Pakde Noed, Budayawan Gresik Berpulang

GRESIK,1minute.id – Kabar duka menyelimuti para seniman, budayawan dan pegiat kebudayaan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Haji Oemar Zainuddin, budayawan Gresik meninggal dunia badal Subuh. Kamis tadi pagi, 22 Agustus 2024.

Penulis buku ” Kota Gresik 1896-1916 : Sejarah Sosial. Budaya, dan Ekonomi” meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ibnu Sina Gresik. Pakdhe Noed-sapaan Oemar Zainuddin- meninggal di usia 84 tahun. Budayawan getol  penggagas pelestari bangunan tua atau heritage itu meninggalkan seorang istri dan empat anak. 

Seorang bercerita, pascaoperasi hernia kesehatan pakdhe Noed terus menurun. Seminggu terakhir, lelaki yang tinggal di kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu menjalani perawatan intensif di RS Muhammadiyah Gresik kemudian dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik Gresik. Sejumlah tokoh budayawan dan pemerhati kebudayaan khas Gresik sempat membezuknya.

Pengurus DPD Masyarakat Adat Nusantara atau Matra Gresik M. Fatih Hamdie- yang biasa disapa-Andy Buchory. Dalam postingan media sosial, meminta doa untuk kesembuhan pakdhe Noed.

Pada Rabu, 21 Agustus 2024, peengurus komunitas Gresik Heritage yang diketuai oleh Sumarga Adhi Satria dan tokoh masyarakat Ir Nizam Zuhri giliran membezuk. Pakdhe Noed terlihat semringah. Karena bisa bertemu dengan para seniman dan budayawan Gresik itu. Namun, tuhan memiliki rencana lain. Pada Kamis, 22 Agustus 2024 badal Subuh budayawan itu meninggal dunia. 

Ketua Komunitas Gresik Heritage Sumarga Adhi Satria mengaku sangat kehilangan. “Kami keluarga beser Gresik Heritage sangat kehilangan beliau,” ujar Sumarga ketika dikonfirmasi 1minute.id pada Kamis, 22 Agustus 2024.

“Beliau adalah pemangku Ketua Bidang Kebudayaan dan Tradisi di Gresik Heritage. Semoga husnul khotimah,” kata pria yang juga Kepala SMP Darus Islam atau Daris Gresik ini. Ia mengaku masih teringang pesan Pakdhe Noet sebelum meninggal dunia. Pakdhe Noed kata Sumarga saat itu berpesan “Gresik Heritage iki komunitas terakhir ku, tolong di gedek no karo dikembangkan. Ojo sampek bubar. Eson seneng seru ambek komunitas iki.

“Kami sangat tersentuh dan terpanggil untuk mewujudkan impian beliau,” ujar Sumarga dengan suara lirih.

Keturunan ketiga keluarga H. Oemar, pengusaha penyamakan kulit di era 1890-an itu pernah menjadi anggota Dewan Pendidikan Gresik, Kepala Lembaga Seni Musik Gresik, pegawai Badan Logistik atau Bulog dan Guru di SMA Negeri 1 Gresik ini kerap menjadi dewan juri dalam ajang pemilihan Duta Wisata Gresik, Cak dan Yuk Gresik. Rencana almarhum dimakankan di pemakaman Islam, Tlogo Pojok Gresik  badal Asar nanti. (yad)

Pakde Noed, Budayawan Gresik Berpulang Selengkapnya

Bupati Fandi Akhmad Yani Bacakan Puisi Pada Mu Nur”, Ratusan Pasang Mata Seakan Terhipnotis

GRESIK,1minute.id – ….//Maafkan aku yang belum bisa menjadi perangkatmu//Yang pandai menyeru nama nama kegemaranmu// Kau saja rajin memanggilku berulang-ulang// Mengingatku untuk bersiap pulang//Semoga kau sudi merawat rindu ini dalam diriku// Dan selamatkan aku dari rasa rindu// Yang tak bermuara padamu//.

Itu beberapa bait puisi berjudul “Pada Mu Nur” karya Panji Sakti yang dibacakan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad di Gedung Nasional Indonesia pada Kamis malam, 15 Agustus 2024. Dengan diiringi gitar, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani yang memakai sarung, dan kopyah itu terlihat menghayati tatkala membacakan puisi itu saat menghadiri Festival Musikalisasi Puisi Gresik 2024. 

Kegiatan berkesenian merayakan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia itu dihelat oleh Dewan Kebudayaan Gresik atau Gresik berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga alias Disparekrabudpora Gresik. 

Gus Yani menyampaikan pesan pentingnya budaya membaca dan menulis bagi generasi muda. “Membaca adalah fondasi utama dalam menciptakan karya tulis yang berkualitas. Saya berharap, semangat membaca dan menulis ini dapat menjadi bagian dari keseharian anak-anak kita,” ujar Gus Yani.

