GNI Gresik Dulu dan Kini. Begini Penampakannya!

GRESIK,1minute.id – Gedung Nasional Indonesia (GNI) bakal berusia 62 tahun pada 17 Agustus nanti. Berdasarkan prasasti yang menempel di tembok diatas pintu utama, peletakan batu pertama gedung di Jalan Pahlawan, Gresik itu dilakukan pada 17 Agustus 1960. Peletakan batu pertama dilakukan oleh R.Soekarso, Bupati Kepala Daerah TK II Kota Surabaya. 

Bagaimana kondisi gedung berlokasi di Jalan Pahlawan, Gresik itu? Gedung Nasional Indonesia ini sempat mangkrak bertahun-tahun. Gedung tempat pertemuan itu memprihatinkan. Tidak teramat. Sejak 2021, Pemkab Gresik melakukan revitalisasi GNI. Revitalisasi tahap pertama menggunakan sebesar Rp 1.637.448.264,69. 

Revitalisasi tahap dua berdasarkan merujuk pada plakat halaman GNI ini dimenangkan oleh CV Jamus Mashurin Konstruksi dengan nilai kontrak Rp 3,09 miliar. Pekerjaan penataan lanskap bangunan dan finishing selama 150 hari (25 Juli s/d 21 Desember 2022).

Begini kondisi GNI Gresik yang menurut budayawan dan sejarawan adalah heritage atau cagar budaya. Simak hanya di 1minute.id . Geser fotonya! (yad)

Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.

GNI Gresik Dulu dan Kini. Begini Penampakannya! Selengkapnya

Kucing Nunut Motor, Fais Lapor Damkar, Butuh Waktu 20 Menit Merayu Turun

GRESIK,1minute.id – Petugas Damkar Gresik harus memiliki multitalenta. Petugas tidak hanya jago memadamkan amuk si jago merah. Petugas Damkar yang memiliki moto “Pantang Pulang Sebelum Padam” juga harus jago menaklukkan berbagai jenis hewan. 

Kucing, diantaranya. Nah, Minggu malam, 7 Agustus 2022, petugas Damkar Gresik kedatangan tamu. Tamu itu bernama Faiz, sapak satu anak asal Pulau Bawean. Faiz datang untuk melapor karena sepeda motor Yamaha N Max “dinunuti” seekor kucing. Kucing betina sembunyi di kolong sepeda motornya. 

Fais baru ngeh ada seekor kucing warna blontang-blontang itu nunut ketika berada di Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik atau sekitar 1 kilometer dari Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Gresik. 

Karena berulangkali membujuk kucing keluar dari kolong sepeda motornya. Tapi, kucing itu tidak mau. Faiz pun menyerah dan meminta bantuan petugas Damkar Gresik. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengungkapkan sebanyak tujuh personel diterjunkan untuk melakukan evakuasi kucing itu. Tujuh anggota itu adalah Bowo W ( Komandan Regu) ; Tri Yugo B.S., ; Kasmuin ; Dicky A ; Frediyanto R. ; Agung W. ; dan Adi S.W. “Kami butuh 20 menit untuk proses evakuasi. Karena harus membongkar bagian samping bodi sepeda motor,”kata Sinaga. 

Kucing akhirnya bisa evakuasi dengan selamat. Faiz pun lega. Karena kondisi kucing tidak sampai terluka. Selama Agustus ini, ada 9 kejadian evakuasi hewan. Ada ular piton, luwak, tawon dan kucing. (yad)

Kucing Nunut Motor, Fais Lapor Damkar, Butuh Waktu 20 Menit Merayu Turun Selengkapnya

Lokakarya Jurnalistik PWI-AKD Gresik Bagai Oase, Kades Bisa Lapor Dewan Pers, Pemerasan Lapor Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik bersama Asosiasi Kepala Desa (AKD) Gresik menggelar Lokakarya Jurnalistik di AstonInn pada Senin, 8 Agustus 2022.

Lokakarya ini menghadirkan empat narasumber. Yakni, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifin N Wanda, Kanit Tipikor Satreskrim Polres Gresik Ipda Ketut R., dan Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya. Pesertanya adalah para kepala desa (Kades) se-Kabupaten Gresik.

Lokakarya Jurnalistik hasil kolaborasi dan sinergi PWI Gresik dengan AKD  bagai oase bagi para kades untuk menghadapi oknum wartawan. Sebab, selama kehadiran rombongan “wartawan” itu telah membikin para kades resah. 

Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim mengilustrasikan kegelisahan kades untuk melayani oknum wartawan ini. Kades harus ngantor  siang untuk menghindari bertemu wartawan yang belum memiliki sertifikasi uji kompetensi wartawan (UKW) ini. Bahkan, ada gerbang masuk desa memasang plakat bunyinya begini : Pemulung, Pengamen dan Wartawan Dilarang Masuk,”kata Lutfil dalam sambutannya. Lutfil tidak menyebutkan detail nama desanya yang dimaksudkan itu.

Nah, Lokakarya ini memberikan pencerahan kepada para kades untuk menghadapi oknum wartawan mbeling itu. Narasumber memberikan tips menghadapi “wartawan”. Kepala Desa di Kabupaten Gresik tidak perlu takut lagi jika didatangi oknum wartawan. 

Dalam forum itu, menyepakati sejumlah poin antara PWI, AKD, Dewan Pers, Polres Gresik dan Kejari Gresik. Pertama, jika ada oknum wartawan yang datang lalu mengancam dan melakukan pemerasan. Bisa langsung dilaporkan ke kantor polisi. Mulai Polsek dan Polres. 

Kedua, bila ada pemberitaan yang dirasa kurang tepat. Narasumber bisa meminta hak jawab 2×24 jam. Bila tidak digubris, bisa langsung melapor ke Dewan Pers. 

Penandatangan nota kesepahaman tentang pencegahan penyalagunaan profesi pers dilakukan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, Kejari Gresik M. Handan Saragih, Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya, Ketua AKD Gresik Nurul Yatim dan Ketua PWI Gresik Ashadi Ikhsan. 

OASE : Suasana Lokakarya Jurnalistik PWI-AKD Gresik di AstonInn pada Senin, 8 Agustus 2022 (Foto: Istimewa)

Wakil Ketua Dewan Pers M. Agung Dharmajaya meminta agar kepala desa di Gresik tidak takut lagi. Apalagi sampai menghindari wartawan yang datang ke kantor desa. 

Agung sapaan akrabnya, memberikan tips mulai dari menanyakan dahulu kartu UKW wartawan tersebut dan di cek berasal dari perusahaan media mana. 

“Didatangi wartawan tanya UKW. Jika ada pemberitaan kurang tepat silahkan minta hak jawab, jika tidak ditanggapi 2×24 jam mengadu dewan pers. Tidak ada biaya. Silahkan telepon saya,” kata Agung. 

Selama ini, sudah ada 800 pengaduan tentang pers di seluruh Indonesia. Belum ada yang dari Gresik. Dengan adanya Lokakarya Jurnalistik PWI Gresik ini, menambah wawasan kepala desa tentang produk jurnalistik. Jika sudah masuk ranah pidana seperti mengancam, memeras dipersilahkan lapor polisi.

Ketua PWI Gresik Ashadi Ikhsan mengatakan sering mendapat keluhan adanya “wartawan” datang ke desa-desa. Bermodal kartu pers tanpa memiliki perusahaan pers yang berbadan hukum. 

Mulai dari kepala desa, kepala sekolah, dan lainnya. Datang mencari kesalahan lalu meminta uang. Akibat perbuatan mereka, wartawan di Gresik yang sudah memiliki kartu UKW, berasal dari perusahaan media yang terdaftar di dewan pers terkena imbasnya. 

“Kepala desa tidak perlu takut lagi, ada proses hukum. Kalau menghadapi mereka. Harapannya setelah keluar dari sini, ada keinginan kemauan harus melawan. Karena wartawan sebenarnya kena imbasnya,”kata Ashadi.

Ketua AKD Gresik Nurul Yatim menambahkan, mumpung ada dewan pers kepala desa di Gresik menjadi tahu batasan. Ruang informasi publik sejauh mana. “Mana media abal-abal mana media yang punya legalitas bisa memberikan pengertian luas. Dengan adanya lokakarya ini menjadi mengerti sesuai aturan yang berlaku,”tambahnya. (yad)

Lokakarya Jurnalistik PWI-AKD Gresik Bagai Oase, Kades Bisa Lapor Dewan Pers, Pemerasan Lapor Polres Gresik  Selengkapnya

Diduga Lupa Matikan Puntung Rokok Bengkel Mobil Terbakar 

GRESIK,1minute.id – Kebakaran kembali terjadi di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 6 Agustus 2022. Sebuah bengkel reparasi motor di Jalan Raya Desa Babakbawo, Kecamatan Dukun ludes terbakar. 

