PANTAU PTM: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memantau PTM siswa SMP N 2 Gresik pada April 2021 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
GRESIK,1minute.id – Tren kasus Covid-19 menurun. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengisyaratkan segera pembelajaran tatap muka (PTM). Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menyatakan PTM sudah siap untuk dilaksanakan. PTM direncanakan dimulai akhir Agustus 2021.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Hariyanto menyatakan, pihaknya telah menerima masukan dari sejumlah organisasi profesi. Organisasi profesi tersebut diantaranya, Persatuan Guru Taman Kanak Kanak (PGTKI) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS/K3S).
“Mereka menginginkan PTM segera dilaksanakan. Mereka sudah kagen kegiatan belajar mengajar,”kata Hariyanto dikonfirmasi melalui selulernya Kamis lalu, 26 Agustus 2021. Sekolah saat ini sedang melakukan polling untuk meminta persetujuan dari wali murid untuk PTM ini. Form Persiapan PTM, Pendataan kondisi medis dan lainnya itu paling lambat dikirim pada Minggu, 29 Agustus 2021.
“Secara prinsip, Dispendik Gresik siap melakukan PTM,”tegas Hariyanto. Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri ( Immedagri) Nomor 35/2021 daerah yang berada dalam zona aglomerasi, yakni Surabaya Raya (Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto) yang saat ini sudah berada di level 3 dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas bertahap.
Gubernur Jatim Khofifah mengatakan, untuk satuan pendidikan yang berada di daerah dengan level 3 dan 2 sudah dapat melakukan PTM mulai hari Senin, 30 Agustus 2021 dengan terlebih dahulu memastikan semua checklist kesiapan sekolah sudah dipenuhi, guru dan tenaga kependidikannya sudah divaksin, unit pendidikan sudah mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 kabupaten/kota setempat dan izin orang tua/wali siswa. (yad)
GRESIK,1minute.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengurangi sampah plastik tidak perlu diragukan lagi. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menginstruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Sekretariat Pemkab Gresik tidak lagi menggunakan bungkus plastik.
Caranya? Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kantor Bupati Gresik berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas itu membawa bekal makanan dari rumah, membawa tempat minum sendiri dan peralatan makan sendiri. Perlengkapan itu masukkan ke dalam tas kain serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman kemasan plastik.
Tekad itu diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memberikan reward kepada Ketua Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag) Siti Fitriah yang juga Pembina Bank sampah Gemes Sekardadu, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas pada Senin, 23 Agustus 2021. “Kita harus memulai untuk pengelolaan sampah dan mengurangi penggunaan sampah plastik. Kita awali pengurangan sampah di lingkungan kantor Pemkab Gresik ini. Selanjutnya ke kantor OPD dan kantor-kantor yang lain hingga kantor desa,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 23 Agustus 2021.
Sementatar itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi menambahkan sesuai data Kementerian Lingkungan Hidup ada 9,85 miliar lembar sampah kantong plastik dihasilkan setiap tahun dan mencemari lingkungan selama lebih dari 400 tahun.
“Hanya 5 persen sampah kantong plastik yang bisa di daur ulang, sisanya menguasai hampir 50 persen lahan tempat pembuangan akhir (TPA) dan butuh lebih dari 100 tahun untuk terurai,”kata Reza yang juga Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gresik itu pada Selasa, 24 Agustus 2021.
“Seperti yang disampaikan pak Bupati (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Red) untuk pengurangan sampah plastik di kantor Pemkab Gresik agar ASN membawa botol minum dan tempat makan yang bisa digunakan berulang kali demi menyukseskan upaya tersebut.Mulai dari sekarang dan seterusnya kita harus menghindari penggunaan sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan,”kata Reza.
Penghargaan kepada Siti Fitriah ketua asosiasi Bank Sampah Gresik berupa laptop, printer dan seperangkat meja kursi. Sedangkan, reward pengurus bank sampah Gemes Sekardadu kelurahan Ngargosari Kecamatan Kebomas berupa mesin pencacah sampah karena sukses mengelola sampah dan meningkatkan ekonomi nasabahnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pengusaha budidaya udang vaname mulai melirik Pulau Bawean. Sayangnya, usaha budidaya itu diduga kurang mempedulikan ekosistem setempat. Aksi penolakan mulai bermunculan. Diantaranya, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bawean.
