Giliran Warga Desa Lundo Terima Ganti Rugi untuk Percepatan Normalisasi Kali Lamong 

GRESIK,1minute.id – Normalisasi Kali Lamong terus dilakukan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik. Ikhtiar terus dilakukan oleh Pemkab Gresik dalam penanganan banjir Kali Lamong. Diantaranya, menyiapkan lahan untuk digunakan menjadi bagian sistem pengendalian banjir.

Kali ini, Pemkab Gresik bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik memberikan ganti rugi pembebasan tanah di Balai Desa Lundo, Kecamatan Benjeng pada Jumat, 11 November 2022.

Kegiatan penyaluran ganti rugi ini dilakukan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama dengan Kepala BPN Gresik Asep Heri didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Gresik Achmad Hadi serta Muspika setempat. 

“Penyerahan tanah untuk penganganan banjir kali lamong ini merupakan ladang ibadah bagi panjenengan semua, dan semoga menjadi berkah,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.

Banjir memang suatu bencana. Tetapi yang bisa dilakukan adalah pengendalian. Salah satu upayanya adalah dengan responsif seperti saat tanggul jebol di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean pada Oktober 2022. Dan hal lain adalah upaya pembebasan lahan sepanjang aliran sungai untuk pengendalian banjir.

Untuk Desa Lundo, ada lima pemilik tanah yang tanahnya terdampak dalam program pengadaan tanah untuk pembangunan pengembangan sistem pengendalian banjir Kali Lamong.

“Kita dari Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus konsisten dalam pembebasan tanah sepanjang Kali Lamong. Tujuannya tidak lain adalah tanah yang sudah dibebaskan tersebut bisa dimanfaatkan tidak hanya normalisasi, tetapi juga untuk pembangunan fasilitas pengendalian banjir Kali Lamong,”tegas Gus Yani. 

Sementara itu, Kepala BPN Gresik Asep Heri menyampaikan bahwa untuk pembebasan tanah tahun ini ditargetkan mencakup 3 kecamatan dan 4 desa. Rinciannya yakni Desa Jono (Kecamatan Cerme), Desa Lundo (Kecamatan Benjeng), Desa Sekarputih dan Desa Wotansari (Kecamatan Balongpanggang), dengan nilai total sebesar Rp 9,6 miliar.

“Hari ini, kita undang sebanyak 5 pemililk tanah di Desa Lundo dengan tanah seluas 927 m² dengan jumlah total ganti rugi sebesar Rp 565.746.270,”terang Asep Heri. Terkait capaian proses pembebasan tanah, Asep Heri menjelaskan hingga hari ini capaian sebesar 28,81%. “Sisanya sebesar 1,7 hektar dengan nilai ganti rugi senilai Rp. 7,3 miliar Insya Allah akan kita kebut untuk selesai di tahun ini,”imbuhnya. 

Nurali Widodo, salah satu warga Lundo penerima ganti rugi mengaku sangat senang dengan langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Pemilik tanah dengan luas 238 m² ini mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten Gresik dalam upaya penanganan banjir Kali Lamong. “Apalagi nilai ganti ruginya juga sangat layak. Rencananya uangnya akan digunakan untuk memperbaiki rumah,”katanya. (yad)

Giliran Warga Desa Lundo Terima Ganti Rugi untuk Percepatan Normalisasi Kali Lamong  Selengkapnya

Dirut Petrokimia Gresik Diganjar Jer Basuki Mawa Beya atas Peran Kemanusiaan Atasi Krisis Oksigen saat Wabah Covid-19

GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menerima penghargaan “Jer Basuki Mawa Beya Perak” dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Penghargaan itu diberikan kepada Dwi Satriyo Annurogo atas  peranannya sebagai Ketua Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur dalam mengatasi krisis oksigen medis di tengah tingginya kasus Covid-19 Jawa Timur pada 2021. 

Lencana penghargaan disematkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Dwi Satriyo pada momen Upacara Hari Pahlawan di halaman Tugu Pahlawan, Surabaya pada Kamis, 10 November 2022.

Gubernur Jawa Timur dalam amanatnya menyampaikan bahwa, nilai-nilai kepahlawanan dan semua kebaikan harus dirawat. Namun perjuangan di era sekarang merupakan perang dalam bentuk yang baru. “Semangat kerelawanan masyarakat untuk memberi yang terbaik bagi Jawa Timur ini sangat luar biasa, maka dari itu ada pemberian penghargaan dan lencana Jer Basuki Mawa Beya,”ujar Gubernur Khofifah. 

