Weekend Hindari Melewati Dua Ruas Jalan Nasional, Raya Duduksampeyan dan JSB Gresik

GRESIK,1minute.id – Liburan sekolah tiba. Anda ada weekend kemana?  Sebaiknya liburan tidak melewati dua jalan nasional di Kabupaten Gresik. Sebab, potensi kemacetan bisa menganggu rencana bertamasya keluarga. Mengapa? Ada dua ruas jalan nasional di Kabupaten Gresik sedang dalam perbaikan. 

Yakni,  Jalan Raya Duduksampeyan dan Jembatan Sembayat Baru (JSB). Perbaikan infrastruktur jalan Raya Duduksampeyan sepanjang 1,2 kilometer. Ada tujuh desa yang terdampak. Yakni, Desa Duduksampeyan, Desa Petisbenem, Desa Kawistowindu, Desa Kemudi, Desa Wadak Kidul, Desa Wadak Lor, dan Desa Kramat. Masyarakat di tujuh desa harus memutar hingga depan kantor Koramil Duduksampeyan. 

Dampak lainnya, ada pengguna jalan nasional itu. Pekerjaan pengecoran jalan itu membutuhkan waktu 2,5 bulan. Mulai 28 Juni 2022 sampai 15 September 2022.

Sedangkan, perbaikan Jembatan Sembayat Baru (JSB) butuh waktu 3 bulan.  Mulai 1 Juli 2022, JSB Jembatan ditutup. Semua kendaraan baik dari arah Manyar, Gresik ke Lamongan dan sebaliknya diarahkan melewati Jembatan Sembayat Lama (JSL) . Jembatan hanya dua lajur itu.  

TUTUP : Jembatan Sembayat Baru (JSB) ditutup mulai Jumat, 1 Juli 2022. Penutupan dilakukan kerana ada perbaikan oprit. Perbaikan butuh waktu 3 bulan (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Bukan jembatan yang diperbaiki, tetapi oprit atau jalan pendekatnya,”kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur – Bali Sentot Wijayanto kepada wartawan. 

Sementara itu, pengecoran jalan Raya Duduksampeyan  sudah dimulai sejak 28 Juni 2022. Meski, pekerjaan pengecoran dilakukan malam hari arus lalu selama dua hari belakang padat. Dalam pengamatan wartawan 1minute.id sekitar pukul 16.00 pada Kamis, 30 Juni 2022 kemacetan dari arah Gresik mulai terasa di gerbang Dusun Plapan,  Desa Samirplapan. Dari arah sebaliknya, Lamongan ke Gresik. Kemacetan mencapai 2 kilometer. Penyebab,  lalu lintas tersendat karena volume kendaraan dan jalan menyempit. Apalagi,  jam sibuk. Berangkat dan pulang kerja. 

Sebab, jalan nasional empat lajur yang  bisa dilewati hanya dua lajur. Satlantas melakukan contra flow. Ada dua anggota Satlantas Polres Gresik yang mengatur lalu lintas secara bergiliran di depan U turn (putaran balik) di depan kantor Koramil Duduksampeyan dan Polsek Duduksampeyan itu. 

Camat Duduksampeyan Dedy Hartadi mengatakan pengecoran jalan mulai dari SPBU Setrohadi hingga depan kantor Koramil Duduksampeyan. Pengecoran mulai 28 Juni hingga 15 September 2022. “Pengecoran dilaksanakan malam hari,”ujar Dedy. (yad) 

Weekend Hindari Melewati Dua Ruas Jalan Nasional, Raya Duduksampeyan dan JSB Gresik Selengkapnya

Tiga Wakil Rakyat Gresik Dorong Warga Sinergi Atasi Persoalan Sampah Agar Bisa Jadi Berkah

GRESIK,1minute.id – Sampah perkotaan  menjadi salah satu problem yang belum tertangani secara maksimal. Rencana pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di dua tempat belum teralisasi. Meski MoU pengelolaan sampah dengan pihak ketiga telah ditandatangani pada 9 Maret 2022.

