Pemuda asal Jateng ini, 3 Kali Masuk Penjara karena Mencuri Motor

GRESIK,1minute.id – Baru 5 bulan Tri Endrianto bebas. Tapi, lelaki 36 tahun asal Palebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah itu, masuk penjara lagi. Sudah kali ketiga,  Tri Endrianto keluar-masuk penjara. Perkara sama yakni pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Kali terakhir Tri Endrianto beraksi di Jalan Sunan Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 7 September 2022 lalu. Tri menggasak sepeda motor Honda Scoopy W 2819 BA. Motor matik itu di parkir korban di depan rumah. Sebelum ditinggal ke warung kopi korban mengunci stir.

Bagi Tri Endrianto menjebol kunci stir gampang. Tersangka Tri Endrianto hanya butuh waktu tidak lebih 3 menit dengan menggunakan kunci berbentuk huruf T itu. Namun, seperti kata pepatah sepandai-pandai tupai melompat akan jatuh. 

Malam itu, Tri Endrianto diteriaki maling. Massa semburat keluar dan mengejar. Tri Endrianto tertangkap.  Massa yang sudah gemes menggebuki tersangka hingga babak belur.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan pihaknya melakukan penangkapan curanmor yang meresahkan masyarakat. Ditangkap saat beraksi pada Rabu, 7 September 2022 di Kebomas.

“Pelaku yang ketahuan korban diteriaki maling. Pelakunya sudah kami amankan, ada petugas dan masyarakat di lokasi kejadian,”tegas AKBP Nur Azis didampingi Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro kepada awak media di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 12 September 2022.

Barang bukti yang diamankan adalah satu unit sepeda motor, kunci motor leter Y yang telah dimodifikasi, tiga buah anak kunci, satu kunci ukuran 10-12, kontak sepeda motor palsu, satu kunci rumah dan tas ransel.

“Tersangka yang diamankan ternyata adalah residivis, sudah melakukan aksi di beberapa tempat. Tersangka baru keluar dari penjara lima bulan lalu,”imbuh alumnus Akpol 2002 itu. Tersangka dijerat dengan Pasal 363 Ayat 5 KUHP. (yad)

Pemuda asal Jateng ini, 3 Kali Masuk Penjara karena Mencuri Motor Selengkapnya

Gelapkan Uang Perusahan Leasing Rp 1,3 Miliar, Dua Terdakwa Dituntut Berbeda. Ini Alasannya

GRESIK,1minute.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Nugroho Tanjung  menuntut terdakwa I Rosaria Fahmi selama 1 tahun dan terdakwa II Hadi Nurcahyo selama 3 tahun. Tuntutan jaksa penuntut kepada terdakwa tindak pidana penggelapan dalam jabatan di PT Astra Seday Finance itu berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan dimana kedua terdakwa memiliki peran berbeda.

Terdakwa I, Rosaria Fahmi dalam perkara ini berperan mengeluarkan dan meng-input data anggunan BPKB dari debitur tanpa melalui prosedur atau mekanisme pengeluaran BPKB di PT. Astra Sedaya Finance serta tanpa sepengetahuan dari Operation Head (OH). Rosaria dalam perkara ini tidak ditahan.

Sedangkan, terdakwa II Hadi Nurcahya selaku karyawan sales yang menyuruh terdakwa I untuk mengeluarkan BPKB. “Kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana dalam jabatan melanggar  Pasal 374 jo. Pasal 55 ayat (1) ke- 1 jo. Pasal 64 ayat (1) kuhp. Menuntut terdakwa I dengan hukuman penjara selama 1 tahun dan terdakwa II dengan hukuman penjara selama 3 tahun,”ujar Nugroho saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Gresik pada Senin, 12 September 2022.

Dijelaskan pada tuntutan, terdakwa I telah membantu terdakwa II mengeluarkan fisik BPKB dari dalam brankas yang tidak sesuai dengan mekanisme atau standar prosedur operasional (SOP) di PT. Astra Sedaya Finance Cabang Gresik dalam hal ini atas nama debitur Samsul Anam, Alifah Vidianah, Agus Susanto dan melakukan entry data BPKB dengan menggunakan BPKB copyan atas nama debitur Yohanes Agung Kusuma dan Fera Andayani.

