Abdul Qodir, Ketua DPRD Gresik Ajak Perusahaan Ikut Mengembangkan Eco Wisata 


GRESIK,1minute.id – Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir mengajak dunia industri untuk berkolaborasi dan sinergi mengembangkan eko edukasi wisata di Gresik. Pariwisata di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini mulai tumbuh pesat. Perkembangan yang bagus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. 

Hal itu diungkapkan oleh Abdul Qodir ketika menjadi narasumber dalam Workshop memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2022 bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik. Workshop digelar di salah satu hotel di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Selasa malam, 8 Februari 2022. Abdul Qodir menjadi narasumber secara dalam jaringan (daring).

Menurut Abdul Qodir semangat eco tourism sejalan dengan pengembangan green ekonomi yang digaungkan Presiden RI Joko Widodo. Yakni suatu gagasan di bidang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat namun tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. “Ini yang kemudian menjadi semangat kita semua. Kesejahteraan meningkat, lingkungan terjaga,”kata Abdul Qodir.

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Driyorejo dan Wringinanom itu pun mengapresiasi wisata desa yang mulai banyak tumbuh di Kota Santri-sebutanlain-Kabupaten Gresik ini. Apalagi mayoritasnya adalah wisata alam yang mengedepankan potensi lingkungan. Sehingga secara bersamaan lahirnya wisata desa akan menjaga lingkungan sekitar tetap lestari. Keterlibatan masyarakat di dalamnya juga memunculkan nilai tambah.

Melalui konsep eco tourisme ini diharapkan bisa mengikis disparitas sosial. Menyetarakan tatanan kehidupan masyarakat. “Saya juga titip, agar PWI ikut berperan mendukung wisata desa yang sekarang banyak tumbuh di Gresik. Menyampaikan informasi dan edukasi wisata yang ekonomis berbasis wisata tapi tidak meninggalkan kelestarian lingkungan hidup,”pesannya. 

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada perusahaan di Gresik agar memberi perhatian terhadap pengembangan eco tourism. “Perusahaan juga harus memberi sumbangsih terhadap kelestarian lingkungan,”tegas Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik ini. (yad)

Abdul Qodir, Ketua DPRD Gresik Ajak Perusahaan Ikut Mengembangkan Eco Wisata  Selengkapnya

Menikmati “Queen of the Night”, Bunga Klasik nan Cantik

GRESIK,1minute.id – Wangiharum bunga itu begitu semerbak. Mirip wangi bunga Melati. Puluhan ekor semut terlihat mengerubuti kelopak bunga yang mulai mekar malam hari itu. Bunga itu adalah Wijaya Kusuma (Epiphyllum  oxypetalum). Malam semakin larut kelopak bunga yang berwarna putih, kuning semakin mekar. Oh…begitu cantik bentuknya saat mekar.

Bunga Wijaya Kusuma adalah bunga yang klasik dan ciamik cantik. Struktur daun Wijaya Kusuma juga tak kalah menarik untuk diamati. Daunnya memiliki tekstur yang tebal, keras, dan berbentuk zig-zag. Kelopak bunganya yang besar akan mekar dengan anggun di tengah kegelapan malam. Hanya mekar di malam hari.

MEKAR DI MALAM HARI: Bunga Wijaya Kusuma yang berjuluk Queen of the Night ketika mekar di malam hari. (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Setelah itu, bunga layu dan merunduk. Kemudian rontok. 
Dalam pengamatan wartawan 1minute.id  kelopak bunga Wijayakusuma mulai merekah hingga mekar sempurna hanya butuh waktu kurang lebih 3 jam. Beberapa kali melakukan pengamatan secara langsung bunga berjuluk “Queen of the Night” ini mekar.

Saat pagi hari atau cahaya matahari bersinar, kelopak bunga sudah menutup. Kelopak bunga ketika mekar berdiri tegak kemudian merunduk. Karena itulah bunga Wijaya Kusuma mendapatkan julukan ‘Queen of the Night’.