Sementara itu, Dwi Satriyo menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur karena upayanya dalam mengemban amanah bersama Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur untuk membantu masyarakat dalam menangani Covid-19 mendapatkan apresiasi.

“Penghargaan ini adalah bonus. Paling utama kami mampu memberikan kontribusi atau bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di saat terjadi bencana seperti pandemi Covid-19 kemarin. Ini adalah buah kolaborasi dan kerja keras dari seluruh tim di Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur,” tandas Dwi Satriyo.

Penghargaan ini adalah apresiasi Gubernur Jawa Timur atas kontribusi Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur dalam memberikan bantuan oksigen cair sebanyak 31 ton untuk mendukung program Pelayanan Oksigen Gratis oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di beberapa daerah sebagai upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Kala itu, bantuan diserahkan langsung oleh Dwi Satriyo bersama anggota Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur lainnya, yakni direktur/pimpinan perusahaan dari PTPN XII, PTPN X, PT BNI, PT INKA, PT KAI, PT Kimia Farma, PT Pelindo III, Perum Jasa Tirta I, Rumah BUMN, PT Bank Mandiri, PT Semen Indonesia, PT Telkom Indonesia dan PT Garam kepada Gubernur Jawa Timur, di Unit Produksi Oksigen – Air Separation Plant (ASP) Petrokimia Gresik padal 30 Agustus 2021.

Disampaikannya, oksigen cair yang diberikan ini merupakan produk dari Unit Produksi Oksigen Petrokimia Gresik yang dioperasikan kembali setelah 11 tahun berhenti. Dimana reaktivasi ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri BUMN Erick Thohir, agar BUMN berperan aktif dalam membantu pemerintah memenuhi kebutuhan oksigen medis yang kala pandemi Covid-19 menjadi prioritas.

“Reaktivasi Unit Produksi Oksigen ini sekaligus menjadi wujud optimalisasi peran Petrokimia Gresik sebagai Koordinator Satgas BUMN Wilayah Jatim,”tandas Dwi Satriyo.

Ia menambahkan peran Satgas BUMN saat ini terus berkembang. Satgas BUMN juga hadir di tengah-tengah bencana yang melanda di Jawa Timur, seperti erupsi Gunung Semeru akhir tahun 2021. Begitu juga pada saat bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Jawa Timur akhir-akhir ini, seperti di Malang, Blitar, Trenggalek, Gresik dan Banyuwangi.

“Lencana ini kami persembahkan untuk seluruh BUMN yang menjadi anggota Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur. Semoga tim ini bisa terus meningkatkan kolaborasinya dengan senantisa hadir di tengah masyarakat Jawa Timur,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Dirut Petrokimia Gresik Diganjar Jer Basuki Mawa Beya atas Peran Kemanusiaan Atasi Krisis Oksigen saat Wabah Covid-19 Selengkapnya

PN Gresik Gelar Sidang PS di 3 Lokasi Gugatan Achmad Fathoni Melawan Siti Magfirotunnimah

GRESIK,1minute.id  – Pengadilan Negeri Gresik menggelar sidang pemeriksaan setempat (PS) pada Jumat, 11 November 2022. Sidang PS terkait gugatan perdata perbuatan melawan hukum antara Achmad Fathoni Chasan melawan Siti Magfirotunnimah.

Ada 3 lokasi yang menjadi objek yang dilakukan pemeriksaan setempat, yakni tanah di kawasan Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), tanah di jalan Wahidin Sudirohusodo sebelah barat kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik dan satu lagi objek tanah di daerah Jember.

Pemeriksaan sidang setempat perkara perdata No.32/Pdt.G/2022/PN.Gsk dipimpin langsung oleh Ketua Majelis hakim M.Fatkur Rochman yang hadiri oleh kuasa hukum penggugat dan kuasa hukum tergugat serta prinsipal dari pengugat.

“Kami melakukan sidang pemeriksaan setempat untuk memastikan apakah objek yang menjadi gugatan keberadaanya ada apa tidak. Tidak hanya itu, kami juga memastikan letak objek serta batas-batas tanah milik penggugat,”jelas Fatkur sapaan akrabnya.

Lebih lanjut dikatakan, hasil dari pemeriksaan setempat masing-masing pihak baik penggugat maupun tergugat membenarkan bahwa lokasi yang ditunjukkan oleh penggugat merupakan objek yang ada dalam materi gugatan. Masing-masing pihak tidak ada yang keberatan terkait objek yanng tertuang dalam gugatan.

