Ancaman Era Global, Kak Washil : Gerakan Pramuka Bisa Membentuk Pemuda Berakhlak Mulia

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 256 siswa sekolah menengah pertama (SMP) mengikuti lomba tingkat (LT) III Regu Penggalang Kwartir Cabang (Kwarcab) Gresik. Selama 4 hari, mulai 13-16 Juli 2022 mereka mengikuti perlombaan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman di Gedung 

Pusdiklatcab Gerakan Pramuka Gresik pada Rabu, 13 Juli 2022. Sebanyak 33 kegiatan akan dilombakan yakni Giat Umum 5 ;  Perkemahan 3 ; Ketangkasan 2 ; keterampilan 9 ; wawasan kebangsaan 3 ; dan jelajah 11. Perlombaan dilakukan beregu. Putra dan Putri. Gerakan kepanduan yang dihadiri Wakil Ketua Kwartir Cabang Gresik Anang Subakti ini mengusung tema Berbudaya, Berprestasi, dan Produktif.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan keberadaan Pramuka sangat penting dalam menjaga kesatuan Indonesia saat ini. Selain itu, Pramuka juga sebagai wadah untuk membentuk pribadi yang berkarakter demi berlangsungnya masa depan negara.

“Kami berharap dengan lomba tingkat III ini, mampu menghasilkan anggota pramuka yang berkarakter sebagai calon pemimpin masa depan yang baik,”kata Washil yang juga Pembina di Kwarcab Gresik ini. Kak Washil-sebutan di organisasi kepanduan itu mengingatkan tentang ancaman anak muda di era digital. 

“Dinamika masyarakat saat ini tentunya sangat memprihatinkan, seperti maraknya konsumsi miras, privalensi merokok pada usia muda, penggunaan narkoba, kriminal dan kekerasan seksual yang melibatkan kaum muda,” terang mantan Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCK-PKP) Gresik ini.

Ia berharap kepada keluarga besar Gerakan Pramuka Gresik untuk benar- benar mampu menjalankan tugas dan fungsinya dalam membentuk pemuda yang bertaqwa mulia, berkepribadian, dan berkecakapan cukup.

Hal ini sejalan dengan program kerja dari Pramuka Jatim tentang pramuka produktif dalam menggali sumber daya manusia dalam kepramukaan. Terakhir, beliau mengharapkan agar seluruh partisipan mengikuti perlombaan ini dengan serius supaya mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. “Lomba Tingkat III Regu Penggalang Kwartir Cabang Gresik ini dilaksanakan sepenuh hati dan segenap jiwa raga,”harapnya.

Ketua Pelaksana Kegiatan LT III Kwarcab Gresik Sri Rahayu mengharapkan setelah kegiatan, para partisipan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dalam bermasyarakat dan memiliki masa depan yang gemilang. 

LT III Regu Penggalang Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gresik ini diikuti 256 peserta penggalang. Putra dan Putri. Mereka berasal dari 16 diantara 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. Dua kecamatan yang tidak ikut adalah Duduksampeyan dan Sangkapura, Pulau Bawean. 

Untuk di ketahui, Lomba Tingkat dibedakan berdasarkan tingkat penyelenggaraan dan pesertanya, yaitu:

LT I : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan ditingkat  Gugusdepan  (biasanya berupa sekolah SMP atau MTs) dengan peserta dari masing-masing regu anggota Gugus Depan tersebut.

LT II : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Ranting (Kecamatan) dengan peserta dari masing-masing Gugusdepan yang ada di Kwartir Ranting tersebut.

LT III : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Cabang (Kabupaten / Kota) dengan peserta dari perwakilan masing-masing Kwartir Ranting yang ada di Kwartir Cabang tersebut.

LT IV : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Daerah (Provinsi) dengan peserta dari perwakilan masing-masing Kwartir Cabnag yang ada di Kwartir daerah tersebut.

LT V : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Nasional (Nasional) dengan peserta dari perwakilan masing-masing Kwartir Daerah yang ada di Indonesia.

Lomba Tingkat bersifat berjenjang. Artinya, pemenang pada suatu tingkatan akan mewakili mengikuti Lomba Tingkat di tingkat atasnya. (yad)

Ancaman Era Global, Kak Washil : Gerakan Pramuka Bisa Membentuk Pemuda Berakhlak Mulia Selengkapnya

Fokus Digitalisasi dan Penguatan Bahasa, Barunawati Melakukan Penyegaran 5 Kepala Sekolah

SURABAYA,1minute.id – Lembaga pendidikan nasional Barunawati Surabaya melakukan penyegaran pimpinan di lima lembaga pendidikan. Yakni, Kepala TK, SD, SMP, SMA dan SMK. 

Ketua Yayasan Barunawati Biru Surabaya (YBBS) Iwan Sabatini mengatakan, lembaga pendidikan Barunawati secara dinamis terus melakukan peningkatan mutu pendidikan. Mulai pembenahan dan pembangunan infrastruktur, penataan administrasi pembukuan dan keuangan sampai menuju posisi lembaga pendidikan maju dan berkembang. 

