Support Pemerintah, Petrokimia Gresik Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia siap memberikan dukungan atau support penuh kepada Pemerintah Indonesia untuk menghadapi krisis pangan dunia. Sejumlah strategi yang telah disiapkan perusahaan. 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia GresikDwi Satriyo Annurogo di hadapan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), saat keduanya menjadi narasumber dalam program Indonesia Business Forum (IBF) di TV One pada Rabu, 14 September 2022.

 Menurut Mentan SYL, ancaman krisis pangan dunia saat ini disebabkan beberapa hal. Mulai dari Covid-19 yang terjadi selama 2,5 tahun dan menjadikan semua sektor berjalan unlinear. Kemudian perubahan iklim, dan pengaruh geopolitics yaitu perang di kawasan Eropa.

“Neraca kita saat ini cukup baik, 12 komoditi dasar kita cukup terjaga. Tapi kita tidak boleh terlalu PD (percaya diri, Red). Semua langkah harus dipersiapkan. Ini (ancaman krisis pangan, Red) harus kita waspadai kerena tentu saja akan beresonansi pada kita. Jangan lupa Indonesia adalah negara keempat terbesar, ada 273 juta orang yang membutuhkan pangan dan tidak bisa ditunda,”tandasnya.

Mentan SYL menegaskan, untuk menghadapi tantangan pangan tersebut, dibutuhkan kolaborasi dan peranan aktif semua stakeholder, termasuk Petrokimia Gresik yang saat ini juga memikul amanah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi bagi petani di berbagai daerah di Indonesia.  Ia mengungkapkan jika Presiden selalu mengatakan harus ada langkah extraordinary dari semua pihak untuk menghadapi tantangan ini.

Sementara itu, Petrokimia Gresik yang memahami perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani memiliki beberapa pendekatan, agar Indonesia keluar dari ancaman krisis pangan. Pertama, Dwi Satriyo menegaskan bahwa Petrokimia Gresik memastikan produksi dan distribusi pupuk hingga petani berjalan dengan lancar.

“Sebagian bahan baku pupuk saat ini masih kita peroleh dari impor. Bahan baku yang sempat mengalami permasalahan adalah KCl untuk produksi pupuk NPK di awal perang kawasan Eropa. Pada kondisi normal, jumlah KCl yang di ekspor adalah 41,6 juta ton setahun. Dari total tersebut 47 persen berasal dari Belarusia dan Rusia. Bisa dibayangkan jika supply dari Belarusia dan Rusia ini terganggu?” tandasnya.

Untuk itu, tambah Dwi Satriyo demi menjaga ketahanan pangan nasional, Petrokimia Gresik menambah supply untuk pengadaan KCl dari Kanada, tentu dengan harga yang reasonable.

Kedua, Petrokimia Gresik berupaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui program Agro Solution. Program ini berupaya menciptakan ekosistem pertanian secara komprehensif, baik on farm maupun off farm, mulai dari penyediaan dana atau modal usaha yang bersinergi dengan lembaga perbankan, kemudian jaminan asuransi, ketersediaan pupuk, kawalan pengendalian hama, hingga offtaker.

“Dalam program ini Petrokimia Gresik mengedukasi penggunaan pupuk nonsubsidi. Dengan pengawalan yang baik, mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani,”terang Dwi Satriyo.

Petrokimia Gresik juga melakukan transformasi digital untuk memastikan perbaikan kinerja agar kebutuhan petani bisa tercukupi dengan baik, serta pengembangan SDM pertanian dengan menggandeng sejumlah penyelenggara pendidikan sektor pertanian. Ini merupakan langkah ketiga dan keempat Petrokimia Gresik berupaya mendukung pemerintah untuk keluar dari ancaman krisis pangan global.

“Petrokimia Gresik menciptakan SDM unggul pertanian dengan membuka program magang bagi mahasiswa pertanian, bekerja sama dengan tujuh Politeknik Pertanian di Indonesia untuk mendorong regenerasi di sektor pertanian,”tandas Dwi Satriyo.

Sementara, sejalan dengan program Agro Solution Petrokimia Gresik untuk peningkatan produktivitas pertanian, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Yadi Sofyan Noor yang juga menjadi salah satu narasumber mengaku mendorong anggotanya untuk menggunakan pupuk nonsubsidi. Lebih-lebih dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022, komoditas yang berhak mendapatkan subsidi dibatasi hanya sembilan, dari sebelumnya 70 komoditas. Selain itu, subsidi pupuk juga hanya diberikan pada Urea dan Phonska saja.

“KTNA mendukung kebijakan subsidi pupuk. Karena fokus pangan kita ada di komoditas yang sekarang memang di situ (diatur dalam Permentan 10/2022, Red),” tandasnya.

Pembicara lain, Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad berharap perubahan kebijakan pemerintah terkait pupuk subsidi tidak mengakibatkan penurunan jumlah pupuk subsidi yang diberikan kepada petani, baik volume atau jumlah sasaran. Karena menurutnya hal ini akan berpengaruh pada produktivitas.

“Kenaikan harga pupuk secara global lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan energi. Problem pertanian yang saat ini ada bukan pada supply pupuk, tapi ada pada harga. Sedangkan support pemerintah untuk subsidi masih stagnan. Dua tahun terakhir, bahkan sampai tahun depan atau tahun 2023 masih di angka Rp25 triliun,” tandasnya.

Ia pun mendorong pemerintah untuk memperbesar alokasi anggaran yang ada. Sehingga terdapat alokasi subsidi pada pengelolaan pupuk organik yang menurutnya sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan pertanian di Indonesia.