Mereka memasang spanduk penolakan rencana pembangunan tambak udang di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean itu. Isi spanduk itu ” PMII Bawean Menolak…!!! Akan dibangunnya tambak udang di Dusun Teluk Emur, Desa Kepuhteluk”
Aktivis PMII Bawean itu juga menyertakan dasar penolakan yakni Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengandalian Pencemaran Air.
Menurut Kabid Pengembangan Sumberdaya Laut dari Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean Abd. Saddam Mujib menyatakan, merujuk KEP.28/MEN/2004, pengembangan budidaya udang merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan perikanan budidaya di Indonesia. Sebab, pengembangan budidaya udang memiliki nilai ekonomis tinggi yang dapat membantu pembudidaya, devisa negara, dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Akan tetapi, imbuh Saddam, pembangunan tambak harus mematuhi peraturan yang ada. Misalnya, tata ruang darat yakni rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan tata ruang laut atau rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau terkecil (RZWP3K).
Saat ini, ada fenomena menarik di Pulau Putri-sebutan lain- Pulau bawean. Investor asal Pulau Jawa mulai melirik dengan melakukan investasi untuk membangun tambak udang vaname di pesisir pulau Bawean.
Permasalahannya, kata Saddam, semua tambak yang ada, yakni tradisional maupun super intensif diduga kuat tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk pembuangan limbah. “Mereka membuang limbah langsung ke laut tanpa mengolah limbahnya terlebih dahulu,”kata Saddam dalam keterangan pers kepada 1minute.id pada Selasa, 24 Agustus 2021.
Limbah tetap harus dikelola. Selain dikelola, imbuhnya, pembuangan limbah juga harus melihat kondisi oseanografi seperti arah arus laut dan pasang surut sehingga bisa dikontrol pembuangannya kapan waktu yang cocok untuk dibuang.
“Jika tidak memperhatikan beberapa hal tersebut akan memicu terjadinya eutrofikasi (pengkayaan nutrient) sehingga dapat mengakibatkan terjadinya blooming microalga berbahaya. Selain itu juga, penyakit gatal-gatal pada kulit bisa menyerang orang yang mandi di pantai,”terangnya didampingi Muhammad, Ketua Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean (PPKB).
Blooming microalga berbahaya dapat berdampak pada mati massal ikan di laut dan mengandung racun (toxic). Selain itu, microalga yang blooming tadi akan terakumulasi pada kerang-kerangan sehingga masuk ke rantai makan dan membahayakn manusia yang memakannya. “Sepanjang pesisir Bawean pada saat ayr laut surut, air laut terendah sering dijadikan tempat mencari kerang-kerangan oleh warga sekitar untuk dikonsumsi,”tegas Saddam.
Ia pun meminta kepada para investor tidak hanya memikirkan keuntungan. “Petambak juga harusnya memikirikan bagaimana memanfaatkan sumberdaya laut dan pesisir secara berkelanjutan sehingga dapat dinikmati anak cucu kita kelak,”katanya. “Jika petambak yang mengerti lingkungan, pasti akan menggunakan jasa ekosistem dalam mengelola tambaknya bukan sekedar mengkonversi mangrove menjadi tambak,”tambahnya.
Apalagi, sekeliling Pulau Bawean merupakan Kawasan Konservasi Perairan (KKP). KKP merupakan kawasan perairan yang dilindungi, dikelola dengan sistem zonasi, untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan berdasarkan PermenKP No. Per.30/MEN/2010. “Ini berarti, perairan Pulau Bawean kaya akan sumberdaya hayati laut yang harus dilestarikan,”pungkasnya.(yad)
GRESIK, 1minute.id – Kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) di Desa Palebon, dan Setrohadi di Kecamatan Duduksampeyan berakhir. Selama sepuluh hari, 18 mahasiswa dari dua fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) dan Fakultas Teknik (FK).
