Gus Menteri Terpesona Keindahan Destinasi Wisata Setigi, KPI dan Wagos

GRESIK,1minute.id – Pesona desa wisata di Gresik Utara menarik perhatian Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT). Ada tiga destinasi wisata yang dikunjungi oleh Gus Menteri-sapaan akrab-Abdul Halim Iskandar pada Jumat, 15 Oktober 2021.

Tiga destinasi alam buatan itu ada Selo Tirta Giri (Setigi) dan Kebun Pak Inggih. Keduanya di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah. Satu lagi, Wisata Gosari (Wagos) di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah. 
Kali pertama yang dijujug oleh Gus Menteri bersama istri, Lilik Umi Nasriiyah destinasi wisata Setigi dan KPI.

Gus Menteri disambut Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, anggota DPRD Jatim Fauzan Fuadi dan Uviq Zuroidah, Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik Syahrul Munir, Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim dan pendamping desa se-Gresik.

Gus Menteri salut dengan keberadaan wisata Setigi dan KPI. Dua wisata ini murni dibangun oleh pemerintah desa (Pemdes) bersama berbagai elemen melalui swadaya masyarakat. Kemandirian ini, membawa keberhasilan Desa Sekapuk membangun megah dua wisata eksotis yaitu Setigi dan KPI. Bahkan, wisata Setigi dulunya merupakan tempat pembuangan sampah.

“Saat ini saya berada di wisata Setigi Desa Sekapuk, dimana dulunya ini adalah tempat pembuangan sampah, namun oleh Kepala Desa dan pemerintah desa bersama masyarakat bersama-sama membangun wisata yang sangat indah, sangat luar biasa sekali,”puji Gus Menteri.

Gus Menteri juga merespon positif keinginan Kades dan pengelola wisata untuk menghadirkan kapal yang akan diberi nama Bukan Kapal Nuh (BKN) dan diletakkan di Setigi sebagai simbol kebangkitan Gresik yang dulunya dikenal sebagai Kota Syahbandar.
“Saya akan berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan terkait pengadaan kapal bekas sebagai simbol kebangkitan Gresik yang dulu dikenal dengan Kota Syahbandar,”tandasnya.

Gus Menteri melanjutkan kunjungan ke destinasi Wagos. Gus Menteri bahkan menyempatkan cuci muka di sebuah sendang yang usianya telah berabad-abad lamanya.

“Bagus sekali wisata Wagos di Desa Gosari ini, ada tamannya, ada kolamnya, dan menariknya ada sendang yang usianya sudah berabad-abad dan katanya bisa bikin awet muda, tadi saya sempat cuci muka disana,” ujar Gus Menteri sembari memperagakan saat cuci muka.

Dalam kunjungannya,  Mendes PDTT dan rombongan menikmati panorama dengan berselfi di sejumlah lokasi instagramable. Seperti di Jorongan Batu Kars (JBK), Tangga Derajat, dan di Jembatan Peradaban Danau Jamrud Setigi. Tak ketinggalan juga Monumen Ratu Agro di KPI dan Taman Cakradewi di Wagos Gosari. (yad)

Gus Menteri Terpesona Keindahan Destinasi Wisata Setigi, KPI dan Wagos Selengkapnya

Mengakhiri TC, GU Libas Persada Dalegan, 3 Gol tanpa Balas

GRESIK,1minute.id – Training camp skuad Gresik United di Pantai Delegan di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik berakhir pada Kamis, 14 Oktober 2021. Selama lima hari tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu digembleng mental, fisik, dan taktiknya. 

Rangkaian latihan berat itu diakhiri dengan laga ujicoba melawan klub lokal, Persada Dalegan. Beda kualitas, Laskar Joko Samudro menang mudah. Tiga gol tanpa balas. Gol masing-masing dicetak oleh M. Isa, M.Irvan, dan Moch Hidayatu Rochman.

Pelatih Gresik United Subangkit mengatakan dari segi hasil, laga uji coba melawan Persada cukup memuaskan. Tiga gol baginya sudah bagus. Meski lawan adalah klub yang kualitasnya di bawah The Yellow Power.

Di luar hasil, Subangkit menilai ada dua hal yang berubah dari skuadnya hasil dari training camp selama lima hari di Pantai Dalegan. ”Fisik pemain terlihat betul ada peningkatan. Bisa bermain dengan intensitas tinggi selama 90 menit,”paparnya.

