Perkuat Posko PPKM, Bupati Siapkan Layanan Refill Oksigen

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani akan memperkuat fungsi  Posko PPKM Darurat. Posko kalaborasi dengan badan dan lembaga amil zakat (BAZ/LAZ)  dilengkapi pelayan refill oksigen secara gratis.

“Pak Saya mau refill oksigen. Monggo! Gratis,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani dalam rapat koordinasi (rakor) penanangan Covid-19 di Posko PPKM Darurat di Kecamatan Cerme pada Kamis, 22 Juli 2021.

Rakor dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto , camat dan kepala desa dari Kecamatan Cerme, Benjeng, Duduksampeyan dan Balongpanggang. 

Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani melanjutkan, pihaknya saat ini sedang memesan peralatan untuk memindahkan oksigen ke tabung kosentrator untuk kebutuhan masyarakat. 

Selain itu, refill oksigen, pemkab Gresik juga berupaya untuk mendapatkan tabung oksigen dari sejumlah institusi. Pemkab juga menerima pinjaman tabung oksigen dari perusahaan industri maupun lembaga pendidikan kejuruan. “Jumlah tabungan oksigen terus bertambah,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Gerakan pengumpulan tabung oksigen diluncurkan oleh Gus Yani pada Senin lalu, 19 Juli 2021. Saat itu, partasipasi perusahaan dan lembaga pendidikan kejuraan bisa dihitung dengan jari baru terkumpul 50-an tabung oksigen. Tabung oksigen pinjaman itu sebagian besar berukuran 6 meter kubik (M³). “Jumlah tabung oksigen pinjaman terus bertambah. Satu atau dua setiap harinya,”kata Gus Yani. 

Tabung oksigen itu kemudian dilakukan pengisian selanjutkan di distribusikan untuk memperkuat pelayanan di puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kepada masyarakat.

KELUARGA PASIEN : Seorang dokter berdiskusi dj tenda posko.pelayanan di Puskesmas Kebomas pada Kamis,22 Juli 2021. (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Untuk menambah tempat tidur, Pemkab, mendirikan tenda dengan kapasitas 10 tempat tidur. Tabung oksigen hasil kalaborasi dunia industri dan lembaga pendidikan kejuruan itu distribusikan ke kecamatan tanggap darurat Covid-19. Ada lima puskesmas sebagai garda terdepan penanganangan Covid-19. Lima puskesmas itu, adalah Puskesmas Driyorejo, Menganti, Kebomas, Sidayu dan Ujungpangkah.

Sementara itu, dalam pengamatan 1minute.id sejumlah tenda pelayanan telah didirikan Pemkab di halaman puskesmas terisi pasien. Diantaranya, di puskesmas Kebomas. Sejumlah dokter dan paramedis memakai alat pelindung diri (APD) memberikan pelayan medis kepada seorang pasien. Pasien berjenis kelamin laki-laki berumur 31 tahun tinggal  di Desa Giri, Kecamatan Kebomas. Pasien masuk puskemas pada Rabu malam, 21 Juli 2021. Petugas sempat memberikan oksigen karena pasien sesak nafas.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mewanti-wanti kepada puskesmas darurat untuk tidak menolak pasien.”Penolakan akan membuat psikologi pasien down,”kata Bu Min di Posko PPKM Darurat di Kecamatan Kebomas.

Seperti diberitakan, untuk mengurangi keterisian tempat tidur di rumah sakit di Gresik, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meningkatkan status Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) menjadi rumah sakit lapangan untuk pasien ringan dan sedang. Sebelumnya hanya untuk pasien Covid-19 kategori ringan.

Lantai dua untuk pasien sedang dilengkapi dengan oksigen. Sedangkan, lantai tiga untuk pasien ringan. Total kapasitasnya 500 tempat tidur. Selain rumah sakit lapangan juga mendirikan lima denda perawatan di puskesmas. Harapannya, 17 rumah sakit rujukan bisa melayani pasien dan ibu hamil yang terkonfirmasi Covid-19. (yad)

Perkuat Posko PPKM, Bupati Siapkan Layanan Refill Oksigen Selengkapnya

Kapolres Gresik : Jamin Tidak Akan Periksa Kades yang Maksimalkan Refocusing DD untuk Penanganan Covid

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto meminta kepala desa untuk aktif mengerem persebaran corona virus disease 2019 (Covid-19). Menggelontorkan anggaran dana desa dan lebih cerigis kepada warga untuk mematuhi protokol kesehatan. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan para kepala desa (Kades) tidak perlu takut melakukan refocusing anggaran dana dana (DD). Sebab, undang-undang telah melonggarkan penggunaan DD minimal 8 persen. Maksimalkan refocusing penanganan Covid-19. 