“Kami sudah melakukan kerjasama dengan beberapa sekolah pada tingkatan maju dan berkembang. Sekarang ini ada 12 guru memperkuat bahasa Inggris, 20 guru memperkuat bahasa Mandarin dan bahasa Korea,”kata Iwan Sabatini kepada awak media usai pelantikan di aula SMA Barunawati pada Kamis, 30 Juni 2022.

Menurut Kepala SMA Barunawati Dian Rahmawati, pihaknya akan terus melanjutkan dan meningkatkan prestasi yang sudah dicapai pimpinan sebelumnya. “SMA Barunawati akan meningkatkan penguasaan bahasa Jepang dan Korea,”katanya. 

Sementara Kepala SMK Barunawati Indarti Rahmawati menyatakan bahwa 80 persen lulusan SMK Barunawati sudah bekerja. “Alhamdulillah, lulus sekolah langsung bekerja. 80 persen lulusan SMK Barunawati sudah bekerja,”tegas Indarti. Menurut Atik Istijarti, pihaknya telah merintis dan mewujudkan perpustakaan digital dan studio pembelajaran.

“Selama saya menjadi kepala sekolah telah merintis dan sudah mewujudkan perpustakaan digital dan studio pembelajaran. Prestasi SMA Barunawati dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun ini lulusan SMA Barunawati yang lolos SBMPTN 52 siswa. Optimis SMA Barunawati akan terus maju dan berkembang,” kata Atik-panggilan akrab Atik Istijarti yang masuk purba ketua SMA Barunawati tersebut.

Berikut nama-nama kepala sekolah yang baru di Yayasan Barunawati Biru Surabaya (YBBS) :

1. Kepala TK Barunawati Surabaya Ninah Sakinah

2. Kepala SD Barunawati Surabaya Inem

3. Kepala SMP Barunawati Surabaya Marina Kurniasari

4. Kepala SMA Barunawati Surabaya Dian Rahmawati

5. Kepala SMK Barunawati Surabaya Indarti Rahmawati. (yad)

Fokus Digitalisasi dan Penguatan Bahasa, Barunawati Melakukan Penyegaran 5 Kepala Sekolah Selengkapnya

Daris Cinema, Bioskop Pendidikan Pertama, Jadi Rujukan Siswa Belajar Sejarah Gresik 

GRESIK,1minute.id – Kurikulum merdeka membuat pembelajaran siswa semakin variatif. Menyenangkan. Sebab, siswa bisa belajar di luar kelas (moving class) hingga belajar di dalam gedung bioskop. Di Kabupaten Gresik ini, ada bioskop khusus memutar film pendidikan. Film pendidikan tentang sejarah Gresik Kota Lama (GKL).

Bioskop pendidikan kali pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Bahkan, pertama di Indonesia.Bioskop pendidikan itu adalah Daris Cinema. Darul Islam Cinema. Lokasi di lantai II SMP Darul Islam (Daris) di Jalan Setiabudi, Gresik. Sekitar 50 meter sebelah timur Alun-alun Gresik. Dekat kantor Bupati Gresik lama-kini-ditempati Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu.

“Sejak dilaunching 5 Maret 2022, sekitar seribu siswa menonton film pendidikan disini,”ujar Kepala SMP Daris Gresik Sumarga A.Satria pada Kamis, 23 Juni 2022. Ribuan siswa berasal dari 30 lembaga pendidikan. Sekolah Dasar maupun Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Daya tampung Daris Cinema tidak seperti bioskop komersial yang ada di mal atau pusat perbelanjaan. Daya tampung Daris Cinema hanya 48 saat. 

“Kalau ada kunjungan pemutaran film dilakukan dua kali,”imbuh Sumarga yang juga Ketua Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya  Kota  Lama Gresik ini. Di dalam gedung dengan warna dominasi ungu ini, siswa SD/MI tidak hanya menonton bioskop. Di dalam gedung bioskop itu, siswa juga mendapatkan pengetahuan tentang sejarah Gresik Kota Lama (GKL) ini. Pematerinya, adalah anggota Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya  Kota  Lama Gresik ini.

Antara lain, Oemar Zainuddin. Ia adalah salah satu pemilik rumah di Kampung Kemasan. Pakde Noed-begitu biasa disapa adalah penulis buku “Kota Gresik 1898-1916, Sejarah Sosial, Budaya dan Ekonomi). Lalu, Achmad Khoiri, yang keturunan pemilik rumah Gajah Mungkur. Khoiri, memiliki galeri batik Gajah Mungkur. Berikutnya, Udiek. Ia adalah keturunan K.R.T. Poesponegoro, Bupati Gresik kaping satu atau pertama. Ada juga, Bairut. Ia tokoh masyarakat di Kampung Pekauman. 

Kampung Kauman dikenal karena memiliki tradisi Kupatan. Masyarakat di kampung dekat Masjid Jamik Gresik, mempertahankan tradisi puasa 7 hari setelah Idul Fitri. Semua tokoh yang menjadi pembimbing siswa ketika belajar sejarah Gresik Kota Lama di luar sekolah. Juga, di gedung bioskop, Daris Cinema. 

