Nguri-uri Budaya Kota Lama Gresik, Bupati Ungkap Kejayaan dan Keistimewaan Kota Gresik

GRESIK,1minute.id – Launching Gresik Heritage dan Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik (KLG) terasa meriah pada Sabtu, 5 Maret 2022. Gelaran acara itu seperti nguri-uri budaya dan kesenian khas Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dipusatkan di halaman SMP Darul Islam (Daris) itu dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Para pencipta sejarah dan budaya Gresik tumplek blek di acara itu. Antara lain, Mat Kauli, seniman macapat,  sejarawan Kota Lama Gresik (KLG) Oemar Zainuddin, keturunan Kanjeng Poesponegoro Askabul Kahfi, dan lainnya. Lahirnya komunitas anyar yang diketuai oleh Sumarga Adhi Satria ini menjadi sebuah harapan baru bagi masyarakat yang peduli terhadap budaya dan sejarah yang ada di KLG itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  mengawali  sambutannya mengutip ucapan Presiden Indonesia pertama, Soekarno “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah. Bangsa yang besar, bsngsa yang menghargai para pahlawannya”.

Maknanya apa dari kutipan tersebut,  kata Fandi Akhmad Yani, kita harus belajar dari sejarah. Belajar tentang kejayaan masa lalu,  juga bisa belajar tentang kehancuran. “Belajar sejarah bisa melihat kejayaan di masa lampau.  Belajar pula bisa melihat kehancuran  mudah-mudahan di Kabupaten Gresik, khusus lembaga pendidikan memberikan kurikulum  yang mengenal sejarah lokal. Ini sangat luar biasa,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada sambutannya.

Bupati berusia 36 tahun ini, memberikan apresiasi dan akan mendukung Dinas Pendidikan membuat kurikulum sejarah muatan lokal Gresik.  “Kami mendukung betul karena kita belajar sejarah kota Gresik faktanya Kota yang sangat tua, Kota Bandar tertua. Kota bandar terbesar di eranya,”kata Gus Yani. 

Pelabuhan Gresik, imbuhnya, yang ada saat ini punya cerita kesuksesan luar biasa. Pusat perdagangan dari bangsa mana pun.  India,  Gujarat, China dan ini meninggalkan fakta.Banyak prasasti-prasasti kuno mulai dari Makam Nyai Fatimah binti Maimun,  Makam para waliyullah,  Maulana Malik Ibrahim,  makan Sunan Giri 

NGURI-URI BUDAYA: Seniman Macapat satu-satunya di Gresik, Mbah Mat Kauli, 77, bersama keturunan KRT Poesponegoro, Bupati Gresik pertama di launching Gresik Heritage dan Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik di halaman SMP Darul Islam pada Sabtu, 5 Maret 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Bahkan di ada klenteng Kim HinKiong yang umurnya sudah ratusan tahun.  Ini fakta yang masih ada prasastinya. Jadi, Gresik ini sangat luar biasa. Lokasi sangat setrategis, tentunya banyak sejarah yang harus kita lestarikan.  Salah satunya ada tari tadi,  Tari Masmundari,”ujarnya. 

Keistimewaan Kota Gresik ini, jelas Gus Yani, tidak dimiliki oleh kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Kota Surabaya, Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan lainnya. Kota Gresik, imbuhnya, memiliki sejarah sangat kuat karena pertemuan 4 budaya yakni Arab, Pecinan, Kolonial Belanda dan Melayu (Jawa). “Bahkan, Semarang, Jawa Tengah yang memiliki kota tua,  masih kurang lengkap di banding Kota Gresik. Semarang hanya memiliki 3 budaya,”katanya. 

Karena sejarah yang kuat itu, pemerintah pusat memberikan hadiah bentuk pembangunan senilai Rp 50 miliar.  “Anggaran itu digunakan untuk membetulkan irigasi yang sudah berpuluh-puluh tahun ngak menata irigasi, memperbaiki lampu dan sebagainya,”ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Sumarga Adhi Satria mengungkapkan rasa syukur karena Launching dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kadispendik Gresik S. Harianto,  Kepala Dinas Kebudayaan, Ekonomi Kreatif, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafparpora) Gresik Sutaji Rudi dan lainnya. “Hari ini begitu menggembirakan karena nguri-uri budaya mendapatkan respon positif,”katanya. (yad)

Nguri-uri Budaya Kota Lama Gresik, Bupati Ungkap Kejayaan dan Keistimewaan Kota Gresik Selengkapnya

Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Segera Launching , Siap Nguri-uri Budaya 

GRESIK,1minute.id – Satu lagi komunitas berdiri di Gresik. Komunitas anyar itu adalah KomunitasPecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik (KLG). Komunitas anggotanya dari berbagai profesi. Diantaranya, akademisi, pendidik, budayawan, sejarawan, pengusaha, tokoh masyarakat dan para pemuda kreatif yang peduli terhadap sejarah dan warisan budaya. Khususnya di wilayah Kota Lama Gresik ini bakal dilaunching pada Sabtu, 5 Maret 2022.