Bengkel milik Askur itu habis dilahap amuk si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang sempat menimbulkan kepanikan warga desa tersebut. Sebab, amuk si jago merah terjadi saat warga mayoritas terlelap tidur.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik Agustin Halomoan Sinaga, pihaknya mendapatkan kebakaran bengkel  dari Ilyas, anggota Polsek Sidayu pada pukul 22.40 WIB. Dua unit mobil damkar dan suplai air tiba pukul 22.46 WIB. Enam anggota Damkar di Unit Kecamatan Dukun yakni Didik Sulistiyono ; Joko Suprayitno ; Achmad Fauzi ; Ahmad Siswantoro ; Awaludin Jamil dan Anang Mustofa berjibaku untuk proses melakukan pemadaman. 

Proses pemadaman tidak lebih 60 menit. Penyebab terjadinya kebakaran itu masih dilakukan penyelidikan. “Akan tetapi, dugaan awal akibat human error. Pemilik bengkel diduga lalai mematikan puntung rokok,”kata Sinaga. 

Keberadaan Unit Damkar di Kecamatan Dukun itu terbukti efektif petugas melakukan pemadaman. Merujuk Permendagri 144/2018 tentang Standar Pelayanan Minimal sub Pemadam Kebakaran Respon time maksimal 15 menit.  Kejadian kebakaran bengkel petugas Damkar tiba dilokasi “hanya” 6 menit. Kecepatan petugas itu karena lalu lintas lengang dan Damkar berada di dekat posko unit Damkar. 

Namun,  beberapa kejadian serupa,  rata-rata respon petugas itu lambat. Sebab, Dinas Damkar Gresik hanya memiliki 3 posko yakni posko utama di Kantor Pol PP Gresik ; Posko Driyorejo dan Posko Dukun. Dalam Forum Group Discussion (FGD) dilakukan Dinas Damkar dengan pembicara Wakil Ketua DPRD Gresik Nurhamim, Suberi dan anggota Damkar Kota Batu, Jawa Timur, dengan julukan Gresik Kota Industri-julukan lain-Kabupaten Gresik normatifnya posko Damkar ada di setiap kecamatan, 18 kecamatan. 

Selain posko, keterbatasan lainnya ada jumlah personil serta jumlah mobil damkar. Saat ini, Dinas Damkar Gresik memiliki 13 unit kendaraan (6 unit mobil damkar dan 5 unit mobil penyuplai air). Enam unit mobil damkar itu ditempatkan di posko unit Driyorejo dan Dukun. Masing-masing 1 unit damkar dan 1 unit suplai air. Sedangkan, 2 unit damkar dan 3 unit mobil suplai stanby di Kota Gresik. Lalu sisa dua unit ditempatkan dimana? Dua unit mobil damkar mangkrak karena rusak. 

Sinaga mengungkapkan, meski kondisi serba terbatas itu, pihaknya tetap all out untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kami akan membentuk komunitas perusahaan di Gresik yang memiliki mobil damkar. Selain itu, kami akan melakukan MoU dengan Kabupaten/Kota yang berbatas langsung dengan Gresik. Ketika ada musibah kebakaran untuk saling bantu memadamkan,”kata Sinaga. (yad)

Diduga Lupa Matikan Puntung Rokok Bengkel Mobil Terbakar  Selengkapnya

Begini Keriuhan GM Fashion Week, Sambut Tim Eksplore Jelajah Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Pesona Rumah Gajah Mungkur semakin memikat. Halaman rumah yang di bangun 1898 itu bagai ajang fashion show pada Sabtu sore, 6 Agustus 2022. Gajah Mungkur (GM) Fashion Week. 

Suasana halaman pun riuh. Karena model dadakan tampil memikat. Busana yang dipakai pun beragam. Ada kasual, kebaya, pejuang kemerdekaan hingga busana batik karya Akhmad Khoiri, pengusaha batik keturunan keempat pasangan almarhum Haji Djaelan dengan almarhumah Hj Romlah. 

Ia pemilik rumah Gajah Mungkur yang ikonik itu. Motif kain batik yang dipakai oleh dua model yakni Deby dan Chotimah Phoebi Putri Arifin , siswa SMA Negeri 1 Manyar dan SMA Negeri 1 Cerme adalah khas Gresik. Diantaranya, motif Damarkurung, Ikan Bandeng dan Jubung. 

Jubung adalah jajanan mirip jenang terbuat dari ketan hitam yang di taburi wejan. Biasanya Jubung ditempatkan dalam selongsong warna putih kecoklatan yang terbuat dari kulit pohon pinang. Warga Gresik menyebut Ope. 

