Mendapat Sokongan dari Wilmar Nabati Indonesia, Gresik United Semakin Percaya Diri Menatap Liga 3

JERSEY GU : CEO Gresik United M.Alan (kiri) menunjukkan jersey GU bertuliskan Wilmar kepada manager Humas WNI Hartono Subeki di markas GU pada Rabu, 13 Oktober 2021 ( Foto : GU for 1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Manajemen baru di  Gresik United mendapatkan respon positif dari masyarakat dan pelaku usaha. Sejumlah perusahaan mulai melirik klub sepakbola berjuluk Laskar Joko Samudro itu. Kepercayaan pelaku usaha kepada manajemen Klub kebanggaan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu, diantaranya PT Wilmar Nabati Indonesia (WNI)

Perusahaan pengelolahan kelapa sawit itu sepakat untuk menjadi donatur Gresik United. Kesediaan Wilmar menjadi donatur ini membuat langkah Gresik United kian mantab menatap Liga 3. ”Kami berterima kasih atas dukungan PT Wilmar Nabati kepada tim ini,” kata CEO Gresik United M. Alan dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Menurutnya, sumbangan tersebut bisa menambah motivasi tim untuk meraih yang terbaik di Liga 3. Yakni, naik kasta ke Liga 2 musim ini. ”Ini jadi bukti juga jika masih ada perusahaan asal Gresik yang percaya kepada tim ini. Masih ada kepedulian untuk sepak bola Indonesia,”bebernya.

Manager Humas Wilmar Gresik Hartono Subeki menuturkan perusahaannya sangat senang dengan kembalinya Gresik United. Dengan dipegang oleh manajemen baru, dia juga yakin Yellow Power akan menjadi salah satu klub sukses di Indonesia. ”Kami ingin Gresik United kembali meraih kejayaannya lagi,” katanya.

Selain itu, dukungan ini adalah bentuk kepedulian PT Wilmar Nabati Indonesia terhadap persepakbolaan di Gresik. Sebagai perusahaan dari Kota Pudak, pihaknya merasa punya kewajiban ikut mendukung perjalanan Gresik United. ”Kami ingin potensi sepak bola Gresik yang besar bisa lebih berkembang lagi lewat Gresik United,” paparnya. (yad)

Mendapat Sokongan dari Wilmar Nabati Indonesia, Gresik United Semakin Percaya Diri Menatap Liga 3 Selengkapnya

Destinasi KPI Kini Dilengkapi Monumen Ratu Agro yang Penuh Filosofi, Penasaran ?

GRESIK,1minute.id – Satu lagi destinasi wisata hadir di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Destinasi itu bernama Kebun Pak Inggih (KPI). Lokasinya di samping destinasi wisata Selo Tirta Giri (Setigi).

Destinasi KPI dan Setigi ini milik pemerintah desa (Pemdes) Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. 
Destinasi wisata anyar itu dilengkapi dengan Monumen Ratu Agro yang diresmikan pada Selasa, 12 Oktober 2021. “Dibangunnya Monumen Ratu Agro ini memiliki tujuan agar nantinya para pengunjung mudah mengingat agrowisata KPI (Kebun Pak Inggih),”ujar Kepala Desa (Kades) Sekapuk Abdul Halim saat meresmikan monumen bersama seluruh perangkat desa, BPD, Bumdes, PKK, RT/RW, Pokdarwis dan Karang Taruna itu. 

Ratu Agro, kata Abdul Halim, adalah Ratu yakni wanita yang memimpin atau istri pemimpin. Namun maksud di sini dengan harapan wisata ini bisa menyajikan kecantikan tata ruang, dan keanggunan taman yang tertata rapi agar pengunjung lebih santai. 

“Sedangkan, Agro memiliki arti tanah, dengan harapan agar semangat masyarakat dan pengunjung membuat tanah yang kami bangun ini bisa lebih produktif dan lebih bermanfaat dari sebelumnya,”ungkap AHA-julukan-Abdul Halim. Ia menjelaskan, makna detail bangunan dari Monumen Ratu Agro. Ada anak tangga yang berjumlah sebelas (sewelas), menggambarkan setiap menapaki langkah untuk naik harus dapat ‘welasan’ (izin/ dukungan) dari lingkungan dan dari yang Maha Berkehendak.

