan penandatanganan ini, Dwi Satriyo berharap permasalahan hukum perusahaan yang muncul dapat kita atasi bersama sehingga tidak mengganggu operasional perusahaan. 

PT Petrokimia Gresik merupakan Objek Vital Nasional yang operasional produksinya tidak boleh berhenti dalam rangka menjaga katahanan pangan nasional.

Sementara itu, kerja sama ini merupakan kerja sama perpanjangan dari nota kesepahaman sebelumnya. PT Petrokimia Gresik bersama Kejari Gresik telah berkolaborasi seperti yang tertuang dalam Nota Kesepahaman ini sejak 2016. Sedangkan untuk penguatan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi, PT Petrokimia Gresik sebelumnya juga menjalin kerja sama dengan Polda Jawa Tengah, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, dan Kejati Jawa Timur.

“Kami akan banyak menggandeng banyak pihak untuk meningkatkan pengawasan pupuk bersubsidi. Semakin banyak pihak yang proaktif maka pengawasannya akan semakin ketat,” pungkas Dwi Satriyo. (yad)

Cegah Persoalan Hukum dan Gangguan Distribusi Pupuk Subsidi, Petrokimia Gresik Kolaborasi dengan Kejari Gresik  Selengkapnya

Project Agro Solution Petrokimia Gresik Sasar Petani Edamame, Demplot Pendapatan Petani Naik Rp 5,5 Juta/Ha

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik memperluas sasaran project Agro Solution. Kali ini project agro solution anggota holding Pupuk Indonesia itu menyasar petani edamame pada demonstration plot (demplot) di Desa Rowo Tengah, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dari hasil panen program kemitraan bersama PT Mitratani Dua Tujuh, pendapatan petani edamame meningkat hingga Rp 5,5 juta/ha.

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menyampaikan, Petrokimia Gresik akan terus memperluas jangkauan manfaat dari project Agro Solution. Untuk pertama kalinya, program diinisasi Pupuk Indonesia selaku holding Petrokimia Gresik ini menggelar demplot untuk komoditas edamame.

“Program Agro Solution Petrokimia Gresik baru menyasar petani edamame di Temanggung (Jawa Tengah) dan Jember. Sedangkan untuk demplotnya, ini (Jember, Red) yang pertama kali. Alhamdulillah produktivitas dan pendapatan petani meningkat,” tandas Digna di hadapan awak media pada Senin, 26 September 2022.

Dari hasil panen demplot, Agro Solution mampu meningkatkan produktivitas edamame hingga 13,2 ton/Ha atau meningkat 6 persen dibandingkan dengan budidaya petani sebelumnya yang hanya 12,4 ton/Ha. Begitu juga dengan pendapatan petani yang meningkat, petani edamame Jember memperoleh pendapatan sebesar Rp 82,2 juta/Ha. Penghasilan ini bertambah 7 persen atau Rp 5,5 juta/Ha dibandingkan dengan hasil sebelumnya sekitar Rp 76,7 juta/Ha.

Peningkatan produktivitas dan pendapatan ini dihasilkan dari aplikasi pupuk organik Petroganik sebanyak 480 Kg/Ha, kemudian pupuk nonsubsidi Petrocas masing-masing 480 Kg/Ha, kemudian Petro Gladiator (2 Kg/Ha), Phonska Plus (200 Kg/Ha), Urea (150 Kg/Ha), ZA Plus (50 Kg/Ha), dan Petro Biofertil (40 Kg/Ha).

Sedangkan, ZA Plus merupakan produk baru yang diluncurkan tepat pada perayaan tahun emas 50 tahun Petrokimia Gresik. Petro ZA Plus ini menjadi wujud kontribusi perusahaan untuk kemajuan pertanian di Indonesia dan dalam upaya bersama-sama menjaga ketahanan pangan nasional.

ZA Plus memiliki kandungan Nitrogen 21%, Sulfur 24%, dan Zinc 1000 ppm. Keunggulan pupuk ini mampu memacu pertumbuhan jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah daun dan menjadikan warna daun nampak lebih hijau. Selain itu juga meningkatkan mutu hasil panen dengan memperbaiki warna, aroma, rasa, dan besar buah/umbi, serta menjadikan tanaman lebih tahan terhadap serangan hama atau penyakit. Pada panen hari ini, kualitas edamame tampak dari bentuk fisiknya, lebih berbobot.