Sementara itu, Penyair Panji Sakti mengaku, baru kali ini lagu “Pada Mu Nur” berkolaborasi dengan orang lain dan langsung berduet dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

“Terima kasih sudah membacakan puisi ini. Puisi ini bikinnya tadi siang mendadak. Gresik ini bikin ide-ide saya tokcer, apa mungkin karena makanannya yang enak ya,” ujar Panji Sakti saat menyampaikan rasa kagumnya terhadap kota ini, terutama pada kulinernya.

Festival Musikalisasi Puisi Gresik 2024 bukan hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan juga momen untuk merayakan kreativitas dan semangat literasi serta keindahan karya sastra di tengah masyarakat Gresik. Kompetisi musikalisasi puisi tersebut diikuti oleh 30 kelompok pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Gresik. 

Mereka berlomba memperebutkan Piala Bupati Gresik. Setelah melalui proses seleksi ketat di tiga wilayah utara, tengah, dan selatan, maka sembilan finalis terbaik tampil di babak final pada 13-14 Agustus 2024. Juara pertama kategori SMP berhasil direbut oleh UPT SMP Negeri 26 Gresik ; kategori SMA diraih SMA Muhammadiyah 1 Gresik. (yad)

Bupati Fandi Akhmad Yani Bacakan Puisi Pada Mu Nur”, Ratusan Pasang Mata Seakan Terhipnotis Selengkapnya

DPW Kukuhkan Pengurus DPD Matra Gresik, Adat dan Budaya Gresik Keren

GRESIK,1minute.id – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Masyarakat Adat Nusantara atau DPD Matra Gresik dikukuhkan di Pendapa Bupati Gresik pada Ahad, 11 Agustus 2024.

Yang mrngukuhkan kepengurusan dibawah kepemimpinan M. Fatih Hamdie- yang biasa disapa-Andy Buchory ini adalah Ketua DPW MATRA Jawa Timur Kanjeng Pangeran Panji Sri Putro Jowo atau KPP Cristian Sabilal Pussung Ciptonegoro. DPD Matra Gresik adalah kepengurusan ke-12 terbentuk di Jawa Timur. 

Matra sendiri merupakan organisasi adat dan budaya tingkat regional, dimana para anggotanya terdiri dari kerajaan, kesultanan, lembaga adat, akademisi, budayawan, seniman masyarakat umum, dan sebagainya. 

Pengukuhan pengurus DPD MATRA Gresik dihadiri puluhan “darah biru” atau keturunan  raja atau sultan dari berbagai daerah di Jawa, Madura hingga Bali. Pemkab Gresik diwakili oleh Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Achmad Washil Miftachul Rachman menuturkan, Gresik memiliki sejarah panjang yang patut dilestarikan. Di era kerajaan Hayam Wuruk, di salah satu prasasti yang tertulis di Gresik Utara adalah pusat ekonomi gerabah dan palawija. “Gresik juga pusat persebaran agama Islam dimulai prasasti Siti Fatimah binti Maimun, Sunan Maulana Malik kemudian Sunan Giri,” kata Washil dalam sambutannya. 

Lalu ada Kanjeng Raden Tumenggung Poesponegoro, Bupati Gresik dan di utara terdapat Kanjeng Sepuh. Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik, kata Washil, memiliki spirit untuk mempertahankan peninggalan lama. Termasuk kawasan di Bandar Grissee yang berada di Gresik Kota Lama. “Spirit kita melestarikan kota lama,” ujarnya. 

Untuk mengetahui sejarah Gresik, imbuhnya, pihaknya telah mendapatkan salinan menuskrip dari museum yang ada Belanda, Museum Volkenkunde di Kota Leiden, Belanda. “Kita akan terjemahkan tentang posisi Gresik,” katanya. Ia pun berharap Matra bisa berkolaborasi dengan Pemkab Gresik. “Program (Matra) bisa menjadi yang terdepan di Jawa Timur,” harap Washil.

Sementara itu, Ketua DPW Matra Jatim KPP Cristian Sabilal Pussung Ciptonegoro menyatakan, pihaknya mendorong kepada pengurus Matra Gresik untuk mengedepankan kolaborasi dengan semua pihak. Terutama kepada Pemkab Gresik. 

Mengapa? Karena Gresik memiliki budaya dan adat yang keren. Ia mencontohkan para wali, Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri dalam menyebarkan agama Islam yang berbaur dengan adat dan kebudayaan setempat. 

“Saya harapkan pengurus DPD Matra Gresik mengenalkan kebudayaan dan keadatan kepada anak muda,” katanya.  Cristian Sabilal Pussung Ciptonegoro mengaku dirinya sedang risau. Sebab, nasionalisme generasi(Gen) Z terus menurun karena mereka lebih mempelajari dan meniru gaya orang asing. 