Persoalan pengelohan sampah menjadi topik diskusi yang menarik dalam Forum Grup Discussion (FGD) di Pendapa Kecamatan Duduksampeyan pada Kamis, 30 Juni 2022. Ada tiga anggota DPRD Gresik yang menjadi pembicara dalam FGD mengusung tema ” Pengelolaan Sampah di wilayah Kecamatan Duduksampeyan” itu.

Tiga anggota DPRD Gresik itu adalah Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah, M. Hamzah Takim dan Komsatun. Acara diikuti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Perwakilan dari Pegadaian, LSM dan  Perwakilan Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Duduksampeyan.

Camat Duduksampeyan Dedy Hartadi saat membuka acara berpesan pada peserta agar bisa mengikuti kegiatan secara seksama dan harus proaktif, sehingga saat pulang bisa mendapatkan informasi yang detail dan bisa ditransfer pada anggota lainnya yang ada di desa.

Narasumber pertama Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah sebelum menyampaikan materi, Ia memberi pemahaman tentang tujuan dari FGD dengan maksud agar semua yang hadir bisa proaktif, sehingga bisa tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan kegiatan. Namanya diskusi maka harus terjadi komunikasi dua arah, sehingga apa yang menjadi gagasan bisa dicerna secara detail. 

NARASUMBER FGD : (ki-ka) Anggota DPRD Gresik Komsatun, M Hamzah Takim dan Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah dalam Forum Grup Discussion di Pendapa Kecamatan Duduksampeyan pada Kamis, 30 Juni 2022. (Foto : istimewa)

“Selain itu dalam penentuan (ploting) anggaran itu harus mengarah pada skala prioritas yang disesuaikan dengan kebutuhan mendasar, namun tetap ada sinkronisasi dengan program pemerintah yang ada di atasnya,”terang politisi perempuan dari Partai Gerindra ini.

Nur Saidah juga berpesan agar desa melakukan dan mempersiapkan piranti yang dibutuhkan sebelum menentukan program, khususnya keinginan untuk membentuk bank sampah dan fasilitas pengelolaan sampah, agar bisa terarah.

Senada juga disampaikan Anggota DPRD Gresik Hamzah Takim, bahwa desa harus benar-benar siap dan mampu menentukan programnya, sehingga desa akan bisa menyesuaikan kebutuhan anggarannya.

Politisi Golkar ini berpesan kepada warga desa, khususnya yang hadir saat ini untuk mempersiapkan konsep yang detail dalam merencanakan, sehingga akan bisa efektif dan terukur. “Perencanaan yang baik dan terukur persoalan sampah bisa berubah menjadi berkah,”kata Hamzah yang juga Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik itu. 

Sementara, Komsatun, lebih menitikberatkan pada peran dan keikutsertaan masyarakat dalam realisasi pengelolaan sampah. Politisi asal Partai Golkar ini mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik aktif memberikan pendampingan pada pelaksanaan program, sehingga tetap terkontrol progresnya. “Juga perlu adanya edukasi masyarakat sejak dini terkait bagaimana membuang sampah dan bagaimana memilah serta mengelola sampah yang benar,”ujar Komsatun. (yad)

Tiga Wakil Rakyat Gresik Dorong Warga Sinergi Atasi Persoalan Sampah Agar Bisa Jadi Berkah Selengkapnya

Bupati Gresik Jamin Hewan Kurban Aman,Tata Cara Penyembelihan Akan Terbitkan Surat Edaran 

GRESIK,1minute.id – Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah di tengah merebak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Kabupaten Gresik, salah satu episentrum wabah PMK yang melanda 19 Provinsi di Indonesia itu. Bagaimana cara penyembelihan hewan kurban. Apakah hewan kurban dijamin aman dan terbebas dari PMK. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan menjamin hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha terbebas dari PMK. Masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik risau. “Kita pastikan kepada seluruh masyarakat kabupaten Gresik bahwasanya hewan kurban yang ada di kabupaten Gresik bebas dari penyakit mulit dan kuku,”tegas Bupati Fandi Akhmad Yani dalam rapat koordinasi (rakor) bersama Forkopimda di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 30 Juni 2022.

