Gangsir Tembok, Penjahat Spesial Pembobol Minimarket Gagal Kuras Minimarket, Dibekuk Polisi


GRESIK,1minute.id – Tembok Alfamart di Desa Samiplapan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik bolong.Lubang gangsiran berdiameter 50 centimeter. Pelaku melubangi tembok itu menggunakan linggis.  

Nahas, aksi penjahat spesialis pembobol minimarket gagal. Sebab, aksi mereka tepergok pegawai minimarket itu.  Satu dari dua pelaku berhasil ditangkap anggota reserse kriminal (reskrim) Polsek Duduksampeyan. Dia bernama Sukriyadi. Umurnya 38 tahun asal Desa/Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso. Seorang lagi, berinisial A melarikan diri dan polisi masih memburunya. 

Selain mengamankan Sukriyadi,  anak buah AKP Sugeng Ari Putra, Kapolsek Duduksampeyan menyita satu unit mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi N 9115 EW (diduga palsu), sebuah linggis dengan panjang 90 centimeter dan sebuah obeng. 

Informasi yang dihimpun Rabu dini hari pukul 01.00, Alfamart tutup. Tiga orang pegawai minimarket berlokasi di Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan itu masih berada di dalam minimarket itu.  Tiga pegawai itu adalah Ali Murtadho,  23 dan Mohammad Rizal Basori, 21. Keduanya warga Kecamatan Duduksampeyan. Serta,  Pi’i, 25, asal Kecamatan Panceng.

Pagi itu mereka sedang memasang harga produk displai minimarket itu. Tiba-tiba mereka mendengar suara gaduh. Dak…Duk.. Dak…Duk. Rizal merasa curiga mendekati suara itu. Ali Murtadho dan Pi’i keluar lewat pintu depan untuk memastikan situasi. 

Barbuk : Selain mengamankan pelaku. Polisi mengamankan mobil, linggis dan pelat nomor dari pelaku spesialis pembobol minimarket pada Rabu, 3 Februari 2021

Hitungan menit tembok minimarket sudah bolong. Dua pelaku, Sukriyadi dan temannya berinisial A masuk minimarket itu. Mereka kaget. Sebab,  di dalam minimarket berdiri Rizal, penjaga minimarket.

Sukriyadi dan temannya balik kucing. Kabur. Polisi datang ke lokasi. Sekitar 300 meter dari lokasi minimarket ada mobil Daihatsu Xenia nomor polisi N 9115 EW. 

Tiga anggota Reskrim Polsek Duduksampeyan yakni Aiptu Supriyanto, Aipda Choirul Anam dan Aipda Ariyanto menanyakan menanyakan pemilik Xenia itu. “Tidak ada yang mengakui.Empat ban mobil lalu digembosi oleh polisi,”ujar sumber di kepolisian.

Polisi lalu melakukan pencarian pelaku sekitar lokasi kejadian. Selama 4 jam polisi mengubek-ubek hingga area tambak sekitar lokasi dan menemukan Sukriyanto. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasubag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa mengatakan, anggota masih melakukan pencarian pelaku lainnya. “Masih satu yang diamankan. Satu pelaku masih dilakukan pencarian,”ujarnya pada Rabu, 3 Februari 2021. (*)

Gangsir Tembok, Penjahat Spesial Pembobol Minimarket Gagal Kuras Minimarket, Dibekuk Polisi Selengkapnya

Vaksinasi Kedua, Selanjutnya Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat

 
GRESIK 1minute.id – Puluhan tenaga kesehatan dan forkopimda menjalani vaksinasi tahap kedua pada Selasa, 2 Februari 2021. Vaknasasi untuk mereka ini kali pertama disuntikkan pada 19 Januari 2021. 

Forkopimda yang mendapat vaksinasi kali kedua adalah Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Vaksinasi dipusatkan di Puskesmas Alun-alun di Jalan Pahlawan, Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengaku vaksin Covid-19 buatan Sinovac ini aman dan halal. Vaksinasi ini, ikhtiar pemerintah Indonesia segera terbebas dari wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19). 