“Pupuk organik itu sangat diperlukan. Nyatanya memang sebagian masyarakat atau petani bisa menghasilkan pupuk organik. Tetapi kan banyak yang tidak bisa menghasilkan terutama pada petani yang berskala kecil karena mereka harus mengumpulkan kotoran hewan dan sebagainya. Saya kira itu nggak efisien. Jadi harus dipertimbangkan ruang anggaran yang lebih besar bagi organik agar bisa masuk kembali,”kata Tauhid. (yad)

Support Pemerintah, Petrokimia Gresik Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global  Selengkapnya

Hasil Demplot Gunakan Petro ZA Plus dan Phosgreen , Produktivitas Bibit Kentang Meningkat 8 Ton/Ha

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri kembali mengeluarkan tiga produk baru pupuk non subsidi. Dua dari tiga produk anyar itu, yakni Petro ZA Plus dan Phosgreen. Penggunaan pupuk non subsidi terbaru ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas bibit kentang dalam panen bersama demonstration plot (demplot) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada Selasa,13 September 2022.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan, produk baru ini merupakan upaya Petrokimia Gresik dalam menghadirkan alternatif pilihan bagi petani agar tidak bergantung pada pupuk subsidi. “Melalui demplot ini, kita bisa buktikan bersama bahwa penggunaan pupuk non subsidi mampu memperbesar peningkatan produktivitas dan pendapatan petani,”ujar Dwi Satriyo. 

Dari hasil demplot, jumlah rata-rata umbi per tanaman kentang sebanyak 26 umbi, dengan bobot sekitar 1,39 kilogram (kg), sehingga estimasi total panen mencapai 30 ton/Ha. Sedangkan, pada budidaya petani sebelumnya hanya diperoleh rata-rata ubi per tanaman seberat 1 kg atau estimasi total panen sekitar 22 ton/Ha. Artinya ada peningkatan produktivitas sekitar 8 ton/Ha.

Untuk mendapatkan produktivitas tanaman bisa maksimal , Petrokimia Gresik memberikan  rekomendasi pemupukan pada demplot di lahan seluas 0,2 Ha antara lain Petro ZA Plus (100 kg), Phosgreen (100 kg), NPK Phonska Plus (200 kg), ZK (50 kg) dan Petroganik (400 kg). Petrokimia Gresik dalam demplot ini juga memberikan kawalan untuk pengendalian hama.

“Saya berharap budidaya demplot yang telah kita laksanakan selama 3,5 bulan ini dapat diduplikasi oleh petani kentang lain di Kabupaten Karo, maupun petani di Sumatera Utara sehingga manfaat dari produk terbaik Petrokimia Gresik ini dapat menjangkau lebih luas lagi, dan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian daerah,”tandas Dwi Satriyo.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Petrokimia Gresik di usia 50 tahun meluncurkan tiga produk baru, yaitu Petro ZA Plus dan Phosgreen, serta Petroganik Premium. Produk baru ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan untuk kemajuan pertanian di Indonesia dan dalam upaya bersama-sama menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kami telah memberikan kandungan tambahan yang dibutuhkan tanaman pada pupuk baru tersebut. Bukan sekadar pembeda dengan produk subsidi, tapi bertujuan agar petani dapat merasakan manfaat lebih, dari pupuk non subsidi Petrokimia Gresik yang berkualitas,” ujarnya.

Petro ZA Plus memiliki kandungan Nitrogen 21%, Sulfur 24%, dan Zinc 1000 ppm. Keunggulan pupuk ini mampu memacu pertumbuhan jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah daun dan menjadikan warna daun nampak lebih hijau. Selain itu juga meningkatkan mutu hasil panen dengan memperbaiki warna, aroma, rasa, dan besar buah/umbi, serta menjadikan tanaman lebih tahan terhadap serangan hama atau penyakit.

Sedangkan Phosgreen, dilahirkan dengan kandungan Fosfat dan Kalsium masing-masing minimal 20%, serta Magnesium minimal 3% yang berfungsi memacu pertumbuhan akar, pembentukan bunga, serta meningkatkan ketahanan hasil panen sehingga mengurangi penyusutan selama penyimpanan. Phosgreen juga diperkaya dengan tambahan unsur hara Sulfur yang dapat meningkatkan mutu hasil panen.

“Bagi Petrokimia Gresik, kehadiran produk baru itu semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai produsen pupuk terlengkap di Asia Tenggara, sekaligus bentuk dukungan perusahaan terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Indonesia,” tandas Dwi Satriyo.

Saat ini komoditi kentang merupakan komoditi yang paling diminati oleh petani sehingga Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Pertanian Kabupaten Karo terus berupaya memberikan support kepada petani dalam berbudidaya kentang terutama dalam penyediaan benih kentang yang bermutu.

Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang yang hadir dalam demplot mengapresiasi perhatian Petrokimia Gresik terhadap pertanian kentang di Karo, khususnya di Desa Bukit Kecamatan Dolat Rayat.

“Demplot ini sebagai referensi bagi petani-petani di Kabupaten Karo untuk dapat melakukan proses budidaya yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan unsur hara lahannya masing-masing,” tandasnya. (yad)

Hasil Demplot Gunakan Petro ZA Plus dan Phosgreen , Produktivitas Bibit Kentang Meningkat 8 Ton/Ha Selengkapnya

Kiprah 4 Dekade Petrokimia Gresik Majukan Olahraga Nasional

ATLET prestasi bertaraf nasional dan internasional bermunculan dari Gresik. Keberhasilan para atlet itu diantaranya berkat pembinaan bertahun-tahun yang dilakukan oleh Petrokimia Gresik. Periode 2021-2022, perusahaan Solusi Agroindustri, anggota holding Pupuk Indonesia itu menggelontor anggaran Rp 10,5 miliar. 

CHUSNUL CAHYADI, 1minute.id 

HARI OLAHRAGA NASIONAL (Haornas) di peringati setiap 9 September. Keberhasilan atlet olahraga bertaraf nasional, regional bahkan internasional tidak bisa lepas dari pembinaan yang telah dilakukan oleh Petrokimia Gresik. Puluhan tahun perusahaan Solusi Agroindustri, anggota holding Pupuk Indonesia itu melakukan pembinaan. Pembinaan sejak dini. 

