Gus Yani Jenguk Anak Penderita Atresia Bilier, Apa pun Arahan Medis Pemkab Gresik akan Lakukan Pendampingan hingga Pengobatan Lanjutan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk bayi berinisial A.I di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Selasa, 30 Desember 2025. Bayi berusia 1 tahun diduga mengidap atresia bilier.

Atresia bilier adalah kelainan langka pada bayi baru lahir dimana saluran empedu (di dalam atau luar hati) tersumbat atau tidak berkembang normal, menghambat empedu dari hati ke usus. 

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah beserta jajaran Puskesmas Kepatihan, serta Camat Menganti Bagus Arif Jauh Hari. Kunjungan ini sebagai wujud dukungan sekaligus komitmen pemerintah Kabupaten Gresik untuk memastikan proses pengobatan dan pendampingan terus berjalan.

Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, informasi awal yang diterima berkaitan dengan kendala layanan Universal Health Coverage (UHC). Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa KTP orang tua anak IA masih tercatat sebagai warga kabupaten/kota tetangga.

“Pelayanan UHC di Gresik memang berbasis NIK warga Gresik. Namun yang paling penting adalah memastikan anak ini mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Saat ini, anak IA sudah dalam perawatan dan perhatian khusus di RSUD Dr. Soetomo Surabaya,” ujarnya.

Kondisi kesehatan anak IA, imbuhnya, memerlukan penanganan khusus dengan proses yang panjang dan bertahap. Pemerintah Kabupaten Gresik pun memastikan tetap hadir melakukan pengawalan dan pendampingan, meskipun secara administrasi anak IA bukan warga Gresik. Saat ini, perhatian difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi sebagai fondasi awal sebelum tindakan medis lanjutan dilakukan.

“Kami terus berkomunikasi dengan RSUD Dr. Soetomo. Proses pengobatan ini tidak singkat, sehingga perlu kesiapan fisik dan pendampingan berkelanjutan. Apa pun arahan medis berikutnya, termasuk jika nantinya diperlukan rujukan lanjutan ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, akan terus kami dukung,” tegas orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan anak IA dan memberikan dukungan moral kepada keluarga. Ia menegaskan bahwa persoalan kesehatan anak adalah persoalan kemanusiaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

“Di hadapan seorang anak yang sedang berjuang untuk hidup, tidak ada sekat wilayah. Yang ada adalah kewajiban untuk saling menguatkan dan memastikan harapan tetap menyala,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Gus Yani Jenguk Anak Penderita Atresia Bilier, Apa pun Arahan Medis Pemkab Gresik akan Lakukan Pendampingan hingga Pengobatan Lanjutan Selengkapnya

Yankes di RSUD Ibnu Sina Gresik Semakin Lengkap, Bupati Gresik Fandi Akhmad Resmikan Gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu 

GRESIK,1minute.id – Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ibnu Sina Gresik memilki gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu atau IPKT.  Layanan kesehatan atau yankes teranyar di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik itu pun semakin lengkap. Pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik semakin mudah dan nyaman. 

RSUD Ibnu Sina Gresik semakin memantapkan sebagai rumah sakit rujukan regional bagi masyarakat di Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan gedung IPKT RSUD Ibnu Sina Gresik ini pada Kamis, 25 Juli 2024.

“Peresmian Gedung IPKT ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Direktur Utama RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni.

“Kami berharap, dengan adanya fasilitas ini, penderita kanker tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan yang memadai. Ini adalah langkah dalam mewujudkan Gresik sebagai kota yang sehat dan peduli terhadap kesehatan warganya,” imbuh Ketua DPRD Gresik periode 2019-2020 itu.

Gus Yani melanjutkan, pembangunan gedung IPKT merupakan hasil dari sinergi antara RSUD Ibnu Sina bersama Pemkab Gresik dengan Kementerian Kesehatan RI. Untuk diketahui, IPKT di RSUD Ibnu Sina ini merupakan satu dari dua kota di Jawa mendapatkan DAK dari Kementerian Kesehatan RI berupa alat radioterapi dengan nilai Rp 50 Miliar.