“Saya tegaskan vaksin Sinovac ini aman dan halal serta tidak berefek buruk bagi kesehatan penggunanya,” tegas alumnus Akpol 2001 ini. Perwira dua melati di pundak itu meminta kepada seluruh masyarakat Gresik untuk turut membantu ikhtiar pemerintah ini agar berjalan lancar.

“Harapan kedepan tidak ada lagi keraguan bagi masyarakat Gresik terhadap penggunaan vaksin Sinovac,”tambah mantan Kapolres Ponorogo tersebut.

Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Taufik Ismail mengaku tidak ada rasa sakit waktu divaksin. “Bahkan saya bisa langsung melakukan aktivitas olahraga seperti biasa. Tidak ada efek buruk bagi kesehatan,”tegas Taufik Ismail.

Seperti diberitakan, pemkab Gresik akan menggeber vaksinasi untuk masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali dihadapan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan menambah 100 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Saat ini, 56 fasyankes. 

Selain fasyankes, juga akan menambah 500 hingga 1000 vaksinator. Penambahan fasyankes dan vaksinator ini inisiasi dari Gubernur Jatim Khofifah untuk masyarakat dengan harapan mempercepat pemulihan ekonomi. (*)

Vaksinasi Kedua, Selanjutnya Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat Selengkapnya

Ops Yustisi Dulu, Bagi 1.500 Masker Kemudian


GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Arief Futrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail memimpin bagi-bagi masker pada Selasa,2 Februari 2021.Dua pucuk pimpinan di dua institusi dari TNI dan Polri di Kota Santri itu membagikan ribuan masker kepada pengendara kendaraan di simpang empat Sentolang, Kecamatan Kebomas. 

Pembagian masker itu, upaya petugas mendisiplinkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Dan, membudayakan masyarakat memakai masker untuk mencegah penularan Covid-19 sebagai gaya hidup.
Sebelum pembagian ribuan masker petugas gabungan dari TNI, Polri dan Pol PP menggelar operasi yustisi penegakan prokes.

Operasi yustisi di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jilid II.
Operasi yustisi menyasar sejumlah warung kopi, kafe, rumah makan dan pasar tradisional. Petugas menyisir sasaran tersebut untuk memastikan masyarakat mematuhi 5M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan kegiatan yang dilakukan petugas gabungan itu menindaklanjuti edaran Mendagri 1/2021 dan Keputusan Gubernur Jatim 7/2021 terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “PPKM hingga 8 Februari mendatang,” ujar alumnus Akpol 2001 itu.

Perwira dua melati di pundak itu mengimbau agar pelaku usaha selalu memperhatikan dan mematuhi ketentuan selama PPKM. Salah satunya memperhatikan kapasitas pengunjung. Juga, para pengunjung. Sebab dengan patuh protokol kesehatan, risiko tertular covid-19 akan semakin kecil. Sehingga penyebaran Covid-19 dapat semakin ditekan.

“Kami juga bagikan sebanyak 1.500 masker gratis. Masker tersebut kami berikan kepada para pengguna jalan, ojol, pedagang dan masyarakat pada umumnya,”ujar mantan Kapolres Ponorogo itu.
Dengan pemberian masker gratis itu, Arief berharap kepatuhan masyarakat semakin meningkat. Tidak ada lagi masyarakat yang keluar rumah tidak menggunakan masker.

Sementara itu,  perkembangan data Covid-19 Gresik jumlah kasus terkonfirmasi bertambah 15 kasus terakumulasi 4.829 kasus pada 2 Februari 2021. Sedangkan kasus sembuh bertambah 16 menjadi 4.189 kasus. Jumlah meninggal disebabkan wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu bertambah satu menjadi 321 kasus. (*)

Ops Yustisi Dulu, Bagi 1.500 Masker Kemudian Selengkapnya

Alhamdulillah, Korban Kecebur Sungai Kalimas Ditemukan, Begini Kondisinya

GRESIK, 1minute.id – Kerja keras tim gabungan bersama masyarakat membuahkan hasil. Tim gabungan terdiri Polair Polres Gresik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek Driyorejo menemukan Hary Hermawan, 50 tahun.

