Ayo Pakai Maskernya, Biar Semakin Ganteng dan Cantik

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengunjungi SMP Negeri 24 Gresik.  Kedatangan Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah untuk memantau pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah berlokasi di Desa Dungus, Kecamatan Cerme, Gresik.

Di sekolah dipimpin oleh Syahrul Ulyah itu, PTM dilakukan dua sesi. Pagi dan siang. Ada 14 rombongan belajar (rombel). Pembelajaran offline itu dilakukan selama 3 jam tanpa istirahat. Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Jawa-Bali saat ini,  Gresik masuk level 1 atawa zona hijau.

Meskipun begitu, Bu Min tetap mengingatkan sekolah dan siswa mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. 

“Ayo nak dibenerin pake maskernya, makin ganteng loh kalau maskernya di pake,”canda Bu Min. Kegiatan PTM di Kabupaten Gresik sudah berjalan hampir 3 minggu disambut baik oleh siswa dan wali murid. Dengan berjalannya PTM, diharapkan proses belajar mengajar ebisa berjalan maksimal. Tetapi protokol kesehatan tetap harus diperhatikan agar tidak muncul klaster penyebaran Covid-19.

Di akhir kunjungan, beliau berpesan kepada peserta didik bila kurang sehat untuk tidak memaksakan masuk sekolah “Kalau badan panas tidak boleh masuk ya, semangat belajar terus agar menjadi anak yang pintar mudah-mudahan cita-cita tercapai,”pesan Bu Min sambil berjalan meninggalkan sekolah. (yad)

Ayo Pakai Maskernya, Biar Semakin Ganteng dan Cantik Selengkapnya

Lantamal V Surabaya Gelar Serbuan Vaksin di Ponpes Al-Karimi


GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik semakin intensif melakukan percepatan pembentukan herd immunity. Memasuki zona hijau atawa level 1, vaksinasi semakin digenjot. Vaksinasi untuk santri maupun pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al- Karimi di Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 14 September 2021. Ditempat terpisah, di SMP Muhammadiyah 1 Gresik vaksinasi menyasar siswa sekolah menengah pertama (SMP) berusia diatas 12 tahun.

Vaksinasi dosis pertama di Ponpes Al-Karimi Tebuwung diikuti ribuan santri ini diinisiasi oleh Lantamal V Surabaya. Puluhan tenaga kesehatan yang bertugas sebagai vaksinator dikerahkan untuk melakukan penyuntikan 1.200 santri dan masyarakat sekitar Ponpes dengan vaksin Sinovac. 

Meski ribuan santri dan warga yang mengikuti serbuan vaksinasi ini, proses lancar, cepat dan sesuai protokol kesehatan (prokes) karena data calon penerima vaksin telah di data oleh pengurus Ponpes. Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat puas proses vaksinasi santri ini.

“Alhamdulillah gerakan vaksinasi hari ini berjalan dengan lancar. Tentunya ini hasil kerja keras dari semua pihak, terutama keluarga besar TNI AL dan Ponpes Al Karimi,”ujar Gus Yani-panggil akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ia menjelaskan, vaksinasi merupakan sebuah ikhtiar dan menjadi satu langkah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Gus Yani seakan tidak pernah lelah mengingatkan kepada masyarakat untuk terus waspada meskipun saat ini Kabupaten Gresik sudah turun level 1 PPKM. K”Kita harus terus waspada, tidak hanyut dalam euforia karena Covid-19 masih ada disekitar kita. Tetap mematuhi protokol kesehatan karena disiplin menjadi kunci keselamatan kita semua,”kata Gus Yani.

Serbuan vaksin untuk santri ini diadakan penuh mulai pagi hingga sore dihadiri perwakilan keluarga Besal Laktamal V Surabaya Asisten Operasi Danlantamal V Kolonel Laut (P) Hreesang Wisanggeni, Gus Han dari Ponpes Peterongan Jombang, serta keluarga besar pengurus Ponpes Al Karimi Tebuwung Dukun, Gresik. 