“Demplot ini sekaligus menjadi media edukasi kami untuk petani, jika penggunaan pupuk nonsubsidi mampu meningkatkan pendapatan petani, sehingga petani tidak bergantung pada pupuk bersubsidi yang alokasinya sangat terbatas. Untuk itu kami berharap demplot ini dapat ditiru petani edamame lain di Jember dan Jawa Timur sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,”ujar Digna.

Untuk diketahui Agro Solution dihadirkan sebagai solusi permasalahan petani di lapangan, diantaranya produktivitas rendah, kurangnya pendampingan, harga agro-input (pupuk, pestisida dan benih) tidak terjangkau, sulitnya akses ke lembaga keuangan, terbatasnya jumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), harga jual hasil panen yang cenderung turun saat panen raya (tidak ada jaminan harga), serta belum terfasilitasinya petani dari risiko gagal panen dan infrastruktur yang terbatas.

Agro Solution berupaya menciptakan ekosistem pertanian secara komprehensif, baik on farm maupun off farm, mulai dari penyediaan dana atau modal usaha yang bersinergi dengan lembaga perbankan, kemudian jaminan asuransi, ketersediaan pupuk, kawalan pengendalian hama, hingga offtaker.

Untuk Jawa Timur bagian Timur, yaitu Jember, Banyuwangi, Bondowoso dan Lumajang,  project Agro Solution telah menyasar di lahan seluas 7.599,31 Ha dengan melibatkan 3.484 petani. Sedangkan komoditas yang digarap diantaranya padi, tebu dan hortikultura.

Dalam program ini, Petrokimia Gresik memiliki tanggung jawab pendampingan budidaya dengan menyediakan layanan Mobil Uji Tanah untuk melihat kondisi tanah, sehingga komposisi pemupukannya akurat dengan hasil optimal. Kemudian menyediakan pupuk berkualitas, kawalan pengendalian hama. “Petani bisa fokus pada budidaya, karena Agro Solution menyediakan solusi petani mulai dari awal budidaya hingga pascapanen,”tutup Digna.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Jember Imam Sudarmaji mengatakan,  edamame  merupakan ikon dari kota Jember, karena wilayah ini memiliki agroklimat yang spesifik dan cocok untuk budidaya edamame. Produk edamame Jember juga berdaya saing dan banyak diminati. Untuk itu, produksi edamame Jember harus ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan domestik dan manca negara.

“Sosialisasi budidaya edamame ini sangat tepat. Ini untuk membantu petani edamame di Jember dalam meningkatkan produktivitas mereka,” tandasnya.

Sedangkan, Direktur Mitratani Dua Tujuh Arif Suhariadi mengungkapkan pihaknya adalah eksportir edamame terbesar di Indonesia ke berbagai negara, terutama ke negara Jepang.  Program Agro Solution yang dihadirkan Petrokimia Gresik ini sangat membantu perusahaannya dalam meningkatkan kinerja ekspor melalui peningkatan produktivitas dan kualitas edamame dari petani binaannya.

“Melalui program ini kami berharap kualitas edamame yang dihasilkan oleh petani mitra kami kualitasnya sesuai dengan yang kami harapkan, dan hasil dari panen demplot terlihat menuju ke arah sana (sesuai kualitas diharapkan, Red). Ini akan menjadi rancangan budidaya untuk petani-petani baru yang menjadi mitra kami karena sangat menguntungkan dan mensejahterakan,” ujar Arif. (yad)

Project Agro Solution Petrokimia Gresik Sasar Petani Edamame, Demplot Pendapatan Petani Naik Rp 5,5 Juta/Ha Selengkapnya

Refleksi Hari Tani Nasional 2022, Petrokomia Gresik Klaim Sejahterakan 31.113 Petani 

GRESIK,1minute.id – Hari Tani Nasional diperingati setiap 24 September. Tahun ini memasuki 62 tahun. Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia memasuki usia emas, 50 tahun. 