“Mari kita jalankan amanah masing -masing. Negara hadir ditengah masyarakat. PPKM di desa tetap berjalan. Anggaran diberikan kelonggaran minimal 8 persen. Gunakan sesuai ketentuan akan terbebas,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam rapat koordinasi PPKM Level IV secara offlne di Posko PPKM Darurat Kecamatan Kebomas pada Kamis, 22 Juli 2021.

Rakor dipimpin oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini dihadiri Wabup Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817 Gresik, Camat dan Kepala Desa serta Lurah dari Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar, Alumnus Akpol 2001 itu menambahkan, pihaknya menjamin tidak akan dilakukan pemeriksaan bila untuk penanganan Covid-19 dengan benar. 

“Sebaliknya, kalau ada temuan tidak melakukan refocusing untuk penanganan Covid-19 perlu dipertanyakan. Akan kita lakukan pemeriksaan,” tegas mantan Kapolres Ponorogo itu. Penangan wabah Covid-19 perlu sinergitas. Gotong royong. Bahu membahu.  Pemkab Gresik berikhtiar sekuat tenaga untuk melakukan pencegahan persebaran dan peningkatan serta penguatan pelayanan kepada masyarakat dengan berbagai terobosan.

Pemkab menambah kapisitas tempat tidur di rumah sakit, puskesmas dan meningkatkan status Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) menjadi rumah sakit lapangan untuk pasien kategori ringan dan sedang. Berkalaborasi bersama Badan atau lembaga amil zakat (BAZ dan LAZ) mendirikan lima posko PPKM Darurat, merekrut relawan pemulasaran serta nakes. Semua yang dilakukan pemerintah itu untuk memperkuat bagian hulu.

Untuk bagian hilir diperlukan kalaborasi dengan kepala desa, lurah hingga ketua rukun tetangga. Kepala desa dan lurah sebagai ujung tombak terbawah atau di tingkat hilir agar benar-benar bisa menjalankan penanganan Covid di lingkup wilayahnya dengan baik. (yad)

Kapolres Gresik : Jamin Tidak Akan Periksa Kades yang Maksimalkan Refocusing DD untuk Penanganan Covid Selengkapnya

Gotong Royong, Lebih Berempati, Kurangi Persebaran Covid-19


GRESIK,1minute.id – Masa PPKM level IV memasuki hari kedua pada Kamis, 22 Juli 2021. Level yang diprediksi paling “pedas”.  Jumlah kasus baru lebih tinggi daripada kasus sembuh.  Di Jawa Timur merujuk data instagram @dinkesjatim tercatat penambahan kasus terkonfirmasi 3.859 terakumulasi menjadi 256.964 ;  sembuh bertambah 2.966 menjadi 291.877 dan meninggal bertambah 343 menjadi 17.550 pada Rabu, 21 Juli 2021. 

Forkopimda mengajak warga Kota Santri semakin erat bergandengan. Gotong royong. Bahu membahu untuk menekan persebaran dan vatalitas akibat pagebluk Corona yang memasuki tahun kedua ini.

Hal itu diungkapkan tiga pilar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik di Posko PPKM Darurat di Pendapa Kecamatan Kebomas. Bupati Gresiik Fandi Akhmad Yani, meminta para kepala desa atau lurah untuk lebih aktif melakukan monitoring terhadap warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman).  

“Minimal di telepon atau video call untuk menanyakan kondisi kesehatan,”ujar Bupati Fandi Akhmad Yani dalam pertemuan yang dihadiri Camat dan kepala desa di tiga Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar pada Kamis, 22 Juli 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani menceritakan pengalaman kerabatnya sedang isoman. Tidak orang yang mau mendekat. Padahal mereka perlu penguatan psikologis agar meningkatkan imun. “Minimal komunikasi, lakukan video call. Pasien isoman itu psikologi tidak baik. Karena zoom, video call bisa selamat karena psikologi senang,” tegasnya. Dengan komunikasi, imbuh Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, merasa mendapatkan perhatian dan pemerintah bisa mengetahui kebutuhan mereka. 