Terdakwa II memberikan uang kepada terdakwa I dalam bentuk non tunai/ transfer secara bertahap sebanyak 7 (tujuh) kali dengan total sebesar Rp 8 juta.  Atas tindak pidana ini, PT. Astra Sedaya Finance Cabang Gresik mengalami kerugian sebesar Rp 1,31 miliar lebih tepatnya Rp.1.315.880.000. Sidang dengan majelis hakim yang diketuai Agus Walujo Tjahjono ditunda minggu depan dengan agenda pembelaan dari kedua terdakwa. (yad)

Gelapkan Uang Perusahan Leasing Rp 1,3 Miliar, Dua Terdakwa Dituntut Berbeda. Ini Alasannya Selengkapnya

Bupati Gresik Bantu Kaki Palsu dan Modal Usaha bagi Penyandang Disabilitas

GRESIK,1minute.id – Arif Susanto bakal kembali aktif di organisasi kepemudaan, Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Di organisasi, salah satu badan otonom (Banom) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) itu, ia menjabat Wakil Ketua I Ranting GP Ansor Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.

Arif vakum sejak kehilangan satu kakinya karena amputansi akibat penyakit yang dideritanya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan bantuan kaki palsu kepada Arif. Tim assessment dari Dinas Sosial (Dinsos) Gresik telah melakukan pengukuran kaki dirumah Arif di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah pada Selasa, 13 September 2022.

“Bantuan kaki palsu itu karena Arif adalah kepala keluarga yang punya masa depan panjang untuk membahagiakan anak dan istrinya,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Kepala Dinsos Gresik dr Ummi Khoiroh menyatakan, pihaknya meminta jajarannya untuk survei perihal yang dibutuhkan Arif. “Assessment hari ini sudah kami lakukan, tim kami ke rumahnya untuk melakukan pengukuran kaki,”katanya pada Selasa, 13 September 2022.

Dinsos, kata Ummi Khoiroh, akan mengalokasikan anggaran untuk kaki palsu bagi penyandang disabilitas. Harapannya, bantuan ini bisa meringankan beban mereka.

Dokter lulusan Unair ini melanjutkan, proses pembuatan kaki palsu ini butuh waktu 10 hari. Dilakukan oleh vendor yang sudah bekerjasama dengan Dinsos.

“Tapi memang Mas Arif ini baru dioperasi, jadi harus nunggu tiga bulan sampai operasinya sembuh sempurna agar tidak ada komplikasi dan infeksi sekunder. Jadi mungkin perkiraan Desember baru bisa kami salurkan,”ujarnya.

Ummi menyatakan, bantuan ini tak hanya diberikan ke Arif. Namun, perhatian ini juga akan dialokasikan kepada penyandang disabilitas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik lainnya. Di APBD 2022, jelas Ummi, pemerintah daerah mengalokasikan Rp150 juta. Sementara, ada 4.800 penyandang disabilitas.

“Jadi sesuai kebutuhan mereka bisa kaki palsu atau kursi roda ataupun lainnya. Tahun ini memang baru 20-an yang tercover. Satu kaki palsu Rp 7 juta,”imbuhnya. Tak hanya bantuan tersebut, Ummi memastikan para penyandang disabilitas mendapatkan bantuan sosial. Diusulkan melalui PKH maupun BPNT. 

“Jika memiliki anak, seperti Mas Arif akan kami daftarkan jadi Program Indonesia Pintar (PIP) serta BPJS Kesehatan. Selain itu kalau mau berwirausaha, akan kami fasilitasi modal UMKM,”terangnya.

Bagaimana tanggapan Arif Susanto? Arif mengaku senang bakal mendapatkan kaki palsu dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Bantuan itu akan membuat kepercayaan diri untuk berkarya semakin bersemangat.  “Saya masih punya semangat untuk bekerja karena ada anak dan istri yang harus saya nafkahi. Saya juga masih aktif di kepengurusan Ansor, makanya saya masih ingin berkhidmat di NU,”ucap Wakil Ketua I Ranting GP Ansor Sekapuk itu. (yad)

Bupati Gresik Bantu Kaki Palsu dan Modal Usaha bagi Penyandang Disabilitas Selengkapnya

Pol PP Gresik Bongkar Dua Reklame Roti Kadaluwarsa

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik melakukan razia reklame bodong. Dalam operasi yang dilakukan aparat penegak peraturan daerah (Perda) itu menurunkan dua reklame di depan Serikat Jaya Jalan R.A. Kartini, Gresik dan depan Toko Anugerah di Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Gresik. 