Sedangkan tiga titik surya di monumen Ratu Agro terdapat bergambar Trisula yang bermakna sebagai pengingat kita bersama. Trisula yakni sebuah tombak bermata tiga, yang maksudnya adalah bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu.Sekaligus tiga sifat penting yang harus diterapkan untuk menjalani proses, yaitu: benar, lurus, dan jujur.

Tugu utama dengan jumlah 9 tingkat/pilar untuk mengingatkan jika tlatah ini berada di kawasan dakwah 9 wali (wali songo).Tugu 4 yang mengelilingi dan satu tugu utama ( berjumlah 5 tugu ) menggambarkan 4 arah mata angin, sehingga kita bisa melangkah dengan tepat dan tidak lupa dengan kiblat.

“Jumlah lima tugu itu mengingatkan 5 waktu  dengan keutamaan salat subuh, bumi seisinya akan diserahkan untuk kita yang menunaikan,” jlentreh Kades yang berhasil mengubah Desa Tertinggal menjadi Desa Miliarder ini.

Sementara air mancur kelopak bunga dengan tujuh (pitu) tumpuk itu untuk mengingatkan sehebat apapun diri kita masih butuh pitulung, pitutur, pituduh, serta sumber itu adalah pemberian yang Kuasa, kapan pun bisa melimpah dan sebaliknya. Mengingat area KPI dulunya dikenal tidak ada sumber, bahkan dulunya ada perkampungan sampai pindah, sebab hilangnya sumber air.

Dari simbol tersebut, kita ingatkan kebesaran-Nya dan bersyukur kita punya 7 panutan dalam memahami kebenaran, yakni Rasul beserta empat sahabatnya Abubakar, Umar, Usman, Ali dan empat Mahzab Imam Syafii, Maliki, Hambali, dan Hanafi serta adanya waktu 7 hari, langit 7 lapis, bumi 7 lapis, dan air 7 warna. (yad)

Destinasi KPI Kini Dilengkapi Monumen Ratu Agro yang Penuh Filosofi, Penasaran ? Selengkapnya

Skuad Gresik United Digembleng Fisik di Pantai

GRESIK,1minute.id – Menjelang bergulirnya Liga 3 Zona Jawa Timur skuad Gresik United melakukan pemusatan latihan di Pantai Utara Gresik. Selama lima hari, mulai Minggu, 10 Oktober 2021, Laskar Joko Samudro digebleng fisik dan teknik. Yellow Power digembleng fisik habis-habisan. ”Tiap pagi kami akan adakan latihan fisik di pantai,” jelas Pelatih Gresik United Subangkit dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Senin, 11 Oktober 2021.

Dia mengatakan pemusatan latihan ini sangat penting. Selain ingin mencapai fisik yang prima dan bisa bermain full selama 90 menit dalam pertandingan, para pemain juga akan dibekali materi taktikal. ”Jadi tiap hari akan ada diskusi soal taktik, sorenya bakal diterapkan di lapangan,”ungkapnya.

Subangkit berharap dalam waktu lima hari, pemain bisa menerapkan apa yang diinginkan olehnya di kompetisi nanti. Agar target untuk lolos Liga 2 bisa tercapai. ”Waktu sudah sangat mepet. Saya berharap pemain bisa berkembang setelah dari pemusatan latihan ini,” tegasnya.

Selain lewat pemusatan latihan, imbuh pelatih asal Pasuruan itu berharap kekompakan pemain terjaga. Para pemain baru yang bisa cepat beradaptasi. ”Dengan suasana baru, mereka bisa saling mengenal satu sama lain. Agar lebih kompak lagi,”paparnya.