Puluhan penggemar fotografi mengabadikan momentum itu. Pengguna jalan yang kebetulan melintas di depan rumah Gajah Mungkur di Jalan Nyai Ageng Arem-arem Kelurahan Pakelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik menghentikan laju kendaraan bermotor untuk melongok GM Fashion Week yang dimulai pukul 14.30 WIB hingga menjelang Magrib itu. 

Akhmad Khoiri mengatakan, pihaknya awalnya menggelar hunting fotografi menyambut kedatangan Team Explorer Jelajah Indonesia.

Ada dua model yang difasilitasi untuk memperagakan motif baru batik karyanya. “Ternyata banyak warga yang berminat,”katanya pada Sabtu, 6 Agustus 2022. Melihat tingginya ekspektasi warga, Akhmad Khoiri berencana menggelar event yang lebih besar lagi. “Tunggu tanggal mainnya,”ujarnya.

Bagaimana kesereuan GM Fashion Week? Geser fotonya hanya di 1minute.id. Foto karya Chusnul Cahyadi. (yad)

Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.

Begini Keriuhan GM Fashion Week, Sambut Tim Eksplore Jelajah Indonesia  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Lestari Bumi, Dorong Warga 8 Desa/Kelurahan Membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat

GRESIK,1minute.id – Semarak HUT ke-50 Petrokimia Gresik sekaligus menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda. Menyambut hari istimewa itu, Petrokimia Gresik mengajak masyarakat dari 8 desa/kelurahan di sekitar perusahaan untuk peduli terhadap kesehatan lingkungan melalui program Petrokimia Gresik Lestari Bumi.

Kegiatan tersebut dikemas melalui pelatihan diet sampah dan lomba kebersihan desa, yang penganugerahan pemenangnya dilaksanakan pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, usai menyerahkan penghargaan menyampaikan bahwa, sebagai bagian dari BUMN, Petrokimia Gresik memiliki tanggung jawab sebagai agen pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada profit dan kinerja perusahaan, tetapi juga mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat, khususnya di lingkungan sekitar perusahaan.

“Kesejahteraan masyarakat tidak terlepas dari kesehatan lingkungannya. Oleh karena itu, kami memiliki komitmen tinggi terhadap program-program yang mendorong terciptanya kesehatan lingkungan, salah satu adalah program Petrokimia Gresik Lestari Bumi ini,” ujar Dwi Satriyo.

Melalui pelatihan diet sampah, 80 tokoh penggerak dari delapan desa/kelurahan sekitar perusahaan dibekali pemahaman terkait jenis-jenis sampah, materi pola hidup bersih dan sehat, cara membuang sisa obat dan masker yang benar, penyakit yang bisa ditularkan melalui sampah dan hewan, strategi mengurangi sampah keluarga, ventikultur sebagai contoh urban farming, hingga soal peraturan daerah, sanitasi dan tata ruang.

Selanjutnya, lomba kebersihan desa menjadi stimulus untuk mengimplementasikan materi yang telah diperoleh tersebut. Dalam penjuriannya, Petrokimia Gresik melibatkan sejumlah ahli di bidangnya, antara lain perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG), Duta Lingkungan Jawa Timur, hingga juri internal perusahaan.

Adapun Juara I lomba kebersihan desa diraih oleh Kelurahan Sukorame; Juara II Kelurahan Ngipik, dan Juara III Kelurahan Kroman. Masing-masing pemenang mendapat tunjangan kebersihan senilai Rp10 juta, Rp7,5 juta dan Rp5 juta. Tidak hanya itu, lima desa/kelurahan lain yang menjadi peserta juga mendapat tunjangan kebersihan masing-masing senilai Rp3 juta, antara lain Kelurahan Karangpoh, Lumpur, Tlogopojok, Karangturi, dan Desa Roomo.

Selain menciptakan lingkungan sehat, Petrokimia Gresik juga berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui Pola Hidup Sehat (PHS). Upaya ini diwujudkan dengan memberikan bantuan doorprize serta dana operasional untuk pelaksanaan jalan sehat di delapan desa/kelurahan tersebut, masing-masing senilai Rp15 juta.

“Kesehatan yang utuh tercipta dari lingkungan sehat serta penerapan pola hidup sehat masyarakatnya, sehingga komprehensif dan saling mendukung. Dengan derajat kesehatan yang utuh, harapannya mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga di sekitar perusahaan. Inilah muara atau tujuan dari program-program yang kami gulirkan,” tandas Dwi Satriyo.  