Nurul Fajar Fitriyati, Nanda Wahyu Jendro, dan Maulana Rifky Yavianda, diantaranya. Mereka telah mengharumkan nama Gresik di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua maupun Sea Games 2022. Selain renang ada senam, bola voli dan sepak bola. 

“Petrokimia Gresik dalam menjalankan bisnisnya tidak hanya berupaya menghasilkan produk-produk berkualitas di sektor agroindustri untuk mendukung tercapainya ketahanan pangan nasional, tetapi juga memajukan masyarakat dan komunitas sekitar salah satunya pada bidang olahraga. Komitmen tersebut terjawab melalui capaian prestasi yang membanggakan dari para atlet binaan Petrokimia Gresik di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,”ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo pada Jumat, 9 September 2022. 

Karena itu, Petrokimia Gresik terus aktif berkontribusi dalam mencetak generasi berprestasi di bidang olahraga tanah air. Untuk periode 2021-2022 saja, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini telah menyalurkan dana sebesar Rp10,5 miliar sebagai wujud kontribusi di bidang olahraga melalui pembinaan dan sejumlah dukungan penyelenggaraan kompetisi.

Ada beberapa cabang olahraga (cabor) binaan Petrokimia Gresik. Antara lain, senam, voli, renang dan sepak bola. 

CABOR RENANG

PEMBINAAN SEJAK DINI : Sejumlah anak ketika menjalani latihan renang di kolam renang Petrokimia Gresik pada September 2017 (Foto : Dokumen Chusnul Cahyadi/1minute.id)

SELAMA 37 Tahun Petrokimia Gresik melakukan pembinaan di cabang olahraga (Cabor) renang ini. Dalam melakukan pembinaan Petrokimia Gresik membentuk wadah Perkumpulan Renang dan Selam Petrokimia Gresik pada 1985 -kini berganti nama menjadi-Klub Renang Petrokimia Gresik (KRPG). 

Atlet renang binaan perusahaan Solusi Agroindustri ini yang berprestasi diantaranya, Nurul Fajar Fitriyati dan Nanda Wahyu Jendro. Keduanya merupakan perwakilan Provinsi Jawa Timur yang berhasil memenangkan kejuaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021 dengan perolehan medali emas dan perak pada beberapa nomor perorangan.

Pada Sea Games 2022, Nurul juga berhasil mendapatkan satu perak dan satu perunggu untuk nomor 200 meter gaya punggung putri dan 4×100 meter estafet gaya bebas putri. Selain itu, Petrokimia Gresik juga melakukan pembinaan kepada atlet difabel. Atlet paraswimming diantaranya Maulana Rifky Yavianda. Atlet binaan KRPG juga berhasil menyabet medali emas pada ASEAN Para Games 2022.

“Nurul dan Maulana Rifky saat ini juga tengah mengikuti Pelatnas (Pelatihan Nasional), mohon dukungan untuk mereka agar bisa terus berprestasi mengharumkan nama Indonesia pada kejuaraan-kejuaraan dunia berikutnya,” ujar Dwi Satriyo.

CABOR SENAM

Pada 1982 Petrokimia Gresik mendirikan Klub Senam Petrokimia Gresik. Sejak saat itu, Petrokimia Gresik yang kini berusia emas, 50 tahun itu melakukan pembinaan cabor Senam di Jawa Timur.  Klub Senam yang kini berganti nama menjadi Persatuan Senam Indonesia (PERSANI) Jatim. Saat ini PERSANI Jatim memiliki anggota yang berasal dari 36 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur

“Cabor senam binaan kami cukup produktif dalam perolehan medali. Terbaru pada PON Papua, berhasil membawa pulang tiga emas, sembilan perak, dan enam perunggu. Begitu juga di level internasional,”tandas Dwi Satriyo.

CABOR BOLA VOLI

PROLIGA : Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Volleyball Team ketika bertanding di SOR Tridharma Petrokimia Gresik (Foto : Humas Petrokimia Gresik for 1minute.id)

TAHUN 2002 gedung sarana olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik berdiri megah. Saat itu, paling megah di Jawa Timur. Di gedung olahraga indoor itu, Petrokimia Gresik melakukan pembinaan tim bola voli. Fasilitas gedung lengkap untuk latihan dan memberikan bimbingan pelatihan intensif. 

Pada akhir 2021 lalu, tim voli binaan Petrokimia Gresik berganti nama menjadi “Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Volleyball Team”. Dimana Pupuk Indonesia juga memainkan peran penting dalam kehadiran tim ini sebagai sponsor utama bagi Tim Voli PG pada kompetisi Proliga 2022.

Keikutsertaan tim voli binaan Petrokimia Gresik di kejuaraan Proliga tahun ini adalah yang ke-19, setelah absen satu kali pada 2020. Dan ditiadakannya penyelenggaraannya pada 2021 karena pandemi Covid-19. Prestasi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, tim voli binaan Petrokimia Gresik pernah meraih Juara 3 di tahun 2016 dan Juara 2 Proliga edisi 2022 ini.

Selain Proliga, tim voli Petrokimia Gresik sebelumnya juga pernah meraih Juara 2 Kejurnas Livoli Divisi 1 pada 2019. Saat ini, salah satu pemain voli putri binaan Petrokimia Gresik, Mediol Stiovanny Yoku terpilih untuk mengikuti Pelatnas persiapan mengikuti 2nd ASEAN Grand Prix 2022.