“Untuk lokasi objek yang berada di Kabupaten Jember, kami akan melayangkan surat delegasi ke Pengedilan setempat untuk meminta bantuan agar melakukan persidangan pemeriksaan ditempat,”tegas Fatkur yang juga Humas Pengadilan Negeri Gresik itu.

Setelah melakukan PS, ketua majelis hakim menyampaikan bahwa sidang selanjutnya diagendakan tanggal 17 November 2022 dengan agenda pemerikaan saksi.

Sementara itu, kuasa penggugat Teguh Endi Widodo mengatakan dengan dilaksanakannya sidang pemeriksaan setempat ini majelis hakim ingin membuktikan keberadaan dan kebenaran aset/objek tanah harta bersama milik penggugat yakni Achmad Fathoni Chasan dengan tergugat Siti Magfirotunnimah yang terletak di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, dan di Desa Suci, Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik serta di Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas. Ketiganya berlokasi di Kabupaten Gresik. Sedangkan, di Kabupaten Jember berada di Desa Grenden dan Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.

“Kami berharap setelah dilaksanakan sidang pemeriksaan setempat ini, siapa saja yang melakukan perbuatan hukum di atas tanah harta bersama milik penggugat dan tergugat tanpa persetujuan harus dihentikan karena tindakan itu bagian dari perbuatan melawan hukum,”tegas Teguh.

Ditambahkan Teguh, dasar hukum kepemilikan tanah tersebut selain pembelian dari para petani/ pemilik asal, juga dikuatkan dengan Putusan Pengadilan Negeri Gresik Nomor : 20/Pdt.G/2013/PN.Gsk yang telah diputus tanggal 7 April 2014 Jo Banding PT Surabaya Nomor : 470/PDT/2014/PT.SBY yang telah diputus tanggal 22 September 2014 Jo kasasi MA Nomor : 270/K/Pdt/2016 yang telah diputus tanggal 02 Nopember 2016 Jo Peninjauan Kembali (PK) Nomor: 118 PK/Pdt/2019 yang telah diputus tanggal 10 April 2019.

“Kami mewakili klien kami H. Achamd Fathoni Chasan, meminta maaf atas ketidak nyamanan para pemilik rumah yang tinggal di Perum ABR yang dibeli dengan cara yang benar dan terganggu atas persoalan ditubuh PT. Trisula Bangun Persada, PT. Berkah Bumi Nusantara dan PT. Berkah Puger Sejahtera,”ujarnya.

Sementara itu, Kuasa hukum tergugat Supirman mengatakan bahwa sidang pemeriksaan setempat ini untuk membuktikan bahwa objek tanah menjadi gugatan ada dan tidak mengada-ada. “Kami maupun dari pihak penggugat sepakat dan membenarkan objek tersebut milik penggugat dan tergugat,” jelasnya.

Masih menurut Supirman, dengan adanya PS ini membuktikan bahwa aset milik penggugat maupun tergugat ada pada materi gugatan. Sehingga pihak penggugat mengajukan gugatan sebagai harta bersama.

Untuk diketahui, H. Achmad Fathoni Chasan melalui kuasa hukumnya  Teguh Endi Widodo melayangkan gugatan perbuatan melawan hukum kepada Siti Magfirotunnimah selaku tergugat yang telah mengalihkan, melimpahkan dan menyerahkan dan/atau melepaskan hak atas objek sengketa milik penggugat berupa saham-saham dan beberapa bidang tanah. Akibatnya, penggugat menderita kerugian baik secara material maupun immaterial.

Dalam gugatan disebutkan, penggugat meminta ganti rugi secara material sebesar Rp 300 miliar dan secara immaterial sebesar Rp 1 milar. Penggugat memohon kepada majelis hakim untuk meletakkan sita jaminan atas objek dan memohon untuk objek tersebut sebagai harta bersama antara penggugat dan tergugat.

Menyatakan menurut hukum bahwa tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum berupa mengalihkan, melimpahkan dan menyerahkan dan/atau melepaskan hak atas tanah-tanah dan saham-saham objek a quo milik penggugat dan tergugat (harta bersama) tanpa persetujuan penggugat. Menghukum Tergugat atau siapa saja yang menguasai objek sengketa berupa tanah untuk menyerahkan kepada penggugat dengan seketika dalam keadaan kosong. (yad)

PN Gresik Gelar Sidang PS di 3 Lokasi Gugatan Achmad Fathoni Melawan Siti Magfirotunnimah Selengkapnya

Dinsos dan Disdukcapil Gresik Hunting Perekaman e-KTP ODGJ dan Penyandang Disabilitas

GRESIK,1minute.id – Hati Siti Sofiyah sedang berbunga-bunga. Perempuan kelahiran 1970 atau 52 tahun bisa memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Lebih setengah abad umur perempuan tinggal di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu tidak bisa memiliki e-KTP karena menyandang status Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). 

