Roadshow ke Posko Darurat, Gus Yani Dorong Desa Lebih Proaktif, Gelontor DD untuk Pencegahan Covid

GRESIK,1minute.id – Pandemi Covid-19 belum berujung. Butuh kerjaekstra keras dan gotong royong mencegah terjadinya persebaran dan penurunan angka kematian akibat wabah memasuki tahun kedua ini.

Kondisi darurat itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani harus melakukan roadshow ke sejumlah kecamatan pada hari libur, Sabtu, 24 Juli 2021. Ada tempat tersebar di tiga kecamatan yang dikunjungi, yakni Posko Darurat di Kecamatan Kedamean dan Sidayu. Serta, tempat karantina bagi pekerja migran Indonesia (PMI) atau mahasiswa dari luar negeri di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Desa Kambingan, Kacamatan Cerme.

Di dua posko darurat di Kecamatan Kedamean dan Sidayu  berbincang langsung dengan  para desa untuk mensosialisasikan penanganan pertama terpapar Covid-19. Bupati Fandi Akhmad Yani mengajak kepala desa proaktif. Melapor dan mendata warga yang terpapar covid-19. Langkah pertama adalah ke puskesmas, untuk mendapatkan diagnosa. Jika kategori ringan bisa melakukan isolasi mandiri atau dilarikan ke Stadion Gelora Joko Samudro, termasuk kategori sedang langsung dibawa ke stadion yang berada di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas itu. 

Jika pasien masuk dalam kategori berat, petugas akan merujuk ke rumah sakit pasien Covid-19 rujukan. “Desa harus proaktif. Kalau ada warga mau jemput bola. Bawa ke puskesmas. Nanti, puskesmas yang melakukan diagnosa dan memutuskan pasien harus di bawa kemana,”tegas Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Dalam roadshow di Kecamatan Kedamean dan Cerne di hari libur kerja ini, Gus Yani didampingi Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Slamet Riyadi, Kabag Ops Polres Gresik Kompol Muhammad Zainul Arifin, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah. 

Gus Yani melanjutkan penanganan medis Covid-19 di buka 10 puskesmas tersebar di utara dan selatan. Lima puskesmas khusus ibu hamil total ada15.  “Gresik memiliki 32 puskesmas kita buka 15. kenapa kok 15 ? Agar puskesmas yang lain bisa membantu puskesmas yang buka,”terang mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Sepuluh puskesmas menangani Covid-19 adalah puskesmas Mentaras di Kecamatan Dukun ;  Ujungpangkah ; Sidayu ; Manyar, dan  Kebomas. Kemudian, puskesmas Benjeng, Dapet  dan Kesamben Kulon (Kedamean) serta  Driyorejo dan Menganti. 
Sedangkan lima puskesmas untuk menangani pasien ibu hamil yang terpapar Covid-19 adalah puskesmas Bungah ; Alun-alun Gresik ; Cerme ; Menganti dan Wringinanom. Puskesmas yang tidak masuk dalam penanganan Covid-19 akan diperbantukan memperkuat puskesmas yang telah ditunjuk Pemkab Gresik. 

Pemkab Gresik juga memperkuat posko darurat covid-19 bantalan sosial yang tersebar di empat titik di wilayah Gresik daratan dan satu di wilayah Pulau Bawean dengan pengisian tabung oksigen. Kemudian, disiagakan mobil dinas dari Bagian Umum yang disulap menjadi mobil ambulans jenazah Covid-19. 

POSKO SIDAYU : (ki-ka) Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Camat Sidayu Nuryadi di Posko Darurat pada Sabtu, 24 Juli 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Penguatan posko darurat mendapat tambahan kekuatan dari perusahaan di Gresik yang menyumbangkan mobil untuk dijadikan ambulans. Perusahaan PT Yani Putra Raya menyumbang mobil Toyota Vellfire yang sudah dimodif menjadi ambulans. Mobil mewah itu, kata Gus Yani, akan digunakan untuk membantu di empat posko. 
“Ada ambulans dari perusahaan Yani Putra kita pakai manfaat buat masyarakat. Ambulan akan kita kelilingkan dari posko 1 ke posko 4. Ambulans mobile keliling,”terangnya.

Semua bantalan sosial itu berada dibagian hulu. “Dibagian hilir (masyarakat) juga harus diperkuat. Desa harus lebih aktif . Ini namanya bergotong royong berbagi tugas,”kata Gus Yani. Gus Yani berharap desa bisa mengalokasikan anggaran dana desa lebih  maksimal untuk penanganan Covid-19. 

