Aktivitas Bongkar Muat Anjlok Hingga 80 Persen. ABK dan TKBM Belum Sentuh Stimulus Pemerintah

GRESIK 1minute.id – Kapal layar motor (KLM) Salbach Sejahtera Raya sudah tiga sandar di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Gresik. Menunggu muatan. Penantian muatan sebanyak 900 ton itu belum juga terisi.

Hasanuddin, nakhoda KLM yang biasa mengangkut pupuk dan barang-barang kelontong itu mulai risau. “Sejak pandemi korona sangat sepi. Padahal sebelum korona paling lama sebulan muatan sudah terisi Selasa, 6 Oktober 2020.

Hasanuddin tidak sendirian. Di Pelabuhan Rakyat yang legendaris itu puluhan kapal antarpulau juga menunggu muatan. Meski, kapal-kapal kayu itu belum selama KLM Salbach Sejahtera Raya. KLM Salbach ini mengangkut pupuk dolomit. “Padahal waktu itu kami berangkat dari Kalimantan ke Gresik kosong. Sudah rugi solar 4 ton,”katanya dengan nada lirih.

Ketua DPC Pelra Gresik bersama Ketua DPD Pelra Jatim, Bali Saleh Wangen Sakib  melihat aktivitas bongkar muat barang di Dermaga Pelra Gresik, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Achmad, mandor buruh angkut pelabuhan menambahkan sepinya aktivitas bongkar muat barang membuat ratusan tenaga muat bongkar muat (TKBM) menganggur. Sebelum pandemi ada sebanyak 300-an TKBM mengais rezeki di pelabuhan. “Sekarang tinggal 50-an TKBM saja,”ungkapnya.

Mereka bekerja tidak menentu. “Kadang seminggu dua kali ada muatan barang. Sehari membawa pulang Rp 50 ribu sudah baik,”tegasnya. Kondisi buruh angkut semakin merana selama pandemi tidak pernah mendapatkan perhatian pemerintah. “Mereka selama pandemi ini tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, “tegas Achmad.

SEPI : Suasana dermaga Pelabuhan Rakyat yang sepi aktivitas bongkar muat barang l, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Sementara itu, Ketua DPD Pelra Jatim dan Bali Saleh Wangen Sakib dan DPC Pelra Gresik Ramli turun langsung melihat kondisi Pelabuhan Rakyat (Pelra) Gresik. Sekitar pukul 12.00 Saleh dan Ramli tiba di Dermaga Pelra yang terlihat lengang. Ada satu, dua truk barang yang beraktivitas bongkar barang jenis pupuk dolomit.

Ketua DPD Pelra Jatim dan Bali Saleh Wangen Sakib mengungkapkan kondisi ini sepi aktivitas ini memukul pengusaha Pelra. “Sungguh prihatin,”kata Saleh didampingi Ramli, Selasa 6 Oktober 2020. Sebab, aktivitas bongkar muat mengalami penurunan hingga kunjungan 80 persen. Selama pandemi ini, tambahnya, pemerintah menurunkan stimulus untuk masyarakat terdampak. 

“Harapan kami pemerintah memperhatikan nasib ABK yang mengalami kesulitan yang dialami pengusaha di pelabuhan ini. Dan, mereka belum mendapatkan stimulus dari pemerintah,”ujarnya. Ketua DPC Pelra Gresik Ramli menambahkan, anjloknya aktivitas sudah berlangsung delapan bulan terakhir. Sejak pandemi korona terjadi awal Maret 2020. Ramli tidak bisa memprediksi kapan korona berakhir. “Penurunan aktivitas turun 80 persen seharusnya pemerintah memperhatikan kondisi ABK di pelabuhan Gresik ini,”katanya. (*)

Aktivitas Bongkar Muat Anjlok Hingga 80 Persen. ABK dan TKBM Belum Sentuh Stimulus Pemerintah Selengkapnya

SIG Pasok Kebutuhan Semen Proyek Strategis Nasional, Tol Trans Sumatera

GRESIK, 1minute.id – Jalan Tol Trans Sumatera terlihat kokoh. PT Semen Indonesia Tbk (SIG) melalui unit usahanya PT Semen Padang dan PT Solusi Bangun Andalas memasok kebutuhan semen untuk pembangunan jalan Tol Trans Sumatera. Semen yang dipasok hingga September 2020 mencapai 1 juta ton.