“Kalau butuh obat, desa membantu mengambilkan obat di puskesmas. Kalau butuh vitamin, APD bahkan kantong jenazah bisa menghubungi posko,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia melanjutkan, pemerintah akan terus menambah fasilitas yang ada di posko PPKM Darurat yang ada di lima tempat di Gresik.

FORKOPIMDA : Wabup Gresik Aminatun Habibah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto di Posko PPKM Darurat di Kecamatan Kebomas pada Kamis,22 Juli 2021 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Saat ini, pihaknya intensif berkomunikasi dengan perusahaan untuk menambah kebutuhan tabung oksigen. Harapannya, kebutuhan oksigen bisa dipenuhi di posko. “Pak saya mau refill, monggo! Semoga bisa segera teralisasi. Selain bantalan sosial yang telah disiapkan pemerintah,”tegasnya.

Selain itu, Gus Yani juga berharap desa terus melakukan sosialisasi kepada warganya untuk tetap mematuhi protokol kesehat. Sebab, semua upaya yang dilakukan Pemkab adalah dibagian hulu. Bagian hilir yakni ditingkat grassroot tidak tersentuh akan sia-sia. “Butuh peran desa, tidak bisa dewe-dewe,”tegas Gus Yani serius.

Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail  menegaskan kembali keinginan bupati Fandi Akhmad Yani dengan meminta kepala desa dan lurah meningkatkan empati kepada warganya. Melakukan pendataan dan berkomunikasi dengan warga yang sakit.

Kejadian di kabupaten lain, kata Dandim, ada warga meninggal di rumah atau rumah sakit karena terlambat memberikan pertolongan.  “Semoga tidak sampai terjadi di Gresik,”pesan Letkol Inf Taufik Ismail.  “Ayo kurangi kematian, minimal butuh kemauan, keinginan untuk bertanya. Kalau ada kesulitan dirembuk barsama akan menjadi enteng,” imbuhnya.

Pertemuan offline ini juga dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, gotong royong dalam menekan perrsebaran Covid-19 bisa dilakukan oleh pemerintah desa. Diantaranya, melakukan refocusing anggaran dana desa untuk penanganan Covid-19. “Anggaran ada kelonggaran minimal 8 persen,”kata alumnus Akpol 2021. Dengan gotong royong diharapkan wabah corona bisa berakhir. (yad)

Gotong Royong, Lebih Berempati, Kurangi Persebaran Covid-19 Selengkapnya

Kakor Sabhara Polri Apresiasi Penerapan PPKM Darurat di Gresik

GRESIK,1minute.id – Kepala Korps Samapta Bhayangkara (Kakor Sabhara) Baharkam Polri Irjen Pol Nanang Avianto melakukan inspeksi pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Santri pada Rabu, 21 Juli 2021.

Kehadiran jenderal dua bintang itu Memastikan penanggulangan sebaran virus Covid-19 berjalan optimal. Ada sejumlah tempat yang dikunjungi  Tim Mabes Polri itu.

Diantaranya, pos penyekatan di Simpang empat Segeromadu ; Kampung Tangguh Semeru dan Posko PPKM Darurat di Desa Sukorejo ; Rumah Sakit Lapangan Gelora Joko Samudro (G-JOS). Semuanya di Kecamatan Kebomas dan Vaksinasi Center di Gedung Wahana Ekspresi Poaesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik.

Dalam kunjungan kerja itu, Irjen Pol Nanang Avianto didampingi Dirpotmas Brigjend Pol Edy Murbowo dan Kaden Perintis Sabhara Kombes Pol Henik Maryanto disambut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto , Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail serta Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifuddin Ghozali  terlihat puas kinerja tiga pilar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu.

Diantara yang dipuji oleh Kakor Sabhara Baharkam Polri Irjen Pol Nanang Avianto itu ada sinergitas, TNI , Polri dan Pemkab Gresik serta Posko PPKM Darurat di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas. 
Posko PPKM Darurat Desa Sukorejo, kata Irjen Nanang, cukup baik. “Saya lihat sudah sistem. Dan, sistem ini yang harus dioptimalkan agar segera keluar dari pandemi Covid-19,”kata Nanang. 