Nah, nanti sebanyak 28 pemain yang ikut pemusatan latihan juga akan mendapat satu laga uji coba. Tepatnya pada Kamis, 14 Oktober 2021. ”Di uji coba itu saya juga melihat apa kekurangan tim. Langsung diperbaiki agar Gresik United tidak punya kelemahan lagi saat bertanding di kompetisi nanti,”jelasnya. (yad)

Skuad Gresik United Digembleng Fisik di Pantai Selengkapnya

Festival Layang-layang, Kearifan Lokal jadi Daya Tarik Wisatawan

GRESIK, 1minute.id  –  Ratusan pasang mata seakan enggan bersedia melihat keelokan layang-layang diatas langit di Desa Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang pada Minggu, 3 Oktober 2021. Ada ratusan layangan beraneka bentuk. Layang-layang itu meliuk itu. Layang-layang Naga, misalnya.  Panjangnya antara 75 meter sampai 100 meter. Ketika berada diatas langit kepala hingga ekor seperti melambai-lambai. Penonton tepuk sorak. Bahagia. Terhibur dengan gelaran itu mesti pandemi belum berujung. 

Festival Layang-layang Dohoagung seri V ini menjadi event ditunggu masyarakat. Tidak hanya warga desa setempat. Tapi, pengemar layang-layang di Nusantara. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka festival layang-layang tingkat nasional itu. Ada 300 peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan tahunan itu. Kegiatan pascapanen pada musim kemarau. 

Menurut festival layangan merupakan kearifan lokal yang patut harus dijaga. Festival Layang-layang menjadi daya tarik bagi masyarakat. Festival luar biasa menjadi hiburan tidak hanya di desa atau kecamatan jadi hiburan nasional karena peserta banyak dari luar Gresik dan luar provinsi. “Ini semangat kita keluar pandemi Covid-19 karena festival layang-layang menjadi kearifan lokal benar benar kita jaga. Target kita ekonomi kerakyatan bangkit dari pandemi covid-19,”kata GusYani-sapaanakrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Tidak menutup kemungkinan, lanjutnya, festival layang-layang akan dibuat lebih meriah pada tahun depan. Karena perputaran ekonomi desa dan produk UMKM terbantu. Apalagi paskapanen lahan pertanian masih banyak, bahkan telah panen buah melon dan garbis.  “Kedepan hasil panen bisa dihadirkan di festival ini. Karena kita punya target ekonomi kerakyatan,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Aneka bentuk layangan yang terbang ke angkasa. Menghiasi langit Dohoagung. Namun, layang-layang berbentuk Naga paling menyita perhatian masyarakat dan peserta lainnya. Bentuknya megah. Untuk membuat layangan Naga yang panjangnya sekitar 75 meter itu butuh waktu 4 bulan. Untuk menerbangkan layangan Naga yang pembuatan menelan biaya Rp 4 juta melibatkan empat orang. Bupati Fandi Akhmad Yani ikut membantu menerbangkan layangan naga itu.

Camat Balongpanggang Jusuf Ansyori menambahkan adanya festival  layang-layang ini dapat menjadikan destinasi wisata Desa Dohoagung, dan meningkatkan hasil produk unggulan buah semangka, melon, garbis atau blewah serta meningkatkan UMKM produk unggulan Desa Dohoagung. “Berharap dengan even tahunan ini, yang berskala nasional dapat mengangkat dan meningkatkan perekonomian warga masyarakat Desa Dohoagung serta kesejahteraan warganya,”harap Ansyori.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Adieb Hazmy mengatakan, ada sekitar 300 peserta yang mengikuti gelaran layang-layang. Pihaknya sendiri membagi festival ini dengan tiga kategori lomba. Yakni layang-layang biasa hingga termegah seperti naga. “Penilaian bawah 40 persen meliputi desain dan keindahan model layangan, sedangan penilaian 60 persen meliputi kestabilan saat mengudara kekompakan tim saat menerbangkan layang-layang,”ujar Adieb. (yad)

Festival Layang-layang, Kearifan Lokal jadi Daya Tarik Wisatawan Selengkapnya

Pasekgres Ngowes Pakai Batik Tetap Fashionable

GRESIK, 1minute.id – Ada nuansa beda ngowes bareng bersama Paguyuban Sepeda Kebo Gresik pada Sabtu, 2 Oktober 2021. Biasanya, puluhan anggota paguyuban yang berdiri sejak 2004 atawa 17 tahun lalu, itu memakai kostum ala pejuang atau baju ala Jawa. 