Cara Merawat Bunga Wijaya Kusuma

Cara merawat bunga Wijaya Kusuma sendiri terbilang mudah. Sebab, Wijaya Kusuma dapat ditanam di dalam maupun luar ruangan. Yang pasti, Anda harus menaruhnya di tempat terang yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Meski tergolong dalam keluarga Kaktus, namun Wijaya Kusuma lebih cocok disebut sebagai tanaman tropis. Ia tak bisa tumbuh di suhu udara lebih dari 38 derajat celcius. Suhu udara optimal untuk tanaman ini berada di antara 10-32 derajat Celcius. 

Mitos yang Mengelilingi Bunga Wijaya Kusuma 

HARUM : Kelopak bunga Wijaya Kusuma ini sangat harum ketika mekar di malam hari (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan dalam mitologi Jawa, Wijaya Kusuma dianggap sebagai tanaman sakti. Wijaya Kusuma menjadi syarat bagi seorang raja yang akan naik takhta, yang dipercaya di kalangan keraton di Jogjakarta dan Surakarta (Solo). Selain itu, bunga ini juga dipercaya sebagai pusaka Raja Dwarawati, Prabu Kresna, yang merupakan titisan Batara Wisnu, sang pelestari alam.

Berikut mitos-mitos bunga Wijaya Kusuma mengutip berbagai sumber.

MEKAR : Bunga Wijaya Kusuma ketika awal mekar berdiri tegak pada malam hari. Keesokan harinya bunga merunduk (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

1. Bunga penting di kalangan kerajaan

Konon, di zaman dahulu kala, bunga ini menjadi favorit petinggi-petinggi kerajaan. Selain karena kelopaknya yang anggun, bunga ini juga dianggap langka, karena hanya dimiliki kalangan kerajaan dan orang-orang mampu. Dikisahkan, para pengawal bahkan harus bepergian jauh untuk memetik bunga Wijaya kKusuma. Konon, istana yang memiliki bunga Wijaya Kusuma akan menjadi kerajaan yang makmur.

2. Membawa Keberuntungan

Salah satu mitos yang paling lekat dengan bunga klasik ini adalah sifatnya yang membawa hoki. Konon, barang siapa yang melihat bunga ini mekar di malam hari, akan mendapatkan keberuntungan. Kabar burung ini muncul dari nama bunga itu sendiri. Dalam bahasa Jawa, ‘wijaya‘ bermakna ‘kemenangan’, sementara ‘kusuma‘ berarti ‘tegak’.

3. Berasal dari Indonesia

Karena namanya, tanaman satu ini sering kali dianggap sebagai tanaman asli Indonesia. Padahal, kenyataannya tanaman ini berasal dari Meksiko. Bunga ini dibawa ke Indonesia oleh para pedagang Tiongkok yang masuk melalui jalur laut di masa Kerajaan Majapahit.

MERUNDUK : Hanya satu malam mekar. Keesokan harinya bunga Wijaya Kusuma kemudian merunduk, layu dan beberapa hari kemudian rontok. (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, bunga Wijaya Kusuma merupakan bunga yang cantik dan layak dikoleksi pecinta tanaman hias. Bentuknya yang klasik membuat taman rumah jadi lebih elegan di malam hari. (yad)

Menikmati “Queen of the Night”, Bunga Klasik nan Cantik Selengkapnya

DLH Bakal Kolaborasi Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Per Hari

GRESIK,1minute.id – Mesin pengolah sampah di TPA Ngipik itu masih berdiri kokoh. Meski, sebagai cat besi ada yang mulai memudar dan berkarat. Wartawan 1minute.id mencoba melihat dari dekat pengolah sampah itu. Namun, sampai pukul 14.30 tidak terdengar mesin pengolah sampah itu menderu. Corong terbuat mirip terpal yang biasa digunakan “memuntahkah” hasil pengolahan diikat ke atas. Seharusnya corong itu ujungnya ke bawah.

