SURABAYA, 1minute.id – Tim Dosen Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga Surabaya menggelar Program pengabdian masyarakat di Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.
Program pengabdian masyarakat dalam bentuk kegiatan pelatihan pembuatan hiasan pada makanan dan minuman (garnis dan carving). Pelatihan diikuti oleh ibu-ibu PKK di wilayah RW 5, Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.
Menurut Dr. Junairiah, dalam dunia kuliner, menjadikan hidangan menarik dan indah, merupakan hal yang penting, seperti pembuatan hiasan pada makanan dan minuman (garnis dan carving). Selain mempercantik tampilan hidangan, pembuatan garnis dan carving juga dapat menambah selera makan bahkan meningkatkan nilai jual.
“Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang garnis dan carving, ketrampilan dalam membuat garnis dan carving, nilai jual dari produk kuliner, kesejahteraan masyarakat, serta penghasilan masyarakat,” kata Dr. Junairiah pada Jumat, 1 September 2023.
PENGABDIAN MASYARAKAT: Dosen Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga Surabaya menggelar Program pengabdian masyarakat di Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. (Foto: Istimewa)
Para peserta mendapatkan pelatihan membuat garnis hiasan bunga dari mentimun, wortel, sawi hijau, sawi putih serta membuat carving yaitu wadah sambal dari buah pepaya. Peserta diberikan cara menata hasil garnis dan carving serta mengaplikasikan hasil garnis pada hidangan makanan. “Dari pelatihan yang diberikan, diharapkan para pebisnis kuliner yang dimotori oleh ibu-ibu PKK ini bisa mendongkrak nilai jual produk kuliner yang dihasilkan,” katanya.
Pelatihan dipusatkan di Balai RW 5, Kali Kepiting Jaya. Pelatihan diadakan pada 18 Juli 2023. Peserta melaporkan hasil prakteknya secara berkala yang dibagikan dalam whatsapp grup. “Seperti saat peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, peserta pelatihan membagikan hasil kreasinya berupa tumpeng dengan hiasan garnis dan carving,” katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Dua siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik bakal berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII/2023 pada 9-16 September 2023 nanti. Dua siswa itu, adalah Anggi Maulidah, kelas IX untuk cabang olahraga (cabor) Futsal Putri dan Natasha Aurelya Alinza. Natasha, siswa kelas IX itu berlaga di Cabor Dancesport.
Pelepasan kedua siswa juga atlet yang bakal membela nama Kabupaten Gresik itu dilakukan di halaman sekolah UPT SMP Negeri 2 Gresik di Jalan KH Kholil, Gresik pada Senin, 28 Agustus 2023. Pelepasan atlet di Porprov VII/2023 dihadiri oleh kedua orang tua siswa dan disaksikan ratusan pasang mata, seluruh siswa dan guru di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu.
“Kedua orang tua atlet kami undang dalam acara pelepasan untuk memberikan motivasi kepada siswa lainnya,” kata Mohammad Salim pada Senin, 28 Agustus 2023. Pelepasan atlet itu, dilakukan seusai sosialisasi Standarisasi Program Sekolah Ramah Anak mengusung tema “Pencegahan Kenakalan Remaja dan Anak” menghadirkan pemateri Kepala Bidang Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Sri Yoeni Ambarawati.
PELEPASAN ATLET PORPROV: (kiri) Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim dan guru bersama dua siswa juga atlet bakal berlaga di Porprov Jatim pada Senin, 28 Agustus 2023 ( Foto: SMP Negeri 2 Gresik untuk 1minute.id)
Sosialisasi diikuti seluruh siswa mulai kelas VII sampai IX, guru dan tenaga kependidikan (Tendik) UPT SMP Negeri 2 Gresik. Sosialisasi yang diikuti semua peserta didik, kata Salim, bertujuan membuat siswa SPENDA mawasdiri sedini mungkin agar dapat memilah mana pergaulan yang baik dan aman. “Sedangkan, bagi guru dan tendik diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran yang bermakna melalui KBM yang berpusat pada siswa, ramah , menyenangkan dan bermakna,” ujar Salim yang juga Pembina Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMP Gresik ini. (yad)
GRESIK,1minute.id – Gebyar Hari Anak Nasional 2023 di GKB Convex Gresik meriah pada Kamis, 24 Agustus 2023. Berbagai kreatifitas anak ditampilkan pada kegiatan ini. Ada tari kolosal Lompat Tali yang ditampilkan 500 anak dan TK dan 18 guru pendamping dari masing-masing kecamatan. Juga, senam karakter juga dipersembahkan oleh 500 guru yang tergabung dalam Himpunan Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini , Kelompok Bermain dan SPS (Himpaudi) Gresik.