Jalan tol yang dibangun menggunakan semen produk SIG diantaranya, ruas Kayu Agung-Palembang-Betung sepanjang 112 km ; Kisaran-Tebing Tinggi, Seksi 6 Padang-Pekanbaru, Pekanbaru-Bangkinang, Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,48 km ; serta Sigli-Banda Aceh sepanjang 74,2 km. 

Jalan tol Pekanbaru-Dumai, Riau telah diresmikan penggunaannya Presiden Joko Widodo, 25 September 2020. 
Senior Vice President of Sales SIG Rahman Kurniawan mengatakan, semen yang digunakan  untuk proyek pembangunan jalan Tol Trans Sumatera dipasok dari fasilitas SIG yang terdekat dari area pembangunan.

SIG, tambah Rahman, memiliki dua fasilitas produksi yakni PT Solusi Bangun Andalas di Aceh, serta PT Semen Padang di Sumatera Barat. “SIG juga memiliki fasilitas packing plant dan pelabuhan yang tersebar di seluruh Pulau Sumatera,”kata Rahman Kurniawan, Kamis 1 Oktober 2020.

Lebih lanjut, Rahman Kurniawan menjelaskan keberadaan pabrik semen, packing plant dan pelabuhan tersebut sangat membantu dalam kecepatan pengiriman serta ketersediaan pasokan, sehingga pembangunan jalan tol Trans Sumatera ini tidak terhambat.

TOL Trans Sumatera : SIG memasok semen untuk pembangunan jalan tol Trans Sumatera ( foto : Humas SIG)

Dia mencontohkan, pembangunan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya. “Kebutuhan semennya dikirim dari PT Solusi Bangun Andalas  dan PT Semen Padang melalui packing plant Malahayati, Aceh,”jelasnya. 

Sedangkan, untuk ruas seksi 6, Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 40 km, tambahnya, SIG bekerjasama dengan PT Wijaya Karya Beton, PT Brantas Abipraya dan PT Hakaaston. “Kebutuhan semen dipasok dari PT Semen Padang,”terang Rahman Kuniawan.

Rahman Kurniawan bersyukur produk SIG terus mendapat kepercayaan untuk pembangunan proyek strategis nasional (PSN). “SIG akan terus melakukan penjajakan kerjasama dengan berbagai perusahaan karya agar terus terlibat dalam pembangunan PSN lainnya,”pungkas Rahman Kurniawan. (*)

SIG Pasok Kebutuhan Semen Proyek Strategis Nasional, Tol Trans Sumatera Selengkapnya

Baja Impor Ancaman Produk Lokal

SURABAYA,1minute.id – Membanjirnyabaja impor menjadi ancaman serius program tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Pemerintah diminta mewaspadainya. Penegasan itu disampaikan Ketua BPD Gapensi Jatim Agus Gendroyono dalam keterangan pers, Rabu 30 September 2020.

Menurut Agus Gendroyono, pengusaha jasa konstruksi menyambut gembira peraturan pemerintah (PP) nomor 22 tahun 2020. Khususnya rencana  pemerintah meningkatkan TKDN. Karena itu, perlu mewaspadai membanjirnya produk baja dari Cina di pasar Indonesia. “Salah satu roh dari PP itu adalah optimalisasi penggunaan produk dalam negeri. Semua material konstruksi nantinya harus teregistrasi dalam sistem berdasarkan spesifikasi yang dikehendaki owners,”tegas Agus Gendroyono.

Penggunaan produk dalam negeri adalah momentum yang tepat guna recovery lesunya ekonomi paskapandemi. “Ini dibutuhkan semangat nasionalisme bersama. Di saat banjirnya produk asing di Indonesia dengan harga lebih murah dari pada produksi dalam negeri,”katanya.

Agus Gendroyono menambahkan, manufaktur di China mendapat banyak stimulus dari pemerintahannya. Selain tentunya tenaga kerja murah. Kebijakan itu perlu dilakukan pemerintah kepada produk baja di dalam negeri. “Untuk itu harus kita cari formula untuk mereduksi ongkos produksi dalam negeri dengan tentu saja harus ada stimulus dari pemerintah atau dalam skema lainya,”ujar pengusaha asal Jawa Timur ini.