Sementara itu, Kepala Inspektorat Pemkab Gresik Edy Hadiswoyo menambahkan, kepala desa jangan takut mengalokasikan lebih dari 8 persen dana desa. “Selama penggunaan benar untuk penanganan Covid dan tidak di korupsi dijamin tidak akan berimbas hukum,”tegasnya. Kabag Ops Polres Gresik Kompol Zainul Arifin setali tiga uang dengan Kepala Inspektorat Edy Hadiswoyo. 

Setelah dari Posko Kedamean, Gus Yani menuju rusunawa di Cerme lalu melanjutkan ke Sidayu. Di Sidayu ini, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah turut hadir bertemu dengan kepala desa dari kecamatan Sidayu, Dukun, Panceng dan Ujungpangkah. (yad)

Roadshow ke Posko Darurat, Gus Yani Dorong Desa Lebih Proaktif, Gelontor DD untuk Pencegahan Covid Selengkapnya
Karantina

Nyaman, Bisa Pilih Kamar Lagi, Rumah Flat untuk Karantina PMI dan Mahasiswa


GRESIK,1minute.id – Nandia terlihat semringah. Mahasiswa di Taiwan asal Gresik itu tidak menyangka bisa bertemu dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Desa Kambingan, Kecamatan Cerme, Gresik pada Sabtu, 24 Juli 2021.

Nandia adalah satu dari delapan orang yang menjalani karantina di rumah flat tersebut. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik menjadikan rumah bertingkat berkapasitas 168 orang menjadi tempat singgah sementara bagi mahasiswa dan tenaga migran Indonesia (PMI) pulang dari luar negeri. Penghuni bisa memilih kamar sendiri. 

Sebelumnya tempat isolasi mahasiswa dan PMI dipusatkan di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS). Seiiring peningkatan kasus baru Covid-19 sebulan belakangan ini, Pemkab Gresik meningkatkan status stadion berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas itu sebagai rumah sakit lapangan indoor. Pasien terpapar Covid-19 kategori ringan ditempatkan di lantai III. Sedangkan, pasien kategori sedang di lantai II yang dilengkapi oksigen medis.

Sekitar pukul.12.30 Gus Yani, Kasdim 0817 Gresik Mayor Slemet Riadi, Kabag Ops Polres Gresik Kompol Muhammad Zainal Arifin tiba di rumah flat Desa Kambingan. Mereka disambut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukinan (Perkim) Gresik Achmad Washil Mifrahul Rachmad, dan muspika Cerme.

AMAN : (kanan) Bupati Fandi Akhmad Yani bersama Nandia, mahasiswa di Taiwan asal Gresik yang sedang menjalani karantina di rusunawa Kambingan, Kecamatan Cerme, Gresik pada Sabtu, 24 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani-sapaan akrab -Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melihat kondisi kamar dan berdialog langsung dengan penghuni di rumah flat itu. Bahkan, Gus Yani berdialog dengan penghuni cukup dekat. “Ini kami sedang sama Mbak Nandia, asli GKB dari kuliah di Taiwan yang hari ini pulang. Kita karantina dulu,”kata Gus Yani. 

Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, tempat untuk karantina ini bagus dan representatif. Bahkan, segala fasilitas tersedia, sehingga nyaman. “Kami siapkan untuk tempat karantina kepulangan saudara kita yang bekerja atau kuliah di luar negeri. Kami pastikan agar mereka sehat ketika kembali ke keluarga,” katanya.

Gus Yani menyatakan, pemerintah daerah menyiapkan 42 ruangan untuk karantina. Satu ruangan bisa dipakai empat orang. Sehingga, seluruh ruangan bisa dimanfaatkan 168 orang. Ia menyebut sebelum dikarantina di daerah, para warga yang datang dari luar negeri ini sudah menjalani sekrening mulai sampai dari Bandara Juanda. Kemudian, dikarantina beberapa hari oleh Pemprov Jatim. Jika hasil positif langsung isolasi di Surabaya. 

“Kita terima sudah negatif, namun kami tetap sediakan tempat karantina. Kita ngak lepas, sebelum pulang disekrening lagi, pulang pasti sehat. Dan dipastikan bebas dari Covid,”tegasnya. Nandia mengaku fasilitas tempat karantina di rumah flat sangat memadai. “Enak dan nyaman,”kata Nandia sambil membetulkan letak kacamatanya. (yad)

Nyaman, Bisa Pilih Kamar Lagi, Rumah Flat untuk Karantina PMI dan Mahasiswa Selengkapnya

Emosional, Panitia dan Peserta Gantangan Burung Pengeroyok Warga Diringkus Reserse Kriminal Polsek Manyar


GRESIK,1minute.id – Lomba burung berkicau atawa gantangan burung di Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik berujung penjara. Polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka. Enam tersangka itu diantaranya, pasangan suami-istri, Basofi, 32, dan Diah Ayu Putri Hafidia, 24. Keduanya, warga Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik.

Penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP dengan ancaman paling lama 5,5 tahun. Mereka pun tertunduk menyesali perbuatannya.

Bagaimana kronologisnya? Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar AKP Bima Sakti Pria Laksana mengatakan, lomba kicau burung digelar pada Sabtu,17 Juli 2021 sekitar pukul 14.00. Lomba itu diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah. Yakni, Gresik, Surabaya hingga Madura. Kerumanan tidak terelakkan.

Ahmad Ari Afandi, 32, warga setempat khawatir lomba burung berkicau itu dihelat saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat itu  menimbulkan persebaran Covid-19. Postingan pemuda 32 tahun itu lalau mempostingdi Facebook itu mendapatkan respon Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar. Satgas  langsung bergerak ke lokasi dan  Satgas membubarkan ajang lomba berkicau baru beberapa menit dimulai itu.

“Sepuluh orang, mulai penyedia tempat, juri lomba hingga peserta kami mintai keterangan,”kata Kapolsek Manyar AKP Bima Sakti Pria Laksana dalam Konferensi Press di Mapolsek Manyar pada Jumat, 23 Juli 2021.

Setelah dibubarkan, sejumlah orang berkumpul di rumah Zain di Desa Peganden, Kecamatan Manyar. Mereka mencari dan menemukan orang yang dianggap sebagai biang kerok perhelatan burung berkicau itu dibubarkan.
Basofi dkk mendatangi rumah korban sekitar pukul 17.00.

TERTUNDUK : Pelaku pengeroyokan warga yang diringkus Reskrim Polsek Manyar saat konferensi pers di Mapolsek Manyar, Gresik pada Jumat, 23 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mereka melabrak tempat kos korban Ari Afandi. Cekcok mulut antara Basofi dengan korban Ari dilerai oleh Dhamas, warga setempat. Margono terbawa emosi lalu mendorong korban Ari nyaris terjengkang. “Tersangka M mendorong dua kali,”jelas alumnus Akpol 2013 itu.
Cekcek mereda.

Zain dan Diah Ayu Putri datang. Cekcok mulut semakin memanas. Istri Basofi itu kemudian meludahi korban dua kaki. “Tersangka DAP menendang korban sekali lalu pergi,”jelas AKP Bima Sakti didampingi Kanitreskrim Polsek Manyar Ipda Ekwanhudin.

Tersangka Diah Ayu Putri rupanya belum puas. Perempuan 24 tahun kembali masuk tempat kos sambil membawa tongkat stainless steel sepanjang satu meter. Besi itu diacungkan kearah korban. “Wes Digepuki Ae, Aku sing nanggung,”kata Bima Sakti menirukan pengakuan tersangka.

Emosi pelaku tersulut. Apalagi, Aries Rachman Apriyanto membawa balok kayu sepanjang 1,5 meter untuk mengintimidasi korban. Tersangka lainnya bertambah emosinya. Korban Ari Afandi akhirnya sasaran amukan. “Akibat penganiayaan itu korban mengalami memar dan trauma,”tegas Bima Sakti.

Korban Ari Afandi kemudian melapor pengeroyokan dialami ke Polsek Manyar. Sejumlah anggota reserse kriminal (Reskrim) Polsek di backup Satreskrim Polres Gresik melakukan penangkapan pelaku. “Kurang dari 1 x 24 jam, enam pelaku kami tangkap. Tidak ada perlawanan,”tegas Bima Sakti.

Enam pelaku pengeroyokan itu adalah Basofi, 32, dan Diah Ayu Putri Hafidia, 24. Keduanya warga Desa Peganden, Kecamatan Manyar. Aries Rochman Apriyanto, 39, warga Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas ; Bryan Zuhri, 35, warga Jalan Beton, Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI), Kecamatan Manyar ; Margono, 35, warga Jalan Gubernur Suryo, Gresik ; Aditya Prasetiyo, 22, warga Desa Dadapkuning, Kecamatan Cerme.

Penyidik menjerat keenam tersangka dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP berbunyi barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang dengan diancam hukuman paling lama 5,5 tahun. “Tersangka kami tahan,”ujar Bima Sakti. (yad)

Emosional, Panitia dan Peserta Gantangan Burung Pengeroyok Warga Diringkus Reserse Kriminal Polsek Manyar Selengkapnya

Posko PPKM Darurat dapat Amunisi Tambahan 170 Personel dari Tim PKH


GRESIK,1minute.id – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 memasuki hari ketiga pada Jumat, 23 Juli 2021. Menyisakan waktu dua hari lagi. Masa injury time di lima hari menentukan di masa PPKM Jawa-Bali level 4, Pemkab Gresik mendapat tambahan amunisi baru untuk memperkuat posko PPKM Darurat.