TERTIB PROKES: Siswa di SMP Muhammadiyah 1 Gresik anti giliran vaksinasi dengan tetap menjaga prokes di halaman sekolah pada Selasa, 14 September 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ditempat terpisah, guru SMP Muhammadiyah 1 Gresik  Maflakhah, vaksinasi diperuntukkan siswa berusia 12 tahun ke atas. ” Vaksinasi diikuti 119 siswa SMP Muhammadiyah 1 Gresik  dan 10 siswa SD Muhammadiyah Gresik,”ujarnya melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 14 September 2021. (yad)

Lantamal V Surabaya Gelar Serbuan Vaksin di Ponpes Al-Karimi Selengkapnya

Wabup Pantau Prokes PTM, Siswa Ngaku Senang Belajar di Sekolah

GRESIK,1minute.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali diperpanjang hingga 20 September 2021. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berdasarkan asesmen Menteri Kesehatan telah masuk level 1. Zona hijau sepekan sebelumnya zona kuning atawa zona 2.

Sejumlah lembaga pendidikan swasta semakin banyak memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Yakni, 50 persen dari kapasitas rombongan belajar (rombel). Sistem pembelajaran bergilir, pagi dan siang. Diantaranya dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ma’arif NU di Desa Abar-Abir, Kecamatan Bunga, Gresik.

Sekolah jumlah siswa 120 ini melakukan sistem pembelajaran bergilir. Kelas I sampai III  masuk pagi. Sedangkan, siswa kelas IV sampai VI pembelajaran dilakukan pada siang hari. Untuk memastikan proses PTM sesuai protokol kesehatan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meninjau proses pembelajaran di MI Al Ma’arif NU itu pada Selasa, 14 September 2021.

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah melakukan dialog dengan sejumlah peserta didik untuk mendengarkan cerita dari bocah-bocah bisa kembali sekolah. “Enak mana belajar dirumah (daring) atau di sekolah,”tanya Bu Min kepada Mufarrichul Anam Al Qowi. Siswa kelas Il dengan tegas menjawab “enak sekolah tatap muka bu,”jawab Faril -sapaan- Mufarrichul Anam Al Qowi. Ia mengaku selama setahun hingga naik kelas II belum pernah bertemu dengan guru dan teman-teman. :Saya bisa bertemu k sama bu guru bu,” jawabnya polos.

Sementara itu, Kepala MI Ma’arif NU Abar Abir Sulistianah mengatakan kalau sekolahnya baru melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka seminggu terakhir. “Pembelajaran dilakukan dengan metode bergilir. Pagi dan siang,”ujar Sulistianah. (yad)

Wabup Pantau Prokes PTM, Siswa Ngaku Senang Belajar di Sekolah Selengkapnya

Eksotis Twin Lake Kemangi, Siap Sambut Wisatawan

GRESIK, 1minute.id – Sejumlah destinasi wisata di Kota Santri mulai beroperasi pada Minggu, 12 September 2021. Diantaranya, Twin Lake Kemangi di Desa Kemangi, Kecamatan Bungah. Meski telah buka, belum banyak pengunjung yang menikmati destinasi anyar tersebut. Selain itu, pengelola juga belum mengoperasikan seluruh wahana bermainnya.

Dalam pengamatan 1minute.id untuk masuk destinasi yang diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu, arena bermain perahu di Telaga Kembar, maupun flying fox atawa luncur gantung belum beroperasi. Hanya, sepeda gantung yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Meski belum semuanya beroperasi, namun pengunjung tetap bisa berswafoto di sejumlah spot yang instagramable. Diantaranya, saung dari bambu dengan jembatan kelirnya. Jembatan ini ada bernuasa Tiongkok dan tradisional pedesaan. Sedangkan telaga Kembar tempat wahana air peruhu kayuh masih belum buka.