Terik matahari seakan tidak mengurangi semangat anak-anak maupun guru untuk merayakan Hari Anak Nasional yang mengusung tema ” Anak Terlindungi Indonesia Maju” itu.
Gebyar HAN 2023 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik terasa istimewa karena dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Ketua Bunda PAUD Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani serta Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto serta pimpinan Bank Jatim Cabang Gresik Abdullah Basid.
Mereka terlihat betah melihat anak-anak penampilan bocah-bocah menunjukkan kreativitas yang dimiliki. Menyanyi, menari dan senam bersama guru mereka.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk memenuhi hak-hak anak-anak Indonesia secara optimal. Termasuk upaya Pemerintah Kabupaten Gresik untuk meraih penghargaan kabupaten layak anak (KLA) 2023.
“Semua upaya ini tidak akan optimal tanpa dukungan dari berbagai pihak. Termasuk orang tua, guru, masyarakat dan anak,” tutur Wakil Bupati perempuan pertama berlatar pendidik itu.
Dikatakan, saat ini pemerintah menyiapkan generasi penerus dengan cara menjamin hak-hak anak, tanpa diskriminasi. Memberikan yang terbaik bagi anak, menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup dan perkembangan anak, serta menghargai pendapat anak. “Saya menggunakan kata kita, karena pemenuhan hak anak tidak mungkin hanya dipenuhi oleh pemerintah. Tetapi harus melibatkan orang tua, masyarakat serta semua komponen bangsa ini,” tegasnya.
Wabup berharap, dunia pers perlu ikut memblow up langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerintah bersama komponen bangsa lainnya. Dalam upaya pemenuhan hak anak. “Keterlibatan pers akan membantu mempercepat tersosialisasinya hak anak di masyarakat. Selain itu meningkatnya citra Indonesia dalam pemenuhan hak anak di mata dunia,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah ini.
Menurutnya, saat ini adalah momentum yang tepat dalam meningkatkan kreativitas anak untuk mengembangkan intelektual, keterampilan dan budaya serta membentuk karakter anak. “Karena anak-anak kita adalah calon pemimpin di masa depan,” tandasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Gerakan literasi terus tumbuh di kalangan pelajar di Kabupaten Gresik. Antara lain, siswa di UPT SD Negeri 20 Gresik. Mereka meluncurkan Buku Piknik Literasi di Gedung Nasional Indonesia (GNI) pada Selasa, 22 Agustus 2023.
Peluncuran buku karya siswa III sampai VI itu dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Sejumlah tokoh juga hadir, diantaranya, penyair “Clurit Emas” KH. D. Zawawi Imron, KH. Thoyib Mubarok, dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Haryanto.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi lahirnya buku karya siswa sekolah dasar itu. “Kita harus terus masif mendorong anak-anak kita dalam meningkatkan literasinya, karena sebentar lagi kita akan memasuki bonus demografi. Artinya, potensi anak-anak muda sekarang di uji apakah benar-benar mampu menjadi anak muda yang progresif dan adaptif,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 22 Agustus 2023.
Menurutnya, apabila literasi sukses diterapkan kepada masyarakat, maka bonus demografi berhasil dimanfaatkan. Sebaliknya, jika tidak berhasil maka yang diperoleh adalah bencana demografi. Saat ini, kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, Gresik tengah mengalami krisis membaca. Masih banyak pemuda Gresik yang lebih memilih pergi ke warung kopi atau kafe ketimbang perpustakaan. Dampak negatif dari perkembangan media sosial yang terlalu cepat, sehingga menciptakan lingkungan sosial yang kurang produktif.
“Kenyataannya lebih banyak anak muda yang nongkrong di warung kopi ketimbang perpustakaan ataupun rumah ibadah. Maka kita harus kita bekali anak-anak kita agar mereka bisa terbiasa dalam melakukan hal positif seperti membaca dan menulis,” ujarnya nada lirih karena prihatin.