KKN di dua desa itu diketuai oleh Achmad Faishol Ridho, mahasisa dari Teknik Perkapalan. Selama 10 hari mereka melakukan pendampingan kepada masyarakat di dua desa tersebut dalam mengurus program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis (PTSL) Kementerian ATR/BPN.
Pendampingan yang dilakukan dengan mengedukasi masyarakat hingga pendampingan dalam proses kelengkapan administrasi. Hasilnya?
“Alhamdulillah, selama 10 hari melakukan pendampingan di Desa Palebon bisa menyelesaikan proses pendaftaran 300 bidang tanah. Sedangkan, di Desa Setrohadi mencapai 700 bidang tanah,”ujar Achmad Faishol Ridho pada Selasa, 24 Agustus 2021.
Pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa ini menghapus stigma mengurus sertifikat ribet dan lama. “Momentum ini diharapkan dapat menghapus paradigma lama, dimana pengurusan sertifikat sering dikeluhkan oleh masyarakat karena lamanya waktu pengurusan,”imbuh Edo-sapaan- Achmad Faishol Ridho
Asmaul, salah satu warga setempat bersyukur tanah yang dimiliki sudah terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Terimakasih sekali karena biaya ringan dan proses cepat,”ujar Asmaul. (yad)
GRESIK,1minute.id – Vaksinasi merambah kampus. Ribuan mahasiswa di Universitas Qomarudin, Bungah mengikuti vaksinasi yang digagas oleh Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Gresik pada Senin, 23 Agustus 2021.
Serbuan vaksin di kampus di Desa/Kecamatan Bungah, Gresik bagian percepatan pembentukan herd immunity di Kota Santri ini. Vaksinasi sebanyak 2 ribu mahasiswa akan berakhir Rabu, 25 Agustus 2021 nanti.
Ketua PC IKA PMII Gresik Aminatun Habibah menjelaskan, percepatan vaksinasi terus dilakukan supaya segera membentuk herd immunity sesuai target pemerintah 70 persen paling lambat akhir tahun ini. Sampai saat ini target tersebut belum tercapai. Data Dinkes Gresik menyebutkan warga yang telah melakukan vaksinasi dosis satu dan dua baru mencapai 40-an persen. IKA-PMII turut serta berkolaborasi dengan pemerintah melakukan vaksinasi.
“Semoga usaha kita dalam membentuk herd immunity segera tercapai. Sehingga masyarakat gresik bisa terhindar dari pandemi Covid-19,” kata Aminatun Habibah yang juga Wakil Bupati Gresik itu. Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mengapresiasi antusiasme mahasiswa untuk vaksinasi. Selain warga Gresik, ada juga yang berasal dari Lamongan dan Surabaya. “Alhamdulillah, gresik sudah masuk zona oranye. Percepatan vaksinasi terus dilakukan. Semoga kasus Covid-19 terus menurun hingga menjadi zona kuning,”harap Bu Min.
Meski sudah dilakukan vaksin, protokol kesehatan (prokes) harus tetap dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Juga, jangan sampai menciptakan kerumunan. “Kami juga berikan sembako, obat-obatan dan hand sanitizer kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19,” imbuhnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Umat Tionghoa menggelar Sembayang Cioko atau King Ho Ping atau Sembayang rebutan pada Minggu, 22 Agustus 2021. Sembayang rebutan atau dikenal Sembayang Arwah ini diikuti puluhan umat di TITD Kim Hin Kiong di Jalan Setiabudi, Gresik.
Ritual tahun ini dipimpin oleh Ketua TITD Kim Hin Kiong Gresik Budi Prasetyo Tejo. Ritual pun khusyuk. Menurut Budi Prasetyo Tejo, sembayang Cioko atau King Ho Ping atau Sembayang rebutan oleh warga Tiongkok dikenal dengan Sembayang Arwah. “Kita sembayangi arwah-arwah yang tidak disembayangi oleh keluarganya lagi atau kepaten obor,”kata Budi ditemui 1minute.id pada Minggu, 22 Agustus 2021.