Korban tenggelam di aliran Kalimas di Desa/Kecamatan Driyorejo itu ditemukan sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian tempat penyeberangan perahu pada Minggu, 31 Januari 2021.

“Alhamdulillah,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin dikonfirmasi selulernya pada Senin, 1 Februari 2021.

Menurut Kompol Wavek, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. “Sekitar pukul 11-an tadi,”kata mantan Kapolsek Menganti itu.

Kasat Polair Polres Gresik AKP Masyhur Ade menambahkan pencarian hari kedua dilakukan pagi hari menyusuri aliran sungai Kalimas Surabaya.

Penyisiran dilakukan hingga radius 5 kilometer dari lokasi kejadian. Sebab,  arus sungai cukup deras. “(korban) Sudah kami temukan,”kata AKP Ade.

Seperti diberitakan, Hery Hermawan tercebur ke aliran sungai Kalimas Surabaya di Desa/Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Minggu, 31 Januari 2021 pukul 08.00.

Pagi itu,  Hery Hermawan hendak menyeberang menggunakan jasa perahu penyeberangan yang dioperatori Ari Santoso, 57, warga ke Dusun Banjar Anyar , Desa Pertapan Maduretno, Kecamatan  Taman, Sidoarjo.

Nah, saat menaikki perahu penyeberangan itu, ditengarai korban Hery kehilangan keseimbangan sehingga tercebur ke sungai bersama motornya. (*)

Alhamdulillah, Korban Kecebur Sungai Kalimas Ditemukan, Begini Kondisinya Selengkapnya

Reskrim Polsek Driyorejo Hentikan Pengendara, Ternyata Pengedar Sabu-sabu

GRESIK,1minute.id – Abdul Mujib, pengedar sabu-sabu disergap aparat Polsek Driyorejo, Sabtu 30 Januari 2021. Pemuda 27 tahun dibekuk di gerbang masuk Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Anggota Polsek Driyorejo menghentikan laju pengendara motor Honda PCX warna putih itu.  Sebab,  polisi melihat gelagat pemuda  belakangan di ketahui asal Desa Banyuurip, Driyorejo mencurigakan. “Ngebut,”kata polisi. 

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin, Sabtu, 30 Januari 2021 sekitar pukul 19.00, sejumlah anggota melakukan penelisikan di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo. “Ada informasi adanya transaksi narkoba,”kata Kompol Wavek pada Minggu, 31 Januari 2021.

Saat melakukan penyelidikan itu, melihat ada seseorang pengendara motor ngebut. Seperti sedang buru-buru.  Pengendara motor itu masuk ke arah Desa Cangkir. Polisi lalu menghentikan pengendara motor Honda PCX warna putih itu.

Polisi semakin curiga ketika pemuda belakangan diketahui bernama Abdul Mujib itu mencla-mencle. Polisi menggeladah tubuh dan bakasi motor gede itu.  “Kami menentukan satu poket sabu-sabu di dalam kotak rokok,”ujar Wavek.

Kristal bening itu berat 0,30 gram. Polisi sedang melakukan pendalaman untuk mencari bandar gedenya. “Tersangka kami tahan di Mapolsek,”kata mantan Kapolsek Menganti itu. (*)

Reskrim Polsek Driyorejo Hentikan Pengendara, Ternyata Pengedar Sabu-sabu Selengkapnya

Tiga Perahu Penangkap Ikan Gunakan Jaring Trawl Diamankan Polisi Air Polres Gresik

GRESIK, 1minute.id – Ratusan ekor ikan itu tertangkap jaring. Ikan besar hingga anak -anak ikan. Terumbuh karang pun “tersapu” jaring dari tiga perahu nelayan asal Desa Campurrejo, Kecamatan Panceng, Gresik. Setiap perahu memiliki tiga anak buah perahu. 