“Nasionalisme generasi Z terus menurun yang semula hanya 5 persen sekarang turun menjadi 2,5 persen artinya mereka kurang bernasionalisme dengan bangsanya sendiri karena mereka mempelajari dan bergaya seperti orang asing,” tegasnya. 

Ia pun berharap untuk Gen-Z di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini harus bangga dengan adat dan kebudayaan. “Untuk Gresik ini, pemuda dan pemudinya harue bangga dan mencintai berperilaku dan budaya yang tidak melanggar agama kita sebagai orang muslim,” pesan Kanjeng Pangeran Panji Cristian Sabilal Pussung Ciptonegoro. (yad)

DPW Kukuhkan Pengurus DPD Matra Gresik, Adat dan Budaya Gresik Keren Selengkapnya

Museum Kanjeng Sepuh Sidayu Resmi Dibuka, Ini Harapan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani 

GRESIK,1minute.id – “Dari Sejarah kita bisa belajar kejayaan masa lampau. Dari sejarah pula kita bisa melihat sebab kehancuran Bangsa-Bangsa yang.besar“. Gus Yani, 2 Agustus 2024.

Kanjeng Sepuh bisa menjadi inspirasi masyarakat sekarang untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi yang lain”. Aminatun Habibah.

Terimakasih kami sebagai keturunan Kanjeng Sepuh sangat berharap semua peninggalan beliau akan membawa manfaat bagi masyarakat Sidayu & Gresik”. Agni Tripratiwi, dari Generasi ke4 Kanjeng Sepuh.

Semoga dengan disiapkan museum Eyang Buyut Badroen, RAA Soeroadiningrat dapat diteladani Jiwa Kepemimpinan bagi masyarakat Sedayu pd umumnya khususnya cucu, cicitnya beliau” Raha Willy Soedjono, Cicit Eyang Buyut Bradoen.

Masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memiliki banyak alternatif belajar sejarah lokal. Selain museum Sunan Giri. Kini, masyarakat bisa belajar sejarah tentang keteladanan Kanjeng Sepuh. 

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani, pembukaan museum Kanjeng Sepuh ini bukan hanya sekadar proyek pembangunan infrastruktur. Tetapi merupakan wujud nyata dari komitmen kita bersama untuk menjaga dan merawat identitas serta kebudayaan lokal.

“Nantinya, museum ini dapat menanamkan pengertian kepada generasi muda. Bahwa museum adalah tempat inspirasi dari masa lalu untuk masa depan,” ujar Gus Yani saat meresmikan Museum Kanjeng Sepuh yang berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik pada Jumat, 2 Agustus 2024.

Gus Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengharapkan museum Kanjeng Sepuh Sidayu menjadi salah satu jujugan wisata edukasi masyarakat. Kita tidak boleh melupakan sejarah, karya maupun tulisan para pendahulu kita. 

“Dari sejarah kita bisa belajar tentang kejayaan masa lampau. Dari sejarah pula kita bisa melihat sebab kehancuran bangsa bangsa yang besar,” ungkapnya. 

Harapan orang nomor satu di Kota Santri itu, musem Kanjeng Sepuh menjadi jujugan wisatawan bukan tanpa alasan. Pasalnya, dalam waktu dekat ini, Kawasan Sidayu akan dilalui moda transportasi massal yakni Trans Jatim. Koridor baru yang digagas oleh Pemerintah Provinsi atau Pemprov Jawa Timur yang akan beroperasi melintasi wilayah Pantura Gresik Sidayu. 

Dengan transportasi yang murah dan aman mudah-mudahan bisa menarik wisata untuk berkunjung ke museum Kanjeng Sepuh. “Artinya destinasi wisata ini akan terintegrasi dengan museum Art Digital yang ada di Kecamatan Balongpanggang,” kata Gus Yani. 

Selain itu, Gus Yani juga mengajak satuan pendidikan untuk bisa memanfaatkan museum sejarah Kanjeng Sepuh Sidayu maupun museum Art Digital yang berada di kompleks  masjid KH Robbach Ma’sum yang ada di Kecamatan Balongpanggang.

“Partisipasi sekolah yang ada di Kabupaten Gresik bisa memanfaatkan dengan mengajak anak didiknya untuk berkunjung ke museum Kanjeng Sepuh dan museum Art Digital yang ada di Balongpanggang,” ucapnya. 

Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga dan merawat museum tersebut dengan baik. Serta memanfaatkan sebagai pusat kegiatan budaya dan edukasi. “Semoga museum ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua dan menjadi kebanggaan sekaligus identitas Kabupaten Gresik,” pungkasnya. 

Pada kesempatan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani bersama Wabup Aminatun Habibah melihat satu persatu benda pusaka peninggalan Kanjeng Sepuh Sidayu. 

