Sinergi ‘Tri Maskada’ , Surabaya Raya Siap Sukseskan Puncak Resepsi Satu Abad NU

GRESIK,1minute.id – Puncak resepsi Satu Abad Nadhlatul Ulama (NU) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo digelar Selasa, 7 Februari 2023. Memasuki H-2 Hari Lahir (Harlah) Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam terbesar di Indonesia sudah lebih dari 1 juta warga Nadhliyin yang menyatakan siap hadir langsung ke Sidoarjo. 

Bahkan ada yang menyebut telah tembus mencapai 2 juta warga Nadhliyin yang sudah mendaftar melalui Google form. Persiapan tuan rumah menyambut kedatangan warga Nadhliyin dalam Puncak Harlah ke-100 NU telah rampung. 

Berbagai wilayah sekitar Sidoarjo sudah melakukan koordinasi dengan apik demi suksesnya acara. Persiapan ini termasuk tiga kepala daerah wilayah Surabaya Raya yang dikenal sebagai ‘Tri Maskada’. Mereka adalah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali.

Ketiga kepala daerah milenial ini mengunjungi Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Minggu siang, 5 Februari 2023 (5/2) siang. Ketiganya tampak berbincang hangat membahas sejumlah hal, terutama yang berkaitan dengan peran tiga kepala daerah tersebut.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam keterangannya menjelaskan, dukungan dari kepala daerah di Surabaya Raya adalah bukti kecintaan kepada NU dan kepada Indonesia.

“Kami dari Gresik, selain tentu akan sangat banyak warga Gresik yang datang ke Sidoarjo, juga akan mendukung dari berbagai aspek, seperti transportasi, kesehatan, dan relawan untuk membantu para jamaah yang hadir pada 7 Februari nanti,” ujarnya

Sebelumnya, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani juga mengajak seluruh keluarga besar NU Gresik, untuk bersama-sama hadir di Sidoarjo dengan penuh kebahagiaan. Dirinya juga mengingatkan bahwa warga Nadhliyin Gresik adalah warga yang mandiri, karenanya semuanya harus dipersiapkan dengan kesiapan masing-masing dan tetap patuh pada arahan panitia.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali selaku tuan rumah Resepsi Satu Abad NU mengatakan bahwa secara historis ketiga wilayah (Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya) memiliki jalinan yang sangat erat dalam lahirnya NU. 

Hubungan yang erat inilah yang akan terus dijaga hingga saat ini lewat kolaborasi dalam berbagai hal. Di antaranya adalah saling dukung untuk penyiapan kekuatan SDM maupun fasilitas pendukung guna menyukseskan Satu Abad NU, seperti pengerahan relawan Tagana hingga tenaga kesehatan.

“Nanti akan saling support dengan berbagai elemen panitia lainnya. Pokoknya kita dukung penuh, ada dapur umum, bantuan logistik, pos kesehatan, pengamanan, dan sebagainya,” ujar Muhdlor Ali. Pengecekan persiapan hari ini juga dilakukan oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf dan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. (yad)

Sinergi ‘Tri Maskada’ , Surabaya Raya Siap Sukseskan Puncak Resepsi Satu Abad NU Selengkapnya

Satreskoba Polres Gresik Tangkap 3 Pengedar Sabu-sabu di Pulau Bawean  

GRESIK,1minute.id – Dugaan peredaran narkoba marak di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik mendekati kebenaran. Buktinya, perburuan para pengedar dan pencandu yang dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Gresik bersama Polsek Tambak, dan Polsek Sangkapura, Pulau Bawean mengamankan tiga orang pencandu dan pengedar barang haram itu.

Tiga tersangka itu adalah Oktian Rahmanul Hakim alias Tian, 27, warga Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak. Barang bukti yang diamankan oleh tim gabungan Satresnarkoba Polres Gresik dengan Polsek Tambak sebanyak 4 poket sabu-sabu (SS), satu unit timbangan electric, dua pipet kaca, dan satu alat hisap yang terbuat dari botol kaca dan sedotanya, satu  buah sekrop yang terbuat dari sedotan plastik. 

“Tersangka kami tangkap di pinggir Jalan Desa Kepuh Teluk sekitar jam sebelas malam,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kasat Resnarkoba Polres Gresik AKP Tatak Sutrisno dikonfirmasi 1minute.id pada Minggu, 5 Februari 2023. Empat poket SS itu, satu poket dibungkus kertas tisu dan tiga poket disimpan dalam kotak kacamata. 