Irjen Pol Nanang juga mengapresiasi sinergitas tiga pilar memotori upaya penanganan Covid-19 Gresik. “Kalaborasi yang selama ini dibangun harus tetap dijaga dan ditingkatkan. Terlebih kebijakan PPKM Darurat sudah ditetapkan untuk diperpanjang hingga nanti 25 Juli 2021,”katanya.

Selain itu, jenderal dua bintang itu, berharap kesadaran masyarakat untuk mematuhi kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19. Semua ini ditempuh demi keselamatan masyarakat. “Empat Pilar sudah optimal, namun harus diimbangi kesadaran disiplin prokes dari masyarakat,”tandas Irjen Pol Nanang Avianto. (yad)

Kakor Sabhara Polri Apresiasi Penerapan PPKM Darurat di Gresik Selengkapnya

Srikandi Pemulasaran Gresik Tangguh, Anggap Amalan Sholehah

GRESIK,1minute.id – Puluhan relawan pemulasaran jenazah Gresik Tangguh mulai melakukan aktivitas kemanusiaan pada Rabu, 21 Juli 2021. Sebelumnya menjalankan misi kemanusiaan mereka berkumpul di kantor Bupati Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengukuhkan mereka. 

Meski wajah mereka ditutupi masker. Namun, mereka wajah tampak bersinar. Mereka seakan tidak ingin segera melakukan aksi kemanusiaan. Diantaranya,  Yulianti 49, dan Rahayu,  36. Mereka adalah dua diantara lima srikandi pemulasaran jenazah Gresik Tangguh itu. 

TIGA SRIKANDI PEMULASARAN : (ki-ka) Yulianti, Rahayu dan srikandi pemulasaran jenazah Covid-19 Gresik pada Rabu,21 Juli 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Siapa mereka? Rahayu adalah ibu rumah tangga. Tinggal di Jalan Gubernur Suryo, Gresik. Ibu dua anak ini terpanggil untuk menjadi relawan pemulasaran untuk membantu pemerintah. “Ini kemauan saya sendiri. Tentu restu dari suami dan anak-anak.  Semoga bisa menjadi amal baik kelak di akhirat,”kata Rahayu dengan semangat. 

Yulianti, setali tiga uang dengan Rahayu. Nenek satu cucu berumur 49 tahun ini bergabung karena panggilan hati nurani. Perempuan berhijab ini mengaku sebelum pagebluk corona virus disease 2019 (Covid-19) adalah petugas pemulasaran jenazah di kawasan Kompleks Perumahan Pondok Permata Suci (PPS) di Desa Suci,  Kecamatan Manyar, Gresik. 

Pagebluk corona memasuki tahun kedua membuat Yulianti tidak bisa mengabdi memandikan jenazah. “Karena saya tidak memiliki APD (alat pelindung diri),”katanya.  Selama setahun Yulianti berfikir bagaimana bisa mengamalkan ilmu dan pengetahuan tentang pemulasaran jenazah.  “Saya merasa rugi, punya pengetahuan dan keahlian tapi tidak bisa mengaplikasikan karena tidak punya APD,”katanya. 

Ketika Pemkab Gresik membuka pendaftaran perempuan berkacamata itu langsung bergabung. Namun, keinginan Yulianti mendapat penolakan dari anaknya. Sebab,  ia memiliki anak bayi tinggal serumah dengan Yulianti di Kompleks Perumahan PPS Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. 

Yulianti memahami keinginan anaknya itu. “Mereka melarang Saya karena sayang dengan ibunya,”katanya.  Namun, pendekatan dari hati ke hati, suami dan tiga anaknya menyetujui. Mereka memahami pemulasaran jenazah adalah dunia pengabdian ibunya. 

“Saya katakan pada anak,  ini ada adalah hidupnya ibu. Ibu butuh amalan, bekal kepada Allah. Kalian boleh tidak mengizinkan ibu karena sayang.  Tapi yang menentukan sakit semua Allah. Meskipun kita tidak mati karena Covid-19, karena setiap orang hidup pasti akan mati. Akhirnya kemantapan Saya,  suami, dan anak-anak kemudian menyetujui.Bismilah,”tegas Yulianti dengan mata berkaca-kaca karena haru dan senang. 

