Dua Tahun Pendemi, Kini Kesenian Kembali Bergairah Di Gresik


GRESIK,1minute.id– Pengemar wayang kulit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik terobati. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar wayang kulit di Kantor Bupati Gresik pada Rabu malam, 9 Maret 2022. Dalang dalam gelaran perdana di masa pandemi Covid-19 ini adalah Ki Puguh Prasetyo.

Pagelaran wayang kulit dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ini berlangsung hingga pukul 12 malam. Dalang Ki Puguh Prasetyo berulangkali mengucapkan rasa syukurnya. 

“Terima kasih diberi kelonggaran bisa tampil merayakan HUT Pemkab Gresik dan Gresik Kota Tua. Mugo-mugo pandemi berakhir,”kata dalang Ki Puguh Prasetyo. Dalam pagelaran wayang kulit itu, Ki Puguh Prasetyo mendapuk Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Sutaji Rudi sebagai Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Gresik. 

“Mugo-mugo wayang kulit menjadi milik semua dipimpin Bapak Sutaji Rudi,”katanya. Dalam  pagelaran wayang kulit ini, dalang membawa personil lengkap. Sindenya berjumlah 6 orang. “Iki kabeh wong Gresik,”katanya. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan kecintaan terhadap budaya asli bangsa Indonesia harus terus dijaga. Selaras dengan hal tersebut, Pemkab Gresik berkomitmen untuk melestarikan budaya luhur, salah satunya kesenian wayang kulit. “Sehingga kesenian wayang kulit yang juga menjadi jati diri bangsa Indonesia kian diminati generasi muda. Serta mampu melahirkan dalang maupun seniman wayang kulit muda,”ujar Fandi Akhmad Yani. 

NYINDEN : Sinden dalam pagelaran wayang kulit di Kantor Bupati Gresik pada Rabu malam, 9 Maret 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani, sapaan akrabnya, menambahkan dengan diadakannya pagelaran tersebut menandai bahwa bangkitnya gairah kesenian tradisional di Gresik yang sempat padam karena pandemi Covid-19.  “Kita tahu bahwa selama pandemi Covid-19 melanda, hampir seluruh kegiatan masyarakar terganggu. Termasuk para seniman yang tidak bisa manggung karena dampak pandemi. Mudah-mudahan pagelaran wayang kulit malam ini dapat membangkitkan kembali gairah kesenian termasuk wayang kulit agar para seniman dapat eksis kembali,”katanya. 

Pagelaran wayang kulit ditandai dengan penyerahan wayang dari Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah kepada Dalang Ki Puguh Prasetyo. Lakon pagelaran wayang kulit adalah “Tekad Manunggal Dengan Tematik dengan visi misi Kebersamaan dan Kerukunan”.

Bu Min-Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mengaku wayang kulit pengajaran yang dapat diperoleh dari filosofi seni budaya yang ada maupun kisah yang dipentaskan. Nilai-nilai luhur yang terkandung di antaranya berjiwa ksatria nan pemberani, jujur, ulet, dan tanggungjawab perlu untuk diteladani dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.  (yad)

Dua Tahun Pendemi, Kini Kesenian Kembali Bergairah Di Gresik Selengkapnya

LF PCNU Gresik Dan UIN Alauddin Makassar MoU Kembangkan Ilmu Falak

GRESIK,1minute.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melalui Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Prodi Ilmu Falak menandatangani nota kesepahaman dengan Lembaga Falakiyah (LF) PCNU Gresik. Nota kesepahaman di teken di Desa Manyarejo, kecamatan Manyar, kabupaten Gresik pada Rabu malam, 9 Maret 2022.

MoU dilakukan Dekan FSH, Muammar Muhammad Bakry yang diwakili Wakil Dekan III, Muhammad Saleh Ridwan dengan Ketua LF PCNU Gresik Muchyiddin Hasan. Ketua LF PCNU Gresik periode 2021-2026 itu didampingi Sekretarisnya Angga Purwancara.