Operasi pemberantasan peredaran narkoba di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean yang dipimpin oleh Iptu Suhari, Kaur bin Ops Satresnarkoba Polres Gresik itu kemudian dilanjutkan di tempat lainnya. Tepatnya di warung kopi (warkop) Jalan Raya Desa Kota Kusuma, Kecamatan Sangkapura sekitar pukul 02.00 WIB. Dua orang pengedar barang haram berbentuk kristal bening diringkus polisi.

Dua orang itu adalah Slamet Efendi, 26, warga Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak dan Hairus Fandi, 27, tinggal di Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura. Warkop yang mulai merebak di Pulau terluar Kabupaten Gresik itu menjadi sasaran para pengedar narkoba.

Menurut Kasat Resnarkoba Polres Gresik Tatak Sutrisno, penyergapan Slamet Efendi dilakukan dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, pemuda yang hanya mengenyam pendidikan, SMP masih berada di salah satu warkop di Jalan Raya Desa Kota Kusuma, Kecamatan Sangkapura. Tersangka ditengarai menunggu calon pembeli. “Tim gabungan saaat menangkap tangan terduga sedang menggenggam dua poket sabu-sabu,” tegas mantan Kapolsek Menganti, Gresik itu. 

Dalam pemeriksaan di tempat kejadian penangkapan (TKP) Slamet Efendi “menyanyi” narkoba berasal dari Hairus Fandi. “Kami bergerak menuju rumah Hairus Fandi,” tegas Tatak. Ketiga tersangka itu langsung di layar ke Polres Gresik menggunakan kapal cepat  Express Bahari. Selama 3 jam perjalanan Pulau Bawean ke Pelabuhan Gresik  ketiga tersangka itu tangannya di borgol. “Kami melakukan penyidikan untuk pengembangan perkara ini,” kata Tatak Sutrisno. (yad)

Satreskoba Polres Gresik Tangkap 3 Pengedar Sabu-sabu di Pulau Bawean   Selengkapnya

Memanah Lomba terfavorit di Cerita Pandu Athfal Pra Musda PDM Gresik

GRESIK,1minute.id –  Memanah menjadi olahraga favorit peserta Ceria Pandu Athfal (CPA) yang diselenggarakan dalam rangkaian pra Musyawarah pimpinan daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah kabupaten Gresik ke XI. Acara yang diselenggarakan di lapangan Gembus Bungah Gresik ini dibuka oleh Hilmi Aziz, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik dengan pelepasan balon pada Sabtu, 4 Februari 2023.

Hadir pula dalam pembukaan acara Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur Muhammad Harun, Bendahara PDM Gresik M Maftuh, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Gresik Dodik Priyambada, dan Kepala Desa Bungah Subakir.

Dalam sambutannya, Hilmi menyampaikan bangga dengan antusiasme para peserta. “Semoga seluruh peserta bisa mengikuti acara dengan sempurna, sehat wal afiat sampai selesai,” ujarnya. Ceria Pandu Athfal (CPA) merupakan rangkaian acara pra Musyawarah Daerah (Musyda) Ke-11 Muhammadiyah Kabupaten Gresik. 

“CPA ini dikhususkan hanya untuk siswa kelas I sampai IV dengan tujuan melatih beberapa keterampilan,” ungkapnya. Ceria Pandu Athfal ini diikuti oleh 496 siswa dari 28 sekolah/ madrasah Muhammadiyah seluruh Gresik.

Ketua Pelaksana CPA Muflih Arifian menyampaikan, peserta terbagi menjadi 32 kuntum (regu) putra dan 30 putri. “Setiap kuntum dari masing-masing sekolah terdiri 8 siswa. 2  siswa mengikuti lomba individu,” jelasnya. Lomba antar kelompok terdiri dari 4 zona perlombaan, yaitu zona biru tua untuk lomba meniti bambu, zona biru muda untuk lomba kim bau, zona hijau untuk lomba talang emas, dan zona oranye untuk lomba memanah.

Menurut Arifian dari sekian banyak lomba yang ada, lomba memanah menjadi jenis lomba yang paling favorit di acara ceria pandu Athfal kali ini. “Memanah menjadi pusat perhatian baik peserta maupun pendamping dan orang tua yang hadir, karena dari memanah dibutuhkan konsentrasi, tenaga dan keseimbangan diri.” Ujar Fian.