“Ini diawali dari inisiatif Dirut RSUD Ibnu Sina, yang berkeinginan agar lahan kosong di kompleks RSUD Ibnu Sina bisa dimanfaatkan. Dengan begitu, maka RSUD Ibnu Sina dapat memberikan layanan lebih banyak kepada masyarakat. Dari sini, kita tindak lanjuti dengan melakukan komunikasi dengan Pak Menteri Kesehatan RI, tentang apa saja yang kita butuhkan. Saya sampaikan urgensi dan strategisnya posisi RSUD Ibnu Sina dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat wilayah Pantura,” ungkap orang nomor satu di Kabupaten berpenduduk 1,3 juta jiwa ini.

Selain menyiapkan tenaga medis yang mumpuni, RSUD Ibnu Sina juga tengah menjalin komunikasi terkait perzinan serta dengan BPJS Kesehatan terkait MoU. Dengan begitu, nantinya fasilitas IPKT ini akan bisa melayani pasien UHC (universal Health Coverage). UHC layanan kesehatan bagi masyarakat Gresik cukup membawa identitas kartu tanda penduduk elektronik alias e-KTP yang telah dinikmati sejak 1 Oktober 2022.

Ditempat sama, Wakil Bupati Aminatun Habibah menambahkan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar bagi masyarakat Gresik. Namun, adanya fasilitas kesehatan baru di RSUD Ibnu Sina ini diharapkan tetap diiringi dengan gaya hidup sehat oleh masyarakat.

“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Oleh karenanya, kami berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dengan menghadirkan instalasi yang terpadu dan berkualitas. Namun, kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan menjaga pola hidup sehat,” ujarnya.

IPKT di RSUD Ibnu Sina dirancang untuk memberikan pelayanan komprehensif mulai dari deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga rehabilitasi bagi pasien kanker. Dengan dukungan peralatan medis canggih dan tenaga medis profesional, diharapkan instalasi ini dapat memberikan layanan terbaik dan meningkatkan harapan hidup pasien kanker bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya.

Dirut RSUD Ibnu Sina dr Soni menjelaskan, penyakit kanker merupakan satu dari lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Dalam sepuluh tahun terakhir telah terjadi perubahan pola penyakit penyebab kematian tertinggi, dari yang dulunya penyakit menular menjadi penyakit tidak menular.

Data BPJS mulai  2017-2022 menunjukkan, angka penyebab kematian di Indonesia sebanyak 87% diakibatkan akibat penyakit tidak menular. Seiring dengan itu, data kematian pada 2023 di RSUD Ibnu Sina sebanyak 75,81% juga diakibatkan penyakit tidak menular. Khusus untuk penyakit kanker, data 2023 menunjukkan sebanyak 1.386 kasus tercatat masuk di RSUD Ibnu Sina.

“Kasus ini rata-rata kita rujuk ke Surabaya, dan antrinya kurang lebih 6 bulan. Insya Allah tahun ini kita bisa meresmikan gedung IPKT ini, SDM kita sudah siap dan alat-alat juga sudah siap. Perizinan akan kita selesaikan sehingga gedung ini bisa segera beroperasional penuh,” tegasnya. (yad)

Yankes di RSUD Ibnu Sina Gresik Semakin Lengkap, Bupati Gresik Fandi Akhmad Resmikan Gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu  Selengkapnya

BPJS Kesehatan Boyongan ke Gedung Baru, Ghufron Mukti : Dukung Kolaborasi Program UHC Pemkab Gresik 

GRESIK,1minute.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan boyongan ke gedung baru. Gedung baru yang megah berada di Jalan Raya Dr Wahidin Sudirohusodo atau dekat exit Tol Kebomas.

Failitas yang disediakan dalam gedung baru tersebut yaitu informasi alur pelayanan, tersedianya lima loket, petunjuk pengisian formulir, dan ada tempat duduk prioritas. Selain tidak membuat antrean yang menumpuk, bangunan ini sudah didesain untuk ramah anak dan lansia. 

Penjabat Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengapresiasi BPJS Kesehatan dalam melakukan adaptasi serta inovasi digitalisasi.

“Aplikasi Mobile JKN merupakan sebuah inovasi transformasi digital yang membuat masyarakat luas dapat memantau secara langsung terkait keaktifan, informasi lokasi fasilitas kesehatan, pendaftaran pelayanan, dan masih banyak lagi. Ini sudah transparan, sehingga masyarakat dapat memantau langsung,” ungkapnya saat peresmian gedung BPJS Gresik pada Senin, 3 Juni 2024.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani dalam sambutannya mengungkapkan, penerapan UHC di Gresik sudah stabil. Dijelaskan, UHC merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik yang bertujuan untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan. Program ini didesain untuk memiliki aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

“UHC di Gresik telah diresmikan pada 2022, kami terus melakukan inovasi dan evaluasi. Sosialisasi terus berjalan, hingga 2024 ini program UHC sudah matang dan stabil 100%. Tinggal bagaimana evaluasi data, apakah ada data yang pindah, supaya tidak ada data ganda,” kata Gus Yani.