Kepala  Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik Suprapto menyatakan, reklame di dua tempat perbelanjaan itu diturunkan karena tidak memiliki izin alias izin kadaluwarsa. “Izin reklame sudah mati,”ujar Suprapto di sela pengamanan demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 13 September 2022.

Di depan toko Serikat Jaya, yang diturunkan adalah reklame Khong Guan. Ukuran 4 m x 3 m dengan konstruksi besi setinggi 7 meter dan menghadap timur dan barat. Di reklame satu sisi ditumpuk 6 banner. Artinya, banner lama ditumpuk dengan yang baru. Sehingga ada 12 banner yang disita oleh Pol PP Gresik. 

Sedangkan, reklame Khong Guan di toko Anugerah berukuran 10 m x 3 m. Reklame dipasang diatas toko. Reklame itu terdapat 3 banner (lama ditumpuk baru hingga 3 lapis).

“Dua reklame itu melanggar Perda 2/2022 dan Perbup 6/2019,”terang Suprapto. Perda. Gresik Nomor 2/2022 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat. Sedangkan, peraturan bupati (Perbup) Gresik Nomor 09 /2016 tentang Penyelenggaraan Reklame di Kabupaten Gresik.

Saat ini, kata Suprapto, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan pemilik /penjaga terkait izin penertiban/pembongkaran reklame habis masa itu. “Sementara kami ambil mateti banner dulu,”ujarnya. (yad)

Pol PP Gresik Bongkar Dua Reklame Roti Kadaluwarsa Selengkapnya

Aksi Penolakan Kenaikkan Harga BBM Merambah ke Gresik, Siap Awasi BLT warga Terdampak 

GRESIK,1minute.id – Aksi penolakan kenaikkan bahan bakar minyak (BBM) menjalar ke Kabupaten Gresik. Aksi dilakukan oleh aliansi sejumlah aktivis di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Diantaranya, Gerakan Penolak Lupa (Gepal) , Forum Kota (ForKot) ; Kasbi dan Paramaniaga Pedagang Alun-alun Gresik

Aksi dibawa duet komando Syafiudin dan Abdul  Wahab mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian. Dalam aksi dilakukan di dua tempat yakni Gedung DPRD Gresik dan Kantor Bupati Gresik ini mereka membawa tujuh tuntutan. Yakni, Turunkan Harga BBM ; Berantas dan usut tuntas mafia BBM ; Stabilkan harga sembilan bahan pokok ; dan Memastikan penerima BLT tepat sasaran. Kemudian, Tolak UU Omnibuslaw ; Naikkan Upah Buruh 30 persen dan Pemda harus bertanggung jawab atas dampak kenaikan BBM.

Di depan gedung parlemen di Alun-alun Gresik Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik para aktivis diterima oleh tiga anggota DPRD Gresik yakni Syaikhu Busiri,  Muhammad dan Asroin Widyana. Ketiga Ketua Komisi II, III dan IV DPRD Gresik sepakat dengan tujuh tuntutan peserta aksi. Sebab, mereka juga ikut terimbas kenaikkan harga BBM itu. Ketiga anggota DPRD Gresik menemui massa aksi didampingi oleh Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis. 

TEMUI PENDEMO : Kepala Kesbangpol Gresik Nanang Setiawan bersama Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis dan Kasat Pol PP Suprapto menemui massa yang menolak kenaikan harga BBM di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 13 September 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Akan kita bawa ke pusat,”kata Muhammad kepada peserta aksi. Terkait bantuan sosial bagi warga terdampak kenaikan BBM tidak tepat sasaran, Syaikhu Busiri meminta masyarakat ikut terus mengawasi. “Kalau ada bansos yang tidak tepat sasaran silakan melapor ke saya,”tegas politisi dari PKB Gresik itu. Syaikhu Busiri berharap, pertemuan kali pertama bisa terjalin intens untuk saling mengawasi terkai bansos kepada masyarakat terdampak kenaikan harga BBM.

