Rumah Adat Osing, Desa Kemiren, Sisa Masyarakat Blambangan

BANYUWANGI, 1minute.id- Rumah Adat Osing tertata rapi. Saling berhadap-hadapan. Rumah adat itu berbahan  dari kayu. Tembok dari anyaman bambu. Gebyok dan pagar rumah terbuat kayu. Bentuk bangunan nyaris sama satu sama lainnya. Jalannya resik. Suasana di kampung Rumah Adat Osing itu terasa nyaman. Ayem. Sanusi, 89 tahun salah satu penghuni rumah adat Osing itu. Kakek 6 cucu itu tinggal bersama istrinya yang terkena stroke.  Pasutri itu duduk di gang kecil di samping rumah pada Sabtu, 19 Maret 2022.

RAMBU : Arah petunjuk jalan menuju rumah adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Istri Sanusi mengunyah susur. Sanusi menikmati ngudut. Sanusi dengan ramah mempersiapkan wartawan  1minute.id  dan tujuh wartawan lainnya masuk ke dalam rumah. “Saya buka kan pintu depan dulu ya,”kata bapak 4 anak dan 6 cucu itu.  Namun, delapan wartawan, termasuk 1minute.id mengikuti Sanusi masuk lewat pintu samping rumah. Lewat dapur.

Dapur rumah Sanusi ukuran sekitar 4 meter persegi. Dinding dapur terbuat dari anyaman bambu (ghedek). Sinar matahari bisa menerobos masuk lewat lubang anyaman bambu.  Perkakas dapur alami. Kompor menggunakan kayu bakar. Lantai plesteran semen. Tapi, dapur terlihat bersih. Tidak ada perkakas berserakan. Apalagi belum di cuci. “Tadi Saya masak. Ayo makan,”ajak Sanusi.

PENDUDUK ASLI : Sanusi dan istrinya duduk santai di gang sempit samping rumahnya di kampung Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sanusi masak sendiri karena istri belum pulih kesehatan akibat serangan stroke. Sehari-hari, Sanusi bertani. Selain tandur, merawat istri. Karena anak dan cucu tidak tinggal satu rumah dengan Sanusi. Setelah menunjukkan kondisi dapur, Sanusi masuk ruang utama. Di ruang utama itu, terdapat sekat kamar tidur dan meja tamu. Untuk menerangi ruang tamu, Sanusi membuka pintu depan rumah. “Kalau dinding kamar kayunya lama. Kayu jenis Tanjang. Kayu hutan,”jelasnya. 

BERSIH : Ini bagian dapur rumah Sanusi di kampung adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Rabu, 19 Maret 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sanusi, penduduk asli  Dusun Kedaleman, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Untuk menuju kampung ini, wisatawan menyusuri kampung kemudian menyeberangi jembatan dan jalan menanjak. Suasana masih asri. Sehingga terasa nyaman karena rindang mesti terik matahari. 

Dalam prasasti yang ditulis di sebuah lembar papan kayu dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris ) disebutkan Kemiren dari kata Kemiri dan Duren. Dahulu banyak bumbu pohon Kemiri dan Durian. Desa Kemiren dihuni oleh masyarakat suku Osing-suku asli Banyuwangi. Atau sisa masyarakat Blambangan. 

SEJARAH SINGKAT: Prasasti tertulis di selembar kayu menceritakan tentang sejarah Desa Kemiren yang terdapat rumah Adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 ( FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Desa pertama bernama Walik menjabat pada 1657. Desa Kemiren milik banyak keunikan mulai dari Adat, tradisi, kesenian, kuliner hingga pola hidup masyarakat yang masih dijaga masyarakat setempat. 
Sanusi berpesan kepada anak-anak muda untuk menjaga tradisi dan tidak neko-neko.  “Hidup lah yang jujur. Jujur itu tidak ada masanya,”katanya dengan bahasa Osing. (yad)

Rumah Adat Osing, Desa Kemiren, Sisa Masyarakat Blambangan Selengkapnya

Kran Mudik Dibuka, Tempat Wisata Ini Layak Dikunjungi 

BANYUWANGI,1minute.id – Pemerintah membuka kran mudik lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah/2022 Masehi. Kesempatan bagi pengelola wisata untuk menarik wisatawan setelah 2 tahun pemerintah melarang mudik lebaran karena pandemi.  Pengelola destinasi wisatawan berlomba menarik wisatawan. Kalau Anda belum  punya agenda mlaku-mlaku mengunjungidestinasi wisata di Banyuwangi, Jawa Timur bisa mengunjungi Kampung Osing dan Bangsring Underwater. Dua destinasi ini menawarkan sensasi dan cerita berbeda. 