Ia mencontohkan, rendahnya harga jual baja impor dimungkinkan karena banyaknya subsidi pemerintah dari negara pengekspor. Antara lain pengalihan kode tarif barang yang berimbas kepada perbedaan bea masuk.  “Padahal industri baja lokal memiliki kemampuan memenuhi volume dan standar kualitas yang dibutuhkan,”tegas Agus Gendroyono. Sampai kapan kita harus kalah bersaing dengan Cina. 

Agus Gendroyono berpendapat turunnya PP nomor 22 tahun 2020 harus jadi motivator para vendor untuk memperbesar penggunaan produksi dalam negeri. Sebagai upaya pemenuhan syarat registrasi material jasa konstruksi yang segera diintegrasikan oleh kementerian PUPR.

Ketua BPD Gapensi Jatim Agus Gendroyono

Agus Gendroyono melihat, dukungan terhadap PP di atas semakin kuat. Karena bila industri baja dalam negeri mati, maka akan semakin tergantung pada impor. Pihak luar akan dengan mudah mempermainkan harga. 

“Di sisi lain tenaga kerja regional akan kehilangan mata pencarian, sementara para tenaga ahli dan perusahaan industri baja kita juga akan kehilangan kesempatan menunjukkan kompetensi mereka dalam persaingan di tingkat global,”ungkapnya. 

Selain itu Agus Gendroyono mengungkap sinyalemen tentang baja impor yang dikapalkan sudah mendapat stempel SNI. Seakan-akan produk dalam negeri. Tapi kenyataannya adalah barang dari luar. 

Karena itu, Ia mengingatkan agar siapapun jangan mencuri peluang dari kesulitan melakukan pengawasan. Tanpa kejujuran semua pihak, maka upaya pemerintah menerbitkan PP ini akan sia-sia.

“Kalau dibiarkan kondisi ini tanpa ikut campur pemerintah, maka situasi yang amat dilematis akan dihadapi kita semua. Di satu sisi ekonomi dalam negeri akan lumpuh, daya beli masyarakat akan mengecil, PHK akan semakin banyak dan kita akan jadi negara konsumtif,” beber dia. 

Dalam kesempatan itu, Agus Gendroyono yakin terbitnya PP nomor 22 tahun 2020 bukan hanya memudahkan badan usaha jasa konstruksi Indonesia untuk bangkit kembali setelah sekian lama terjebak dalam pandemi yang tidak menentu ini. Akan tetapi menyalakan kembali api produksi barang dan jasa di dalam negeri.(*)

Baja Impor Ancaman Produk Lokal Selengkapnya

SIG Hijaukan Green Belt Semen Tuban dengan Tanam Anggur, Lengkeng dan Jeruk

TUBAN,1minute.id – Green belt PT Semen Tuban terlihat seperti kebun tanaman buah. Seperti, lengkeng, anggur dan jeruk. Buah-buahan itu tumbuh subur di area seluas satu hektare berlokasi di Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Budidaya tanaman produktif itu digagas PT Semen Indonesia Tbk (SIG) bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Tuban.

Budidaya tanaman ini melibatkan 50 petani green belt (sabuk hijau) setempat.
Kawan, salah satu petani green belt binaan SIG, mengaku senang bisa belajar menanam tiga jenis tanaman buah tersebut. Apalagi didampingi langsung tim dari Balitjestro yang datang ke Tuban tiap satu atau dua bulan sekali. 

“Perawatan tanaman buah ini memang agak rumit, tapi karena didampingi, ya lama-lama bisa juga,”kata Kawan sambil tersenyum. “Kami diajari mulai cara menanam, pemupukan, pendangiran, sampai panen nanti,”imbuhnya.

Peneliti Ahli Madya Balitjestro Kementerian Pertanian RI Anang Triwiratno mengatakan, SIG memiliki kekayaan alam luar biasa berupa tanah subur di lahan green belt dan kawasan tambang yang berpotensi untuk membudidayakan tanaman buah. 

SENYUM : Kawan, petani green belt binaan SIG.

