Perempuan ini Nyaru Belanja, Ternyata Jambret  Kalung Anak

GRESIK,1minute.id – Aktivitas di Pasar Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik tiba-tiba semakin riuh. Kehebohan terjadi setelah seorang anak belasan tahun berteriak minta tolong. Maling….! Teriak itu membuat puluhan pasang mata spontan melihat seorang emak-emak memakai kaus lengan panjang warna merah dan berjilbab warna coklat. 

Perempuan belakang diketahui berinisial ELR, 38, warga Desa Mojopurogede, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik itu terlihat panik. Melarikan diri. Namun massa lebih cepat bertindak menangkapnya. Kejadian yang menggegerkan pengunjung pasar desa itu terjadi pada Sabtu, 27 Mei 2023.

“Tersangka sudah kami amankan beserta barang bukti berupa kalung emas seberat 1,5.gram,” tegas Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Panceng Iptu Nasuka pada Minggu, 28 Mei 2023.

Kasus pencurian ini bermula saat Siti Aisyatur Rodliyah warga Campurejo menitipkan anaknya kepada orang tuanya  Nur Muamalah, 59 tahun. Pada Sabtu pagi itu, Nur Muamalah mengajak cucunya untuk berbelanja di Pasar Campurejo. Pasar pagi itu padat Saat itu Nur Muamalah menurunkan anak korban hingga berjalan sendiri. Ketika berada di lorong pasar ketika anak korban berjalan di belakang Nur Muamalah mendengar cucunya menangis.

Kalung emas yang melingkar di leher cucunya terlihat dibawa seorang perempuan yang berada di belakang anak korban. Diduga, pelaku menarik kalung emas membuat anak korban kesakitan dan menangis. Nur Muamalah, spontan berteriak maling…maling…maling. Pelaku pun diamankan massa. Beruntung polisi cepat datang sehingga bisa menyelamatkan terduga pelaku dari amuk massa.

Atas kejadian tersebut korban/pelapor mengalami kerugian kurang lebih Rp 1,5 juta. Barang bukti yang diamankan berupa kalung emas dengan berat 1,5 gram dan visum Puskesmas milik korban. Lalu barang milik tersangka yang diamankan uang tunai Rp 915.000, dompet kecil motif bunga kartu ATM Bank satu unit HP, tas kulit warna hitam, satu unit sepeda motor honda Vario 150, warna putih, W-6328-VM beserta kunci kontak. “Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP,” tegas Iptu Nasuka. (yad)

Perempuan ini Nyaru Belanja, Ternyata Jambret  Kalung Anak Selengkapnya

Tahun Politik, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Ajak Wartawan Ikut Jaga Kondusifitas Kota Santri

GRESIK,1minute.id – Menghadapi tahun politik Kapolres Gresik, AKBP Adhitya Panji Anom mengajak para awak media untuk berperan dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas.

Ajakan itu disampaikan oleh Kapolres Gresik, AKBP Adhitya Panji Anom saat menerima silaturahmi dan audensi dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Gresik di Mapolres pada Kamis, 25 Mei 2023.

AKBP Adhitya menyebut, dinamika perkembangan politik sudah mulai terasa menjelang Pemilu 2024. Untuk itu Polres Gresik telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas, khususnya mencegah perpecahan di tengah masyarakat.

“Tahun politik ini yang kita waspadai salah satunya dunia maya. Karena berpotensi menjadi sarana penyebaran hoax atau berita bohong, fitnah, berita provokatif dan black campaign menjelang Pemilu 2024,” ungkap alumnus Akpol 2002 itu.

Untuk menyikapi hal tersebut pihak Polres Gresik berupaya dengan salah satunya adalah patroli cyber. AKBP Adhitya, Kapolres Gresik menyadari bahwa dunia maya bisa di akses dengan mudah oleh seluruh kalangan. Dan ini menurutnya kadang dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mencapai kepentingannya dengan cara yang tidak sesuai sehingga menimbulkan gangguan Kamtibmas.

