Proyek Underpass Dilanjutkan, Target 5 Bulan Kelar

GRESIK,1minute.id – Proyek pembangunan underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas berlanjut. Sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas di dalam trowongan. Sedangkan, seorang operator alat berat melakukan perataan dinding sisi selatan yang longsor pada Senin, 24 Mei 2021

Dinding kapur itu longsor sejak Desember 2020. Akvitas pekerjaan proyek tahap ini menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah dengan pagu Rp 5 miliar.

Pekerjaan tahap dua ini diestimasikan kelar selama 5 bulan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiadji dikonfirmasi melalui whatsApp sejak siang belum merespon. 

Namun, kesempatan sebelumnya Gunawan mengatakan tahap II ini meliputi pembangunan jalan penghubung di lahan milik Pemkab Gresik seluas kurang lebih 10 meter, pembangunan trotoar untuk pejalan kaki di sisi timur, dan pembuatan sayap dinding di kanan dan kiri underpass agar tanah tidak longsor.

Untuk lorong pejalan kaki akan disempurnakan dengan tempelan aksesoris. Juga akan buatkan taman di kanan kiri jalan agar makin cantik, dan nyaman. 

Untuk diketahui proyek  underpass  dikerjakan mulai tahun lalu, 2020. Tahap pertama pekerjaan konstruksi dengan anggaran sekitar Rp 4,23 miliar. Proyek dikerjakan CV Wijaya asal Lamongan.

Tahun ini, anggaran sekitar Rp 5 miliar. Dalam dua tahap proyek trowongan kali pertama itu dibiayai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gresik sekitar Rp 9,1 miliar. (yad)

Proyek Underpass Dilanjutkan, Target 5 Bulan Kelar Selengkapnya

Pembukaan Jalan diatas Proyek Underpass masih Misterius

GRESIK,1minute.id – Dinas Peketjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik mengklaim  proyek pembangunan underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik segera dilanjut. Pemenang lelang telah ditetapkan pada akhir April 2021. 

Seperti diberitakan 1minute.id proyek  underpass tahap dua menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gresik 2021. Anggarannya sekitar Rp 5 miliar. Proyek tahap II ini meliputi pembangunan jalan penghubung di lahan milik Pemkab Gresik seluas kurang lebih 10 meter, pembangunan trotoar untuk pejalan kaki di sisi timur, dan pembuatan sayap dinding di kanan kiri underpass agar tanah tidak longsor.

Untuk lorong pejalan kaki akan disempurnakan dengan tempelan aksesoris. Juga akan buatkan taman di kanan kiri jalan agar makin cantik, dan nyaman. DPUTR Gresik mengaku sudah menekan surat perintah kerja (SPK) tahap dua  proyek  terowongan kali pertama di Gresik itu.

“Sudah ada pemenang. Segera dilakukan pekerjaan,”kata Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiadji dikonfirmasi 1minute.id pada Senin, 26 April 2021.

Dalam pantauan 1minute.id pada Sabtu, 15 Mei 2021 proyek tahap dua belum ada tanda-tanda mulai dikerjakan. Kini, akses jalan diatas proyek underpass ini sudah banyak pengendara motor nekat merobos jalan tersebut. Kondisi jalan mulus dibandingkan jalan alternatif di Jalan Sumatera Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB). Marka jalan sudah rampung. Bahkan, sore hari jalan nasional itu diatas proyek underpass itu kerap digunakan sejumlah pemuda untuk latihan freestyle motor. 

Kapan jalan itu dibuka untuk umum? Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiaji belum menjawab konfirmasi 1minute.id pada Sabtu, 15 Mei 2021. Konfirmasi melalui pesan WhatsApp terlihat dua centang putih.

Terpisah, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan, pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan pembukaan jalan itu. “Sampai hari ini belum ada pemberitahuan terkait rencana pembukaan jalan itu,”kata Yanto Mulyanto pada Sabtu, 15 Mei 2021. (yad)

Pembukaan Jalan diatas Proyek Underpass masih Misterius Selengkapnya

Proyek Underpass Dilanjutkan, Pekerjaan Butuh Waktu 4 Bulan

GRESIK,1minute.id – Proyek pembangunan underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik segera dilanjut. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik menekan surat perintah kerja (SPK) tahap dua proyek terowongan kali pertama di Gresik itu.