Sejak 2019 kami bekerja sama dengan SIG dalam bentuk pendampingan teknologi inovatif, pengembangan tanaman berkelanjutan dengan memberikan 12 ribu bibit buah. Serta cara pembuatan demplot, pelatihan, pembinaan kelembagaan, dan asistensi pertanaman bagi petani green belt.

“Hingga saat ini tanaman yang di tanam oleh petani tumbuh dan berkembang dengan baik, bahkan ada yang diatas rata-rata,”kata Anang Triwiranto.

Anang Triwiratno berharap panen petani green belt berupa jeruk, anggur dan lengkeng dapat menjadi produk unggulan Kota Tuban. “Budidaya tanaman buah ini selain dapat meningkatkan produktifitas kawasan lahan tambang dan green belt juga dapat menambah penghasilan bagi para petani,”ujar Anang Triwiratno.

Sementara itu, General Manager of Mining & Raw Material SIG Musiran, mengatakan, setelah dilakukan penelitian, Tim Balitjestro menilai lahan green belt Pabrik Tuban cocok untuk ditanami jeruk, anggur dan lengkeng. 

Tiga jenis tanaman itu dipilih, tambah Musiran, karena masih jarang dibudidayakan di Tuban, terutama jeruk dan anggur. “Total yang telah ditanam di kawasan tambang sebanyak 10 ribu pohon yang tersebar di area green belt,”ujarnya.

“Sebagian lagi, ditanam di area demplot sebanyak 142 bibit anggur, yaitu jenis Jestro AG-86, Prabu Bestari, Jan Ethes SP1, dan Probolinggo Biru. Serta 60 bibit lengkeng jenis kateki, 127 bibit jeruk keprok Madura dan keprok tejakula,”jelas Musiran. (*)

SIG Hijaukan Green Belt Semen Tuban dengan Tanam Anggur, Lengkeng dan Jeruk Selengkapnya

Baru 5 Perusahaan Beroperasi. Lahan JIIPE Masih Sangat Luas.

JAVA Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) beroperasi sejak 2014. Dua kali Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan kawasan industri terpadu berlokasi di Kecamatan Manyar, Gresik itu. “Pertama datang meresmikan pelabuhan. Kedua, (Presiden Jokowi) meresmikan kawasan industrinya,”ujar Humas JIIPE Mifti Haris, Senin, 21 September 2020.

JIIPE berdiri diatas lahan seluas 1.700 hektare. Saat ini, baru 5 perusahaan yang beroperasi di JIIPE. “Rata-rata, perusahaan yang beroperasi memiliki luas 8 hektare sampai 10 hektare,”kata Mifti yang jabatan resminya, Community Development (Comdev) Manager JIIPE ini. Bila di rata-rata setiap industri membutuhkan lahan seluas 10 hektare, kawasan industri terintegrasi ini bisa menampung 170 perusahaan. Ribuan tenaga kerja bisa terserap di kawasan sedang diusulkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) ini. 

Industri teranyar bakal berdiri di kawasan JIIPE adalah perusahaan peleburan tembaga (smelter) milik PT Freeport McMoran, pemegang saham Feeport Indonesia. Mifti mengatakan, progress pembangunan smelter diatas lahan seluas 100 hektare ini mundur dari rencananya. Seharusnya, awal 2020 pembangunan konstruksi.

“Pematangan lahan sudah selesai.Tapi, tiba-tiba ada pandemi korona sehingga molor,”dalihnya. Melansir investor daily, proyek smelter di JIIPE ini didesain terintegrasi dengan fasilitas pemurnian anoda slime. Smelter tembaga dari proyek ini direncanakan berkapasitas 2 juta ton konsentrat.

Sementara kapasitas smelter anoda sline sebesar 6 ribu ton. Awalnya, Freeport Indonesia berkomitmen menyesaikan smelter ini paling lambat Desember 2023. (chusnul cahyadi/1minute.id)

Baru 5 Perusahaan Beroperasi. Lahan JIIPE Masih Sangat Luas. Selengkapnya

ForKot Menilai Kehadiran JIIPE, Belum Bisa Sejahterakan Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Puluhan aktivis lembaga swadaya masyarakat, forum kota (ForKot) menggelar unjukrasa di depan gerbang masuk JIIPE, Senin, 21 September 2020. 