“Oleh karenanya kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan terprovokasi berita-berita hoax,” ujar mantan Kapolres Blitar ini. Ia juga meminta masyarakat lebih bijaksana dalam bermedia sosial dengan Cek dulu kebenarannya ketika menerima informasi.

“Jangan gampang nge-share berita yang belum diketahui kebenarannya,” tegas perwira dua melati di pundak itu. Mengantisipasi hal tersebut, lelaki lahir di Kota Banjarmasin pada 15 April 1981 itu mengajak PWI Gresik dan seluruh awak media untuk turut menjaga kondusifitas Kamtibmas di tahun politik. 

“Dengan memproduksi berita-berita yang faktual dan berimbang kami berharap masyarakat dapat teredukasi dan tidak menyebakan persoalan yang menjadikan kamtibmas terganggu,” pungkas AKBP Adhitya (yad)

Tahun Politik, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Ajak Wartawan Ikut Jaga Kondusifitas Kota Santri Selengkapnya

Kejari Gresik Teken MoU Pemerintahan Desa untuk Kawal Pengelolaan Dana Desa 

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik melakukan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) dengan Pemerintahan Desa se-Kabupaten Gresik.

Kesepakatan itu diteken untuk mengawal dan membina pengelolahan dana desa serta penanganan perkara di bidang perdata dan Tata Usaha Negara (TUN).

MoU ini dilakukan dengan tujuan agar Kepala Desa dalam pengelolaan anggaran Desa mendapat pendampingan hukum, sehingga pengelolaan anggaran tepat sasaran dan terhindar dari penyalahgunaan yang berpotensi melakukan tindak pidana korupsi. 

Hadir pada kegiatan MoU itu, Kajari Gresik Nana Riana, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani , Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hasan, Ketua AKD Kabupaten Gresik Nurul Yatim, Para Kasi dan Kasubag Kejari Gresik, Jaksa, dan 150 Kades se- Kabupaten Gresik.

Kajari Gresik Nana Riana dalam sambutannya mengatakan bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 ayat (12) UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Desa pada hakekatnya merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan RI. 

” Pada UU No. 6 Tahun 2014, Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam system Pemerintahan Negara Kesatuan RI,” kata Nana Riana. 

Ia melanjutkan, kewenangan desa untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan di tingkat desa (termasuk didalamnya adalah dana desa),  harus pula diikuti dengan adanya peningkatan kapasitas aparatur desa. Berdasarkan informasi dan data yang peroleh jumlah dana yang dikelola oleh 330 Desa di Kabupaten Gresik pada 2023 sebesar Rp 472.208.419.000. Rinciannya, Dana Desa (DD) Rp. 309.991.419.000, dan alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp 172.208.419.000. 

Lebih lanjut dikatakan Nana Riana, sesuai dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Prioritas Dana Desa Tahun 2023,  maka Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2023 diarahkan untuk pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa, percepatan pencapaian  tujuan SDGs Desa. 

Diantaranya, perbaikan dan konsolidasi data SDGs Desa, ketahanan pangan nabati dan hewani, pencegahan dan penurunan stunting, peningkatan kualitas sumber daya manusia warga desa serta untuk Mitigasi dan penanganan bencana alam dan non alam sesuai dengan kewenangan desa.

“Semoga MoU bidang keperdataan dan Tata Usaha Negara antara Kejari Gresik dengan Desa se Kabupaten Gresik berjalan dengan baik. Kejari Gresik akan melakukan upaya masksimal pendampingan, pembinaan dan mengawal anggaran dana desa agar tujuan utama pembangunan dan kesejahteraan Desa tercapapai,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan mendukung dan mengapresiasi Kejari Gresik dengan Desa  Kabupaten Gresik melakukan Kesepatan Bersama yang dituangkan pada MoU.

“Kerjasama pendampingan hukum ditingkat desa ini sangat bermanfaat untuk pembangunan dan mensejahterakan masyarakat,” terang Gus Yani.