Tidak ada satu pun orang di sekitar mesin pengolah sampah itu. Hanya ada dua truk yang parkir di sekitar mesin pengolah sampah milik Semen Indonesia Foundation itu. Lahan TPA Ngipik dengan luas sekitar 9 hektare itu aset perusahaan plat merah, penghasil semen. Mesin pengolah sampah itu didatangkan dari Jerman. 

BUKIT SAMPAH : Begini kondisi sampah di TPA Ngipik, Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Konon kemampuannya bisa mengolah sampah menjadi tanah uruk, komposer, dan plastik (bahan bakar). Kalau mesin pengolah sampah tersebut berjalan maksimal, semua sampah di TPA Ngipik dapat dimanfaatkan. Bukit sampah yang menggunung di TPA Ngipik semakin berkurang. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik volume sampah yang dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) berlokasi di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik itu mencapai antara 200 ton sampai 300 ton per hari.

Kepala DLH Gresik Mokh Najikh mengatakan, pihaknya akan berencana membangun dua tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Kota dan Gresik Selatan. “Bila dua pabrik pengolahan sampah bisa beroperasi maksimal masing-masing bisa mengolah 100 ton sampah per harinya,”kata Najikh dikonfirmasi melalui selulernya pada Sabtu, 22 Januari 2022. (yad)

DLH Bakal Kolaborasi Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Per Hari Selengkapnya

Super Women di TPA Ngipik, Sulasmi Sejak 1983 Mungut Sampah

GRESIK,1minute.id – Bukit sampah yang menjulang keangkasa di TPA Ngipik menjadi berkah bagi para pemulung. Jumlah puluhan. Mereka sebagai besar berasal dari luar Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Sulasmi, antara lain. “Super” women berusia 60 tahun itu berasal dari Pacitan, Jawa Timur. Nenek 3 cucu mengais rezeki di TPA Ngipik sejak 1983. 

SUPER WOMEN : Pemulung perempuan sedang mengais rezeki di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu 22 Januari 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Semula Sulasmi bersama suami memilah, memilih dan memungut sampah di TPA berlokasi di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik itu. Sulasmi memilih sampah plastik, botol air mineral maupun kardus. Sampah itu lalu dikumpulkan digubuknya di Ngipik. Ia kini sendirian bekerja. “Sudah 2 tahun suami meninggal,”kata Sulasmi suara lirih sambil mengais sampah plastik di TPA Ngipik pada Sabtu, 22 Januari 2022.

BUKIT SAMPAH: Seorang pemulung perempuan berjibaku memilah, memilih, memungut sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sulasmi melanjutkan, suami sakit di Gresik. Karena kondisi kesehatan semakin parah, Sulasmi kemudian membawa suaminya pulang ke kampung halaman di Pacitan, Jawa Timur. “Suami meninggal disana (Pacitan,Red),” katanya dengan nada lirih. 

BISKUIT: Seorang pemulung perempuan di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik mewadahi biskuit di karung setelah kalengnya mereka ambil untuk dijual pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Hampir separuh umur Sulasmi dihabiskan untuk mengais rezeki di TPA Ngipik. Sulasmi mengaku menjadi pemulung di TPA Ngipik sejak 1983. Kini, sudah 39 tahun, perempuan tangguh itu berjibaku dengan tumpukan sampah. “Nyuwun pandongane mugi-mugi pinaringan sehat terus ngih,”katanya. Berapa penghasilan Sulasmi setiap harinya? Nenek 60 tahun hanya tersenyum. “Alhamdulillah, cekap (cukup,Red),”dalihnya. (yad)

Super Women di TPA Ngipik, Sulasmi Sejak 1983 Mungut Sampah Selengkapnya

Bukit Sampah Ngipik Semakin Menjulang

GRESIK,1minute.id – Sampah kota bakal menjadi problem krusial bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pasalnya, tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik semakin menggunung. TPA berlokasi di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik menampung mayoritas sampah rumah tangga warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berjumlah 1,3 juta jiwa. 