Sementara itu, Moh Dafin Wahyu siswa MI Islamiyyah Muhammadiyah Mojopetung yang juara 2 dalam lomba memanah mengaku senang, karena ini merupakan prestasi pertamanya. “Senang dapat juara 2, walaupun beregu tapi saya dan teman-teman puas,” ujar Dafin usai menerima piala. Sedangkan untuk lomba individu terdiri dari tahfidh dan bina qiroah, mewarnai, serta melipat baju. (yad)

Memanah Lomba terfavorit di Cerita Pandu Athfal Pra Musda PDM Gresik Selengkapnya

Titip 5 Isu Strategis di Musda Aisyiyah, Wabup Gresik Siap Berkolaborasi 

GRESIK,1minute.id – Pengurus Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) ke-XI Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah pada Minggu, 5 Februari 2023. Musda mengusung tema “Aisyiyah Gerakan Perempuan Berkemajuan Membangun Peradaban’, kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah juga berbagai tokoh Muhammadiyah.

Diantaranya, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur Hj Siti Asmah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Moh In’am, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik Idha Rahayuningsih, serta Pimpinan Cabang dan Ranting Aisyiyah se-Kabupaten Gresik. 

Di depan peserta Musda, Wabup Aminatun Habibah menyampaikan beberapa isu terkait peranan perempuan yang ada di Kabupaten Gresik. Yang pertama adalah isu terkait pendidikan,  terkait stunting,  ekonomi,  politik, dan yang terakhir adalah lingkungan terkait sampah. “Kami dari Pemerintah Kabupaten Gresik menitip beberapa hal tersebut, untuk bisa dibahas dan dijadikan program lewat Musda hari ini,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah dalam sambutannya. 

Ia menilai bahwa peranan organisasi perempuan memiliki andil yang sangat besar dalam penyelesaian lima isu tersebut. Oleh karenanya, dalam kesempatan ini, Wabup juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik yang siap untuk bisa berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur Siti Asmah mengaku terkesan dengan Aisyiyah Gresik. Hal ini lantaran Aisyiyah Gresik dinilai sigap dalam penyelenggaraan Musda.

“Agenda kegiatan hari ini adalah pelaporan pertanggungjawaban periode sebelumnya, kemudian penyusunan program kerja yang akan datang, dan pemilihan pimpinan periode 2022-2027. Musda ini sangat penting, karena meletakkan dasar-dasar kiprah Aisyiyah pada periode yang akan datang,” ungkap Siti Asmah. (yad)

Titip 5 Isu Strategis di Musda Aisyiyah, Wabup Gresik Siap Berkolaborasi  Selengkapnya

Zaman Raden Santri Bernama Kampoeng Wunut, Belanda Datang Jadi Kampung Bedilan 

GRESIK,1minute.id –  Bedilan, salah satu kelurahan di Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, JawaTimur. Bedilan memiliki sejarah panjang bagi Kota Gresik yang tahun ini memasuki ke-536. Hari Jadi Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. Penetapannya berdasarkan pada penobatan Sunan Giri  sebagai Kepala Pemerintahan di Bukit Kedaton dengan gelar Prabu Satmata. 

Kampung Bedilan, kawasan perkampungan penduduk pribumi dalam kawasan Bandar Grissee yang berada di tujuh kawasan destinasi, City Tour. Di kawasan Bandar Grissee terdapat Kampoeng Kolonial di Jalan Basuki Rahmat, Kampoeng Pecinan di Jalan Setiabudi, Gresik dan Kampoeng Arab di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapurosukolilo, Gresik. Serta, Kampoeng pribumi, diantaranya Kampoeng Bedilan dan Kampoeng Kemasan. Kawasan di Gresik Kota Lama ini, pusat destinasi wisata di Gresik. Kini ditetapkan sebagai Bandar Grissee itu.

Bandar Grissee yang pusatnya di Jalan Basuki Rahmat itu masuk kelurahan Bedilan. Lalu kenapa bernama Kampung Bedilan? Menurut Muhammad Mahsun, sejarah kampung Bedilan tidak bisa lepas dari sejarah para Waliyullah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Waliyullah diantaranya, Sayyid Ali Murtadho yang dikenal dengan Raden Santri dengan gelar Raja Pandhita Wunut ini. Beliau anak dari Syekh Ibrahim Zainuddin As-Samaraqandy dengan Dewi Candrawulan, kakak dari Sunan Ampel juga sepupuh dari Syekh Maulana Malik Ibrahim. 