Data yang dirilis Diskominfo Gresik Mei 2023 lalu, diketahui Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat di Kabupaten Gresik berkategori sedang. Meskipun indikator frekuensi membaca dan frekuensi akses Internet tergolong tinggi, tetapi durasi membaca, jumlah buku yang dibaca, dan durasi akses internet masih tergolong sedang.
Untuk itu, Gus Yani menghimbau para guru dan orang tua, agar membiasakan literasi sejak dini kepada siswa dan anak mereka. Harapannya dapat menjadi sumber wawasan untuk mendongkrak masa depan mereka. “Maka tugas kita adalah bagaimana cara agar mereka bisa suka dan terbiasa. Kita dorong dan biasakan membaca, menulis, menggambar kepada anak didik kita di SD. Mumpung mereka masih fresh,” katanya.
Buku Piknik Literasi karya siswa UPT SD Negeri 20 Gresik ditulis dalam kurun waktu 6 bulan. Mulai Februari sampai Juli 2023. “Mudah-mudahan ini menjadi sebuah karya dan prestasi yang akan menjadi modal kesuksesan untuk anak-anak kita. Semoga ini menjadi hal yang berkelanjutan, dan di contoh oleh UPT SD yang lain,” tutup Gus Yani. (yad)
GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik genap berusia 64 tahun pada Selasa, 1 Agustus 2023. Perayaan ulang tahun salah satu sekolah tertua di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dilakukan secara sederhana namun tetap khidmat.
Ratusan siswa dan guru di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim menggelar zikir dan doa bersama di halaman sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil Gresik itu. Pada Momentum istimewa itu, sekolah mengusung jargon “SPENDA sekolah juara” ini juga melaunching Program anyar, yaitu “Sekolah Moderasi Beragama”.
Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) SMP Negeri 2 (SPENDA) Gresik dilakukan secara sederhana. Semua guru dan siswa melakukan zikir dan doa bersama di lapangan sekolah.
Tujuan mendidik anak untuk memeriahkan peringatan HUT SPENDA tidak harus dengan kemewahan. “Namun dengan kesederhanaan tapi terkesan meriah. Yang terpenting siswa paham bahwa dengan bertambahnya usia sekolah bertambah pula prestasi,” ungkap Salim usai acara pada Selasa, 1 Agustus 2023.
SEKOLAH JUARA : Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim memberikan kue ulang tahun kepada siswa baru saat merayakan HUT ke-64 SMP Negeri 2 Gresik pada Selasa, 1 Agustus 2023 ( FOTO : UPT SMP Negeri 2 Gresik for 1minute.id)
Selain zikir dan doa bersama, imbuhnya, sekolah juga melaunching program baru “Sekolah Moderasi Beragama”. Sekolah Moderasi Beragama adalah sekolah menjunjung tinggi, saling menghormati dan toleransi antarberagama serta, mencegah terjadinya bullying dan meningkatkan kualitas keberagaman.
“Meningkatkan kualitas keberagaman , mengingat siswa SMP 2 Gresik terdiri dari banyak budaya seperti suku Madura, Bugis, Sunda karena letak sekolah berada di lokasi pelabuhan Gresik yang masyarakatnya hidrogen,” terang Salim.
Waka Kurikulum UPT SMP Negeri 2 Gresik Rozak menambahkan jargon diangkat di HUT ke-64 SPENDA adalah “Sekolah Juara”. Tema itu, diusung dengan harapan bisa menanamkan optimis anak untuk terus belajar dan meraih prestasi. ” Prestasi di semua bidang. Bidang akademik dan nonakademik,” kata Rozak. (yad)
GRESIK,1minute.id – Dua siswa UPT SMP Negeri 4 Gresik mengharumkan dunia pendidikan dikancah nasional. Dua siswa prestasi itu adalah Gita Nabilah Ramadhani Erfina dan Nur Alisa. Keduanya siswa kelas IX di sekolah berlokasi di Jalan Proklamasi 17 Gresik yang dipimpin oleh Arif Abd Rohman itu.
Gita menyabet juara pertama. Sedangkan, Alisa runner up. Di posisi ketiga diraih oleh Kholid Dinarul Fajri, MTsN 2 Kota Kediri. Mereka memenangi lomba cipta dan membaca puisi untuk jenjang SMP/MTs yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI yang dipimpin oleh Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel itu. Gita dan Nur Alisa berhasil menyisihkan ratusan pelajar lainnya se-Indonesia.