“Cukup menarik. Masih perlu banyak perbaikan, “kata Surya Yetni,salah satu pengunjung di Twin Lake Kemangi pada Minggu, 12 September 2021. Konon, sebelumnya Telaga Kembar yang ada di kawasan destinasi yang berada di Jalur Pantai Utara (Pantura) atau Jalan Deandles memiliki fungsi berbeda. Telaga pertama dimanfaatkan sebagai tempat mandi (Padusan). Sedangkan, telaga di belakang masjid difungsikan untuk minum. 

Saat ini, kedua telaga tersebut digunakan sebagai tempat wisata.  Telaga padusan menjadi lokasi wisata sepeda air, kemudian tempat makan dari saung bambu apung dengan menu andalan ikan bandeng, rajungan dan masakan sari laut lainnya. Sedangkan di telaga pangomben, hanya diberi tempat ayunan dan beberapa spot foto saja. 

Menurut cerita Desa Kemangi sekitar 20 kilometer dari Pusat Kota Gresik dari kata Kemangen yang dalam bahasa Sangsekerta berarti Pangkalan/ Pesisir. Yang karena letaknya dekat dengan laut dan berada di pesisir pantai maka dalam penyebaran agama Islam Desa Kemangi merupakan desa dengan penyebaran agama Islam yang tertua di wilayah Kecamatan Bungah, bahkan masjid yang dibangun merupakan masjid tertua di Bungah setelah Masjid Jamik Kyai Gede Bungah. 

Untuk masuk destinasi tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam karena hanya Rp 5 ribu per pengunjung plus parkir sepeda motor Rp 2 ribu. (yad)

Eksotis Twin Lake Kemangi, Siap Sambut Wisatawan Selengkapnya

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Inisiasi Pertemuan Pelaku Industri dengan SMK

GRESIK,1minute.id – Tingginya angka pengangguran membuat pemerintah mencari terobosan baru. Diantaranya, menginisiasi pertemuan dan kerjasama SMK se-Kabupaten Gresik dengan manajemen Wing Food di Aula SMK Islamic Qon, Kecamatan Manyar, Gresik pada Rabu, 8 September 2021.

Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyatakab jumlah pengangguran terbuka di Gresik masih diatas rata-rata Jawa Timur. “Ini merupakan suatu pekerjaan kita bersama untuk bisa memperbaiki keadaan,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah dalam pertemuan yang dihadiri Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Kiswanto ; Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)  SMK swasta se-Gresik Gresik Abdul Hanan serta perwakilan dari Manajemen Wings Food Peter Sindaru itu.

Pertemuan antara pelaku usaha dengan lembaga pendidikan Kejuruan ini, lanjutnya, sebagai usaha Pemkab untuk mengurangi angka pengangguran di Gresik. “Apabila perusahaan membuka lapangan pekerjaan maka yang dihubungi pertama kali adalah sekolah-sekolah yang ada di Gresik sehingga pertumbuhan ekonomi diharapkan segera pulih,”harapnya.  

Ia mengapresiasi  manajemen Wing Food yang komitmen merekrut lulusan SMK di Gresik. “Beliau (Peter Sindaru) sudah berkomitmen untuk merekrut tenaga kerja yang ada di Mie Sedap dari teman – teman lulusan SMK yang ada di Kabupaten Gresik,”tegas Bu Min. 

Data Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik sebanyak 60 SMK negeri dan swasta di Gresik. Termasuk 4 SMK di Pulau Bawean. Total sekitar 16 ribu siswa. Setiap tahunnya meluluskan 4 ribu siswa. Sebanyak 20 persen atau sekitar 800 siswa melanjutkan kuliah. Sisanya, 3.200 fresh graduate memilih bekerja. 