1. Bangsring Underwater    

BERCENGKRAMAH : Wartawan 1minute.id ketika melakukan snorkeling di Bangsring Underwater, Banyuwangi pada Jumat, 18 Maret 2022 (Foto for 1minute.id)

Destinasi wisata ini lokasinya di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.  Bangsring Underwater (Bunder) adalah wana wisata. Wisata buatan yang melestarikan biota laut sehingga menjadi tempat snorkeling yang menyajikan sensasi pberbeda. Pengunjung bisa bermain dan seakan bisa “bercengkrama” dengan biota laut.

Ikan-ikan berbagai jenis dan ukuran yang setia menyapa penyelam yang membawa makanan. Apa makanan Ikan di Bunder? Ikan dibawah Rumah terapung sekitar 300 meteran dari bibir pantai sangat menyukai roti. Sejenis roti tawar. Roti itu cukup di genggam ketika wisatawan melakukan snorkeling. Sedikit demi sedikit roti disebar ratusan bahkan ribuan jenis ikan mendatangi. Ikan-ikan itu seakan mengajak penyelam bercengkramah. Suatu sensasi menyenangkan.     

Penyelam bisa mengabadikan kegiatan di dalam pantai itu menggunakan kamera bawah laut atau menggunakan bantuan pemandu wisata. Destinasi Bunder Banyuwangi  menjadi tempat alternatif berkunjung kembali berada di Banyuwangi. Bagi wisatawan yang tidak bisa berenang bisa menikmati pemandangan bawah laut di Bunder ini. Tentu harus memakai pelampung dan pemandu wisata.      Ditempat ini wisatawan bisa juga memesan degan atau makan. Wisatawan merasa dimanjakan disini.

SPOTFOTO : Salah satu spotfoto di Bangsring Underwater pada Jumat, 18 Maret 2022 ( FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Wartawan 1minute.id telah mengunjungi  Bunder  sebelum Ramadan 1443 Hijriah, tepatnya. 18-19 Maret 2022. Tiba lokasi sekitar pukul 08.30. Pagi itu, Bunder masih lengang. Sinar matahari tidak terlalu menyengat. Air pantai sangat jernih. Setelah ganti sewa pelampung kemudian naik perahu 5 menit menuju rumah terapung tempat snorkeling. Potensi Bunder sebenarnya dimiliki di Kabupaten Gresik. Tepatnya, di Pulau Bawean. Biota laut juga elok.  Seperti Pantai Noko Selayar, tempat favorit bagi penggemar snorkeling. (bersambung/yad)

Kran Mudik Dibuka, Tempat Wisata Ini Layak Dikunjungi  Selengkapnya

Ajarkan Kejujuran Siswa Isi Kegiatan Ramadan Sendiri, Rajin Salat Dapat Tanda Tangan Imam

GRESIK,1minute.id – Ada pemandangan beda di setiap masjid dan musala di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sejak awal bulan suci Ramadan.  Anak-anak khusyuk Salat. Salat rawatib maupun Salat sunah.  Salat Tarawih, misalnya. 

Bocah-bocah polos itu ada yang didampingi orang tuanya. Ada juga tanpa didampingi orang tua ketika Salat.  Nah, pemandangan beda dari hari biasanya sebelum bulan puasa adalah ketika Salat anak-anak itu menenteng sebuah buku. “Tugas dari sekolah. Minta tanda tangan imam Salat Tarawih,”ujar Muhammad Rifky pada Jumat, 8 April 2022. 

TANDA TANGAN IMAM SALAT : Sejumlah siswa sekolah dasar meminta tanda tangan imam masjid usai Salat Isya dan Tarawih di Masjid Agung Gresik pada Jumat, 8 April 2022 ( FOTO:

Apa saja isi buku yang dibawa siswa kelas V SD Muhammadiyah Gresik Kota Baru (Mugeb) itu? Lembar buku itu isinya tentang kegiatan harian siswa selama bulan puasa. Diantara, siswa harus menuliskan kegiatan Ramadan mulai hari ke-1 sampai hari ke-30. Selama sebulan, berapa kali khatam alquran, amalan istimewa sampai tentang sahur. Semuanya diisi sendiri.