Dikatakan, Pemkab Gresik tidak hanya memperluas UHC saja tetapi juga menambah fasilitas kesehatan di Gresik Selatan. Sehingga masyarakat dapat mengakses fasilitas tersebut dengan mudah.

“Kami menyambut baik, mengucapkan selamat dan sukses untuk BPJS Kesehatan. Mudah-mudahan terus dapat meningkatkan dan melakukan inovasi-inovasi digital sehingga pelayanan menjadi cepat,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menyatakan, gedung baru ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN. 

“Berdirinya Kantor BPJS Kesehatan Cabang Gresik ini merupakan wujud komitmen kami dalam memperluas layanan peserta. Dengan fasilitas yang memadai, BPJS Kesehatan diharapkan mampu memenuhi harapan masyarakat. Terutama layanan publik yang mudah, nyaman, cepat dan prima,” ungkap Ghufron.

Ghufron melanjutkan BPJS Kesehatan akan terus berkolaborasi mendukung program Universal Health Coverage atau UHC di Kabupaten Gresik. (yad)

BPJS Kesehatan Boyongan ke Gedung Baru, Ghufron Mukti : Dukung Kolaborasi Program UHC Pemkab Gresik  Selengkapnya

Wabup Gresik : Wujudkan Melayani dengan Hati, Melayani dengan Cinta Bukan Sekadar Slogan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bakal punya gawe besar. Yakni, merayakan HUT ke-49 Pemkab Gresik dan Hari lahir (Harlah) ke-539 Kota Gresik. Tema yang diusung adalah “Kolaborasi Dalam Pelayanan untuk Gresik baru Lebih Maju”. 

Sejumlah kegiatan telah dilakukan. Semuanya bermuara kepada perbaikan pelayanan kepada masyarakat. Diantaranya, pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) atau Puskesmas. Pelayanan dasar kesehatan menggunakan Universal Health Coverage (UHC) atau pelayanan kesehatan kepada warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik cukup dengan membawa kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) atau kartu keluarga (KK).

Namun, di sejumlah puskesmas dikabarkan masih terdapat keluhan terkait pelayanan kepada pasien UHC kurang ramah. Nah, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah terus mendorong tenaga kesehatan (nakes) atau perawat untuk memberikan pelayanan prima. Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu melakukan roadshow ke sejumlah puskesmas. Diantaranya, Puskesmas Kedamean pada Selasa, 7 Maret 2023.

Wabup berlatar pendidik itu, meminta kepada nakes dan paramedis slogan “Melayani dengan Hati, Melayani dengan Cinta” tidak sebatas jargon. Karena itu, Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah berikhtiar diinternalisasi dalam pelayanan kepada masyarakat. 

“Melayani dengan hati ini berarti kita melayani dengan sepenuh hati. Ini kaitannya dengan kesadaran panjenengan semua sejak awal yang memilih untuk terjun di bidang kemanusiaan. Perlu disadari juga bahwa di bidang kesehatan, masyarakat yang panjenengan hadapi ini adalah orang-orang yang sedang sakit. Orang yang sedang sakit itu susah tersenyum,” ungkap Bu Min di hadapan tenaga medis dan paramedis di Puskesmas Kedamean. 

Kegiatan yang dikemas dengan nama Pemantapan program UHC dan Peningkatan Mutu Kualitas Pelayanan Dasar FTKP ini diikuti oleh nakes dan paramedis dari dua puskesmas yakni Puskesmas Kedamean dan Puskesmas Slempit di Kecamatan Kedamean. Di Kecamatan Kedamean itu, tercatat ada peningkatan penggunaan UHC. 

Wabup menegaskan, ia bersama Bupati Gresik (Fandi Akhmad Yani) berharap tidak lagi mendengar adanya pelayanan yang kurang prima di puskesmas yang ada di Kabupaten Gresik. Ini karena kesehatan merupakan salah satu layanan dasar yang diperlukan bagi semua masyarakat.