Bupati Gresik berpesan pada seluruh kepala Desa, ada dua isu yang harus ditekankan, pertama isu kemiskinan, bagaimana ditingkat desa ini kemiskinan berkurang dan yang kedua isu pengendalian stunting di desa juag harus bisa ditekan sedini mungkin.

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Gresik Nurul Yatim mengatakan bahawa kegiatan penandatangan MoU ini bertujuan untuk mengawal dan membina pengelolaan anggaran desa/dana desa.

“Upaya pencegahan dini dalam pengelolaan anggaran Desa di Kabuapaten Gresik harus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Gresik supaya pengelolaan anggaran yang dilakukan Kepala Desa lebih baik dan tertindar dari penyalahgunaan anggaran,” jelasnya. (yad)

Kejari Gresik Teken MoU Pemerintahan Desa untuk Kawal Pengelolaan Dana Desa  Selengkapnya

Penjual Arum Manis Diringkus Polisi Nyambi Curanmor Dibekuk

GRESIK,1minute.id – Keinginan Imam Syafii, 21, memiliki Yamaha Xivion berujung ke penjara. Loh kok bisa? Sebab, untuk mewujudkan hasratnya, pemuda asal Desa Singorojo, Kecamatan Mayung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah itu dengan cara melanggar hukum. Mencuri.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan, tersangka Imam Syafii mencuri sepeda motor Yamaha Xivion nomor polisi (nopol) S 4762 AAM. Motor itu milik Khoirul Anwar warga asal Desa Karangdinoyo, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro sedang di parkir di Kompleks Perumahan Alam Bukit Raya (ABR) Blok C, Desa Suci, Kecamatan Suci, Kabupaten Gresik. 

“Waktu motor korban di parkir di dekat kamling tidak di kunci stir,” terang AKBP Adhitya Panji Anom didampingi Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra dan Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan di Mapolres Gresik pada Selasa, 9 Mei 2023. Tersangka Imam Syafii menuntun sepeda itu sejauh 100 meter dari lokasi kejadian. 

Untuk menghidupkan mesin sepeda motor, tersangka Imam Syafii sempat meminjam obeng kepada sekitar. “Tersangka pura-pura kunci motor hilang,” imbuh mantan Kapolres Ponorogo itu. Nah saat tersangka Imam Syafii mencoba menghidupkan mesin motor , korban bernama Khoiruh Anwar memergokinya. Korban meminta tolong. 

“Tersangka berinisial IM (Imam Syafii,Red) pasal 363 KHUP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” tegas AKBP Adhitya Panji Anom. 

Sementara itu, tersangka Imam Syafii mengaku dirinya bingung sewaktu membawa kabur motor curian hendak dilarikan kemana. Apalagi saat tempat kunci motor dirusak dengan menggunakan obeng tetap tidak bisa menyala.

“Saya baru pertama kali mencuri tapi apes sudah diamankan polisi,” ucap Imam Syafii yang sehari-hari berjualan arum manis keliling itu. (yad)

Penjual Arum Manis Diringkus Polisi Nyambi Curanmor Dibekuk Selengkapnya

Dua Anak Perempuan Ditemukan Tewas Di Waduk Desa Tenggor Balongpanggang 

GRESIK,1minute.id – Dua anak perempuan ditemukan tewas tenggelam di waduk Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik pada Minggu sore, 7 Mei 2023. Dua korban itu bernama Saskhirana Zahwa Pramesti alias Kirana, 12 dan Siti Hardianti Fulansari atau Wulan, 11. Keduanya warga Desa Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang. Korban ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB. 

Informasi yang dihimpun Minggu, 7 Mei 2023 sekitar pukul 09.30 WIB tiga anak perempuan asal Desa Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang pergi bersama dengan naik sepeda onthel. Mereka adalah Meliza Angga Medila, 11, Saskhirana Zahwa Pramesti, 12, dan Siti Hardianti Fulansari, 11. Mereka naik sepeda onthel sendiri-sendiri. Tujuan awalnya membeli mi ayam di dekat waduk Desa Tenggor.