Maklum tiga perahu nelayan dikemudikan Sain, 43, Mustakim, 48, dan Enderik, 28, katerogi jaring trawl. Beruntung Polisi Air (Polair) Polres Gresik mendeteksi kegiatan nakal yang penangkap itu. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Polair Polres Gresik AKP Masyhur Ade mengatakan tiga perahu tersebut ditangkap sekitar pukul 08.00 alur pelayaran Barat Surabaya (APBS) wilayah Gresik. “Pagi itu anggota melakukan patroli di alur pelayaran barat Surabaya,”kata AKP Ade,  Sabtu 30 Januari 2021.

Anggota Polair Polres Gresik berpatroli dengan lambung kapal X-1029 itu melintas di perairan Mengare.  “Anggota melihat  tiga perahu nelayan menggunakan jaring trawl,”terangnya.

Penggunaan mata jaring trawl atawa pukat harimau, jelas Alumnus Akpol 2007 itu,  bisa menyebabkan rusaknya biota laut. “Biota laut yang masih kecil ikut tertangkap,”tegas perwira tiga balok di pundak itu. 

BARANG BUKTI : Ikan berbagai jenis dan ukuran yang ikut tertangkap jaring pukat harimau milik nelayan diamankan Satuan Polisi Air Gresik, Jumat 29 Januari 2021

Tatkala terpergok anggota, ketiga perahu nelayan menarik hasil tangkapannya. “Kapal Patroli langsung menghampiri dan mengamankan ketiga perahu itu,” tambahnya.

Ratusan ekor jenis ikan berbagai ukuran, tiga perahu dan tiga set jaring trawl (pukat harimau) juga ikut di sita sebagai barang bukti. “Barang bukti itu kami serahkan ke Dinas Perikanan Gresik,”jelasnya. 

Penyidik Sat Polair Polres Gresik menjerat mereka Pasal 86 Jo pasal 9 Jo pasal 100 huruf (b) UU No 45/2009 tentang Perikanan. (*)

Tiga Perahu Penangkap Ikan Gunakan Jaring Trawl Diamankan Polisi Air Polres Gresik Selengkapnya

Segelas Kopi belum Habis, Pengedar Sabu-sabu Disergap Polisi


GRESIK,1minute.id  – Segelas kopi hitam belum habis diseruput oleh Elvin Edi Saputra. Tatkala sejumlah polisi menjemput pemuda 21 tahun, diduga pengedar sabu-sabu. Elvin ngopi di warung kopi di Desa Semambung, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

“Saya dari Satreskoba Polres Gresik,”kata polisi yang mendatangi pemuda asal Dander, Bojonegoro itu.  Wajah Elvin mendadak pucat. Polisi kemudian meminta Elvin berdiri. Elvin yang memakai sarung warna abu-abu motif garis dan kaos warna putih biru kemudian berdiri.

Anggota Satreskoba Polres Gresik kemudian melakukan penggeledahan tubuh pemuda yang menetap di Karangpilang, Surabaya itu. Dibalik sarung itu Elvin memaka celana pendek. Nah, di celana itu, polisi menemukan sebungkus kristal bening yang diduga kuat narkoba jenis sabu-sabu. Beratnya 0,31 gram. 

Elvin sudah menjadi target operasi oleh polisi. Sebab, dia diduga salah satu pengedar barang haram untuk wilayah Gresik Selatan. Elvin yang tertangkap basah tidak bisa berkelit. Dia pun menurut ketika polisi memboyongnya ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto membenarkan penangkapan yang dilakukan anggotanya tersebut, Kamis 28 Januari 2021. “Iya memang benar Tim dari Sat Narkoba Polres Gresik telah melakukan penangkapan tersebut dan kini status EES telah menjadi tersangka,” kata Alumnus Akpol 2001 tersebut.