Rakor juga dihadiri perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik, PCNU Gresik, Muhammadiyah Gresik, serta LDII Gresik. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani melanjutkan, pihak akan menerbitkan surat edaran tentang perkembangan dan penanggulangan PMK di Gresik. Serta membuat fatwa dari MUI Gresik sebagai dasar dari penerapan pemotongan hewan kurban. 

Ia pun mengajak para Camat dan Kepala Desa (Kades) sinergi dengan melakukan pendataan  hewan kurban. “Saya harapkan juga ada sinergi dengan tiap-tiap kecamatan tentang jumlah pasti hewan ternak yang dapat dikurbankan kedepan,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Rakor yang membahas khusus tentang pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membutuhkan masukkan sebagai pedoman untuk pemotongan hewan kurban di tengah wabah PMK ini. Semua perwakilan yang hadir memberikan urun rembuk. Memaparkan usulan. 

Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir serta Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah yang kali pertama mendapatkan giliran untuk memberikan usulan tentang penanganan wabah PMK dan mekanisme penyembelihan hewan kurban yang aman. 

Abdul Qodir mengatakan, ikhtiar Pemkab Gresik dalam penanganan wabah PMK dianggap sudah tepat. “Penanganan PMK di Gresik sudah bagus dengan memberikan vaksinasi dan sebagainya kepada hewan ternak,”kata Ketua DPRD Gresik Much. Abdul Qodir. 

Terkait mekanisme penyembelihan, tambah Ketua DPC PKB Gresik ini mengusulkan kepada Bupati Fandi Akhmad Yani untuk membuat surat edaran. “Surat edaran (tata cara penyembelihan hewan kurban) harus disebarkan ke seluruh tempat ibadah di Gresik sehingga kebersihan tempat pemotongan dapat terkontrol dan mengurangi penyebaran PMK,”katanya.

Nur Saidah menambahkan selain tempat penyembelihan yang steril. Legislator dari Partai Gerindra itu, mengusulkan di sejumlah titik ditempatkan tenaga medis. “Penempatan tenaga medis di titik-titik sekitar Gresik sebagai pusat aduan dalam menanggapi PMK,”katanya. 

Semula Pemerintah mewacanakan penyembelihan hewan kurban dipusatkan di rumah potong hewan (RPH). Tujuan, masyarakat memperoleh kualitas daging yang baik. Namun, Nasichun Amin, perwakilan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik berpendapat pemotongan hewan kurban boleh dilakukan di luar RPH. “Terkait dengan keterbatasan RPH, maka boleh dilakukan dliuar RPH. Dengan ketentuan-ketentuan yang sesuai dengan peraturan,”katanya. 

Ketua DMI Gresik Zaenal Abidin melaporkan progres pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) dan pendataan hewan kurban. Pendataan hewan dari takmir Masjid yang telah dilakukan. Pendataan hewan kurban melalui Google Form. “Dari hasil pendataan dihasilkan pembelian hewan kurban 87% dari dalam Gresik dan 13% dari luar Gresik,”terang Zaenal.

Seperti diberitakan data dihimpun wartawan  1minute.id dari Dinas Pertanian (Dispertan) Gresik menyebutkan  populasi hewan ternak di Gresik berjumlah 59.709 ekor. Sebanyak 5.122 ekor dilaporkan terindikasi terpapar PMK. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan tercatat 4.474 ekor terpapar PMK. Dari 4.474 ekor itu  sebanyak 892 ekor sembuh dan 114 ekor mati. Data per 29 Juni 2022. 

Pemilihan  hewan kurban berdasarkan Fatwa MUI No. 32 Tahun 2022

Pemilihan hewan kurban di tengah wabah PMK wajib berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 32 Tahun 2022. Di masa wabah PMK, MUI mengategorikan hewan kurban terjangkit PMK dalam kelompok kasus ringan, sedang, dan berat.