Nguri-uri budaya GKL itu, membuat puluhan siswa dari SDN 21 Gresik dan SD N 22 Gresik kerasan belajar sejarah di dalam Daris Cinema pada Kamis, 23 Juni 2022. Pembelajaran santai, dan menyenangkan. Siswa antusias untuk bertanya. Sehingga, suasana terasa hidup karena dialog dua arah. 

Pembelajaran sejarah tentang Gresik ini, telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik sebagai Kurikulum muatan lokal dimulai tahun ajaran baru tahun ini. Siswa di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini harus mengetahuinya. Nguri-uri budaya sejarah kearifan lokal (local wisdom).  

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, keistimewaan Kota Gresik ini,  tidak dimiliki oleh kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Kota Surabaya, Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan lainnya. Kota Gresik, imbuhnya, memiliki sejarah sangat kuat karena pertemuan 4 budaya yakni Arab, Pecinan, Kolonial Belanda dan Melayu (Jawa). “Bahkan, Semarang, Jawa Tengah yang memiliki kota tua,  masih kurang lengkap di banding Kota Gresik. Semarang hanya memiliki 3 budaya,”katanya pada 5 Maret 2022. (yad)

Daris Cinema, Bioskop Pendidikan Pertama, Jadi Rujukan Siswa Belajar Sejarah Gresik  Selengkapnya

Rumah Vokasi Pertama di Jawa Timur Berdiri di Gresik, Target Kurangi Angka Pengangguran 

GRESIK,1minute.id – Rumah Vokasi resmi berdiri di Kabupaten Gresik. Lokasinya di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Gresik. Rumah untuk menggembleng siswa SMK se-Kabupaten Gresik kali pertama di Jawa Timur itu diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Jumat, 24 Juni 2022.

Rumah Vokasi berdiri diinisiasi secara keroyokan. Sinergi dan kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Gresik.

Rumah Vokasi yang dinantikan oleh pelajar Kota Industri-julukan lain-Kabupaten Gresik itu akan difungsikan untuk meningkatkan kompetensi di sektor tenaga kerja. Dan, juga untuk menciptakan enterpreneurship bagi lulusan SMA, SMK maupun perguruan tinggi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap rumah vokasi nantinya menjadi pelatihan dan pendidikan bagi siswa SMK. Pelatihan dan pendidikan yang disesuaikan kebutuhan industri. Sehingga pelatihan harus lebih spesifik lagi. Dan, rumah vokasi yang berdiri di Kabupaten Gresik ini bisa menjadi percontohan di Jawa Timur. “Rumah vokasi di Gresik bisa menjadi percontohan bagi daerah kabupaten/kota di Jawa Timur, guna mengatasi pengangguran terbuka,”katanya pada Jumat, 24 Juni 2022.

Khofifah menyebut jumlah pengangguran terbuka lulusan SMK semakin menurun. “Saat ini, pengangguran terbuka lulusan SMK hanya satu digit,”katanya. Khofifah mengusulkan untuk mempertajam keterampilan para pelajar untuk dilakukan magang ke luar negeri. “Kalau bisa ada program magang dua tahun ke Jerman,”tegasnya. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan adanya rumah bersama ini juga untuk mengatasi pengangguran. Ini karena pengangguran di Kabupaten Gresik masih tinggi. “Rumah vokasi adalah solusinya mengingat para lulusan SMA, SMK maupun perguruan tinggi skill dan kompetensinya ditingkatkan melalui pelatihan,”katanya.

MENYAPA SISWA : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ketika menyapa siswa SMK PGRI Gresik sebelum meresmikan rumah vokasi Pemkab Gresik pada Jumat, 24 Juni 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelumnya, Ketua Kadin Gresik Choirul Rizal mengatakan, rumah vokasi yang baru beroperasi ini juga dijadikan kantor bersama yang siap menciptakan tenaga kerja siap pakai sekaligus berjiwa enterpreneurship. “Rumah bersama yang siap menekan pengangguran melalui pelatihan dan keterampilan kerja,”kata Rizal. 

Kehadiran Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk meresmikan rumah vokasi disambut oleh sejumlah siswa kelas Industri SMK PGRI Gresik. Mereka adalah siswa kelas Indospring angkatan kedelapan. Mereka didampingi Kepala SMK PGRI Gresik Arief Susanto. 

Seperti diberitakan, SMK PGRI Gresik berkolaborasi dengan PT Indospring Tbk. Mereka membuka kelas Indospring. Tahun ini, memasuki angkatan kedelapan. Sebanyak 24 dari 250 siswa yang mendaftar lolos seleksi. Mereka adalah siswa yang baru naik kelas XI. Selama setahun mereka digebleng untuk menyesuaikan kebutuhan industri pegas itu.

Selama 6 bulan, menjalani materi di sekolah dengan pengajar diambilkan antara lain manajemen Indospring. Sedangkan, enam bulan berikutnya mereka magang di perusahaan. Ketika lulus, mereka menjadi prioritas utama untuk direkrut sebagai pegawai perusahaan pegas berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu. 