Yulianti, begitu mantap mengamalkan ilmu dan pengetahuan karena pemerintah memberikan fasilitas keamanan yang sangat baik.Alat pelindung diri hingga kesehatan mendapatkan perhatian.  “Disini difasilitasi peralatan lengkap.Sehingga dengan mantap meneruskan perjuangan Saya bagi yang membutuhkan. Apa yang saya mampu lakukan,”tegasnya. 

Ada pengalaman menarik Yulianti ketika melakukan pemulasaran jenazah di awal pegebluk corona. Ada jenazah perempuan meninggal. Almarhumah ketika masih hidup enggan melakukan swab. Masyarakat ketakutan. “Saya terpanggil menolong meski tanpa APD. Dan, Alhamdulillah saya tetap diberikan kesehatan,”katanya. (yad) 

Srikandi Pemulasaran Gresik Tangguh, Anggap Amalan Sholehah Selengkapnya

Bupati Kukuhkan Relawan Pemulasaran Jenazah, Tugas Kemanusiaan di Enam Rumah Sakit


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melaunching Pengukuhan Relawan Pemulasaran Jenazah pada Rabu, 21 Juli 2021. Pengukuhan arek-arek Gresik Tangguh itu dipusatkan di halaman Kantor Bupati Gresik.

Puluhan aktivis kemanusiaan itu akan ditempatkan di enam rumah sakit rujukan pemulasaran jenazah Covid-19 tersebar di enam rumah sakit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Enam rumah sakit adalah RS Randegansari, Kecamatan Driyorejo ; Rumah Sakit Wates Tanjung (Balongpanggang) ; RS Petrokimia Gresik ;  Rumah Sakit Semen Gresik ; RSUD Ibnu Sina Gresik dan RS PKU Muhammadiyah Sekapuk (Ujungpangkah).

BAHU-MEMBAHU : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan koordinator relawan Pemulasaran Jenazah Thoriqi Fajerin di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 21 Juli 2021 (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, ada seratus orang yang mendaftar sebagai relawan pemulasaran jenazah Covid-19. Ekspektasi mereka mau bergabung patut mendapatkan apreasiasi. Namun, tidak semua relawan bisa bergabung. Setelah melalui sekering kesehatan yang dinyatakan memenuhi kesehatan sebanyak 61 orang. 

“Sekerining dilakukan untuk memastikan mereka ada orang-orang sehat,”ujar Bupati Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Arodawanti, dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Launching  juga dihadiri Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, Kadinkes Gresik drg Syaifuddin Ghozali dan Koordinator Relawan Pemulasaran Thoriqi Fajerin.

SRIKANDI : Wabup Gresik Aminatun Habibah dalam pengukuhan relawan pemulasaran di Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 21 Juli 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani menambahkan, relawan pemulasaran jenazah ini akan melaksanakan aktivitas kemanusiaan akan ditempatkan di enam rumah sakit rujukan pemulasaran. Dalam beraktivitas membantu pemulasaran, mereka dibagi menjadi tiga sif. Yakni, pagi , siang dan malam. Setiap sif beranggotakan tiga orang. “Setiap pekan libur 2 hari. Dan setiap 3 hari para relawan ini akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Tes swab antigen. Kesehatan harus terjamin,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia menambahkan tidak tertutup kemungkinan relawan pemulasaran jenazah Covid-19 yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan, komunitas dan lainnya akan ditambah. “Akan dilakukan evaluasi. Ikhtiar ini menjadi amalan yang baik. Semoga Covid-19 segera berakhir,”harapnya. 

MOTIVASI : Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan motivasi kepada relawan pemulasaran jenazah di halaman Kantor Bupati pada Rabu, 21 Juli 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Koordinator Relawan Pemulasaran Jenazah, Gresik Tangguh berjumlah 61 orang akan langsung melakukan aktivitas kemanusiaan hari ini, Senin, 21 Juli 2021. “Dalam beraktivitas mereka dilengkapi APD (alat pelindung diri),”kata Kaji Riki-panggilan-Thoriqi Fajerin.