“Maka dari itu, mari kita semua berdiskusi bersama. Panjenengan sampaikan apa saja keruwetan yang dihadapi. Kemudian bersama-sama kita urai keruwetan itu supaya tidak jadi ruwet,” tegasnya.

Selain itu, Bu Min juga memberikan apresiasi terkait inovasi-inovasi yang sudah dilakukan kedua puskesmas itu. Utamanya layanan hipnoterapi yang merupakan satu-satunya di antara puskesmas Kabupaten Gresik. Harapannya, inovasi ini bisa terus dilakukan dan tidak hanya sebatas seremoni belaka.

Terakhir, Wabup menyampaikan komitmennya bahwa program UHC ini masih akan terus dilakukan perbaikan dari waktu ke waktu. Selain itu, jangkauannya juga akan diperluas di kabupaten/kota tetangga. Harapannya, tentu saja adalah untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan secara mudah dan prima.

Kegiatan yang dikemas dengan nama pemantapan program UHC dan peningkatan mutu kualitas pelayanan dasar FTKP ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes)  Gresik dr. Mukhibatul Khusnah, Kepala Puskesmas Slempit dr. Yufidah, Kepala Puskesmas Kedamean Eko Hariyanto, Camat Kedamean Sukardi beserta jajaran Muspika Kedamean. (yad)

Wabup Gresik : Wujudkan Melayani dengan Hati, Melayani dengan Cinta Bukan Sekadar Slogan Selengkapnya

Program UHC Lahirkan Layanan Homecare di Puskesmas Benjeng dan Metatu 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berupaya melakukan meningkatkan pemanfaat program Universal Health Coverage (UHC). Program berobat cukup bawa kartu tanda penduduk elektronik atau kartu keluarga.

Puskesmas pun berlomba melakukan inovasi pelayanan untuk memudahkan dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Puskesmas Metatu dan Puskesmas Benjeng, misalnya. 

Dua Puskesmas di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik itu membuat terobosan pelayanan yakni homecare, konsultasi kesehatan via whatsapp, perawatan penderita diabetes, screening TBC, hingga jemput bola masalah stunting di sekolah. Inovasi ini akan semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Apalagi, virus positif itu menular ke puskesmas lainnya di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang berpenduduk 1,3 juta jiwa ini.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengingat kepada para tenaga medis dan para medis untuk terus mensosialisasi UHC kepada masyarakat. Ia pun mewanti-wanti jangan sampai muncul anggapan di masyarakat, bahwa adanya UHC justru mempersulit pelayanan kesehatan. 

“Kalau perlu nakes untuk turun ke masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Seperti yang dilakukan oleh nakes di puskesmas Benjeng dan Metatu ini,” puji Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah dalam pemantapan program UHC dan peningkatan mutu kualitas pelayanan dasar di Kecamatan Benjeng pada Kamis, 16 Februari 2023.

“Semua inovasi yang telah ditunjukkam tadi ini sangat luar biasa, tinggal pelaksanaannya saja. Saya titip pesan untuk terus berkelanjutan. Jadi semuanya benar-benar dilaksanakan untuk masyarakat,” tegas wabup berlatar pendidik itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah menambahkan di wilayah Benjeng mengalami peningkatan kepesertaan. Dari 27 ribu kepesertaan menjadi ke 31 ribu kepesertaan.

“Sehingga pelayanan baik homecare maupun pelayanan di Puskesmas, baik di Benjeng maupun Metatu terus ditingkatkan mutunya. Sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran dan manfaat Puskesmas di wilayah Benjeng,” harap dr Khusnah dalam kegiatan yang dihadiri oleh Camat Benjeng Siti Sulikah serta Kepala Puskesmas Metatu dr. Rosaria Asna Yunani bersama Kepala Puskesmas Benjeng drg. Novi Yuliawati itu. (yad)

Program UHC Lahirkan Layanan Homecare di Puskesmas Benjeng dan Metatu  Selengkapnya

UHC Mencapai 99,65 Persen, Bupati Gresik: Psikologis Orang Sakit Tdak Sabar, Niati Pelayanan Penuh Keikhlasan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik  melakukan pemantapan program Universal Health Coverage (UHC). Program jaminan kesehatan masyarakat Gresik telah menca cakupan sebanyak 99,65 persen sejak dilaunching pada Oktober 2022.