Momen Hari Tani 2022, perusahaan Solusi Agroindustri ini semakin meneguhkan komitmen meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Pada 2022, mengklaim telah mendongkrak kesejahteraan 31.113 petani melalui program Agro Solution dan Makmur yang telah dijalankan.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan Petrokimia Gresik menjalankan program Agro Solution dimulai pada 2021. Saat itu, kondisi ekonomi Indonesia mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19, kemudian diperkuat dengan hadirnya program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat) oleh Menteri BUMN Republik Indonesia Erick Thohir.

“Baik Agro Solution maupun program Makmur, keduanya telah terbukti mampu menjadi katalis percepatan bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian,” ujar Dwi Satriyo pada Sabtu, 24 September 2022.

Program kemitraan ini dihadirkan karena adanya banyak permasalahan petani di lapangan. Diantaranya, produktivitas rendah, kurangnya pendampingan, harga agro-input (pupuk, pestisida dan benih) tidak terjangkau. Kemudian, sulitnya akses ke lembaga keuangan, terbatasnya jumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), harga jual hasil panen yang cenderung turun saat panen raya (tidak ada jaminan harga), serta belum terfasilitasinya petani dari risiko gagal panen dan infrastruktur yang terbatas.

Sementara Agro Solution merupakan program inisiasi Pupuk Indonesia yang berupaya menciptakan ekosistem pertanian secara komprehensif, baik on farm maupun off farm, mulai dari penyediaan dana atau modal usaha yang bersinergi dengan lembaga perbankan, kemudian jaminan asuransi, ketersediaan pupuk, kawalan pengendalian hama, hingga offtaker.

Perbedaan dengan Makmur, seluruh  stakeholder yang terlibat adalah perusahaan BUMN, yaitu PTPN, Pupuk Indonesia, ID Food, Perhutani, Askrindo, Jasindo dan BRI.

Petrokimia Gresik menjadi anggota holding  Pupuk Indonesia yang mendapat target besar dalam realisasi Agro Solution dan Makmur. Hingga tahun ini, 2022, target Petrokimia Gresik meningkat menjadi 85.000 Ha. Sedangkan realisasi hingga Agustus 2022 sudah mencapai 66.694 Ha atau 78 persen dari target dan telah melibatkan lebih dari 30 ribu petani

“Kami optimistis bisa terlampaui lebih target ini pada akhir 2022 nanti, sehingga semakin banyak petani yang sejahtera melalui program ini,”tandas Dwi Satriyo. Adapun peningkatan pendapatan dirasakan petani melalui program ini terbilang tinggi, berkisar antara 15 persen hingga hampir 30 persen setiap musimnya.

Petani tanaman pangan, dari sebelumnya hanya memperoleh pendapatan Rp 25.225.070/Ha, melalui program ini bertambah 26 persen menjadi Rp 31.676.151/Ha. Begitu juga petani perkebunan, meningkat 28 persen dari Rp 49.552.317/Ha menjadi Rp 63.294.354/Ha. Kondisi yang hampir sama juga dialami oleh petani hortikultura.

Di dalam program ini, layanan yang diberikan Petrokimia Gresik untuk meningkatkan kesejahteraan petani yaitu, pertama  menyediakan mobil uji tanah yang dapat mengidentifikasi kandungan tanah pada lahan pertanian, sehingga pemupukan yang direkomendasikan lebih presisi dengan hasil yang optimal.

“Petrokimia Gresik memiliki 15 unit mobil uji tanah yang tersebar di berbagai daerah di tanah air. Semua petani bisa memanfaatkan layanan ini secara gratis. Petani cukup membawa sampel tanah, dalam hitungan menit sudah mengetahui kandungan tanahnya, lengkap dengan rekomendasi pemupukannya,” ujar Dwi Satriyo.

Kedua, Petrokimia Gresik juga memberikan kawalan budidaya mulai dari menjamin ketersediaan pupuk dan kawalan pengendalian hama. Dalam program ini Petrokimia Gresik mengedukasi petani untuk menggunakan produk nonsubsidi yang telah terbukti berkualitas dalam meningkatkan produktivitas pertanian, serta pendapatan petani.

Terbaru Petrokimia Gresik telah memperkenalkan Petro ZA Plus, Phosgreen dan Petroganik Premium sebagai alternatif subtitusi pupuk ZA, SP-36, dan Petroganik yang berdasarkan Permentan Nomor 10 Tahun 2022 tidak lagi masuk ke dalam skema subsidi.