ANTRE: Truk pengangkut sampah menunggu antrean membuang sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Antrean panjang truk pengangkut sampah menjadi pemandangan saban hari. Sejak musim hujan. Para sopir harus sabar antre menunggu giliran membuang sampah di TPA Ngipik itu pada Sabtu, 22 Januari 2022. “Kalau sampeyan kesini hari efektif (Senin sampai Jumat) antrean sampai luar pagar (gerbang) TPA,”cerita Imam Solikin, salah satu sopir pengangkut sampah ditemui 1minute.id pada Sabtu, 22 Januari 2022.

Pada Sabtu dan Minggu antrean berkurang. Solikin mengaku sudah 30 menit menunggu giliran membuang sampah. Sampah yang diangkut Solikin diambil dari Kecamatan Cerme, Gresik itu. “Sehari Saya empat sampai lima kali rit,”katanya. 

BECEK : Air hujan bercampur air lindi sampah membuat TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik becek pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dalam pengamatan 1minute.id antrean panjang truk sampah itu terjadi mulai terlihat begitu masuk gerbang TPA hingga tempat pembuangan. Sebanyak 8 truk yang antre setelah jembatan timbangan. Antrean lebih panjang sebelum jembatan timbang. Antrean terjadi karena jalan di TPA Ngipik becek karena musim hujan. 

Antrean semakin parah karena alat berat yang beroperasi hanya masing-masing satu unit backhoe dan bulldozer. Menurut sejumlah orang yang ada di TPA itu, biasanya ada tiga unit backhoe yang beroperasi untuk meratakan sampah. Namun, sejak sepekan terakhir dua dari tiga backhoe rusak. “Satu backhoe yang beroperasi,”kata salah satu pemulung di TPA Ngipik. 

ALAT BERAT: Operator Backhoe sedang meratakan sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

TPA Ngipik, satu-satunya lahan pembuangan akhir yang dimiliki Pemkab Gresik. Di TPA itu tempat menampung semua sampah rumah tangga mulai dari Kota, Gresik Selatan, dan Utara. Gresik Selatan meliputi Kecamatan Wringinanom, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Cerme, Benjeng, Balongpanggang dan Duduksampeyan. Kemudian, Gresik Utara mulai dari Bungah, Dukun, Sidayu, Panceng dan Ujungpangkah. Berikut, sampah rumah tangga di kawasan Gresik Kota meliputi Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar. Saban hari volume sampah yang dibuang ke TPA Ngipik berkisar antara 200 ton – 300 ton.

BANGAU: Tumpukan sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik menjadi tempat burung Bangau untuk mencari makan pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Semuanya tumplek-blek dibuang di TPA Ngipik. 
Pemkab Gresik sudah berancang-ancang membuka sejumlah tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) lainnya. Yakni, Gresik Selatan, Utara dan Pulau Bawean. Namun, hingga saat ini belum teralisasi. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik  Mokh Najikh mengatakan,  ada dua TPST yang akan dipersiapkan untuk pengelolaan sampah rumah tangga. “TPST Ngipik dan Belahanrejo, Kecamatan Kedamean,”kata Najikh dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Sabtu, 22 Januari 2022. (yad)

Bukit Sampah Ngipik Semakin Menjulang Selengkapnya

Waspada, Desa Banyuwangi Mengalami Banjir Rob, Climate Change Nyata

GRESIK,1minute.id – Seluler Musa, politisi Partai NasDem berdering pada Selasa malam, 4 Januari 2022. Saat itu, pukul 11 malam. Orang tersebut mengabarkan rumahnya di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik terendam air. Kabar itu membuat Musa kaget.