Menurut  Plt Kancab Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Kiswanto, besarnya angka kelulusan tersebut dimana hampir semuanya keinginannya adalah bekerja. “Bisa dibayangkan bagaimana efek jika fresh graduate ini tidak terserap,”ungkap Kiswanto. Karena itu, dengan menggandeng perusahaan seperti ini, ia berharap, ada sikronisasi link and match. “Sehingga perusahaan yang ada di Gresik ini bisa memberikan manfaat langsung untuk lulusan SMK di Gresik,”imbuhnya. (yad)

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Inisiasi Pertemuan Pelaku Industri dengan SMK Selengkapnya

Kejar Herd Immunity 75 Persen, Serbuan Vaksinasi Siswa Pelajar SMP

GRESIK,1minute.id – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang PAUD hingga SMA sederajat sudah mulai digelar sejak 31 Agustus 2021. PTM dilakukan secara terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Vaksinasi untuk pelajar semakin diintensifkan.

Hari ini, Selasa, 7 September 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar serbuan vaksinasi di dua lembaga pendidikan yakni SMP Negeri 4 Gresik dan SMP Negeri 16 Gresik di Kecamatan Kedamean.
Di SMP Negeri 16 Gresik, serbuan vaksinasi dipantau langsung oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah target 2 ribu pelajar di Kecamatan Kedamean itu. Sedangkan, SMP Negeri 4 Gresik menargetkan 1.000 dosis vaksinasi. 

Menurut Aminatun Habibah, serbuan vaksinasi untuk pelajar ini merupakan suatu ikhtiar bersama untuk menghadapi pandemi Covid-19. Dengan adanya vaksinasi ini, imbuhnya, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berjalan ini semakin mantap dilakukan.

“Hal ini karena selain dari pihak guru yang sudah divaksin lengkap 2 dosis, dari sisi siswa juga dikejar vaksinasinya dengan kegiatan serbuan vaksinasi ini,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah didampingi Camat Kedamean Arifin dan Kepala Puskesmas Kedamean Titik Ernawati dan jajaran guru di SMPN 16 Gresik. 

VAKSINASI PELAJAR SMP: Vaksinator melakukan suntik vaksinasi pelajar SMP Negeri 4 Gresik pada Selasa, 7 September 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kegiatan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Gresik sudah dimulai satu minggu yang lalu setelah hampir 17 bulan ditiadakan karena pandemi. Beberapa kali sebelumnya sudah ada wacana PTM, tetapi di lain pihak muncul kekhawatiran baik dari pemerintah maupun orang tua siswa munculnya klaster penyebaran baru. 

Dengan kegiatan vaksinasi ini seakan menjawab kekhawatiran tersebut, tentu saja tetap dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. “Vaksinasi ini merupakan usaha dari pemerintah kabupaten Gresik untuk mengejar herd immunity yaitu tingkat vaksinasi 75 persen dari populasi. Sisa 25 persen ini merupakan kelompok masyarakat yang tidak bisa divaksin seperti bayi dan anak anak yang berusia dibawah 12 tahun,”ujar Bu Min. 

Bu Min berpesan agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Selain itu, para guru juga diharapkan terus mengingatkan siswanya mengenai apa itu Covid-19 dan bagaimana cara mengurangi resiko terpaparnya.

Camat Kedamean Arifin mengatakan, selain di SMP Negeri 16 Gresik, serbuan vaksinasi satu dari berapa lokasi serbuan vaksinasi yang tersebar di beberapa balai desa di Kecamatan Kedamean, diantaranya di Balai Desa Kedamean, Balai Desa Banyuurip, Balai Desa Tanjung dan Balai Desa Glidih.“Dengan gencarnya kegiatan vaksinasi yang kita lakukan ini, angka vaksinasi kecamatan Kedamean sudah mencapai 60 persen,”ngkap Arifin. (yad)