Yang kedua adalah pemahaman taktik. Dia bersyukur pemain lama dan baru sudah mengerti bagaimana cara bermain ala Subangkit. ”Mereka sudah menerapkan strategi yang saya mau. Walau belum 100 persen setidaknya sudah hampir sempurna,”tegasnya.

Dalam waktu dekat, Gresik United akan kembali melakoni laga ujicoba yang lawannya setara dengan skuadnya. Artinya dari sisi kualitas, sama. Subangkit berharap dengan melawan tim yang kualitasnya setara, anak asuhnya bisa benar-benar menunjukkan hasil dari TC di Pantai Dalegan. ”Selain kemenangan, fisik dan pemahaman taktik harus jauh lebih baik. Kompetisi kian dekat,”ungkapnya. (yad)

Mengakhiri TC, GU Libas Persada Dalegan, 3 Gol tanpa Balas Selengkapnya

Bikin Bangga Gresik, Nurul Sabet 4 Medali Emas, dan Pecahkan Rekor Gaya Punggung 200 Meter

GRESIK,1minute.id – Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX berakhir Jumat besok,15 Oktober 2021. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyempatkan hadir ajang olahraga bergengsi di tanah air itu. Kehadiran Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah ke Papua untuk memberikan suntikan semangat kepada para atlet asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang sedang berlaga membela kontingen Jawa Timur. 

PON ke-XX Papua ini, Gresik mengirimkan 31 atlet dan 13 official. Mereka berlaga di 15 cabang olahraga (Cabor). Diantaranya, Panjat Tebing, Sepak Takraw dan Renang. Di tiga cabor itu, atlet Gresik menyumbang medali emas untuk Jatim. “Mereka generasi milenial yang membanggakan bagi Gresik,”puji Bu Min. 

Atlet asal Gresik yang berlaga di PON ke-XX Papua itu diantaranya, kakak beradik Fitria Hartani dan Kharisma Ragil Rakasiwi. Keduanya atlet panjat tebing ini sukses meraih medali di nomor boulder perorangan putri pada Selasa, 5 Oktober 2021 sore. Fitria Hartani meraih emas dan Kharisma Ragil Rakasiwi meraih perak. 

Di cabor renang ada Nurul Fajar Fitriati. Nah, Wabup Aminatun Habibah menyaksikan langsung perjuangan atlet binaan Petrokimia Gresik asal Pekauman, Gresik itu memecahkan rekor gaya punggung 200 meter dengan catatan waktu 2 menit 19,78 detik, menggeser rekor sebelumnya yang dibuat Yessy V. Yosaputra dengan waktu 2 menit 20,70 detik saat PON ke-19. 

Nurul menyabet tiga medali emas di nomor lainnya. Sehingga, Nurul memborong 4 medali emas di PON ke-XX Papua 2021 ini. Bu Min  mendapat kehormatan untuk memberikan medali pemenang cabang olahraga renang itu.”Saya bangga sekali menyaksikan perjuangan atlet-atlet kita ini di PON,”ungkap Bu Min.

Ia menambahkan para atlet ini selain merupakan kebanggaan masyarakat Gresik, juga bisa menjadi suatu role model bagi pemuda. Gen-Z ini. “Bagaimana mereka tekun berlatih, tidak pantang menyerah dan terus berjuang untuk yang terbaik, ini suatu hal yang wajib di contoh,” tambahnya. (yad)

Bikin Bangga Gresik, Nurul Sabet 4 Medali Emas, dan Pecahkan Rekor Gaya Punggung 200 Meter Selengkapnya

Mendapat Sokongan dari Wilmar Nabati Indonesia, Gresik United Semakin Percaya Diri Menatap Liga 3

JERSEY GU : CEO Gresik United M.Alan (kiri) menunjukkan jersey GU bertuliskan Wilmar kepada manager Humas WNI Hartono Subeki di markas GU pada Rabu, 13 Oktober 2021 ( Foto : GU for 1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Manajemen baru di  Gresik United mendapatkan respon positif dari masyarakat dan pelaku usaha. Sejumlah perusahaan mulai melirik klub sepakbola berjuluk Laskar Joko Samudro itu. Kepercayaan pelaku usaha kepada manajemen Klub kebanggaan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu, diantaranya PT Wilmar Nabati Indonesia (WNI)

Perusahaan pengelolahan kelapa sawit itu sepakat untuk menjadi donatur Gresik United. Kesediaan Wilmar menjadi donatur ini membuat langkah Gresik United kian mantab menatap Liga 3. ”Kami berterima kasih atas dukungan PT Wilmar Nabati kepada tim ini,” kata CEO Gresik United M. Alan dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Menurutnya, sumbangan tersebut bisa menambah motivasi tim untuk meraih yang terbaik di Liga 3. Yakni, naik kasta ke Liga 2 musim ini. ”Ini jadi bukti juga jika masih ada perusahaan asal Gresik yang percaya kepada tim ini. Masih ada kepedulian untuk sepak bola Indonesia,”bebernya.