Sebelumnya rombongan Perguruan Tinggi Negeri kKota Daeng ini mendapat pemaparan materi falak dari dewan pakar KH. Abdul Muid Zahid dan ustad Inwanuddin. 
Wakil Dekan UIN Alauddin Makassar, Muhammad Saleh Ridwan mengatakan MoU ini untuk pengembangan Tri dharma perguruan tinggi pencerahan tentang instrumen fajar shadiq dan beberapa pelatihan yang dilakukan oleh Lembaga Falakiyah PCNU Gresik dan implementasi merdeka belajar.

“Kami bersepakat untuk membuat perjanjian kerja sama membangun pengembangan khususnya ilmu falak. Di Gresik punya beberapa pakar yang cukup banyak dan punya banyak prestasi. Tentu kami harapkan prodi Ilmu Falak di kampus kami bisa maju dan berkembang,”ujar Saleh. 

Ketua Prodi Ilmu Falak UIN Alauddin, Fatmawati Hilal yang menjadi inisiator MoU ini menginginkan jika mahasiswanya bisa diberi pelatihan khusus oleh LF PCNU Gresik. Pihaknya ingin memaksimalkan program studinya dengan mengirim beberapa anak didiknya untuk belajar secara khusus di Balai Rukyat Condrodipo yang biasa digunakan untuk observasi Hilal.

“Tentu kami ingin ada follow up, anak-anak bisa mendalami instrumen falak yang sudah ada di sini dengan Dewan Pakar LF PCNU Gresik. Tidak menutup kemungkinan KH. Abdul Muid Zahid dan ustad Inwanuddin akan kami undang sebagai dosen tamu di Universitas kami nanti sebagai dasar penguatan ilmu dari mahasiswa kami,”terang Hilal.

Sementara itu, Ketua LF PCNU Gresik, Muchyiddin Hasan, MoU ini adalah kado istimewa bagi para pengurus yang baru saja mendapat Surat Keputusan (SK) dari PCNU Gresik. Menurutnya momen ini menjadi spirit bagi pengurus baru agar bisa lebih serius dalam berkhidmah karena LF PCNU Gresik menjadi referensi pembelajaran kampus ternama di Provinsi Sulawesi Selatan.  

“Kami berterima kasih kepada civitas akademika UIN Alauddin Makassar khususnya Fakultas Syariah dan Hukum Prodi Ilmu Falak yang sudah mempercayai kami sebagai referensi pembelajaran untuk meningkatkan sekaligus mengembangkan Ilmu Falak untuk mahasiswanya. Tentu ini menjadi spirit bagi kami, pengurus Lembaga Falakiyah yang baru saja mendapat SK dari PCNU Gresik sore tadi,”tutupnya. (yad)

LF PCNU Gresik Dan UIN Alauddin Makassar MoU Kembangkan Ilmu Falak Selengkapnya

Pemkab Gresik Gandeng Swasta Pengolahan Sampah Berkapasitas 200 Ton Per Hari

PIAGAM ADIWIYATA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Aminatun Habibah menyerahkan Piagam Adiwiyata kepada 48 sekolah di Peringatan HUT ke-48 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik di Halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 9 Maret 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Problem sampah rumah tangga bakal segera teratasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bekerjasama dengan Danone untuk melakukan pengelohan sampah di dua lokasi. Yakni, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean dan TPA Ngipik di Desa Ngipik, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Pengelohan sampah di dua TPST itu masing-masing berkapasitas 100 ton per hari atau 200 ton per hari. Volume sampah rumah tangga di Kabupaten Gresik mencapai 450 ton per hari. Sebanyak 216 ton sampai 250 ton sampah masuk ke TPA Ngipik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bertepatan  HUT ke-48 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik telah dilakukan nota kesepahaman alias MoU dengan pihak swasta dalam pengolahan sampah di Kabupaten Gresik. “Sudah tahun merdeka, sampah di kabupaten Gresik belum ada penanganan,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani usai upacara Peringatan HUT ke-48 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik di Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 9 Maret 2022.