Kejar Herd Immunity 75 Persen, Serbuan Vaksinasi Siswa Pelajar SMP Selengkapnya

Pemerintah Wacanakan Buka Tempat Wisata, KPI Dilengkapi Monumen Ratu Agro

GRESIK,1minute.id – Pemerintah mulai melakukan ujicoba pembukaan 20 tempat wisata di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level-3 Jawa-Bali. Anak berusia dibawah 12 tahun tidak boleh masuk tempat wisata.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. Aturan ini diteken Mendagr0i Tito Karnavian pada 6 September 2021, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Anak (kurang) 12 tahun dilarang untuk memasuki tempat wisata yang dilakukan uji coba ini,”demikian bunyi Inmendagri yang dikutip 1minute.id pada Selasa, 7 September 2021. Selain itu, tempat wisata yang masuk dalam daftar uji coba wajib mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Pengunjung dan pegawai wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining. “Daftar tempat wisata yang akan mengikuti uji coba ini ditentukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,”masih mengutip inmedagri.

Pemerintah juga mengizinkan fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya di wilayah PPKM level 2 Jawa-Bali buka dengan kapasitas maksimal 25 persen.

Lalu tempat wisata yang boleh beroperasi belum disebutkan oleh pemerintah.  Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik Abdul Halim ngebut menyelesaikan agrowisata Kebun Pak Inggih (KPI). Kebun ini berada dalam Kompleks Wisata Selo Tirta Giri (Setigi). 

KPI ini rencanakan dilaunching 2-2-2022 ini dilengkapi dengan monumen diberi nama “Ratu Agro”. Menurut Abdul Halim,  “Ratu” merujuk pada dua hal, yakni wanita yang memimpin atau istri pemimpin. “Namun, maksud Ratu Agro di sini dengan harapan wisata ini bisa menyajikan kecantikan tata ruang dan keanggunan taman yang tertata rapi agar pengunjung lebih santai,”kata Abdul Halim pada Selasa, 7 September 2021.

Sementara “Agro “memiliki arti tanah, dengan harapan agar semangat masyarakat dan pengunjung membuat tanah yang tengah dibangun Pemdes Sekapuk ini bisa lebih produktif dan bermanfaat dari sebelumnya. 

“Dengan mengucap Bismillah, semoga diberikan kelancaran semuanya, mohon doa restunya untuk Agrowisata Kebun Pak Inggih Sekapuk akan dibangun sebuah monumen Ratu Agro selesai sesuai perencanaan,”kata Halim. (yad)

Pemerintah Wacanakan Buka Tempat Wisata, KPI Dilengkapi Monumen Ratu Agro Selengkapnya

Mahasiswa KKN UMG Ciptakan Dispenser Hand Sanitizer, Warga Suci Mengapresiasi


GRESIK,1minute.id – Pandemi Covid-19 belum berujung. Saat ini Gresik berada di zona oranye. Bagi mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat tidak boleh terhenti karena wabah SARS-CoV-2. Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. 

Mereka dari jurusan yakni Akuntansi, Manajemen, PGSD, Pendidikan, dan Matematika.  Berikut, jurusan Psikologi, Teknik Informatika serta Teknik Industri. 
Puluhan mahasiswa ini tergabung dalam kelompok 18.  KKN dimulai 26 Juli 2021 dan berakhir hari ini, Jumat, 3 September 2021. Kondisi Pandemi membuat tugas pengabdian kepada masyarakat itu dilakukan secara daring. Mahasiswa dengan inovasinya membuat karya berjudul

“Dispenser Hand sanitizer” dari bahan PVC. Murah tapi bermanfaat untuk mencegah persebaran Covid-19 dan Prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Gaya hidup di New normal.  Lalu bagaimana mereka menjelaskan cara membuat Dispenser Handsanitizer kepada masyarakat Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik itu.