Puncak perlombaan mengusung tema “Damai Indonesia” untuk memeriahkan HUT ke-13 BNPT itu digelar di Jakarta pada Jumat malam, 28 Juli 2023. Gita mendapatkan tiket hadir langsung dalam malam anugerah penghargaan dengan hiburan Katon Bagaskara, aktor, komponis, penulis lagu, penyanyi dan politikus Indonesia yang juga vokalis di grup musik Indonesia, KLa Project itu.
Gita juga tampil membaca puisi bersama para juara lainnya, jenjang SD, SMP dan SMA sederajat itu. Gita menghadiri malam puncak HUT ke-13 BNPT itu didampingi oleh dua gurunya yakni guru pembina Dwi Wahyuni WN dan guru pendamping Surya Yetni. Mereka memakai busana khas Gresik, kebaya, jilbab lengkap dengan kurosinya.
SISWA PRESTASI : Gita Nabilah Ramadhani Erfina, siswa kelas IX UPT SMP Negeri 4 Gresik meraih juara pertama di lomba Cipta dan Baca Puisi HUT ke-13 BNPT RI di Jakarta pada Jumat malam, 28 Juli 2023 ( Foto : Dok. SMP Negeri 4 Gresik for 1minute.id)
Gita Nabilah Ramadhani Erfina mengaku tidak menyangka bisa memenangi lomba mencipta dan baca puisi itu. Sebab, perlombaan itu diikuti oleh ratusan pelajar lainnya se-Indonesia. “Alhamdulillah aku sangat senang sekali karena bisa menyentuh juara 1 lomba cipta dan baca puisi tingkat nasional oleh BNPT dan bisa menghadiri acara puncak HUT ke-13 BNPT di Jakarta,” katanya melalui pesan WhatApps pada Sabtu, 29 Juli 2023.
Ia merasa bangga berada dalam satu ruangan bersama orang yang hebat.”Bisa satu ruangan dengan orang-orang hebat merupakan suatu kehormatan. Semoga teman-temanku semua bisa ke Jakarta untuk prestasi dan menang juara tingkat nasional bareng-bareng, aamiin ya rabbal alamiin,” imbuh siswa kelas IX UPT SMP Negeri 4 Gresik itu.
Lomba cipta dan baca puisi itu berlangsung selama sebulan. Mulai 16 Juni sampai 17 Juli 2023. Peserta mendaftar dan mengirimkan karya secara online. Mereka membacakan dua puisi yakni puisi karya dan puisi wajib. Untuk puisi wajib ada dua pilihan yakni puisi Karya
Puisi wajib terdiri dari Puisi Karya:Sapardi Djoko Damono dengan Judul “Selamat Pagi Indonesia” dan Fikar W. Eda dengan Judul “Salam Damai”. Tahap pertama dewan juri memilih 30 karya terbaik. Tahap kedua disaring menjadi 9 karya terbaik. Tahap ketiga yang paling menentukan ini, dewan juri memilih juara 1,2 dan 3 di setiap kategori yakni Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) , Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Sekolah Menengah Atas sederajat (SMA/SMK/MA).
Untuk kategori SMP sederajat ini, siswa UPT SMP Negeri 4 Gresik memboyong dua juara yakni juara pertama dan kedua. (yad)
GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa SD dan SMP di Kabupaten Gresik memasuki hari kedua, Selasa, 18 Juli 2023. MPLS tahun ini lebih ramah anak.
Di UPT SMP Negeri 2 Gresik, MPLS terasa berbeda. Ada yang baru di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu. MPLS siswa laki-laki dan perempuan dilakukan secara terpisah. Kaum adam berjumlah 122 siswa. Kaum hawa berjumlah 134 siswa. Total 256 siswa. Mereka terbagi 8 rombongan belajar (rombel) atau kelas.
Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik sedang melakukan ujicoba memisahkan kelas pria dan perempuan di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu. Selain di UPT SMP Negeri 2 Gresik, kelas terpisah laki-laki dan perempuan juga diujicobakan di UPT SD Negeri 49 Gresik.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik belum memutuskan memisah sekolah laki-laki dan perempuan. “Kami masih ingin mengkaji kelebihan dan kekurangan ketika melakukan inisiatif sekolah di pisah antara lelaki dan perempuan,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani saat membuka MPLS di UPT SMP Negeri 1 Gresik pada Senin, 17 Juli 2023.