Sementara itu, Lurah Sukorame Uman Iswahyudi usai menerima penghargaan Juara I mengungkapkan bahwa program Petrokimia Gresik Lestari Bumi ini mampu mengubah lingkungan di Kelurahan Sukorame, dari semula gersang menjadi lebih asri, bersih dan adem.

“Karena program ini, masyarakat di Sukorame terdorong jadi lebih kompak dalam hal kesehatan dan kebersihan lingkungan. Semoga apa yang dilakukan Sukorame mampu menginspirasi daerah lain dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat,”tandasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Lestari Bumi, Dorong Warga 8 Desa/Kelurahan Membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat Selengkapnya

PT MKI Pasok 1.668 Ton Produk Mortar untuk Pembangunan Gedung BUMN Center

GRESIK,1minute.id – PT Mitra Kiara Indonesia (MKI) memasok 1.668 ton produk mortar  untuk pembangunan gedung BUMN Center. Perusahaan produsen bahan bangunan turunan dari semen ini unit usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

Mulai Desember 2021 hingga Juli 2022, MKI telah memasok 1.668 ton produk mortar untuk kebutuhan material finishing dinding dan lantai pembangunan gedung BUMN Center seluas 24.649 m2.

Gedung BUMN Center merupakan kawasan perkantoran terintegerasi, yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Di desain oleh Kementerian BUMN untuk meningkatkan efisiensi dan sinergi antarperusahaan milik negara.

Coporate Secretary SIG Vita Mahreyni, mengatakan, sebuah kebanggaan bagi SIG dapat berkontribusi dalam pembangunan gedung BUMN Center sebagai mega project yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN. Hal itu membuktikan kepercayaan tinggi terhadap produk semen dan turunannya yang produksi oleh SIG Group.

Sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terdepan, SIG berkomitmen memberikan jaminan produk melalui proses dan penggunaan bahan baku ramah lingkungan serta memperhatikan faktor keberlanjutan.

“Produk yang di gunakan untuk finishing dinding dan lantai BUMN Center ini Mortar Indonesia Perata Lantai L-1, Mortar Indonesia Perekat Keramik K-1, dan Mortar Indonesia Acian Plester & Beton D-3. Untuk mendukung kelancaran pembangunan tersebut, MKI membangun 2 silo berkapasitas 50 ton di kawasan pembangunan gedung, guna memastikan pasokan produk mortar terjaga”, kata Vita Mahreyni.

MKI menjadi perusahaan penyedia bahan konstruksi, menghadirkan produk mortar berkualitas sebagai solusi dinding, lantai, keramik dan perbaikan bangunan yang ramah lingkungan dan efisien. MKI dilengkapi dengan fasilitas Research & Development Center (R&D) yang merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan pencapaian pertumbuhan industri bahan bangunan di masa depan. 

Selain digunakan untuk membangun BUMN Center, Produk Mortar Indonesia juga digunakan dalam pembangunan besar lainnya diantaranya gedung Data Center Indonesia, perkantoran dan pergudangan ESR GIIC Logistic Park di Cikarang, Jawa Barat.

Produk Mortar Indonesia Perata Lantai L-1 adalah produk mortar instan yang diformulasikan khusus untuk perata lantai untuk aplikasi penambah ketinggian lantai sebelum pemasangan meterial penutup lantai seperti keramik dan granit. Produk ini bisa digunakan di pada lantai interior dan eksterior dan mudah diaplikasikan. 

Produk yang digunakan untuk merekatkan keramik adalah Mortar Indonesia Perekat keramik K-1, produk ini sebagai perekat keramik pada dinding dan lantai, dengan komposisi bahan pilihan yang tercampur secara homogen sehingga hasilnya lebih maksimal. Produk ini bisa mencegah popping pada keramik dan bisa digunakan di interior & eksterior bangunan.

Sedangkan Mortar Indonesia Acian Plester & Beton D-3, yakni produk mortar khusus sebagai acian pada permukaan plester dan beton baik interior maupun eksterior. Produk ini memiliki keunggulan yang dapat diaplikasikan pada interior dan eksterior dinding beton maupun plester, adukan tidak cepat kering sehingga mudah untuk diaplikasikan serta dapat langsung dicat dalam waktu 7 hari setelah aplikasi dan tidak perlu diplamir sebagai bahan dasar pengecatan.