“Prinsipnya, kita berani memulai sesuatu yang baru itu sudah jempol. Tinggal bagaimana kita mengevaluasi apa yang salah, apa yang kurang kita perbaiki bersama-sama,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat bertemu dengan seluruh ekosistem kesehatan pada Fasilitias Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) wilayah Kecamatan Manyar pada Kamis, 26 Januari 2023.

Menurut Gus Yani, begitu Bupati Fandi Akhmad Yani kerap disapa, dengan adanya UHC ini program pelayanan jaminan kesehatan di Kabupaten Gresik menjadi tuntas. Pemantapan ini, menurutnya, juga harus dibarengi dengan peningkatan mutu kualitas pelayanan dasar.

Gus Yani berharap, dalam pelayanan kepada masyarakat sudah tidak ada lagi pelayanan yang kurang ramah, cemberut, atau kurang simpatik. “Ini harus benar-benar tidak ada lagi. Karena panjenengan semua ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Harus diingat bahwa secara psikologis, orang yang sakit itu cenderung tidak sabar. Jadi harus diniati pelayanan ini penuh keikhlasan,” tegas Gus Yani.

Orang nomor satu di Kabupaten Gresik ini juga menegaskan akan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak dalam penyempurnaan program UHC. Contohnya dalam permasalahan BPJS bagi tenaga kerja, Gus Yani mengungkapkan agar dilakukan koordinasi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk ditemukan solusi.

Contoh lain menurut Gus Yani adalah, penyelarasan data kependudukan tiap-tiap wilayah yang bisa dilakukan oleh pemerintah desa sehingga bisa memudahkan program UHC berjalan lancar. Rama, salah warga Gresik yang telah menikmati program jaminan kesehatan (UHC) itu. 

Remaja 16 tahun menangis karena menahan sakit setelah terjatuh di rumah. Rama dibawa oleh orang tuanya  ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Ia hanya berbekal kartu induk anak (KIA) dan Kartu Keluarga (KK).
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dokter rumah sakit milik Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik itu memutuskan untuk melakukan operasi karena tulang yang patah. Proses operasi hingga obat diberikan secara gratis. Rama, satu dari ratusan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menikmati program 

Universal Health Coverage (UHC). 

Tahun ini, duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Bupati dan Wakil Bupati Gresik itu menganggarkan salah satu program Nawa Karsa itu sebesar Rp 100 miliar. 

Sementara itu, Kadinkes Gresik dr. Mukhibatul Khusnah, inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas di Kabupaten Gresik ini banyak dan menyentuh permasalahan kesehatan di masyarakat. Salah satunya adalah penurunan angka stunting serta kematian ibu dan bayi.

Tak hanya membahas masalah UHC, dalam kesempatan ini ditampilkan juga berbagai kebolehan dari dokter dan perawat Puskesmas di Kecamatan Manyar. Momen haru terasa kala dipertunjukkan berbagai kebolehan dari anak-anak berkebutuhan khusus dari Puskesmas Sukomulyo. 

Di Puskesmas Sukomulyo memiliki pelayanan khusus bagi anak-anak spesial. Inovasi pelayanan tersebut juga mendapatkan apresiasi tinggi dari Gus Yani. “Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong kesetaraan. Dan kedepan harapannya seluruh Puskesmas di Kabupaten Gresik memiliki pelayanan sama seperti yang ada di Puskesmas Sukomulyo ini,” pungkasnya. (yad)

UHC Mencapai 99,65 Persen, Bupati Gresik: Psikologis Orang Sakit Tdak Sabar, Niati Pelayanan Penuh Keikhlasan Selengkapnya

Wabup Gresik : Nakes Tidak Boleh Bedakan Status Pasien, Utamakan 3S atau Mundur

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memperbaiki pelayanan program Universal Health Coverage (UHC). Salah satu program Nawa Karsa, Bupati-Wakil Bupati, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah yang dilaunching pada September 2022 lalu.

Program pelayanan kesehatan gratis bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik cukup menggunakan nomor induk kependudukan (NIK). Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, bidang kesehatan, salah satu bidang yang paling banyak disorot oleh masyarakat. 

Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah meminta agar Puskesmas bisa terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Apalagi dengan sudah berjalannya program Universal Health Coverage (UHC). Bu Min berharap puskesmas bisa memanfaatkan secara maksimal untuk masyarakat.

“Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat harus memberikan pelayanan paripurna,” kata Bu Min di dampingi Kepala Dinas  Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah dalam kunjungan kerja dalam rangka pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Puskesmas Menganti pada Selasa, 17 Januari 2022. 