Pemkab Gresik, imbuhnya, kerjasamanya dengan PT Resigi dan Danone mengolah sampah di TPA ngipik di Desa Ngipik, Kecamatan Gresik dan Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean . “Target 200 ton perhari,”tegas Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Mekanismenya, sampah rumah tangga dambil dari rumah atau TPS di desa untuk ditarik ke TPA. Ada sejumlah keuntungan yang diperoleh oleh Pemkab Gresik dalam kerjasama pengolahan sampah ini. Antara lain, efisien anggaran operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik sebesar Rp 15 miliar per tahun. “Dan persoalan sampah di Gresik bisa teratasi Sudah terolah bahkan sampai zero waste sampah,”kata Bupati berusia 36 tahun itu. 

Kerjasama pengolahan sampah antara Pemkab Gresik  dengan swasta ini menjadi solusi dalam penanganan problem sampah perkotaan. Pasalnya, volume TPA Ngipik semakin penuh. Bukit sampah bahkan terlihat dari Telaga Ngipik.  

Karyanto Wibowo, Direktur Sustainable Development Danone menambahkan, pengolahan sampah di dua TPST itu akan menggunakan teknologi dari anak bangsa. “Seratus persen lokal,”tegasnya. Teknologi pengolahan sampah tersebut telah diujicobakan di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia. Diantaranya, Lamongan,  Jawa Timur dan Bandung, Jawa Barat.  “Di dua pilot project itu, Saya optimistis pengelolahan sampah di Kabupaten Gresik ini lebih bagus,”kata.

Mengapa menggunakan teknologi anak bangsa? Karyanto mengatakan, pihaknya tidak impor alat karena karakteristik sampah itu unik. Tidak bisa disamakan dengan sampah di luar negeri. Sehingga solusinya harus solusi lokal. Bahkan, kalau di Indonesia, karakteristik sampah setiap daerah berbeda. Misalnya, sampah di Bali dengan Gresik berbeda  “Jadi itu kita mengenalkan teknologi lokal yang Insya Allah bisa membantu mengurangi sampah di TPA Ngipik,”katanya. (yad)

Pemkab Gresik Gandeng Swasta Pengolahan Sampah Berkapasitas 200 Ton Per Hari Selengkapnya

Nguri-uri Budaya, Dispendik Terapkan Kurikulum Muatan Lokal Gresik 

GRESIK,1minute.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik mematangkan rencana kurikulum muatan lokal (mulok). Kurikulum Mulok itu diantaranya tentang sejarah Kota Gresik. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto saat Launching Heritage Gresik dan Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik di halaman SMP Darul Islam Gresik pada Sabtu, 5 Maret 2022.

Menurut Hariyanto, tahun ajaran baru 2022/2023 Dispendik Gresik akan memasukkan kurikulum muatan lokal (mulok) untuk pelajar jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama (SD-SMP). Kurikulum muatan lokal itu tentang sejarah Kota Lama Gresik. “Kurikulum muatan lokal ini untuk melestarikan budaya lokal,”kata Hariyanto. Melestarikan budaya lokal ini, imbuhnya, bertujuan agar generasi Z atau peserta didik bisa mengetahui sejarah tentang Gresik ini.

“Agar (generasi muda) tidak putus (kepaten obor tentang sejarah Gresik),”ujarnya. Selain menerapkan kurikulum muatan lokal, lanjutnya,  Dispendik akan membuat kebijakan terkait eduwisata. “Khususnya eduwisata keberadaan Kota Lama dan tentunya menggairahkan ekonomi,”tegasnya. Hariyanto optimistis dua gagasan Dispendik Gresik itu akan mendapatkan dukungan dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut Kota Lama Gresik memiliki nilai historis yang luar biasa. Kawasan Gresik Kota Lama ini tidak dimiliki kabupaten/kota lainnya. Antara lain,  Surabaya, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro. Sebab, kawasan Kota Lama Gresik itu memiliki 4 budaya. Empat budaya itu adalah Arab, Pecinan, Kolonial Belanda dan Melayu (Jawa).”Semarang memiliki Kota Lama, tapi hanya 3 budaya,”kata Fandi Akhmad Yani. 