“Dari hasil penangkapan dan penggeledahan tersangka EES ditemukan barang bukti berupa satu paket diduga narkotika jenis sabu,”terang AKBP arief Fitrianto.  

Dalam pemeriksaan tersangka mengaku barang haram tersebut didapatkannya dari seorang pria di Balongbendo Sidoarjo. “Anggota melakukan penyelidikan. Dia kini masuk daftar pencarian orang (DPO),”imbuhnya. 

Mantan Kapolres Ponorogo itu menambahkan tersangka Elvin ke Gresik mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit nopol  L 5219 TO tanpa dilengkapi STNK.

“Tersangka hendak mengedarkannya di Gresik namun keburu ditangkap Polisi,”ujarnya. Penyidik Satreskoba Polres Gresik menjerat tersangka dengan Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 (ayat (1) UU RI 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling sedikit 4 tahun penjara. “Tersangka kami tahan,”tegasnya. (*)

Segelas Kopi belum Habis, Pengedar Sabu-sabu Disergap Polisi Selengkapnya

Kabar Baik, Masyarakat Gresik Semakin Peduli , Polisi Sebut Kepatuhan Bermasker 90-an Persen

 GRESIK, 1minute.id – Masa pemberlakuan pembatasan  kegiatan masyarakat (PPKM) memasuki hari ke-13, Sabtu 23 Januari 2021. Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan (prokes) tetap masif dilakukan aparat. Baik TNI, Polri, Pol PP dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. 

Rapid antigen digebyar oleh Pemkab Gresik.Hasil, tingkat kepatuhan masyarakat mematuhi protokol kesehatan (Prokes) cukup tinggi. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, operasi yustisi dilakukan secara intensif telah mengubah prilaku masyarakat ketika beraktivitas di luar rumah. Alumnus Akpol 2001 menambahkan, untuk menemukan masyarakat beraktivitas tanpa masker akan kesulitan. 

Perubahan perilaku ini, tentu menggembirakan karena bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19. “Kalau diprosentase kesadaran masyarakat Gresik memakai masker antara 80 hingga 90-an persen,”ujar AKBP Arief Fitrianto. 

Dalam pantauan 1minute.id  terhadap masyarakat pengguna kendaraan tidak memakai masker cukup sulit ditemui. Sekitar 30 menit memantau pengendara lalu lalang di Jalam Raden Santri, KH Wachid Hasyim, sekitar Alun-alun Gresik hanya satu,  dua pengendara tidak memakai masker.

Kepatuhan masyarakat mematuhi protokol kesehatan memakai masker di luar rumah ini patut diapresiasi. Apalagi bila kepatuhan mereka memakai masker bukan karena ada operasi yustisi. Karena masker sebagai gaya hidup sehat untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Disisi lain, update data kasus corona masih menunjukkan tren peningkatan.  Berdasarkan data Satgas Covid-19, Jumat 22 Januari 2021 ada penambahan 23 kasus baru sehingga terakumulasi menjadi 4.622 kasus.

Sedangkan, kasus sembuh bertambah 8 orang terakumulasi menjadi 4.013 kasus. Kemudian, jumlah kasus meninggal bertambah dua oran menjadi 484 orang.  Dua pasien meninggal karena coronavirus disease 2019 (Covid-19) berasal dari Kecamatan Menganti dan Cerme, Gresik. (*)

Kabar Baik, Masyarakat Gresik Semakin Peduli , Polisi Sebut Kepatuhan Bermasker 90-an Persen Selengkapnya

Dua Hari Buru Pelaku Curanmor, Polres Gresik Tangkap Empat Orang Pelaku dan Amankan Lima Motor

 
GRESIK,1minute.id – Polres Gresik membuktikan keseriusan memberangus kawanan pelaku pencuri kendaraan bermotor (curanmor) di Gresik. Sebanyak empat pelaku dibekuk tim Jatanras Satreskrim Polres Gresik dan Reskrim Polsek Driyorejo di tempat berbeda.