“Raden Santri adalah Kepala Syahbandar Gresik setelah Syekh Maulana Malik Ibrahim wafat,” kata Mahsun di pembukaan Festival Jajanan Kampoeng Londo di Jalan Raden Santri, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 4 Februari 2023. Kepala Syahbandar, kini tugasnya mirip kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP), itu bukan orang sembarangan karena harus memiliki banyak keahlian. 

“(Raden Santri, red) Waliyullah,  juga ahli perdagangan, ahli Administrasi dan ahli terkait tentang kesyahbanran,” terang Mahsun yang juga Ketua MWC Nahdlatul Ulama Kecamatan Gresik itu. Sedangkan Wunut, kata Mahsun, merujuk pada keterangan Syahroni, juru kunci Raden Santri/Raja Pandita Wunut ada nama sebuah pohon. Pandita dulu sebutan bagi seorang memiliki keahlian bidang agama. 

Pohon Wunut, terang Mahsun, tumbuh di daerah gersang, pegunungan, lereng yang berfungsi untuk peneduh dan penahan longsor. “Dulu disini, kata Cak Ni (Syahroni) banyak pohon wunut itu. Sehingga di sebut Kampung Wunut. Tapi sekarang (pohon wunut) sudah tidak ada,” terang cucu almarhum KH Salim Jamhari itu. Raja Pandhita Wunut atau Raden Santri wafat pada tahun 1317 saka/1449 M, 15 Muharram abad ke-8 Hijriah.

Pada 1608 masehi Tentara Belanda tiba di Gresik. Pelabuhan Gresik (Bandar Grissee) cukup ramai perdagangan rempah-rempah di dunia, termasuk Belanda. Kondisi Bandar Grissee yang ramai itu, Belanda mendirikan Loji yang digunakan sebagai tempat tinggal, kantor atau gudang.  “Belanda juga mendirikan pabrik bedil (senjata). Informasi yang Saya dapat gedung DPRD Gresik itu dulunya gudang senjata. Karena itu dinamakan Bedilan,” terang Mahsun. 

Festival Jajanan Kampoeng Londo di Jalan Raden Santri, Gresik ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaifudin Ghozali ini dihadiri Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Gresik Choirul Rizal, Camat Gresik Arip Wicaksono, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Gresik Imam Basuki pada Sabtu, 4 Februari 2023. 

Pasar Jajan berakhir Minggu, 5 Februari 2023. Hari pertama, festival Jajanan kali pertama riuh. Aneka makanan khas Indonesia dam Gresik yang langka bisa dinikmati oleh warga. Diantaranya, Putri Mandi, Icak-icak Cetot, Karak Bali Belut,  Ketan Bali, Masin hingga Endog Bader. Penasaran datang sekarang mumpung belum kehabisan ya! (yad) 

Zaman Raden Santri Bernama Kampoeng Wunut, Belanda Datang Jadi Kampung Bedilan  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Bekali 44 Mahasiswa Bestro Pelatihan Entrepreneurship & Mental Health 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik anak usaha Pupuk Indonesia membekali puluhan mahasiswa BESTRO dengan softskill “Entrepreneurship & Mental Health”, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul bagi masyarakat Gresik di masa depan. 

Pelatihan softskill yang dikemas melalui program “Welcoming BESTRO” ini dilaksanakan di Gresik, Jawa Timur, selama dua hari, baru-baru ini. 

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Budi Wahju Soesilo mengatakan bahwa Petrokimia Gresik dalam menjalankan operasional bisnis tidak hanya berfokus dalam menghasilkan produk dan layanan Solusi Agroindustri terbaik, tetapi juga berkomitmen untuk memajukan SDM di tanah air khususnya di Gresik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), salah satunya melalui jalur Beasiswa Petrokimia Gresik atau yang lebih dikenal dengan nama ‘BESTRO’.

“Menciptakan penerus generasi Gresik yang unggul dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan serta perubahan di masa depan, harus dipersiapkan dari sekarang. Karena itu, fasilitas yang diberikan Petrokimia Gresik melalui BESTRO ini komprehensif, mulai dari beasiswa sejak tahun pertama Pendidikan sampai dengan kelulusan bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi asal Gresik, serta memberikan pembekalan softskill, kemudahan untuk magang dan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Petrokimia Gresik,” tandas Soesilo pada pembukaan acara menyampaikan.

Pembekalan kali ini, diikuti oleh 44 mahasiswa S1 program BESTRO angkatan 2019 – 2022. Mahasiswa ini berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta mendapatkan materi mengenai pengalaman dan apa yang dibutuhkan dalam menjalani kuliah S2 di luar negeri oleh Enta Fadila Tapisah, seorang content creator travel dan edukasi lulusan University of Glasgow, Skotlandia.