Ketua Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Sumarga Adhi Satria mengangkat, komunitas telah terbentuk pada akhir Desember 2021. “Komunitas ini terbentuk hasil diskusi dan kajian akademisi yang dilakukan oleh mahasiswa program doktoral di Balai Desa Gapurasukolilo,”kata Sumargo pada Rabu, 2 Maret 2022.

Dalam diskusi, imbuhnya, peserta memiliki kesamaan visi dan misi untuk turut serta menjaga dan melestarikan haritage yang ada di Kota Lama Gresik (KLG) . Kawasan KLG memiliki nilai historis yang sangat luar biasa. “Nilai historis dan arsitektur bangunan di GKL belum mendapakan perhatian serius. Padahal, kalau di rawat bisa menjadi potensi wisata,”kata Sumarga yang juga Kepala SMP Darul Islam Gresik itu.

Dia berkata perkumpulan yang bakal di launching di Alun-alun Gresik ini bisa menjadi titik awal untuk merawat dan mewujudkan sebagai destinasi budaya.  “Istilahnya nguri-uri budaya dan warisan budaya,”imbuhnya. 

Untuk warisan budaya tidak hanya bangunan kuno. Tapi, warisan dari unsur makanan, jajanan, dan kerajinan kuno seperti produk sarung tenun, songkok, batik, dan damar kurung sebagai produk andalan yang sampai sekarang ini telah menjadi ikon Gresik.  “Sayangnya  banyak sekali generasi muda yang tidak mengetahuinya, seolah menjadi kearifan kuno yang tidak menarik lagi di mata milenial,”ujar Sumarga. 

Dalam kaitannya dengan tugas dan tanggungjawab sebagai Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota lama Gresik serta SMP Darul Islam Gresik, kami memiliki visi misi perkembangan bersama dalam  menumbuhkembangkan atau mengangkat pemahaman arti Kebudayaan dan Sejarah Kota lama Gresik kepada para Pelajar dan masyarakat Kota Gresik. Bisa dimulai dari siswa Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas. “Alhamdulillah kesadaran dan niat kami didukung secara langsung oleh Pak Harianto (Kepala Dinas Pendidikan Gresik,Red),”katanya. 

Dispendik Gresik, tambahnya, akan mengagendakan  kurikulum khusus bagi sekolah di Kabupaten Gresik, agar para pelajar mengetahui tentang bangunan cagar budaya dan sejarah Kota Lama Gresik yang memiliki nilai historis tinggi dan dapat ditujukan sebagai destinasi wisata pendidikan Kota Lama Gresik.

Odiek, salah anggota komunitas menambahkan, banyak bangunan bernilai historis yang dipugar atau dijual oleh pemiliknya. Bangunan itu kemudian dirobohkan berganti bangunan modern atau toko. “Kalau kondisi ini terus terjadi bangunan tua di Gresik Kota Lama bisa habis,”kata Odiek, budayawan asal Gapurasukolilo, Gresik itu. (yad)

Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Segera Launching , Siap Nguri-uri Budaya  Selengkapnya

Pasekgres Ngowes Pakai Batik Tetap Fashionable

GRESIK, 1minute.id – Ada nuansa beda ngowes bareng bersama Paguyuban Sepeda Kebo Gresik pada Sabtu, 2 Oktober 2021. Biasanya, puluhan anggota paguyuban yang berdiri sejak 2004 atawa 17 tahun lalu, itu memakai kostum ala pejuang atau baju ala Jawa. 

Tapi, pagi tadi gowes bareng dengan start dan finish di Alun-alun Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu memakai kostum batik. Baju batik dikombinasikan blangkon, atau kopiah dengan bawahan celana atau sarung. Sehingga, ngowes anggota perkumpulan sepeda kuno binaan Komando Distrik Militer (Kodim) 0817 Gresik ini terasa lebih ciamik. 