Setelah dari gedung parlemen, massa melanjutkan aksi di depan Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.  Massa ditemui oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gresik Nanang Setiawan. 

Nanang sepakat dengan tuntutan peserta aksi. Namun, desakan massa aksi yang meminta Pemkab Gresik ikut bertanggung jawab terkait kenaikan harga BBM, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, itu tidak bisa menjelaskan secara rigit langkah Pemkab Gresik. Sebab, penyaluran bansos bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik terdampak kenaikan BBM berada di Dinas Sosial Gresik. Nanang Setiawan berusaha meminta Dinsos Gresik hadir menemui pengunjuk rasa. Namun, selama 10 menit massa menunggu tidak ada kejelasan kehadiran dari aparat Dinsos Gresik. 

“Kita balik kanan. Kita akan minta pertanggungjawaban bila penyaluran bansos tidak tepat sasaran,”kata korlap Syaifudin.  Sebelumnya, Abdul Wahab menegaskan, subsidi yang selama ini digelontorkan pemerintah tidak pernah dihabiskan oleh masyarakat miskin. “Yang menghabiskan subsidi itu adalah oknum pemerintah yang koruptor,”tegas Wahab. (yad)

Aksi Penolakan Kenaikkan Harga BBM Merambah ke Gresik, Siap Awasi BLT warga Terdampak  Selengkapnya

Masa Tunggu Haji Puluhan Tahun, Paket Umrah Diminati Warga

GRESIK,1minute.id – Minat warga Gresik untuk beribadah di Tanah Suci Makkah cukup tinggi. Pada Agustus 2022 sebanyak 1.235 warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berangkat umrah. Tingginya minat warga Gresik untuk umrah karena masa tunggu haji reguler cukup lama. Puluhan tahun. 

Berdata terbaru dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) per 23 Februari 2022, di Indonesia orang yang ingin pergi berhaji harus menunggu sekitar 20 hingga 30 tahun lamanya. Selain itu, peraturan terbaru paska pandemi yang membatasi usia jemaah maksimal 65 tahun.

Umrah menjadi alternatif bagi warga untuk ke Tanah Suci, Makkah. Kementerian Agama (Kemenag) Gresik menyebutkan, hingga kini di Kabupaten Gresik terdapat 6 penyelenggara umrah yang terdaftar di Kemenag. Banyaknya perusahaan penyelenggara umrah ini menunjukkan minat ibadah umrah cukup tinggi. Bahkan Kemenag Gresik mencatat sejak Agustus, jumlah warga Gresik yang berangkat umrah mencapai 1.235 orang.

Menindaklanjuti fenomena tersebut, pihak Kemenag Gresik juga mengupayakan pelayanan maksimal dengan memberikan estimasi waktu pelayanan kurang lebih 20 menit bagi pemohon atau perwakilan datang di Kantor Kemenag Gresik untuk menyerahkan berkas untuk diverifikasi sebagai bahan pembuatan rekomendasi umrah.

Antusiasme masyarakat ini tercermin dalam kegiatan pelepasan jamaah umrah YPI Darussalam yang dilepas langsung oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pada Senin, 12 September 2022.

Bu Min, begitu sapaan akrab, Wakil Bupati Aminatun Habibah berpesan dengan tingginya antusias warga yang berangkat umrah diminta mempersiapkan fisik dan mental agar bisa melaksanakan ibadah dengan lancar hingga kembali ke Tanah Air.