Tapi, pagi tadi gowes bareng dengan start dan finish di Alun-alun Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu memakai kostum batik. Baju batik dikombinasikan blangkon, atau kopiah dengan bawahan celana atau sarung. Sehingga, ngowes anggota perkumpulan sepeda kuno binaan Komando Distrik Militer (Kodim) 0817 Gresik ini terasa lebih ciamik. 

Mereka keliling jalan protokol, mulai Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman, R.A.Kartini , DR Soetomo, Jaksa Agung Suprapto lalu Pahlawan dan finish Alun-alun Gresik.  “Kami mampir ke Makodim karena organisasi ini binaan pak Dandim (Letkol Inf Taufik Ismail, Red),”kata Penasehat Pasekgres Sumadi didampingi Ketua Pasekgres Zainal Arifin usai ngowes pada Sabtu, 2 Oktober 2021. 

FASHIONABLE: Anggota Pasekgres Ngowes memakai batik menjadi daya tarik bagi masyarakat pada Sabtu, 2 Oktober 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sumadi mengatakan, ngowes kali berbeda karena memperingati Hari Batik Nasional. “Baju batik, celana dan aksesoris lainnya bebas,”katanya. Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Kain Indonesia dengan gambar dan pembuatan dibutuhkan keahlian khusus ini oleh Unesco telah ditetapkan sebagai warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Batik semakin fashionable. (yad)

Pasekgres Ngowes Pakai Batik Tetap Fashionable Selengkapnya

Bikin Bangga, Skuad Sepak Takraw Putra Jatim Peraih Emas di PON ke-XX Papua Diperkuat Atlet Asal Bawean

GRESIK,1minute.id – Tim sepak takraw Putra Jawa Timur berhasil merebut medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX Papua 2021. Skuad asuhan Muhammad Habib itu mengalahkan tim dari Sulawesi Selatan (Selsel) 2 : 1.

Final cabor takraw kategori double even dihelat di GOR Trikora, Kota Jayapura pada Rabu, 29 September 2021. Yang membanggakan tim Sepak Takraw Putra Jatim itu diperkuat oleh Farid.  Ia adalah atlet sepak takraw asal Pulau Bawean. Farid, bapak satu anak yang masih berusia 3 bulan itu lahir di Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Setelah mempersunting gadis pujaan hatinya, lelaki 24 tahun itu tinggal dirumah istrinya di Desa Gelam, Kecamatan Tambak. Sayang, Farid belum bisa dikonfirmasi keberhasilan merebut medali emas perdana bagi kontingen Jawa Timur di PON ke-XX Papua ini.

Menurut Nurul Yaqin, Farid berlatih sepak takraw sejak kelas IV. Ia sangat tekun dan disiplin ketika latihan. Sehingga terlihat paling menonjol dari atlet lainnya.”SD kelas VI, Farid mewakili ke Jakarta,”terang Nurul ketika dihubungi selulernya pada Rabu, 29 September 2021. 
Farid sempat down ketika ibunya meninggal. 

“Saat itu, Farid masih SMP,”terangnya. Ia tinggal bersama ayahnya bernama Abu Bajar. Namun, Farid kembali bangkit. Ia pun terpilih menjadi wakil Jatim di PON ke-XIX di Bandung 2016. “Dua kali ikut PON, dua kali merebut medali,”tegas Nurul.  Meski telah berprestasi dan mengharumkan nama baik Jawa Timur dan Gresik,  Farid tergolong anak supel. Mudah bergaul dan hidup sederhana. “Kalau tidak ada latihan, Farid ya bertani di Desanya (Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean,Red),”terang Nurul. 

MEDALI EMAS PERTAMA: Farid (dua dari kanan berdiri) bersama tim sepak takraw putra Jatim meraih medali emas di PON ke-XX Papua 2021 (Foto: ist)

Farid memilih bertani membantu orang tuanya daripada melanjutkan kuliah. Ia pun lebih giat berlatih. “Ia belum sempat kuliah. Tapi, Farid memiliki cita-cita tinggi,”tegas Nurul. Sejak menikah, Farid tinggal bersama istrinya di Desa Gelam, Kecamatan Tambak. Nurul mengaku bersyukur Farid, yang tergabung kelompok double event bisa mempersembahkan medali emas untuk kontingen Jatim. 

