GRESIK,1minute.id – Suasana Jalan Sunan Giri dan makan religi Sunan Giri lengang. Padahal, tahun-tahun sebelumnya, menjelang malam selawe Ramadan, sepanjang Jalan Sunan Giri mulai dari monumen Tugu Lontar hingga Sekarkurung meriung.
Penjual berjajar. Wisatawan makam religi Sunan Giri mulai ramai peziarah. Tapi, beberapa jam menjelang malam selawe tahun kondisi masih sepi. “Apa peziarah tidak boleh ke makam Sunan Giri,”tanya Ny Endang, penjual kembang dan ketupat keteg di bawah tangga masuk ke Masjid Sunan Giri ditemui 1minute.id pada Kamis, 6 Mei 2021.
Endang risau, sebab dagangan khawatir tidak laku. Sekitar pukul 13.00 tadi siang, kembang untuk nyekar mengering. Sedangkan, ketupat keteg belum laku sama sekali. “Kalau belum COVID-19 jam segini sudah bolak balik ambil stok,”kata perempuan asli Giri itu.
Camat Kebomas Miftachul Huda mengatakan, kondisi pandemi malam selawe Ramadan ditiadakan. “Tapi, masyarakat masih bisa ziarah ke Makam Sunan Giri,”kata Huda dikonfirmasi pada Kamis, 6 Mei 2021. Ia melanjutkan peziarah yang diperbolehkan ke makam salah satu wali Sanga itu hanya warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Untuk peziarah luar Gresik tidak diperbolehkan,”tegas mantan sekretaris KBPP Gresik itu.
SEPI: Ny Endang, penjual kuliner khas Giri, Ketupat Keteg di tangga masuk masjid Sunan Giri pada Kamis, 6 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Untuk memastikan, tidak ada peziarah luar Gresik, mulai badal Mahrib kendaraan roda empat menuju Makam Sunan Giri tidak boleh melintas. Jalan ditutup. Antara lain, Desa Sekarkurung dan simpang tiga Telaga Paget didirikan pas penyekatan. “Di pos keamanan itu, dilakukan pemeriksaan,”tegas Huda.
Sikap tegas itu dilakukan, imbuhnya, sesuai dengan arahan Bupati Gresik juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik Fandi Akhmad Yani untuk memperketat protokol kesehatan. “Ritual malam selawe boleh tapi harus mematuhi prokes,”kata Huda. (yad)
GRESIK,1minute.id – Tradisi Pasar Bandeng menjelang Idul Fitri kembali digelar Pemkab Gresik, setelah sempat terhenti tahun lalu karena wabah corona. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah memantau langsung hari pertama gelaran Pasar Bandeng di lapangan Gembus di Kecamatan Bungah, Gresik pada Rabu, 5 Mei 2021.
Belum banyak bandeng yang dijual oleh petani tambak asal Kota Santri, Gresik dalam tradisi tahun itu.
Menurut Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, belum banyak ikan bandeng yang dijual karena belum waktu panen. “Dikarenakan petani tambak mulai panen setelah 7 Mei,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.
Pasar Bandeng digelar beda. Kondisi pandemi memaksa Pemkab tidak memusatkan gelaran tahunan itu di sepanjang Pasar Kota Gresik. Tapi, digeber di sepuluh titik untuk mengantisipasi kerumunan massa.
Sepuluh titik Pasar Bandeng tersebut yaitu di Lapangan Sitarda Ujungpangkah ; Alun-alun Sidayu ; Lapangan Gembus Bungah dan Lapangan Suci Manyar. Kemudian di Jalan Gubernur Suryo, Gresik ; Lapangan Manunggal Kedamean ; Lapangan Klampok Benjeng dan Halaman Kecamatan Cerme. Berikutnya, Lapangan Menganti dan Lapangan Duduksampeyan.