Ketiga, Petrokimia Gresik juga melengkapi bantuan permodalan melalui program Mangga Makmur, yang merupakan pembiayaan dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik khusus kepada petani peserta Project Agro Solution yang digunakan untuk biaya budidaya dan pembelian pupuk nonsubsidi serta pestisida Petrokimia Gresik.

“Dengan adanya ekosistem pertanian terintegrasi ini, petani bisa lebih fokus dalam melakukan budidaya pertaniannya, karena baik permodalan maupun penjualan hasil panen sudah terjamin,”tutup Dwi Satriyo. (yad)

Refleksi Hari Tani Nasional 2022, Petrokomia Gresik Klaim Sejahterakan 31.113 Petani  Selengkapnya

Begini Upaya Petrokimia Gresik Melindungi Lingkungan Maritim!

GRESIK,1minute.id – Memperingati Hari Maritim Nasional, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia terus meningkatkan komitmennya dalam menerapkan Green Port.

Green Port yakni konsep pengembangan pelabuhan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek kelestarian lingkungan, konservasi energi, community development, dan kepentingan ekonomi dari pelabuhan itu sendiri.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, menyampaikan penerapan konsep Green Port di pelabuhan Petrokimia Gresik telah dilakukan sejak 2021 sebagai komitmen perusahaan terhadap perlindungan lingkungan maritim yang merupakan terjemahan poros maritim dunia. “Oleh karena itu, penerapannya perlu didorong untuk terus disesuaikan dengan kaidah pengelolaan pelabuhan yang mendukung pembangunan keberlanjutan,” ujarnya.

Upaya Petrokimia Gresik dalam menghadirkan pelabuhan yang sejalan dengan kaidah Green Port salah satunya diwujudkan dengan mengerahkan 60 personil dalam “Gerakan Bersih Pantai dan Laut” beberapa waktu lalu. “Melalui aksi ini, Petrokimia Gresik mendapat apresiasi dari Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik sebagai Juara I dalam gerakan tersebut,”imbuh Dwi Satriyo.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga aktif dalam pelestarian lingkungan laut melalui konservasi hutan mangrove. Terbaru, Petrokimia Gresik melakukan penanaman 31 ribu bibit mangrove di pesisir pantai sekitar perusahaan.

Upaya pelestarian lingkungan Pelabuhan Petrokimia Gresik berikutnya adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) handal, melalui kegiatan Marine Pollution Exercise (Marpolex) atau Latihan Penanggulangan Pencemaran di Laut secara periodik bersama KSOP Kelas II Gresik.

“Meskipun sejauh ini tidak ada material berjenis minyak dalam kegiatan bongkar-muat di Pelabuhan Petrokimia Gresik, ke depan tidak menutup kemungkinan sejalan dengan upaya komersialisasi pelabuhan, sehingga pelatihan ini sebagai langkah antisipatif,”tandas Dwi Satriyo.

Marpolex sendiri sejalan dengan program International Maritime Organization (IMO) tentang Marine Pollution (MARPOL) 73/78 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia yang tertuang dalam PM 58 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan serta dalam upaya menjaga lingkungan perairan dan pelabuhan.

Lebih lanjut, Dwi Satriyo menjelaskan, penerapan Green Port di Petrokimia Gresik diperkuat melalui konservasi energi. Beberapa implementasi yang telah dilakukan diantaranya pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk gedung dan perkantoran, penggunaan sepeda motor listrik, mengganti lampu penerangan konvensional dengan LED, penerapan green building, penyediaan shore connection untuk supply energi kapal, serta pemanfaatan CCTV pada Digital Port Supervising (Aplikasi Petroport) untuk mengurangi penggunaan energi pada kendaraan serta meningkatkan layanan distribusi pupuk.

“Penghematan biaya operasional pada akhirnya akan berpengaruh pada harga produk, sehingga langkah ini juga menjadi upaya Petrokimia Gresik dalam memberikan perlindungan bagi konsumen melalui produk berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif,”ujar Dwi Satriyo.