Sembayang arwah ini, dalam tradisi orang Tionghoa menyembayangi leluhur di rumah masing masing sebelum tanggal 15 puncaknya jam 12 siang. “Setelah itu, kalau keluarga tidak menyembayangi kebanyakan mereka ke kelenteng. Jadi kelenteng ini menyembahyangi arwah-arwah yang tidak disembayangi oleh keluarganya atau kepaten obor,”terangnya.
Sembayang arwah ini, imbuhnya, tujuannya sebagai manusia, anak atau keturunan harus berbakti kepada orang tua. “Jadi ini menunjukkan bakti kita kepada orang tua atau leluhur,”tegasnya. Di Kelenteng berdiri pada 1 Agustus 1153 masehi atau 868 tahun silam itu, tradisi Sembayang Arwah dilakukan setiap bulan 7 tanggal 15 imlek (tahun ini bertepatan Minggu, 22 Agustus 2021.
REBUTAN: Warga sekitar Kelenteng mengambil sesaji usai umat TITD Kim Hin Kiong menggelar Sembayang Arwah atau Sembayang rebutan pada Minggu, 22 Agustus 2021 (Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
“Setiap tahun kami adakah karena Kelenteng ada yang lebih luas menyembayangi arwah-arwah yang tidak disembayangi lagi oleh keluarganya,”katanya. Dalam pengamatan 1minute.id, dalam ritual Sembayang Arwah ini, mereka membawa macam sesaji. Sesaji itu ditata rapi di depan kelenteng. Ada daging, buah-buahan, hingga makanan ringan.
“Sesaji itu untuk bakti kepada leluhur atau orang tua. Kita dibagikan kepada masyarakat. Karena lokasinya tidak memungkinkan untuk rebutan,”ujarnya. Sembayang Arwah di masa pandemi Covid-19 ini berbeda. Sebab, umat Tridharma ini tidak hanya membagikan makanan siap saja. Namun, juga membagikan beras kepada masyarakat sekitar yang terdampak wabah yang paling mematikan di era modern ini.
Sebanyak 750 kilogram beras dibagikan oleh pengurus kelenteng. Beras dalam bentuk paket 5 kilogram itu diserahkan oleh Ketua TITD Kim Hin Kiong Budi Prasetyo Tejo kepada Kepala Desa Pulopancikan dan perwakilan dari Lembaga Amin Zakat ,Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LazisNU). “Ada 150 paket beras masing-masing seberat 5 kilogram yang kami bagikan kepada masyarakat yang terdampak coronavirus disease,”ungkap Budi. (yad)
GRESIK,1minute.id – Kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik masuk nominasi 100 Desa Wisata dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 digelar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).
Ajang anugerah wisata paling bergengsi ini diikuti ratusan destinasi di Indonesia.”Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dalam mewujudkan desa wisata yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit,”kata Menparenkraf Sandiaga Salahudin Uno dalam sambutan secara virtual pada Jumat, 20 Agustus 2021.
Kabupaten Gresik mempunyai satu wakil berprestasi masuk dalam jajaran 100 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia yakni Kelurahan Sidokumpul “Kampung Kreasi”
“Untuk desa wisata yang belum lolos 100 Besar Desa Wisata, ADWI 2021 tetap terus tingkatkan inovasi, adaptasi, dan perluas kolaborasi dalam mengembangkan desa wisata,”lanjut Menparekraf Sandiaga Uno.
Kemenparekraf akan menjadikan data serta informasi yang ada di Jejaring Desa Wisata (Jadesta) sebagai sebagai wadah dan arah dalam penyusunan rencana serta pengembangan seluruh desa wisata yang ada di Indonesia. Jadesta adalah wadah komunitas bagi Desa Wisata di seluruh Indonesia.
“Bersama-sama kita wujudkan desa wisata sebagai simbol kebangkitan ekonomi nasional. Menjadikan desa wisata yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit!”tegas Sandiaga Uno. ADWI 2021 ini diikuti ratusan destinasi wisata di Indonesia agenda rutin tahunan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).
BANK SAMPAH: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berdialog dengan warga yang mengolah sampah menjadi tempat duduk bernilai ekonomis di Kampung Kreatif di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada 2 Juni 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
Seperti apa Destinasi Kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik itu. Berdasarkan data yang diunggah dalam jadesta.com Kampung Kreasi merupakan Desa Wisata Edukasi Daur Ulang dan Urban farming yang terletak di Jl. Kramat Langon RW 07 Kelurahan Sidokumpul Kabupaten Gresik.