Durasi pasar bandeng yang biasa digelar dua hari mulai 27 Ramadan. Tahun ini, durasi lebih lama yakni mulai 23 hingga 28 Ramadan 1442 hijriah atau 5 – 10 Mei 2021.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Raza Pahlevi mengatakan meski dalam suasana Pandemi Covid-19 namun pasar, lelang dan kontes bandeng digelar untuk menjaga tradisi tahunan masyarakat Gresik setiap menjelang Idul Fitri.
“Pasar bandeng, kontes bandeng dan lelang bandeng yang merupakan ikon budaya dan kebanggaan masyarakat Gresik,”kata Reza. Pada suasana pandemi Covid-19 kali ini, kegiatan ini dilaksanakan dengan suasana dan situasi yang berbeda. “Selain berlangsung di sepuluh titik, pelaksanaan Pasar Bandeng kali ini ditekankan untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat,”tegas Reza.
Pemkab Gresik melaksanakan Pasar bandeng ini lebih kearah untuk pemulihan ekonomi dengam memberikan akses kepada masyarakat lokal, mulai dari nelayan dan petani, petambak, pedagang bandeng.
Selain bandeng, tentunya pelaku UMKM kuliner, dan non kuliner, kelompok kesenian, pedagang mainan, pemilik sound system dan pemilik terop juga ikut merasakan manfaatnya.
“Pelaksanaan Pasar bandeng ini, kami memprioritaskan bandeng asli produksi petani Gresik. Kami minta pihak panitia terutama dinas perikanan mengecek betul hal ini. Kami bangga meskipun bandengnya tak terlalu besar tapi hasil petani Gresik asli,”ujar Reza mengutip pesan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Sesuai yang diharapkan oleh Bupati Fandi Akhmad Yani, agar tradisi pasar dan lelang bandeng jangan sampai punah dari Kota Santri ini, meskipun pandemi. Jangan sampai juga pemulihan perekonomian masyarakat yang salah satunya memanfaatkan even tahunan ini juga runtuh akibat pandemi.
Penyelenggaraan Pasar Bandeng ini akan berlangsung mulai 5 sampai 10 Mei 2021. Sedangkan pada Jumat, 7 Mei 2021 akan dilaksanakan festival dan lelang bandeng asli Gresik yang akan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id– Suhariyanto beberapa kali terlihat menuangkan piring berisi suwiran ayam bercampur rempah ke dalam wadah ember pada Senin, 4 Mei 2021. Bersama sejumlah panitia lainnya, ia menunggu masyarakat Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik di teras masjid Sunan Dalem untuk mengambil jatah Sanggring Kolak Ayam sebelum salat Asar.
“Tahun ini lebih santai karena tadi hanya memasak sekitar 250-300-an porsi,”ujarnya ditemui 1minute.id pada Senin, 4 Mei 2021.
Untuk keperluan itu, panitia Sanggring Kolak Ayam memotong 115 ekor ayam dan memasak 1 kuintal bawang daun ; 480 kilogram gula merah, 20 kilogram jinten bubuk dan 460 butir kelapa.
Pandemi COVID-19 yang belum ada tanda-tanda berakhir, membuat tradisi Kolak Ayam setiap 23 Ramadan dan telah memasuki tahun ke-496 itu dilakukan secara sederhana karena dikhususkan untuk masyarakat desa setempat. “Kalau sebelum pandemi, panitia menyediakan 3 ribuan porsi untuk warga dan masyarakat umum,”katanya.
Takmir masjid Sunan Dalem H. Moh Ali Hasan dalam sambutannya menjelang buka puasa, mengakui pihaknya terpaksa menolak permohonan beberapa warga untuk bisa mengikuti acara inti di masjid.
Hal ini terpaksa dilakukannya demi mendukung ikhtiar pemerintah menekan penyebaran virus corona.
Sanggring Kolak Ayam, tradisi masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 8 Oktober 2019.
Seperti diberitakan 1minute.id , Kolak Ayam ini disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takjil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara.
Tradisi ini berasal dari suatu riwayat, di saat pelariannya di Desa Gumeno, Sunan Dalem jatuh sakit dan dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini.
Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem.
Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.
Maka segeralah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun.
Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak. Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Maghrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid.
Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut. (yad)
Tradisi Malam Likuran Ramadan di Kota Santri, Gresik pada masa Pandemi (bagian 2)
Penulis : chusnul cahyadi/1minute.id MALAM Selawe di Sunan Giri
MALAM 25 (selawe) Ramadan dinyakini umat muslim salah satu malam penuh berkah. Malam ganjil di sepuluh terakhir bulan suci Ramadan itu digunakan warga Kota Santri untuk bermunajat kepada sang Khaliq dengan berharap mendapatkan keistimewaan Ramadan.
Yakni malam Lailatul Qadar. Malam lebih baik dari 1.000 bulan. Makam Sunan Giri di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Gresik menjadi salah satu jujugan masyarakat untuk bermunajat. Mereka tidak hanya berasal dari Gresik. Bahkan, umat muslim berbagai penjuru di Indonesia.
Saking banyaknya orang yang hendak ke makam salah satu Wali Sanga itu, kawasan sepanjang jalan Sunan Giri hingga menuju makam Syeh Maulana Ainul Yaqin sesak manusia. Berkah bagi masyarakat setempat. Jualan mereka laris manis.
Pemandangan itu, sudah bertahun-tahun. Berlangsung ratusan tahun. Sebuah potensi wisata. Pemuda desa membuat Festival Malam Selawe di halaman parkir Wisata Religi Sunan Giri itu. Di Festival ini, selain kerajinan khas Giri. Juga, makanan khas Giri Ketupat Keteg.
MAKAM SUNAN GIRI : Pada malam selawe Ramadan, peziarah wajib bawa hasil tes antigen ketika bermunajat di makam wali songo (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Bahan dasar beras ketan, dibungkus dengan daun gebang sejenis janur kemudian dikukus menggunakan air lantung (air sumur minyak di Desa Sekarkurung, Kebomas) selama 4-5 jam.
Keteg kemudian ditiris. Sebelum disantap siapkan parutan kelapa. Ehmmm.Rasa Keteg ini gurih dan ada asinnya. Para wisatawan bisa menikmati kuliner khas Sunan Giri hanya area makam Sunan Giri.
Wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) banyak penjual keteg tutup karena pengelola makam menutup semua aktivitas. Bahkan, tahun lalu, malam Selawe ditiadakan. Makam Sunan Giri bergelar Prabu Satmata dengan julukan Joko Samudro itu ditutup untuk semua peziarah untuk mencegah persebaran virus berasal dari Wuhan, Tiongkok itu.
Setahun COVID-19 mewabah. Belum ada tanda-tanda berakhir. Jumlah kasus konfirmasi di Kota Santri fluktuatif. Naik-turun. Ketiga Satgas kencang melakukan penindakan jumlah kasus turun. Sebaliknya, petugas lengah jumlah kasus meningkat.
Gresik sempat masuk zona merah membaik ke zona oranye bahkan sempat zona kuning. Satu langkah lagi masuk zona hijau (aman). Sepekan belakangan ini, tren kasus naik lagi, Gresik zona oranye lagi.
Malam Selawe hitungan jari. Apakah malam Selawe Ramadan sama tahun lalu? Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan, hasil kajian musyawarah pimpinan kecamatan Kebomas , tradisi Malam Selawe tetap dilaksanakan.
“Tentu saja, menggunakan protokol kesehatan ketat,”tegas Ida Lailatussa’diyah. Malam Selawe dengan protokol ketat itu, tambahnya, hasil arahan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk tetap menggerakkan perekonomian.
“Jadi hanya masyarakat sekitar selama ini berjualan boleh membuka lapaknya,”imbuh mantan Sekretaris di DPM PTSP Gresik ini. Hasil resume rapat muspika diperoleh 1minute.id menyebutkan, makam Sunan Giri tetap dibuka untuk bermunajat masyarakat di malam Selawe Ramadan. Akan tetapi, peziarah hanya warga Gresik.