Kategori kasus wabah PMK pada hewan kurban dilihat berdasarkan kondisi fisik hewan saat hendak disembelih. Bila masih terlihat sehat, maka masih memenuhi syarat sebagai hewan kurban. Asalkan tidak terlalu mempengaruhi jumlah daging dan memenuhi syarat tidak cacat, tidak kurus, dan cukup umur. Sementara itu, hewan yang terkena PMK dan sembuh setelah diobati dalam rentang waktu yang dibolehkan maka masih sah sebagai hewan kurban. (yad)

Bupati Gresik Jamin Hewan Kurban Aman,Tata Cara Penyembelihan Akan Terbitkan Surat Edaran  Selengkapnya

Wabah PMK, Dispertan Gresik Ingatkan Pelapak Hewan Kurban Tidak Berjualan di Pinggir Jalan

GRESIK,1minute.id – Idul Adha 1443 Hijriah kurang hitungan jari. Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) juga belum berakhir. Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra menghimbau pedagang hewan kurban tidak membuka lapak di pinggir jalan atau lapangan. Karena berpotensi terjadinya persebaran PMK.

“Kabupaten Gresik masih masuk daerah wabah. Penjualan hewan kurban harus berbasis kandang,”ujar Eko Anindito Putra menanggapi mulai maraknya pedagang hewan kurban di Kabupaten Gresik pada Rabu, 29 Juni 2022. Penjualan berbasis kandang, jelas Eko Anindito Putra, artinya dilapak pedagang hanya memasang spanduk. “Pemilihan hewan kurban di kandang,”tegasnya. 

Anjuran itu dilakukan sebab Kabupaten Gresik masih tergolong daerah wabah PMK. Lalu lintas distribusi hewan dibatasi. Tidak boleh keluar Gresik, tidak boleh masuk Gresik. “Kita batasi arus lintas ternaknya.Harapannya tidak ada lapak, tidak ada migrasi dari luar ke dalam,”tegasnya. 

Data dari Dinas Pertanian Gresik menunjukkan hewan ternak terpapar PMK semakin banyak. Data per 29 Juni 2022 sebanyak 5.122 ekor dilaporkan terindikasi terpapar PMK. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan tercatat 4.474 ekor terpapar PMK. Sebanyak 892 ekor sembuh dan 114 ekor mati. Sedangkan, populasi hewan ternak 59.709 ekor. 

Bila dibandingkan data sebelumnya terjadi peningkatan jumlah ternak yang terpapar PMK. Per 13 Juni 2022, wabah PMK telah menyebar 96 Desa di 14 dari 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. Total hewan ternak yang terpapar PMK sebanyak 3.731 ekor. Rincianya, 779 ekor sapi diantaranya dilaporkan sembuh, 99 ekor mati dan 161 ekor terpaksa dipotong paksa lantaran terpapar PMK.

Kadispertan Eko Anindito melanjutkan, pihaknya masih melakukan pendekatan persuasif kepada pedagang hewan kurban yang melanggar ketentuan. “Kita himbau untuk tutup, supaya semakin lama tidak semakin banyak (lapak penjualan hewan kurban),”ujarnya. Masih menurut Eko Anindito Putra, pelapak hewan kurban masih di dominasi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

“Kebanyakan penjual berasal dari Gresik. Mudah-mudahan tidak mengambil dari luar sehingga bisa dikondisikan,”katanya. Eko menegaskan larangan pelapak berjualan di pinggir jalan atau lapangan untuk kebaikan bersama. Berikhtiar meminimalisir dan pencegahan terjadinya persebaran PMK di Gresik. Penjualan hewan kurban tetap bisa berjualan dengan basis kandang. “Harapannya tidak ada hewan yang tercecer keluar. Bisa berpotensi penyebaran PMK,”ujarnya. (yad)

Wabah PMK, Dispertan Gresik Ingatkan Pelapak Hewan Kurban Tidak Berjualan di Pinggir Jalan Selengkapnya

Kadispertan : Jangan Panik, Yakin PMK Bisa Disembuhkan, Oknum Belantik Grilya Beli Sapi Harga Miring 

GRESIK,1minute.id – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan belum ada tanda-tanda berakhir. Bahkan, sapi yang terpapar PMK semakin banyak. Data Dinas Pertanian Gresik per 13 Juni 2022, wabah PMK telah menyebar 96 Desa di 14 dari 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. Total hewan ternak yang terpapar PMK sebanyak 3.731 ekor. Rincianya, 779 ekor sapi diantaranya dilaporkan sembuh, 99 ekor mati dan 161 ekor terpaksa dipotong paksa lantaran terpapar PMK.