Bu Min juga menceritakan kondisi di Saudi Arabia ketika dirinya menunaikan ibadah haji beberapa waktu lalu. “Insya Allah kondisi kesehatan secara umum disana sudah kondusif, apalagi panjenengan semua sudah di vaksin nggih. Mudah-mudahan semuanya sudah siap bekal untuk beribadah, sudah punya bekal berupa kesehatan,”tutur Bu Min saat melepas keberangkatan 135 jamaah umrah dari YPI Darussalam Cerme. Sejak pandemi Covid-19 melandai, penyelenggaraan ibadah haji dan umrah kembali bisa dilakukan setelah sempat terhenti kurang lebih selama dua tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua YPI Darussalam Cerme KH. Saiful Kirom menjelaskan, 135 jamaah umrah yang berangkat hari ini berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik, bahkan ada beberapa yang berasal dari wilayah Lamongan dan Surabaya. Seluruh jemaah ini akan diberangkatkan langsung dari Bandara Juanda, Surabaya langsung ke Madinah.

Sebagai informasi, pada 2022  jemaah haji asal Gresik tercatat 1.051 orang. Jumlah ini berkurang dibandingkan musim haji pada 2019 yakni sebanyak 2.137. Pada 2020 dan 2021 pemerintah menghentikan keberangkatan haji akibat pandemi Covid-19. (yad)

Masa Tunggu Haji Puluhan Tahun, Paket Umrah Diminati Warga Selengkapnya

Motif Tersangka Menghabisi Istri Siri Masih Gelap

GRESIK,1minute.id – Satreskrim Polres Gresik telah menangkap Hendra Setiawan (HS), 43. Pekerjaan serabutan ditangkap anak buah Iptu Wahyu Rizki Saputro, Kasatreskrim Polres Gresik di Surabaya pada Minggu malam, 11 September 2022.

HS ditangkap karena disangka telah menghabisi istri sirinya bernama Elly Prasetya Ningsih. Jasad perempuan 42 tahun itu ditemukan warga area persawahan Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Rabu pagi, 7 September 2022.

Korban Elly adalah istri siri tersangka HS. Mereka hidup serumah selama 7 tahun. Mereka sempat tinggal di Desa Beton, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Namun, warga akhirnya mengusir karena mereka tidak bisa menunjukkan surat nikah. Hendra Setiawan dan Elly kemudian membangun rumah semi permanen di tengah persawahan. Jauh dari warga. 

Informasi yang dihimpun Hendra Setiawan dengan Elly menikah siri selama 7 tahun itu memiliki 1 anak. Hendra ada duda. Sedangkan,Elly masih berstatus istri sah seorang laki-laki tinggal di Lumajang. Selama 7 tahun bersama Hendra Setiawan itu, Elly tidak pernah pulang. Suami sah Elly baru ngeh ketika polisi mendatangi rumahnya di Lumajang. 

Polisi mendapati identitas dan alamat setelah menemukan sidik jari korban.  Tidak diketahui secara persis, apa kesibukan korban Elly selama bersama suami siri di Kabupaten Gresik.  “Kalau profesi korban kami mengetahuinya. Tapi, kalau pelaku adalah pekerjaan serabutan,”kata Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro pada Senin, 12 September 2022.

Penyidik masih terus mendalami motif dan bagaimana cara tersangka membunuh korban. “Tersangka belum mau terus terang kepada Penyidik,”kata Wahyu. Akan tetapi, tersangka mengakui telah membunuh korban. Mengapa korban dibuang ke area persawahan? “Tersangka mengaku agar masyarakat dan keluarga korban mengetahuinya,”ujar Wahyu. 

Seperti diberitakan, warga Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng gaduh pada Rabu, 7 September 2022 sekitar pukul 08.00 WIB. Warga gaduh karena menemukan mayat dalam tas. Nyaris telanjang. Kondisi mayat bau. Diduga lebih dari sehari. Saat ditemukan tanpa identitas. 

Identitas mayat di area persawahan di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik terungkap. Ia bernama Elly Prasetya Ningsih, 42 tahun. 

Korban kelahiran Lumajang. Elly adalah korban pembunuhan. Pelakunya adalah suami siri korban berinisisl Hedra Setiawan (HS), 43 tahun. Tersangka dibekuk anak buah Iptu Wahyu Rizki Saputro di Surabaya pada Minggu malam, 11 September 2022. Polisi masih mendalami motif pelaku yang pernah tinggal di Desa Beton, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu.(yad)

Motif Tersangka Menghabisi Istri Siri Masih Gelap Selengkapnya

Mayat Perempuan Di Desa Gluranploso Dihabisi Suami Siri

GRESIK,1minute.id – Identitas mayat di area persawahan di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik terungkap. Ia bernama Elly Prasetya Ningsih, 42 tahun. Korban kelahiran Yosowilangon, Lumajang. Elly adalah korban pembunuhan. Pelakunya adalah suami siri korban berinisisl Hendra Setiawan (HS), 43 tahun.