“Jadi kami membantu untuk mengembangkan SDM masyarakat Gresik melalui kelas Indospring ini,”kata Industrial Relation Manager PT.Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy pada Kamis, 23 Juni 2022.

Tujuan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan untuk membantu mengurangi pengangguran di Gresik. Jangan sampai masyarakat Gresik sebagai kota industri menjadi penonton di daerahnya sendiri. Dikatakan, pihaknya berharap program ini bisa diikuti perusahaan lain. Di Gresik ada 1.800 perusahaan. “Kalau semuanya bisa seperti ini, kami yakin pengangguran di Gresik akan sangat berkurang,”ungkapnya.

Hal senada disampaikan Dedy Kurniawan Human Capital & Information System General Manager. Menurut dia, 24 siswa ini nantinya akan mendapatkan skala prioritas saat perusahan melakukan rekrutmen karyawan. “Sebab, mereka telah melalui proses pembinaan langsung oleh perusahaan,” terangnya. (yad)

Rumah Vokasi Pertama di Jawa Timur Berdiri di Gresik, Target Kurangi Angka Pengangguran  Selengkapnya

Kuliah Perdana Kelas Indospring Angkatan Ke-8 di SMK PGRI Gresik Menghadirkan Direktur Indospring 

GRESIK,1minute.id – Program vokasi antara PT Indospring Tbk dengan SMK PGRI Gresik memasuki angkatan ke-VIII. Kelas Indospring memasuki tahun kesepuluh itu diikuti 24 siswa. Selama setahun mereka akan digebleng di sekolah maupun pabrik penghasilan pegas yang berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.

Lulus sekolah mereka bisa langsung kerja di PT Indospring Tbk. Kuliah perdana angkatan kedelapan kelas Indospring ini dibimbing langsung oleh Direktur Indospring Tbk Bob Budiono ; Human Capital & Information System General Manager Dedy Kurniawan dan Industrial Relation Manager PT.Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy di SMK PGRI Gresik pada Kamis, 23 Juni 2022.

Kuliah perdana yang dibuka oleh Kepala SMK PGRI Gresik Arief Susanto itu dihadiri oleh Ketua Apindo Gresik Alfan Wahyuddin dan Ketua Kadin Gresik Choirul Rizal. 

Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto mengatakan kelas Indospring angkatan kedelapan ini diikuti 24 siswa kelas XI. Mereka dinyatakan lolos seleksi dari 250 siswa yang mendaftar. “Jadi kalau sekarang angkatan kedelapan, sudah 200 siswa yang mengikuti kelas ini,”ujar Arief Susanto pada Kamis, 23 Juni 2022.

Arief melanjutkan, mereka nantinya akan dibimbing dan dibina langsung oleh perusahaan. Setiap seminggu sekali selama 6 bulan, pembelajaran materi dan praktik di sekolah. Pembelajaran materi dan praktik di sekolah dibimbing oleh trainer dari Indospring. Kemudian, enam bulan berikutnya mereka magang di perusahaan. “Setelah itu akan direkrut untuk menjadi karyawan di PT Indospring,”ungkap Arief yang juga Ketua PGRI Gresik itu. 

SISWA KELAS INDOSPRING: Direktur PT Indospring Tbk Bob Budiono memberikan ucapan kepada siswa Kelas Indospring angkatan kedelapan di SMK PGRI Gresik usai kuliah perdana pada Kamis,23 Juni 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pihaknya berharap apa yang dilakukan PT Indospring bisa diikuti perusahaan lainnya di Gresik. Sehingga, bisa membantu program pemerintah untuk mengurangi pengangguran. “Saya rasa ini sangat penting. Tadi Apindo dan Kadin juga ikut hadir dan akan mendorong perusahaan lain untuk melakukan hal yang sama,”imbuhnya.

Ditambahkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada PT Indospring yang telah menerima banyak lulusan SMK PGRI 1 Gresik. “Di Indospring 50 persen karyawan asal Gresik merupakan lulusan SMK PGRI 1 Gresik. Kami sangat bersyukur dan akam terus mendidik siswa semaksimal mungkin,”tegasnya. 

Sementara itu, Industrial Relation Manager PT.Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy mengatakan tujuan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan untuk membantu mengurangi pengangguran di Gresik. Jangan sampai masyarakat Gresik sebagai kota industri menjadi penonton di daerahnya sendiri. “Jadi kami membantu untuk mengembangkan SDM masyarakat Gresik melalui kelas Indospring ini,”kata Dias.

Dikatakan, pihaknya berharap program ini bisa diikuti perusahaan lain. Di Gresik ada 1800 perusahaan. “Kalau semuanya bisa seperti ini, kami yakin pengangguran di Gresik akan sangat berkurang,”ungkapnya.