Nama asli Kanjeng Sepuh adalah Raden Adipati Soeryodiningrat. Kanjeng Sepuh adalah salah satu bupati di Kabupaten Sedayu. Kanjeng Sepuh tersohor lantaran beliau adalah seorang ulama. Disamping itu beliau juga memiliki leadership yang tinggi. Ketulusannya untuk selalu memihak pada yang lemah, dan selalu dekat dengan rakyat kecil itulah yang membuat Kanjeng Sepuh sangat dicintai rakyatnya. (yad)

Museum Kanjeng Sepuh Sidayu Resmi Dibuka, Ini Harapan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  Selengkapnya

Ini Tradisi Malam Likuran Ramadan di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Bulan suci Ramadan telah memasuki sepuluh hari ketiga atau malam likuran. Malam selikur ( malam 21 Ramadan), lorekur (22 Ramadan), telulikur (23 Ramadan)  sampai sangolikur (29 Ramadan). Di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik di malam likuran Ramadan banyak event budaya yang paling di tunggu-tunggu oleh masyarakat Gresik dan se-Jawa Timur. Bahkan, di Indonesia.

Penasaran apa saja event malam likuran Ramadan itu? Kita mulai dari malam 23 Ramadan ada tradisi Kolak Ayam, Sanggring di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar; malam 25 Ramadan, tradisi ngalap berkah ke makam Waliyullah, Sunan Giri di Bukit Giri, Kecamatan Kebomas dan malam 27 Ramadan adalah Pasar Bandeng dan Kontes Bandeng Kawak di sepanjang Jalan H. Samanhudi sampai Jalan KH Wachid Hasyim, Kecamatan Gresik. Seperti apa tradisi itu ?

KOLAK AYAM : Daging ayam yang telah siap untuk disantap berbuka puasa bersama di Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dalam tradisi Sanggring Kolak Ayam digelar setiap 23 Ramadan ( Foto Dokumen: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

1. SANGGRING KOLAK AYAM 

Juru Masak Semua Lelaki, Dinyakini Bisa Menjadi Obat Segera Penyakit

BILA Anda belum pernah merasakan Kolak Ayam datang dan buka bersama di Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada malam 23 Ramadan atau Selasa besok, 2 April 2024. Tahun ini, panitia tradisi turun temurun itu memasuki ke-499 tahun, mulai 946 hijriah sampai 1445 hijriah itu memotong lebih dari 250 ekor ayam. 

Ratusan ekor ayam kampung pilihan yang di masak oleh “koki-koki” hebat dan semuanya berjenis kelamin laki-laki nantinya distribusi kepada masyarakat desa setempat juga sebagaian untuk berbuka puasa bersama bagi warga luar desa. “Sanggring Kolak Ayam tahun ini akan lebih meriah karena menyongsong 5 abad,” ujar Ketua Panitia Semarak Menyongsong 5 Abad Sanggring Gumeno, Didik Wahyudi melalui pesat Whatsapp pada Senin, 1 April 2024 malam.

Sejumlah kegiatan telah dilakukan, antara lain, Festival Banjari Semarak Sanggring ke-499 tahun. Dan, Semarak Menyongsong 5 Abad Sanggring Gumeno “Bersama Kita Lestarikan” Sanggring Kolak Ayam ke-499 tahun. Sanggring Kolak Ayam Gumeno ini, pada 2019 tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia ini. 

Sanggring Kolak Ayam? Sanggring adalah masakan berkuah yang berbahan utama daging ayam yang dimasak dengan cara khusus. Cara khusus yakni kolak dengan campuran rempah-rempah disuguhkan untuk menu berbuka puasa. Semua jamaah. Dan, masyarakat setempat. Bagi masyarakat setempat menyakini mengonsumsi kolak ayam yang dimasak oleh juru masak semuannya laki-laki bisa mengobati segala jenis penyakit. Uniknya lagi, wadah kolak ini bukan baskom. Tapi, masyarakat desa setempat membawa wadah ember. Untuk kuah dan ramuan rempah atau Sanggring.

EMBER WADAH KUAH : Daging ayam dimasukkan dalam wadah ember kemudian ditambahu kuah yang juru masak semuannya lelaki pada tradisi Sanggring Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ( Foto dokumen: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mengutip dari buku “Grissee Kota Bandar” Kolak ayam atau Sanggring, tradisi ratusan tahun ini telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2019. Kolak ayam Desa Gumeno rasanya gurih legit dengan isian ayam kampung di dalamnya. Makanan inilah yang menjadi ikon tradisi ini. Awalnya, kolak ayam berfungsi sebagai obat. 

Menurut kisahnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem bernama lengkap Syekh Maulana Zaenal Abidin, berdakwah di Desa Gumeno pada 1540 Masehi. Putra pertama dari Sunan Giri (Sunan Maulana Ainul Yaqin) ini mendirikan sebuah masjid di desa tersebut. Tak lama usai membangun masjid, Sunan Dalem jatuh sakit.