Tersangka dibekuk anak buah Iptu Wahyu Rizki Saputro di Surabaya pada Minggu malam, 11 September 2022. Polisi masih mendalami motif pelaku yang tinggal di Desa Beton, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan, selama tiga anggota Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik mendalami penemuan mayat di area persawahan di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng. Mayat perempuan ditemukan pada Jumat, 9 September 2022. Kondisi jenazah membusuk. Bagian perut sudah membengkak sehingga mengeluarkan bau tidak sedap. Bau menusuk hidung setelah bungkus tas bercorak kembang terbuka berisi mayat itu terbuka.

“Hasil penyelidikan dilakukan oleh Satreskrim Polres Gresik, mayat ditemukan di Desa Gluranploso itu korban pembunuhan,”ujar AKBP Mochamad Nur Azis didampingi Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro di Mapolres Gresik pada Senin, 12 September 2022. “Pelakunya adalah suami siri korban. Tersangka kami ringkus di Surabaya pada Minggu malam,”imbuh alumnus Akpol 2002 itu.

Namun, Aziz belum menjelaskan motif dan bagaimana cara tersangka tega menghabisi istri sirinya itu. “Korban dan tersangka nikah siri selama 7 tahun,”kata mantan Kapolres Ponorogo itu. 

Tentang motif dan bagaimana menghabisi istri siri, kata Nur Aziz, penyidik unit pidana umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik masih melakukan pendalaman.  “Tersangka akui telah membunuh korban. Tapi, tersangka belum terus terang bagaimana cara dan motif pembunuhannya,” tegasnya. 

Tersangka HS, setelah menghabisi nyawa istri siri kemudian memasukkan dalam tas. “Mayat dalam tas itu dibawah naik motor dan dibuang di Desa Gluranploso,”katanya. 

Seperti diberitakan, warga Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng gaduh pada Rabu, 7 September 2022 sekitar pukul 08.00 WIB. Warga gaduh karena menemukan mayat dalam tas. Nyaris telanjang. Kondisi mayat bau. Diduga lebih dari sehari.  

Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki mengungkapkan korban ketika ditemukan oleh warga sudah meninggal selama 4 hari. Saat itu, pihaknya melakukan visum et repertum di temukan ada luka sayat di bagian kaki kiri. “Tapi, luka itu tidak mematikan korban,”kata Iptu Wahyu Rizki Saputro usai rilis di Mapolres Gresik pada Senin,12 September 2022. 

Penyidik kemudian melakukan otopsi. Hasil otopsi ada luka bagian belakang kepala korban. “Luka bagian belakang itu karena benda tumpul,”tegas Wahyu Rizki Saputro. Namun,  Wahyu Rizki, belum bisa memastikan luka-luka akibat pukulan atau lainnya. “Masih kami dalami. Karena tersangka masih tidak mau ngomong,”tegasnya. (yad)

Mayat Perempuan Di Desa Gluranploso Dihabisi Suami Siri Selengkapnya

Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari, Ahli Kebidanan, Cucu Sunan Giri di Sumur Songo Khidmat 

GRESIK,1minute.id – Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari berlangsung khidmat pada Ahad malam, 11 September 2022. Pesarean  cucu Sunan Giri itu berada di pemakaman Sumur Songo, Gresik. Haul ahli pengobatan itu dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Menurut Aminatun Habibah, Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari dan bari’an/sedekah bumi, mampu menjadi ajang silaturahmi dan upaya merawat sejarah atau budaya Islam yang ada di Kabupaten Gresik. Untuk itu Wabup berharap nguri-nguri budaya islam itu dapat terus dilestarikan.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Gresik, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Yayasan Makam Sumur Songo yang sudah merawat, melestarikan tradisi budaya dan aset sejarah Islam di Kabupaten Gresik Nyai Ageng Tumengkang Sari,”ungkap Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.