Amunisi baru adalah, bergabungnya 170 anggota tim program keluarga harapan (PKH) di Posko PPKM Darurat yang dibentuk Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berkalaborasi dengan badan atau lembaga amil zakat (BAZ/LAZ). Mereka akan ditempatkan di lima posko yang telah berdiri beberapa waktu lalu itu. 
Koordinator PKH Gresik Lestari Widodo mengatakan, kehadiran 170 personel tenaga pendamping PKH di masing-masing Posko PPKM Darurat merupakan bagian dari panggilan jiwa dan pengabdian penuh kepada masyarakat.

“KIta siagakan 161 orang unsur SDM PKH dan  9 orang dari unsur Dinsos. Kehadiran SDM PKH Gresik dalam aksi penjagaan pada setiap posko bagian keterpanggilan jiwa mengabdi sebagai bagian dari pemberdaya sosial,” katanya.

Tugas para personel pendamping PKH tidak hanya menjaga posko saja. Tetapi juga melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait penanganan kepada masyarakat,  melayani warga yang Isoman atau sakit maupun warga yang datang ke Posko. Mereka juga membantu pendistribusian bantuan.

“Peran SDM PKH melakukan koordinasi pada stakeholder. Maupun menyampaikan warga binaan yang sakit atau isoman pada pihak Posko, agar bersama-sama untuk dilakukan penanganan dengan cepat,”tandasnya.
Setiap harinya, lanjut dia, pihaknya telah mengatur jadwal piket bagi seluruh tenaga pendamping PKH se-Kabupaten Gresik. Masing-masing posko akan dikerahkan sebanyak 20 orang dari unsur pendamping pemberdayaan sosial naungan Kementerian Sosial (Kemensos ) ini.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengunjungi Posko PPKM Darurat di halaman kantor Kecamatan Cerme menyatakan terimakasih atas kontribusi dan dedikasi yang diberikan para pendamping pemberdayaan sosial PKH untuk membantu para tenaga yang bertugas di Posko Darurat Covid-19 Gresik.

“Semoga tenaga anda ini bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat dengan memperkuat tenaga yang ada di Posko Covid,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Kamis, 22 Juli 2021. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani ke Posko PPKM Darurat untuk rapat koordinasi dengan camat, kepala desa dari kecamatan Cerme, Benjeng, Duduksampeyan dan Balongpanggang.
Gus Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. (yad)

Posko PPKM Darurat dapat Amunisi Tambahan 170 Personel dari Tim PKH Selengkapnya

Kapolres Gresik : Jamin Tidak Akan Periksa Kades yang Maksimalkan Refocusing DD untuk Penanganan Covid

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto meminta kepala desa untuk aktif mengerem persebaran corona virus disease 2019 (Covid-19). Menggelontorkan anggaran dana desa dan lebih cerigis kepada warga untuk mematuhi protokol kesehatan. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan para kepala desa (Kades) tidak perlu takut melakukan refocusing anggaran dana dana (DD). Sebab, undang-undang telah melonggarkan penggunaan DD minimal 8 persen. Maksimalkan refocusing penanganan Covid-19. 

“Mari kita jalankan amanah masing -masing. Negara hadir ditengah masyarakat. PPKM di desa tetap berjalan. Anggaran diberikan kelonggaran minimal 8 persen. Gunakan sesuai ketentuan akan terbebas,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam rapat koordinasi PPKM Level IV secara offlne di Posko PPKM Darurat Kecamatan Kebomas pada Kamis, 22 Juli 2021.

Rakor dipimpin oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini dihadiri Wabup Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817 Gresik, Camat dan Kepala Desa serta Lurah dari Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar, Alumnus Akpol 2001 itu menambahkan, pihaknya menjamin tidak akan dilakukan pemeriksaan bila untuk penanganan Covid-19 dengan benar. 

“Sebaliknya, kalau ada temuan tidak melakukan refocusing untuk penanganan Covid-19 perlu dipertanyakan. Akan kita lakukan pemeriksaan,” tegas mantan Kapolres Ponorogo itu. Penangan wabah Covid-19 perlu sinergitas. Gotong royong. Bahu membahu.  Pemkab Gresik berikhtiar sekuat tenaga untuk melakukan pencegahan persebaran dan peningkatan serta penguatan pelayanan kepada masyarakat dengan berbagai terobosan.