Launching Gresik Heritage dan Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik menjadi inspirasi untuk kembali menghidupkan kenangan masa kejayaan Gresik sebagai Kota Bandar. Pusat perekonomian global pada eranya. Kejayaan itu belum banyak diketahui oleh masyarakat dan pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. (yad)

Nguri-uri Budaya, Dispendik Terapkan Kurikulum Muatan Lokal Gresik  Selengkapnya

Keren! SMP Daris Dilengkapi Cinema, Tak Kalah Bioskop di Mal

GRESIK,1minute.id –  SMP Daris semakin mbois. Keren!. Lembaga pendidikan awal berdiri bernama Perguruan Darul Islam-kini-Yayasan Darul Islam berdiri 1930 itu memiliki fasilitas nonton film. Daris Cinema. Gedung bioskop itu berada di lantai 2 sekolah berada di Jalan Setiabudi, Kecamatan/ Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu. 

Gedung bioskop itu berkapasitas sekitar 48 seat itu diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 5 Maret 2022. SMP Darul Islam, adalah lembaga pendidikan satu-satunya di Kabupaten Gresik yang memiliki fasilitas ruang sinema yang sekelas gedung bioskop di mal itu. Wartawan 1minute.id sempat menikmati pemutaran perdana film di ruang sinema dirancang seperti gedung bioskop itu. Tempat duduk emput dan berundak. Layar lebar dengan sound system yang terasa nyaman di telinga seperti gedung bioskop berlaringan.  Pemutaran filmnya menggunakan proyektor.  Untuk penonton ada sejumlah persyaratan yang harus ditaati. Antara lain, tidak membawa makanan dan minuman, dan  tidak boleh merekam.

Lalu, film apa yang diputar di Daris Cinema? Nah, film yang diputar adalah film edukasi atau dokumenter.  Selain ruang sinema, SMP Daris juga dilengkapi dengan perpustakaan digital. “Mensinergikan Kebudayaan dan teknologi,”kata Kepala SMP Darul Islam (Daris) Gresik Sumarga Adhi Satria pada Sabtu, 5 Maret 2022.

CEKREK : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memotret suasana Daris Cinema, gedung bioskop di SMP Darul Islam pada Sabtu, 5 Maret 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Daris Cinema, kata Sumarga, akan mengangkat tema kesenian dan kebudayaan khususnya berada di Gresik Kota Lama. Gresik Kota Lama ini memiliki sejarah yang sangat tinggi.  “Kita mengejar nusantara. Dan, internasional datang kesini,”kata Sumarga bertamsil.

Seperti di beritakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika melaunching Gresik Heritage dan Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik menyebut kawasan Gresik Kota Lama sangat istimewa. Tidak dimiliki oleh kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Sebab, Gresik Kota Lama ini memiliki 4 budaya yakni Arab, Pecinan, Kolonial Belanda dan Melayu (Jawa). 
Kampung Arab terdapat Makam Maulana Malik Ibrahim dan K.R.T.Poesponegoro. Kampung Pecinan terdapat Klenteng Kim Hin Kiong yang berdiri 1 Agustus 1153 Masehi.

Berikut, Jalan Basuki Rahmat, Raden Santri dan sekitarnya kawasan bangunan Kolonial Belanda dan terakhir Kampung Melayu (Jawa) terdapat di Kampung Kemasan di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik. “Semarang memiliki Kota Lama, tapi hanya memiliki 3 Budaya,”katanya. (yad)

Keren! SMP Daris Dilengkapi Cinema, Tak Kalah Bioskop di Mal Selengkapnya

Nguri-uri Budaya Kota Lama Gresik, Bupati Ungkap Kejayaan dan Keistimewaan Kota Gresik

GRESIK,1minute.id – Launching Gresik Heritage dan Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik (KLG) terasa meriah pada Sabtu, 5 Maret 2022. Gelaran acara itu seperti nguri-uri budaya dan kesenian khas Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dipusatkan di halaman SMP Darul Islam (Daris) itu dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Para pencipta sejarah dan budaya Gresik tumplek blek di acara itu. Antara lain, Mat Kauli, seniman macapat,  sejarawan Kota Lama Gresik (KLG) Oemar Zainuddin, keturunan Kanjeng Poesponegoro Askabul Kahfi, dan lainnya. Lahirnya komunitas anyar yang diketuai oleh Sumarga Adhi Satria ini menjadi sebuah harapan baru bagi masyarakat yang peduli terhadap budaya dan sejarah yang ada di KLG itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  mengawali  sambutannya mengutip ucapan Presiden Indonesia pertama, Soekarno “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah. Bangsa yang besar, bsngsa yang menghargai para pahlawannya”.