Tuntutan mereka tetap sama dengan aksi sebelumnya. Menolak kawasan Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). Mempekerjakan seratus persen tenaga kerja dari masyarakat lokal. Serta, menyelesaikan persoalan sengkarut tanah hingga penanganan limbah industri.

Puluhan massa tiba di depan gerbang masuk kawasan JIIPE sekitar pukul 11.30. Mereka long march sekitar 300 meter dari lokasi pabrik di Kecamatan Manyar, Gresik itu. Meski hanya beberapa menit, aksi long march puluhan aktivis ForKot itu membuat lalu lintas di jalur Deandles di Pantai Utara Gresik macet. 

Kemacetan sepanjang satu kilometer dari arah Manyar menuju Bungah. Dan, sebaliknya Bungah ke Manyar. Di depan gerbang JIIPE sejumlah aktivitas melakukan orasi bergantian dengan di jaga ketat aparat keamanan. Tidak terlihat perwakilan kawasan menemui para pengunjuk rasa. 

ORASI : Koordinator unjuk rasa Haris S Faqih ketika berorasi di depan gerbang masuk JIIPE, Manyar, Gresik, 21 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Koordinator aksi Haris S. Faqih mengatakan, kehadiran JIIPE belum bisa menyejahterakan masyarakat sekitar. Bahkan, sebaliknya menyengsarakan. Persoalan pembebasan lahan belum kelar. Limbah industri juga ditengarai belum ditangani dengan baik.

“Sekarang JIIPE mengusulkan menjadi KEK yang hanya mengutungkan kapitalis,”tegas Haris dalam orasinya, Senin, 21 September 2020. ForKot, tambahnya, menolak rencana itu.  Sebab, pemberlakuan KEK itu menimbulkan efek negatif utamanya di masyarakat. “Konsep itu hanya menguntungkan asing dan kapitalis,”tegasnya.

Setelah puas berorasi massa membubarkan diri dengan long march menuju titik kumpul mereka sekitar 300 meter dari gerbang JIIPE.

BLOKADE : Massa ForKot ketika berorasi di bahu jalan Deandles, depan gerbang masuk JIIPE, Manyar, Gresik, Senin, 21 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Humas JIIPE Mifti Haris mengatakan, pihaknya sengaja tidak menemui massa karena sedang pandemi korono. “Mencegah kerumunan untuk menghindari munculnya klaster industri,”ujar Mifti di temui usai aksi massa di gerbang JIIPE.

Terkait keinginan manajamen kawasan mengusulkan sebagai KEK, Haris membenarkannya. Penetapan KEK itu, kata Haris, merupakan kewenangan pemerintah.

“Yang jelas banyak daerah ingin wilayahnya ditetapkan sebagai KEK,”ujarnya. JIIPE beroperasi sejak 2014. Berdiri diatas lahan seluas 1.700 hektare. Belum semua lahan yang dikuasi JIIPE itu mengantongi hak guna bangunan. (*)

ForKot Menilai Kehadiran JIIPE, Belum Bisa Sejahterakan Masyarakat Selengkapnya

SIG Gelontor Bantuan Rp 523 Juta untuk Pengembangan UMKM

TUBAN,1minute.id – Liek Setiadji semringah. Ketua kelompok budidaya ikan Prima Makmur itu mendapatkan bantuan modal untuk pengembangan usaha Rp 33 juta.

Bantuan dari PT Semen Indonesia Tbk itu untuk membuat empat kolam baru yang bisa mampu menampung 16 ribu ekor ikan lele. 
“Adanya program pemberdayaan SIG sangat membantu, karena selain permodalan usaha, kami juga dapat pendampingan dan kesempatan studi banding untuk belajar budidaya ikan lele yang baik dan benar,”kata Liek Setiadji, Jumat ,18 September 2020.

Bantuan PT Semen Indonesia itu bertujuan meningkatkan kemandirian dan pengembangan usaha para pelaku UMKM melalui pemberian bantuan modal dan pendampingan usaha. Salah satunya diberikan kepada kelompok budidaya ikan Prima Makmur, diketuai Liek Setiadji. Kelompok budidaya ikan Prima Makmur berlokasi di Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang tergabung dalam UMKM binaan SIG Klaster Perikanan.