Pada 29 Juni 2022, sapi yang terpapar menjadi 4.474 ekor. Artinya kurun waktu dua pekan ada tambahan 743 ekor yang terpapar PMK.  Sapi yang bisa disembuhkan bertambah 113 ekor menjadi 892 ekor.  Sedangkan, sapi yang mati menjadi 114 ekor alias “hanya” bertambah 15 ekor. Berdasarkan data tersebut, artinya sapi yang terpapar PMK memiliki potensi sembuh lebih besar. 

Namun, ada oknum belantik yang melakukan gerilya mendatangi peternak. Oknum belantik itu melakukan pembelian hewan yang terpapar PMK dengan harga miring.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pun murka. “Ada oknum belantik yang membeli 3 ekor sapi seharga Rp 27 juta,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani ketika memberikan sambutan dipelantikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik periode 2022-2027 di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 29 Juni 2022. 

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani tidak menyebutkan lokasinya. Namun, Bupati Fandi Akhmad Yani berencana meminta kepada kepala desa untuk memasang spanduk larangan belantik masuk Desa. Rencana itu untuk membentengi para peternak tidak tergesa-gesa menjual sapi yang terpapar PMK.

Sebab, saat ini vaksin hewan sudah ada. Pemprov Jatim menggelontorkan 3 ribu dosis vaksin. Meski masih minim. Selain itu, Pemkab Gresik juga telah menyediakan obat-obatan dan vitamin untuk hewan. “Peternak bisa meminta kepada Dinas Pertanian Gresik,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra mengatakan, menghimbau kepada peternak yang hewannya terpapar PMK tidak panik. “Segera laporkan (ternak) terpapar. Agar bisa segera ditangani oleh dokter hewan. Petugas akan melakukan deteksi. (Hewan) bisa obati atau tidak. Sehingga jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan sendiri,”harap Eko Anindito Putra. 

Dia tidak menampik sinyalemen adanya oknum belantik yang blusukan ke desa-desa. Mereka membeli hewan terjangkit PMK dengan harga miring. “Beli murah, lalu diobati sembuh. Dijual dengan harga mahal,”kata Eko. Karena itulah, Eko kembali mengharapkan peternak tidak panik. Aktif melapor ke petugas. “Yakin lah, ternak yang terpapar PMK bisa disembuhkan,” tegasnya. (yad)

Kadispertan : Jangan Panik, Yakin PMK Bisa Disembuhkan, Oknum Belantik Grilya Beli Sapi Harga Miring  Selengkapnya

Nyalip Mobil, Pemotor Menabrak Pengadara Motor Ibu dan Anak

GRESIK,1minute.id – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah hukum Polres Gresik. Tadi pagi sekitar pukul 04.30 kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Raya Kepatihan, Kecamatan Menganti. Kecelakaan itu melibatkan dua pengendara motor itu mengakibatkan empat orang dilarikan ke rumah sakit. 

Korban mengalami luka-luka adalah M. Rafli Rahmadan, 20, warga Griya Surabaya Asri,  Sumberejo Pakal, Surabaya berboncengan dengan Arnesta Martiano Sutan, 18, warga Dupak Banjarejo, Krembangan, Surabaya. Mereka mengendarai Honda Vario nomor polisi (Nopol) L 2444 AUU.

Korban berikutnya, Belia Tri, 21, Warga Dusun Bendil, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti Gresik berboncengan dengan ibundanya, Djumaiyah, 51. Mereka mengendarai Honda Beat Nopol L 2053 VW.

Informasi yang dihimpun kecelakaan lalu  lintas terjadi sewaktu pengendara Honda Vario dikendarai Rafli berboncengan dengan Arnesta melaju dari arah timur ke barat atau Surabaya kearah Menganti sekitar pukul 04.30 pada Selasa, 29 Juni 2022.