Manager Humas Wilmar Gresik Hartono Subeki menuturkan perusahaannya sangat senang dengan kembalinya Gresik United. Dengan dipegang oleh manajemen baru, dia juga yakin Yellow Power akan menjadi salah satu klub sukses di Indonesia. ”Kami ingin Gresik United kembali meraih kejayaannya lagi,” katanya.

Selain itu, dukungan ini adalah bentuk kepedulian PT Wilmar Nabati Indonesia terhadap persepakbolaan di Gresik. Sebagai perusahaan dari Kota Pudak, pihaknya merasa punya kewajiban ikut mendukung perjalanan Gresik United. ”Kami ingin potensi sepak bola Gresik yang besar bisa lebih berkembang lagi lewat Gresik United,” paparnya. (yad)

Mendapat Sokongan dari Wilmar Nabati Indonesia, Gresik United Semakin Percaya Diri Menatap Liga 3 Selengkapnya

Destinasi KPI Kini Dilengkapi Monumen Ratu Agro yang Penuh Filosofi, Penasaran ?

GRESIK,1minute.id – Satu lagi destinasi wisata hadir di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Destinasi itu bernama Kebun Pak Inggih (KPI). Lokasinya di samping destinasi wisata Selo Tirta Giri (Setigi).

Destinasi KPI dan Setigi ini milik pemerintah desa (Pemdes) Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. 
Destinasi wisata anyar itu dilengkapi dengan Monumen Ratu Agro yang diresmikan pada Selasa, 12 Oktober 2021. “Dibangunnya Monumen Ratu Agro ini memiliki tujuan agar nantinya para pengunjung mudah mengingat agrowisata KPI (Kebun Pak Inggih),”ujar Kepala Desa (Kades) Sekapuk Abdul Halim saat meresmikan monumen bersama seluruh perangkat desa, BPD, Bumdes, PKK, RT/RW, Pokdarwis dan Karang Taruna itu. 

Ratu Agro, kata Abdul Halim, adalah Ratu yakni wanita yang memimpin atau istri pemimpin. Namun maksud di sini dengan harapan wisata ini bisa menyajikan kecantikan tata ruang, dan keanggunan taman yang tertata rapi agar pengunjung lebih santai. 

“Sedangkan, Agro memiliki arti tanah, dengan harapan agar semangat masyarakat dan pengunjung membuat tanah yang kami bangun ini bisa lebih produktif dan lebih bermanfaat dari sebelumnya,”ungkap AHA-julukan-Abdul Halim. Ia menjelaskan, makna detail bangunan dari Monumen Ratu Agro. Ada anak tangga yang berjumlah sebelas (sewelas), menggambarkan setiap menapaki langkah untuk naik harus dapat ‘welasan’ (izin/ dukungan) dari lingkungan dan dari yang Maha Berkehendak.

Sedangkan tiga titik surya di monumen Ratu Agro terdapat bergambar Trisula yang bermakna sebagai pengingat kita bersama. Trisula yakni sebuah tombak bermata tiga, yang maksudnya adalah bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu.Sekaligus tiga sifat penting yang harus diterapkan untuk menjalani proses, yaitu: benar, lurus, dan jujur.

Tugu utama dengan jumlah 9 tingkat/pilar untuk mengingatkan jika tlatah ini berada di kawasan dakwah 9 wali (wali songo).Tugu 4 yang mengelilingi dan satu tugu utama ( berjumlah 5 tugu ) menggambarkan 4 arah mata angin, sehingga kita bisa melangkah dengan tepat dan tidak lupa dengan kiblat.

“Jumlah lima tugu itu mengingatkan 5 waktu  dengan keutamaan salat subuh, bumi seisinya akan diserahkan untuk kita yang menunaikan,” jlentreh Kades yang berhasil mengubah Desa Tertinggal menjadi Desa Miliarder ini.