Ditengah perjalanan Meliza tertinggal di belakang karenakan sepeda ontelnya tidak bisa lari kencang. Ketika tiba di lokasi waduk Tenggor yang memiliki kedalaman lebih kurang 3 meter itu, Meliza tidak menemukan Kirana dan Wulan. Hanya dua sepeda dan sandal milik korban yang ada di dekat waduk. 

Meliza celingukan. Ia pun memanggil nama dua temannya itu. Namun, tidak jawaban. Meliza memutuskan untuk kembali balik ke rumah dan mengurungkan niat untuk membeli mi ayam. Meliza pulang. Ia pun tidak memiliki firasat apa pun. Maklum bocil alias bocah cilik yang masih polos. 

Sekitar pukul 14.30 WIB, Jamin, seorang petani Desa Tenggor melintasi waduk. Lelaki berusia 62 tahun itu melihat ada pemandangan yang mencurigakan di sekitar waduk tersebut. Ia melihat dua unit sepeda ontel, kerudung dan sendal di pinggir waduk. Jamin celingukan. Tidak menemukan ada orang di sekitar waduk. Sejurus kemudian dia memanggil sejumlah warga melakukan pencarian di darat dan air waduk. Selama hampir 30 menit pencarian. Mata warga melihat sosok mayat mengambang. Mayat itu belakangan diketahui bernama Kirana dan Wulan.

Kabar penemuan mayat itu langsung menyembar seantero desa. Polisi dan Muspika setempat mendapatkan kabar itu langsung menuju lokasi kejadian. Aparat bersama warga setempat melakukan evakuasi kedua korban. “Ketika ditemukan korban sudah meninggal,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Balongpanggang AKP Muhammad Zainuddin dikonfirmasi  1minute.id pada Minggu malam, 7 Mei 2023. Camat Balongpanggang Muhammad Amri juga membenarkan kejadian tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi diduga dua korban terpeleset ketika berada di bibir waduk yang memiliki kedalaman lebih kurang 3 meter. Kedua korban ditengarai tidak bisa berenang. 

AKP Muhammad Zainuddin menambahkan hasil visum et repertum (VER) yang dilakukan tim kesehatan dari Puskesmas Balongpanggang tidak ditemukan luka atau tanda-tanda penganiayaan. “Keluarga korban tidak berkenan di lakukan otopsi dalam dikuatkan dengan pernyataan di atas materai.Keluarga korban menerima atas meninggalnya korban dan musibah,” kata AKP Zainuddin. (yad)

Dua Anak Perempuan Ditemukan Tewas Di Waduk Desa Tenggor Balongpanggang  Selengkapnya

Tersangka Pembunuh Anak Sehat Jasmani Rohani, 4 Hari Merenung Mencari Cara Mengirim Anak Ke Surga 

GRESIK,1minute.id – Sejumlah psikiater telah melakukan diagnosis emosional hingga perilaku  tersangka Qo’dad Af’alul Kirom alias Afan. Dalam pemeriksaan emosional hingga perilaku tersangka berusia 29 tahun yang keji menghabisi buah hatinya- sebut saja- Delima, 9, itu tidak mengalami gangguan kejiwaan. Afan sehat jasmani dan rohani. Tersangka Afan juga mengaku tidak menyesali perbuatannya. Pengakuan yang tidak bisa di nalar oleh akal sehat.

“Kondisi kejiwaan klien (Qo’dad Af’alul Kirom, Red) normal. Klien tidak mengalami gangguan kejiwaan,” kata Penasehat hukum (PH) tersangka Afan, Sulton Sulaiman dikonfirmasi 1minute.id pada Rabu, 3 Mei 2023. Selain pemeriksaan psikiater swasta, tersangka Afan juga menjalani pemeriksaan psikologi di RS Bhayangkara Polda Jatim. “Saya masih menunggu hasil pemeriksaan psikiater dari RS Bhayangkara Polda Jatim,” katanya. 