Sebab, tidak ada hujan tidak ada angin tiba-tiba banjir. Air bah menggenangi rumah,  tempat ibadah dan infrastruktur jalan. “Banjir karena rob,”kata Musa kepada 1minute.id pada Rabu, 5 Januari 2022. 
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik kondisi pasang naik air laut pada waktu-waktu tertentu atau banjir rob terjadi pada Selasa, 4 Januari 2022 pukul 22.00.

Dampak banjir rob itu, puluhan rumah warga di RT 06 s/d RT 13 tergenang 20–30 cm ; Jalan Desa tergenang 30 – 50 cm sepanjang 2 kilometer ; 2 tempat Ibadah tergenang 10 – 20 cm ; 2 Sekolah tergenang 20 – 30 cm dan 1 Poskesdes tergenang 20 – 30 cm.  Banjir Rob surut pada Rabu, 5 Januari 2022 pukul 01.00. 

Musa menambahkan, banjir rob ini sebagai alarm bagi masyarakat. “Ini peringatan kepada kita semua, khususnya pemerintah, dampak reklamasi pantai dan climate change (perubahan iklim) makin nyata di depan mata,”katanya. Fenomena yang dialami masyarakat Desa Banyuwangi ini kali pertama terjadi. 

Terpisah, Kepala BPDB Gresik Tarso Sagito dalam laporannya menyebutkan banjir rob di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik terjadi di koordinat -7.085670 – 112.589401. Kejadian sekitar pukul 22.00. “Saat itu puncak pasang laut,”kata Tarso. Namun, genangan air akibat banjir rob surut total pukul 01.00 pada Rabu, 5 Januari 2021. (yad)

Waspada, Desa Banyuwangi Mengalami Banjir Rob, Climate Change Nyata Selengkapnya

Solo Delta Expedition Gelar Pameran Hasil Ekspedisi KEE Ujungpangkah

GRESIK,1minute.id – Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Ujungpangkah, Kabupaten Gresik menjadi magnet bagi komunitas pegiat lingkungan untuk mengeksplorasi kekayaan alam dan hayati di Pantai Utara (Pantur) Gresik itu.  Solo Delta Expedition (SDE), misalnya. Komunitas pegiat lingkungan, mayoritas generasi milenial itu melakukan ekspedisi selama 4 hari, 16 sampai 20 Oktober 2021 lalu.  Dalam ekspedisi itu, mereka menemukan sejumlah binatang langka di pantai utara tersebut. 

Hasil ekspedisi komunitas dikoordinatori oleh Mita itu dipamerkan di Warung Boulder di jalan Tambang di Brotonegoro, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik pada Sabtu, 4 Desember 2021. Pameran berlangsung selama dua hari itu dihadiri Danramil Ujungpangkah Kapt Sali, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ujungpangkah Suwarno dan perwakilan dari Polsek Ujungpangkah. 

Mita menceritakan, antusiasme pelajar SMA sederajat untuk mengikuti Solo Delta Expedition luar biasa. “Karena pandemi, kami hanya membatasi peserta 20 pelajar,”katanya di lokasi pameran pada Sabtu, 4 Desember 2021.  Pihaknya, memilih peserta yang memiliki interest dan komitmen terhadap lingkungan. “Jadi, kita memilih lebih ke passion calon peserta. Ayo,  belajar bareng,”ujarnya.

Selama 4 hari Solo Delta Expedition ini, puluhan peserta itu mendapatkan pengetahuan tentang fotografi alamiah, pengenalan ekosistem dan pengamatan burung.  Nah, hasil fotografi alamiah saat ini sedang dipamerkan di Warung Buolder itu. “Secara keseluruhan nanti, hasilnya Solo Delta Expedition akan kami bendel (bukukan). Nantinya, kita bagikan ke sekolah-sekolah sebagai pembelajaran siswa,”kata Mita.