Hal senada disampaikan Dedy Kurniawan Human Capital & Information System General Manager. Menurut dia, 24 siswa ini nantinya akan mendapatkan skala prioritas saat perusahan melakukan rekrutmen karyawan. “Sebab, mereka telah melalui proses pembinaan langsung oleh perusahaan,” terangnya. (yad)

Kuliah Perdana Kelas Indospring Angkatan Ke-8 di SMK PGRI Gresik Menghadirkan Direktur Indospring  Selengkapnya

Haflah Akhirussanah Meriah, Ajang Pamer Karya Siswa Yayasan Sunan Giri Menganti kepada Orang Tua 

GRESIK,1minute.id – Haflah Akhirussanah di Yayasan Sunan Giri  Menganti terasa istimewa pada Selasa, 21 Juni 2022. Sebab, perayaan akhir tahun ajaran santri atau siswa SMP, SMA dan SMK di yayasan konon tertua di Kabupaten Gresik itu dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. Kemudian, Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S.Hariyanto serta pengurus yayasan.  

Haflah Akhirussanah ini seakan menjadi ajang sekolah untuk memamerkan karya siswa. Pelbagai produk hasil karya siswa seperti fashion, kriya kayu, hingga sepeda listrik. Juga ada stan khusus yang melayani konsultasi perpajakan. Bahkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sempat menjajal sepeda listrik karya siswa Yayasan Sunan Giri yang berlokasi di Jalan Raya Darkun, Krajan, Kecamatan Menganti, Gresik itu.

Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kepada yayasan Sunan Giri yang dipimpin oleh Moh Muji itu. Yayasan Sunan Giri Menganti merupakan sumber daya manusia yang progresif. “Progresif ini dalam artian bahwa bisa beradaptasi dalam perkembangan zaman,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ia mencontohkan SMA Double Track, yang menjadi unggulan di Yayasan Sunan Giri Menganti itu. Siswa tidak hanya diberikan pembelajaran sesuai kurikulum. Namun, siswa mendapatkan ilmu tambahan lainnya yakni keterampilan atau keahlian. 

“Era saat ini tidak cukup anak pintar secara akademik saja, tetapi harus didukung punya keahlian lain, yakni keahlian inovasi. Jadi saat ini kita dituntut bisa punya inovasi yang lebih. Apalagi saat ini Presiden Joko Widodo sudah mengatakan untuk mendahulukan penggunaan produk-produk hasil dalam negeri yang artinya memberikan peluang dan kesempatan bagi kita untuk berinovasi,”katanya. 

Ia kembali mengingatkan tentang sejarah berdirinya Yayasan Sunan Giri Menganti itu. Ia mengatakan pada 1960-an ada sekelompok guru, sekelompok pejuang kita, berpikir masa depan untuk cucu-cucunya. Beliau berkumpul, berdiskusi berpikir untuk kepentingan anak cucunya. Yang hari ini karya beliau-beliau bisa kita rasakan yaitu suatu lembaga pendidikan Yayasan Sunan Giri Menganti. “Mudah-mudahan kita sebagai generasi penerus bisa meneruskan perjuangan mereka,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Bagaimana caranya meneruskan perjuangan para pendiri Yayasan bisa memberikan energi positif dan memberikan kontribusi kepada masyarakat? “Arek-arek Menganti, menjadi cerdas, pinter, memiliki wawasan nasional bahkan internasional. Tetapi tetap berlandaskan akhlakul karimah lantaran akhir-akhir ini banyak masuk paham tidak jelas yang menyasar ke generasi muda,”katanya. (yad)

Haflah Akhirussanah Meriah, Ajang Pamer Karya Siswa Yayasan Sunan Giri Menganti kepada Orang Tua  Selengkapnya

Syamsul Anam, Ketua Pergunu Gresik, Dr Faqih Sarankan Ngaji Kitab Hikam untuk Update Informasi 

GRESIK,1minute.id – Syamsul Anam, Nakhoda baru Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Gresik. Pelantikan Pengurus masa khidmah 2022-2023 dilakukan di Aula Ainul Yaqin Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik pada Sabtu, 18 Juni 2022.

Acara pelantikan yang dilanjutkan dengan silaturahmi dan sarasehan mengusung tema “Mengelolah Pendidikan Internasional secara Efektif” berlangsung khidmat. 

Syamsul Anam  dalam sambutanya, Alhamdulillah hari ini menjadi momen yang penting untuk Pergunu Gresik dalam rangka khidmah kita di NU.” Tentu ada konsekuensi setelah pelantikan ini yakni bergerak membangun peradaban memberi manfaat,”kata Syamsul Anam dihadapan pengurus Pimpinan Cabang Pergunu Gresik, Pimpinan Pergunu Anak Cabang Gresik, Banom, Lembaga NU dan 120 undangan serta tiga anggota DPRD Gresik yakni Noto Utomo,PDIP ; Wongso Negoro, Golkar dan Lilik Hidayati PPP pada Sabtu,18 Juni 2022.

Syamsul menegaskan, setelah dilantik dirinya mengajak kepada anggota untuk selalu kompak dalam membangun sinergitas antar stakeholder yang lain termasuk penguatan Guru NU untuk menyongsong dan pengembangan Kurikulum Merdeka.”Hal ini perlu persiapan dari lembaga dan Guru NU,”tegasnya

Ketua Komnasdik Gresik ini berharap program yang masih berkelanjutan di Pergunu yakni data pengisian aplikasi Simas untuk penguatan identitas diisi oleh Guru NU agar semua guru bisa terdeteksi dimanapun ia mengajar dan menjadi bagian dari Pergunu.