Kampung ini mengembangkan konsep kreatifitas pembelajaran mendaur ulang sampah lapak menjadi kerajinan yang bernilai dan pertanian lahan sempit ditengah kota, dan keindahan bangunan warna warni yang dipadukan dengan Damar Kurung disepanjang kawasan wisata.
Di wisata ini juga menghadirkan suasana hijau yang menyejukkan mata dan instagramable untuk berfoto ria dengan spot yang tersedia serta atraksi sapi perah. Setelah berjalan-jalan, pengunjung bisa menikmati hidangan kopi khas Gresik di sebuah Kedai Kopi Sampah milik Karang Taruna yang menerapkan metode transaksi pembayaran menggunakan sampah atau yang khas dengan istilah Ngopi Bayar Pakai Sampah.
SEGAR: Sayur Kol yang ditanam di media hidroponik di di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada 2 Juni 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
Sebagai Wisata Edukasi, desa telah mampu memproduksi 110 produk per bulan, 1. 000 produk kerajinan per tahun, pemanfaatan urban farming hidroponik DFT, NFT, Ducth Bucket dan vertikultur sepanjang 300 m, 45 titik biopori resapan dan komposter. Serta pengelolaan 4,7 ton sampah pertahun dari Bank Sampah.
Wisata ini telah resmi ditetapkan sebagai Desa wisata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik pada 2020. Kampung ini mengedepankan Community Based Tourism dan kemitraan bersama stakeholder terkait, baik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meliputi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Lingkungan Hidup, dan Perusahaan dari PT. Pertamina Lubricants Unit Gresik serta komunitas Asosiasi Bank Sampah dan Pokdarwis Kabupaten Gresik.
Bentuk kegiatan yang dilakukan telah memperoleh penghargaan dari berbagai instansi yaitu,
2019 Juara Kampung Terinovatif Se-Kabupaten Gresik oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.
2019 Juara 3 Urban Farming Se-Kabupaten Gresik oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gresik
2020 Juara 3 Local Hero Award Kategori Hijau Pertamina
202 Juara Favorit Local Hero Award Kategori Hijau Pertamina
2021 Penghargaan atas Kontribusi dan Pengurangan Sampah di Kabupaten Gresik oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik
2021 Juara 1 Pemuda Pelopor Kategori Sumber daya Alam dan Wisata oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gresik
2021 Terbaik Ke-3 Anugerah Wisata Gresik Kategori Wisata Buatan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik.
Wisata yang dikembangkan turut berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGS) dalam (4) Pendidikan, (8) Pekerjaan yang layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (11) Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan (13) Penanganan Perubahan Iklim. (yad)
GRESIK,1minute.id – Budaya literasi masih terjaga di SD Iradah Full Day Education di tengah masa pandemi Covid-19 yang belum berujung saat ini. Sebanyak seratus siswa di sekolah berlokasi di Kompleks Perumahan Graha Bunder Asri (GBA) di Kecamatan Kebomas, Gresik itu berkirim surat kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Seratus surat itu sebuah buku yang berjudul “Surat Kecil Untuk Gus Yani”. Isinya sebuah harapan dan doa siswa kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Penasaran seperti apa isi buku “Surat Kecil untuk Gus Yani ” itu. Simak ya…, karya Nasywa Khailila Nauthaputri, kelas IV SD Irada.