Pemkab menambah kapisitas tempat tidur di rumah sakit, puskesmas dan meningkatkan status Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) menjadi rumah sakit lapangan untuk pasien kategori ringan dan sedang. Berkalaborasi bersama Badan atau lembaga amil zakat (BAZ dan LAZ) mendirikan lima posko PPKM Darurat, merekrut relawan pemulasaran serta nakes. Semua yang dilakukan pemerintah itu untuk memperkuat bagian hulu.

Untuk bagian hilir diperlukan kalaborasi dengan kepala desa, lurah hingga ketua rukun tetangga. Kepala desa dan lurah sebagai ujung tombak terbawah atau di tingkat hilir agar benar-benar bisa menjalankan penanganan Covid di lingkup wilayahnya dengan baik. (yad)

Kapolres Gresik : Jamin Tidak Akan Periksa Kades yang Maksimalkan Refocusing DD untuk Penanganan Covid Selengkapnya

Gotong Royong, Lebih Berempati, Kurangi Persebaran Covid-19


GRESIK,1minute.id – Masa PPKM level IV memasuki hari kedua pada Kamis, 22 Juli 2021. Level yang diprediksi paling “pedas”.  Jumlah kasus baru lebih tinggi daripada kasus sembuh.  Di Jawa Timur merujuk data instagram @dinkesjatim tercatat penambahan kasus terkonfirmasi 3.859 terakumulasi menjadi 256.964 ;  sembuh bertambah 2.966 menjadi 291.877 dan meninggal bertambah 343 menjadi 17.550 pada Rabu, 21 Juli 2021. 

Forkopimda mengajak warga Kota Santri semakin erat bergandengan. Gotong royong. Bahu membahu untuk menekan persebaran dan vatalitas akibat pagebluk Corona yang memasuki tahun kedua ini.

Hal itu diungkapkan tiga pilar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik di Posko PPKM Darurat di Pendapa Kecamatan Kebomas. Bupati Gresiik Fandi Akhmad Yani, meminta para kepala desa atau lurah untuk lebih aktif melakukan monitoring terhadap warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman).  

“Minimal di telepon atau video call untuk menanyakan kondisi kesehatan,”ujar Bupati Fandi Akhmad Yani dalam pertemuan yang dihadiri Camat dan kepala desa di tiga Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar pada Kamis, 22 Juli 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani menceritakan pengalaman kerabatnya sedang isoman. Tidak orang yang mau mendekat. Padahal mereka perlu penguatan psikologis agar meningkatkan imun. “Minimal komunikasi, lakukan video call. Pasien isoman itu psikologi tidak baik. Karena zoom, video call bisa selamat karena psikologi senang,” tegasnya. Dengan komunikasi, imbuh Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, merasa mendapatkan perhatian dan pemerintah bisa mengetahui kebutuhan mereka. 

“Kalau butuh obat, desa membantu mengambilkan obat di puskesmas. Kalau butuh vitamin, APD bahkan kantong jenazah bisa menghubungi posko,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia melanjutkan, pemerintah akan terus menambah fasilitas yang ada di posko PPKM Darurat yang ada di lima tempat di Gresik.

FORKOPIMDA : Wabup Gresik Aminatun Habibah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto di Posko PPKM Darurat di Kecamatan Kebomas pada Kamis,22 Juli 2021 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Saat ini, pihaknya intensif berkomunikasi dengan perusahaan untuk menambah kebutuhan tabung oksigen. Harapannya, kebutuhan oksigen bisa dipenuhi di posko. “Pak saya mau refill, monggo! Semoga bisa segera teralisasi. Selain bantalan sosial yang telah disiapkan pemerintah,”tegasnya.

Selain itu, Gus Yani juga berharap desa terus melakukan sosialisasi kepada warganya untuk tetap mematuhi protokol kesehat. Sebab, semua upaya yang dilakukan Pemkab adalah dibagian hulu. Bagian hilir yakni ditingkat grassroot tidak tersentuh akan sia-sia. “Butuh peran desa, tidak bisa dewe-dewe,”tegas Gus Yani serius.

Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail  menegaskan kembali keinginan bupati Fandi Akhmad Yani dengan meminta kepala desa dan lurah meningkatkan empati kepada warganya. Melakukan pendataan dan berkomunikasi dengan warga yang sakit.

Kejadian di kabupaten lain, kata Dandim, ada warga meninggal di rumah atau rumah sakit karena terlambat memberikan pertolongan.  “Semoga tidak sampai terjadi di Gresik,”pesan Letkol Inf Taufik Ismail.  “Ayo kurangi kematian, minimal butuh kemauan, keinginan untuk bertanya. Kalau ada kesulitan dirembuk barsama akan menjadi enteng,” imbuhnya.