Sesi pemotretan atau perekaman identitas Siti Sofiyah dilakukan dirumahnya. Ada tiga petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang melakukan pemotretan untuk pembuatan e-KTP itu. Mereka didampingi oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik dr Ummi Khoiroh, Camat Kebomas Yusuf Anshori, Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Gresik Sumangat dan Kepala Desa Sekarkurung Subkhan. 

“Hunting” perekaman e-KTP ODGJ dan penyandang disabilitas berat bagian dari program Nawa Karsa Gresik Seger (Sejahtera, Bahagia dan Berdikari) yang dilakukan oleh relawan TKSK yang sedang merayakan Hari lahir (Harla) ke-13 TKSK itu. Di Desa Sekarkurung ada 3 ODGJ dan 1 penyandang disabilitas berat yang dilakukan perekaman e-KTP. Hujan deras tidak menyurutkan langkah mereka mendatangi satu per satu rumah mereka. 

Mengapa ODGJ dan penyandang disabilitas berat harus dilakukan perekaman e-KTP? Padahal mereka tidak mungkin melakukan transaksi perbankan. 

Menurut Kadinsos Gresik dr Ummi Khoiroh mengatakan, ODGJ dan penyandang disabilitas berat memiliki hak yang sama dengan warga lainnya harus memiliki identitas kependudukan. “Memiliki identitas kependudukan bisa mengakses segala bentuk bantuan. Dasarnya adalah NIK (nomor induk kependudukan),”kata Ummi Khoiroh dalam sambutannya pada Jumat, 11 November 2022. 

Relawan TKSK berkolaborasi dengan pihak desa dan stakeholder lainnya untuk mendapatkan data awal terkait ODGJ maupun penyandang disabilitas berat. Sebab, tidak semua keluarga mau membuka diri terkait anggota keluarga. 

“Kami juga berharap kepada semua pihak bila menemukan ODGJ dan penyandang disabilitas untuk menginformasikan kepada Dinas Sosial. Dan, salah satu bukti nyata permasalahan di masyarakat teman-teman ini (relawan TKSK) yang menindaklanjuti. Saya mengapresiasi karena mereka mendarmabaktikan kehidupan untuk kesejahteraan masyarakat,”ujar Ummi Khoiroh. 

HOME VISITE: Kadinsos Gresik dr Ummi Khoiroh berdialog dengan penyandang ODGJ usai pemotretan e-KTP di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Jumat, 11 November 2022 (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ditempat sama, Koordinator TKSK Kabupaten Gresik Sumangat menambahkan perekaman dilakukan dirumah karena kondisi mereka, ODGJ dan penyandang disabilitas tidak memungkinkan datang ke kantor pelayanan. “Sehinggma, kami lakukan home visite (kunjungan ke rumah). Kami bersinergi dan kolaborasi Disdukcapil,”katanya. 

Data ODGJ dan penyandang disabilitas berat yang sudah dilakukan perekaman akan masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). “Karena data mereka sudah masuk DTKS mereka bisa mendapatkan akses bantuan,”kata Sumangat.  

Sementara itu, Siti Sofiyah terlihat tersenyum. ODGJ berusia lebih 50 tahun hanya memakai daster. Siti Sofiyah pun menolak memakai kerudung kepala. Menurut keluarga, beberapa tahun lalu sempat ada petugas yang berencana melakukan perekaman e-KTP. “Tapi, ia menolak. Ia lari. Alhamdulillah, sekarang mau,”ungkap anggota keluarga Siti Sofiyah. (yad)

Dinsos dan Disdukcapil Gresik Hunting Perekaman e-KTP ODGJ dan Penyandang Disabilitas Selengkapnya

Kick Off 1 Abad NU, 30.000 Kader Nahdliyin Mengikuti Apel Akbar di Alun-alun Sidayu 

GRESIK,1minute.id – Kick Off 1 Abad Nahdlatul Ulama telah dimulai Rabu melam, 9 November 2022. Ribuan warga Nahdliyin tumplek-blek memenuhi jalan Raya Pantai Utara (Pantura) Gresik. Mulai dari Kecamatan Dukun hingga Alun-alun Sidayu. 

Mereka mengikuti pawai Obor dengan berjalan kaki sejauh 10 kilometer dalam perhelatan akbar yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim itu. Kick off 100 tahun organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu pun sangat meriah. 