Kabar sakitnya Sang Wali ini cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit). Sakitnya Sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingung mencari obat penyembuhnya. Hingga pada 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem. 

Dalam mimpi itu beliau mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan. Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.

Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00 WIB. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya. (yad/bersambung)

Ini Tradisi Malam Likuran Ramadan di Gresik  Selengkapnya

Hujan, Perayaan Imlek di Gresik Khidmat

GRESIK,1minute.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili atau 2024 di Gresik berlangsung khidmat. Puluhan warga Tionghoa merayakan pergantian tahun dengan melakukan sembayang di Klenteng Kim Hin Kiong Gresik pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 9-10 Februari 2024 . Tidak ada pesta kembang api, kesenian Barongsai dan  Wayang Potehi dalam menyambut pergantian tahun menuju Sio Naga Kayu tersebut. 

Hujan deras yang mengguyur Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini dianggap sebagai berkah bagi umat Tridharma. Mereka berdoa untuk keselamatan Bangsa yang bakal menggelar hajatan 5 tahunan, Pemilihan Umum, 14 Februari 2024. Keharmonisan dalam rumah tangga maupun masyarakat termasuk negara. “Karena menjelang Pemilu, kami menggelar Imlek secara sederhana. Hanya sembayang dan berdoa bersama,” kata seorang pengurus Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kim Hin Kiong pada Sabtu, 10 Februari 2024.

Dalam pantauan wartawan 1minute.id pada Sabtu pagi ini, kelenteng berada di Jalan Setia Budi, Desa Pulupancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik masih terlihat ada beberapa orang yang sedang melakukan sembayang. Mereka melakukan ritual berdoa sendiri-sendiri. “Tadi malam, Saya tidak bisa ikut sembayang bersama. Rumah saya bocor,” ujar seorang warga usai sembayang di kelenteng yang berdiri sejak 1 Agustus 1153 masehi atau 871 tahun itu. 

Meski sembayang sendiri, mereka terlihat khusyuk. “Selain berdoa untuk kedamaian. Kami juga berdoa untuk keluarga dan pribadi agar diberikan seger waras (sehat),” ujarnya.

Menurut Chen, salah satu warga Tionghoa, Dalam merayakan Tahun Baru Imlek ada tradisi turun temurun yang masih dipertahankannya. Diantaranya, tidak boleh bersih-bersih rumah hingga mandi keramas. Bersih-bersih rumah, katanya, dilakukan sebelum Imlek. “Kalau hari ini (Tahun Baru Imlek) kami tidak boleh bersih-bersih rumah bahkan keramas pun tidak dianjurkan tidak dilakukan,” katanya.  Ada keyakinan, membersihkan sampah di rumah pada Imlek adalah menolak rezeki. “Karena ini sudah turun temurun sehingga saya mempercayai,” katanya. 

Kelenteng Kim Hin Kiong ini berada di Kampung Arab yang dekat dengan Pelabuhan Gresik. Ada ratusan rupang para dewa yang mereka hormati. Rupang dewa yang paling dihormati diantaranya, Mak Co Thian Sang Sing Bo atau Dewi dan Dewi Kwan in. Rupang Dewa Mak Co Thian Sang Sing Bo diletakkan di bagian tengah altar. Mak Co Thian Sang Sing Bo  adalah Dewi Laut. (yad)

Hujan, Perayaan Imlek di Gresik Khidmat Selengkapnya

Hanya DiriMu Semata, Karya Riyanto Menyita Pemerhati Seni Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Puluhan Pelukis Jaw Timur menggelar Pameran Seni Lukis di TIC Kota Pasuruan. Pameran bertajuk Tadabur Rupa ini digelar mulai 30 September hingga Ahad, 8 Oktober 2023. Puluhan lukisan karya para “maestro” lukis di Jawa Timur dipamerkan. 

Salah satunya, H.M Riyanto. Pelukis kaligrafi asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini, banyak menyita perhatian pengunjung maupun para seniman. Karya lukis Riyanto berjudul “Hanya DiriMu Semata” yang mendapatkan apresiasi dari seniman muslim Indonesia yakni Al Khattat Pasuruan Ustadz Syamsul Huda, Sidogiri, Pasuruan dan Kiai juga penyair Clurit Emas, D. Zawawi Imron dari Madura. 

Lukisan berukuran diameter 120 centimeter itu, sangat elok. “Hanya satu bulan Saya membuatnya,” kata Riyanto dikonfirmasi melalui pesan WhatApps pada Sabtu, 7 Oktober 2023. Dalam diakripsinya,  menyebutkan bahwa huruf Wawu sebagai visualisasi personal akan sebuah karya dalam satu sesi kehidupan. Bermacam-macam keinginan manusia yang sudah bagian dari kodratnya. 