CABOR SEPAK BOLA 

PETROKIMIA Gresik juga membina cabor sepak bola melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) Petrokimia Putra yang didirikan sejak 1983. Sejumlah pemain sepak bola berprestasi binaan SSB ini diantaranya Herman Rhomansyah, M. Dimas Drajad, Marcell Januar Putra, Agus Indra Kurniawan. Rentetan nama tersebut berhasil masuk ke dalam skuad tim nasional membela Indonesia dalam banyak kejuaraan internasional.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menambahkan, selain empat cabor di atas, Petrokimia Gresik juga memberikan perhatian pada cabor lain melalui sejumlah sponsorship pada berbagai event kompetisi olahraga. Karena bagi Petrokimia Gresik, semakin banyak event kompetisi olahraga yang diselenggarakan, maka semakin banyak pula bibit-bibit atlet baru yang akan lahir.

“Petrokimia berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, termasuk di dunia olahraga. Untuk itu kami mohon doa dan dukungan kepada masyarakat, agar operasional Petrokimia Gresik terus berjalan lancar, sehingga kontribusi yang kami berikan khususnya untuk bidang olahraga dapat semakin besar,”pungkas Dwi Satriyo. (*)

Kiprah 4 Dekade Petrokimia Gresik Majukan Olahraga Nasional Selengkapnya

Petrokimia Gresik Kucurkan CSR Mangga, Percepat Pemulihan Ekonomi Peternak Sapi Terdampak PMK

GRESIK,1minute.id – Wabah penyakit mulut dan kuku belum berakhir. Diantaranya menyerang mitra kebanggaan (Mangga) Petrokimia Gresik. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia turun tangan untuk meringankan beban peternak sapi binaannya. 

Petrokimia Gresik melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mengucurkan bantuan senilai Rp150 juta kepada sejumlah Mitra Kebanggaan (Mangga).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan wabah PMK telah memberikan dampak luar biasa terhadap perekonomian peternak sapi. Meskipun data menunjukkan adanya penurunan kasus, wabah ini masih ditemukan di Jawa Timur. Oleh karena itu, upaya pemulihan terus digenjot Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui percepatan vaksinasi hewan ternak.

“Melalui bantuan ini, Petrokimia Gresik turut mengambil peran dalam mendorong pemulihan ekonomi peternak sapi yang merugi akibat wabah ini. Sehingga program penanganan wabah PMK bisa semakin komprehensif,”ujar Dwi Satriyo pada Selasa, 6 September 2022.

Sebagai informasi, saat ini terdapat 182 Mangga peternak sapi yang tersebar di 21 kota/kabupaten di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, dimana 99 diantaranya terkonfirmasi telah terdampak wabah PMK.

Adapun bantuan kali ini diberikan kepada 15 kelompok Mangga peternak sapi dengan dampak kerugian terbesar. Mereka berasal dari Lamongan, Magetan, Bojonegoro, Lumajang dan Blora. Dari 166 ekor sapi yang dikelola ke-15 kelompok tersebut, sebanyak 130 ekor diantaranya terjangkit PMK. Rincianya,  mengakibatkan 12 ekor mati, 107 ekor terpaksa dijual murah setelah dinyatakan sembuh dari PMK, dan sisanya masih proses penyembuhan.

“Bantuan ini memang tidak akan menutup seluruh kerugian Mangga akibat wabah PMK, tapi kami berharap bantuan ini mampu memotivasi para peternak untuk kembali bangkit,”tandas Dwi Satriyo.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada para peternak, khususnya di Jawa Timur untuk mengikuti program vaksinasi hewan ternak yang diselenggarakan pemerintah, mengingat Jawa Timur merupakan provinsi dengan kasus PMK tertinggi secara nasional. “Semoga wabah PMK dapat segera dikendalikan di semua daerah di Indonesia, sehingga perekonomian peternak dapat pulih,”harap Dwi Satriyo. (yad)

Petrokimia Gresik Kucurkan CSR Mangga, Percepat Pemulihan Ekonomi Peternak Sapi Terdampak PMK Selengkapnya

Pabrik Amoniak-Urea III Tambah Kapasitas Produksi, Petrokimia Gresik Dapat Pasokan Gas dari Kris Energy 

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi petani. Petrokimia Gresik akan mengembangkan pabrik Amoniak-Urea III. Pengembangan pabrik itu akan menambah kapasitas produksi urea sebanyak 630 ribu ton/tahun sehingga menjadi 1.660.000 ton/tahun. 

Untuk pengembangan pabrik Amoniak-Urea III itu, Petrokimia Gresik akan mendapat tambahan pasokan gas sekitar 150 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) dari Lapangan Lengo Wilayah Kerja (WK) Bulu dan Lapangan Mustika serta West Kepodang WK Sakti di Kabupaten Tuban untuk mengamankan kebutuhan gas bumi eksisting dan rencana penambahan kapasitas produksi Urea. 

Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) Lapangan Lengo Blok Bulu antara Petrokimia Gresik dengan Kris Energy Ltd. selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Surabaya pasa Rabu, 31 Agustus 2022.

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menyampaikan Petrokimia Gresik berencana mengembangkan Pabrik Amoniak-Urea (Amurea) III untuk meningkatkan kapasitas produksi Urea.

“Dengan adanya rencana pengembangan pabrik Amurea III ini maka akan memperkuat produksi pupuk urea dalam negeri serta pengamanan bahan baku pupuk NPK,”ujar Digna.

Lebih lanjut Digna menjelaskan, saat ini total kapasitas produksi dari dua pabrik Urea Petrokimia Gresik sebesar 1.030.000 ton/tahun, yang didedikasikan untuk memenuhi kebutuhan subsidi petani dalam negeri, serta pasar komersial.

“Penambahan pasokan gas ini menjadi semakin penting, mengingat kebutuhan Urea juga semakin bertambah dengan adanya perubahan fokus kebijakan pupuk subsidi pada dua jenis pupuk saja, yaitu Urea dan NPK,”ujar Digna.

Melalui rencana pengembangan Pabrik Amurea III, Petrokimia Gresik akan menambah kapasitas produksi Urea sebanyak 1.725 Metric Ton Per Day (MTPD) atau sekitar 630.000 ton/tahun, sekaligus mendapatkan tambahan produk Amoniak sebesar 2.000 MTPD setara sekitar 730.000 ton/tahun.