Maknanya apa dari kutipan tersebut,  kata Fandi Akhmad Yani, kita harus belajar dari sejarah. Belajar tentang kejayaan masa lalu,  juga bisa belajar tentang kehancuran. “Belajar sejarah bisa melihat kejayaan di masa lampau.  Belajar pula bisa melihat kehancuran  mudah-mudahan di Kabupaten Gresik, khusus lembaga pendidikan memberikan kurikulum  yang mengenal sejarah lokal. Ini sangat luar biasa,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada sambutannya.

Bupati berusia 36 tahun ini, memberikan apresiasi dan akan mendukung Dinas Pendidikan membuat kurikulum sejarah muatan lokal Gresik.  “Kami mendukung betul karena kita belajar sejarah kota Gresik faktanya Kota yang sangat tua, Kota Bandar tertua. Kota bandar terbesar di eranya,”kata Gus Yani. 

Pelabuhan Gresik, imbuhnya, yang ada saat ini punya cerita kesuksesan luar biasa. Pusat perdagangan dari bangsa mana pun.  India,  Gujarat, China dan ini meninggalkan fakta.Banyak prasasti-prasasti kuno mulai dari Makam Nyai Fatimah binti Maimun,  Makam para waliyullah,  Maulana Malik Ibrahim,  makan Sunan Giri 

NGURI-URI BUDAYA: Seniman Macapat satu-satunya di Gresik, Mbah Mat Kauli, 77, bersama keturunan KRT Poesponegoro, Bupati Gresik pertama di launching Gresik Heritage dan Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik di halaman SMP Darul Islam pada Sabtu, 5 Maret 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Bahkan di ada klenteng Kim HinKiong yang umurnya sudah ratusan tahun.  Ini fakta yang masih ada prasastinya. Jadi, Gresik ini sangat luar biasa. Lokasi sangat setrategis, tentunya banyak sejarah yang harus kita lestarikan.  Salah satunya ada tari tadi,  Tari Masmundari,”ujarnya. 

Keistimewaan Kota Gresik ini, jelas Gus Yani, tidak dimiliki oleh kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Kota Surabaya, Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan lainnya. Kota Gresik, imbuhnya, memiliki sejarah sangat kuat karena pertemuan 4 budaya yakni Arab, Pecinan, Kolonial Belanda dan Melayu (Jawa). “Bahkan, Semarang, Jawa Tengah yang memiliki kota tua,  masih kurang lengkap di banding Kota Gresik. Semarang hanya memiliki 3 budaya,”katanya. 

Karena sejarah yang kuat itu, pemerintah pusat memberikan hadiah bentuk pembangunan senilai Rp 50 miliar.  “Anggaran itu digunakan untuk membetulkan irigasi yang sudah berpuluh-puluh tahun ngak menata irigasi, memperbaiki lampu dan sebagainya,”ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Sumarga Adhi Satria mengungkapkan rasa syukur karena Launching dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kadispendik Gresik S. Harianto,  Kepala Dinas Kebudayaan, Ekonomi Kreatif, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafparpora) Gresik Sutaji Rudi dan lainnya. “Hari ini begitu menggembirakan karena nguri-uri budaya mendapatkan respon positif,”katanya. (yad)

Nguri-uri Budaya Kota Lama Gresik, Bupati Ungkap Kejayaan dan Keistimewaan Kota Gresik Selengkapnya

Manajemen GU Siapkan Bonus Tambahan, Jika Masuk 8 Besar 

GRESIK,1minute.id – Selangkah lagi Gresik United bakal naik kasta Liga 2 PSSI. Syaratnya, tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu tidak jago kandang ketika bertempur di babak 16 Besar Liga 3 Nasional di Stadion Gelora Delta Sidoarjo yang mulai di helat pada Senin, 7 Maret 2022.