Koordinator KKN Tematik Kelompok 18 UMG Maulidah Nabilah menyatakan, kondisi pandemi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak memungkinkan untuk sosialisasi secara offline. Bertahap muka dengan masyarakat. “Solusinya, sosialisasi melalui grup WhatsApp dan channel YouTube,”kata mahasiswa Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi UMG itu pada Jumat, 3 September 2021. 

Tahap awal, mahasiswa menetapkan peserta sasaran sosialisasi di salah satu kampung yang menjadi lokasi KKN. Setelah melakukan pendataan identitas dan nomor smartphone dimasukkan grup WhatsApp. “Sosialisasi kemudian dilakukan dalam grup WhatsApp itu,”kata Nabilah. 

Sedangkan untuk tutorial pembuatan Dispenser Handsanitizer, imbuhnya, bisa diakses melalui saluran YouTube.  Mengapa program kerja (Proker) memilih untuk menciptakan Dispenser Hand sanitizer. Dia menegaskan pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan dalam hidup manusia masa kini. Manusia saat ini harus lebih memperhatikan mengenai kesehatannya dan juga kebersihan lingkungan sekitarnya.

“Oleh sebab itu, untuk memudahkan kedua hal tersebut, kelompok 18 KKN UMG memberikan terobosan terbaru untuk membuat alat hand sanitizer yang mana lebih mudah dibuat dan lebih low budget tentunya,”terang Nabilah. Nabilah bersyukur proker pembuatan hand sanitizer Dispenser itu mendapatkan apresiasi dari warga Desa Suci.

“Warga sangat senang dengan adanya cetusan dari kelompok 18 KKN UMG ini atas program kerja hand sanitizer-nya, maupun program-program kerja lainnya.  Karena telah memberi banyak wawasan baru dan hal-hal yang bermanfaat bagi wilayah kami. Semoga silaturahmi antara kami dapat tetap terjaga dengan baik,”katanya. (yad)

Mahasiswa KKN UMG Ciptakan Dispenser Hand Sanitizer, Warga Suci Mengapresiasi Selengkapnya

PTM Jenjang Sekolah Dasar Lancar, Siswa Menyambut Antusias dan Berdoa Covid-19 Berakhir

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak pembelajaran tatap muka (PTM) di UPT SDN 6 Gresik pada Selasa, 31 Agustus 2021. Inspeksi dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar sesuai dengan protokol kesehatan (prokes). Komandan Satgas Covid-19 Gresik ini menyempatkan berdialog dengan sejumlah siswa terkait proses belajar mengajar offline. 

Diantaranya, Reency Keiko B. Siswa kelas 2 di sekolah berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. 
Reency, kali pertama bertemu dengan guru dan teman-teman di kelas setelah naik kelas dua. “Senang sekali bisa bertemu guru dan teman-teman,”kata Reency menjawab pertanyaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di ruang kelas.

Seragam merah putih yang dipakai bocah bercita-cita menjadi dokter itu terlihat masih baru. Maklum, selama setahun jarang dipakai karena belajar dalam jaringan (daring) di rumah. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani meminta para siswa untuk ikut berdoa agar Pagebluk coronavirus disease 2019 cepat berakhir sehingga aktivitas kembali normal.

CUCI TANGAN: Siswa UPT SDN 6 Gresik mencuci tangan sebelum memasuki ruang kelas di hari pertama PTM di Gresik pada Selasa, 31 Agustus 2021 ( Foto: Chusnul cahyadi/ 1minute.id)

“Semoga Covid-19 cepat berlalu,”kata Gus Yani diamini siswa dan para guru di sekolah yang sebelumnya bernama SDN Sidokumpul 2 Gresik itu. Gus Yani didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto dan sejumlah anak duanya. Gus Yani menyatakan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi PTM. Aglomerasi Surabaya Raya (Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Sidoarjo) masuk level 3. Zona oranye.

“Kita evaluasi terus ujicoba PTM ini agar semua dengan prokes,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. 
Gus Yani meminta kepada sekolah untuk terus melakukan evaluasi kesehatan siswa dan guru.”Sehingga PTM berjalan dengan baik. Karena murid juga antusias ingin belajar di kelas,”katanya. 