Ketika sampai di lokasi kejadian di Jalan Raya Kepatihan, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik berusaha mendahului kendaraan lain dari samping kanan. Saat bersamaan dari arah berlawanan Menganti ke Surabaya ada pengendara motor Honda Beat yang dikendarai oleh Bela Tri. Gadis 21 tahun membonceng ibundanya, Djumaiyah, 51. Akibatnya benturan adu moncong , kedua motor matik ringsek.  Keempat korban tergeletak di jalan tidak sadarkan diri. Mereka dilarikan ke RSI Darus Syifa Benowo , Surabaya. 

Kasatlantas Polresta Gresik AKP Engkos Sarkosi melalui Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Suharto mengatakan, kecelakaan itu tidak mengakibatkan korban meninggal. “Korban mengalami luka-luka. Dan, pagi itu dibawah ke rumah sakit,”kata Suharto dikonfirmasi melalui selulernya pada Selasa, 29 Juni 2022. (yad)

Nyalip Mobil, Pemotor Menabrak Pengadara Motor Ibu dan Anak Selengkapnya

Ketua KTNA Jatim Sumrambah Optimistis Pertanian Bangkit. Ini Syaratnya !

GRESIK,1minute.id – Ketua DPD KTNA Jatim Sumrambah optimistis sektor pertanian bisa bangkit. Sektor pertanian bakal menjadi kekuatan dasyat di Indonesia. “Melihat anggota KTNA Gresik yang muda-muda Saya semakin optimistis pertanian bisa bangkit,”tegas Sumrambah saat memberikan sambutan dalam Pelantikan Pengurus Kerukunan Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 29 Juni 2022.

Pelantikan Pengurus KTNA periode 2022-2027 ini dihadiri diantaranya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani , Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim serta tiga anggota DPRD Gresik, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra. Sedangkan, nakhoda KTNA Gresik adalah M. Hamzah Takim yang juga anggota DPRD Gresik. 

BINCANG SANTAI : (tiga dari kiri) Ketua DPD KTNA Jatim Sumrambah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim dan Ketua KTNA Gresik M.Hamzah Takim berbincang santai sebelum pelantikan Pengurus KTNA Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 29 Juni 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sumrambah menambahkan, resep kebangkitan pertanian ada tiga. Pertama, membangun kepercayaan, membangun korporasi dan berjejaring.  Sumrambah yang juga Wakil Bupati Jombang itu mencontohkan, membangun kepercayaan bahkan sektor pertanian bisa mencukupi kebutuhan keluarga. “Kepercayaan itu yang mulai luntur. Anak-anak muda tidak menjadikan pertanian sebagai prioritas dalam pekerjaan,”katanya. Akibatnya, petani di Indonesia rata-rata berusia uzur. Usia 50 tahun ke atas.

Kedua, membangun korporasi? Ia menyebutkan masih banyak petani yang memiliki lahan di bawah 1 hektar. Petani pun sulit mendapatkan pembiayaan dari perbankan melalui kredit usaha rakyat (KUR). “Kalau memiliki lahan 0,5 hektar atau 2/3 hektar sangat sulit. Yakinkan dengan berkoporasi bangkit. Itu yang harus dibangkitkan,”ujarnya. 

Ketiga adalah Jejaring. Dengan jejaring yang luas petani bisa transformasi teknologi dan knowlage. “Mari Bersatu untuk kedaulatan pangan di Indonesia,”tegasnya. 

Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, sektor pangan telah menjadi isu internasional. Presiden Joko Widodo pun mendorong memanfaatkan semua lahan agar produktif. Tidak ada lahan tidur. “Ada lahan kecil didorong produktif,”tegasnya.

Ia pun berharap pengurus KTNA Gresik untuk bekerja ekstra keras. Meski, pengurus organisasi ini tidak mendapatkan gaji. “Manuk glatik cucuk e biru, mari dilantik ojo turu,”kata Fandi Akhmad Yani berpantun. 

Ketua KTNA Gresik M. Hamzah Takim menambahkan, pihak segera melakukan koordinasi dengan semua stakeholder termasuk dengan tokoh petani untuk membesarkan masyarakat tani.  