SIG menawarkan berbagai varian lengkap produk mortar sesuai fungsi peruntukan, diantaranya sebagai perekat bata ringan, plesteran, acian, hingga perekat keramik dan granit yang sangat dibutuhkan pelanggan. Hadir dalam kemasan dengan merek Mortar Indonesia, untuk memberikan hasil aplikasi lebih maksimal dan berkualitas. (yad)

PT MKI Pasok 1.668 Ton Produk Mortar untuk Pembangunan Gedung BUMN Center Selengkapnya

70 Persen Hewan Terjangkit PMK di Gresik Bisa Sembuh

GRESIK,1minute.id – Kerjaekstra keras Pemkab Gresik dalam menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) membuahkan hasil positif. Tingkat kesembuhan hewan terjangkit PMK mencapai 70 persen diatas rata-rata di Jawa Timur sebesar 46 persen. Hal itu terungkap dari hasil monitoring Komisi B DPRD Jatim di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Monitoring kali kedua di Kabupaten Gresik dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD  Jatim Amar Saifudin. Rombongan legislator itu didampingi Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Aryani. Mereka disambut oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra. 

Amar Saifuddin mengungkapkan perkembangan wabah PMK secara nasional maupun regional, Jawa Timur. Ia menyebut saat ini sekitar 400 ribu ekor hewan ternak di Indonesia terinfeksi PMK dan kerugian ditaksir sampai Rp 9,9 triliun. Ia sendiri menerima laporan bahwa tren PMK di Jawa Timur juga semakin naik belakangan ini.

“Laporan terakhir dari Dinas Peternakan Jawa Timur terdapat 173 ribu sekian kasus yang sakit 51 persen. Yang sembuh baru 46 persen, berarti kesembuhannya ini juga relatif belum maksimal, kemudian yang potong paksa 1 persen, mati 1 persen,”ungkap Amar.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya memberikan perhatian ekstra untuk memutus mata rantai penyebaran wabah PMK di Kabupaten Gresik. Mulai dari pengumpulan data cepat penyebaran hewan ternak per kecamatan, regulasi jual beli hewan ternak sampai penutupan pasar hewan di beberapa titik. Hal itu ia lakukan bertujuan memutus rantai penyebaran PMK dan menyikapi jumlah nakes yang kurang mencukupi dalam merespon gejolak PMK di Gresik. 

“Karena kami melihat kenapa kok ditutup? kami kasihan para nakes, nakesnya terbatas, ketika pasar ini dibuka maka penyebarannya tidak berhenti, terus menyebar terus, maka kita mencoba untuk berhentikan dulu sementara di pasar”ungkap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. “Tapi kita tidak melarang pendistribusian antar kandang, asalkan sapi ini benar-benar dinyatakan sehat,”sambungnya.

Kabupaten Gresik, satu dari empat kabupaten/kota lainnya di Jatim menjadi episentrum penyebaran PMK. Data per 5 Agustus 2022 di Dinas Pertanian Gresik terdapat 5.247 ekor sapi yang terpapar PMK. Ribuan sapi yang sakit itu tersebar di 16 dari 18 kecamatan di Kabupaten Gresik. Dua kecamatan yang bebas PMK itu terdapat di Pulau Bawean yakni Kecamatan Tambak dan Sangkapura. Sedangkan, vaksin yang telah diterima Pemkab Gresik sebanyak 8 ribu ampul dan telah disuntikkan kurang lebih 4.900 hewan ternak. 

 Bupati Fandi Akhmad Yani melanjutkan, pihaknya akan memboyong sebagian vaksin ke Pulau Bawean. Tujuannya, hewan ternak yang berada di pulau berjarak 80 mil laut dari Pusat Gresik itu tidak terpapar wabah PMK. Selain itu, 

Gus Yani ungkapkan juga kalau Pulau Bawean saat ini berstatus bebas PMK. Merespon hal itu maka ia langsung memboyong sebagian vaksin kesana, sehingga tidak sampai tertular. Meski demikian, tetap saja menurutnya imunitas dari hewan ternak sendirilah yang merupakan faktor utama dalam proses penanggulangan PMK ini.

“Kuncinya adalah diimunitas hewan tersebut, yang mana imunitas ini bisa dibentuk dari lingkungan kita sendiri,”tandas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Terakhir, ia juga beri solusi meningkatkan imunitas hewan ternak menurut Suprapto Maat (penemu stimuno) lewat ramuan alami menggunakan rebusan daun meniran yang dicampur dengan gula merah. Ia juga laporkan tingkat kesembuhan hewan ternak saat ini sudah masuk ke angka 70 persen.