Puluhan hasil jepretan dari peserta ekspedisi itu sebagaian besar tentang hewan yang berada KEE itu. Ada Blekok, Bangau, hingga buaya. “Buaya itu, kami temukan diakhir ekspedisi,”sela peserta lainnya. 
Sekcam Ujungpangkah Suwarno mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi menjadikan KEE Ujungpangkah semakin banyak dikenal masyarakat. “Tidak hanya warga Indonesia, tapi dunia. Karena Kawasan ini sangat menarik sehingga cocok untuk tempat wisata,”kata Suwarno. (yad)

Solo Delta Expedition Gelar Pameran Hasil Ekspedisi KEE Ujungpangkah Selengkapnya

Kali Keenam, Pengelolaan Lingkungan Petrokimia Gresik Meraih Industri Hijau Level 5 dari Kemenperin

GRESIK,1minute.id – Pengelolaan lingkungan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali mendapatkan penghargaan Industri level 5. Level tertinggi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia

Secara simbolis penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perindustria Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo di Jakarta pada Selasa, 30 November 2021.
Dwi Satriyo menjelaskan, wujud komitmen Petrokimia Gresik dalam pengelolaan lingkungan diimplementasikan melalui penggunaan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan.

Dimana setiap proses produksinya selalu mengedepankan efisiensi sumber daya dan pengelolaan lingkungan yang baik. “Petrokimia Gresik senantiasa menerapkan prinsip industri hijau secara konsisten guna meningkatkan daya saing usaha. Selain itu juga menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

Ada tiga program unggulan yang menjadikan Petrokimia Gresik kembali meraih penghargaan Level 5. Pertama, upaya pengendalian pencemaran emisi NH3 (Amoniak) melalui inovasi alat “The New X-Scrubber System”, dimana alat ini mampu mereduksi emisi NH3 di Pabrik ZA I.

Selain dapat mencemari lingkungan dan berpotensi menimbulkan komplain dari masyarakat sekitar, emisi NH3 yang lepas di udara juga menjadi kerugian tersendiri bagi perusahaan karena bahan baku yang terbuang ke atmosfir. “Sehingga inovasi ini tidak hanya mampu melindungi lingkungan sekitar dari pencemaran udara, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing usaha. Karena semakin sedikit emisi NH3 yang lepas ke udara, maka semakin banyak jumlah bahan baku yang dapat digunakan untuk proses produksi,” jelas Dwi Satriyo.

Kedua, Petrokimia Gresik juga mampu memanfaatkan air limbah sebagai air scrubber di unit Pupuk Fosfat I. Dengan demikian limbah yang mestinya dibuang mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Ketiga, Petrokimia Gresik juga menerapkan pembangunan berkelanjutan melalui konservasi mangrove di sejumlah daerah. Diantaranya, Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare.

HIJAU : PT Petrokimia Gresik melalui program pemberdayaan masyarakat pesisir Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik melalui konservasi ekosistem  pesisir untuk mengurangi laju abrasi (Foto : Humas Petrokimia Gresik)

PRPM Mengare merupakan program pemberdayaan masyarakat pesisir Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik melalui konservasi ekosistem  pesisir untuk mengurangi laju abrasi, meningkatkan produktivitas perikanan dan terciptanya alternatif lapangan kerja melalui ekowisata pesisir terpadu. Selanjutnya pengembangan ekowisata mangrove juga dijalankan di Kali Lamong, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik yang kini sudah menjadi destinasi wisata baru di Gresik.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga berkontribusi dalam pembangunan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Ujungpangkah, Kabupaten Gresik hingga mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)kategori “Private Sector/ Perusahaan” di awal 2021. “Berbagai upaya tersebut merupakan wujud nyata komitmen Petrokimia Gresik untuk terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,”ujar Dwi Satriyo.

Menurutnya, hakikat pembangunan berkelanjutan bukan hanya sekadar pemberian donasi kepada masyarakat. Sehingga pengelolaan lingkungan, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat melalui program UMKM menjadi fokus CSR Petrokimia Gresik saat ini, dan konservasi mangrove ini merupakan salah satu implementasi atas komitmen tersebut.