GU berada di Grup DD bersama PSGC Ciamis ;  Persidago Gorontalo dan Mataram Utama FC. Hanya ada 2 tim dari Grup DD yang lolos ke Babak 8 Besar. Hanya 2 tim juga dari Grup DD dipastikan tampil di kasta kedua sepak bola Indonesia musim depan. Gresik United bertekad mengambil jatah salah satunya.

Manajer Gresik United Toriqi Fajerin menegaskan tidak ada kata lain kecuali sapu bersih. Dia paham lawan di Babak 16 Besar kali ini, khususnya Grup DD sangat berkualitas. Apalagi, salah satunya Persidago pernah berjumpa dengan Rendy Jaya dkk sebelumnya. ”Kami sudah memperbaiki semua kesalahan. Kami sudah evaluasi. Saya juga sudah meminta pemain jangan remehkan lawan dan wajib tampil habis-habisan di setiap pertandingan,”tegasnya.

Gresik United, imbuhnya,  sudah siap tampil di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Walau mengusulkan jadi tuan rumah, tapi Gresik United tetap tidak bisa memakai Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik sebagai kandang di Grup DD. Sesuai regulasi. ”Kami mentaati regulasi. Tidak ada masalah, bermain di mana pun kami akan memberikan 100 persen. Bahkan lebih,”kata Kaji Ricky , panggil Toriqi Fajerin.

Karena tinggal selangkah lagi, manajemen juga sudah memberikan tambahan motivasi ke pemain. Salah satunya dengan menambah nilai bonus di Babak 16 Besar kali ini. ”Sebelumnya sudah ada, tapi kali ini kami berkomitmen untuk menambah bonus itu. Agar pemain bisa termotivasi memberikan yang terbaik,” ucapnya.

Tak lupa, Kaji Ricky berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Gresik. Khususnya Ultras Gresik. Sebab, dengan doa dan dukungan itu pemain bisa bermain giras di lapangan. ”Jangan pernah berhenti mendoakan kami. Liga 2 tinggal selangkah lagi, mari bersama-sama yakin jika Gresik United mampu naik kasta musim ini,”harapnya. (yad)

Manajemen GU Siapkan Bonus Tambahan, Jika Masuk 8 Besar  Selengkapnya

Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Segera Launching , Siap Nguri-uri Budaya 

GRESIK,1minute.id – Satu lagi komunitas berdiri di Gresik. Komunitas anyar itu adalah KomunitasPecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik (KLG). Komunitas anggotanya dari berbagai profesi. Diantaranya, akademisi, pendidik, budayawan, sejarawan, pengusaha, tokoh masyarakat dan para pemuda kreatif yang peduli terhadap sejarah dan warisan budaya. Khususnya di wilayah Kota Lama Gresik ini bakal dilaunching pada Sabtu, 5 Maret 2022.

Ketua Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Sumarga Adhi Satria mengangkat, komunitas telah terbentuk pada akhir Desember 2021. “Komunitas ini terbentuk hasil diskusi dan kajian akademisi yang dilakukan oleh mahasiswa program doktoral di Balai Desa Gapurasukolilo,”kata Sumargo pada Rabu, 2 Maret 2022.

Dalam diskusi, imbuhnya, peserta memiliki kesamaan visi dan misi untuk turut serta menjaga dan melestarikan haritage yang ada di Kota Lama Gresik (KLG) . Kawasan KLG memiliki nilai historis yang sangat luar biasa. “Nilai historis dan arsitektur bangunan di GKL belum mendapakan perhatian serius. Padahal, kalau di rawat bisa menjadi potensi wisata,”kata Sumarga yang juga Kepala SMP Darul Islam Gresik itu.