ADA YANG BARU : Suasana MPLS di UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk peserta laki-laki pada Selasa, 18 Juli 2023 ( FOTO : SMP Negeri 2 Gresik for 1minute.id)
Karena masih berupa kajian tentu butuh waktu. Harus dilihat dari sudut pandang atau perspektif apa pun. Dampak positif dan negatif. Dan, bagaimana hasil akhirnya bagaimana. “Bila hasilnya baik baru kita tetapkan. Itu pun melalui mekanisme aturan yang ada. Dewan Pendidikan, Dewan pengawas dan lainnya,” katanya.
Jadi saat ini, Dispendik Gresik ingin mencoba inisiatif itu. “Lalu melakukan kajian dan dampaknya,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat itu didampingi Ketua Dewan Pendidikan Gresik Syaiful Kirom, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto.
Pemisahan peserta pria dan perempuan di sekolah negeri kali pertama diujicobakan. Baru dua lembaga yang menjadi pilot project yakni UPT SMP Negeri 2 Gresik dan UPT SD Negeri 49 Gresik.
Meski tahap ujicoba, MPLS di UPT SMP Negeri 2 Gresik yang memasuki hari kedua terlihat berlangsung lancar. Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik, peserta MPLS secara terpisah antara laki-laki dan perempuan ini diharapkam memiliki dampak positif bagi siswa. Pertama, pembentukan akhlak siswa. Kedua, efektif dalam menentukan strategi metode dan model pembelajaran yang berfokus pada pembentukan karakter berpusat pada siswa.
“Dampak positif ketiga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dan terbentuk kontrol diri,” kata Mohammad Salim. (yad)
GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menggelar seminar nasional di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Senin, 17 Juli 2023.
Seminar pendidikan dengan pemateri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Miliki, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini mengusung tema Tiga Dosa Pendidikan.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto, para kepala sekolah dan guru di lingkungan Dispendik Gresik.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim melalui video mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PWI Gresik bersama Dispendik Gresik ini. Sebab, kata Nadiem, tema ini sangat penting untuk dibahas oleh seluruh stakeholder pendidikan. Sebab, tiga dosa tersebut menjadi trending topik di media. Setiap hari ada berita tentang kekerasan di lingkungan pendidikan.
SEMINAR PENDIDIKAN: (kiri) Prof Zainuddin Maliki dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam seminar pendidikan digelar PWI Gresik dan Dinas Pendidikan Gresik di GNI pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO : PWI for 1minute.id)
Kemendikbudristek, kata Nadiem, telah melakukan sejumlah regulasi untuk penanggulangan kekerasan. Ia mencontohkan, pusat pengembangan karakter sampai hari ini melakukan sosialisasi edukasi untuk mencegah pelajar menjadi korban maupun menjadi pelaku kekerasan. Pada 2021, pihaknya telah mengambil langka berani mengesahkan Peraturan Menteri (Permen) tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di Perguruan Tinggi.
“Dalam waktu dekat Kami akan meluncurkan peraturan tindak kekerasan di jenjang PAUD , pendidikan dasar sampai pendidikan menengah,” tegas Nadiem. Ia berharap, regulasi ini, proses penanganan kekerasan akan lebih akuntabel tanpa menghilangkan hak pelajar untuk mendapatkan pendidikan.
Untuk mendukung hal ini, Dinas Pendidikan di seluruh Indonesia memainkan peran sangat penting. Kemendikbudristek menyediakan platform Lapor pendidikan yang merangkum data asesmen nasional meliputi hasil survey pendidikan.
“Dari data tersebut Pemda dapat menentukan sekolah mana yang prioritas untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan, program apa yang perlu dikembangkan, dan intervensi lain. Mari mewujudkan lingkungan pendidikan yang merdeka dari kekerasan,” kata Nadiem.
FOTO BARENG : Pembicara dan peserta seminar pendidikan yang diselenggarakan oleh PWI Gresik dan Dinas Pendidikan foto bersama usai acara di GNI pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)
Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan seminar pendidikan ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah serta stakeholder terkait agar senantiasa mengevaluasi diri. Bagaimana menghadirkan lingkungan pendidikan di Kabupaten Gresik yang heterogen namun tetap ramah anak.