Sementara untuk aspek community development, Petrokimia Gresik senantiasa melibatkan masyarakat sekitar pelabuhan untuk konservasi hutan mangrove. Karena manfaat dari adanya hutan mangrove jug dirasakan oleh masyarakat.

Diantaranya mampu mengurangi abrasi pantai, menjaga kualitas air pesisir, konservasi keanekaragaman hayati dan menyediakan bahan-bahan alami penting yang mendukung sektor perikanan. Sehingga, dengan adanya hutan mangrove ini diharapkan mampu mendukung sumber mata pencaharian masyarakat pesisir pantai sekitar perusahaan.

Dalam konservasi hutan mangrove ini, Petrokimia Gresik melibatkan masyarakat dari Desa Roomo, Kelurahan Korman dan Lumpur sehingga mereka juga turut menjaga hutan itu sendiri. “Kami percaya Green Port berdampak baik bagi kinerja perusahaan secara global. Hal ini dikarenakan adanya aspek pengelolaan energi, pengelolaan limbah, pengelolaan lingkungan yang tentunya dapat meningkatkan kinerja dan citra perusahaan,”tutup Dwi Satriyo. (yad)

Begini Upaya Petrokimia Gresik Melindungi Lingkungan Maritim! Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gandeng Polda Jateng untuk Pengawasan Pupuk Bersubsidi Prinsip 6T 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik  memperkuat pengawasan dalam penyaluran pupuk bersubsidi dengan meggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo bersama Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi di Semarang pada Senin, 19 September 2022.

Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, sebagai anggota holding Pupuk Indonesia yang mendapat amanah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi ke berbagai pelosok di tanah air, pengamanan dalam penyaluran pupuk bersubsidi adalah prioritas. Untuk itu, pihaknya terus memperkuat pengawasan dalam pendistribusiannya, dengan menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) di berbagai daerah untuk memastikan pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani yang berhak sesuai dengan e-RDKK dan regulasi yang berlaku, dalam hal ini Peraturan Menteri Pertanian No 10 Tahun 2022 dan Peraturan Menteri Perdagangan No 13 Tahun 2013.

“Pupuk bersubsidi memiliki peranan vital dalam ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu pupuk ini harus sampai di tangan petani yang berhak sesuai dengan prinsip 6T (tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu). Kami berharap melalui kolaborasi dengan Polda Jawa Tengah ini, dapat mencegah praktik penyelewengan pupuk bersubsidi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,”tandas Dwi Satriyo.

Nota Kesepahaman ini, diantaranya mengatur tentang pengamanan dan pengawalan penyaluran pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik; penegakan hukum atas pelanggaran ketentuan penyaluran pupuk bersubsidi; sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi kepada seluruh elemen yang terlibat, serta pelibatan personel, sarana, dan prasarana guna mendukung kelancaran pengamanan, pengawalan, dan penegakan hukum penyaluran pupuk bersubsidi.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menambahkan, selain berkolaborasi dengan APH, Petrokimia Gresik juga telah menerapkan digitalisasi untuk memperkuat pengawasan distribusi pupuk bersubsidi. Diantaranya melalui Distribution Planning & Control System (DPCS), Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO), dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).

“Aplikasi ini diciptakan untuk memperkuat pengawasan di seluruh jaringan distribusi yang menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik. Mulai dari pabrik (Lini I) hingga ke kios-kios resmi (Lini IV). Melalui aplikasi digital ini, pengawasannya akan semakin dimudahkan dan real time,” pungkas Dwi Satriyo.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan bahwa Petrokimia Gresik adalah Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang mengelola pupuk bersubsidi untuk petani di dalam negeri dan juga memiliki andil dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Sehingga keberlangsungan perusahaan harus terjaga dari potensi  ancaman, gangguan, dan hambatan.

“Tujuan dari Nota Kesepahaman ini untuk terwujudnya pengamanan dan pengawalan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Semoga kerjasama ini dapat memberikan dampak positif dalam pendistribusian pupuk,” tandas Kapolda Jawa Tengah.

Kolaborasi dengan APH untuk memperkuat pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi tidak hanya dilakukan di Jawa Tengah. Sebelumnya, Petrokimia Gresik juga telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, Kejati Jawa Timur dan dalam waktu dekat akan melakukan penandatanganan dengan Kejaksaan Negeri Gresik.