“Sudah ada pemenang. Segera dilakukan pekerjaan,”kata Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiadji dikonfirmasi 1minute.id pada Senin, 26 April 2021.

Pembangunan tahap dua proyek terowongan ini menghubungkan Kompleks Perumahan Randuagung dengan Perumahan Gresi Kota Baru ini diperkirakan membutuhkan waktu 4 bulan. “Secara pasti, hubungi binamarga,”ujar Gunawan.

Proyek Underpass tahap dua ini membutuhkan anggaran Rp 5 miliar. Proyek tahap II ini meliputi pembangunan jalan penghubung di lahan milik Pemkab Gresik seluas kurang lebih 10 meter, pembangunan trotoar untuk pejalan kaki di sisi timur, dan pembuatan sayap dinding di kanan kiri underpass agar tanah tidak longsor.

Untuk lorong pejalan kaki akan disempurnakan dengan tempelan aksesoris. Juga akan buatkan taman di kanan kiri jalan agar makin cantik, dan nyaman. 

Dalam pengamatan 1minute.id pada Senin, 26 April 2021 belum terlihat adanya aktivitas pembangunan dari sisi Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan GKB. Bangunan trowongan masih ditutup pagar seng. Sedangkan, dinding yang longsor dikerupi terpal warna biru.

Seperti diberitakan, proyek underpass dikerjakan mulai tahun lalu, 2020. Tahap pertama pekerjaan konstruksi dengan anggaran sekitar Rp 4,23 miliar. Proyek dikerjakan CV Wijaya asal Lamongan. Tahun ini, anggaran sekitar Rp 4,9 miliar. Selama dua tahap proyek yang dibiayai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gresik sekitar Rp 9,1 miliar. (yad)

Proyek Underpass Dilanjutkan, Pekerjaan Butuh Waktu 4 Bulan Selengkapnya
Pengendara melintas di depan proyek underpass di Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru pada Selasa, 16 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

DPUTR Anggarkan Pembangunan Underpass Tahap Kedua Rp 7 Miliar

GRESIK,1minute.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik melanjutkan pembangunan underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Pembangunan terowongan menghubungkan Jalan Sumatera dengan Perumahan Randuagung tahap dua itu dianggarkan Rp 7 miliar.

Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiadji mengatakan, pembangunan underpass tahap dua masih proses lelang. Pekerjaan tahap kedua itu meliputi pekerjaaan dinding underpass yang longsor, peninggian dan pengaspalan jalan serta bagian dalam underpass. 

“Pembangunan underpass tahap dua dalam proses lelang. Anggarannya sekitar Rp 7 miliar,”ujar Gunawan ditemui di lobi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik pada Senin, 15 Februari 2021. 

Karena pembangunan tahap kedua , underpass kali pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu belum bisa difungsikan dalam waktu dekat. Akan tetapi, tambahnya, jalan raya nasional selama pembangunan underpass tahap pertama di tutup akan segera di buka untuk umum. “Yang terdekat, mungkin membuka akses jalan DR Wahidin Sudirohusodo,”katanya.

Dalam pengamatan 1minute.id bangunan terowongan ditutup dengan seng. Sedangkan, dinding underpass yang longsor hanya ditutupi terpal warna biru. Tidak ada aktivitas pekerjaan di lokasi pembangunan terowongan yang menghubungkan Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru dengan Randuagung itu.

Seperti diberitakan proyek underpass sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) dijaiayai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gresik sebesar Rp 4,23 miliar. Tinggi terowongan yang membela dari utara ke selatan 4,7 meter. Lebar 7,2 meter. Lebar jalan 5,9 meter ditambah trotoar 1,5 meter. (*)

DPUTR Anggarkan Pembangunan Underpass Tahap Kedua Rp 7 Miliar Selengkapnya

Proyek Underpass Kejar Deadline, Diduga Abaikan Safety

GRESIK,1minute.id— Proyek underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas mulai dikerjakan 6 September 2020. Proyek membelah jalan nasional itu diperkirakan kelar akhir Desember 2020.