Tidak ada lagi pelecehan seksual, tidak ada lagi bullying, tidak ada lagi intoleransi. “Saya sangat mengapresiasi seminar ini di momen hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2023/2024. Ini sebagai pengingat,” kata Gus Yani-sapaanakrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Menurutnya, untuk menghapus tiga dosa pendidikan itu memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan upaya bersama antara pemerintah, lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Tenaga pendidik atau guru. Mereka harus mampu memetakan potensi anak didiknya. Karena itu, guru juga dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. ‘’Orang tua juga harus menjadi teladan bagi anak-anaknya,’’ tegasnya.
Pernyataan senada disampaikan Wabup Aminatun Habibah. Namun, dia memberikan tambahan. Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi, membuat lingkungan sekolah menjadi lebih heterogen. Sekolah yang dulu dikenal favorit, kini tidak hanya diisi anak didik yang berprestasi saja. Namun, juga siswa-siswi yang bertempat tinggal di dekat sekolah.
Dengan kondisi tersebut, lanjut Wabup, guru dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya dalam mengelola kelas. Nah, lingkungan sekolah yang tidak lagi homogen itu bisa berpotensi memicu terjadinya bullying. ‘’Sehingga para pemangku kepentingan harus mampu mengelola tempat pendidikan itu dengan baik,’’ kata Wakil Bupati perempuan berlatar pendidik itu.
Prof Zainuddin Maliki menekankan pentingnya penguatan karakter dalam menekan tiga dosa pendidikan tersebut. Sekolah-sekolah jangan hanya berfokus pada penilaian literasi dan numerasi. Politikus PAN itu menyebut, akar persoalan pendidikan itu adalah karakter. ’’Nah, pembenahan karakter ini membutuhkan kemauan, kesungguhan, dan pembiasaan. Memang membutuhkan waktu, tapi pasti bisa,” jelas anggota Komisi X DPR RI Dapil Lamongan-Gresik itu.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispedik) Gresik S Hariyanto mengatakan Dispendik Gresik sedang berupaya penuh mewujudkan sekolah ramah anak dan kabupaten layak anak melalui program-program strategis. “Kami semakin menggalakkan dan mensukseskan gerakan sekolah ramah anak menuju kabupaten layak anak. Tentunya tujuan ini tidak bisa dilakukan jika hanya sendiri, kita bergotong royong bersama seluruh stakeholder dan media massa,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono mengungkapkan, kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik tersebut ingin mewujudkan sekolah ramah anak sebagai garda terdepan perlindungan hak-hak anak.
“Berangkat dari masih banyak ditemuinya masalah intoleransi, kekerasan, dan bullying di sekolah, dibuatlah kegiatan seminar pendidikan sebagai salah satu jalan menyelesaikan permasalahan yang ada,” katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2023/2024 memasuki hari pertama, Senin 17 Juli 2023. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap MPLS momentum mewujudkan sekolah sebagai tempat yang ramah, aman, dan nyaman bagi peserta didik. Peran serta semua stakeholder. Stop bullying, kekerasan dan intoleransi.
“Ada lima kreteria tujuan MPLS. Salah satunya, menciptakan sekolah ramah anak. Sekolah tempat kedua bagi anak, sehingga harus diciptakan lingkungan sekolah ramah, aman, nyaman,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani usai membuka MPLS di UPT SMP Negeri 1 Gresik pada Senin, 17 Juli 2023.
“Sekolah tempat bersosialisasi. Tidak hanya tempat belajar. Sekolah juga tempat peningkatan kreativitas muncul di sekolah,” imbuh Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Unair Surabaya ini.
LEPAS BALON : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani beserta peserta MPLS UPT SMP Negeri 1 Gresik pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)
MPLS di sekolah yang dipimpin oleh Beri Avita Prasetiya ini menggelar Deklarasi Sekolah Ramah Anak. Isinya, Kami Keluarga UPT SMP Negeri 1 Gresik :
1. Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Tuhan YME.