“Pengawasan penyaluran pupuk subsidi di lapangan tidak bisa hanya dilaksanakan oleh kami sebagai produsen, melainkan butuh dukungan dari berbagai pihak. Semakin banyak pihak yang proaktif maka pengawasannya akan semakin ketat,”tandasnya.

Sebagai informasi, pupuk bersubsidi merupakan amanah dari negara yang penyalurannya sebagian ditugaskan kepada Petrokimia Gresik. Berdasarkan Permentan Nomor 10 Tahun 2022, pupuk bersubsidi teridiri dari Urea dan Phonska dan peruntukannya dibatasi pada sembilan komoditas utama yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kopi dan kakao. (yad)

Petrokimia Gresik Gandeng Polda Jateng untuk Pengawasan Pupuk Bersubsidi Prinsip 6T  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Perkuat Inovasi Digital melalui Petroport, Tekan Biaya Bongkar Muat hingga 20 Persen dan Realtime 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melakukan improvement pada proses distribusi melalui aplikasi digital, Petroport. Digitalisasi operasional Pelabuhan ini implementasinya mampu memberikan efisiensi pada setiap prosesnya. Biaya bongkar muat secara rata-rata dapat ditekan hingga 20 persen.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaska Petroport adalah sebuah sistem berbasis web dan aplikasi mobile yang memiliki fungsi pengawasan, pencatatan, pelaporan serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital dan otomatis (automatic decision systems) yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja bongkar muat Pelabuhan Petrokimia Gresik.

Ia mengungkapkan, Petroport selama beberapa periode terakhir telah memberikan added value bagi perusahaan, yaitu dengan menyediakan informasi yang akurat dan realtime kepada seluruh stakeholder, memberikan penghematan biaya logistik serta optimalisasi kinerja bongkar muat di Pelabuhan.

“Operasional pelabuhan yang efektif dan efisien, pada akhirnya akan meningkatkan  competitiveness bagi Petrokimia Gresik. Produk-produk yang dihasilkan akan menjadi pilihan bagi petani maupun konsumen lain,”ujar Dwi Satriyo pada Senin, 19 September 2022.

Adapun penghematan yang didapatkan Petrokimia Gresik sejak diaplikasikannya Petroport ini diantaranya, biaya bongkar muat secara rata-rata dapat ditekan hingga 20 persen. Dengan demikian, aplikasi ini mampu mendukung cost reduction program yang dijalankan Petrokimia Gresik.

Kemudian, kinerja pelabuhan menjadi lebih optimal sehingga kegiatan bongkar muat dapat diselesaikan lebih cepat dari kontrak yang disepakati. Hal ini dapat dilihat dengan turunnya denda demurrage yang harus dibayar ke kapal, serta meningkatnya pendapatan despatch atau biaya kompensasi yang diterima perusahaan.

Pada 2021, pendapatan despatch naik sebesar 70% menjadi USD 1,13 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kinerja yang sama juga ditunjukkan pada semester pertama tahun ini, 2022, dimana realisasi despatch sudah mencapai USD 920 ribu.

TUKS PETROKIMIA GRESIK: Suasana Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Petrokimia Gresik pada Sabtu, 17 September 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Optimalisasi kinerja Pelabuhan tersebut diperoleh dari fitur-fitur inovatif yang ada dalam aplikasi. Pertama, Petroport memiliki fungsi pencatatan kegiatan bongkar muat serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital dan otomatis (automatic decision systems), karena Petroport dilengkapi dengan Smart Dashboard.

“Kita dapat menginput data bongkar muat secara mobile dimanapun berada. Input data kapal, jadwal kedatangan kapal maupun pencatatan kegiatan bongkar muat, dapat dilakukan menggunakan handphone maupun tablet,”jelasnya.

Dengan bantuan teknologi ini, perusahaan juga mampu menurunkan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) sebesar 45%, karena alur kerja menjadi semakin efektif dan efisien. Hal ini selaras dengan Program Kerja Perusahaan untuk selalu melakukan efisiensi, khususnya dibidang SDM.