Sehingga siswa belajar tentang kejujuran. Untuk aktivitas Salat berjamaah siswa harus meminta tanda tangan imam. Begitu Salat selesai anak-anak bersemangat “berburu” tanda tangan imam. Pemandangan itu bisa terlihat di Masjid Agung Gresik usai Salat Tarawih. (yad)

Ajarkan Kejujuran Siswa Isi Kegiatan Ramadan Sendiri, Rajin Salat Dapat Tanda Tangan Imam Selengkapnya

Formagam, Jaringan GusDurian Blusukan Bagikan Sembako kepada Pemulung 

GRESIK,1minute.id – Forum Masyarakat Pecinta Keberagaman (Formagam), GusDurian dan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Gresik turun ke jalan pada Kamis, 7 April 2022. Mereka blusukan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik.

Kehadiran anggota komunitas itu untuk memberikan bantuan sembako kepada para pemulung yang mengais rezeki di TPA berlokasi di Jalan Prof Moh Yamin, Desa Ngipik, Kecamatan Gresik itu. Baksos di bulan suci Ramadaan ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Asisten Bidang Kesra Suyono dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh.

Sebanyak 250 paket sembako yang dibagikan kepada para pemulung dan petugas kebersihan yang dibagikan oleh komunitas lintas agama dan organisasi kemasyarakatan itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kegiatan peduli kemanusiaan. “Kegiatan ini sangat menginspirasi sekali. Selain sebagai sarana membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan dan sebagai ajang silaturrahmi, kegiatan ini juga mencerminkan kerukunan antar umat beragama yang kuat. Kita lihat, saudara kita ada yang dari Persatuan Gereja, Formagam dan dari organisasi lainnya,”puji Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani berharap semoga bantuan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Sementara itu, Ketua Formagam Gresik Joko Pratomo mengatakan, kegiatan ini inisiasi jaringan GusDurian setiap Ramadan. “Jika, sebelum pandemi Jaringan GUSDURian menggelar kegiatan sahur bersama secara offline. Kini, kegiatan baksos tersebut salah satu media untuk menyapa dan bersilaturahmi GUSDURian dan jaringan lintas iman kepada kelompok marginal,” ujarnya. 

Kegiatan baksos merupakan kegiatan rutin yang digelar Jaringan GusDurian melalui komunitas di setiap kabupaten/kota. Dimana, dengan adanya kegiatan tersebut saling gotong royong untuk membantu sesama yang membutuhkan uluran tangan. Bakti sosial ini merupakan bentuk kolaborasi antara Gusdurian Gresik, Formagam, PGI yang didukung oleh Food Cycle, GusDurian Peduli, Pattiro Gresik, Sapta Darma, PSMTI, FGKS, PP. Internasional Al Illiyin. (yad)

Formagam, Jaringan GusDurian Blusukan Bagikan Sembako kepada Pemulung  Selengkapnya

Berkah Ramadan, Tersangka Pencurian Smartphone Bebas Sebelum Sidang

GRESIK,1minute.id – Umar Buang, 34, bisa menghirup udara bebas pada Jumat, 1 April 2022. Tersangka pencurian smartphone dan uang Rp 92 ribu bebas dari jeratan hukum sebelum proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. 

Pemuda tinggal di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu bisa menjalankan puasa Ramadan bersama neneknya, Munarsih, 72 tahun. Puasa Ramadan memasuki hari kedua pada Senin, 4 April 2022 ini menjadi berkah Buang. Ia bisa bebas karena mendapatkan restorative justice (RJ) dari Kejari Gresik. Pemberian RJ untuk kali pertama ini disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Buang tidak menyangka bisa bebas dari jeratan hukum. Barang bukti dan kesaksian sudah lengkap. Sangat sulit bisa lolos dari jeratan hukum. Namun, bila Sang Khaliq menghendaki semua bisa terjadi. Kurniawan, korban yang tinggal di Jalan Bali, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar memberikan ampunan. Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik Maria Grace menyetujui pemberian RJ sesuai dengan kebijakan Kejaksaan Agung (Kejagung) sehingga proses pembebasan berjalan lancar. 