“Per hari ini di 5 Agustus, kondisi yang sakit hampir 5.247 ekor, tingkat kesembuhan di angka 3.930 kurang lebih 70 persen angka kesembuhannya,”ungkapnya.

Stimulus Pemprov Jatim

Wabah PMK belum reda. Pemprov Jatim berencana memberikan bantuan kepada para peternak hewan. Menurut Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Aryani mengatakan, 

kedepannya para peternak akan diberikan bantuan potong bersyarat hewan ternak mereka yang terjangkit PMK. Estimasi bantuan kepada peternak bervariasi.  

Untuk hewan sapi besarannya sekitar Rp 10 juta per ekor ; kambing dan domba mendapatkan bantuan Rp 1,5 juta per ekor. Sedangkan, babi mendapat bantuan Rp 2 juta per ekor. “Tentu saja terdapat syarat bagi mereka agar bisa menerima bantuan ini, salah satunya harus masuk dalam data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS),”kata Indyah Aryani saat mendampingi rombongan Komisi B DPRD Jatim itu. (yad)

70 Persen Hewan Terjangkit PMK di Gresik Bisa Sembuh Selengkapnya

PWI Gresik Bersama Dewan Pers Gelar Lokakarya Bentengi Kepala Desa dari Wartawan Abal-abal

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik bersama Dewan Pers memberikan sosialiasasi kode etik jurnalistik kepada Asosiasi Kepala Desa (AKD) di Kabupaten Gresik. Lokakarya digelar di AstonInn pada Senin lusa, 8 Agustus 2022.

Tujuannya, agar seluruh kepala desa di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memahani tentang kerja jurnalis sehingga terhindar dari wartawan abal-abal. Acara tersebut rencananya dihadiri oleh pengurus Dewan Pers, Asosiasi Kepala Desa (AKD), Polres Gresik dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. 

Warga Gresik bisa mengikuti acara tersebut melalui live streaming channel youtube Biliksuara dan suaragresik. Data Dewan Pers, pada  2020 ada kurang lebih 47 ribu media. Terdiri dari 43.300 media online dan 3.000 media cetak. Adapun yang tercatat media  terverifikasi oleh dewan pers hanya 1.461 perusahaan pers. 

Di Kabupaten Gresik masih banyak media dan oknum wartawan yang perilakunya tidak sesuai norma dan kode etik jurnalistik. Salah satu contohnya, wartawan menggunakan kartu identitas sesuai kebutuhan, tidak tersertifikasi melalui uji kompetensi wartawan (UKW) dari Dewan Pers. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik melakukan tindakan pengancaman, intimidasi dan lainnya. 

“Ini mengundang keprihatinan kami di PWI Gresik. Sebagai organisasi konstituen dewan pers, PWI Gresik menggandeng dewan pers memberikan edukasi kepada kepala desa yang tergabung dalam AKD untuk menghadapi fenomena wartawan dan media abal-abal yang selalu  meresahkan,”ucap Ketua PWI Gresik Ashadi Iksan. 

Jurnalis sindonews.com ni menyebut, jurnalis yang sudah terverifikasi, kemudian berasal dari media yang sudah terverifikasi dan terdaftar di Dewan Pers banyak juga kena ‘getah’nya. Termasuk PWI Gresik dan profesi wartawan itu sendiri di  mata masyarakat. “Ini yang tidak boleh dibiarkan. Kepala desa harus berani melawan tidak usah lagi takut ancaman dari wartawan abal-abal. Kami dari PWI Gresik siap membantu,”tutur Ashadi. 

Ketua Panitia Lokakarya Jurnalistik PWI Gresik Amin Alamsyah menambahkan, dalam kegiatan ini juga menghadirkan Kejaksaan Negeri Gresik dan Polres Gresik sebagai narasumber. Keduanya akan menjelaskan terkait pemahaman antara delik umum dan delik pers.