Kedua, fitur lain yang juga sangat inovatif adalah Load Unload Routing (LUR) yang dapat memberikan informasi antrean kapal, perkiraan lama kegiatan serta estimasi kapal yang akan berangkat. Selain itu juga memberikan rekomendasi jalur dan alat bongkar muat yang paling efisien, serta informasi bongkar muat secara realtime.

“Jika ada indikator warna merah berarti kecepatan bongkar muat berada di bawah kontrak, sehingga harus segera dilakukan langkah tindak lanjut agar tidak terjadi demurrage. Sedangkan warna hijau berarti kegiatan bongkar muat berjalan sesuai kontrak rate yang ada,” tandasnya.

Ketiga, Petroport juga dilengkapi fitur Automatic Port Reporting (APR). Fitur ini digunakan untuk otomatisasi sistem reporting kinerja pelabuhan. Melalui fitur ini dapat diperoleh laporan kinerja bongkar muat tanpa harus mengolah data-data terlebih dahulu.

“Pada fitur ini ada alert atau alarm apabila ada KPI (Key Performance Indicator) ada yang tidak tercapai, sehingga dapat dengan mudah untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan melakukan langkah tindak lanjut,” ujarnya.

Keempat, untuk melakukan pengawasan kegiatan bongkar muat, Petroport dilengkapi fitur Digital Port Supervising (DPS) dimana sistem pengawasan dilakukan dengan berbasis CCTV yang dilengkapi dengan mobile paging system. Fitur ini dapat dikontrol secara langsung di command center Pelabuhan.

Melalui fitur ini, operator juga dapat memonitor kegiatan bongkar muat walaupun sedang tidak berada di pelabuhan. serta dapat melakukan komunikasi atau memberikan peringatan apabila ada ketidaksesuaian dalam operasional bongkar muat di pelabuhan.

Terakhir, Petroport juga memiliki fitur Electronic Chart and Display Information System (ECDIS) yang dilengkapi dengan Automatic Identification Systems (AIS) serta Early Warning System (EWS). Dimana AIS dapat memonitor posisi semua kapal yang akan sandar di Pelabuhan Petrokimia Gresik. Sehingga dapat memperkirakan berapa lama perjalanan dibutuhkan dan waktu kapal akan tiba di pelabuhan.

Sedangkan, EWS dapat menjaga kondisi kapal serta aset lain yang ada di dermaga saat ada kapal yang melintas di sekitar area pelabuhan. Seperti diketahui, Pelabuhan Petrokimia Gresik berada di jalur melintas kapal-kapal besar menuju Surabaya atau sebaliknya. Fitur ini dapat memberikan peringatan kepada kapal yang melintas agar menjaga kecepatan sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Aplikasi ini pun mendapat perhatian banyak pihak, beberapa perusahaan lain telah melakukan benchmarking ke Petrokimia Gresik untuk mempelajari dan mengadopsi Petroport. Tentu saja hal ini menjadi penyemangat buat kami untuk terus berinovasi dalam meningkatkan layanan serta menyediakan produk pupuk dengan daya saing tinggi sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap terwujudnya ketahanan pangan nasional,” tutupnya.(yad)

Petrokimia Gresik Perkuat Inovasi Digital melalui Petroport, Tekan Biaya Bongkar Muat hingga 20 Persen dan Realtime  Selengkapnya

PGFC Bergulir Lagi, Ketut Rusnaya : Ajang Silaturahmi, Pencarian Bibit, Melatih Sportivitas 

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik Futsal Championship (PGFC) 2022 bergulir kembali. Kalu terakhir kompetisi futsal antarpelajar SMA/SMK sederajat pada 2017. SMA Nahdlatul Ulama (SMANU) 2 sebagai jawara futsal itu.

Nah tahun ini, PGFC tahun kelima. Turnamen futsal terbesar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik diikuti 32 tim futsal dari lima kabupaten/kota di Jawa Timur. Yakni, Gresik, Surabaya, Sidoarjo,.Mojokerto dan Lamongan. 

Turnamen futsal dibuka oleh Senior Executive Vice President (SEVP) Operasi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya di Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Senin, 19 September 2022. Pembukaan turnamen pun meriah. Pertandingan pembuka mempertemukan derby SMANU yakni SMA NU 1 (NUSA) dan NU 2 (NUDA).