Tadi pagi, bertepatan Hari Pahlawan dilakukan gelar Apel Akbar 30.000 kader NU dipusatkan di Alun-alun Sidayu. Alun-alun peninggalan Kanjeng Sepuh yang legendaris itu. Apel tersebut dalam rangka menyongsong 1 Abad NU pada 7 Februari 2023 mendatang.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, NU saat ini merupakan organisasi yang dapat mempengaruhi kestabilan bangsa Indonesia. Untuk itu, bupati mengajak seluruh kader NU Jatim khususnya di Gresik untuk selalu menjaga eksistensinya.

BERSAMA KIAI : Bupati Gresik Fandi Akhmad dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama tokoh dan kiai NU dalam kick off 1 Abad NU di Alun-alun Sidayu pada Rabu malam, 9 November 2022 ( Foto : Prokopim Gresik for 1minute.id)

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu juga mengatakan, NU harus bisa berkaca pada tragedi Kanjuruhan yang terjadi tempo hari. Menurutnya, agenda apel akbar dapat menjadi momentum dalam menjaga sesama manusia.

“Dalam kesempatan yang luar biasa kali ini, kami mengajak seluruh pengurus dan kader NU untuk terus menebar kedamaian, kerukunan, dan kesatuan bangsa,”ujarnya.

Gus Yani juga menuturkan, tragedi Kanjuruhan di Malang patut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dalam menjaga sesama manusia, terutama generasi muda NU. “Dimana perhelatan akbar ini merupakan momentum bagi kita sebagai generasi muda untuk saling menjaga antar umat manusia,”mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Sebelum Apel Akbar 30.000 Kader NU yang bertepatan dengan Hari Pahlawan itu, mulai Rabu malam, 9 November 2022  kegiatan Ziarah Wali dan Muassis NU, Kirab Obor, penampilan 1.000 ishari, dan festival Damarkurung khas Gresik. Juga, istighotsah, ijazah kubro dan Apel Akbar Kader NU yang puncaknya dilaksanakan tepat pada 10 November 2022 pagi.

Rangkaian kegiatan itu dihadiri sejumlah kiai sepuh NU. Diantaranya, Wakil Rais AM PBNU KH Anwar Iskandar, Rais Syuriah PWNU Jatim KH M. Anwar Manshur, dan KH Abdul Matin Jawahir, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, dan kiai serta Bu Nyai di Gresik dan sekitarnya. (yad)

Kick Off 1 Abad NU, 30.000 Kader Nahdliyin Mengikuti Apel Akbar di Alun-alun Sidayu  Selengkapnya

Hari Pahlawan, Siswa MI Poemusgri Punguti Sampah di Bandar Grissee 

GRESIK,1minute.id – Pendidikan karakter tidak bisa instan. Harus sejak dini, seperti yang dilakukan ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Poesmugri Gresik pada Kamis, 10 November 2022.

Sebanyak 197 siswa terlihat memunguti sampah yang berserakan di sepanjang Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Gresik itu. Kawasan di Gresik Kota Lama ini menjadi jujugan warga pascarevitalisasi yang dilakukan kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dengan Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCK-PKP) Gresik ini. 

Pedestrian alias trotoar yang luas mirip di kawasan Malioboro, Jogjakarta itu sepekan belakangan ini menyedot perhatian warga ketika pagi dan malam hari. Sayangnya, pengunjung kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ratusan siswa madrasah berlokasi di Jalan Sindujoyo, Kelurahan Kroman, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu yang memakai atribut perjuangan dan pramuka memunguti sampah. Mereka tanpa canggung memungut lalu dimasukkan dalam tas kresek yang telah disediakan oleh sekolah itu.

HARI PAHLAWAN: Siswa MI Poemusgri Gresik foto bareng usai melakukan GPS (Gerakan Pungut Sampah) di Kawasan Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Gresik pada Kamis, 10 November 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Memungut sampah ini program baru sekolah. Namanya, GPS (Gerakan Pungut Sampah),”kata Kepala MI Poesmugri Gresik Aunul Rofiq pada Kamis, 10 November 2022. Program GPS baru tiga bulan diluncurkan. “Kami ingin melatih kesadaran anak untuk peduli lingkungan,”imbuhnya. 

Oni, begitu biasa disapa menambahkan, GPS bagian dari pendidikan karakter siswa untuk pengenalan kepada lingkungan. “Kebetulan hari ini, bertepatan Hari Pahlawan, siswa kami ajak untuk bersih-bersih di sekitar Bandar Grissee ini. Pembelajaran out door. Sekaligus mendukung program Pemkab Gresik untuk peduli lingkungan,”tegasnya. 