Sementara itu, Kepala Divisi (Kadiv) Monetisasi SKK Migas Agus Budiyanto yang turut menyaksikan penandatanganan mengaku memahami bahwa dengan tingginya kebutuhan pupuk dan kebutuhan pangan nasional, maka kebutuhan gas sebagai bahan baku juga meningkat. Dengan penambahan sekitar 85 MMSCFD, maka supply gas terhadap Petrokimia Gresik menjadi yang terbesar kedua setelah Pupuk Kalimantan Timur.

“SKK Migas sangat mendukung kerja sama ini dalam upaya memajukan industri pupuk dalam negeri dan pertanian Indonesia. Saya sangat mengapresiasi karena melalui kerja sama ini Petrokimia Gresik tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tapi juga untuk kemajuan pertanian dalam negeri. Untuk itu, kami akan menjaga supply gas tetap lancar,” tandasnya.

Sebagai informasi, untuk menyukseskan supply gas dari WK Bulu, Petrokimia Gresik di hari yang sama juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) terkait kajian bersama rencana penyediaan infrastruktur penyaluran gas bumi ke Petrokimia Gresik. (yad)

Pabrik Amoniak-Urea III Tambah Kapasitas Produksi, Petrokimia Gresik Dapat Pasokan Gas dari Kris Energy  Selengkapnya

Panen Project Agrosolution Petrokimia Gresik Dongkrak Pendapatan Petani hingga 26 Persen

GRESIK,1minute.id – Syukur semringah. Petani  kangkung di Desa Kedunganyar, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik bakal mendapatkan keuntungan lebih. Sebab, hasil panen kangkung melimpah. Terbeli lagi. 

Keuntungan itu bisa dinikmati oleh petani karena project Agrosolution Petrokimia Gresik sukses terungkap saat Panen Project Agrosolution Komoditas Kangkung di Desa Kedung Anyar, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 31 Agustus 2022.

Menurut Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih, project Agrosolution Petrokimia Gresik berhasil mendongkrak pendapatan petani benih kangkung di Gresik hingga 26 persen. 

Digna menyebutkan bahwa, setelah mengikuti project ini, pendapatan petani benih kangkung di Gresik meningkat dari rata-rata Rp 17,7 juta/Ha menjadi rata-rata Rp 22,3 juta/Ha. Artinya ada penambahan sekitar Rp 4,6 juta/Ha atau 26 persen dari pendapatan rata-rata sebelumnya. Persentase peningkatan yang sama (26 persen) juga ditunjukkan dari hasil panen yang meningkat dari 0,955 ton/Ha menjadi 1,207 ton/Ha.

“Artinya, tujuan project ini berhasil dicapai yakni membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional melalui hasil panen yang melimpah,”tandas Digna.

Keberhasilan tersebut, tentu tidak lepas dari kawalan serta peran sejumlah pihak yang terlibat dalam Project Agrosolution ini. Sebagai anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), Petrokimia Gresik berperan dalam menjamin ketersediaan pupuk nonsubsidi, menyediakan layanan mobil uji tanah, serta memberikan kawalan pengendalian hama penyakit melalui salah satu anak perusahaannya, yaitu PT Petrosida Gresik.

“Hasil panen yang optimal menjadi capaian yang sangat berarti untuk membantu meningkatkan pendapatan petani, dan itu hanya bisa dicapai melalui cara budidaya serta penggunaan teknologi yang tepat. Disinilah kita mengambil peran melalui project ini,” ujar Digna.

Lebih lanjut Digna mengungkapkan, Project Agrosolution kerja sama dengan PT East West Seed ini telah memasuki tahun kedua. Dimana tahun ini luasan lahan yang dikawal mencapai 521 Ha dan melibatkan 893 petani yang berasal dari empat daerah di Jawa Timur.  Yakni Gresik, Jombang, Lamongan, serta Tuban. PT East West Seed sendiri bertindak sebagai offtaker yang membeli benih kangkung hasil panen petani.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga menggandeng BNI sebagai penyedia modal melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), melengkapi bantuan permodalan dari Petrokimia Gresik melalui program Mangga Makmur. Sebagai informasi, Mangga Makmur merupakan pembiayaan dari TJSL Petrokimia Gresik khusus kepada petani peserta Project Agrosolution yang digunakan untuk biaya budidaya dan pembelian pupuk nonsubsidi serta pestisida Petrokimia Gresik.  

“Dengan adanya ekosistem pertanian terintegrasi ini, petani bisa lebih fokus dalam melakukan budidaya pertaniannya, karena baik permodalan maupun penjualan hasil panen sudah terjamin,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Senior Seed Operation Manager PT East West Seed Indonesia, Asep Subandi.  Ia mengungkapkan bahwa, realisasi Project Agrosolution tahun lalu mencapai 125 persen dari target, sedangkan proyeksi tahun ini diprediksi mencapai 130 persen dari target.

“Ini merupakan capaian luar biasa, untuk satu Hektare lahan ada yang mampu menghasilkan benih kangkung 1,4 hingga 1,5 ton. Benih hasil panen ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Jepang, Malaysia dan Vietnam,” tandasnya.

Direktur Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia (Persero) Panji Winanteya Ruky dalam arahannya, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin bermitra dengan petani untuk menjaga ketahanan pangan nasional, melalui pemberian solusi agar petani bisa berbudidaya dan meningkatkan produktivitas pertaniannya dengan menggunakan pupuk non subsidi.

“Dengan pupuk non subsidi kita buktikan bahwa produktivitas bisa jauh lebih besar. Semoga solusi ini menginpirasi, karena project ini kita jalankan di berbagai macam komoditas,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro menilai bahwa Project Agrosolution ini merupakan solusi bagi masalah pertanian yang selama ini muncul, khususnya terkait ketersediaan pupuk.