Siapa Nyai Ageng Tumengkang Sari dan legenda cerita Sumur Songo? Bu Min-sapaan karib Wakil Bupati Aminatun Habibah mengatakan Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah salah satu cucu Sunan Giri, Wali Sanga. Penyebaran agama Islam di Indonesia. Nyai Ageng Tumengkang Sari juga berjasa dalam menyebarkan agama Islam. Beliau dikenal sebagai seorang ahli meracik obat atau jamu dan kebidanan dengan menolong ibu-ibu yang hendak melahirkan. 

“Bahkan sampai sekarang sebagian masyarakat masih percaya, yaitu dengan bermunajad di pusara Nyai Ageng Tumengkang Sari supaya proses persalinan bayinya akan menjadi gangsar (mudah dan lancar),”kata Bu Min. Kehebatan Nyai Ageng Tumengkang Sari dikenal sangat luas. Apalagi, Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah perempuan yang cantik. Bahkan, ada seorang pangeran dari Kerajaan Majapahit yang ingin meminangnya.

Nyai Ageng Tumengkang Sari tidak menolak. Sebab, Nyai Ageng Tumengkang Sari khawatir penolakan bisa menimbulkan peperangan. Nyai Ageng Tumengkang hanya meminta satu syarat kepada pangeran yang gagah itu. Menurut cerita, Nyai Ageng Tumengkang Sari meminta pangeran itu membuat 10 sumur dalam semalam. Sang pangeran menyetujui syarat itu. 

Sebelum subuh, pembuatan 10 sumur kelar. Paginya, pangeran menunjukkan hasil pekerjaannya dan berniat menagih janji kepada Nyai Ageng Tumengkang Sari untuk menjadi istrinya. Nyai Ageng Tumengkang Sari  menemui pangeran itu. Dan melihat sumur yang telah di buatnya. Nyai Tumengkang Sari menduduki salah satu sumur tersebut. 

Setelah itu, ia pun menghitung sumur- sumur yang ada tanpa menghitung sumur yang didudukinya. Jumlahnya sembilan sumur. Pangeran merasa tidak percaya. Siji, loro sampai songo. Sumur dihitung berulangkali hanya berjumlah songo (sembilan). Pangeran itu gagal meminang perempuan pujaan hatinya itu. Ia pun marah sampai mengucapkan sumpah serapah. 

“Arek wedok dusun kene ojok onok sing nolak lamarane wong lanang maneh, sampek onok sing nolak lamarane wong lanang maneh koyok sing tak rasakno, dadi perawan tuwo sak lawase(Anak perempuan dusun sini jangan ada yang menolak lamarannya laki-laki lagi, sampai ada yang menolak lamaran anak laki-laki lagi seperti yang saya rasakan, jadi perawan tua selamanya),”ceritanya.

“Nyai Ageng Tumengkang Sari dan kisah Sumur Songo, merupakan sejarah peradaban Islam yang tak terpisahkan di Kabupaten Gresik yang harus kita rawat dan senantiasa kita lestarikan,” tambahnya. “Mudah -mudahan makam ini selain peninggalan sejarah budaya Islam di Kabupaten Gresik, namun juga sebagai pengingat kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang nantinya juga akan kembali kepada Allah SWT,”pungkasnya.

Turut mendampingi Wakil Bupati, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik Johar Gunawan dan Lurah Sidokumpul Sulaiman Rasyid

Sementara itu, Pengurus Yayasan Sumur Songo Hudi Suyanto mengatakan, haul Nyai Ageng Tumengkang Sari digelar tiap 12 Safar.  Serangkaian acara digelar dari hari Jum’at diantaranya pengajian jamaah Siji, khotmil Quran, majelis Yasin dan tahlil, pengajian santri TPQ se Kelurahan Sidokumpul, bari’an/sedekah bumi dan ceramah agama.

“Sebagai Puncak dari serangkaian Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari (cucu sunan giri), akan digelar pada 15 September 2022,”kata Hudi Suyanto. Hudi menambahkan, bahwa di makam seluas 6 hektare sudah resmi menjadi yayasan makam sumur songo, yang sudah dilengkapi surat dari Kemenkumham RI, dengan tujuan mengamankan aset wisata sejarah Islam kota santri dan kegiatan keagamaan.