Sekitar pukul 08.00, ratusan siswa kelas I sampai VI MI Poemusgri Gresik tiba di Kawasan Bandar Grissee. Mereka didampingi para gurunya. Mereka membentuk kelompok untuk memunguti sampah.  Dalam hitungan menit mereka bisa mengumpulkan sampah sebanyak 5 tas kresek. Jenis mulai puntung rokok hingga sampah plastik. (yad)

Hari Pahlawan, Siswa MI Poemusgri Punguti Sampah di Bandar Grissee  Selengkapnya

TMMD Kodim 0817/Gresik Berakhir, Wabup Gresik : Jaga dan Peliharaan Hasil TMMD untuk Kesejahteraan Masyarakat 

GRESIK,1minute.id – TMMD ke-115 Kodim 0817/Gresik di Pulau Mengare, Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik resmi ditutup pada Rabu, 9 November 2022. Upacara Penutupan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa digelar di halaman Kantor Bupati Gresik. 

Inspektur upacara adalah Kepala Staf Koarmada II Laksamana TNI Andi Abdul Azis itu dihadiri diantaranya Danrem 084/BJ Brigjend TNI Terry Tresna Purnama ; Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Usai upacara dilanjutkan penyerahan hasil pelaksanaan TMMD kepada Wakil Bupati Gresik. 

Kepala Staf Koarmada II Laksamana TNI Andi Abdul Azis membacakan sambutan Pangdam V/Brawijaya selaku penanggung jawab keberhasilan operasional TMMD ke 115 menyatakan selama sebulan prajurit TNI melakukan TMMD. Para Prajurit TNI bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, segenap elemen bangsa serta warga masyarakat bahu membahu menyelesaikan Program TMMD. 

“Kebersamaan ini merupakan wujud sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa pada masa sekarang ini, termasuk membantu Pemda mempercepat pembangunan di daerah, masyarakat dan memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat, guna menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan Negara,”ungkapnya.

Menurutnya, ini merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mengatasi segala kesulitan masyarakat serta bisa di jadikan sebagai sarana untuk menumbuh kembangkan jiwa gotong royong, mendorong semangat kebersamaan membangun bangsa dan mempererat Kemanunggalan TNI-Rakyat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi terhadap sinergitas antara Pemerintah Daerah dan TNI yang bahu- membahu dengan penuh kebersamaan selama 1 bulan penuh menyelesaikan program TMMD,”kata Laksamana Andi Abdul Azis. 

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengajak masyarakat di kepulauan Mengare, Desa Kramat, Kecamatan Bungah untuk menjaga dan merawat segala hasil pembangunan, baik fisik maupun non fisik yang diselenggarakan selama kegiatan TMMD ini agar bisa memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. 

“Tolong dipelihara dengan sebaik-baiknya, supaya memiliki nilai fungsi dalam waktu yang lama karena melalui program inilah TMMD telah dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat dalam konteks kepentingan akselerasi pembangunan,”kata Bu Min-sapaan karib-Wakil Bupati Aminatun Habibah. 

Ia melanjutkan, program TMMD merupakan salah satu terobosan yang sangat efektif, efisien dan produktif serta seirama dengan tekad pemerintah daerah untuk memacu kreativitas dan prakarsa masyarakat desa, dengan mengimplementasikan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan, guna mewujudkan Kabupaten Gresik bermarwah, maju dan sejahtera.

“Kami berharap semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan dapat membangkitkan peran aktif masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan Pembangunan di Kabupaten Gresik ini,”katanya. (yad)

TMMD Kodim 0817/Gresik Berakhir, Wabup Gresik : Jaga dan Peliharaan Hasil TMMD untuk Kesejahteraan Masyarakat  Selengkapnya

Nawa Karsa Gresik Seger Luncurkan PKH Inklusif, Sasaran 2.450 Penerima Manfaat Senilai Rp 4,9 Miliar 

GRESIK,1minute.id – Program Keluarga Harapan (PKH) Inklusif diluncurkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 9 November 2022. Satu dari sembilan program Nawa Karsa duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Bupati-Wakil Bupati Gresik yakni Gresik Seger (Sejahtera, Bahagia dan Berdikari).

Sebanyak 2.450 warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang mendapatkan manfaat dari program ini. Rincian 500 kelompok disabilitas dan 1.950 kelompok lansia. Anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sebesar Rp 4,9 miliar. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2022.

Launching PKH Inklusif ini dipusatkan di Balai Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom. Sebanyak 85 warga lansia dan 5 penyandang disabilitas mendapatkan program ini. Program PKH Inklusif ini merupakan program orisinil Kabupaten Gresik. 