Pemateri berikutnya adalah Indra Rinaldy dan Siti Sholikah,  owner Panda Lovely Grup. Sebagai couplepreneur, keduanya berhasil mengembangkan bisnis rumahan menjadi cosmetic company store yang saat ini memiliki 11 cabang di Jawa Timur. Tips-tips membangun usaha dan menjaring relasi diberikan sebagai modal menjadi entrepreneur bagi penerima BESTRO.

Pada hari kedua, materi talkshow diisi oleh dr. Hafid Algristian, Sp.KJ. ia merupakan psikiater dan dosen yang aktif dalam mendukung kesehatan mental generasi muda.Tidak hanya dibekali dengan materi, pada acara ini peserta dibimbing membuat project atau aksi sosial dengan melalui program “Youth Action by BESTRO”.

“Para pembicara yang dihadirkan memiliki pengalaman dan ilmu yang menginspirasi. Hal ini harus diserap oleh mahasiswa BESTRO untuk selanjutnya bisa direalisasikan dalam sebuah kegiatan nyata. Para mahasiswa harus bisa menerapkan ilmu yang didapatkan pada saat mengabdi di tengah masyarakat nanti,” ujar Soesilo.

Sementara salah satu mahasiswa BESTRO sekaligus peserta pembekalan, Meriana Dwi Jayanti mengaku bersyukur bisa mendapatkan kesempatan menerima BESTRO. Mengingat benefit yang dirasakannya sangat banyak, mulai dari biasiswa biaya pendidikan dan biaya hidup, berbagai pelatihan peningkatan softskill, kesempatan terlibat dalam social project, serta kemudahan dalam proses pengajuan magang.

“Tentu beasiswa ini sangat memotivasi saya untuk berprestasi di bangku kuliah. Petrokimia Gresik memberikan kebebasan penuh kepada penerima BESTRO, apakah melanjutkan pendidikan lebih tinggi saat lulus S-1, atau bekerja dimanapun,” tandas mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jurusan Ilmu Komunikasi itu.

BESTRO S1 telah dijalankan oleh Petrokimia Gresik sejak tahun 2012. Sampai dengan saat ini penerima program BESTRO sebanyak 139 orang. 94 orang diantaranya telah menyelesaikan kuliah S1.

“Dengan akses pendidikan yang baik, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima BESTRO sehingga nantinya kesejahteraan dapat meningkat. Lulusannya pun bisa menjadi pemimpin Gresik masa depan yang unggul dan inspiratif,” tutup Soesilo. (yad)

Petrokimia Gresik Bekali 44 Mahasiswa Bestro Pelatihan Entrepreneurship & Mental Health  Selengkapnya

Festival Jajanan Kampoeng Londo, Bisa Nikmati Putri Mandi 

GRESIK,1minute.id – Festival Jajanan Kampoeng Londo terasa meriah pada Sabtu, 4 Februari 2023. Puluhan penjual menyajikan jajanan aneka ragam khas Indonesia di sepanjang Jalan Raden Santri, Gresik itu. Kawasan perkampungan warga pribumi yang masuk dalam kawasan Bandar Grissee pun riuh. 

Kawasan Bandar Grissee terdapat Kampoeng Kolonial di Jalan Basuki Rahmat, Kampoeng Pecinan di Jalan Setiabudi, Gresik dan Kampoeng Arab  di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapurosukolilo, Gresik. Serta, Kampoeng pribumi, diantaranya Kampoeng Bedilan, Kampoeng Kemasan. Kawasan ini, sentra destinasi wisata di Gresik Kota Lama (GKL), kini ditetapkan sebagai Bandar Grissee itu.

Pembeli berjubel. Bahkan, sebelum Festival Jajanan Kampoeng Londo itu dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaifudin Ghozali sekitar pukul 14.30 WIB itu. Pembeli yang beruntung bisa menikmati Putri Mandi di Pasar Jajan yang bakal menjadi agenda tahunan bagi warga di Kelurahan Bedilan, Kecamatan/ Kabupaten Gresik itu. 

PUTRI MANDI: Jajanan yang diserbu pembeli dalam
Festival Jajanan Kampoeng Londo di sepanjang Jalan Raden Santri Gresik pada Sabtu, 4 Februari 2023 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Putri Mandi, salah satu jajanan khas Indonesia ini berbentuk bola-bola warna hijau berisi parutan kelapa kemudian disiram dengan kuah seperti bubur sumsum. Nah, bola hijaunya dianggap putri yang terendam santan. “Rasanya, heemmm eunek seru!” kata Ratna, salah pengunjung Festival Jajanan Kampoeng Londo itu.