“Hanya diriMu semata adalah suatu keyakinan akan Tuhan semesta Alam yaitu Allah SWT yang telah memberikan nikmatNya kepada kita tanpa kita sadari”. 

Lafaldz dalam karya “Iyyaka na’budu waiyyaka nasta’iin, hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kamu memohon pertolongan”. Lafaldz iyyaka dalam Alfatihah ayat ke-5 ini menunjukkan adanya  perhatian dan pembatasan, maksudnya adalah setiap umat Muslim tidak diperkenankan untuk menyembah selain kepada Allah SWT sebagai bentuk ketaatan.

Lafadz Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in bermakna bahwa Allah SWT memerintahkan  kepada umat muslim untuk ikhlas dalam beribadah dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Bahwa kedudukan ibadah lebih tinggi di atas segalanya. Ayat Iyyaka nasta’in dan ihdina shiratal mustakim mengandung pengakuan tentang kelemahan manusia dan keharusan meminta pertolongan kepada Allah SWT. 

“Kita meminta pertolongan kepada Allah SWT dalam beribadah, dalam setiap doa yang diamalkan setelah sholat,” kata Riyanto dalam diakripsi karyanya. Sedangkan, visualisasi bulatan berjumlah 17 biji adalah jumlah rakaat dalam sholat wajib 5 waktu sholat dan lukisan dalam huruf wawu adalah rukun Islam yang menjadi tuntunan kita sebagai umat Islam.

Siapa Riyanto? Riyanto, tumbuh di keluarga pelukis. Ayahnya seorang pelukis kaligrafi kaca. Pamannya juga berkecimpung di bidang melukis. Ia mengikuti jejak ayah dan pamannya menjadi seorang pelukis kaligrafi. Ia memulai pameran sejak 1991. Karya-karya kaligrafi yang mengkritisi kondisi sosial masyarakat. 

Diantaranya, berjudul Dream Noah Ship Future juga sedang dipajang di Malaysia. Lukisan itu menggambarkan sebuah kapal pesiar yang mengangkut banyak penumpang. Beragam agama mereka. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Di atas kapal pesiar itu, semuanya rukun. “Andai dunia bisa damai. Akan sangat menyenangkan,” kata Riyanto suatu hari. 

Lewat lukisan itu, dia ingin bercerita kehidupan di darat yang menggambarkan kesibukan manusia yang sebenarnya. Sementara itu, di bagian bawah menceritakan bagaimana sebuah fondasi kehidupan. Kemudian, di fase langit adalah kehidupan setelah meninggal.

Di dalam lukisan yang bercerita tentang kehidupan tersebut, Riyanto tetap menyisipkan ayat-ayat Alquran di dalamnya. “Bagi saya sebenarnya setiap seniman punya cara penyampaiannya sendiri-sendiri. Dan menyampaikan secara visual itu paling mudah. Hal itu nantinya juga bisa membuat orang-orang bertanya,”jelas Riyanto. Lukisan kali terakhir berjudul Ikan Bandeng menjadi koleksi Presiden Joko Widodo. Riyanto mengaku belajar kaligrafi dari Ustadz Faiz Abdur Rozzaq di Bangil, Pasuruan tersebut. (yad)

Hanya DiriMu Semata, Karya Riyanto Menyita Pemerhati Seni Indonesia  Selengkapnya

Pelukis Remaja Ariel Ramadhan Gelar Pameran Lukisan Tunggal Lautan Kreasi Gunakan Akrilik dan Serbuk Emas 

GRESIK,1minute.id – M Ariel Arkana Ramadhan, 23, untuk kali keempat menggelar pameran lukisan tunggal. Pelukis remaja siswa Sanggar lukis Daun ini memamerkan 24 karyanya di Kalcer Social Space Jl. Sulawesi No.1 Surabaya mulai 20 Mei sampai 31 Mei 2023. Pameran lukisan-gambar kali ini mengusung tema Lautan Kreasi.

Ariel Ramadhan, panggilan M. Ariel Arkana Ramadhan adalah salah satu murid Sanggar DAUN. Ariel Ramadhan bergabung sejak di kelas 2 SD Kreatif Barata Jaya (SD Muhammadiyah 16 Surabaya). Sejumlah prestasi nasional hingga internasional telah diraihnya. Seniman muda kelahiran Surabaya, 13 Desember, 23 tahun ini semakin terasa dan 

produktif menghasilkan karya sejak lima tahun terakhir. Pada 2019, Ariel Ramadhan menelorkan picture book berjudul Pinisi. Pada 2020, Ariel Ramadhan mulai menggelar pameran tunggal. 

Tahun ini, pameran tunggal keempat Ariel Ramadhan mendapatkan respon positif kalangan seniman lukis di tanah air. “Tahun ini, ada 24 karya lukis-drawing media kertas dan kanvas dengan berbagai teknik: manual drawing, canting, print fotografi dan digital grafis, sapuan kwas dan pisau palet dan lainnya,” kata Ariel Ramadhan didampingi gurunya, Arik S Wartono. 