Terkait petani muda, Hamzah menyebut mayoritas pengurus KTNA adalah anak-anak muda. Usia mereka dibawah 35 tahun. “Ini bisa menjadi motivator bagi petani lain,”ujar Hamzah Takim kepada wartawan usai pelantikan. 

Kehadiran anak-anak muda ini, tambahnya,  diharapkan bisa mengubah mindset masyarakat saat ini.  “Sektor pertanian sangat basah bukan kering. Artinya, pertanian itu sangat menjanjikan,”tegasnya. 

Hamzah yang juga anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Gresik itu mencontohkan salah satu anggotanya di KTNA. Namun, Hamzah tidak menyebut identitasnya. Anak muda itu masuk bidang peternakan. “Omzetnya sudah Rp 2,3 miliar. Anggota umurnya baru 23 tahun,”katanya. “Ia asal Balongpanggang kini tinggal di Gresik Kota Baru. Ia kami rekrut biar menjadi contoh anak muda untuk kembali ke pertanian,”tegasnya. (yad)

Ketua KTNA Jatim Sumrambah Optimistis Pertanian Bangkit. Ini Syaratnya ! Selengkapnya

Vaksin Dosis Pertama Disuntikkan, Bupati Gresik : Ikhtiar Mencegah Penularan PMK 

GRESIK,1minute.id – Serbuan vaksinasi hewan ternak bakal semakin masif dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Ikhtiar Pemkab Gresik menekan angka penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan. Sebanyak 3 ribu dosis vaksin Pemprov Jatim langsung distribusi kepada peternak. Untuk peternak di Gresik Selatan mendapatkan kuota 2 ribu dosis. Sedangkan, seribu dosis lainnya untuk peternak di Gresik Utara. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau langsung vaksinasi dosis pertama di Desa Siwalan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.  “Pada prinsipnya vaksin ini disuntikan kepada hewan ternak yang sehat bukan untuk hewan ternak yang sakit. Tujuannya untuk pencegahan agar tidak tertular PMK,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 28 Juni 2022. 

Vaksin dosis pertama juga disuntikkan kepada sapi betina  yang masih produktif dan anak sapi menjadi prioritas. “Wabah PMK masih di dominasi oleh sapi potong,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik di dampingi Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra pada Selasa, 28 Juni 2022.

Dijelaskan Fandi Akhmad Yani, sesuai hasil rakor terbatas Forkopimda Jawa Timur,  pemerintah mengambil kebijakan vaksinasi terhadap sapi perah menjadi prioritas. “Namun 3.000 dosis vaksin diawal ini segera kita berikan kepada seluruh peternak agar tidak sia-sia sebagai langkah ikhtiar pemerintah dalam meminimalisir penyebaran penyakit PMK,”katanya. 

Pencegahan penularan PMK menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Ia pun berulangkali mengingatkan semua pihak untuk selalu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan  Kecamatan yang terdampak wabah PMK. Selain itu menginformasikan kepada seluruh desa di tiap wilayahnya agar penyakit PMK di Kabupaten Gresik ini segera dapat diselesaikan.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang secepatnya 3.000 dosis vaksin pertama ini segera terselesaikan agar laju penularan PMK di Gresik bisa di hambat,”harapnya 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra  mewanti-wanti kepada peternak agar hewan  yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama yang telah ditandai tidak  dipotong atau pun di jual. Sebab akan ada vaksin kedua  sati bulan kemudian. “Dan enam bulan berikutnya akan mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster pada hewan ternak,”katanya. (yad)

Vaksin Dosis Pertama Disuntikkan, Bupati Gresik : Ikhtiar Mencegah Penularan PMK  Selengkapnya

Percepatan Administrasi Legalitas Ponpes, Bupati Gresik dan RMI NU Sinergi dengan Kemenag dan BPN Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 170 pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) berkumpul di Ruang Putri Mijil Kompleks Rumah Dinas Bupati Gresik pada Selasa, 28 Juni 2022. Ada apa? 

Ratusan pengurus ponpes di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu menghadiri acara sosialisasi percepatan pengurus izin Ponpes. Administrasi legalitas ponpes. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menginisiasi percepatan administrasi legalitas ratusan ponpes. 