“Dengan sudah di bangunnya aula baru dan kantor Yayasan Makam Sumur Songo kami berharap nantinya untuk dibuat kegiatan keagamaan seperti TPQ, Majlis Maulidurrasul Muhammad tiap bulannya, serta Majlis Yasin dan Tahlil oleh warga sekitar,”tandasnya. (yad)

Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari, Ahli Kebidanan, Cucu Sunan Giri di Sumur Songo Khidmat  Selengkapnya

Posbakum Masuk Desa, Layanan Hukum Gratis Sinergi Pengadilan Negeri dengan YLBH 

GRESIK,1minute.id – Layanan hukum semakin mudah untuk masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gresik. Pelayanan pun gratis…tis. Sosialisasi pelayanan hukum gratis dilakukan oleh Pos Bantuan Hukum (Posbakum) dari Pengadilan Negeri (PN)/Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Gresik, YLBH Fajar Trilaksana.

Posbakum PN Gresik blusukan ke desa-desa untuk membumikan kemudahan pelayanan hukum itu kepada masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Kali ini, Desa yang mendapatkan penyuluhan dan konsultasi hukum gratis berada di Desa/Kecamatan Kebomas, Gresik. Dengan program “Posbakum PN Gresik Masuk Desa” diharapkan bisa membantu masyarakat mendapatkan edukasi dan pemahaman program yang diterapkan oleh PN Gresik ini.

“Kegiatan ini dalam rangka memperkuat program pemerintah dalam menjamin  upaya membuka lebar akses pintu keadilan bagi masyarakat kurang mampu secara ekonomi  agar mereka mendapatkan hak yang sama didepan hukum,”jelas Direktur YLBH Fajar Trilaksana, Andi Fajar Yulianto pada Jumat, 9 September 2022. 

Ditambahkannya, jaminan ini berdasarkan UU nomor 16/2011 tentang Bantuan Hukum dann Perma RI nomor 1/ 2014 tentang pemberian layanan hukum bagi masyarakat tidak mampu di Pengadilan. “Kami selaku pengelola pelaksana teknis Posbakum di Pengadilan Negeri Gresik, berdasarkan Perjanjian kerjasama/MOU antara Pengadilan Negeri Gresik dengan YLBH Fajar Trilaksana sejak 2021 akan melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Selain stand by dikantor Posbakum yang berada di PN Gresik, kami akan melakukan program Posbakum PN Gresik Masuk Desa dengan mendatangi Desa-desa lainnya di wilayah hukum PN Gresik,” terangnya.

Turut hadir pada kegiataan Posbakum PN Gresik masuk Desa diantaranya, Bagus Trenggono, hakim PN Gresik,  Agus Yulianto, panitera muda (Panmud) Hukum : anggota Posbakum LBH Fajar Trilaksana,  Abdul Latiif, Kepala Desa Kebomas serta puluhan warga yang ikut konsultasu hukum gratis.

“Kami mewakili warga Desa Kebomas merasa bangga dan sangat senang atas masuknya program Posbakum Masuk Desa ini. Semoga masyarakat dapat diberikan pencerahan dan pengertian hukum, yang selama ini kadang salah tafsir terhadap persoalan  hukum,”ujar Kades Kebomas Abdul Latif saat memberikan kata sambutan.

Sementara perwakilan dari PN Gresik, Bagus Trenggono menyampaikan Program Posbakum Masuk Desa ini merupakan Inovasi Pengadilan Negeri Gresik rangka memaksimalkan dan memperluas akses layanan hukum di Kabupaten Gresik.

“Selain inovasi Posbakum Masuk Desa, kami juga melayani konsultasi melalui Zoom Meeting, Instagram, serta melalui media media online lainya. Kami yakin Kerjasama  dengan YLBH Fajar Trilaksana akan mampu menintegrasikan dan melaksanakan program-program inovasi dari PN Gresik,”ujarnya. (yad)

Posbakum Masuk Desa, Layanan Hukum Gratis Sinergi Pengadilan Negeri dengan YLBH  Selengkapnya