Rahayu dan Yulianti, srikandi pemulasaran jenazah mengatakan, dirinya terpanggil turut membantu pemerintah dalam mempercepat proses pemulasaran jenazah. “Tugas kemanusiaan ini  kami sudah mendapatkan persetujuan keluarga,”kata Rahayu yang tinggal di Jalan Sindujoyo, Gresik itu. (yad)

Bupati Kukuhkan Relawan Pemulasaran Jenazah, Tugas Kemanusiaan di Enam Rumah Sakit Selengkapnya

JIIPE Peduli dan Berbagi Hewan Kurban untuk Masyarakat


GRESIK,1minute.id – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, Kawasan Industri JIIPE menyerahkan bantuan hewan kurban 3 ekor sapi dan 18 ekor kambing kepada masyarakat sekitar pada Selasa, 20 Juli 2021.

Bantuan Corporate Social Resposibility (CSR) itu diserahkan melalui Pemerintahan Desa masing-masing. Yakni, masyarakat di wilayah Desa Manyarejo ;  Manyarsidomukti; Manyarsidorukun; Banyuwangi dan Karangrejo. Berikutnya, Desa Bedanten ;  Kramat ; Tanjung Widoro serta Watuagung.

Sebagian juga ada yang diberikan langsung ke Masjid, Musala serta lembaga sosila sekitar Kawasan JIIPE yang masuk dalam Ring 1 dan Ring 2.  Sedangkan untuk masyarakat Ring 3 CSR JIIPE bantuan dberikan melalui Masjid Inabah Kantor Pemda Gresik. 

Kegiatan bakti sosial program  CSR Java Integrated Industrial and Port Estate ( JIIPE)  ini dilaksanakan bersama antara Pengelola Kawasan dengan perusahaan industri dalam Kawasan JIIPE. 

Untuk tahun ini Sharing Program antara PT. Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku Pengembang dan Pengelola JIIPE, PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) selaku Pengelola Pelabuhan JIIPE dan PT. Clariant Adsorbents Indonesia (CAI), salah satu perusahaan industri dalam Kawasan JIIPE.

Direktur HR & GA PT BKMS Henri Handoko mengatakan, kegiatan membagi hewan kurban adalah bentuk dari kepedulian sosial perusahaan dan karyawan yang ingin berbagai kepada masyarakat disekitar kawasan JIIPE. “Kegiatan ini juga sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kami, selama kondisi pandemi Covid ini perusahan dapat bertahan dan semoga dapat melawati masa sulit ini,”kata Henri Handoko dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Selasa, 20 Juli 2021.

Detiap tahunnya proposal yang masuk ke perusahaan cukup banyak menjelang pelaksanaan ibadah kurban baik dari panitia masjid, musala, pemerintahan desa serta lembaga sosial lainnya. “Namun kami belum dapat memberikan sesuai proposal yang masuk sehingga kami lebih memprioritaskan masyarakat dilingkungan sekitar kawasan dulu,”ujarnya.

Humas PT BMS Hasbi As Siddqi menyatakan melalui kegiatan CSR JIIPE, dimana salah satunya adalah pemberian bantuan hewan kurban untuk masyarakat sekitar kawasan dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya dan mempererat jalinan komunikasi antara masyarakat Industri dengan masyarakat sekitar kawasan. 

“Sehingga kami berharap dengan dukungan semua pihak pembangunan Kawasan Industri JIIPE dapat cepat berkembang dan secepatnya dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan Gresik khususnya masyarakat sekitar Kawasan JIIPE,”kata Hasbi.

Manager ComDev/CSR PT BKMS Mifti Haris berharap kegiatan CSR JIIPE Peduli dan Berbagi selanjutnya dapat mengajak lebih banyak perusahaan Industri untuk bersama sama dalam program CSR JIIPE Peduli sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar Kawasan. 

“Terlebih saat ini banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi dan kesehatan pada masa pandemi Covid-19. Kami  mengharapkan doa dan dukungan dari semua pihak agar pandemi Covid ini segara berlalu,  sehingga pembangunan Kawasan JIIPE lancar dan segera banyak investor untuk berinvestasi di JIIPE yang pada akhirnya dapat berperan lebih banyak dalam kegiatan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan,”harap Mifti. (yad)

JIIPE Peduli dan Berbagi Hewan Kurban untuk Masyarakat Selengkapnya

PPKM Darurat Diperpanjang hingga 25 Juli


GRESIK,1minute.id – Pemerintah memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat hingga 25 Juli 2021. “Jika tren kasus terus mengalami penurunan maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap,”kata Presiden Joko Widodo dalam siaran pers melalui saluran YouTube Sekretariat Negara pada Selasa malam, 20 Juli 2021.