Saat ini, kata Nurul, pihaknya sedang mempersiapkan atlet untuk perhelatan Pekan Olah Provinsi (Porprov) Jatim,  Pekan Olahraga Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga (POR) SD/MI. “Kami mempersiapkan kelompok putra dan putri. Masing-masing kelompok 5 atlet,”tegasnya. (yad)

Bikin Bangga, Skuad Sepak Takraw Putra Jatim Peraih Emas di PON ke-XX Papua Diperkuat Atlet Asal Bawean Selengkapnya

Wabup Jamin Seleksi Calon Kepala Sekolah Fair Play

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 146 guru mengikuti seleksi kepala sekolah. Rinciannya, 108 guru sekolah dasar (SD) dan 38 guru sekolah menengah pertama (SMP). Seleksi digelar di Universitas Qomarudin Bungah, Sampurnan, Desa/Kecamatan Bungah, Gresik.

Seleksi selama dua hari mulai Selasa, 28 September 2021 itu dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dengan didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto.  Aminatun Habibah meminta kepada peserta seleksi untuk semangat mengikuti tahapan seleksi ini. 

“Tentunya Anda semua sudah mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk berlaga pada seleksi Kasek Ini. Sekarang eranya berbeda, Kami akan memilih yang terbaik dan Insya Allah yang terbaik ini akan ikut serta bersama kami untuk memajukan pendidikan di Gresik,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah serius.

Bu Min meminta agar para calon kasek ini tidak  terpengaruh dengan isu-isu yang tidak baik yang ada di luar sana. Saat ini di era Gresik baru ini kami akan berlaku adil dan fair play. “Insya Allah yang terbaik yang terseleksi dan lulus menjadi Kepala sekolah,”tegasnya. 

Sementara Plt Kadis Dinas pendidikan  Hariyanto mengatakan bahwa materi ujian seleksi Kasek selama 2 hari ini meliputi leadership, pedagogic, problem solving, rancangan anggaran pendapatan belanja sekolah (RAPBS), Pancasila dan Kewarganegaraan. (yad)

Wabup Jamin Seleksi Calon Kepala Sekolah Fair Play Selengkapnya

Kahyuna, Tas Inovasi Siswa SMA Negeri 1 Gresik Memadukan Teknologi dan Batik Cocok untuk Milenial

GRESIK, 1minute.id – Sepintas tas motif batik khas Gresik ini terlihat seperti tas pada umumnya. Begitu diteliti lebih detail, tiga model tas karya inovasi Aiko Vitranty Araminta S., dan Sarasifa Mashia berbeda. Tas temuan dua siswa SMA Negeri 1 Gresik keren. Kekinian. Karena tas itu memadukan unsur teknologi dan budaya batik.

“Tas ini tetap modis buat belanja, mejeng bahkan naik gunung,”kata Kiko-panggilan-Aiko Vitranty Araminta S., kepada wartawan pada Minggu, 26 September 2021. Penasaran ? Kiko menceritakan tiga model tas motif batik itu memiliki fungsi berbeda. Ada berfungsi untuk kesehatan, traveling dan hangout di mal.

Kiko memberi label berbeda setiap model tas hasil ciptaannya. Tas Kahyuna Sehat. Tas ini didalamnya ada kotak berbahan kain aluminium foil dan teknologi UVC (sinar ultra violet) yang disalurkan ke USB layaknya kabel HP. Kemudian di alas tas tersebut diberi roda kecil, sehingga dapat ditarik seperti tas koper.

Para ibu yang biasa berbelanja di supermarket, dapat memasukkan barang-barangnya itu di tas setelah dari kasir. Kemudian ditarik menuju parkiran tanpa harus menjinjing . “Dan sesampai di rumah dapat menancapkan kabel USB yang sudah tersedia itu pada aliran listrik seperti kalau kita ngecharge HP untuk mensterilkan belanjaannya,”terangnya.

Berikutnya, Kahyuna Slim (Hasil Limbah). Tas ini cocok untuk para milenial ketika hang out ke mal. Sebab, bahannya dari  limbah konveksi denim jins. Bentuknya masih tote bag. Tetapi, bahan utama dari kain jins dan dipermanis dengan kain batik bergambar khas Gresik.