Liek Setiadji mengaku bantuan itu membuat usaha semakin berkembang. Setahun, Liek kini bisa panen tiga kali setelah mengikuti program pemberdayaan dari SIG itu. Setiap panen mampu menghasilkan 1,4 ton ikan lele jenis Masamo atau 4,2 ton setahun. Bila harga ikan lele di pasaran Rp 15 ribu per kilogram kelompok budidaya ikan Prima Makmur meraup omzet Rp 63 juta per tahun.

“Tingginya permintaan ikan lele di wilayah Tuban, membawa berkah tersendiri bagi kelompok kami,”kata Liek sambil tersenyum.

Liek Setiadji, Ketua kelompok budidaya ikan Prima Makmur UMKM binaan SIG sedang melakukan pemanenan ikan. ( foto : humas SIG)

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban M Amenan, mengapresiasi langkah yang dilakukan SIG. Menurutnya, dengan adanya budidaya ikan oleh kelompok UMKM, dapat memberikan potensi usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja. Dan, tambahan penghasilan, sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan bagi masyarakat.

“Kami juga sangat mengapresiasi pendampingan teknis yang telah dilakukan oleh SIG kepada para UMKM, sehingga mereka paham tentang budidaya ikan lele ini. Kedepan kami juga berharap cakupan UMKM yang diberdayakan SIG semakin luas,”kata M Amenan.

Sementara itu, General Manager of CSR SIG Edy Saraya mengatakan, melihat potensi pasar yang sangat terbuka, SIG mendukung upaya UMKM mengembangkan usahanya. 

“Hingga saat ini perseroan telah melakukan pemberdayaan kepada 18 kelompok UMKM klaster perikanan dengan memberikankan bantuan Rp 523 juta serta pendampingan usaha. Adapun jenis usaha budidaya yang dilakukan pelaku UMKM diantaranya budidaya ikan lele, udang vaname dan ikan nila,”ujar Edy Saraya. (*)

SIG Gelontor Bantuan Rp 523 Juta untuk Pengembangan UMKM Selengkapnya

Stok Pupuk Bersubsidi Musim Tanam Okmar Aman. Gubernur Jatim Semringah

GRESIK, 1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke Petrokimia Gresik, Kamis, 17 September 2020. Kunjungan ke produsen pupuk solusi agroindustri berpusat di Gresik untuk memastikan ketersediaan pupuk menghadapi musim tanam Oktober 2020 – Maret 2021 (Okmar).

Gubernur Khofifah lega. Sebab, stok pupuk musim tanam Okmar khususnya di Jawa Timur aman. Sebelum melihat stok pupuk di gudang, Khofifah didampingi Direktur Utama (Dirut) PG Dwi Satriyo Annurogo secara simbolis menanam pohon di area Petrokimia Gresik sebagai simbol komitmen mewujudkan industri ramah lingkungan.
Menjelang musim tanam kedua , Oktober 2020.

Gubernur Khofifah meminta sejumlah kabupaten di Jatim untuk mempercepat masa tanam kedua guna mengantisipasi krisis pangan akibat kemarau panjang dan pandemi covid-19 yang belum juga mereda di paruh kedua tahun 2020 ini.

Khofifah meminta dukungan dari berbagai pihak, diantaranya, Petrokimia Gresik dalam penyediaan pupuk bersubsidi. Dan, bersama pemerintah daerah akan melakukan pengawasan ketat terkait penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani, guna menyukseskan musim tanam kedua ini.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo melihat stok pupuk di pabrik Petrokimia Gresik, Kamis, 17 September 2020 ( foto : Humas Petrokimia Gresik)

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, mengatakan stok pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik saat ini berjumlah  557.733 ton. Stok itu melebihi ketentuan minimum pemerintah 491.518 ton. 

Stok tersebut terdiri dari Pupuk Urea 69.977 ton, ZA 78.653 ton, SP-36 110.248 ton, Phonska 224.088 ton, dan Petroganik 74.767 ton.

Dari total stok tersebut, jelas Dwi Satriyo, untuk Provinsi Jawa Timur sebesar 217.895 ton. Rinciannya, Urea 69.977 ton, ZA 30.675 ton, SP-36 31.389 ton, NPK Phonska 46.932 ton dan Petroganik 38.922 ton.