Sementara itu, penghargaan Industri Hijau merupakan program tahunan Kemenperin yang diberikan kepada industri nasional, yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, penggunaan bahan baku dan energi yang ramah lingkungan serta terbarukan.

Petrokimia Gresik sendiri telah mengikuti ajang ini sejak 2012 dan berhasil mendapatkan penghargaan Level 5 sebanyak enam kali, mulai dari  2014 hingga 2018, dan tahun ini. Ajang penghargaan Industri Hijau 2021 diikuti oleh 152 perusahaan, dengan 88 entitas mendapatkan kualifikasi penilaian tertinggi level 5. Sementara 49, perusahaan mendapat kualifikasi level 4 dan 15 industri dinyatakan masih memerlukan upaya lebih untuk menerapkan prinsip industri hijau. (yad)

Kali Keenam, Pengelolaan Lingkungan Petrokimia Gresik Meraih Industri Hijau Level 5 dari Kemenperin Selengkapnya

Bupati Gresik : Kurangi Sampah Plastik Mulai Sekarang

GRESIK,1minute.id – Komitmen  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengurangi sampah plastik tidak perlu diragukan lagi. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  menginstruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Sekretariat Pemkab Gresik tidak lagi menggunakan bungkus plastik. 

Caranya? Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kantor Bupati Gresik berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas itu membawa bekal makanan dari rumah, membawa tempat minum sendiri dan  peralatan makan sendiri.  Perlengkapan itu masukkan ke dalam  tas kain serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman kemasan plastik. 

Tekad itu diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memberikan reward kepada Ketua Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag) Siti Fitriah yang juga Pembina Bank sampah Gemes Sekardadu, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas pada Senin, 23 Agustus 2021.
“Kita harus memulai untuk pengelolaan sampah dan mengurangi penggunaan sampah plastik. Kita awali pengurangan sampah di lingkungan kantor Pemkab Gresik ini. Selanjutnya ke kantor OPD dan kantor-kantor yang lain hingga kantor desa,”kata Bupati  Fandi Akhmad Yani pada Senin, 23 Agustus 2021.

Sementatar itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi menambahkan sesuai data Kementerian Lingkungan Hidup ada 9,85 miliar lembar sampah kantong plastik dihasilkan setiap tahun dan mencemari lingkungan selama lebih dari 400 tahun. 

“Hanya 5 persen sampah kantong plastik yang bisa di daur ulang, sisanya menguasai hampir 50 persen lahan tempat pembuangan akhir (TPA) dan butuh lebih dari 100 tahun untuk terurai,”kata Reza yang juga Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gresik itu pada Selasa, 24 Agustus 2021.

“Seperti yang disampaikan pak Bupati (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Red) untuk pengurangan sampah plastik di kantor Pemkab Gresik agar ASN membawa botol minum dan tempat makan yang bisa digunakan berulang kali demi menyukseskan upaya tersebut.Mulai dari sekarang dan seterusnya kita harus menghindari penggunaan sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan,”kata Reza.

Penghargaan kepada Siti Fitriah ketua asosiasi Bank Sampah Gresik berupa laptop, printer dan seperangkat meja kursi. Sedangkan, reward  pengurus bank sampah Gemes Sekardadu kelurahan Ngargosari Kecamatan Kebomas berupa mesin pencacah sampah karena sukses mengelola sampah dan meningkatkan ekonomi nasabahnya. (yad) 

Bupati Gresik : Kurangi Sampah Plastik Mulai Sekarang Selengkapnya

Pegiat Lingkungan Ingatkan Pengusaha Tambak, Bawean Kawasan Konservasi Perairan Harus Dilestarikan

GRESIK,1minute.id – Pengusaha budidaya udang vaname mulai melirik Pulau Bawean. Sayangnya, usaha budidaya itu diduga kurang mempedulikan ekosistem setempat. Aksi penolakan mulai bermunculan. Diantaranya, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bawean.