PIALA BERGILIR PGFC : Senior Executive Vice President (SEVP) Operasi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya menerima piala dari juara bertahan SMA NUDA dalam pembukaan turnamen futsal di SOR Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Senin, 19 September 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

I Ketut Rusnaya mengatakan, sebagai bagian dari BUMN yang memiliki fungsi agen pembangunan, Petrokimia Gresik tidak hanya berorientasi pada profit dan kinerja perusahaan semata, tetapi juga berkomitmen tinggi dalam memajukan olahraga nasional, salah satunya dengan mendorong munculnya bibit-bibit atlet berprestasi.

“PGFC merupakan salah satu wadah yang dihadirkan Petrokimia Gresik untuk memunculkan talenta atau atlet baru di cabang olahraga futsal. Kompetisi ini juga bisa menjadi ajang silaturahmi,”katanya. 

Kompetisi futsal mempertandingkan tim dari SMA/sederajat, sehingga pesertanya masih memiliki kesempatan menjadi atlet profesional dan berprestasi melalui pembinaan lebih lanjut. 

“Untuk melahirkan atlet berprestasi tidak dapat dilakukan dengan cara instan, butuh banyak latihan, pengalaman, pembinaan, dan tentunya dukungan dari banyak pihak. Peran Petrokimia Gresik melalui PGFC ini adalah memberikan ruang dan sarana bagi talenta-talenta tersebut untuk mengasah diri dan mental dalam berkompetisi,”imbuh Ketut.

Harapannya, muncul atlet yang kelak bisa tampil di event Jawa Timur hingga nasional. Ketut juga menuturkan untuk mendorong para peserta PGFC menjadi atlet berprestasi, dalam ajang tahun ini Petrokimia Gresik juga memberikan sejumlah bantuan dan fasilitas, diantaranya gratis biaya pendaftaran, setiap tim mendapatkan satu set jersey bagi seluruh pemain, bantuan bola futsal bagi tim yang lolos babak penyisihan grup, serta hadiah puluhan juta rupiah bagi pemenang.

JERSEY SSB : Senior Executive Vice President (SEVP) Operasi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya (kanan) melaunching jersey sekolah sepak bola Petrokimia Gresik dalam pembukaan PGFC di SOR Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Senin, 19 September 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Selain itu, pada acara pembukaan ini juga dilaksanakan peresmian Sekolah Sepak Bola (SSB) Petrokimia Gresik yang akan menjadi wadah untuk melahirkan dan mendidik calon atlet di cabang olahraga sepak bola. “SSB Petrokimia Gresik diharapkan dapat merangsang minat anak-anak di Gresik dan sekitarnya untuk menjadi pemain sepak bola berprestasi, “tuturnya. 

Lebih lanjut Ketut mengungkapkan komitmen Petrokimia Gresik dalam memajukan olahraga di tanah air sudah tertanam sejak dulu. Beberapa cabang olahraga binaan Petrokimia Gresik antara lain silat, voli, renang, dan senam yang telah menorehkan banyak prestasi baik di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.

“Untuk itu kami meminta dukungan dari seluruh pihak agar Petrokimia Gresik dapat terus memberikan kinerja terbaik, sehingga berkah atau manfaat yang kami berikan untuk masyarakat sekitar perusahaan, termasuk di dunia olahraga juga semakin besar lagi,” ungkapnya.

Terakhir, di hadapan peserta, Ketut menegaskan bahwa seluruh peserta harus mengedepankan sportivitas dalam pertandingan. Menurutnya, perjuangan untuk meraih kemenangan akan sangat bermakna, bernilai dan sempurna, ketika kemenangan yang diraih itu selalu menjunjung tinggi sportivitas.

“Saya menekankan adanya sportmanshipness karena sejatinya, sikap keolahragawanan merupakan bagian penting sebagai alat pembentuk nilai dan karakter, serta pembentuk atlet dengan kualitas kepribadian yang sehat, tangguh dan moral yang luhur,” pungkasnya.(yad)

PGFC Bergulir Lagi, Ketut Rusnaya : Ajang Silaturahmi, Pencarian Bibit, Melatih Sportivitas  Selengkapnya