Mereka keliling jalan protokol, mulai Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman, R.A.Kartini , DR Soetomo, Jaksa Agung Suprapto lalu Pahlawan dan finish Alun-alun Gresik.  “Kami mampir ke Makodim karena organisasi ini binaan pak Dandim (Letkol Inf Taufik Ismail, Red),”kata Penasehat Pasekgres Sumadi didampingi Ketua Pasekgres Zainal Arifin usai ngowes pada Sabtu, 2 Oktober 2021. 

FASHIONABLE: Anggota Pasekgres Ngowes memakai batik menjadi daya tarik bagi masyarakat pada Sabtu, 2 Oktober 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sumadi mengatakan, ngowes kali berbeda karena memperingati Hari Batik Nasional. “Baju batik, celana dan aksesoris lainnya bebas,”katanya. Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Kain Indonesia dengan gambar dan pembuatan dibutuhkan keahlian khusus ini oleh Unesco telah ditetapkan sebagai warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Batik semakin fashionable. (yad)

Pasekgres Ngowes Pakai Batik Tetap Fashionable Selengkapnya

Bukber, Salat Jamaah, Lalu Dapat Paket Sembako, Anjal Semringah

GRESIK,1minute.id – Puluhan anak jalanan terlihat semringah pada Sabtu, 24 April 2021Mereka tersenyum bahagia karena bisa salat maghrib dan buka berjamaah bersama para pengurus Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag).

Buka puasa dan salat berjamaah dilakukan di rumah belajar anak  jalanan (Anjal) di kompleks terminal angkutan kota dan desa di Jalan Gubernur Suryo, Gresik itu.

“Kami senang bisa berbagi dengan anak-anak kurang beruntung,”kata pengurus Asbag Siti Fitria. Fitri mengatakan, selama bulan suci Ramadan ini paket sembako itu dikumpulkan dari anggota Asbag dan donasi masyarakat yang peduli kepada sesama yang secara ekonomi kurang beruntung. Anak yatim dan anjal, diantaranya.

Pembimbing di rumah belajar anak jalanan Ustadzah Iin Budiarti bersyukur ada pihak yang memberikan bingkisan bagi binaannya.

“Kami sangat bahagia dan sangat bersyukur,  beberapa kelompok masyarakat dan juga pribadi yang memberikan support pada kami. Sumbangan ini akan kami bagikan secara langsung kepada mereka yang berhak,”kata Iin-sapaan- ustadzah Iin Budiarti. (yad)

Bukber, Salat Jamaah, Lalu Dapat Paket Sembako, Anjal Semringah Selengkapnya

Peringati Hari Bumi, EH Ajak Masyarakat Diet Plastik

GRESIK,1minute.id – Sejumlah aktivis dari Earth and Human (EH) Gresik dan siswa MTs Maarif Sidumukti, Kecamatan Kebomas turun ke jalan pada Kamis. 22 April 2021. 

Mereka membagikan tumbler, sedotan stainless dan masker kain kepada para pengendara di Jalan Sumatera Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Aksi simpatik para aktivis itu untuk memperingati  Hari Bumi Sedunia yang diperingati setiap 22 April itu. Koordinator EH Gresik Syaiful Fauzi mengatakan, aksi ini bagian dari edukasi kepada masyarakat agar bijak berplastik. Diet plastik.

“Sosialisasi penggunaan produk yang ramah lingkungan,”ujar Syaiful Fauzi.
Penggunaan sedotan stainless, botol minum (tumblr) serta masker kain, tambahnya, belum banyak dilakukan masyarakat.

Dengan cara ini, imbuhnya, berusaha menggugah dan mengingatkan masyarakat untuk memakai produk ramah lingkungan. Apalagi, belakangan ini banyak restoran dan kafe berdiri di Gresik.

“Banyak restoran dan kafe yang lebih suka menggunakan kemasan sekali pakai dari pada gelas kaca yang bisa dipakai berulang ulang. Dan juga mengingatkan tentang penggunaan masker yang dapat dipakai berulang-ulang, biar tidak nyampah,”tegasnya.

Untuk diketahui Hari Bumi adalah acara tahunan yang dirayakan di seluruh dunia pada 22 April untuk menunjukkan dukungan bagi perlindungan lingkungan.