Cuaca gerimis tidak menyurutkan warga untuk berburu kuliner yang mulai langka di pasaran. Selain , Putri Mandi ada Icak-icak Cetot , Masin, Karak Bali Welut hingga opak dan endog Bader. Menurut Kepala Disparekrafbudpora Gresik Syaifudin Ghozali, kawasan Kampung Bedilan atau Kampung Londo itu telah menjadi perhatian bagi traveler. 

“Dalam waktu dekat ini, ada rencana kunjungan dari Swiss yang akan mampir ke Kampung Bedilan ini,” kata Ghozali saat membuka Festival Jajanan Kampoeng Londo yang dihadiri oleh Camat Gresik Arif Wicaksono, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Gresik Choirul Rizal, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Gresik Imam Basuki serta lurah dan kepala desa se-Kecamatan Gresik itu. 

Camat Gresik Arip Wicaksono mengatakan, Festival Jajanan Kampoeng Londo, salah satu ikhtiar untuk meningkatkan ekonomi warga melalui UMKM. “Kami berharap Festival ini bisa menjadi agenda rutin tahunan,” kata Wicaksono. (yad)

Festival Jajanan Kampoeng Londo, Bisa Nikmati Putri Mandi  Selengkapnya

Sukses Transformasi Pengelolaan Dana Bergulir Eks PNPM-Mpd, Kini Bupati Gresik Dorong BUMDes Partnership Sektor Privat 

GRESIK,1minute.id – “Membangun Desa Menata Kota”. Falsafah inilah yang dipegang Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan transformasi pengelolaan dana bergulir masyarakat eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd) menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Lembaga Keuangan Desa (LKD).

Pemkab Gresik meraih capaian 100% transformasi pengelola dana bergulir masyarakat eks PNPM-Mpd menjadi BUMDesma. Atas capaian tersebut, Pemkab Gresik mendapatkan apresiasi dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima penghargaan tersebut dari Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. Gus Yani,begitu Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gresik Abu Hasan pada acara Pesta Rakyat dalam rangka Hari BUMDes di Desa Teluk, Gunung Kijang, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Kamis malam, 2 Februari 2023.

Gus Yani, mengungkapkan pencapaian ini adalah wujud apresiasi atas sinergi antara Pemkab Gresik dengan masyarakat. Kecamatan yang sudah berhasil bertransformasi 100% adalah Kecamatan Wringinanom, Kedamean, Benjeng, Balongpanggang, Cerme dan Duduksampeyan. Kemudian, Kecamatan Dukun, Panceng, Ujungpangkah, Sidayu, Bungah, Tambak dan Sangkapura.

“Dengan adanya transformasi ini, kami dari berharap BUMDesma yang sudah ada bisa bekerja maksimal untuk kesejahteraan masyarakat desanya masing-masing,” harap Gus Yani. Ia bersama Wabup Aminatun Habibah dalam Nawa Karsa, juga tengah mendorong adanya partnership antara BUMDes dengan berbagai sektor privat.

Sementara itu, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar menjelaskan perkembangan BUMDesa tiap wilayah tidak terlepas dari peran kepala daerah. “Penghargaan ini sebagai apresiasi kementerian kepada kepala daerah yang memiliki komitmen memajukan BUMDesa,” ujar Gus Menteri, sapaan, Abdul Halim.

Abdul Halim menilai peran BUMDesa sangat besar bagi perkembangan perekonomian pedesaan. Dengan jumlah mencapai 60.417 BUMDesa, dirinya yakin apabila terwujud suatu konektivitas ekonomi maka dampaknya akan sangat dirasakan desa.

Untuk diketahui sejak berakhirnya PNPM pada 2015, kegiatan simpan pinjam dilanjutkan oleh Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) eks PNPM tidak memiliki payung hukum. Sehingga terbit Peraturan Pemerintah (PP) 11/2021 tentang BUMDes/BUMDesma. Dengan adanya payung hukum tersebut, kesempatan BUMDes/ BUMDesma untuk menjalin kerja sama dengan pihak luar bisa terjadi.