Untuk diketahui, Maria Grace adalah jaksa yang baru mualaf. Begitu mendapatkan penugasan di Kejari Gresik, Maria Grace memutuskan untuk berhijab. Saat Buang dibebaskan dan dipertemukan dengan neneknya, mata Maria Grace terlihat berkaca-kaca menahan haru. Ia menutupi wajahnya dengan kain hijabnya.

Tidak semua tersangka bisa mendapatkan “keistimewaan” seperti Buang. Terbebas dari jeratan hukum sebelum disidangkan. “Ini berkah Ramadan,”kata Kajari Gresik Muhamad Hamda pada Jumat, 1 April 2022. Menurut Muhamad Hamda, proses untuk mendapatkan RJ cukup panjang. Sebelumnya jaksa penuntut melakukan gelar perkara dengan seksi pidana umum untuk melakukan kajian bisa atau tidak tersangka pencurian smartphone bernama Umar Buang mendapatkan RJ. “Harus mendapatkan persetujuan dari Kajati Jawa Timur,”katanya.

Hamda berpesan kepada Buang untuk tidak mengulangi perbuatan lagi. Lebih lanjut Kajari Hamda mengatakan, ada sejumlah persyaratan tersangka bisa mendapatkan RJ. Diantaranya, adalah tersangka baru kali pertama, korban memberikan pengampunan dan kerugian kurang lebih Rp 1,6 jutaan. “Sedangkan, untuk tersangka Buang ini, dia mencuri untuk membiayai pengobatan neneknya,”kata Hamda. 

Buang hanya tamatan sekolah dasar. Ia belum memiliki pekerjaan tetap. Untuk mencukupi kebutuhan bersama neneknya, Buang kerja serabutan.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani telah meminta kepada Dinas Sosial (Dinsos) Gresik untuk melakukan pendataan terhadap keluarga Buang itu. Bila neneknya Munarsih belum mendapakan bantuan dari pemerintah pusat. Ia akan mendapatkan bantuan dari Pemkab Gresik melalui program PKH ekskusif. 

Seperti diberitakan, suasana haru ketika Buang dipertemukan dengan Munarsih, 72. Buang bersimpuh kepada neneknya yang duduk di kursi roda. Selama 3 menit bersimpuh dan memohon maaf. Pertemuan haru membuat suasana di lobi kantor Kejari Gresik hening. Kajari Gresik Muhamad Hamda, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kasi Pidum Kejari Gresik Firdaus dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik Maria Grace seakan menahan air mata. 

Buang tersangka pencurian smartphone di warkop di Jalan Poros Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada 13 Januari 2022.
Aksi Buang mencuri gawai milik Tuah Kurniawan, 32, warga Jalan Bali, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik itu terekam CCTV. Buang pun akhirnya dibekuk polisi dan dijebloskan ke penjara. Perkara dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik. Akan tetapi, sebelum proses berlanjut ke Pengadilan Negeri (PN) Gresik memutuskan tidak melanjutkan ke meja hijau. Buang mendapatkan keadilan restoratif atau Restorative Justice.

Konsep keadilan restoratif merupakan suatu konsekuensi logis dari asas ultimum remedium, yaitu pidana merupakan jalan terakhir dan sebagai pengejawantahan asas keadilan, proporsionalitas serta asas cepat, sederhana dan biaya ringan, oleh karena itu penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dilaksanakan dalam rangka memberikan perlindungan terhadap kepentingan korban dan kepentingan hukum lain. (yad)

Berkah Ramadan, Tersangka Pencurian Smartphone Bebas Sebelum Sidang Selengkapnya

Kisah Mualaf Devan Gunawan, Aktivis Ormas Di Gresik Merasakan Perubahan Hidup Yang Luar Biasa 

GRESIK,1minute.id  – Marhaban Yaa Ramadan.  Bulan suci yang paling di tunggu umat muslim di dunia itu telah tiba. Pemerintah Indonesia telah menetapkan 1 Ramadan 1443 Hijriah pada Minggu, 3 April 2022. Bagi Devan Gunawan, 47, bulan suci Ramadan ini terasa lebih indah. “Ini kali ketiga Saya puasa Ramadan,”kata Devan dihubungi selulernya pada Minggu, 3 April 2022.