“Program ini menawarkan solusi alternatif atau substitusi pupuk ZA dan SP-36 yang saat ini tidak lagi disubsidi pemerintah, yakni melalui pupuk non subsidi Petro ZA Plus dan Phosgreen. Sehingga petani bisa melakukan budidaya dengan optimal tanpa adanya keterlambatan dalam pemupukan,”tandasnya. (yad)

Panen Project Agrosolution Petrokimia Gresik Dongkrak Pendapatan Petani hingga 26 Persen Selengkapnya

Pendidikan Vokasi Industri Petrokimia Gresik Telah Meluluskan 313 Mahasiswa Diploma 1

GRESIK,1minute.id – Pendidikan Vokasi Industri Petrokimia Gresik kembali meluluskan 40 mahasiswa Diploma 1. Sejak 2017, Petrokimia Gresik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah meluluskan 313 orang. 

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Budi Wahju Soesilo menyampaikan, Program Pendidikan Vokasi Industri Diploma 1  Petrokimia Gresik memasuki tahun ke lima ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis kompetensi link and match dengan industri.

“Melalui program ini kita memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman industri kepada para tenaga muda potensial, utamanya lulusan SMK/SMA untuk dilatih menjadi SDM yang terampil dan profesional sehingga diharapkan menjadi tenaga yang siap pakai dalam dunia industri,”ujar Soesilo pada Jumat, 26 Agustus 2022.

Program magang Vokasi Industri periode ini, mulai diselenggarakan mulai Agustus 2021 hingga Juli 2022. Petrokimia Gresik telah merekrut lulusan SMK/SMA sebanyak 40 orang untuk menjalani program Diploma 1 dengan kurikulum silabus dan modul menyesuaikan kebutuhan industri di Petrokimia Gresik.

Dari hasil rekrutmen tersebut, kemudian dibagi menjadi dua program studi yaitu 19 mahasiswa Jurusan Teknik Perawatan Mesin yang penyelenggaraan pendidikannya dilaksanakan oleh Politeknik ATI Makasar, serta 21 mahasiswa Jurusan Pemasaran & Logistik di bawah Politeknik APP Jakarta.

Dalam program ini, para mahasiswa dibekali juga teori On the Job Training (OJT) di lingkungan pabrik, pengetahuan terkait Digital Learning Petrokimia Gresik dan beberapa tes uji kemampuan, keterampilan, dan perilaku, sehingga para lulusan akan dinyatakan memenuhi persyaratan kompetensi, apabila tes dinyatakan lulus.

“Para lulusan ini kemudian tidak semerta-merta dapat bekerja dan diangkat menjadi karyawan Petrokimia Gresik, melainkan akan dilakukan tes. Jika mereka dapat memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan perusahaan, maka dapat diangkat menjadi karyawan Petrokimia Gresik,” tandas Soesilo.

Pendidikan Vokasi Industri Petrokimia Gresik ini selaras dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016, tentang Revitalisasi SMK dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM Indonesia untuk Menuju Industri Global 4.0. Dalam menyelenggarakan Program ini, Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), dalam hal ini Pusdiklat Kementerian Perindustrian RI, Politeknik ATI Makasar serta Politeknik APP Jakarta.

Terakhir, Soesilo menyampaikan bahwa selain Pendidikan Vokasi Industri ini, Petrokimia Gresik juga bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian yang juga menyelenggarakan Program Link & Match bagi siswa SMK dan Program Magang untuk Guru SMK. Selama periode 2018-2019 sudah diikuti oleh 300 siswa dan 450 guru SMK dari seluruh Indonesia.

“Petrokimia Gresik senantiasa berperan aktif memberikan kesempatan kepada lulusan SMA/SMK serta guru sehingga mereka menjadi SDM yang handal dan kompeten,” pungkas Soesilo.

Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan menyampaikan bahwa program ini dilaksanakan sebagai wujud nyata kerjasama antara pemerintah, institusi pendidikan dengan dunia industri. Melalui program ini diharapkan akan memperkecil competency gap antara dunia industri dengan dunia pendidikan, dan mendukung ketersediaan tenaga kerja industri di Petrokimia Gresik. 

“Perkembangan industri nasional tidak lepas dari investasi, teknologi, dan SDM. Dimana SDM menjadi poin sangat penting karena industri merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja sangat besar, yaitu sekitar 600 ribu per tahun,”ujar Arus Gunawan. 

Ia menambahkan, Petrokimia Gresik menjadi satu dari lima industri di Indonesia yang dipilih Kemenperin untuk penyelenggaraan program ini. Diharapkan, peranan Petrokimia Gresik dalam pembentukan SDM kompeten bisa terus ditingkatkan, melalui penyelenggaraan unit pendidikan.

“Kemenperin telah membuka politeknik industri Petrokimia yang berlokasi di Banten, diharapkan Petrokimia Gresik juga membuka unit Pendidikan yang sama,”ujarnya.

Kebermanfaatan program ini dirasakan oleh peserta. Salah satu lulusan terbaik, Lusiana Dwi Safitri mengaku mendapatkan banyak ilmu lapangan sehingga menjadikannya lebih kompeten untuk terjun langsung ke dunia industri. “Semoga program ini bisa ditingkatkan dari sisi kuota, sehingga semakin banyak lagi SDM unggul yang dicetak,”tandasnya. (yad)

Pendidikan Vokasi Industri Petrokimia Gresik Telah Meluluskan 313 Mahasiswa Diploma 1 Selengkapnya

Petrokimia Gresik Lestari Bumi, Dorong Warga 8 Desa/Kelurahan Membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat

GRESIK,1minute.id – Semarak HUT ke-50 Petrokimia Gresik sekaligus menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda. Menyambut hari istimewa itu, Petrokimia Gresik mengajak masyarakat dari 8 desa/kelurahan di sekitar perusahaan untuk peduli terhadap kesehatan lingkungan melalui program Petrokimia Gresik Lestari Bumi.