Kemendes PDTT juga terus mendorong transformasi pengelola DBM dari UPK PNPM-MPd menjadi BUMDes Bersama setelah pengesahan Undang-undang (UU) 6 / 2014 tentang Desa. Langkah tersebut sebagai upaya untuk menyelamatkan aset eks UPK PNPM-MPd yang mencapai Rp 12,7 triliun. (yad)

Sukses Transformasi Pengelolaan Dana Bergulir Eks PNPM-Mpd, Kini Bupati Gresik Dorong BUMDes Partnership Sektor Privat  Selengkapnya

Gemapatas “Anti Cekcok Anti Caplok” Masuk MURI

GRESIK,1minute.id – Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Gerakan Pemasangan Patok Batas (Gemapatas). Kegiatan secara daring dan luring ini digelar serentak di 33 Provinsi se-Indonesia. Kabupaten Gresik, Jawa Timur, diantaranya. 

Gemapatas bertujuan  melindungi hak-hak masyarakat atas kepemilikan tanah ini mengusung tema “Anti Cekcok Anti Caplok” dipusatkan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah ini tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI). 

Di Kabupaten Gresik kegiatan dipusatkan di Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas pada Jumat,  3 Februari 2023. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengapresiasi dan mendukung program Gemapatas yang digagas Kementrian ATR/BPN, yang dilakukan secara serentak di Indonesia. Ini akan membantu masyarakat untuk memiliki hak dan kepastian hukum atas kepemilikan tanah.

“Dengan dipasangnya patok tanda batas pemilik tanah, diharapkan juga dapat meminimalisir konflik maupun sengketa batas tanah antarmasyarakat,” ujar Bu Min-sapaan karib- Wabup Aminatun Habibah.

Bu Min berharap program Gemapatas Kementrian ATR/BPN ini terus dilakukan. Tujuan dari diluncurkannya Gemapatas di antaranya sebagai upaya untuk menggerakkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga tanda batas tanah yang dimilikinya. “Intinya untuk menjaga dan menghindari konflik atau sengketa. Ini merupakan langkah pelaksanaan kegiatan PTSL menuju Gresik Kabupaten lengkap,: tegasnya.

Ditempat sama, Kepala ATR/BPN Kanwil Jatim Johanar mengatakan, pemasangan 1 juta patok batas bidang tanah untuk Indonesia. Program ini sebelumnya sudah dilakukan di Kabupaten Gresik. “Tahun 2019 dilakukan di Bawean sedangkan pada tahun 2022 dilaksanakan di Kecamatan Balongpanggang. Untuk tahun 2023 ini dilaksanakan secara nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, suatu negara akan maju dan makmur, apabila data parcial atau fisik ukuran, dan letak tanahnya lengkap. Kemakmuran dimulai dari percil per percil menyambung menjadi desa menjadi kecamatan, kabupaten hingga menjadi provinsi, yang membentuk Negara Indonesia.

“Disamping itu, mereduksi persoalan maraknya mafia tanah, secara otomatis mafia tanah mati dengan sendirinya karana sudah lengkap,” kata Johanar. Dirinya berharap, Provinsi Jawa Timur paling cepat dan terlengkap pertama di Indonesia. “Saat ini secara prosentase Jawa Timur sudah mencapai 70 persen, kurang 30 persen, diharapkan selesai pada 2025,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor ATR/BPN Gresik Asep Heri mengatakan, banyak gerakan dari Kabupaten Gresik diambil menjadi gerakan Nasional salah satunya Gemapatas.

“Ini sudah dilakukan di Kecamatan Tambak sebanyak 113.500 ribu, kedua dilakukan di Desa Mojogede Kecamatan Balongpanggang bersama Bupati Gresik mencanangkan lagi di 4 Kecamatan di 73 desa/kelurahan sebanyak 340.999 ribu. Hari ini akan memasang sebanyak 7.777 ribu patok,” terangnya.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan sertifikat DAK 2023 secara simbolis. Masing masing diserahkan kepada Kepala Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu sertifikat hak pakai nomor 21 untuk penggunaan Hippam Tirta Makmur, sertifikat nomor 24 penggunaan tanah untuk tempat pengelolaan sampah (TPS3R) dan sertifikat hak waqaf no 17 penggunaan tanah untuk Masjid Baitur Rahim.

Serta sertifikat penggunaan tanah untuk perumahan diserahkan kepada Nur Amin, Mohammad Cholid, Abdul Hasib, Muhammad Masyhadi Purwanto, Muhammad Sholih, Lianah dan Sri Haniah. (yad)

Gemapatas “Anti Cekcok Anti Caplok” Masuk MURI Selengkapnya

Kuasa Hukum Meminta Majelis Hakim Membebaskan Terdakwa Perkara Dugaan Pemalsuan Merek Pupuk

GRESIK,1minute.id – Sidang lanjutan perkara pidana dugaan pemalsuan merek dengan terdakwa Achmad Ubadi kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Agenda sidang ada pembacaan nota pembelaan (pledoi) terdakwa yang juga anggota DPRD Gresik itu.