KETUPAT KETEG : Kuliner khas Giri ( foto : dokumen Buku Grissee Kota Bandar karya Chusnul Cahyadi)
“Setiap peziarah wajib membawa hasil lab antigen,”bunyi hasil resume diteken Camat Kebomas Miftachul Huda itu.
Petugas akan ditempatkan disejumlah sudut jalan yang menuju ke makam Sunan Giri dari Desa Klangonan, diantaranya. “Bila pengunjung makam membludak, waktu kunjungan akan dibatasi,”kata Huda.
Selain mendeteksi pengunjung makam Sunan Giri, petugas mendirikan posko kesehatan. Bagaimana antisipasi pengunjung luar Gresik? Petugas gabungan TNI, Polri, Pol PP, Dishub dan Dinkes akan melakukan penyekatan yakni :1. Jalan Sunan Prapen (Pertigaan Sekarkurung)2. Jalan Sunan Giri (Pertigaan Tlogo Pegat)
Sekretaris Kecamatan Kebomas Zainul Arifin mengatakan, Malam Selawe tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan. “Penerapan prokes akan diperketat. Pengunjung Sunan Giri wajib bawa hasil tes antigen,”tegas Zainul dikonfirmasi melalui WhatApps pada Sabtu, 1 Mei 2021 (*)
BULAN suci Ramadan memasuki hari ke-19 pada Sabtu, 1 Mei 2021. Sebentar lagi memasuki malam likuran atau 10 hari terakhir Ramadan. Memasuki malam likuran puasa Ramadan itu, ada tiga tradisi yang ditunggu masyarakat Kota Santri, Gresik.
Yakni, Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik diperingati setiap 23 Ramadan. Lalu, Malam Selawe atau malam 25 Ramadan di Makam Sunan Giro, Kecamatan Kebomas, serta Pasar dan Lelang Bandeng pada 27 Ramadan.
Bagaimana tiga tradisi turun temurun, konon sejak zaman Kanjeng Sunan Giri atau Maulana Ainul Yaqin bergelar Prabu Satmata dengan julukan Joko Samudro itu.
KOLAK AYAM GUMENO
DILAKSANAKAN setiap 23 Ramadan oleh masyarakat Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik. Tahun lalu, ketika pagebluk corona mengganas, tradisi sejak Sunan Dalem, putra Sunan Giri dirayakan terbatas, hanya masyarakat desa setempat. Masyarakat luar desa tidak bisa masuk ke desa tersebut, “lockdown”.
SERTIFIKAT warisan budaya takbenda dari Kemendikbud untuk tradisi Kolak Ayam Sanggaring Gumeno tahun memasuki ke-496 itu. ( foto : Didik Wahyudi for 1minute.id)
Tahun ini, wabah corona tidak seganas tahun lalu, Kolak Ayam Sanggring ke-496 digelar Selasa, 4 Mei 2021 itu digelar lebih terbatas untuk umum. Menurut Humas Acara Kolal Ayam Sanggring Didik Wahyudi, kegiatan dalam masjid hanya untuk undangan dan jamaah.
“Jumlah sekitar 300-an porsi untuk undangan. Termasuk sampeyan kalau datang,”kata Didik sambil tersenyum. Untuk kegiatan masyarakat, pemerintah desa memperbolehkan menerima tamu di rumahnya masing-masing. “Tahun lalu, desa ditutup untuk warga luar desa,”kata Didik melalui pesan WhatApps pada Sabtu, 1 Mei 2021.
Istimewanya, panitia Kolak Ayam ini semua dari kaum Adam itu, mulai memilih bahan rempah, belanja ayam, memasak hingga menyajikan kepada masyarakat. Kolak Ayam Sanggring yang terasa gurih ini hanya setahun sekali yakni har ke-23 (telu likur) Ramadan . Tradisi masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 8 Oktober 2019.
Tahun ini, imbuh Didik, panitia Sanggring ke-496 akan menyembelih 115 ekor ayam ; 1 kuintal bawang daun ; 480 kilogram gula merah, 20 kilogram jinten bubuk dan 460 butir kelapa.
Kolak Ayam ini disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara.