Kegiatan tersebut dikemas melalui pelatihan diet sampah dan lomba kebersihan desa, yang penganugerahan pemenangnya dilaksanakan pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, usai menyerahkan penghargaan menyampaikan bahwa, sebagai bagian dari BUMN, Petrokimia Gresik memiliki tanggung jawab sebagai agen pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada profit dan kinerja perusahaan, tetapi juga mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat, khususnya di lingkungan sekitar perusahaan.

“Kesejahteraan masyarakat tidak terlepas dari kesehatan lingkungannya. Oleh karena itu, kami memiliki komitmen tinggi terhadap program-program yang mendorong terciptanya kesehatan lingkungan, salah satu adalah program Petrokimia Gresik Lestari Bumi ini,” ujar Dwi Satriyo.

Melalui pelatihan diet sampah, 80 tokoh penggerak dari delapan desa/kelurahan sekitar perusahaan dibekali pemahaman terkait jenis-jenis sampah, materi pola hidup bersih dan sehat, cara membuang sisa obat dan masker yang benar, penyakit yang bisa ditularkan melalui sampah dan hewan, strategi mengurangi sampah keluarga, ventikultur sebagai contoh urban farming, hingga soal peraturan daerah, sanitasi dan tata ruang.

Selanjutnya, lomba kebersihan desa menjadi stimulus untuk mengimplementasikan materi yang telah diperoleh tersebut. Dalam penjuriannya, Petrokimia Gresik melibatkan sejumlah ahli di bidangnya, antara lain perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG), Duta Lingkungan Jawa Timur, hingga juri internal perusahaan.

Adapun Juara I lomba kebersihan desa diraih oleh Kelurahan Sukorame; Juara II Kelurahan Ngipik, dan Juara III Kelurahan Kroman. Masing-masing pemenang mendapat tunjangan kebersihan senilai Rp10 juta, Rp7,5 juta dan Rp5 juta. Tidak hanya itu, lima desa/kelurahan lain yang menjadi peserta juga mendapat tunjangan kebersihan masing-masing senilai Rp3 juta, antara lain Kelurahan Karangpoh, Lumpur, Tlogopojok, Karangturi, dan Desa Roomo.

Selain menciptakan lingkungan sehat, Petrokimia Gresik juga berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui Pola Hidup Sehat (PHS). Upaya ini diwujudkan dengan memberikan bantuan doorprize serta dana operasional untuk pelaksanaan jalan sehat di delapan desa/kelurahan tersebut, masing-masing senilai Rp15 juta.

“Kesehatan yang utuh tercipta dari lingkungan sehat serta penerapan pola hidup sehat masyarakatnya, sehingga komprehensif dan saling mendukung. Dengan derajat kesehatan yang utuh, harapannya mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga di sekitar perusahaan. Inilah muara atau tujuan dari program-program yang kami gulirkan,” tandas Dwi Satriyo.  

Sementara itu, Lurah Sukorame Uman Iswahyudi usai menerima penghargaan Juara I mengungkapkan bahwa program Petrokimia Gresik Lestari Bumi ini mampu mengubah lingkungan di Kelurahan Sukorame, dari semula gersang menjadi lebih asri, bersih dan adem.

“Karena program ini, masyarakat di Sukorame terdorong jadi lebih kompak dalam hal kesehatan dan kebersihan lingkungan. Semoga apa yang dilakukan Sukorame mampu menginspirasi daerah lain dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat,”tandasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Lestari Bumi, Dorong Warga 8 Desa/Kelurahan Membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelontorkan Ribuan Bibit Pohon, Hijaukan Hutan dan Taman Kota Gresik

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri membagikan 1.110 bibit pohon. Ribuan bibit pohon untuk penghijauan hutan dan taman kota Gresik sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap lingkungan. 

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh VP Corporate Social Responsibility (CSR) Petrokimia Gresik Muhammad Ihwan bersama VP Lingkungan Petrokimia Gresik Liliek Harmianto kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Gresik Ketut Pratikno pada Kamis, 4 Agustus 2022.

Secara terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan  dalam upaya pengelolaan lingkungan di Gresik, Petrokimia Gresik senantiasa berkoordinasi dan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, agar program-programnya selaras dengan kebijakan daerah.

“Salah satunya bantuan bibit pohon ini, merupakan aksi nyata Petrokimia Gresik dalam merespon program pemerintah daerah guna menciptakan kota yang nyaman, sehat dan aman dari risiko bencana,”tandas Dwi Satriyo.

Ribuan bibit pohon yang diserahkan terdiri dari bibit hujan mas (200 pohon), pucuk merah (50 pohon), dolar (10 pohon), andang merah (200 pohon), lamtana (400 pohon), klengkeng (50 pohon), jambu kristal (100 pohon) dan alpukat (100 pohon).

Plt. Kepala DLH Kabupaten Gresik Ketut Pratikno mengatakan bantuan bibit pohon dari Petrokimia Gresik ini sebagian akan diaklimatisasi dan dikembangkan untuk pembibitan lebih lanjut guna menghasilkan bibit yang lebih banyak untuk selanjutnya ditanam di hutan atau taman kota. Sedangkan untuk bibit tanaman buah, akan langsung ditanam di hutan kota.

“Kita memiliki banyak lahan yang perlu ditanami. Belum lagi banyak permintaan bantuan bibit dari desa-desa, khususnya yang tengah mengembangkan wisata desa. Semoga bantuan dari Petrokimia Gresik ini dapat menginpirasi perusahaan lain,”tandasnya.

Lebih lanjut, Ketut Pratikno mengapresiasi komitmen dan kepedulian yang telah ditunjukkan Petrokimia Gresik selama ini. Ia berharap, ke depan kolaborasi antara Pemkab dengan Petrokimia Gresik dapat terus berlanjut dalam rangka memberikan manfaat bagi masyarakat, melalui penyediaan sarana dan prasarana di bidang lingkungan.