Dia berkata perkumpulan yang bakal di launching di Alun-alun Gresik ini bisa menjadi titik awal untuk merawat dan mewujudkan sebagai destinasi budaya.  “Istilahnya nguri-uri budaya dan warisan budaya,”imbuhnya. 

Untuk warisan budaya tidak hanya bangunan kuno. Tapi, warisan dari unsur makanan, jajanan, dan kerajinan kuno seperti produk sarung tenun, songkok, batik, dan damar kurung sebagai produk andalan yang sampai sekarang ini telah menjadi ikon Gresik.  “Sayangnya  banyak sekali generasi muda yang tidak mengetahuinya, seolah menjadi kearifan kuno yang tidak menarik lagi di mata milenial,”ujar Sumarga. 

Dalam kaitannya dengan tugas dan tanggungjawab sebagai Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota lama Gresik serta SMP Darul Islam Gresik, kami memiliki visi misi perkembangan bersama dalam  menumbuhkembangkan atau mengangkat pemahaman arti Kebudayaan dan Sejarah Kota lama Gresik kepada para Pelajar dan masyarakat Kota Gresik. Bisa dimulai dari siswa Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas. “Alhamdulillah kesadaran dan niat kami didukung secara langsung oleh Pak Harianto (Kepala Dinas Pendidikan Gresik,Red),”katanya. 

Dispendik Gresik, tambahnya, akan mengagendakan  kurikulum khusus bagi sekolah di Kabupaten Gresik, agar para pelajar mengetahui tentang bangunan cagar budaya dan sejarah Kota Lama Gresik yang memiliki nilai historis tinggi dan dapat ditujukan sebagai destinasi wisata pendidikan Kota Lama Gresik.

Odiek, salah anggota komunitas menambahkan, banyak bangunan bernilai historis yang dipugar atau dijual oleh pemiliknya. Bangunan itu kemudian dirobohkan berganti bangunan modern atau toko. “Kalau kondisi ini terus terjadi bangunan tua di Gresik Kota Lama bisa habis,”kata Odiek, budayawan asal Gapurasukolilo, Gresik itu. (yad)

Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Segera Launching , Siap Nguri-uri Budaya  Selengkapnya

Wabup Meresmikan Gedung UPT SMP Negeri 33 Gresik, Ratusan Siswa Semringah, KBM Tak Ndompleng Lagi

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 439 siswa UPT SMP Negeri 33 Gresik semringah. Sebab, mereka memiliki gedung sendiri. Selama dua tahun mereka mengikuti  kegiatan belajar mengajar (KBM) ndompleng ke SMP Negeri 8 Gresik. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meresmikan gedung baru, UPT SMP Negeri 33 Gresik pada Selasa, 1 Maret 2022. 

Gedung SMP Negeri 3 Gresik ini berlokasi di Kompleks Perumahan Bukit Bambe, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.  Gedung itu berdiri diatas lahan seluas7.816 meter persegi (m²). 

Wabup Gresik Aminatun Habibah dalam sambutannya, peningkatan sumber daya manusia (SDM) menjadi komitmen Pemkab Gresik. Peningkatan SDM itu antara lain memberikan perhatian dalam sektor pendidikan. Perhatikan dalam hal sarana prasarana maupun kesejahteraan pendidiknya

Diresmikan gedung UPT SMP Negeri 33 Gresik ini sebagai jawaban dari banyak persoalan di Kabupaten Gresik. Salah satunya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).  “Sudah menjadi kewajiban kita bersama bahwa kita harus memastikan ketersediaan infrastruktur sekolah serta sarana dan prasarana yang terbaik untuk anak-anak kita,” ujar Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah pada Selasa, 1 Maret 2022.

Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) S. Harianto dan Kepala UPT SMP Negeri 33 Gresik Sulaiman.  Peresmian dihadiri anggota DPRD Gresik Atek Ridwan dan Sujono serta muspika setempat.  “Sengaja segera kita resmikan hari ini, agar anak-anak kelas 9 bisa merasakan menempati gedung sekolah mereka yang baru,”imbuhnya.