Presiden Jokowi mengatakan, PPKM Darurat terlihat dari data penambahan kasus dan kepenuhan bed rumah sakit mengalami penurunan. Kita selalu memantau memahami dinamika di lapangan dan juga mendengar suara-suara masyarakat yang terdampak dari PPKN.

“Karena itu jika tren kasus terus mengalami penurunan maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen,”kata mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah itu. 

Peraturannya, imbuh Jokowi, akan ditetapkan oleh pemerintah daerah.  Pedagang kaki lima toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha kecil lainnya yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00. Pengaturannya teknisnya akan diatur oleh pemerintah daerah.

Rumah makan buka sampai pukul 21.00 dan maksimal waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit.  Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal baik di pemerintahan maupun swasta serta terkait dengan protokol perjalanan akan dijelaskan secara terpisah. 

“Saya minta kita semuanya bisa bekerjasama bahu-membahu untuk melaksanakan PPKN ini dengan harapan kasus akan segera turun dan tekanan pada rumah sakit juga menurun. Untuk itu kita semua harus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan,”harap Presiden Jokowi.

Melakukan isolasi terhadap yang bergejala dan memberikan pengobatan sedini mungkin. Terus mau bagikan paket 4 gratis untuk OTG dan yang bergejala ringan yang direncanakan sejumlah 2 juta paket obat.

Bagaimana bantuan untuk masyarakat yang terdampak? Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp 55,21 Triliun. Yakni, berupa bantuan tunai, kemudian PKH juga bantuan sembako, bantuan kuota internet dan subsidi listrik diteruskan pemerintah, juga memberikan insentif untuk usaha mikro.

“Saya sudah memerintahkan kepada para menteri terkait untuk segera menyalurkan Bansos tersebut kepada warga masyarakat yang berhak,”katanya.

Presiden Jokowi mengajak semua stakeholder bersatu melawan Covid-19. “Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat seluruh komponen bangsa untuk bersatu melawan Covid- 19 ini. Memang ini situasi yang sangat berat tetapi dengan usaha keras kita bersama Insya Allah kita bisa segera terbebas dari Covid-19 dan kegiatan sosial kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali normal terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,”kata Jokowi. (yad)

PPKM Darurat Diperpanjang hingga 25 Juli Selengkapnya

Pabrik Pengolahan Minyak Ludes Diamuk Si Jago Merah, Asap Hitam Terlihat sampai Radius 300 Meter


GRESIK,1minute.id – Pabrik pengolahan minyak kelapa, PT Sionchem Global Indo ( SGI) terbakar pada Selasa, 20 Juli 2021. Kebakaran itu nyaris meruntuhkan seluruh bangunan pabrik berlokasi di Jalan Raya Kedamaean nomor 99, Kecamatan Kadamean, Gresik itu. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang diduga akibat korsleting itu. 

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 10.30 asap muncul dari bagian gudang bahan baku pengolahan minyak. Ada nyebut bahan baku berupa kopra. Asap hitam membumbung tinggi hingga terlihat sampai radius 300 meteran. 

Sugeng, Kepala Regu Keamanan pabrik itu bergegas menuju lokasi asap. Sebab, pabrik  sedang tidak produksi. Libur nasional, Hari Raya Idul Adha. Namun, Sugeng mengurungkan niat mendekati gudang bahan baku itu. Pasalnya dari jarak 100 meter hawa disekitar gudang sangat panas karena lidah api semakin besar.  Sugeng kemudian meminta bantuan PMK Gresik. 

Sekitar pukul 11.00, delapan unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Pemkab Gresik tiba di lokasi kejadian. Amuk si jago merah merembet ke bagian mesin pengolahan minyak. Tempat produksi. Sejumlah mesin pabrik hangus terbakar. Atap baja pabrik runtuh karena tidak kuat menahan panas. 