PENULIS CILIK: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Nasywa Khailila Nauthaputri, sisw kelas IV SD Irada, salah satu penulis buku Surat Kecil untuk Gus Yani (Foto : Humas Pemkab Gresik for 1minute.id)
“... Pak Bupati yang terhormat. Media sosial selalu mengabarkan bahwa kasus Covid ini semakin meningkat dari waktu ke waktu. Itu sebab, kegiatan belajar di sekolah dan momen bertemu guru juga teman-teman kembali tertunda. Seragam yang memulai kekecilan tanpa pernah terpakai lagi. Bahkan tahun ini saya naik kelas tampa masuk kelas. Dampak pandemi memang luar biasa. Pak Bupati yang baik, rasanya baru kemarin Bunda saya bilang, “jangan main HP terus, nak. Ayo berangkat sekolah”. Dulu anak-anak tidak boleh main HP, tapi disuruh belajar dan pergi sekolah. Akan tetapi sekarang berbanding terbalik. Anak-anak tidak boleh pergi sekolah, tetapi belajar dirumah menggunakan HP. Bertemu teman atau guru juga melalui HP.Bahkan, saya diajak silaturrahmi dengan nenek di Jakarta juga dengan HP. Dampak pandemi menang luar biasa ya, Pak! Tapi ini semua adalah hikmah Allah SWT dalam bentuk yang berbeda. Kita semua merasakan dampaknya, tidak terkecuali. Pak Bupati yang baik, semoga bapak selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT, dan semoga bapak bisa menjadi pemimpin yang amanah dan selalu di hati rakyat. Dan, sebagai pelajar, tugas saya adalah belajar sungguh-sungguh, baik belajar dunia dan akhirat. Dan, hikmah yang saya dapat dari pandemi adalah hidup ini bukan soal panjang dan pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu dan bermanfaat bagi orang lain. Semoga pandemi segera berakhir dan semoga kota Gresik menjadi lebih baik. Tetap semangat bapak Bupati dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Membantu mereka yang membutuhkan, teruslah menjadi orang baik dan dikagumi masyarakat. Semoga Bapak sehat selalu. Amin ya robbal alami…”
Sementara itu, penyerahan Buku ini disampaikan melalui Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto.
Mereka diundang dalam rangka rangkaian Peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut pada Kamis, 19 Agustus 2021.
Didampingi oleh Kepala Sekolah SD Iradah Shobirin, salah satu siswanya bernama Nasywa Khalilah Nauthaputri. Ia siswa kelas IV yang merupakan salah satu penulis surat kecil untuk Gus Yani menyerahkan buku tersebut kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah itu.
“Insya Allah nanti akan kami sampaikan kepada Bapak Bupati. Salam Bapak Bupati untuk semua masyarakat sekolah SD Iradah dan mohon maaf Bapak Bupati tidak bisa hadir kali ini karena ada undangan Presiden di Madiun,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah itu.
Bu Min Wabup smengapresiasi upaya para guru SD Iradah yang dapat mendidik dan memotivasi anak didiknya sehingga bisa membuat karya literasi. “Saya berharap prestasi ini bisa menular kepada sekolah yang lain sehingga nantinya seluruh sekolah yang ada di Gresik ini bisa berprestasi juga,”kata Bu Min.
“Kepada Kepala Sekolah dan para guru yang masih tampak sangat muda-muda dan enerjik ini saya sampaikan banyak terima kasih. Saya bangga kepada anda sebagai pendidik yang kreatif bisa mengantarkan anak didik menuju masa depan,”imbuhnya.
Selain Launching buku, SD Iradah Gresik juga memberikan santunan yatim piatu yang dikumpulkan dari para orang tua murid dan guru. Panitia berhasil mengumpulan dana sebesar Rp 91,56 juta.
Menurut Kepala SD Iradah Shobirin, kegiatan santuanan yatim piatu ini rutin dilangsungkan setiap tahun baru Islam, Muharram. Tahun ini, ada 225 yatim piatu yang bisa kami santuni termasuk kepada yatim piatu anak didik SD Iradah Sendiri. “Selama berlangsunya pandemi ini saja, ada 5 anak yatim dan piatu baru yang orang tuanya meninggal dunia terpapar Covid-19,”kata Shobirin. Pemkab Gresik melalui Dinas Pendidikan Gresik telah mengalokasikan anggaran untuk beasiswa bagi anak yatim piatu akibat Covid-19. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 23 Agustus 2021. Perpanjangan kali ketiga dengan pelbagai syarat utu bertujuan untuk mencegah persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).