Sementara itu, Kadispendik Gresik Hariyanto menyatakan, PTM tetap mengacu pada keputusan bersama empat menteri, PTM maksimal 50 persen dari kapasitas kelas. “Mekanisme PTM kami serahkan satuan pendidikan masing-masing,”kata Hariyanto. 

Plt Kepala UPT SDN 6 Gresik Hamsiyah menyatakan PTM terbatas ini selama 3 jam, tanpa istirahat. Siswa masuk mulai pukul 07.00. “Dan, semua guru disini telah mendapatkan dua dosis vaksinasi,”katanya.

Dalam pengamatan 1minute.id, PTM perdana ini, sejumlah guru terlihat harus bolak-balik mengantar peserta didik menuju kelas mereka. Sebab, mereka belum pernah masuk sekolah. Sehingga setiap siswa yang masuk terlebih dahulu menanyakan kelas mereka. Setelah itu, mereka diantar ke kelasnya masing-masing. Sebelumnya, mereka wajib melakukan cuci tangan yang disediakan di gerbang masuk sekolah. (yad)

PTM Jenjang Sekolah Dasar Lancar, Siswa Menyambut Antusias dan Berdoa Covid-19 Berakhir Selengkapnya

PTM Jenjang PAUD hingga SMP Mulai Selasa Besok

GRESIK,1minute.id – Dinas Pendidikan Gresik merencanakan memulai pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SD hingga SMP sederajat mulai Selasa besok, 31 Agustus 2021. PTM dilakukan seiring menurunnya tren persebaran Covid-19 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Gresik masuk zona oranye. 

Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto dikonfirmasi menyatakan pembelajaran tatap muka dilakukan merujuk pada surat keputusan bersama empat Menteri. 

Yakni, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri nomor 03/BK/2021, nomor 384 tahun 2021, nomor HK.01.08/Menkes/4242/2021, nomor 440-717 tahun 2021 tentang Panduan penyelenggaraan Pembelajaran di masa Pandemi Covid-19  serta berdasarkan instruksi Mendagri nomor 35 tahun 2021  tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 4, 3 dan 2 di Jawa-Bali.

“Berdasarkan keputusan itu, PTM terbatas dengan protokol kesehatan ketat di satuan pendidikan PAUD, SD, SMP dan pendidikan kesetaraan Negeri atau swasta dilaksanakan mulai Rabu besok,”kata Hariyanto pada Senin, 30 Agustus 2021. 

Seperti diberitakan, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Hariyanto menyatakan, pihaknya telah menerima masukan dari sejumlah organisasi profesi. Organisasi profesi tersebut diantaranya, Persatuan Guru Taman Kanak Kanak (PGTKI) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS/K3S). “Mereka menginginkan PTM segera dilaksanakan. Mereka sudah kagen kegiatan belajar mengajar,”kata Hariyanto dikonfirmasi melalui selulernya Kamis lalu, 26 Agustus 2021. 

Sekolah saat ini sedang melakukan polling untuk meminta persetujuan dari wali murid untuk PTM ini. Form Persiapan PTM, Pendataan kondisi medis dan lainnya itu paling lambat dikirim pada Minggu, 29 Agustus 2021.”Secara prinsip, Dispendik Gresik siap melakukan PTM,”tegas Hariyanto.

Sebelumnya, hari ini siswa jenjang SMA sederajat mulai PTM. Peserta didik yang mengikuti PTM hanya 50 persen. Satuan pendidikan menggunakan sistem absensi ganjil dan genap. Proses belajar mengajar hanya berlangsung selama 4 jam. Mulai pukul 06.45 sampai 10.45 tanpa jeda istirahat.  (yad)

PTM Jenjang PAUD hingga SMP Mulai Selasa Besok Selengkapnya