Mereka memasang spanduk penolakan rencana pembangunan tambak udang di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean itu. Isi spanduk itu ” PMII Bawean Menolak…!!! Akan dibangunnya tambak udang di Dusun Teluk Emur, Desa Kepuhteluk” 

Aktivis PMII Bawean itu juga menyertakan dasar penolakan yakni Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengandalian Pencemaran Air. 

Menurut Kabid Pengembangan Sumberdaya Laut dari Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean Abd. Saddam Mujib menyatakan, merujuk KEP.28/MEN/2004, pengembangan budidaya udang merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan perikanan budidaya di Indonesia. Sebab, pengembangan budidaya udang memiliki nilai ekonomis tinggi yang dapat membantu pembudidaya, devisa negara, dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Akan tetapi, imbuh Saddam, pembangunan tambak harus mematuhi peraturan yang ada. Misalnya,  tata ruang darat yakni rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan tata ruang laut atau rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau terkecil (RZWP3K).

Saat ini, ada fenomena menarik di Pulau Putri-sebutan lain- Pulau bawean. Investor asal Pulau Jawa mulai melirik dengan melakukan investasi untuk membangun tambak udang vaname di pesisir pulau Bawean. 

Permasalahannya, kata Saddam, semua tambak yang ada, yakni tradisional maupun super intensif diduga kuat tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL)  untuk pembuangan limbah. “Mereka membuang limbah langsung ke laut tanpa mengolah limbahnya terlebih dahulu,”kata Saddam dalam keterangan pers kepada 1minute.id pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Limbah tetap harus dikelola. Selain dikelola, imbuhnya, pembuangan limbah juga harus melihat kondisi oseanografi seperti arah arus laut dan pasang surut sehingga bisa dikontrol pembuangannya kapan waktu yang cocok untuk dibuang. 

“Jika tidak memperhatikan beberapa hal tersebut akan memicu terjadinya eutrofikasi (pengkayaan nutrient) sehingga dapat mengakibatkan terjadinya blooming microalga berbahaya. Selain itu juga, penyakit gatal-gatal pada kulit bisa menyerang orang yang mandi di pantai,”terangnya didampingi Muhammad, Ketua Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean (PPKB).

Blooming microalga berbahaya dapat berdampak pada mati massal ikan di laut dan mengandung racun (toxic). Selain itu, microalga yang blooming tadi akan terakumulasi pada kerang-kerangan sehingga masuk ke rantai makan dan membahayakn manusia yang memakannya. “Sepanjang pesisir Bawean pada saat ayr laut surut,  air laut terendah sering dijadikan tempat mencari kerang-kerangan oleh warga sekitar untuk dikonsumsi,”tegas Saddam.

Ia pun meminta kepada para investor tidak hanya memikirkan keuntungan. “Petambak juga harusnya memikirikan bagaimana memanfaatkan sumberdaya laut dan pesisir secara berkelanjutan sehingga dapat dinikmati anak cucu kita kelak,”katanya. “Jika petambak yang mengerti lingkungan, pasti akan menggunakan jasa ekosistem dalam mengelola tambaknya bukan sekedar mengkonversi mangrove menjadi tambak,”tambahnya.

Apalagi, sekeliling Pulau Bawean merupakan Kawasan Konservasi Perairan (KKP). KKP merupakan kawasan perairan yang dilindungi, dikelola dengan sistem zonasi, untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan berdasarkan PermenKP No. Per.30/MEN/2010. “Ini berarti, perairan Pulau Bawean kaya akan sumberdaya hayati laut yang harus dilestarikan,”pungkasnya.(yad)

Pegiat Lingkungan Ingatkan Pengusaha Tambak, Bawean Kawasan Konservasi Perairan Harus Dilestarikan Selengkapnya