Devan menjadi mualaf pada 13 Juli 2019. Dia mengaku mengucapkan syahadat dengan bimbingan Moh Qosim. “Awalnya Saya meminta bantuan Pak Bagus (Bagus Sasmita, Guru SMA Negeri 1 Kebomas,Red) untuk menjadi mualaf,”imbuhnya. Perubahan yang luar biasa pasca hijrah menjadi muslim. Hal itu yang membuat dia tetap istikamah sampai sekarang. “Sekarang Saya diberi amanah sebagai ketua untuk pencarian donator di UPZ di Masjid Agung Gresik,”katanya. 

Kebahagiaan yang dirasakan oleh Devan ini melalui perjuangan panjang. Devan harus berakit-rakit ke hulu. Sakit-sakit dahulu. Ia menceritakan paskagagal menjadi anggota legislatif harus mengalami penderitaan panjang. Hutang menumpuk. Devan digugat cerai oleh istrinya.

Anak semata wayang ikut istri yang non muslim itu. Devan memutuskan indekos. Selama 3 bulan. Kurun waktu itu Devan melakukan perenungan. Dia mendatangi sejumlah tempat pengajian. Di musala atau masjid atau majelis-majelis kajian agama. 

Devan juga menemui sejumlah orang untuk berdiskusi tentang agama Islam. Devan semakin mantap masuk Islam. Pada 13 Juli 2019 Devan mengucapkan kalimat Syahadat dibimbing oleh Moh Qosim saat itu masih menjadi Wakil Bupati Gresik. Devan kemudian mendapatkan “tumpangan” rumah gratis di Desa Padeg, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. 

Rumah tingkat itu suwung atawa kosong selama 2 tahun. Ada 4 orang yang berminat menempati rumah kosong itu.”Tiga orang sudah  berkeluarga. Tapi, pemilik rumah memilih Saya belum berkeluarga,”katanya.  Dirumah itu, Devan semakin mempertebal dan memperdalam tentang Islam. Ia rajin mengikuti kegiatan di masjid.

“Selama 8 bulan Saya menempati rumah itu secara gratis,”katanya.  Kehidupan Devan semakin bahagia ketika bertemu seseorang perempuan. Ia seorang janda yang usianya lebih dewasa dari Devan. Mereka memutuskan untuk menikah.

“Saya bertemu dengan istri Saya menemukan kebahagiaan lahir batin membimbing saya untuk lebih baik lagi serta istikamah menjalankan syariat Islam yang sesungguhnya. Alhamdulillah, hidup saya bisa bermakna lagi semoga saya bisa menjadi mualaf yang lebih baik, bermanfaat serta bisa menginsiparasi bagi non muslim lainnya. Semoga mendapatkan hidayah,”katanya. 

“Alhamdulillah, ini semua hidayah dari Allah SWT,”ucapnya dengan nada bersyukur. Devan dan keluarga kini tinggal di Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB). Jejak Devan menjadi mualaf itu kemudian diikuti anak semata wayangnya dari pernikahan pertamanya. “Anak saya sekarang mondok,”ujarnya. (yad)

Kisah Mualaf Devan Gunawan, Aktivis Ormas Di Gresik Merasakan Perubahan Hidup Yang Luar Biasa  Selengkapnya

Hilal Awal Ramadan Tak Terlihat di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik, Puasa Mulai Minggu 

GRESIK1minute.id – Tim Rukyaktul Hilal Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Gresik tidak berhasil melihat Hilal. Rukyaktul hilal awal Ramadan 1443 H/4022 dilakukan di Balai Rukyat Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Jumat,1 April 2022.

Rukyaktul hilal ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Sahid , Ketua Pengadilan Agama (PA) Gresik dan beberapa orang perukyat. 

Pengamatan dilakukan  dengan berbagai alat manual maupun canggih seperti teodolit, teleskop binokular dan monokular. “Tetapi hilal tidak terlihat,”kata Sekretaris Sekretaris LFNU Gresik Angga Purwancara.