Diantara 24 karya tersebut, terdapat 4 karya lukis akrilik di atas kanvas utuh ukuran 300×150 cm. Mayoritas objek tentang laut dan satwa prasejarah. Salah satu karyanya fenomenal yang menjadi magnet pengunjung berjudul Lautan Kreasi. Lukisan itu memiliki diameter 100 cm. Lukisan abstrak dengan media kanvas menggunakan cat akrilik dengan serbuk emas. “Ini karya pertama Saya memakai serbuk emas,” jelas Ariel Ramadhan.  

Menurut pendiri Sanggar DAUN Arik S.Wartono, kegitan ini merupakan rangkaian perayaan Bulan Menggambar Nasional 2023. “Tahun ini mengambil tema besar “Gembira Menggambar” secara serentak dari Aceh hingga Papua diikuti oleh lebih dari 4000 seniman dan 250 komunitas seni budaya dari seluruh Indonesia,” kata Arik S.Wartono, kurator pendiri sekaligus pembina Sanggar DAUN pada Senin, 22 Mei 2023.

Dalam pameran tunggal ini, kata Arik, imajinasi Ariel Ramadhan melalui objek-objek laut dan dinosaurus dalam karya-karyanya seakan sedang berupaya membangkitkan kembali gen atau jiwa maritim Nusantara yang saat ini nyaris terlupakan oleh berbagai faktor sosial-politik global. Karya terbarunya seri “Beautiful Ocean #1” dan “Beautiful Ocean #2”, akrilik di atas kanvas 300×150 Cm, Ariel Ramadhan tampak mulai piawai dalam eksplorasi karya-karya lukis berukuran besar dengan tingkat kematangan teknik yang semakin berkembang.

“Seorang seniman muda memang sudah seharusnya begitu, terus melakukan inovsi baru dalam karya-karyanya sehingga publik seni terutama penggemar karya-karyanya selalu dimanjakan oleh eksplorasi yang selalu baru dan segar,” kata Arik. 

Terkait media kanvas dengan bertabur serpihan emas, kata Arik, bukan kali pertama di Indonesia. Sebelumnya, ada pelukis yang telah memakai serbuk emas. “Salah satunya pelukis senior A.D. Pirous, pelukis kaligrafi kontemporer,” jelas Arik. (yad)

Pelukis Remaja Ariel Ramadhan Gelar Pameran Lukisan Tunggal Lautan Kreasi Gunakan Akrilik dan Serbuk Emas  Selengkapnya

Nguri-nguri Budaya Kiai Baka, Ketupat Day Pekauman,Teko Tok Mule Wareg

GRESIK,1minute.id – Suasana Kampung Pekauman lebih ramai dari biasanya. Warga kampung berada di belakang masjid Jamik di Kecamatan/Kabupaten Gresik itu sedang merayakan Lebaran Ketupat. 

Dilansir dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Online, Lebaran Ketupat merupakan salah satu tradisi masyarakat muslim di Indonesia, khususnya yang berada di Pulau Jawa. Lebaran Ketupat kerap diidentikkan dengan tradisi slametan yang sudah berkembang di kalangan masyarakat Nusantara.

Bagi masyarakat di Kampung Pekauman atau biasa disebut Kampung Kauman, tradisi Lebaran Ketupat itu sudah turun temurun sejak puluhan tahun. Sehari setelah hari Raya Idul Fitri atau 2 Syawal, sebagian besar warga di Kampung Kauman kembali melakukan puasa sunnah selama enam hari. Puasa syawal ini dapat dilakukan secara berurutan ataupun tidak.

Selama puasa Syawal, suasana di Kampung Kauman terasa sepi dibandingkan suasana  perkampungan lainnya, seperti Kampung Semarangan, Bedilan, Trate dan lainnya yang  banyak ditemui warga berlalu lalang untuk melakukan silaturahi atau halalbihalal atau unjung-unjung ke sanak saudara. Nah, Sabtu hari ini, 29 April 2023 suasana kampung Kauman lebih ramai dibandingkan suasana kampung tetangganya tersebut karena masyarakat setempat menggelar Lebaran Ketupat.

HALALBIHALAL : Komunitas Arrochimiyah atau penggemar kopi Cak Rokhim menggelar halalbihalal di Kampung Pekauman pada Jumat malam, 28 April 2023

Tahun ini, Lebaran Ketupat di Kampung Kauman Gresik diperkirakan lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, pemerintah dan masyarakat setempat menggelar Kupatan Day Pekauman. Mulai camat Gresik hingga seluruh lurah atau kepala desa se- Kecamatan Gresik akan hadir dalam acara Kupatan Day Pekauman. Seremonial akan dipusatkan di TK Muslimat NU 29 Mahkota.