Pembinaan kepada tenaga kesehatan (nakes) ini diikuti oleh Kepala Puskesmas Menganti Estu Tanjungsari dan Kepala Puskesmas Kepatihan Herlyati Nur Hidayati serta tenaga medis, paramedis, analis kesehatan dan apoteker ini, Bu Min melanjutkan program UHC sudah berjalan kurang lebih tiga bulan, masih banyak kendala yang ditemui di lapangan. Ia berharap kendala yang muncul secepatnya bisa mendapatkan solusi.

Bu Min mengingatkan kepada para nakes dalam memberikan pelayanan  kepada masyarakat tidak boleh membeda-bedakan fisik ataupun status masyarakat. Semuanya harus dilayani sama baiknya dengan mengutamakan 3S, yakni, senyum, sapa dan salam. 

“Sebagai nakes sekaligus ASN, kita harus sadar bahwa kita adalah pelayan masyarakat. Seperti sumpah panjenengan semua, untuk bersedia kapan pun dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga kalau dalam pelayanannya masih saja tidak ramah, sebaiknya mundur saja dari nakes,” tegas wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu. 

Bu Min menegaskan, arahan ini tidak hanya berlaku untuk puskesmas wilayah Menganti saja. Namun juga seluruh Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Gresik. Dalam kesempatan itu, terungkap sejumlah persoalan kerap membuat pelayanan tidak maksimal.

Diantaranya, warga datang ke tempat pelayanan tanpa membawa identitas diri. Selain itu, banyak bayi usia diatas tiga bulan tidak memiliki NIK karena belum tercatat di kartu keluarga (KK). Berdasarkan aturan bayi diatas 3 bulan tidak boleh menggunakan NIK orang tuanya. 

Menanggapi hal tersebut, Bu Min dan Kadinkes memberikan arahan untuk kasus semacam ini dilakukan pelayanan terlebih dahulu, sambil di catat datanya untuk di kroscek pada desa masing-masing. Namun, harapannya tentu masyarakat bisa lebih sadar tentang pentingnya memiliki dokumen kependudukan. Apalagi dengan berbagai kemudahan dalam mengurus dokumen tersebut.

“Akan kita sampaikan kepada kepala desa untuk bisa membantu mem follow up terkait dokumen kependudukan warganya. Sehingga kedepan, hal semacam ini tidak menghambat kinerja  panjenengan semua,” pungkas Bu Min. (yad)

Wabup Gresik : Nakes Tidak Boleh Bedakan Status Pasien, Utamakan 3S atau Mundur Selengkapnya

Kunker ke Kota Pahlawan, Bupati Gresik Bahas Kolaborasi Berobat Bawa KTP se- Surabaya Raya

 

GRESIK,1minute.id – Berobat cukup membawa kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) telah dinikmati warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sejak awal Oktober 2022 akan diperluas. Tidak hanya di Gresik. Nantinya, juga digunakan untuk berobat di  Surabaya Raya (Surabaya, Gresik dan Sidoarjo).

Untuk merealisasi rencana pelayanan kesehatan gratis itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan kunjungan kerja ke Kota Surabaya. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik disambut langsung oleh Walikota Surabaya Eri Cahyadi pada Rabu, 26 Oktober 2022.

Ada topik yang dibahas dalam pertemuan dua kepala daerah itu. Yakni, rencana kolaborasi program Universal Health Coverage (UHC) dan moda transportasi darat untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. 

Gus Yani mengatakan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Dengan adanya kebijakan terkait dengan UHC, maka masyarakat memperoleh jaminan kesehatan yang layak dan gratis. Di Kabupaten Gresik sendiri, pelayanan kesehatan berbasis UHC sudah terlaksana mulai awal Oktober 2022. Dan rencananya akan ada kerjasama di wilayah Surabaya Raya.

“Dengan terwujudnya kerjasama UHC ini nantinya masyarakat akan mendapat jaminan dan pelayanan kesehatan secara gratis wilayah Surabaya Raya tersebut. Jadi warga Gresik yang berobat ke Surabaya bisa berobat secara gratis, begitupun sebaliknya. Tinggal kita menunggu skema dan mekanisme yang akan dijalankan dengan melibatkan Dinkes serta BPJS untuk membahas hal ini,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Sejak awal Oktober 2022, warga Kota Santri Gresik membutuhkan pelayanan kesehatan 

cukup membawa e-KTP atau KK. Layanan yang mudah dan gratis bisa dinikmati di 32 puskesmas, 51 klinik, dan 10 dokter praktik mandiri sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sedangkan untuk fasilitas kesehatan tingkat rujukan, sudah disiapkan 2 rumah sakit pemerintah dan 17 rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Gresik. 