Pertemuan offline ini juga dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, gotong royong dalam menekan perrsebaran Covid-19 bisa dilakukan oleh pemerintah desa. Diantaranya, melakukan refocusing anggaran dana desa untuk penanganan Covid-19. “Anggaran ada kelonggaran minimal 8 persen,”kata alumnus Akpol 2021. Dengan gotong royong diharapkan wabah corona bisa berakhir. (yad)

Gotong Royong, Lebih Berempati, Kurangi Persebaran Covid-19 Selengkapnya

Kakor Sabhara Polri Apresiasi Penerapan PPKM Darurat di Gresik

GRESIK,1minute.id – Kepala Korps Samapta Bhayangkara (Kakor Sabhara) Baharkam Polri Irjen Pol Nanang Avianto melakukan inspeksi pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Santri pada Rabu, 21 Juli 2021.

Kehadiran jenderal dua bintang itu Memastikan penanggulangan sebaran virus Covid-19 berjalan optimal. Ada sejumlah tempat yang dikunjungi  Tim Mabes Polri itu.

Diantaranya, pos penyekatan di Simpang empat Segeromadu ; Kampung Tangguh Semeru dan Posko PPKM Darurat di Desa Sukorejo ; Rumah Sakit Lapangan Gelora Joko Samudro (G-JOS). Semuanya di Kecamatan Kebomas dan Vaksinasi Center di Gedung Wahana Ekspresi Poaesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik.

Dalam kunjungan kerja itu, Irjen Pol Nanang Avianto didampingi Dirpotmas Brigjend Pol Edy Murbowo dan Kaden Perintis Sabhara Kombes Pol Henik Maryanto disambut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto , Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail serta Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifuddin Ghozali  terlihat puas kinerja tiga pilar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu.

Diantara yang dipuji oleh Kakor Sabhara Baharkam Polri Irjen Pol Nanang Avianto itu ada sinergitas, TNI , Polri dan Pemkab Gresik serta Posko PPKM Darurat di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas. 
Posko PPKM Darurat Desa Sukorejo, kata Irjen Nanang, cukup baik. “Saya lihat sudah sistem. Dan, sistem ini yang harus dioptimalkan agar segera keluar dari pandemi Covid-19,”kata Nanang. 

Irjen Pol Nanang juga mengapresiasi sinergitas tiga pilar memotori upaya penanganan Covid-19 Gresik. “Kalaborasi yang selama ini dibangun harus tetap dijaga dan ditingkatkan. Terlebih kebijakan PPKM Darurat sudah ditetapkan untuk diperpanjang hingga nanti 25 Juli 2021,”katanya.

Selain itu, jenderal dua bintang itu, berharap kesadaran masyarakat untuk mematuhi kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19. Semua ini ditempuh demi keselamatan masyarakat. “Empat Pilar sudah optimal, namun harus diimbangi kesadaran disiplin prokes dari masyarakat,”tandas Irjen Pol Nanang Avianto. (yad)

Kakor Sabhara Polri Apresiasi Penerapan PPKM Darurat di Gresik Selengkapnya

Srikandi Pemulasaran Gresik Tangguh, Anggap Amalan Sholehah

GRESIK,1minute.id – Puluhan relawan pemulasaran jenazah Gresik Tangguh mulai melakukan aktivitas kemanusiaan pada Rabu, 21 Juli 2021. Sebelumnya menjalankan misi kemanusiaan mereka berkumpul di kantor Bupati Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengukuhkan mereka. 

Meski wajah mereka ditutupi masker. Namun, mereka wajah tampak bersinar. Mereka seakan tidak ingin segera melakukan aksi kemanusiaan. Diantaranya,  Yulianti 49, dan Rahayu,  36. Mereka adalah dua diantara lima srikandi pemulasaran jenazah Gresik Tangguh itu. 

TIGA SRIKANDI PEMULASARAN : (ki-ka) Yulianti, Rahayu dan srikandi pemulasaran jenazah Covid-19 Gresik pada Rabu,21 Juli 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Siapa mereka? Rahayu adalah ibu rumah tangga. Tinggal di Jalan Gubernur Suryo, Gresik. Ibu dua anak ini terpanggil untuk menjadi relawan pemulasaran untuk membantu pemerintah. “Ini kemauan saya sendiri. Tentu restu dari suami dan anak-anak.  Semoga bisa menjadi amal baik kelak di akhirat,”kata Rahayu dengan semangat. 