Sementara air mancur kelopak bunga dengan tujuh (pitu) tumpuk itu untuk mengingatkan sehebat apapun diri kita masih butuh pitulung, pitutur, pituduh, serta sumber itu adalah pemberian yang Kuasa, kapan pun bisa melimpah dan sebaliknya. Mengingat area KPI dulunya dikenal tidak ada sumber, bahkan dulunya ada perkampungan sampai pindah, sebab hilangnya sumber air.

Dari simbol tersebut, kita ingatkan kebesaran-Nya dan bersyukur kita punya 7 panutan dalam memahami kebenaran, yakni Rasul beserta empat sahabatnya Abubakar, Umar, Usman, Ali dan empat Mahzab Imam Syafii, Maliki, Hambali, dan Hanafi serta adanya waktu 7 hari, langit 7 lapis, bumi 7 lapis, dan air 7 warna. (yad)

Destinasi KPI Kini Dilengkapi Monumen Ratu Agro yang Penuh Filosofi, Penasaran ? Selengkapnya

Skuad Gresik United Digembleng Fisik di Pantai

GRESIK,1minute.id – Menjelang bergulirnya Liga 3 Zona Jawa Timur skuad Gresik United melakukan pemusatan latihan di Pantai Utara Gresik. Selama lima hari, mulai Minggu, 10 Oktober 2021, Laskar Joko Samudro digebleng fisik dan teknik. Yellow Power digembleng fisik habis-habisan. ”Tiap pagi kami akan adakan latihan fisik di pantai,” jelas Pelatih Gresik United Subangkit dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Senin, 11 Oktober 2021.

Dia mengatakan pemusatan latihan ini sangat penting. Selain ingin mencapai fisik yang prima dan bisa bermain full selama 90 menit dalam pertandingan, para pemain juga akan dibekali materi taktikal. ”Jadi tiap hari akan ada diskusi soal taktik, sorenya bakal diterapkan di lapangan,”ungkapnya.

Subangkit berharap dalam waktu lima hari, pemain bisa menerapkan apa yang diinginkan olehnya di kompetisi nanti. Agar target untuk lolos Liga 2 bisa tercapai. ”Waktu sudah sangat mepet. Saya berharap pemain bisa berkembang setelah dari pemusatan latihan ini,” tegasnya.

Selain lewat pemusatan latihan, imbuh pelatih asal Pasuruan itu berharap kekompakan pemain terjaga. Para pemain baru yang bisa cepat beradaptasi. ”Dengan suasana baru, mereka bisa saling mengenal satu sama lain. Agar lebih kompak lagi,”paparnya.

Nah, nanti sebanyak 28 pemain yang ikut pemusatan latihan juga akan mendapat satu laga uji coba. Tepatnya pada Kamis, 14 Oktober 2021. ”Di uji coba itu saya juga melihat apa kekurangan tim. Langsung diperbaiki agar Gresik United tidak punya kelemahan lagi saat bertanding di kompetisi nanti,”jelasnya. (yad)

Skuad Gresik United Digembleng Fisik di Pantai Selengkapnya

Festival Layang-layang, Kearifan Lokal jadi Daya Tarik Wisatawan

GRESIK, 1minute.id  –  Ratusan pasang mata seakan enggan bersedia melihat keelokan layang-layang diatas langit di Desa Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang pada Minggu, 3 Oktober 2021. Ada ratusan layangan beraneka bentuk. Layang-layang itu meliuk itu. Layang-layang Naga, misalnya.  Panjangnya antara 75 meter sampai 100 meter. Ketika berada diatas langit kepala hingga ekor seperti melambai-lambai. Penonton tepuk sorak. Bahagia. Terhibur dengan gelaran itu mesti pandemi belum berujung. 

Festival Layang-layang Dohoagung seri V ini menjadi event ditunggu masyarakat. Tidak hanya warga desa setempat. Tapi, pengemar layang-layang di Nusantara. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka festival layang-layang tingkat nasional itu. Ada 300 peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan tahunan itu. Kegiatan pascapanen pada musim kemarau. 