Selain rencana perluasan layanan kesehatan (yankes) itu, kunker juga membahas wacana tentang penyedia moda transportasi darat terpadu yang terintegrasi dengan Surabaya. 

Kemacetan lalu lintas juga menjadi persoalan sosial dan perlu adanya penanganan. Salah satu yang menjadi faktor adalah jumlah kendaraan bermotor milik pribadi. “Kedepan, dengan hadirnya moda transportasi terpadu diharapkan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan beralih ke mode transpotasi terpadu,”kata Gus Yani yang juga Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya ini. 

Moda transportasi terpadu ini diharapkan mampu mengatur arus penumpang sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. Masyarakat dapat bepergian sesuai dengan daerah tujuan dengan menggunakan transportasi massal dan bersifat estafet. “Sehingga Gresik dan Surabaya dapat terkoneksi dengan hadirnya moda transportasi terpadu ini,”imbuhnya. Namun, wacana ini, perlu adanya kajian yang matang sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mengurangi kemacetan di Kabupaten Gresik. (yad)

Kunker ke Kota Pahlawan, Bupati Gresik Bahas Kolaborasi Berobat Bawa KTP se- Surabaya Raya Selengkapnya

Bupati Gresik Lega, Yankes hanya Bawa e-KTP Bisa Langsung Dinikmati Warga

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Ibnu Sina Gresik pada Selasa, 4 Oktober 2022. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu untuk memastikan pelayanan kesehatan (yankes) kepada warga cukup membawa kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) atau kartu keluarga (KK) bisa dinikmati warga.

Program Gresik Sehati, salah satu visi-misi Nawa Karsa, Gresik baru itu telah dilaunching tadi pagi, Selasa, 4 Oktober 2022. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah langsung menuju instalasi gawat darurat (IGD). 

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani menghampiri seorang lelaki yang menunggu di bagian IGD. Lelaki belakang diketahui bernama Ahmad Khusaini, warga Jalan Sindujoyo, Gresik itu mengaku sedang menunggui anaknya, Satriyo Agung menjalani perawatan setelah jatuh dari sepeda motor. Semula Khusaini bingung. Sebab, anaknya tidak memiliki BPJS Kesehatan. “Tadi, Saya hanya bawa KTP,”cerita Khusaini kepada Bupati Fandi Akhmad Yani. 

“Saat ini putra Saya sudah dirawat dan menunggu untuk tindakan operasi besok,” ungkap Khusaini. Satriyo Agung, satu diantara puluhan pasien mendapatkan pelayanan “hanya” berbekal e-KTP atau KK. Program anyar, duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah yang baru di launching tadi pagi, Selasa, 4 Oktober 2022. 

Sidak Bupati Fandi Akhmad Yani ke RSUD Ibnu Sina untuk memastikan sistem penjaminan kesehatan secara menyeluruh atau Universal Health Coverage (UHC) sudah berjalan di lapangan. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pun lega.

“Kami Pemerintah Kabupaten Gresik bersama seluruh stakeholder yang ada, Alhamdulillah sudah bisa menjalankan UHC untuk memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gresik,”katanya. “Hanya dengan menggunakan KTP atau KK. Dan tentunya yang penting ketika mengakses layanan kesehatan bisa mudah dan gratis,” tegas Gus Yani.

Gus Yani juga menitip pesan bahwa UHC ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang kurang mampu, dan masyarakat yang mampu bisa tetap berkontribusi dengan melaksanakan BPJS secara mandiri dengan tujuan mambantu sesama.

“Ini menandakan bahwasanya, seluruh ekosistem kesehatan yang ada di Kabupaten Gresik kita libatkan. Tujuannya adalah sinergitas dan kolaborasi bersama-sama untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat dari desa hingga kota di Kabupaten Gresik,”terang Gus Yani.

“Kalaupun nanti ada klinik atau faskes yang belum masuk dalam daftar tersebut, maka kita dorong agar bisa masuk. Ada syarat dan ketentuan bagi faskes yang ingin ikut serta dalam pelaksanaan UHC, tinggal dilengkapi saja syarat standar faskes tersebut dan bisa koordinasi dengan Dinkes dan BPJS Kesehatan Gresik,”tambahnya.