“Agar kepala desa lebih berani lagi. Karena jelas berbeda UU Pers dengan tindak pidana umum,” kata Aam-panggilan akrab-Amin Alamsyah ini. Dalam acara tersebut juga dilakukan pembacaan nota kesepahaman PWI Gresik, AKD Gresik, Pemkab Gresik, Dewan Pers, Polres Gresik dan Kejari Gresik. (*)

PWI Gresik Bersama Dewan Pers Gelar Lokakarya Bentengi Kepala Desa dari Wartawan Abal-abal Selengkapnya

Dinkes Gresik Masifkan BIAN,Ikhtiar Pencegahan dan Menjaga Kekebalan Tubuh Anak

GRESIK,1minute.id –  Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dilaunching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad pada Jumat, 5 Agustus 2022. Ratusan ibu-ibu bersama anak dibawah lima tahun (Batita) memadati gelanggang olahraga (GOR) Onggojoyo di Kampung Dalem, Desa ManyarSidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Tingkah pola anak bermacam-macam. Ada yang takut di imunisasi. Banyak pula yang semringah. Seperti bocah berkaus olahraga satu ini. Ia sempat mewek. Setelah dipeluk dan digendong Bupati Fandi Akhmad Yani tersenyum. Ketika ditetesi vitamin yang rasanya manis malah minta lagi. 

Bupati Fandi Akhmad Yani, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Gresik Nurul Haromaini Ali dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah pun tersenyum. 

Pencanangan BIAN ini meneguhkan komitmen Pemkab Gresik setelah meraih predikat terbaik di Jawa Timur dalam kinerja  Pencapaian Imunisasi Rutin Lengkap (IRL) periode Januari hingga Mei 2022. Sementara itu, Kemenkes RI mencanangkan program Bulan Imunisasi Anak Nasional untuk mengejar cakupan imunisasi rutin yang menurun signifikan akibat pandemi COVID-19. BIAN adalah pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubela serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat.

VITAMIN: Seorang petugas kesehatan dibantu orang tua anak dalam pemberian imunisasi di Bulan Imunisasi Anak Nasional di GOR Onggojoyo di Desa ManyarSidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. (Foto atas) Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani di pencanangan BIAN pada Jumat, 5 Agustus 2022 ( Foto. Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan Imunisasi merupakan upaya pencegahan dan menjaga kekebalan tubuh anak-anak kita. “Kesadaran ini yang harus kita dorong kepada masyarakat akan pentingnya Imunisasi kepada anak-anak kita,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.

Ia berpesan kepada seluruh stakeholder untuk berpartisipasi aktif dalam capaian imunisasi dan ikut serta mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional. “Mudah mudahan gerakan ini benar benar masif di Kabupaten Gresik bersama stakeholder untuk mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional ini berjalan baik sebagai ikhtiar yang bertujuan melindungi, menjaga kesehatan anak khususnya di Kabupaten Gresik dan Imunisasi ini gratis tidak dipungut biaya,”harapnya. 

“Program Bulan Imunisasi Anak Nasional ini adalah tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat,”tambah mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional ini mengusung tema “Melindungi Anak Indonesia dari Penyakit-Penyakit yang dapat Dicegah dengan Imunisasi” ini dihadiri oleh Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar beserta istri, Asisten I Suyono, Kepala Dinas KBPPA Saifudin Ghozali, Kepala Dinas PMD Gresik Abu Hassan dan Kepala Badan (Kaban) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gresik Nanang Setiawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengatakan dasar penyelenggaraan Bulan Imunisasi Nasional (BIAN) adalah terjadinya penurunan cakupan imunisasi yang signifikan sejak Pandemi Covid-19 secara nasional. 

Tujuan pelaksanaan kegiatan BIAN adalah menghentikan transmisi campak dan rubela di seluruh wilayah Indonesia khususnya di Kabupaten Gresik, Mempertahankan Indonesia bebas polio, Mengendalikan penyakit difteri dan pertusis guna mencapai dan mempertahankan kekebalan populasi yang tinggi.

Pelaksanaan BIAN, imbuhnya, terdiri dari 2 kegiatan yaitu Imunisasi tambahan berupa 1 dosis campak rubela tanpa memandang status Imunisasi sebelumnya. “Kedua Imunisasi kejar berupa 1 atau lebih jenis Imunisasi OPV, IPV dan DPT-HB-Hib untuk melengkapi status imunisasi,”terang dr Mukhibatul Khusnah.

Adapun sasaran Imunisasi tambahan campak rubela diberikan pada usia 9 sampai 59 bulan kemudian imunisasi kejar bagi yang belum lengkap OPV, IPV, DPT-HB-Hib diberikan pada usia 12 sampai 59 bulan dengan target sasaran di Kabupaten 69.780 anak.

“Tempat pelayanan BIAN dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Ponkesdes dan Pelayanan imunisasi lainnya seperti Posyandu,”tegasnya. (yad)

Dinkes Gresik Masifkan BIAN,Ikhtiar Pencegahan dan Menjaga Kekebalan Tubuh Anak Selengkapnya