Peringatan pertamakali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada 1970 seorang pengajar lingkungan hidup.
Menurut data yang diperoleh EH Gresik perolehsedotan plastik dan gelas plastik memerlukan waktu selama ratusan tahun untuk terurai.

Selain itu, setiap tahunnya satu juta burung laut mati karena menelan sampah plastik.Bahkan, diprediksi sekitar delapan juta ton sampah plastik. (yad)

Peringati Hari Bumi, EH Ajak Masyarakat Diet Plastik Selengkapnya

Kabar Panceng Siapkan Tenda, Rombong hingga Takjil Delivery Gratis

GRESIK,1minute.id –Pegiat media sosial facebook Kabar Panceng tidak hanya berbagi informasi. Komunitas ini juga berbagi takjil untuk warga yang sakit dengan tajuk “Takjil Delivery” gratis. Bulan suci, Ramadan menjadi momentum bagi admin medsos itu berbagi kebaikkan. 

Ketua Kabar Panceng Didik Ahmad Sihabul Milah mengaku selama bulan Ramadan ini, dia bersama para admin Kabar Panceng setiap hari membeli dagangan masyarakat secara bergilir.Kemudian takjil itu dikumpulkan dan diantar ke rumah-rumah warga dengan mengendarai sepeda motor.

“Takjil kami bagikan ke setiap rumah warga di Desa Wotan tanpa terkecuali sampai seluruh rumah mendapatkan manfaat. Program ini kita beri nama takjil dilevery gratis,”kata Didik pada Rabu, 14 April 2021. Takjil delivery ini juga berisikan beras dan mi instan kepada warga.

Selain membagikan takjil, kata pria 33 tahun itu, pegiat medsos ini juga membuka bazar ramadan untuk memfasilitasi para pelaku usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) bahkan masyarakat yang menjadi pedagang takjil dadakan dengan menyediakan tenda dan rombong untuk berjualanan.

“Semua tenda dan rombong di Bazar Ramadan Kabar Panceng kita siapkan bagi masyarakat dan gratis. Program ini bertujuan untuk membangkitkan kembali perekonomian akibat wabah Covid-19,”kata Didik. 

Menurut Didik, fasilitas tenda dan rombong untuk jualan tidak berhenti setelah bulan Ramadan. Fasilitas itu akan kembali bisa digunakan warga setempat secara cuma-cuma. Jika tidak ada aral melintang setiap akhir pekan akan ada bazar dan pasar malam.

“Tidak cuma itu nantinya setelah ramadan tenda-tenda dan rombong-rombong ini akan kami jadikan pasar malam dan pasar tradisional yang bertujuan untuk menumbuhkan UMKM untuk menjadi lebih maju dan punya daya saing bagi target pasar,” terangnya. (yad)

Kabar Panceng Siapkan Tenda, Rombong hingga Takjil Delivery Gratis Selengkapnya

Melongok Aktivitas Parasandi Gresik, Pontensi PAD yang Belum Tergarap

GRESIK,1minute.id – Sejumlah pekerja sedang memperbaiki kapal. Suara mesin las dan “gempuran” palu menimbulkan suara dok.. dok.. dok saling bersahutan. 

Air laut di kawasan pesisir Kelurahan Pekelingan,  Kecamatan/Kabupaten Gresik sedang pasang. Masiadi, 51, Suratno, 41, pekerja doking tradisional itu bisa melakukan aktivitas perbaikan kapal. Karena pekerjaan di bagian dak kapal. 

“Kalau pekerjaan bagian bawah, ya menunggu air surut,”Suratno pada Rabu, 31 Maret 2021. Doking kapal dan perahu di kawasan pesisir Pekelingan, Kroman dan Lumpur, Kecamatan Gresik ini sudah bertahun-tahun.Bahkan, turun temurun. 

Mereka berkerja mandiri. Tanpa sertifikat keahlian. Pemasaran juga dilakukan secara getok-tular atau dari mulut ke mulut. “Selama ini, pekerjaan tidak pernah ada komplain dari pemilik kapal atau perahu,”imbuhnya.

Kondisi pesisir Pekelingan, Kecamatan Gresik terlihat kumuh. Padahal penataan pesisir berpotensi menambah PAD Gresik (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pembina persatuan penyelam tradisional pelestari kawasan pantai (Parasandi) Andi Sarjono Sucipto mengatakan sarana dan prasarana (sarpras) konvensional menjadikan pekerjaan doking tidak bisa selesai tetap waktu. “Karena bergantung pasang surut air laut,”kata Andi.