Sebagai informasi, selain melalui bantuan bibit pohon ini, Petrokimia Gresik juga aktif berkontribusi melakukan penghijauan di Kabupaten Gresik melalui program restorasi lahan mangrove di Mengare, Kali Lamong, hingga Ujung Pangkah. Selain itu, dalam waktu dekat ini, Petrokimia Gresik juga akan kembali menanam mangrove sebagai bagian dari peringatan momen golden anniversary perusahaan. (yad)

Petrokimia Gresik Gelontorkan Ribuan Bibit Pohon, Hijaukan Hutan dan Taman Kota Gresik Selengkapnya

Gandeng 457 UMKN, Petrokimia Gresik Gelar PetroNite Fest 2022, Target Omzet Rp 250 Juta Perhari

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik terus berupaya mendorong kebangkitan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Diantaranya, menggelar PetroNite Fest 2022 dengan menggandeng 457 UMKM. 

Gelaran bazar rangkaian merayakan Ulang Tahun Emas, 50 Tahun Petrokimia Gresik dipusatkan di Gedung Sarana Olahraga (SOR)  Tri Dharma Petrokimia Gresik itu mulai 15-24 Juli 2022. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, UMKM memiliki peranan strategis sebagai pilar perekonomian Indonesia yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

“Oleh karena itu, Petrokimia Gresik sebagai bagian dari Pupuk Indonesia dan BUMN yang juga salah satu pilar penggerak perekonomian, menaruh komitmen dan perhatian tinggi terhadap UMKM, salah satunya melalui kegiatan ini,”ujar Dwi Satriyo saat pembukaan PetroNite Fest 2022 pada Minggu malam, 17 Juli 2022. 

Setelah dua tahun ditiadakan akibat pandemi, Bazar Petrokimia Gresik kembali hadir. Ratusan UMKM yang terlibat berasal dari mitra binaan perusahaan, Pedagang Kaki Lima (PKL), Masyarakat Sekitar Perusahaan (MSP), perwakilan BUMN, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Diskoperindag Gresik, Dinas Pertanian, dan anak perusahaan Petrokimia Gresik. 

Komoditi yang mereka jual beragam mulai dari kesenian, properti, otomotif, makanan, pakaian, pertanian sampai hiburan. “Melalui kegiatan ini, Petrokimia Gresik memfasilitasi para pelaku bisnis, baik itu mitra binaan maupun UMKM sekitar perusahaan untuk mengenalkan produk yang mereka hasilkan,”tandas Dwi Satriyo.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menjelaskan, Bazar PetroNite Fest ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat dinanti-nanti masyarakat Gresik. Hal ini terlihat dari antusiasme pengunjung yang mencapai kisaran 5.000 orang/hari, dengan estimasi rerata transaksi yang dihasilkan mencapai kisaran Rp 250 juta/hari.

Salah satu peserta stan yang ada di bazar PetroNite Fest adalah “Kampung Pisang Trepan”. Ketua Kelompok Pemuda Kreatif, Khoirul Amin selaku pengelola stan mengungkapkan bahwa, selama empat hari ini, total omzet yang mereka dapatkan sekitar Rp 2 juta dari penjualan kerajinan berbahan pelepah pisang, seperti topi dan tas, serta penjualan produk makanan.

Sebagai perbandingan, omzet penjualan selama satu bulan biasanya berkisar Rp 7 juta hingga Rp 8 juta. Artinya 25 persen omzet dalam sebulan bisa didapatkan hanya dalam waktu empat hari saja di PetroNite Fest. “Selama beberapa kali mengikuti pameran di berbagai daerah, di PetroNite Fest inilah yang pengunjungnya paling ramai. Di sini kami sepuluh hari, Insya Allah penjualan akan lebih besar lagi,”ungkapnya.

Tingginya omzet penjualan juga dirasakan oleh stan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG). Dwi Anggraeni Futurhesa, penanggung jawab stan mengatakan, omzet penjualan mangga, alpukat, jeruk dan degan jeli dalam sehari bisa mencapai Rp 2,5 juta, atau Rp 10 juta selama empat hari. “Produk yang kami promosikan di sini adalah produk UMKM binaan K3PG,” imbuhnya.

Selain sebagai ajang promosi dan bertransaksi, keberadaan bazar PetroNite Fest ini juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat Gresik. Pasalnya, selain melibatkan UMKM, acara pembukaan bazar PetroNite Fest juga melibatkan komunitas kesenian daerah Jawa Timur, khususnya yang ada di Gresik. Mulai dari Pencak Macan, Penari Perkusi, Reog Singa Bangoran, hingga iring-iringan becak hias yang berasal dari abang becak di sekitar perusahaan. 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag Kabupaten Gresik Malahatul Fardah mengapresiasi kegiatan bazar ini karena sangat membantu pertumbuhan UMKM di Gresik, khususnya bagi para start up atau pemula. Sebab melalui kegiatan ini, omzet usaha UMKM bisa meningkat, dan produknya bisa semakin dikenal bagi yang masih mengawali usahanya, lebih-lebih pengunjungnya sangat ramai dan tidak hanya berasal dari Gresik saja.

“Saya berharap ke depan Petrokimia Gresik terus berinovasi untuk membantu pertumbuhan UMKM, khususnya di Gresik. Setelah rekor MURI untuk 50.000 jenang jubung, nanti apalagi gitu yang melibatkan bisa UMKM Gresik. Saya juga berharap Petrokimia Gresik terus menjaga sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Gresik agar program-programnya selalu tepat sasaran,”ujar Fardah. (yad)

Gandeng 457 UMKN, Petrokimia Gresik Gelar PetroNite Fest 2022, Target Omzet Rp 250 Juta Perhari Selengkapnya