BAGIKAN KOLAK AYAM : Panitia Kolak Ayam Sanggring semuahya kaum Adam membagikan kepada masyarakat Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Tradisi ini berasal dari suatu riwayat, di saat pelariannya di Desa Gumeno, Sunan Dalem jatuh sakit dan dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini.
Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem.
Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.
Maka segeralah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun. Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak.
Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Mahrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid. Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut (*)
GRESIK,1minute.id – Perasaan duka masih menyelimuti warga Kota Santri, Gresik. Doa dan salat Gaib untuk 53 patriot kru KRI Nanggala-402 yang gugur di perairan Bali itu seakan tidak pernah putus dilakukan warga Gresik.
Rabu malam, puluhan santri dan santriwati Pondok Pesantren Zainal Abidin, Bungah disela memperingati Nuzulul Quran melakukan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan korban awak kapal KRI Nanggala-402.
Kamis pagi tadi, 29 April 2021 puluhan anggota Polres Gresik melakukan salat gaib di aula Sarja Arya Racana Polres Gresik. Salat gaib diimami ustadz Achmad Reza itu diikuti Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Waka Polres Kompol Eko Iskandar dan pejabat utama lainnya.
“Salat gaib ini untuk mendoakan 53 kru KRI Nanggala-402 yang gugur di perairan Bali,”ujat Kapolres Gresil AKBP Arief Fitrianto pada Kamis, 29 April 2021.
Selain berdoa untuk kru KRI Nanggala-402, imbuhnya, mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.
“Semoga pengabdian dan amal ibadah rekan-rekan kita yang telah gugur diterima disisi Allah SWT dan diberikan tempat terbaik disisi- Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,”kata alumnus Akpol 2001 itu. (yad)
GRESIK,1minute.id – Peringatan Nuzulul Quran di Pondok Pesantren Zainal Abidin lebih khidmat dan khusyuk meski dilakukan dengan protokol kesehatan pada Rabu malam, 28 April 2021.
Sebanyak 50 santri dan santriwati di ponpes berlokasi di Kecamatan Bungah, Gresik melakukan khataman Alquran, tahlil dan doa bersama. Acara itu dilakukan di dua tempat berbeda yakni musala utama dan musala putri ponpes berlokasi di sebelah utara Masjid Kiai Gede Bungah Gresik ini.
Khataman Quran dihadiri oleh Nyai Hj Maisaroh, masing-masing santri diwajibkan membaca 1 juz Al Quran, kemudian dilanjut dengan Tahlil dan Doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Suwarno, salah satu guru sepuh di pesantren tersebut.
Pengurus Pesantren Zainal Abidin Ustad Zainal Arifin mengatakan, memperingati Nuzulul Quran, rutinitas kegiatan santri telah berjalan selama puluhan tahun di setiap malam 17 Ramadan.
“Khusus tahun ini, para santri bermunajat mendoakan agar bangsa Indonesia diberikan keselamatan dari segala macam wabah dan bencana, terlebih dari wabah Covid-19,”kata Zainal.
Lebih lanjut, kata Zainal, berbagai macam bencana melanda Indonesia akhir-akhir ini menjadi keprihatinan bagi para santri. Tidak terkecuali musibah tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan Bali. Sebanyak 5 diantara 53 kru kapal selam itu yang gugur adalah patriot asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
Selain itu, dalam munajat juga mendoakan agar Kabupaten Gresik terhindar dari segala macam tindak kejahatan di tengah masyarakat.
“Para santri juga mendoakan para prajurit kru KRI Nanggala 402, secara khusus kami juga mendoakan Kabupaten Gresik agar diberikan keselamatan dan terhindar dari segala macam tindak kejahatan yang akhir-akhir ini sangat meresahkan masyarakat,”kata Zainal sambil mencontohkan aksi kejahatan seperti pencurian, perampokan, dan narkoba. (yad)
GRESIK,1minute.id – Kementerian Agama menetapkan awal bulan Suci, Ramadan pada Selasa besok, 13 April 2021. Umat muslim di Kota Santri, Gresik menyambut suka cita. Mereka memenuhi masjid dan musala untuk salat terawih pertama.