Akibatnya, antrian perbaikkan kapal atau perahu cukup panjang. Andi memimpikan ada doking terapung. Akan tetapi, investasinya cukup besar. “Satu peralatan doking terapung sederhana berkisar Rp 300 – 400 jutaan,”katanya.
Bila peralatan itu sudah teralisasi, waktu penyelesaian pekerjaan bisa sesuai sekedul.

“Penataan kawasan pantai akan bisa lebih maksimal,”ujar Andi. Selain, keahlian perbaikan kapal dan perahu, anggota Parasadi berjumlah 60-an memiliki banyak keahlian. Antara lain, nyelam tradisional.

Keahlian mereka menyelam dengan peralatan tradisional sudah banyak diakui. “Meski mereka belum memiliki serifikasi penyelam,”ungkapnya.

Kajur Perkapalan UMG Ali Yusa bersama anggota Parasandi di pesisir Pekelingan, Gresik pada Rabu, 31 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Terpisah, Kepala jurusan perkapalan fakultas teknik industri Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Ali Yusa mengatakan kawasan pesisir laut Gresik bila digarap serius berpotensi mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD) Gresik sekitar Rp 1,5 miliar. 

“Selain PAD, perdayaan masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja,”katanya. Yusa mencontohkan, ojek laut. Ada puluhan perahu nelayan yang selama ini melayani kebutuhan anak buah kapal atau masyarakat.

“Mereka melakukan antarjemput awak kapal. Suplai kebutuhan air bersih untuk awak kapal. Juga, bisa antarmasyarakat susur laut,”katanya.
Akan tetapi, kata Yusa, banyak perahu nelayan yang belum memiliki Pas kecil dan SKK 30.

“Pas kecil seperti STNK. Sedangkan, SKK 30 fungsinya seperti SIM (surat izin mengemudi),”kata pria yang gemar memelihara jenggot itu. Dia menegaskan, sebenarnya banyak sisi maritim yang bisa di tata. Caranya, sinergitas antara akademi, pemerintah dan masyarakat. (yad)

Melongok Aktivitas Parasandi Gresik, Pontensi PAD yang Belum Tergarap Selengkapnya

Lembaga Anyar, Fokus Lingkungan Berdiri di Gresik

GRESIK,1minute.id – Satu lagi lembaga swadaya masyarakat (LSM) berdiri di Gresik. Lembaga anyar itu bernama Gresik Ekologi dan Observasi (GEO).

LSM yang dipimpin oleh Johar Ismanto ini berfokus dengan misi  lingkungan, pemberdayaan masyarakat serta melakukan penelitian uji kualitas polusi udara.

Menurut Johar Ismanto, Gresik dikenal sebagai kota industri. Ribuan pabrik berskala kecil hingga besar menjalankan operasi di Gresik. “Kami tidak menolak industrialisasi. Tapi, industri yang harus ramah lingkungan,”ujar Jhon Oi-sapaan-Johar Ismanto pada Rabu, 24 Maret 2021.

Pria 41 tahun ini, selama ini kerap terlibat aksi demonstrasi bersama sejumlah aktivis di Gresik ketika melihat ada ketimpangan sosial, maupun lingkungan di Gresik.

“Kami di GEO akan lebih banyak kajian dengan melibatkan akademisi melakukan penelitian uji kualitas polusi udara,”tegas Jhon Oi. (*)

Lembaga Anyar, Fokus Lingkungan Berdiri di Gresik Selengkapnya

Bersepeda Listrik, Berkeliling Bagikan Masker hingga Probiotik


GRESIK,1minute.id – Puluhan anggota yayasan Budi Mulia Christian (BMC) School (BMS), Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam) dan PGIS Gresik, bersama Kodim 0817 dan Polres Gresik membagikan masker, vitamin dan probiotik kepada masyarakat pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Mereka membagikan paket kesehatan tersebut dengan berkeliling menggunakan 60 sepeda listrik di berbagai rute, seperti Pasar Baru Gresik, Alun-alun Gresik, dan simpang empat Sentolang.
Pembina Yayasan BMC Abraham Budi menjelaskan aksi sosial ini menjadi kampanye pengingat agar masyarakat tidak lengah terkait penyebaran Covid-19.