“Sama dengan tas Kahyuna Sehat, Tas Kahyuna Slim ini lebih manis jika dipakai remaja yang sangat dinamis dan tentu saja lebih murah,”sela Sarasifa Mashia, rekan Kiko.
Model tas ketiga adalah tas Kahyuna Amarta. Bentuknya tas ransel. Bedanya, jika desain ransel, kotak strerilisasi dari kain aluminium foil berada di bawah dan bisa dibuka dengan membuka ritslitingnya. Tetapi kalau Tas Kahyuna berada di dalam tasnya. “Tas ini cocok untuk traveling atau naik gunung,”tegasnya. 

Bagaimana awal mula gagasan itu muncul ? Kiko mengatakan, awal penemuan tas trendy berawal dari keisengan mengutak-atik tote bag atau tas kasual agar mempunyai manfaat lebih, multifungsi. Untuk mempercantik tampilan menggunakan motif batik.

“Kami menggunakan motif batik khas Gresik,”terangnya. 
Untuk memasarkan produk Inovasi ini, ia menggunakan media sosial dan menitipkan di beberapa toko. “Alhamdulillah, ternyata sambutan masyarakat positif.  Banyak yang order, baik lewat platform medsos, maupun menghubungi kami langsung untuk ke 3 model tas tersebut,”kata Mashia.  (yad)

Kahyuna, Tas Inovasi Siswa SMA Negeri 1 Gresik Memadukan Teknologi dan Batik Cocok untuk Milenial Selengkapnya

Bupati Pompa Semangat Patriot PON Bisa Meraih Medali Emas


GRESIK,1minute.id- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memompa semangat puluhan atlet yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada 2-15 Oktober 2021 mendatang. Di event 4 tahun ini, Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mengirimkan 31 dari 543 atlet yang akan memperkuat kontingen Jawa Timur. Mereka akan bertanding di 15 cabang olahraga (cabor). Tiga diantaranya cabor unggulan yakni panjat tebing, sepak takraw dan renang yang diestimasikan meraih medali emas. 

“Patriot menunjukkan semangat luar biasa, dalam hal ini dalam kancah olahraga. Kedisiplinan dan juga kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang baik,”ujar Gus Yani-Yani-panggil akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Pembekalan Atlet, Official dan Wasit PON ke-XX Papua di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin,20 September 2021.

Pembekalan dihadiri diantaranya, Wabup Gresik Aminatun Habibah, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Arodawanti, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Heru Winoto, serta Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar, Ketua KONI Gresik dr. Anis Ambiyo Putri, Kepala Dispora Gresik Agustin Halomoan Sinaga.

Gus Yani berharap atlet Gresik berlaga di PON ke-XX Papua ini mampu meraih prestasi terbaik dan mendapatkan medali emas. Ia menekankan bahwa semangat juang pantang menyerah seperti yang dimiliki oleh patriot bangsa harus digelorakan dalam jiwa atlet dalam mengikuti PON ke-XX. “Patriot menunjukkan semangat luar biasa, dalam hal ini dalam kancah olahraga. Kedisiplinan dan juga kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang baik,”tegasnya.

Event 4 tahunan pekan olahragini menjadi suatu tantangan tersendiri karena diadakan di masa pandemi Covid-19. Untuk itu Gus Yani berpesan kepada kontingen yang berangkat, baik itu atlit maupun official agar terus menjaga kesehatan. Selain itu, ini juga merupakan momen yang tepat untuk mencatatkan prestasi olahraga Gresik di kancah Nasional. “Tetap optimis membawa nama harum Gresik, yang bisa menjadi kontribusi energi yang positif untuk masyarakat,”pesan Gus Yani. 

Diakhir acara pembekalan, Gus Yani juga menyapa para peserta pembekalan yang mengikuti via daring. “Selamat pagi, bagaimana kabarnya hari ini. Sudah siap berangkat ke Papua?,”sapa Gus Yani. “Selamat dan sukses, sehat selalu. Doa kami selalu menyertai,” Tutup Gus Yani. 