Pantauan 1minute.id di masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik ratusan jamaah mengikuti salat terawih pertama Ramadan. Pengurus masjid berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik melakukan pengawasan ketat protokol kesehatan untuk mencegah persebaran corona virus disease 2019.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta kepada seluruh takmir musala dan masjid, juga seluruh masyarakat agar melaksanakan ibadah dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan COVID-19.
“Pakai masker, jaga jarak, pastikan kapasitas tempat salat tidak berkerumun dan bawa alat salat pribadi,”kata Gus Yani. (yad)
GRESIK,1minute.id – Lembaga Falakiyah PCNU Gresik akan melakukan rukyatul hilal di Bukit Condrodipo di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik. Rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan ini dilakukan dengan protokol kesehatan.
“Rukyatul hilal kami lakukan Senin besok,”kata Wakil Ketua Lembaga Falakiyah (LF) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik Muchyidin El Hasan dikonfirmasi pada Minggu, 11 April 2021.
Tentang ketinggian Bulan ketika rukyat dilakukan, Muchiyidin, menyatakan merujuk dari beberapa metode hisab Tadqiqi ketinggian hilal diatas 2 derajat. “Senin besok tinggi hilal antara 2° 52′ 08″ sampai 3° 38′ 39”,”kata Muchyidin yang juga Waka Kesiswaan SMA NU 2 Gresik ini.
Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadan 1442 Hijriah pada Senin besok, 12 April 2021. Sidang isbat akan digelar pada 29 Syakban ini. Hal ini sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.
Rangkaian sidang isbat akan diawili dengan penjelasan posisi hilal dan pelaksanaan rukyatul hilal awal Ramadan. Penetapan awal Ramadan apabila posisi hilal berada di ufuk berkisar antara 2 derajat 37 menit sampai 3 derajat 36 menit. (yad)
GRESIK, 1minute.id– Minggu Paskah berjalan aman di Gresik. Pengamanan yang ketat membuat umat kristiani merasa nyaman saat beribadat. Misa Paskah berlangsung khidmat. Jemaat merasa aman dan nyaman menjalankan ritual Paskah karena TNI, Polri dan Pol PP melakukan pengamanan.
Pengamanan dan patroli di sekitar gereja maupun tempat ibadat yang tersebar di Gresik. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto yang memimpin langsung pengamanan perayaan Minggu Paskah ini.
AKBP Arief Fitrianto mengatakan pengamanan dilakukan di seluruh Gereja yang ada di Kota Gresik dengan tujuan yaitu mewujudkan rasa nyaman dan aman kepada umat nasrani yang sedang melaksanakan ibadah Paskah.
“Untuk antisipasi perayaan Paskah di gereja maupun rumah Ibadat merupakan kewajiban Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat serta penegakan hukum, dengan langkah-langkah pencegahan dan meningkatkan kewaspadaan pada titik- titik rawan gangguan kamtibmas, tentunya selalu koordinasi dalam setiap kegiatan,”ungkap alumnus Akpol 2001 ini.
Kapolres Arief Fitrianto menambahkan, pengamanan Paskah ini dari jajaran Polres Gresik sebanyak 346 personel, ditambah dengan personel dari TNI dan Satpol PP.
“Ratusan personel itu kami tempatkan di seluruh gereja dan tempat ibadat. Ada 36 gereja dan rumah ibadat,”terang AKBP Arief Fitrianto. Sesuai standar operasional prosedur pengamanan, jelas mantan Kapolres Ponorogo itu, satu jam sebelum pelaksanaan misa dilakukan sterilisasi.
Kemudian, melakukan himbauan kepada pengurus dan jemaat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran Covid-19.
“Alhamdulillah rangkaian peringatan Paskah di Gresik berlangsung aman. Semoga bisa menambah kepercayaan warga masyarakat kepada aparatur negara tepatnya Polri dan TNI dalam memberikan rasa aman terhadap umat beragama,”harap alumnus Akpol 2001. (yad)