Sementara itu Sekretaris Pergunu Wilayah Jawa Timur Dr. Faqih juga narasumber dalam sarasehan itu mengatakan, untuk lebih efektif dan efisienya maka Pergunu diharapkan ada kegiatan FGD (Forum Group Diskusi) dan ngaji tiap bulan kitab Hikam.”Hal ini penting untuk menambah wawasan dan selalu update info kekinian,”jelasnya

Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi mengatakan, setelah pelantikan monggo pengurus untuk selalu bergerak menggerakkan organisasi melalui konektivitas bersinergis maka ini menjadi upaya dan ikhtiar bersama untuk nyambung ke yang lainya untuk bergerak. “Selamat Pergunu atas pelantikanya semoga sukses dan bermanfaat,”kata Mulyadi. (yad)

Syamsul Anam, Ketua Pergunu Gresik, Dr Faqih Sarankan Ngaji Kitab Hikam untuk Update Informasi  Selengkapnya

STIAMAK Barunawati Berbagi Strategi Bisnis Kepada 25 UMKM Pabean Cantikan

SURABAYA,1minute.id – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan (STIAMAK) Barunawati Surabaya semakin getol berbagi pengetahuan tentang bisnis. Kali ini, kewajiban akademik dalam pengabdian masyarakat (Pengmas) dikemas dalam bentuk sharing session dengan 25 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kecamatan Pabean Cantikan Surabaya.

Tema yang dipilih, Pelatihan Kewirausahaa dan Strategi Bisnis UMKM 2022. “Kami hadir disini dalam rangka melaksanakan kewajiban akademik Tri Dharma perguruan tinggi berupa pengabdian masyarakat,”kata Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya Dr. Sumarzen Marzuki, M.MT dalam sambutan pembukaan di hadapan 25 UMKM di Kecamatan Pabean Cantikan Kota Surabaya pada Selasa, 14 Juni 2022.

Sumarzen menyampaikan terima kasih atas kerja sama dari pihak Kecamatan Pabean Cantikan dan pelaku usaha UMKM. “Semoga kehadiran kami memberikan manfaat,”tambah Sumarzen.

Dalam pelatihan ini, beberapa materi disampaikan para dosen dan mahasiswa STIAMAK Barunawati Surabaya. Diantaranya, Moh. Fail. Dosen Etika Bisnis ini mengajarkan kepatuhan pada undang-undang dan peraturan bisnis. “Mulai dari rencana bisnis, proses bisnis sampai tercapainya tujuan bisnis,”kata Fail yang juga Kepala Bagian Humas,  Marketing dan Kerja sama STIAMAK Barunawati Surabaya ini.

Menurut mantan Ketua Umum Forum Wartawan Pelabuhan (Forwapel) tersebut, etika bisnis dimulai dari kepribadian masing-masing. Jujur dan bertanggung jawab. “Kegiatan bisnis jangan mengganggu lingkungan. Misalnya kebocoran limbah bau tidak sedap, suara bising atau limbah cair dibuang sembarangan,”kata Fail. Etika bisnis lanjut mantan wartawan Jawa Pos Group tersebut, mengajarkan bisnis yang menguntungkan, menguatkan kepercayaan pelanggan dan barokah. 

Narasumber lain, Kabag Kemahasiswaan Mudayat menyampaikan Strategi Bisnis UMKM. “Modal utama kita, semangat dan berani. Terus berinovasi dan terus berani mencoba hal-hal baru,”kata Mudayat. Strategi marketing, katanya , sanggup belajar dari setiap peristiwa dan setiap masalah. “Memahami kebutuhan pasar, membangun komunikasi pasar dan merawat pasar. Di pasar ada kompetitor. Tapi mereka bukan musuh. Jadi tidak perlu buang energi berhati buruk kepada orang lain,”ujar Mudayat.

Sementara dua mahasiswa masing-masing Muhammad Yusuf Andi Baharuddin dan Fina Idatul Umah menyampaikan materi Digital Marketing. “Digital marketing sekarang ini telah menjadi tren penjualan produk barang dan jasa, praktis, cepat dan efisien,” kata Fina.

Disampaikan juga trik dan tips menjual barang secara online. Mulai dari kecerdasan membikin profil produk, pemilihan medsos, tepat dalam membidik pasar sampai pasang iklan. 

Sementara itu, Camat Pabean Cantikan Muhammad Januar Rizal mengapresiasi pengabdian STIAMAK kepada UMKM di wilayahnya. “Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Para pelaku usaha UMKM bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang strategi bisnis,”kata Rizal-panggilan akrab Muhammad Januar Rizal. 

Menurut Rizal, pihaknya terus mendorong semua warganya untuk giat berbisnis. Menggali potensi keunggulan di setiap kelurahan di wilayahnya. “Kami terus menggali potensi pada setiap kelurahan. Kami punya kampung sandal di Nyamplungan, ada karya handycraft, batik Bonek dan lain-lain. Kami sedang mencari tempat untuk display dan promo produk karya warga Pabean Cantikan,” katanya. 