Meski, jumlah kasus sembuh lebih tinggi daripada kasus konfirmasi. Artinya hingga sekarang, virus yang sudah melanda di tanah air lebih dari setahun ini masih ada di sekitar kita. “Mungkin karena sudah lama, masyarakat banyak yang lengah dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, seperti tidak menggunakan masker,” ujarnya.

Ia menambahkan, aksi sosial ini merupakan bentuk dukungan Yayasan BMC terhadap pemerintah dalam memerangi Covid-19. Menurut Abraham, virus ini akan cepat ditekan kasusnya jika setiap orang aktif memerangi, sehingga ia memilih kampanye pengingat ini sebagai peranan aktifnya.

“Semoga kegiatan ini juga menginspirasi masyarakat untuk kembali aktif memerangi Covid-19 dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Yayasan BMC Tabita Dasa Murni Ningsih menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun “sense of human” kepada muridnya. Sehingga mereka memiliki kepedulian dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan ini dibagikan sekitar 3.000 paket yang berisi masker dan vitamin untuk meningkatkan imun masyarakat di tengah wabah Covid-19. Tampak hadir pula dalam kegiatan ini Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi dan Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar.

“Sinergitas ini bentuk dukungan kami terhadap pemerintah dalam menekan kasus Covid-19,”tegasnya. (*)

Bersepeda Listrik, Berkeliling Bagikan Masker hingga Probiotik Selengkapnya

Menuju One Data, One Portal, Bupati Gresik Rangkul Pegiat Media Sosial


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merangkul para pegiat media sosial untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dalam penyajian data dan informasi pembangunan. Masyarakat juga bisa lebih mudah menyampaikan keluhan melalui media sosial (medsos)

Pertemuan dengan pegiat medsos itu dihelat di ruang Putri Mijil Kompleks Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik pada Sabtu, 20 Maret 2021. Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, peran influencer atau semacam seseorang yang memberi pengaruh di masyarakat memiliki peran tak kalah penting. 

Bahkan, sangat signifikan dalam membantu mempublikasikan  pembangunan baik dalam menyajikan data akurat, serta mendongkrak pamor daerah melalui promosi potensi lokal seperti budaya, produk UMKM dan dinamisasi politik.

“Saya sangat mengapresiasi upaya teman-teman semua dalam menyajikan informasi kepada masyarakat, sehingga potensi pembangunan di Gresik bisa diketahui. Pemerintah perlu masukan dari para pegiat sosial untuk bisa membangun big data sehingga bisa dinikmati masyarakat,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Gus Yani mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya akan melaunching aplikasi Gresikpedia yang memungkinkan masyarakat bisa mengakses layanan pemerintah, baik layanan kependudukan, perbaikan infrastruktur, kependidikan dan lain sebagainya. 

Tak hanya masyarakat, aplikasi Gresikpedia yang akan dilaunching akhir Maret ini juga bisa diakses Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyampaikan data pembangunan kepada masyarakat.

“Untuk itu, kami butuh masukan dari para pegiat medsos yang sudah sekian tahun berpengalaman mengelola medsos, apa yang harus kami lakukan serta bagaimana cara mengelolanya,”katanya.

Lebih lanjut Gus Yani menolak kesan ingin mengebiri kreatifitas pegiat medsos dalam silaturahmi ini. Bahkan, ia menginginkan kontrol media agar terus dipertajam sepanjang kritikannya merupakan kritikan yang membangun. 

Pegiat medsos pertemuan tersebut admin berbagai media sosial seperti Info Gresik, Gresik News, Ini Gresik, Gresik Media, Gresik Sumpek, Info Seputar Gresiki, Gresspedia, Berita Gresik, Media Politik Gresik, Beritae Wong Gresik, Gresik Waras, Gresik Movie dan lain-lainnya.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi  (Diskominfo) Gresik Budi Raharjo, silaturahmi ini  memperluas informasi program-program Pemkab Gresik kepada masyarakat. ” Kehadiran penggiat media sosial ini dapat sebagai jembatan penyampaian aspirasi dari masyarakat kepada pemerintah melalui konten-konten menarik,”katanya.

Gresikpedia, merupakan salah satu program kerja 99 hari Nawa Karsa Gresik Baru. Pemerintah Kabupaten Gresik berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk mengembangkan Gresikpedia sebagai media sinkronisasi data dan integrasi sistem informasi menuju sistem satu data rujukan terpadu yang dapat diakses oleh semua. (*)

Menuju One Data, One Portal, Bupati Gresik Rangkul Pegiat Media Sosial Selengkapnya