“Kewajiban dari Petrokimia Gresik adalah menyediakan dan menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan atau penugasan dari pemerintah,”ujar Dwi Satriyo, Kamis, 17 September 2020.

Dwi Satriyo menambahkan Petrokimia Gresik siap mendukung ketahanan pangan nasional, dimana pupuk bersubsidi, sebagai salah satu sarana produksi pertanian, menjadi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terlebih di tengah kondisi wabah Covid-19 yang belum mereda.

“Tidak hanya pupuk, Petrokimia Gresik juga siap membantu petani dalam pengendalian hama, sehingga pengawalannya lengkap,”ujarnya.

Dwi Satriyo melanjutkan dalam penyaluran pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020.

Dalam Permentan tersebut, Kementan menetapkan alokasi pupuk bersubsidi nasional sebesar 7,9 juta ton kepada Pupuk Indonesia. Dari jumlah tersebut, Petrokimia Gresik mendapat tugas penyaluran sebesar 4,7 juta ton atau 59 persen dari total penugasan nasional. Selebihnya, akan disalurkan oleh produsen pupuk anggota holding Pupuk Indonesia lainnya.

Untuk memastikan penyaluran hingga ke daerah, Petrokimia Gresik memiliki 77 orang staf perwakilan daerah penjualan (SPDP) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Mereka rutin berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), kelompok tani, hingga aparat berwajib setempat. 

“Dalam penyalurannya, perusahaan memegang teguh prinsip 6 tepat, yaitu Tepat Harga, Tepat Tempat, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu,”jelasnya. (*)

Stok Pupuk Bersubsidi Musim Tanam Okmar Aman. Gubernur Jatim Semringah Selengkapnya

BLP Property Incar Segmen Milenial, Hadirkan Rumah Pantas di Gresik Kota Raya.

Pasangan muda saat membeli rumah GKR di Kantor BLP Property ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id–Kebutuhan rumah hunian untuk milenial dan keluarga muda cukup tinggi. Potensi itu mulai digarap PT Bumi Lingga Pertiwi (BLP Property).  Pengembang perumahan terbesar di Kota Industri ini, menghadirkan kawasan hunian baru di Desa Abar-abir, Kecamatan Bungah, Gresik. Kawasan baru diberi label Gresik Kota Raya (GKR). Luasnya, 130 hektare. GKR, kawasan hunian milenial itu dilaunching Senin 14 September 2020.

Menurut manager marketing BLP Property Ahmad Zainul Arief, salah satu pertimbangan membuka GKR karena Kawasan ini telah berkembang pesat sejak dibukanya Pelabuhan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Apalagi menurut rencana di area dekat JIIPE juga akan dibangun exit tol yang menghubungkan Krian, Legundi, Bunder dan Manyar ( tol KLBM).

Selain itu, sejumlah industri juga beroperasi di Gresik. Sehingga, kebutuhan rumah hunian masih cukup tinggi untuk karyawan atau pegawai berusia produktif.
“Keunggulan lainnya, kawasan ini lokasinya strategis karena hanya berjarak 25 menit dari Gresik Kota Baru (GKB) yang kini telah berkembang menjadi salah satu kawasan modern,” kata Zainul Arief, Senin 14 September 2020.

Manager marketing BLP Property Ahmad Zainul Arief, saat launching Perumahan GKR

Kawasan GKR terdiri dari tiga sektor. Yakni sektor barat dengan luas 100 hektare. Sedang sektor utara dan timur masing-masing seluas 15 hektare. Jumlah hunian sebanyak 367 unit rumah dengan tipe 36/72 dan tipe 30/60.  

Konsultan Marketing BLP Property Eko Sumargo menambahkan konsep GKR ini adalah Rumah Pantas. “Yakni pantas harga dan pantas kualitasnya,”tegas Eko Sumargo. Dia melanjutkan pantas harga karena rumah di GKR banderol mulai dari harga Rp 150,5 juta. “Sedang pantas kualitas, material serta proses pengerjaannya dapat dipertanggungjawabkan,”ujarnya.