TEROPONG BINTANG: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan pengamatan Hilal melalui teropong bintang di Balai Rukyat LFNU di Bukit Condrodipo Gresik pada Jumat, 1 April 2022 (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pengamatan dilakukan mulai matahari terbenam berdasarkan metode hisab tadqiqi dengan tinggi hilal antara 1 derajat 22 menit 35 detik hingga 2 derajat 15 menit 56 detik.”Berdasarkan Inkamnur Rukyah Nahdlatul Ulama tinggi hilal minimal 3 derajat dan  elongasi hilal minimal 6,4 derajat,”ujarnya. 

Hasil rukyaktul hilal LF PCNU Gresik itu kemudian diserahkan kepada Kemenag Gresik Sahid. “Semua perukyat tidak melihat Hilal. Hasil ini akan kami laporkan kepada Menteri Agama,”katanya. Penentuan awal bulan suci, Ramadan 1443 Hijriah nanti akan diumumkan oleh Menteri Agama. 

PENGAMATAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau hilal awal Bulan Ramadan 1443 H di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik pada Jumat, 1 April 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pantauan 1minute.id di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah mencoba untuk melihat Hilal melalui alat teropong bintang itu. Akan tetapi, kedua pemimpin di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu mengaku tidak melihat Hilal. “Warna ne putih kabeh,”seloroh Wabup Aminatun Habibah. (yad)

Hilal Awal Ramadan Tak Terlihat di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik, Puasa Mulai Minggu  Selengkapnya

KAI Daop 8 Surabaya Hijaukan 20 Stasiun untuk Kenyamanan Pelanggan Kereta Api 

GRESIK,1minute.id – Stasiun Indro, Gresik bakal semakin asri dan nyaman. Sebab, PT Kereta Api Indonesia (KAI) perseroan Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya melakukan penanaman pohon (Green Stasiun) pada Kamis, 31 Maret 2022. Program pelestarian lingkungan dan pro aktif mensukseskan program penghijauan “BUMN Hijaukan Indonesia” itu dipimpin oleh Deputy EVP Daop 8 Surabaya Mariyanto dan diikuti secara serentak 19 stasiun wilayah Daop 8 Surabaya.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan kegiatan ini merupakan peran aktif perusahaan dalam program BUMN Hijaukan Indonesia. Melalui program Tanggung jawab Sosial dan Lingkungan atau Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TJSL) Bina Lingkungan Perusahaan, KAI Daop 8 Surabaya menanam sebanyak 239 tanaman yang terdiri dari beberapa jenis, yakni Pucuk Merah, Tabebuya Kuning, Tabebuya Ungu, hingga tanaman buah-buahan.

“Dalam program ini, lokasi penanaman dilaksanakan di 20 stasiun yang berada di wilayah Daop 8 Surabaya,”kata Lukman Arif. Sebanyak, 20 stasiun Daop 8 Surabaya itu, diantaranya Stasiun Surabaya Pasarturi, Surabaya Kota, Malang, Indro Gresik, Porong, Tanggulangin, Sidoarjo, Tobo, Bojonegoro, Babat, Lamongan, Ngebruk, Tarik, Tandes, Blimbing, Wlingi, Tulangan, Kepanjen, Sengon, dan Wonokerto.

Langkah penghijauan stasiun wilayah Daop 8 Surabaya juga dilakukan dengan adanya beberapa taman di area stasiun, yang juga bagian dari peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Dengan semakin banyak stasiun yang asri dan indah maka pelanggan akan merasa nyaman saat akan menggunakan layanan kereta api.

“KAI berupaya untuk dapat terus meningkatkan kenyamanan dengan banyaknya tumbuhan di stasiun, sehingga diharapkan menghasilkan kualitas udara yang bersih kepada pelanggan kereta api saat berada di stasiun,”ucap Luqman Arif. Di Daop 8, sebelumnya telah menanam sebanyak 11.495 pohon, dan secara nasional KAI telah melakukan penanaman 56.337 batang pohon di stasiun, kantor, dan lokasi lainnya di wilayah operasi KAI sebagai bentuk BUMN Hijaukan Indonesia.