2. Mewujudkan Sekolah Aman, Bersih, Sehat, Hijau, Inklusif, dan Nyaman bagi perkembangan peserta didik
3. Menghargai hak-hak anak, menjadi motivator, fasilitator sekaligus sahabat bagi peserta didik
4. Menciptakan sekolah bebas vandalisme, perundangan, kekerasan fisik, non fisik
5. Menciptakan lingkungan sekolah tanpa asap rokok, tanpa minuman keras dan NAPZA
6. Membangun suasana sekolah sebagai komunitas pembelajar dan tempat pendidikan setelah keluarga
7. Menjamin kesehatan dan kesetaraan hak pendidikan tanpa diskriminasi
8. Menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari pornografi dan pornoaksi.
Ada yang baru di tahun ajaran 2023/2024 ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menerapkan program lima hari sekolah. Full day School. Sekolah mulai Senin sampai Jumat. Hari bisa diisi kegiatan ekstrakulikuler. Sekolah sebagai tempat pembelajaran, didorong agar bisa mengembangkan potensi seluruh peserta didik yang dimilikinya melalui kebijakan lima hari sekolah sebagaimana yang tertuang dalam keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik nomor 420/0064/437.53/2023.
SEKOLAH RAMAH ANAK : Siswa UPT SMP Negeri 1 Gresik membentangkan poster dalam Deklarasi Sekolah Ramah Anak saat MPLS di UPT SMP Negeri 1 Gresik pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO : chusnul cahyadi/1minute.id)
“Pelaksanaan 5 hari sekolah, dalam MPLS keputusan Kemendikbud. Senin sampai Jumat pembelajaran aktif di sekolah, Sabtu diisi ekstra. Ini kita jalankan sesuai instruksi kementerian pendidikan, mudah-mudahan ini bisa menjadi inovasi dalam pendidikan,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Melalui kebijakan ini, sambungnya, para peserta didik didorong untuk bisa mengembangkan potensinya. Terutama dengan memberikan wadah bagi mereka yang memiliki keterampilan non akademik.
“Bisa menumbuhkan prestasi, tidak hanya dari akademik saja. Di luar akademik, mereka punya modal di jam ekstra. Artinya, mereka bisa berkembang diluar hari Senin sampai Jumat. Misalnya di sini ada atlet renang, panjat tebing. Disitu memberikan kesempatan, bahwa kesuksesan bisa diraih diluar akademik,” tutur dia.
Dalam hal ini, pihaknya terus melakukan berbagi inovasi dan tetap mengevaluasi secara berkala. Hal ini dilakukan demi mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul di Kabupaten Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Libur sekolah berakhir hari ini, Minggu, 16 Juli 2023. Siswa bersiap mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) mulai besok, Senin, 17 Juli 2023.
Ada yang baru dalam tahun ajaran 2023/2024 di Kabupaten Gresik ini. Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik akan menguji coba sekolah “full day School” untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) Negeri. Siswa sekolah lima hari, Senin sampai Jumat. Sabtu dan Minggu libur. Sebelumnya, siswa SD & SMP Negeri, mengikuti kegiatan belajar mengajar mulai Senin sampai Sabtu. Hanya Libur, Minggu.
Selain full day school , Dispendik Gresik juga melakukan ujicoba kelas pria dan perempuan secara terpisah. Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengatakan, untuk sekolah full day masih diujicobakan untuk jenjang SMP Negeri. “Untuk jenjang SD Negeri belum diujicobakan tahun ini,” ujar S.Hariyanto ditemui di sela lari pagi di Stadiun Gelora Joko Samudro (GJOS) pada Ahad, 16 Juli 2023.
Full day School ini, kali pertama diberlakukan di sekolah negeri di Kabupaten Gresik. Sebelum, siswa sekolah mulai Senin sampai Sabtu. Sementara, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah lama memperlakukan sistem kerja aparatur sipil negera (ASN) lima hari kerja. Termasuk ASN di kantor Dispendik Gresik.
Selain kebijakan lima hari sekolah, tahun ini, Dispendik Gresik juga akan melakukan ujicoba memisahkan kelas laki-laki dan perempuan. S.Hariyanto mengatakan, ada dua lembaga yang menjadi pilot project untuk kelas terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan. Untuk jenjang sekolah dasar negeri, imbuhnya, pilot project dilakukan di UPT SD Negeri 49 Gresik di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar. Sedangkan, untuk jenjang SMP adalah UPT SMP Negeri 2 Gresik.
“Masing-masing satu rombongan belajar untuk kelas 1 SD dan VII SMP,” kata Hariyanto. Setiap rombel berisi 32 siswa. ” Jam sekolah sama, cuma kelas pria dan perempuan terpisah,” tegasnya. (yad)