Eko Sumargo melanjutkan BLP Property selama ini telah sukses membangun dan mengembangkan GKB (Gresik Kota Baru) menjadi kota mandiri yang prestisius sejak  1981.  GKB kini telah dihuni lebih dari 40.000 jiwa, berkembang pesat dan memiliki berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, sentra bisnis dan kuliner, mal bahkan hotel berbintang di dalam satu kawasan. 

“Demikian juga dengan PPS yang telah dikembangkan oleh BLP Property hingga menjadi kawasan terpadu paling potensial di Gresik. Di kawasan ini telah dibangun berbagai regency tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat modern,” tambah dia. 

Sementara, Rama dan Riri, pasangan keluarga muda yang membeli rumah di GKR mengatakan jika dirinya memiliki kepercayaan kepada BLP Property. Sebab, BLP telah sukses mengembangkan kawasan perumahan GKB dan Pondok Permata Suci (PPS).

“Kebetulan orang tua saya tinggal di GKB, Saudara saya juga ada yang tinggal di PPS. Jadi sudah tahu kualitas dari BLP Property,”puji Rama. (*)

BLP Property Incar Segmen Milenial, Hadirkan Rumah Pantas di Gresik Kota Raya. Selengkapnya

Pastikan Stok Pupuk Musim Tanam Okmar Aman

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) didampingi Dirut PG Dwi Dwi Satriyo Annurogo usai penamanan pohon secara simbolis di depan Wisma Kebomas PG , Jumat 4 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK, 1minute.id—Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan kerja ke PT Petrokimia Gresik. Kedatangan SYL itu untuk meninjau ketersediaan pupuk bersubsidi yang akan disalurkan kepada petani pada musim tanam Oktober 2020-Maret 2021 (Okmar). Sebelum meninjau stok pupuk, menteri SYL melakukan penanaman pohon di depan Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik.

Kehadian Mentan Syahrul disambut jajaran direksi perusahaan solusi angroindustri anggota Holding Pupuk Indonesia itu. Diantaranya, Direktur Utama (Dirut) PG Dwi Satriyo Annurogo. Menurut Dirut PG Dwi Satriyo Annurogo, stok pupuk musim tanam Okmar  sejumlah 418.451 ton. Rinciannya, Pupuk Urea sebanyak 51.278 ton  ;  ZA (53.782 ton) ; SP-36 (100.111 ton), Phonska (153.948 ton), dan Petroganik (59.332 ton).

Dari total stok tersebut, untuk Provinsi Jawa Timur sebesar 130.402 ton. Rinciannya, Urea (51.278 ton) ; ZA (15.531 ton) ; SP-36 (24.387 ton) ; Phonska (10.316 ton) dan Petroganik (28.890 ton).  ”Kewajiban dari Petrokimia Gresik adalah menyediakan dan menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan atau penugasan dari pemerintah,”ujar Dwi Satryo kemarin.

Petrokimia Gresik, tambahnya, siap mendukung ketahanan pangan nasional, dimana pupuk bersubsidi, sebagai salah satu sarana produksi pertanian, menjadi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Terlebih di tengah kondisi wabah korona yang belum mereda. 

”Tidak hanya pupuk, Petrokimia Gresik juga siap membantu petani dalam pengendalian hama, sehingga pengawalannya lengkap,”ujarnya. Dalam penyaluran pupuk bersubsidi PG berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 10/ 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian nomor 01/ 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020. 

Dalam Permentan tersebut, Kementan menetapkan alokasi pupuk bersubsidi nasional sebesar 7,9 juta ton kepada Pupuk Indonesia. Dari jumlah tersebut, Petrokimia Gresik mendapat tugas penyaluran sebesar 4,7 juta ton atau 59 persen dari total penugasan nasional.  Selebihnya, akan disalurkan oleh produsen pupuk anggota holding Pupuk Indonesia lainnya.

Untuk memastikan penyaluran hingga ke daerah, tambah Dwi Satryo, Petrokimia Gresik memiliki 77 orang staf perwakilan daerah penjualan (SPDP) yang tersebar di di Indonesia. Mereka rutin berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), kelompok tani, hingga aparat berwajib setempat. “Dalam penyalurannya, perusahaan memegang teguh prinsip 6 tepat, yaitu Tepat Harga, Tepat Tempat, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu,”tegasnya. (*)

Pastikan Stok Pupuk Musim Tanam Okmar Aman Selengkapnya