Dalam flayer yang diunggah oleh @zubairiahmad555 narasinya cukup menggelitik diantaranya ada tradisi kupat liwat; dibuka untuk umum; omah sak kampung Pekauman mbukak blak (seluruh rumah se kampung Pekauman terbuka); teko tok mule wareg ( datang saja pulang kenyang).

Kampung Pekauman yang memiliki jumlah penduduk 4.300 jiwa di tujuh RT. Menu makanan yang biasa disajikan ada opor ayam.  Makna opor ayam adalah lambang permintaan maaf. Opor yang terbuat dari santan memiliki arti pangapunten atau permintaan maaf. 

Sementara itu, Sesepuh warga Pekauman Ahmad Zubairi menceritakan sebelum Hari Raya Ketupat Idul nguri-nguri budaya atau ziarah ke makam Kiai Baka mulai dilakukan tahun ini. “Sebelumnya, warga sendiri sendiri melakukan ziarah ke makam Kiai Baka,” kata Bairut, panggilan akrab, Ahmad Zubuairi pada Sabtu, 29 April 2023. (yad)

Nguri-nguri Budaya Kiai Baka, Ketupat Day Pekauman,Teko Tok Mule Wareg Selengkapnya

Lestarikan Tradisi Kolak Ayam Gumeno, Warisan Budaya tak Benda Jadi Magnet Wisatawan 

GRESIK,1minute.id – Bulan Suci Ramadan memasuki malam 23 (malam teku likur) pada Kamis, 14 April 2023. Di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik terdapat tradisi Kolak Ayam Gumeno. Warisan temurun ini memasuki  ke-498 tahun. Kolam Ayam tercatat sebagai Warisan budaya tak benda (WBTB).

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyebut tradisi Kolak Ayam atau Sanggring di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar ini adalah warisan semangat syiar Islam. “Harus dilestarikan,” kata Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah di dampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Abu Hasan. Saat menghadiri Semarak Sanggring ke-498 yang digelar di halaman Masjid Jamik Sunan Dalem pada Kamis, 13 April 2023.

Tradisi Sanggring kolak ayam tak lepas dari kisah Sunan Dalem, putra kedua Sunan Giri yang membangun masjid di Desa Gumeno sebagai upaya syiar Islam.”Setelah tidak lama masjid yang dibangun berdiri, Kanjeng Sunan Dalem malah jatuh sakit,” kata Bu Min.

Sakit yang dialami Sunan Dalem, tambahnya, kemudian selalu mengonsumsi jinten dan berbagai macam campuran rempah lain yang dipadukan dengan daging ayam.

WABUP GRESIK: Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Gresik Abu Hassan dalam Semarak Sanggring di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Kamis, 13 April 2023 ( Foto : Prokopim fir 1minute.id)

“Menurut cerita, resep tersebut diberikan langsung oleh Sunan Giri melalui mimpi yang terus dipakai sampai sekarang dan dilestarikan menjadi tradisi Sanggring kolak ayam oleh warga Desa Gumeno,” ujarnya.

Uniknya, pembuatan kolak ayam atau Sanggring ini dilakukan oleh kaum adam. Mulai belanja, meracik bumbu, memasak hingga siap disajikan untuk menu buka puasa kepada warga setempat dan wisatawan religi yang berasal dari Desa Gumeno. “Kita harus senantiasa mengingat jasa-jasa beliau. Dimana dalam perjalanan syiar Islam membangun masjid disini hingga sakit kemudian sembuh dengan mengkonsumsi kolak ayam atau yang disebut Sanggring,” tandasnya.

Kepala Desa Gumeno Hasan Fathoni menambahkan, kolak ayam (Sanggring) merupakan sejarah yang harus di lestarikan bersama. Kepatuhan kepada beliau (Sunan Dalem), maka warga Desa Gumeno selalu melanjutkan tradisi tersebut setiap hari ke 22 atau malam 23 Ramadan.

“Ada 5 ramuan dalam pembuatan kolak ayam tersebut, yakni gula merah, jinten, daun bawang, kelapa dan ayam. Tahun ini panitia menyiapkan 220 ekor ayam kemudian dimasak menjadi 2700 porsi,” singkatnya. Warisan Budaya tak Benda (WBTB) selalu di tunggu-tunggu umat muslim maupun para wisatawan lainnya.

Tampak hadir dalam Semarak Sanggring ke-498 ini diantaranya anggota DPRD Gresik Sahrul Munir, Anggota Kadin Gresik Indra Lesmana, Cak dan Yuk Gresik, Gus dan Yuk Mojokerto, Yak dan Yuk Lamongan, Kacong dan Jebbing Madura Cak dan Ning Surabaya serta KH Ali Murtadho asal Bungah. (yad)

Lestarikan Tradisi Kolak Ayam Gumeno, Warisan Budaya tak Benda Jadi Magnet Wisatawan  Selengkapnya