Yulianti, setali tiga uang dengan Rahayu. Nenek satu cucu berumur 49 tahun ini bergabung karena panggilan hati nurani. Perempuan berhijab ini mengaku sebelum pagebluk corona virus disease 2019 (Covid-19) adalah petugas pemulasaran jenazah di kawasan Kompleks Perumahan Pondok Permata Suci (PPS) di Desa Suci,  Kecamatan Manyar, Gresik. 

Pagebluk corona memasuki tahun kedua membuat Yulianti tidak bisa mengabdi memandikan jenazah. “Karena saya tidak memiliki APD (alat pelindung diri),”katanya.  Selama setahun Yulianti berfikir bagaimana bisa mengamalkan ilmu dan pengetahuan tentang pemulasaran jenazah.  “Saya merasa rugi, punya pengetahuan dan keahlian tapi tidak bisa mengaplikasikan karena tidak punya APD,”katanya. 

Ketika Pemkab Gresik membuka pendaftaran perempuan berkacamata itu langsung bergabung. Namun, keinginan Yulianti mendapat penolakan dari anaknya. Sebab,  ia memiliki anak bayi tinggal serumah dengan Yulianti di Kompleks Perumahan PPS Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. 

Yulianti memahami keinginan anaknya itu. “Mereka melarang Saya karena sayang dengan ibunya,”katanya.  Namun, pendekatan dari hati ke hati, suami dan tiga anaknya menyetujui. Mereka memahami pemulasaran jenazah adalah dunia pengabdian ibunya. 

“Saya katakan pada anak,  ini ada adalah hidupnya ibu. Ibu butuh amalan, bekal kepada Allah. Kalian boleh tidak mengizinkan ibu karena sayang.  Tapi yang menentukan sakit semua Allah. Meskipun kita tidak mati karena Covid-19, karena setiap orang hidup pasti akan mati. Akhirnya kemantapan Saya,  suami, dan anak-anak kemudian menyetujui.Bismilah,”tegas Yulianti dengan mata berkaca-kaca karena haru dan senang. 

Yulianti, begitu mantap mengamalkan ilmu dan pengetahuan karena pemerintah memberikan fasilitas keamanan yang sangat baik.Alat pelindung diri hingga kesehatan mendapatkan perhatian.  “Disini difasilitasi peralatan lengkap.Sehingga dengan mantap meneruskan perjuangan Saya bagi yang membutuhkan. Apa yang saya mampu lakukan,”tegasnya. 

Ada pengalaman menarik Yulianti ketika melakukan pemulasaran jenazah di awal pegebluk corona. Ada jenazah perempuan meninggal. Almarhumah ketika masih hidup enggan melakukan swab. Masyarakat ketakutan. “Saya terpanggil menolong meski tanpa APD. Dan, Alhamdulillah saya tetap diberikan kesehatan,”katanya. (yad) 

Srikandi Pemulasaran Gresik Tangguh, Anggap Amalan Sholehah Selengkapnya

Bupati Kukuhkan Relawan Pemulasaran Jenazah, Tugas Kemanusiaan di Enam Rumah Sakit


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melaunching Pengukuhan Relawan Pemulasaran Jenazah pada Rabu, 21 Juli 2021. Pengukuhan arek-arek Gresik Tangguh itu dipusatkan di halaman Kantor Bupati Gresik.

Puluhan aktivis kemanusiaan itu akan ditempatkan di enam rumah sakit rujukan pemulasaran jenazah Covid-19 tersebar di enam rumah sakit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Enam rumah sakit adalah RS Randegansari, Kecamatan Driyorejo ; Rumah Sakit Wates Tanjung (Balongpanggang) ; RS Petrokimia Gresik ;  Rumah Sakit Semen Gresik ; RSUD Ibnu Sina Gresik dan RS PKU Muhammadiyah Sekapuk (Ujungpangkah).

BAHU-MEMBAHU : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan koordinator relawan Pemulasaran Jenazah Thoriqi Fajerin di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 21 Juli 2021 (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, ada seratus orang yang mendaftar sebagai relawan pemulasaran jenazah Covid-19. Ekspektasi mereka mau bergabung patut mendapatkan apreasiasi. Namun, tidak semua relawan bisa bergabung. Setelah melalui sekering kesehatan yang dinyatakan memenuhi kesehatan sebanyak 61 orang. 

“Sekerining dilakukan untuk memastikan mereka ada orang-orang sehat,”ujar Bupati Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Arodawanti, dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Launching  juga dihadiri Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, Kadinkes Gresik drg Syaifuddin Ghozali dan Koordinator Relawan Pemulasaran Thoriqi Fajerin.