Pledoi dibacakan oleh kuasa hukum terdakwa Achmad Ubaidi, Gunadi dari Kantor Hukum Gunadi & Rekan. Gunadi pada pembelaanya mengatakan bahwa tuntutan jaksa yang membuktikan bahwa Achmad Ubaidi selaku pemilik PT. Gresik Nusantara Fertilizer (GNF) terbukti melanggar pasal 100 ayat (1) UU RI No. 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dan menuntut dengan hukuman penjara selama 1 tahun dan 6 bulan itu tidak mendasar dan tidak dapat dibuktikan secara fakta dipersidangan.

Menurutnya, merek antara pelapor dari PT. Meroke Tetap Jaya (MTJ) dengan milik terdakwa tidaklah sama. Merek dagang Mutiara milik MTJ, sedangkan millik terdakwa ada tulisan GNF Mutiara dan itu sangat berbeda.

“Pada sak karung merek Mutiara milik MTJ tertulis ada logo burung, ada tulisan pupuk NPK, ada Logo SNI NPK padat, warna tulisan merek dan nama merek juga sangat berbeda dengan milik terdakwa. Sementara itu, sak karung pupuk milik terdakwa tidak ada logo burung, tidak ada tulisan pupuk NPK, tidak ada logo SNI dan warna merk Mutiara juga berbeda,” tegas Gunadi saat membacakan pledoi pada Kamis, 2 Februari 2023.

Dipertegas pada pledoi, bahwa diantara nama merek GNF Mutiara dan nama merek Mutiara adalah jelas-jelas sebuah nama merek yang tidak sama, begitupula pupuk dan pembenah tanah adalah berbeda dan tidak sejenis, konsekwensi apabila terjadi pelanggaran terhadap pembenah tanah tidak dikenakan sanksi pidana melainkan sanksi pencabutan Nomor Pendaftaran dan penarikan dari peredaran.

“GNF Mutiara memproduksi Pembenah Tanah, sedangkan Mutiara memproduksi pupuk jenis NPK. Pembenah tanah untuk menyuburkan tanah, sedangkan pupuk untuk menyuburkan tanaman,” jelasnya.

Bahwa berdasarkan fakta GNF Mutiara telah memiliki perizinan berusaha untuk menunjang kegiatan usaha pendaftaran pupuk (pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah) PB-UMKU; 020101015157700000002, dari Menteri Pertanian.GNF Mutiara juga terdaftar di Merek Indonesia, dengan nomor Transaksi: IPT2022198527, Nomor Pemohon: D102022094635, tanggal penerimaan:2022-11-22. 

Dilanjutkan, GNF Phonska terdaftar di Merek Indonesia, dengan nomor Transaksi: IPT2022198586, Nomor Pemohon: D102022094629, tanggal penerimaan : 2022-11-22. Bahwa barang yang diproduksi dan diedarkan adalah Pembenah Tanah bukan pupuk sehingga jelas jenisnya berbeda.

“Berdasarkan analisis hukum setelah menyimak bukti-bukti dan beberapa fakta yang sudah diperoleh dipersidangan perkara ini bukan merupakan tindak pidana, melainkan perbuatan perdata dan seharusnya diselesaikan dengan cara perdata pula sesuai aturan asas yang berlaku dinegara RI “Asas Lex Spesialis Derogat,” urainya.

Ditambahkan Gunadi pada pledoi memohon agar majelis hakim yang menyidangkan perkara ini agar menyatakan terdakwa Achmad Ubaidi telah melakukan perbuatan yang didakwakan tetapi perbuatan itu bukan perbuatan pidana (Onslag Van Alle Recht Vervolging).

“Membebaskan terdakwa lepas dari segala tuntutan hukum (Vryspraak), memulihkan hak dan kemampuan, kedudukan, harkat serta martabat terdakwa seperti keadaan semula,” pungkasnya.

Sidang dengan Majelis hakim yang diketuai M.Fatkhur Rochman ditunda minggu depan dengan agenda tanggapa pledoi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Gresik. (yad)

Kuasa Hukum Meminta Majelis Hakim Membebaskan Terdakwa Perkara Dugaan Pemalsuan Merek Pupuk Selengkapnya