Menurut festival layangan merupakan kearifan lokal yang patut harus dijaga. Festival Layang-layang menjadi daya tarik bagi masyarakat. Festival luar biasa menjadi hiburan tidak hanya di desa atau kecamatan jadi hiburan nasional karena peserta banyak dari luar Gresik dan luar provinsi. “Ini semangat kita keluar pandemi Covid-19 karena festival layang-layang menjadi kearifan lokal benar benar kita jaga. Target kita ekonomi kerakyatan bangkit dari pandemi covid-19,”kata GusYani-sapaanakrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Tidak menutup kemungkinan, lanjutnya, festival layang-layang akan dibuat lebih meriah pada tahun depan. Karena perputaran ekonomi desa dan produk UMKM terbantu. Apalagi paskapanen lahan pertanian masih banyak, bahkan telah panen buah melon dan garbis.  “Kedepan hasil panen bisa dihadirkan di festival ini. Karena kita punya target ekonomi kerakyatan,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Aneka bentuk layangan yang terbang ke angkasa. Menghiasi langit Dohoagung. Namun, layang-layang berbentuk Naga paling menyita perhatian masyarakat dan peserta lainnya. Bentuknya megah. Untuk membuat layangan Naga yang panjangnya sekitar 75 meter itu butuh waktu 4 bulan. Untuk menerbangkan layangan Naga yang pembuatan menelan biaya Rp 4 juta melibatkan empat orang. Bupati Fandi Akhmad Yani ikut membantu menerbangkan layangan naga itu.

Camat Balongpanggang Jusuf Ansyori menambahkan adanya festival  layang-layang ini dapat menjadikan destinasi wisata Desa Dohoagung, dan meningkatkan hasil produk unggulan buah semangka, melon, garbis atau blewah serta meningkatkan UMKM produk unggulan Desa Dohoagung. “Berharap dengan even tahunan ini, yang berskala nasional dapat mengangkat dan meningkatkan perekonomian warga masyarakat Desa Dohoagung serta kesejahteraan warganya,”harap Ansyori.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Adieb Hazmy mengatakan, ada sekitar 300 peserta yang mengikuti gelaran layang-layang. Pihaknya sendiri membagi festival ini dengan tiga kategori lomba. Yakni layang-layang biasa hingga termegah seperti naga. “Penilaian bawah 40 persen meliputi desain dan keindahan model layangan, sedangan penilaian 60 persen meliputi kestabilan saat mengudara kekompakan tim saat menerbangkan layang-layang,”ujar Adieb. (yad)

Festival Layang-layang, Kearifan Lokal jadi Daya Tarik Wisatawan Selengkapnya

Pasekgres Ngowes Pakai Batik Tetap Fashionable

GRESIK, 1minute.id – Ada nuansa beda ngowes bareng bersama Paguyuban Sepeda Kebo Gresik pada Sabtu, 2 Oktober 2021. Biasanya, puluhan anggota paguyuban yang berdiri sejak 2004 atawa 17 tahun lalu, itu memakai kostum ala pejuang atau baju ala Jawa. 

Tapi, pagi tadi gowes bareng dengan start dan finish di Alun-alun Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu memakai kostum batik. Baju batik dikombinasikan blangkon, atau kopiah dengan bawahan celana atau sarung. Sehingga, ngowes anggota perkumpulan sepeda kuno binaan Komando Distrik Militer (Kodim) 0817 Gresik ini terasa lebih ciamik. 

Mereka keliling jalan protokol, mulai Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman, R.A.Kartini , DR Soetomo, Jaksa Agung Suprapto lalu Pahlawan dan finish Alun-alun Gresik.  “Kami mampir ke Makodim karena organisasi ini binaan pak Dandim (Letkol Inf Taufik Ismail, Red),”kata Penasehat Pasekgres Sumadi didampingi Ketua Pasekgres Zainal Arifin usai ngowes pada Sabtu, 2 Oktober 2021. 

FASHIONABLE: Anggota Pasekgres Ngowes memakai batik menjadi daya tarik bagi masyarakat pada Sabtu, 2 Oktober 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sumadi mengatakan, ngowes kali berbeda karena memperingati Hari Batik Nasional. “Baju batik, celana dan aksesoris lainnya bebas,”katanya. Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Kain Indonesia dengan gambar dan pembuatan dibutuhkan keahlian khusus ini oleh Unesco telah ditetapkan sebagai warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Batik semakin fashionable. (yad)

Pasekgres Ngowes Pakai Batik Tetap Fashionable Selengkapnya

Bikin Bangga, Skuad Sepak Takraw Putra Jatim Peraih Emas di PON ke-XX Papua Diperkuat Atlet Asal Bawean

GRESIK,1minute.id – Tim sepak takraw Putra Jawa Timur berhasil merebut medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX Papua 2021. Skuad asuhan Muhammad Habib itu mengalahkan tim dari Sulawesi Selatan (Selsel) 2 : 1.