Mereka adalah Dedi Yonata Arisandi, 39, Leonardo Kuniawan, 29, dan Khusairi, 25. Ketiganya warga Perum UKA, Kelurahan Sememi, Benowo, Surabaya. Serta Dika Octa Pratama, 23, warga Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo. 

Informasi yang dihimpun penangkapan empat pelaku curanmor itu bermula rekaman kamera pengintai alias closed circuit televisi (CCTV) kejadian curnamor di Kecamatan Sidayu, Gresik. Pelaku menggasak sepeda motor Yamaha NMax. 

Anggota Opsnal Jatanras Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik melakukan penyelidikan dan  mengidentifikasi salah satu pelaku berinisial Dedi Yonata Arisandi. Dedi, pemuda bertubuh besar itu tinggal di Kompleks Perumahan UKA Kelurahan Sememi, Benowo, Surabaya. 

Selasa malam, tim Jatanras Satreskrim Polres Gresik melakukan penggerebekan rumah Dedi. Di dalam rumah itu, ada dua orang lainnya yakni Leonardo dan Khusairi. “Ketiga orang ini satu komplotan,”ujar polisi. Dalam pemeriksaan mereka mengaku beraksi enam kali di wilayah hukum Polres Gresik ini.  

Yakni, Kecamatan Sidayu, Bungah, dan Dukun. Kemudian, di Kecamatan Cerme, Menganti dan Driyorejo. Belakangan diketahui komplotan curanmor berjumlah lebih dari tiga orang. Tim Jatantras kemudian mengandeng anggota Reskrim Polsek Driyorejo. 

Untuk mencari Dika Octa Pratama. Pemuda 23 tahun bertubuh lencir itu sempat beraksi di Bambe, Driyorejo, Gresik. Sepeda motor Kawasaki Ninja diembat Dika di salah satu kos-kosan. Motor curian itu diprotoli lalu dijual kondisi kanibal. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, modus operandi keempat tersangka curanmor ini tidak merusak kunci setir. “Mereka ini modusnya menggeser motor incarannya kemudian dibawa kabur,”terang Kapolres Arief Fitrianto dalam konferensi pers di Mapolres Gresik, Kamis 21 Januari 2021.

Kapolres Arief didampingi Kasub Bagian Humas AKP Bambang Angkasa dan Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik Iptu M. Dawud menambahkan, biasanya motor yang diincar tidak di kunci stang. “Untuk sepeda motor Kawasaki Ninja mereka menjualnya Rp 2 juta. Sedangkan, NMax laku Rp 3 juta,”ungkap alumnus Akpol 2001 ini. 

Bagaiamana dengan penadah hasil curanmor? Kapolres AKBP Arief Fitrianto mengatakan masih dilakukan pengembangan. “Penadah masih kami lidik,”katanya. 

Dalam penangkapan selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu, 19 dan 20 Januari 2021 itu, polisi mengamankan lima unit sepeda motor berbagai jenis. Yakni,  Yamaha NMax, Yamaha Vixion, Honda Beat dan Honda Scoopy. Sedangkan, motor matik Vario digunakan sebagai sarana beraksi. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto meminta kepada masyarakat untuk tidak memberikan kesempatan dan niat untuk melakukan kejahatan.”Caranya, parkir kendaraan di tempat aman,  di kunci stir dan kalau perlu kunci ganda, gembok,”ujar mantan Kapolres Ponorogo itu. 