Petugas Damkar sempat kesulitan untuk memadamkan api. Sebab, tiuapan angin serta tumpukan bahan baku kopra membuat si jago cepat membesar. Butuh waktu 4 jam, korp dengan tagline “Pantang Pulang Sebelum Padam” itu akhirnya menguasai amuk si jago merah di pabrik milk Andik Sasongko itu.

ASAP HITAM PEKAT : Pabrik pengolahan minyak PT SGI terbakar pada Selasa, 20 Juli 2021 ( Foto : ist)

Kepala UPT  Pemadaman Kebakaran Gresik Eka Prapangasta dikonfirmasi membenarkan peristiwa kebakaran pabrik pengolahan minyak itu. “Ini anggota masih melakukan pemadaman,”kata Eka dikonfirmasi sekitar pukul 14.00. 

Sebenarnya, imbuh Eka, api sudah sempat padam. Namun, kembali membara. “Sekarang tahap pembasahan dan memastikan tidak ada api dalam tumpukan bahan baku,”kata Eka dikonfirmasi melalui selulernya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebutKerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah  karena seluruh isi gudang bahan baku ludes terbakar dan mesin penggilingan kopra ikut ludes terbakar. (yad)

Pabrik Pengolahan Minyak Ludes Diamuk Si Jago Merah, Asap Hitam Terlihat sampai Radius 300 Meter Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelontor Hewan Kurban Senilai Rp 682 Juta


GRESIK,1minute.id – Menyambut Hari Raya Idul Adha, Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyalurkan hewan kurban berupa 12 ekor sapi dan 95 ekor kambing sejumlah takmir Masjid, Musala dan masyarakat pada Selasa, 20 Juli 2021.

Hewan kurban senilai Rp 682 juta diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo kepada Ketua Takmir Masjid Nurul Jannah Rohmad.

Dwi Satriyo menjelaskan penyerahan hewan kurban ini merupakan bagian dari program Petrokimia Gresik Peduli & Berbagi yang menjadi agenda rutin perusahaan setiap Hari Raya Idul Adha. Kegiatan ini menjadi wujud syukur Petrokimia Gresik atas dukungan masyarakat terhadap perusahaan sehingga mampu memenuhi target-target, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Untuk itu saya berharap, masyarakat terus memberikan dukungannya kepada Petrokimia Gresik sehingga perusahaan dapat memberikan lebih banyak manfaat,”tandasnya dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Selasa, 20 Juli 2021. 

Lebih lanjut Dwi Satriyo menambahkan, kurban tahun ini semakin penting mengingat saat ini kita juga menghadapi pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sehingga menjaga imun melalui konsumsi makanan bergizi menjadi prioritas di tengah lonjakan kasus Covid-19 saat ini.

“Idul kurban tahun ini tidak hanya mengajarkan keikhlasan berkurban bagi diri kita, tapi juga menjadi wujud kepedulian sesama muslim untuk menjaga imun melalui konsumsi makanan bergizi di tengah pandemi,”imbuh Dwi Satriyo.

Adapun 12 sapi kurban Petrokimia Gresik didistribusikan untuk Masjid Maslakhul Hidayah di Kekurahan Ngipik ;  Masjid Nurul Huda (Kel. Karangturi), Masjid Hidayatur Rohman (Kel. Karangpoh), Bale Pesusukan (Kel. Lumpur) dan Masjid Nurul Huda (Desa Roomo).

Kemudian Masjid Desa Trepan (dekat Pengolahan Air Babat-Lamongan), Masjid Nurul Huda (Pengolahan Air Gunungsari-Surabaya), Masjid Nurul Bahari (KSOP Gresik), dan Masjid Inabah (Pemkab Gresik).

Sedangkan, sebanyak 95 kambing kurban didistribusikan kepada masyarakat sekitar perusahaan melalui masyarakat, musala, bale masyarakat, Rukun Tetangga (RT), sekolah, kelurahan, dan organisasi kemasyarakatan. “Ini merupakan bentuk sinergitas perusahaan dengan stakeholder dalam rangka memberikan manfaat bagi sekitar,”ujar Dwi Satriyo. (yad)

Petrokimia Gresik Gelontor Hewan Kurban Senilai Rp 682 Juta Selengkapnya