Wabup berpesan proses pembangunan tidak berhenti setelah diresmikan, lantaran masih ada beberapa sarana prasarana yang harus disediakan untuk menambah kualitas belajar mengajar, seperti perpustakaan, laboratorium, UKS dan sebagainya. “Nanti akan kita upayakan bersama-sama dengan Kadispendik, sehingga anak-anak kita bisa menikmati apa yang seharusnya menjadi haknya,”katanya.

Pada kesempatan itu, Bu Min, menyinggung mengenai kesejahteraan guru non PNS di Kabupaten Gresik. Dikatakannya, Pemkab Gresik melalui Dinas Pendidikan memberikan kenaikan gaji kepada guru non PNS yang terdaftar. “Mudah-mudahan ini bisa membantu bapak ibu guru non PNS, karena ini merupakan keinginan kita semua. Sebab guru merupakan salah satu prioritas utama kita untuk pemenuhan kesejahteraannya,”tandasnya. (yad)

Wabup Meresmikan Gedung UPT SMP Negeri 33 Gresik, Ratusan Siswa Semringah, KBM Tak Ndompleng Lagi Selengkapnya

TPST Prupuh Beroperasi, Volume Sampah Warga Terbatas, Pengelola Berencana Ambil Sampah dari Desa Lain

HASIL PENGOLAHAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad didampingi Kades Prupuh Mushollin melihat hasil pengolahan sampah di TPST Prupuh, Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik pada Rabu, 23 Februari 2022 ( Foto : Prokopim Gresik for 1minute.id)

GRESIK, 1minute.id –  Harapan baru bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam problem sampah perkotaan. Ketika sampah rumah tangga semakin menjulang ke angkasa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Desa Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Di Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik telah beroperasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Tempat pengolahan dikelola oleh Pemerintah desa (Pemdes) setempat bersinergi dengan salah satu perusahaan multiinternasional berpusat di Prancis. 

TPST ini sempat dikunjungi oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 23 Februari 2022 memanfaatkan sampah rumah tangga warga Desa Prupuh. Bupati Fandi Akhmad Yani berharap TPST di Desa Prupuh ini menjadi Pilot Project  atawa proyek percontohan dalam pengolahan sampah di Kabupaten Gresik.

Menurut Kepala Desa Prupuh Mushollin mengatakan, semua sampah rumah tangga warganya di olah di TPST tersebut. Volume sampah rumah tangga sekitar 5 kubik setiap harinya. Sampah itu lalu dipilah. Sampah plastik dipilah untuk di jual. “Sampah organik dibuat makan maggot atau larva dari lalat tentara hitam (black soldier fly) karena mampu menghasilkan nilai tambah bagi ekonomi rumah tangga.

Maggot mampu mereduksi sampah organik dalam jumlah besar dan cepat. “Yang sampah daun-daunan digiling jadi kompos,”kata Mushollin dikonfirmasi 1minute.id melalui pesan WhatsApp pada Senin, 28 Februari 2022. Dengan pengolahan itu, semua sampah rumah tangga bisa memiliki nilai lebih. Bahkan, kini Mushollin berencana mengambil sampah dari desa lainnya. “Kalo khusus sampah Prupuh ndak banyak pak! Ini rencananya mau ambil sampah dari desa lain karena kalo hanya Prupuh saja masih kurang,”tegasnya. 

BUKIT SAMPAH: Begini kondisi TPA Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Desa Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Seperti diketahui, pengolahan sampah rumah tangga masih menjadi problem bagi pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Sampah di TPA Ngipik semakin ke angkasa. Semakin menggunung menyerupai bukit. Sebab, hampir semua sampah rumah tangga tersebar di 16 dari 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik di tampung di TPA Ngipik. Dua Kecamatan lainnya yakni Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean. Pemerintah Kabupaten berencana membangun TPST di tiga tempat yakni Gresik Selatan, Gresik Utara dan Pulau Bawean.  Dari tiga lokasi itu, baru TPST Prupuh yang sudah beroperasi. (yad)

TPST Prupuh Beroperasi, Volume Sampah Warga Terbatas, Pengelola Berencana Ambil Sampah dari Desa Lain Selengkapnya