Final cabor takraw kategori double even dihelat di GOR Trikora, Kota Jayapura pada Rabu, 29 September 2021. Yang membanggakan tim Sepak Takraw Putra Jatim itu diperkuat oleh Farid.  Ia adalah atlet sepak takraw asal Pulau Bawean. Farid, bapak satu anak yang masih berusia 3 bulan itu lahir di Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Setelah mempersunting gadis pujaan hatinya, lelaki 24 tahun itu tinggal dirumah istrinya di Desa Gelam, Kecamatan Tambak. Sayang, Farid belum bisa dikonfirmasi keberhasilan merebut medali emas perdana bagi kontingen Jawa Timur di PON ke-XX Papua ini.

Menurut Nurul Yaqin, Farid berlatih sepak takraw sejak kelas IV. Ia sangat tekun dan disiplin ketika latihan. Sehingga terlihat paling menonjol dari atlet lainnya.”SD kelas VI, Farid mewakili ke Jakarta,”terang Nurul ketika dihubungi selulernya pada Rabu, 29 September 2021. 
Farid sempat down ketika ibunya meninggal. 

“Saat itu, Farid masih SMP,”terangnya. Ia tinggal bersama ayahnya bernama Abu Bajar. Namun, Farid kembali bangkit. Ia pun terpilih menjadi wakil Jatim di PON ke-XIX di Bandung 2016. “Dua kali ikut PON, dua kali merebut medali,”tegas Nurul.  Meski telah berprestasi dan mengharumkan nama baik Jawa Timur dan Gresik,  Farid tergolong anak supel. Mudah bergaul dan hidup sederhana. “Kalau tidak ada latihan, Farid ya bertani di Desanya (Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean,Red),”terang Nurul. 

MEDALI EMAS PERTAMA: Farid (dua dari kanan berdiri) bersama tim sepak takraw putra Jatim meraih medali emas di PON ke-XX Papua 2021 (Foto: ist)

Farid memilih bertani membantu orang tuanya daripada melanjutkan kuliah. Ia pun lebih giat berlatih. “Ia belum sempat kuliah. Tapi, Farid memiliki cita-cita tinggi,”tegas Nurul. Sejak menikah, Farid tinggal bersama istrinya di Desa Gelam, Kecamatan Tambak. Nurul mengaku bersyukur Farid, yang tergabung kelompok double event bisa mempersembahkan medali emas untuk kontingen Jatim. 

Saat ini, kata Nurul, pihaknya sedang mempersiapkan atlet untuk perhelatan Pekan Olah Provinsi (Porprov) Jatim,  Pekan Olahraga Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga (POR) SD/MI. “Kami mempersiapkan kelompok putra dan putri. Masing-masing kelompok 5 atlet,”tegasnya. (yad)

Bikin Bangga, Skuad Sepak Takraw Putra Jatim Peraih Emas di PON ke-XX Papua Diperkuat Atlet Asal Bawean Selengkapnya

Wabup Jamin Seleksi Calon Kepala Sekolah Fair Play

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 146 guru mengikuti seleksi kepala sekolah. Rinciannya, 108 guru sekolah dasar (SD) dan 38 guru sekolah menengah pertama (SMP). Seleksi digelar di Universitas Qomarudin Bungah, Sampurnan, Desa/Kecamatan Bungah, Gresik.

Seleksi selama dua hari mulai Selasa, 28 September 2021 itu dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dengan didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto.  Aminatun Habibah meminta kepada peserta seleksi untuk semangat mengikuti tahapan seleksi ini. 

“Tentunya Anda semua sudah mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk berlaga pada seleksi Kasek Ini. Sekarang eranya berbeda, Kami akan memilih yang terbaik dan Insya Allah yang terbaik ini akan ikut serta bersama kami untuk memajukan pendidikan di Gresik,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah serius.

Bu Min meminta agar para calon kasek ini tidak  terpengaruh dengan isu-isu yang tidak baik yang ada di luar sana. Saat ini di era Gresik baru ini kami akan berlaku adil dan fair play. “Insya Allah yang terbaik yang terseleksi dan lulus menjadi Kepala sekolah,”tegasnya. 

Sementara Plt Kadis Dinas pendidikan  Hariyanto mengatakan bahwa materi ujian seleksi Kasek selama 2 hari ini meliputi leadership, pedagogic, problem solving, rancangan anggaran pendapatan belanja sekolah (RAPBS), Pancasila dan Kewarganegaraan. (yad)

Wabup Jamin Seleksi Calon Kepala Sekolah Fair Play Selengkapnya