Para peserta dan camat Pabean Cantikan menginginkan kegiatan tersebut bisa dilanjutkan dalam bentuk pendampingan UMKM secara langsung. “Akan kami pertimbangkan dan akan kami bicarakan di kampus,” kata Ketua LPPM STIAMAK Barunawati Surabaya Nur Widyawati. (yad)

STIAMAK Barunawati Berbagi Strategi Bisnis Kepada 25 UMKM Pabean Cantikan Selengkapnya

Kabar Gembira, Satu Ponpes Kembali Berdiri di Kota Santri, Ponpes Ihya Ulumiddin 

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira. Satu lagi Pondok Pesantren (Ponpes) berdiri di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Ponpes anyar itu bernama Ihya Ulumiddin. Peletakan batu pertama pembangunan ponpes berlokasi di Kampung Arab Jalan KH Zubair, Gresik itu dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 11 Juni 2022.

Menurut Al-Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf pembangunan Ponpes ini merupakan cita-cita dari Al-Habib Husein bin Abdullah Assegaf yang ingin menghidupkan suasana kepesantrenan di sekitar Gresik Kota. “Sehingga harapannya adalah memakmurkan masyarakat Gresik dengan mengangkat dan menyebarluaskan ilmu-ilmu Agama,”kata Al-Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf.

Peletakan batu pertama pembangunan Ponpes Ihya Ulumiddin ini dihadiri Habib Bakar bin Ali Assegaf, Habib Muhammad bin Ali Assegaf, Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf, Habib Ahmad bin Abu Bakar bin Ali Assegaf, Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf, Habib Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun serta Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya pihak akan mendukung 100 persen pembangunan pondok pesantren di kawasan Gresik Kota tersebut. “Urusan pemerintahan Insya Allah kami mendukung 100 persen,”katanya.

Ia melanjutkan para Habaib berperan penting dalam pengembangan pendidikan para Generasi muda saat ini. “Salah satu pembangunan bangsa ini salah satu variabelnya adalah pendidikan, dan disini peran Habaib sudah membantu bangsa ini, membantu dalam memperbaiki suatu pendidikan yang mana berharap muncul sumber daya manusia berlandaskan akhlakul karimah,”sambungnya.

Bupati Gresik  termuda di Kabupaten Gresik itu menambahkan dimasa depan akan ada banyak pesantren sesuai dengan julukan kota Gresik yaitu Kota Santri. Menurutnya dampak sosial dari pembangunan sebuah ponpes dilingkungan sekitar sangat berdampak baik dan memberikan hal yang positif. “Ketika disini ada sebuah pesantren, dampak lingkungan sosial itu juga berpengaruh yang sangat luar biasa, cermin sebuah kota santri yang sangat dirindukan,”tutur mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Terakhir beliau berjanji akan terbuka dan mensupport penuh terhadap bidang pendidikan di Gresik. “Kami atas nama pemerintah sangat terbuka dan mendukung penuh terutama dalam bidang pendidikan, dan perbaikan masalah pendidikan” tutupnya. 

Berapa jumlah ponpes di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik saat ini. Merujuk data dilaman  gresikkab.go.id  jumlah 148 pondok pesantren. Sedangkan, data ponpes.net berjumlah 103 ponpes. Sementara data ditpdpontren.kemenag.go.id terdapat 94 ponpes dengan jumlah santri kurang lebih 23.551. Rincianya, 12.837 santri mukim dan 10.674 santri non mukim. (yad)

Kabar Gembira, Satu Ponpes Kembali Berdiri di Kota Santri, Ponpes Ihya Ulumiddin  Selengkapnya

Ning Nurul : Membangun Generasi Emas Berkarkter, Orang Tua Berikan Teladan

GRESIK,1minute.id – Membangun generasi berkarakter harus dimulai sejak usia dini. Golden age atau periode emas adalah tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang paling penting pada masa awal kehidupan anak. Golden age meliputi 1000 hari pertama kehidupan anak yang dihitung dari masa dalam kandungan sampai dengan usia anak mencapai dua tahun.

Hal itu diungkapkan oleh Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani dalam sarasehan Guru PAUD se-Pulau Bawean di Aula SDN Telukjatidawang, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. 

“Pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa ini berlangsung sangat cepat dan akan menjadi penentu bagi sifat-sifat atau karakter anak di masa dewasa,”ujar Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali dihadapan 230 guru PAUD berasal dari Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean.

Sarasehan dalam rangkaian kunjungan kerja bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ke Pulau Bawean itu menghadirkan empat pembicara. Yakni, Bunda PAUD Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Daruttaqwa Dr. Ahmad Syifaul Qulub, Ketua Prodi PIAUD, Dr. Riyadlotus Sholichah dan Kepala Seksi (Kasi) PAUD Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Nurul Hamidah berlangsung gayeng. Ning Nurul melanjutkan peran ibu-ayah sebagai pendidik pertama dan utama sangat penting untuk memaksimalkan dan memanfaatkan masa ini, tidak dapat digantikan oleh siapa pun

Ada dua faktor yang memengaruhi pembantukan karakter anak, jelas ibu dua anak itu. Dua karakter yaitu bawaan dari dalam diri anak dan pandangan anak terhadap dunia yang dimilikinya, seperti pengetahuan, pengalaman, prinsip-prinsip moral yang diterima, bimbingan, pengarahan dan interaksi (hubungan) orang tua-anak. “Lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif pula pada anak,”kata istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu.