Sementara itu, Ketua KONI Gresik dr Anis Ambiyo Putri menegaskan optimisme atlet Gresik yang akan berlaga di PON ke-XX ini bisa mengharumkan Gresik. “Optimistis mereka bisa meraih emas,”kata Anis. Untuk diketahui PON ke-XX Papua mempertandingkan 37 cabor. 

Kontingen Jawa Timur mengirimkan 782 orang, terdiri dari 543 atlet dan 239 official. Kabupaten Gresik sendiri mengirimkan total 44 orang, terdiri dari 13 official dan 31 atlet  untuk berlaga di 15 cabor termasuk 3 cabor yang diunggulkan yaitu  panjat tebing, sepak takraw dan renang. 

Selain renang dan panjat tebing, ada atlet bola voli Putri binaan PT Petrokimia Gresik yang bergabung. Pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dr Eko Priyono mengatakan,  PON ke-XX Papua ini, menargetkan cabor Bola Voli Putri mendapatkan medali emas. “Masak hattrick medali perak. Semoga medali emas,”tegas Eko.(yad) 

Bupati Pompa Semangat Patriot PON Bisa Meraih Medali Emas Selengkapnya

Diduga Tempat Pemandian Raja dan Permaisuri Ditemukan di Rejosari


GRESIK,1minute.id – Sebuah tempat pemandian ditemukan masyarakat Dusun Rejosari, Desa Sukorame, Kecamatan Wringinanom, Gresik.  Tempat pemandian atau “Umbul Pasiraman” atau “Umbul Binangun” (pengucapan dalam bahasa Jawa “Umbul Winangun”) itu diduga peninggalan Kerajaan Majapahit. 

Tempat para raja, permasuri, para istri (garwo ampil), serta para putri-putri raja mandi. Pemerintah Desa (Pemdes) setempat sedang menunggu hasil penelitian dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto. Bila hasil kajian BPCB menyatakan, pemandian itu adalah salah satu situs budaya peninggalan Kerajaan Majapahit, pemdes akan menjadikan kawasan itu sebagai desa wisata.

Tempat pemandian itu ditemukan warga pada Kamis lalu, 9 September 2021. Saat itu, warga hendak membuat waduk ukuran 12 x 8 meter persegi. Pembuatan waduk di area tempat mata air yang tidak pernah kering itu menggunakan alat berat, ekskavator. Di kedalaman 2 meter alat penggalian mebentur benda keras. Benda ada batu bata warna merah. Ukuran batu bata ini lebih besar dan tebal dibandingkan batu bata yang ada selama ini. 

Tebalnya, tebal 9 centimeter dan lebar 32 centimeter hingga 40 centimeter. Selain, batu bata juga ditemukan Lumpang. “Pertama kena alat berat, posisinya tertimbun tanah dan tidak beraturan. Sedangkan yang masih dibawah ini bentuknya batu bata tersusun memanjang seperti tempat padusan. Saya injak, dasarnya juga batu bata,”terang Nur Silam, salah satu warga setempat. 

BATUBATA PETIRTAAN: Warga Desa Rejosari, Desa Sukorame, Kecamatan Wringinanom menemukan tempat pemandian diduga era Majapahit. Kepastian tempat pemandian ini situs sejarah menunggu penelitian dari BPCB Trowulan, Mojokerto ( Foto : Ist)

Selain ditemukan bebatuan kuno, warga juga menemukan lumpang berbentuk batu, tempat zaman dahulu menumbuk padi. Kata Nur Silam, lumpang biasanya dijadikan simbol yang dipajang di dekat petirtaan. “Lumpang ini tertanam di dalam tanah, saya  mengira mungkin bebatuan biasa, setelah digali ternyata lumpang,”katanya.

Penemuan diduga tempat pemandian para raja dan permaisuri kerajaan Majapahit itu telah dilaporkan oleh warga ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik. Petugas Disbudpar telah mendatangi lokasi penemuan tersebut. Kini, warga menunggu petugas dari BPCB Trowulan, Mojokerto. Saat ini, sejumlah warga melakukan penjagaan secara bergiliran di lokasi penemuan tempat pemandian itu. Pasalnya, sejak ditemukan lokasi banyak dikunjungi oleh warga yang penasaran. (yad)

Diduga Tempat Pemandian Raja dan Permaisuri Ditemukan di Rejosari Selengkapnya