Pembatasan kegiatan masyarakat mendongkrak melonjaknya animo masyarakat untuk berbelanja online. Ini kabar menggembirakan. Pasalnya, animo masyarakat itu bisa membangkitkan ekonomi. Khususnya untuk usaha kecil menengah dan mikro (UMKM) di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Diantaranya bisnis kuliner. Kebijakan take a way atawa bungkus.
Disisi lain, meningkatnya budaya baru di era pandemi Covid-19 berdampak pada meningkatnya volume sampah rumah di Gresik. Bagaimana antisipasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik?
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh dikonfirmasi tidak mengelak adanya peningkatanvolume sampah rumahtangga sejak PPKM. Ia menyebutkan kebijakan restoran, rumah makan maupun warung hanya melayani pembelian secara take away meningkatkan volume sampah rumah tangga. Sampah rumah tangga meningkatkan dua kali lipat. Sebelum, PPKM volume sampah rumah tangga berkisar 170-an meter kubik (m³) per hari.
“Sejak PPKM sampah rumah tangga mencapai 300 meter kubik perhari,”ujar mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Gresik ini pada Senin, 16 Agustus 2021. Ratusan meter kubik sampah itu yang ditampung di tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik. Peningkatan volume sampah rumah tangga, imbuh Najikh, telah diantisipasi dengan menempatkan backhoe atau alat berat untuk membantu menempatkan sampah ke lahan yang tersedia.
“(TPA Ngipik) masih cukup,”tegas Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik periode 2010 itu. Najik telah mengecek langsung TPA Ngipik untuk memastikan lahan tetap mencukupi untuk menampung sampah rumah warga Kota Santri yang berjumlah 1,3 juta jiwa itu. (yad)
GRESIK,1minute.id – Tanjung Gaang. Destinasi wisata yang belum tersentuh modernisasi. “Perawan”. Lokasinya di Dusun Somor-somor, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik. Destinasi ini menyajikan pemandangan alam yang eksotis. Sunset begitu menawan. Air bening. Biato laut bisa diintip dari atas perahu terlihat begitu elok. Cocok untuk snorkeling.
Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.
Sayangnya wartawan 1minute.id ketika berkunjung ke Tanjung Gaang pada Kamis, 29 Juli 2021 tidak membawa perlengkapan menyelam. Karena belum terjamah modernisasi butuh perjuangan untuk bisa mencapai Bukit Karang diatas laut itu. “Tapi, perjalanan itu berbalas lunas. Karena keindahan alamnya menawan,”kata Kiki, pemandu.
Berangkat dari penginapan di dekat Dermaga Pelabuhan Sangkapura bersama sahabat Faiz naik motor. Jalan berkelok menembus kawasan hutan kayu melintasi jalan perkampungan penduduk yang ramah. Rombongan lainnya, dari Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik naik mobil. Perjalanan darat ini butuh waktu selama 40 menit.
Selanjutnya rombongan menyewa Jhukong (perahu “bersayap” khas Bawean) selama 45 menit. Perjalanan melelahkan itu terbayar dengan keindahan alam Tanjung Gaang. Selama perjalanan bisa menikmati hamparan batu karang yang begitu indah. Batu karang diatas laut itu ada yang menyerupai binatang purba, Dinosaurus. Melongok ke bawah, bisa melihat biota laut, terumbu karang, serta ikan aneka jenis berwarna-warni membuat mata seakan tidak enggan berkedip. “Kalau kesini enaknya sore. Bisa melihat sunset,”kata Kiki, pemandu wisata asal Bawean.
Tanjung Gaang juga menjadi tempat terbaik di Pulau Bawean untuk melihat Sunset atau pemandangan saat matahari terbenam. Untuk melihat Sunset, diharuskan untuk mendaki menuju atas tebing. Tebing dengan bagian ujung tidak rata.Berjalan merangkak dengan hati-hati adalah cara aman melewati jalanan karang untuk menuju ke Tanjung Gaang agar tidak terjatuh di batu karang yang tajam.Uniknya lagi, batu karang yang kita injak ada berjenis marmer.
Waktu terbaik untuk melihat Sunset di Tanjung Gaang sebelum Mahrib. Waktu itu sekitar pukul 17.15. (chusnul cahyadi/1minute.id)