Program ini ditargetkan menyisir kelompok masyarakat rentan yakni lansia dan difabel yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), namun belum menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim maupun Pemerintah Pusat. Bantuan PKH Inklusif ini diberikan dalam bentuk uang tunai senilai Rp 2 juta yang penyalurannya dibagi 4 kali dalam satu tahun. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, program PKH Inklusif merupakan program yang murni berasal dari temuan dan keresahan di masyarakat. Bupati Yani bercerita, suatu waktu dirinya bersama wabup turun di lapangan dan bertemu dengan masyarakat.

“Suatu waktu saya bersama Bu Wabup bertemu dengan warga. Disana saya mendapati fakta di lapangan bahwa ada masyarakat penyandang disabilitas yang tidak tersentuh bantuan apapun dari sejak lahir hingga berusia 25 tahun,”kenangnya. 

Dari temuan tersebut, bupati yang akrab disapa Gus Yani ini bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah (Bu Min) berkomitmen untuk mencari jalan keluar atas masalah tersebut. Komitmen inilah yang kemudian menjelma menjadi Nawa Karsa dengan PKH Inklusif sebagai bentuk nyata jawaban permasalahan tersebut.

Gus Yani juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, utamanya DPRD Gresik yang sudah memberikan dukungan agar program ini bisa berjalan. Namun, sebagai suatu program baru, Gus Yani menyadari perlunya dukungan dari berbagai pihak agar program PKH Inklusif berjalan seperti yang di cita-citakan.

“Program ini memang masih baru, pasti akan ada kekurangan disana sini. Oleh karenanya kami memohon kepada seluruh pihak untuk aktif berkoordinasi dengan Dinas Sosial jika ada masyarakat yang membutuhkan tetapi belum masuk dalam PKH Inklusif. Kita niatkan agar program ini tidak hanya sekedar di acara seremonial, namun bisa terus berjalan berkesinambungan,”harapnya dalam acara yang dihadiri Staf Ahli Kementerian Sosial Asep Sasa Purnama ini. 

Sementara itu, Staf Ahli Kemensos Asep Purnama dalam keterangannya mengakui bahwa program PKH Inklusif merupakan suatu terobosan kreasi dan inovasi yang luar biasa dari Kabupaten Gresik. “Ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam menangani masalah sosial di masyarakat. Mudah-mudahan program dari Kabupaten Gresik ini bisa menular dan menginspirasi kota/kabupaten lain,”ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, untuk mengatasi permasalahan yang akan muncul dalam pelaksanaan PKH Inklusif Dinas Sosial meyediakan Quick Respons.

“Tim quick respons ini akan menerima laporan dari masyarakat manakala ada masyarakat yang layak mendapat bansos PKH Inklusif tetapi datanya belum masuk. Dari laporan masyarakat tersebut, kemudian akan dilakukan assesment oleh tingkat desa untuk selanjutkan diusulkan masuk dalam data penerima PKH Inklusif,”terang Ummi. (yad)

Nawa Karsa Gresik Seger Luncurkan PKH Inklusif, Sasaran 2.450 Penerima Manfaat Senilai Rp 4,9 Miliar  Selengkapnya

Lindungi Lingkungan di Kawasan Kalimireng, Bupati Gresik dan Petronas Menanam 10 Ribu Mangrove 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 10 ribu pohon mangrove ditanam di kawasan Kalimireng, Desa ManyarSidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Selasa, 8 November 2022. 

Penanaman secara  simbolis dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, President Director Petronas Indonesia Yuzaini MD Yusof, Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa Nurwahidi, dan Danlanal Batuporon Letkol Laut Mahfud Efendi.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, penanaman bibit mangrove ini merupakan bentuk kesadaran dari perusahaan, pemerintah maupun stakeholder untuk kelestarian lingkungan. 

“Tanggungjawab sosial dan lingkungan, adalah komitmen perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan. Guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat,”ujar Fandi Akhmad Yani. 

Ia menambahkan Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi upaya dan strategi untuk menjembatani hubungan antara pemerintah, stakeholder dan masyarakat. Yang harus berkelanjutan dan berkesinambungan, tantangan resesi sudah jelas tapi tidak boleh waspada berlebihan. 

“Tantangan resesi sudah jelas, kemudian isu kemiskinan menjadi PR besar dan sesuai arahan Presiden bahwa pada 2023 angka kemiskinan dan stunting harus turun,”tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Masih kata Bupati Fandi Akhmad Yani, upaya untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove ini, tidak dapat dilaksanakan hanya oleh Pemerintah, melainkan dibutuhkan keterlibatan dan kerjasama semua pihak. “Melalui kegiatan pada hari ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat dalam mendukung kelestarian alam dan lingkungan,” tandasnya.