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi pengurus Rabitha Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Gresik berkolaborasi dan menjalin sinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Gresik dan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik. Sosialisasi yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gresik A.M. Reza Pahlevi berakhir pukul 17.00. Menjelang Maghrib. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, kehadiran pengurus Ponpes se-Kabupaten Gresik untuk sosialisasi tahap awal terkait administrasi legalitas pondok pesantren (Ponpes). “Kami bersama RMI NU Gresik menginisiasi, sinergitas antarlembaga,”kata Fandi Akhmad Yani yang genap berusia 37 tahun pada Selasa, 28 Juni 2022 ini.

Lembaga yang terlibat adalah Kementerian Agama (Kemenag)  Gresik,  Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Gresik dan Pemkab Gresik. “Kami bersama-sama, berkolaborasi dengan tujuan penertiban perizinan di Ponpes,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Ia mencontohkan, BPN terkait dengan yayasan wakaf. “Wakaf yang menjadi aset yayasan. Ini kita selesaikan,”katanya. Kemudian, Kemenag ada terkait surat izin operasi ponpes.  “Dan di pemerintah daerah terkait dengan NIB (nomor izin berusaha) sampai izin mendirikan bangunan pondok pesantren,”terangnya. 

Untuk percepatan proses administrasi legalitas itu, imbuhnya, Pemkab, Kemenag,  BPN Gresik duduk bersama untuk memberikan ruang kepada ponpes dalam proses pengurusan administrasi legalitas ponpes. (yad)

Percepatan Administrasi Legalitas Ponpes, Bupati Gresik dan RMI NU Sinergi dengan Kemenag dan BPN Gresik Selengkapnya

Pengurus DPC Granat Gresik Dilantik, Sekda Gresik Dorong Pencegahan Lebih Masif

GRESIK,1minute.id – Ketua DPD Granat Jawa Timur Kanjeng Mas Ayu Tumenggung (KMAT) Arie Soeripan meminta pengurus DPC Gerakan Nasional Antinakotika (Granat) Gresik untuk serius berjuang menyelamatkan anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba. 

“Menyelamatkan Anak Bangsa dari peredaran gelap narkoba adalah tugas mulia. Ini gerakan pengabdian, “tegas Arie Soeripan dalam sambutannya usai Pelantikan Pengurus DPC Granat Gresik periode 2022-2027 di Poedak Galeri di Jalan Panglima Sudirman, Gresik pada Selasa, 28 Juni 2022.

DPC Granat Gresik dinakhodai oleh Sugiyono. Ia adalah aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik. Organisasi nirlaba yang ke-16 di Jawa Timur. Pelantikan Pengurus DPC Granat Gresik ini dihadiri diantaranya  Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala BNNK Gresik AKBP Aris Sakuriyadi, Kasat Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Gresik AKP Irwan Tjatur Pambudi berlangsung khidmat. 

Pelantikan Pengurus DPC Granat Gresik terasa berbeda karena menghadir budayawan Macapat Gresik yakni Mat Kauli, 91 tahun, 58 hari dan Mbah Suwarmo, 73 tahun. 

Pascapelantikan, lanjut Arie Soeripan, pengurus harus bergerak melakukan kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) melakukan pencerahan kepada masyarakat tentang bahaya peredaran gelap narkoba di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. “Terus lah bergerak dan berjuang untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba,”katanya. 

Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menambahkan, Gresik sebagai penyangga ibu kota Jawa Timur. Aktivitas masyarakat sangat padat. Kegiatan yang melibatkan banyak massa berpotensi terjadi penyalahgunaan narkoba. Sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba harus sering dilakukan. “Tindak preventif lebih baik daripada kuratif,”kata Washil. 

Ketua DPC Granat Gresik Sugiyono menegaskan, Gerakan Nasional Anti Nakotika bukan aparat penegak hukum (APH). “Granat Gresik siap berkolaborasi dan sinergi dengan aparat penegak hukum untuk ikut melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Kabupaten Gresik,”kata Sugiyono. (yad)

Pengurus DPC Granat Gresik Dilantik, Sekda Gresik Dorong Pencegahan Lebih Masif Selengkapnya