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melaunching pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Gresik cukup dengan menggunakan e-KTP atau KK. 

Pasalnya, cakupan UHC Gresik sebanyak 1.266.334 jiwa. Artinya, Kabupaten Gresik sudah bisa menjangkau 98,56 % dari jumlah populasi jumlah penduduk Kabupaten Gresik saat ini. UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan secara menyeluruh untuk warga Gresik yang belum memiliki Kartu BPJS Kesehatan. 

Dengan cukup membawa e-KTP atau KK, masyarakat Kabupaten Gresik yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa terlayani pada 32 puskesmas, 51 klinik, dan 10 dokter praktik mandiri sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sedangkan untuk fasilitas kesehatan tingkat rujukan, sudah disiapkan 2 rumah sakit pemerintah dan 17 rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Gresik. (yad)

Bupati Gresik Lega, Yankes hanya Bawa e-KTP Bisa Langsung Dinikmati Warga Selengkapnya

UHC Capai 98,56 Persen, Kini, Warga Gresik Berobat Cukup Bawa e-KTP

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Kini, warga yang hendak berobat cukup membawa kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) atau kartu keluarga (KK). Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah mencapai sistem penjaminan kesehatan secara menyeluruh. Sistem yang dikenal dengan Universal Health Coverage (UHC) itu tercapai sejak Oktober 2022 ini.

Dengan cakupan UHC sebanyak 1.266.334 jiwa ini, Kabupaten Gresik sudah bisa menjangkau 98,56 % dari jumlah populasi jumlah penduduk Kabupaten Gresik saat ini. UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan secara menyeluruh untuk warga Gresik yang belum memiliki Kartu BPJS Kesehatan. 

Dengan cukup membawa e-KTP atau KK, masyarakat Kabupaten Gresik yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa terlayani pada 32 puskesmas, 51 klinik, dan 10 dokter praktik mandiri sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sedangkan untuk fasilitas kesehatan tingkat rujukan, sudah disiapkan 2 rumah sakit pemerintah dan 17 rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam keterangannya menjelaskan bahwa tercapainya UHC ini merupakan perwujudan program Nawa Karsa, yakni Gresik Sehati. “UHC bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Gresik dengan mudah dan cepat,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani saat launching UHC pada Selasa, 4 Oktober 2022.

Sebagai suatu program yang baru, mantan Ketua DPRD Gresik, menambahkan bahwa diperlukan adanya rasa optimis untuk menghadapi kendala-kendala yang mungkin nanti muncul. “Kendala itu pasti ada, pasti muncul. Tapi kita harus yakin dan optimis, apa yang menjadi persoalan itu kita urai bersama-sama. Kita tahu, saat ini masih mencakup 98,56 % masih ada 1,4 % masyarakat Gresik yang belum tercover. Nanti kita selesaikan pelan-pelan, yang penting kita mulai pelayanan kesehatan dengan mudah di tahun ini,” terangnya.

Bupati Fandi Akhmad Yani jmenegaskan bahwa UHC ini pada prinsipnya adalah, membantu orang yang terdaftar dalam BPJS. Oleh karenanya akan dilakukan mitigasi, untuk mereka yang mampu tetap bayar dan mereka yang kurang beruntung ekonominya akan ditanggung pemerintah. 

“Oleh karenanya saya minta kepada seluruh kepala desa, seluruh lurah yang hari ini hadir untuk menjadi agen pelopor. Sampaikan kepada seluruh masyarakat Gresik hingga ke pelosok, yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa menggunakan e-KTP atau KK. Jangan sampai masyarakat di Kabupaten Gresik tidak mendapatkan pelayanan karena kurang beruntung ekonominya,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Gresik Tutus Novita Dewi, menjelaskan bahwa UHC merupakan wujud nyata kehadiran Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memastikan kesehatan masyarakat Gresik. “Selanjutnya kami mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Gresik dapat menjadi penggerak untuk meningkatkan dukungan terhadap keberlangsungan program JKN. Dari cakupan 98,56 % , Pemda Gresik mengcover sekitar 30%. Ini cukup luar biasa kontribusi dari Pemda,”ujar Tutus. (yad)

UHC Capai 98,56 Persen, Kini, Warga Gresik Berobat Cukup Bawa e-KTP Selengkapnya