Sementara itu, President Director Petronas Indonesia Yuzaini MD Yusof menjelaskan, kegiatan yang bertajuk “Mangrove Untuk Kebaikan, Bersama Petronas” merupakan turunan dari rencana strategis IOG 4.0, yang diinisiasi oleh SKK Migas sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan.

“Program ini juga merupakan bagian dari langkah kongkrit, untuk mendukung _Petronas Sustainability Agenda_ dalam rangka pencapaian target Net Zero Carbon Emission (NZCE) pada 2050,”ungkapnya.

Pihaknya yakin, penanaman pohon mangrove ini juga berfungsi sebagai habitat bagi berbagai spesies biota laut, berkontribusi juga pada kesehatan ekosistem di sekitarnya secara keseluruhan. Penanaman pohon ini merupakan, yang kedua di tahun ini, sebelumnya kami sudah melakukan penanaman 30 pohon setinggi 2 meter berlokasi di fasilitas ORF kami.

“Sangat penting bagi kita untuk mengedukasi hal ini, mudah-mudahan program pelestarian lingkungan ini tidak berhenti disini, kita harus bersama menjaga dan merawat, agar membawa dampak positif lingkungan dan masyarakat sekitar,” pungkas Yusof. (yad)

Lindungi Lingkungan di Kawasan Kalimireng, Bupati Gresik dan Petronas Menanam 10 Ribu Mangrove  Selengkapnya

Pujasera Bisa Ditempati, Tempat Relokasi Pedagang Terdampak Pelebaran Jalan Manyar 

GRESIK,1minute.id – Pembongkaran lapak terdampak pelebaran Jalan Raya Manyar, Kabupaten Gresik bakal berlanjut. Saat ini, baru 57 kios dari 155 kios yang sudah diratakan dengan tanah. Masih tersisa cukup banyak yakni 98 lapak yang harus dibongkar untuk keperluan proyek strategis nasional (PSN) berada di Jalan Deandles, Pantai Utara (Pantura) Gresik.

Disisi lain, pembangunan pujasera yang bakal menjadi tempat relokasi sebagian pedagang terdampak pelebaran jalan Raya Manyar itu terus di kebut. Sebab, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menginginkan sebelum pekerjaan pelebaran jalan Raya Manyar dilakukan antara Januari atau Februari 2023, pedagang bisa membuka lapak di tempat baru tersebut. 

Camat Manyar Zainul Arifin mengatakan, progres pembangunan pujasera sesuai dengan jadwal yang telah disepakati antara Pemkab Gresik, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali. “Bahkan saat ini, sudah 23 stan yang siap untuk ditempati,”kata Zainul kepada  1minute.id pada Senin, 7 November 2022. Puluhan stan lokasi di bagian selatan. Lantai stan sudah dipasang keramik. “Ada WC dan instalasi sudah terpasang,”imbuh mantan Sekretaris Kecamatan Kebomas itu. 

MAKET: Pujasera Manyar tempat relokasi pedagang terdampak proyek pelebaran jalan raya Manyar ( Foto : skrenshot)

Ia optimistis, pembangunan stan pujasera berada di lapangan Sunan Giri di Desa ManyarSidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu selesai sesuai jadwal. Dalam pengamatan wartawan 1minute.id bangunan pujasera sudah berdiri megah. Konstruksi baja. Sejumlah pekerja masih terlihat melakukan sejumlah pekerja. Pujasera itu 

bakal digunakan para pedagang yang terkena imbas proyek pelebaran jalan raya Manyar. Jarak pujasera dengan jalan raya sekitar 200-an meter. Pujasera itu akan dilengkapi sarana penunjang seperti taman dan fasilitas umum dengan lahan parkir luas, musala, serta arena permainan anak. Selain pekerja fisik bangunan pujasera. Juga, dilakukan perataan tanah untuk parkir. Ada satu unit alat berat yang melakukan perataan tanah tersebut. 

Pembangunan pujasera itu dibiayai secara gotong royong oleh perusahaan yang berada di Kecamatan Manyar. Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Formula Pertama. Untuk pembangunan pujasera serta kelengkapan lainnya, tambahnya, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 2,5 miliar. (yad)

Pujasera Bisa Ditempati, Tempat Relokasi Pedagang Terdampak Pelebaran Jalan Manyar  Selengkapnya