Selain itu, perwira dua melati itu berharap masyarakat secara swadaya memasang CCTV.  “Masyarakat, juga pemerintah daerah bisa memafasilitasi pemasangan CCTV. Karena adanya CCTV cukup membantu polisi dalam pengungkapan,”imbuhnya. (*)

Dua Hari Buru Pelaku Curanmor, Polres Gresik Tangkap Empat Orang Pelaku dan Amankan Lima Motor Selengkapnya

Forkopimda Apresiasi Masyarakat Gresik Menjaga Kerukunan antarumat Beragama


GRESIK,1minute.id – Fokus Grup Diskusi (FGD) terasa gayeng di salah satu hotel di Jalan Panglima Sudirman, Gresik, Selasa 29 Desember 2020.

Sebab, FGD bertujuan menguatkan Kebhinekaan guna menangkal Radikalisme dan Intoleransi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara digagas Polres Gresik menghadirkan narasumber Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian Ali Fauzi Manzi. 

Ali Fauzi yang juga mantan Kepala Instruktur Perakitan Bom Jamaah Islamiyah Jawa Timur bersama Amrozi dkk. Selain Ali Fauzi ada tiga pembicara lainnya yakni KH Ahmad Imam Mawardi, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ; KH Chusnan Ali, Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik dan Taufiqullah Ahmadi,  Ketua PD Muhammadiyah Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya mengatakan saat ini ancaman untuk merusak persatuan dan kesatuan sudah mulai muncul benih benih. 

Indikasinya, munculnya aksi terorisme, perlakuan mengarah SARA dan kegiatan intoleransi. “Kondisi ini harus kita hindari, kita bersama-sama harus menjaga agar negara Indonesia tetap utuh, NKRI harga mati. Mari kita bersama sama untuk menjaganya,”ujar AKBP Arief Fitrianto.

Saat ini, tambahnya, momen sangat baik karena Allah SWT menciptakan Negara Indonesia adalah negara yang majemuk berupa kebhinekaan, suku bangsa agama dan Ras harus kita syukuri dan jaga bersama. 

Kapolres Arief dan forkopimda mengapresiasi dan bangga kepada masyarakat Gresik telah menjaga kerukunan antar umat beragama dalam setiap kegiatan dan tidak berbau SARA.

“Termasuk kegiatan Pilbup berjalan dengan aman dan lancar menghasilkan keputusan yang bisa di hormati oleh semua pihak ini merupakan usaha kita bersama sebagai wujud persatuan dan kesatuan,”kata alumnus Akpol 2001.

Ali Fauzi ketika menjadi narasumber FGD digelar Polres Gresik, Selasa 29 Desember 2020 ( foto Polres Gresik for 1minute.id)

Sementara itu, Ali Fauzi menjlentrehkan awal dia sebagai kombatan. Dia mengaku kali pertama belajar menjadi kombatan untuk belajar merakit bom.

“Mulai 1 kilogram hingga 1 ton,”kenang Ali Fauzi yang masih bersaudara dengan Ali Ghufron, Amrozi dan Ali Imron membawakan tema Kembali Merajut Hidup dari Lingkaran Bom Menuju Lingkaran Perdamaian itu.

Dia menjelaskan radikalisme bukan sebuah produk dari keputusan yang singkat tetapi hasil dari proses panjang,  perlahan-lahan mendorong seseorang komitmen pada aksi kekerasan atas nama Tuhan. 

Dia mengibaratkan aksi radikalisme itu sebagai penyakit komplikasi.”Akar terorisme tidaklah tunggal bahkan saling berkaitan. Karena itu cara penanganannya juga tidak bisa dilakukan dengan metode tunggal,”tegasnya. 

“Penangannya harus banyak aspek, perspektif dan metedologi. Ibarat sebuah penyakit, terorisme ini termasuk penyakit yang sudah mengalami komplikasi, butuh dokter spesialis dan juga obat yang tepat,”katanya dalam diskusi yang di moderotori Muhammad Toha, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gresik itu.  (*)

Forkopimda Apresiasi Masyarakat Gresik Menjaga Kerukunan antarumat Beragama Selengkapnya