Upaya preservasi lingkungan KAI Daop 8 dilakukan dengan serius, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan. Program berupa penghijauan ini akan berlanjut dengan jumlah pohon yang semakin banyak dan variatif pada tahun ini. Hal ini sebagai wujud keselarasan pembangunan infrastruktur yang tetap mendukung pelestarian, konservasi, dan menjaga ekosistem lingkungan setempat. (yad)

KAI Daop 8 Surabaya Hijaukan 20 Stasiun untuk Kenyamanan Pelanggan Kereta Api  Selengkapnya

Ini Khasiat Buah Merah Khas Bawean 

GRESIK,1minute.id – Tanaman Buah Merah asli Bawean menarik perhatian dalam peringatan Hari Air Sedunia 2022 di Gresik. Tanaman itu ditandur oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman di dekat rumah pompa Banjar Anyar-2 di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Rabu, 30 Maret 2022.

Buah Merah tergolong tanaman langka. “Ini (tanaman) bisa dibudidayakan,”kata Washil-panggilan-Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman disela acara pada Rabu, 30 Maret 2022.
Apa khasiat Buah Merah Khas Bawean itu? Sejumlah literatur yang dikumpulkan wartawan  1minute.id  menyebut, buah merah berbentuk bulat, memiliki bulu halus, dan berwarna merah jika sudah matang atau tua.

Ada dua jenis buah merah yakni  Merah Biasa dan Mentega. Buah merah biasa  memiliki tekstur daging yang lembut dan bau yang khas. Sedangkan, buah merah mentega berwarna agak kuning dan tekstur daging yang lebih lembut serta baunya lebih khas. 

Buah merah dapat dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi jus, brownis, dan jenis kue lainnya. Lalu apa khasiat mengkonsumsi buah Merah Khas Bawean? Diantaranya, Mencegah kanker. Kandungan antioksidan yang tinggi dalam buah merah dapat melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas ; mencegah diabetes ; mencegah tekanan darah tinggi dan penyakit lain yang terkait ; menjaga kesehatan mata serta membantu mencegah hepatitis B. Itu khasiat Buah Merah Khas Bawean. (yad)

Ini Khasiat Buah Merah Khas Bawean  Selengkapnya

Ada Buah Merah Khas Bawean Diperingatan Hari Air Sedunia Di Gresik

GRESIK,1minute.id – Ratusan bibit pohon ditanam dan ribuan benih ikan ditebar di dekat rumah pompa Banjar Anyar 2 Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 30 Maret 2023.  Penanaman 665 pohon dan  penebaran 5 ribu benih ikan dilakukan untuk memperingati Hari Air Sedunia itu dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Puluhan jenis pohon produktif yang ditanam lahan aset Pemkab Gresik di dekat jalan Tol KLBM itu. Yang menarik perhatian adalah tanaman Buah Merah Khas Bawean. Tanaman langka asli Bawean itu ditandur oleh Sekda Achmad Washil Miftahul Rachman. 

Achmad Washil Miftahul Rachman pada kesempatan itu meminta kepada aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Gresik aksi menanam pohon ini tidak hanya sekadar simbolis. “Tanaman yang sudah ditanam harus dirawat dengan baik. Sehingga bisa tumbuh dengan baik,”ujarnya. Saat ini, penanaman pohon masih di musim hujan kemungkinan bakal hidup. 

“Kami berharap teman-teman di rumah pompa bisa melakukan penyiraman secara penuh pada musim kemarau nanti. Sehingga dampaknya pohon yang ditanam bisa hidup. Dan,  ini salah satu yang membahagiakan kita setelah sekian tahun kemudian. Pohon-pohon menjadi resapan air tanah,”tegas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik itu. 

Washil-panggilan-Achmad Washil Miftahul Rachman berharap gerakan menanam pohon tidak terhenti. Ia lalu mencontohkan program Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bernama Sehari Menanam Satu (SMS) Pohon. “Kalau bisa ditambahkan sehari menanam sak karape ,”ujarnya.  

Lahan penanaman harus dilakukan ditempat strategis. “Bila kemungkinan berkembang bisa untuk anak cucu kita kelak yang bisa menjadi sumber air,”ujar mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman – kini menjadi- Dina Cipta Karya  Perumahandan Kawasan Permukiman (CK-PKP) Gresik itu. Peringatan Hari Air Sedunia diperingati setiap 22 Maret. Tahun ini bertemakan “Air Tanah, Membuat yang Tak Terlihat menjadi Terlihat“. (yad)

Ada Buah Merah Khas Bawean Diperingatan Hari Air Sedunia Di Gresik Selengkapnya