SRIKANDI : Wabup Gresik Aminatun Habibah dalam pengukuhan relawan pemulasaran di Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 21 Juli 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani menambahkan, relawan pemulasaran jenazah ini akan melaksanakan aktivitas kemanusiaan akan ditempatkan di enam rumah sakit rujukan pemulasaran. Dalam beraktivitas membantu pemulasaran, mereka dibagi menjadi tiga sif. Yakni, pagi , siang dan malam. Setiap sif beranggotakan tiga orang. “Setiap pekan libur 2 hari. Dan setiap 3 hari para relawan ini akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Tes swab antigen. Kesehatan harus terjamin,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia menambahkan tidak tertutup kemungkinan relawan pemulasaran jenazah Covid-19 yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan, komunitas dan lainnya akan ditambah. “Akan dilakukan evaluasi. Ikhtiar ini menjadi amalan yang baik. Semoga Covid-19 segera berakhir,”harapnya. 

MOTIVASI : Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan motivasi kepada relawan pemulasaran jenazah di halaman Kantor Bupati pada Rabu, 21 Juli 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Koordinator Relawan Pemulasaran Jenazah, Gresik Tangguh berjumlah 61 orang akan langsung melakukan aktivitas kemanusiaan hari ini, Senin, 21 Juli 2021. “Dalam beraktivitas mereka dilengkapi APD (alat pelindung diri),”kata Kaji Riki-panggilan-Thoriqi Fajerin.

Rahayu dan Yulianti, srikandi pemulasaran jenazah mengatakan, dirinya terpanggil turut membantu pemerintah dalam mempercepat proses pemulasaran jenazah. “Tugas kemanusiaan ini  kami sudah mendapatkan persetujuan keluarga,”kata Rahayu yang tinggal di Jalan Sindujoyo, Gresik itu. (yad)

Bupati Kukuhkan Relawan Pemulasaran Jenazah, Tugas Kemanusiaan di Enam Rumah Sakit Selengkapnya

PPKM Darurat Diperpanjang hingga 25 Juli


GRESIK,1minute.id – Pemerintah memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat hingga 25 Juli 2021. “Jika tren kasus terus mengalami penurunan maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap,”kata Presiden Joko Widodo dalam siaran pers melalui saluran YouTube Sekretariat Negara pada Selasa malam, 20 Juli 2021.

Presiden Jokowi mengatakan, PPKM Darurat terlihat dari data penambahan kasus dan kepenuhan bed rumah sakit mengalami penurunan. Kita selalu memantau memahami dinamika di lapangan dan juga mendengar suara-suara masyarakat yang terdampak dari PPKN.

“Karena itu jika tren kasus terus mengalami penurunan maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen,”kata mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah itu. 

Peraturannya, imbuh Jokowi, akan ditetapkan oleh pemerintah daerah.  Pedagang kaki lima toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha kecil lainnya yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00. Pengaturannya teknisnya akan diatur oleh pemerintah daerah.

Rumah makan buka sampai pukul 21.00 dan maksimal waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit.  Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal baik di pemerintahan maupun swasta serta terkait dengan protokol perjalanan akan dijelaskan secara terpisah. 

“Saya minta kita semuanya bisa bekerjasama bahu-membahu untuk melaksanakan PPKN ini dengan harapan kasus akan segera turun dan tekanan pada rumah sakit juga menurun. Untuk itu kita semua harus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan,”harap Presiden Jokowi.

Melakukan isolasi terhadap yang bergejala dan memberikan pengobatan sedini mungkin. Terus mau bagikan paket 4 gratis untuk OTG dan yang bergejala ringan yang direncanakan sejumlah 2 juta paket obat.

Bagaimana bantuan untuk masyarakat yang terdampak? Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp 55,21 Triliun. Yakni, berupa bantuan tunai, kemudian PKH juga bantuan sembako, bantuan kuota internet dan subsidi listrik diteruskan pemerintah, juga memberikan insentif untuk usaha mikro.

“Saya sudah memerintahkan kepada para menteri terkait untuk segera menyalurkan Bansos tersebut kepada warga masyarakat yang berhak,”katanya.

Presiden Jokowi mengajak semua stakeholder bersatu melawan Covid-19. “Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat seluruh komponen bangsa untuk bersatu melawan Covid- 19 ini. Memang ini situasi yang sangat berat tetapi dengan usaha keras kita bersama Insya Allah kita bisa segera terbebas dari Covid-19 dan kegiatan sosial kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali normal terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,”kata Jokowi. (yad)

PPKM Darurat Diperpanjang hingga 25 Juli Selengkapnya