Inilah aktivitas petugas untuk kelancaran proyek terowongan kali pertama dikerjakan oleh CV Wijaya senilai Rp 4.237.457.072,27 itu. Proyek yang menghubungkan Kompleks Perumahan Randuagung dengan Perumahan Gresik Kota Baru, Senin, 28 September 2020 

Search
Proyek Underpass Kejar Deadline, Diduga Abaikan Safety Selengkapnya

Proyek Underpass Pertama Gresik itu Mulai Dikerjakan

Proyek pembangunan underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas mulai di bangun. Petugas melakukan penutupan jalan nasional itu, Sabtu,5 September 2020. Tahap pertama pembangunan trowongan kali pertama di Gresik ini dianggarkan Rp 4,32 miliar dari APBD Gresik. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id–Sempat molor karena izin administrasi pemerintah pusat. Proyek pembangunan underpass alias trowongan mulai dikerjakan. Jalan nasional mulai simpang tiga Gresik Kota Baru (GKB) hingga depan kampus Universitas Muhammadiyah Gresik sementara ditutup.

Semua kendaraan dari Gresik menuju Lamongan dialihkan melewati jalan alternatif di jalan Sumatra Kompleks Perumahan GKB. Juga, kendaraan dari arah berlawanan, Lamongan menuju Gresik dibelokkan di depan gerbang masuk Kompleks Perumahan Griya Kembangan Asri (GKA).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setijadi mengatakan izin dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Kementrian Perhubungan telah dikantongi. Sebab, Jalan Wahidin Sudirohusodo merupakan jalan nasional.

“Izin sudah dibahas tim dari pusat. Tim dari Jakarta juga turut meneliti. Tidak hanya itu, tim dari Provinsi dan Kepolisian juga dilibatkan,”kata Gunawan Setiaji, Minggu 6 September 2020.

Proyek pembangunan underpass itu, memiliki panjang 8 meter, lebar 15 meter dan kedalaman sekitar 7 meter. Underpass di cor, pengukuran sudah lengkap semua. Namun, pengerjaan dijadwalkan molor dari rencana semula karena terganjal izinnya.

Pembangunan proyek underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas ini dibangun oleh CV Wijaya dengan anggaran Rp 4,23 miliar diperkirakan selesai minggu ketiga Desember 2020. Mundur dari jadwal awal November 2020 karena proses perizinan dari pemerintah pusat. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Diperkirakan minggu ketiga Desember 2020 sudah selesai,”tambah Gunawan. Akan tetapi, Gunawan buru-buru menambahkan penghujung  2020, pengerjaan underpass itu belum 100 persen tuntas.  DPUTR masih harus melengkapi bagian di samping kanan dan kiri proyek underpass senilai Rp 5 miliar itu.

“Kelengkapan itu akan dibangun lagi tahun depan. Total pembangunan selesai tahun 2021,”ujarnya. Dalam pengamatan di lapangan, proyek pembangunan underpass dikerjakan CV Wijaya. Dalam plakat yang di pasang diperkirakan “mulut” trowongan kali pertama selama Pemkab Gresik itu, mulai dikerjakan 8 Juni hingga 4 Novmber 2020. Anggarannya Rp 4,23 miliar tepatnya Rp 4.237.457.072,27. 

Terpisah, Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan, pihaknya bersama Dishub Gresik telah melakukan dua kali simulasi untuk jalan alternatif selama proyek pembangunan underpass itu. Selama pengerjaan dilakukan pengalihan arus kendaraan. Kendaraan roda dua dan roda empat dari arah terminal Bunder menuju arah Gresik kota melalui jalan alternatif.

“‘Jalur anternatif itu melalui Jalan Sumatera depan perumahan Graha Kembangan Asri (GKA), melewati depan kampus UMG dan putar balik di Bundaran GKB,. Juga, kendaraan dari arah sebaliknya. Melalui jalur alternatif itu”ujarnya. Akan tetapi, kendaraan besar dari arah Surabaya langsung diarahkan menuju Jalan Mayjen Sungkono saat melintas di simpang empat Segoromadu Gresik. (*)

Proyek Underpass Pertama Gresik itu Mulai Dikerjakan Selengkapnya