Peran orang tua dan guru, lanjutnya, begitu besar dalam menumbuhkan karakter positif dalam diri anak. Jika ibu-ayah ingin anaknya memiliki karakter positif, maka ibu-ayah harus memiliki karakter positif pula. Ini berarti, ibu-ayah dituntut menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-harinya, serta memperlakukan anak sesuai dengan nilai-nilai moral tersebut. 

“Jadi, tidak hanya sekadar memberi tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan anak guru dan orang tua harus memberi contoh sehingga anak bisa menduplikasi karakter baik yang dilakukan oleh orang yang lebih tua,”jelas Ning Nurul dalam sarasehan bertemakan “Keluarga dan Sekolah dalam Pembentukan karakter Anak Usia Dini di Era Transformasi Digital” Ini.

Proses pembentukan karakter diawali dengan kondisi pribadi orang tua sebagai figur yang berpengaruh untuk menjadi panutan, keteladanan, dan diidolakan atau ditiru anak-anak. Anak lebih mudah meniru perilaku daripada menuruti nasihat yang diberikan ibu-ayahnya. 

Mereka belajar melalui mengamati apa yang ada dan terjadi di sekitarnya, bukan lewat nasihat semata-mata. Nilai yang diajarkan melalui kata-kata, hanya sedikit yang akan mereka lakukan, sedangkan nilai yang diajarkan melalui perbuatan, akan banyak mereka lakukan. “Sikap dan perilaku ibu-ayah sehari-hari merupakan pendidikan watak yang terjadi secara berkelanjutan, terus menerus dalam perjalanan umur anak,”katanya. 

Proses selanjutnya adalah memberikan pemahaman dan contoh perilaku kepada anak tentang baik dan buruk, benar atau salah, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Anak juga perlu diajarkan untuk dapat memilah dan memilih sesuatu yang baik, sehingga ia bisa mengerti tindakan apa yang harus diambil, serta mampu mengutamakan hal-hal positif untuk dirinya. “Untuk itu diperlukan suasana pendidikan yang menganut prinsip 3A, yaikni asih (kasih), asah (memahirkan), dan asuh (bimbingan),”ujarnya. 

Harapan besar terhadap orang tua dan bunda PAUD untuk mengawal tumbuh kembang anak.  Membangun Karakter Anak Usia Dini  dengan baik kalau mendapatkan perlakuan kasih sayang, pengasuhan yang penuh pengertian, serta dalam situasi yang dirasakan nyaman dan damai. 

“Kegagalan penanaman kepribadian yang baik di usia dini akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak,”tegas putri KH Agoes Ali Masyhuri, pemangku Ponpes Progresif Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo itu.

CINDERAMATA : Ketua STAI Daruttaqwa Dr Ahmad Syifaul Qulub memberikan cinderamata kepada Bunda PAUD Gresik juga Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani dalam Sarasehan dalam Sarasehan Guru PAUD se-Pulau Bawean pada Selasa, 1 Juni 2022 ( Foto: ist)

Sementara itu, Ketua Prodi PIAUD, Dr. Hj. Riyadlotus Sholichah menambahkan, pendidikan karakter adalah salah satu komponen  terpenting dalam pendidikan anak usia dini. Anak usia dini adalah aset masa depan bangsa. Usia dini, merupakan masa golden age.  Dimana pertumbuhan dan perkembnagan anak bertumbuh dengan pesatnya. 

“Oleh sebab itu menjadi kewajiban kita sebagai ibu dan pelaku pendidikan untuk menyiapkan fasilitasi dan stimulasi dengan lingkungan yang positif,”kata Riyadlotus Sholichah pada Kamis, 2 Juni 2022.

Sarasehan ini, lanjut perempuan berhijab, adalah satu bentuk ikhtiar untuk mewujudkan hal tersebut dengan meningkatkan kualitas  pendidik anak usia dini dalam mengimplementasikan pendidikan karakter dilingkungan terdekat anak, yakni keluarga dan sekolah.

“Dengan menggandeng beberapa stakeholder yang bersentuhan langsung dalam pendidikan anak usia dini, kami membangun sinergi untuk bersama-sama bergerak meraih tujuan mulia dalam mendidik anak usia dini di kabupaten Gresik, dan khususnya di Pulau Bawean,”ujarnya. Sinergi bersama bunda PAUD Gresik dan Tim Penggerak PKK Gresik, Forum PAUD Gresik, IGRA, iGTK, Himpaudi dan IGTKM yang berada di wilayah Bawean. (yad)

Ning Nurul : Membangun Generasi Emas Berkarkter, Orang Tua Berikan Teladan Selengkapnya