Sulton mengaku ikut mendampingi tersangka Afan menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh  psikiater. Afan menjawab semua pertanyaan dengan lancar. Ia mengaku sempat tidak percaya perbuatan Afan yang sadis menghabisi anak semata wayangya-sebut saja Delima, 9 tahun dengan 24 tusuk menggunakan pisau dapur ketika sedang tidur di rumah kontrakkan di Dusun Plampang, Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu. Perbuatan Afan  tergolong sadis itu menjadi perhatian publik. 

“Klien secara sadar karena sangat kecewa dengan istrinya,” tegasnya. Di mata Afan, prilaku istrinya diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) telah membuat anaknya harus menanggung malu dan menjadi korban bullying teman-temannya. Afan mengaku tidak tega kepada Delima. “Selama 4 hari, klien tidak bisa tidur. Termenung mencari cara untuk mengirim anaknya ke surga,” imbuh Sulton. 

Seperti diberitakan, Qo’dad Af’alul Kirom alias Afan begitu dingin. Padahal lelaki 29 tahun itu baru saja menghabisi buah hatinya, sebut saja Delima, 9 tahun. Sebanyak 24 tusukan, tiga diantaranya bagian punggung hingga mengenai organ jantung putrinya. Namun, Afan seakan tidak menyesali perbuatannya. 

Pepatah Harimau saja tidak akan tega menerkam anaknya. Setelah menikam anaknya menggunakan pisau dapur dengan panjang 30 centimeter, Afan melarikan diri. Ia berencana pulang ke rumahnya di Manukan Kulon, Tandas, Surabaya. Namun, keluarga Afan menyarankan untuk menyerah diri ke Polsek Tandes, Surabaya. 

Sejumlah anggota Satreskrim Polres Gresik kemudian menjemput Afan di Mapolsek Tandes, Surabaya. “Ditemukan sebanyak 24 luka tusukan pada tubuh korban. Yakni semuanya di bagian punggung. Tiga di antaranya tembus bagian dada dan mengenai jantung. Menggunakan pisau dapur,” ujar Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra didampingi Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan di Mapolres Gresik pada Sabtu, 29 April 2023. (yad)

Tersangka Pembunuh Anak Sehat Jasmani Rohani, 4 Hari Merenung Mencari Cara Mengirim Anak Ke Surga  Selengkapnya

Peringatan Hari Buruh di Gresik Kondusif,  Aparat Kepolisian Kawal Buruh hingga Surabaya 

GRESIK,1minute.id – Peringatan Hari Buruh Internasional Gresik kondusif pada Senin, 1 Mei 2023. Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra memimpin langsung pengamanan dan pengawalan ribuan buruh menuju ke Grahadi Surabaya  

Dalam arahannya Waka Polres Kompol Erika Purwana Putra mengatakan berkenaan dengan Hari Buruh Internasional, personel Polres Gresik untuk stand by dan on call.  “Kita harus siap dalam setiap situasi, termasuk apabila ada panggilan mendadak, untuk itu personel Polres Gresik  stand by,” ujarnya di Mapolres Gresik pada Senin, 1 Mei 2023.

Mantan Kasat Lantas Polres Gresik itu menjelaskan selain itu, personel Polres Gresik untuk tetap laksanakan kegiatan rutin dalam memelihara keamanan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). Polres Gresik juga mengawal  buruh yang akan melakukan unjuk rasa ke Surabaya.

“Ini bentuk pelayanan Polri kepada buruh untuk memastikan kelancaran dan keamanan berangkat ke Surabaya,” jelasnya. Ratusan  buruh turun jalan. Mereka berasal dari Sekretariat Bersama (Sekber) Serikat Pekerjaan/Serikat Buruh (SP/SB) Gresik sekitar pukul 12.00 WIB mulai konvoi menuju Kota Pahlawan, Surabaya untuk bergabung dengan buruh lainnya di Jawa Timur. Konvoi dengan kawalan aparat kepolisian itu melewati perbatasan Gresik – Surabaya. 

“Selama pemberangkatan berlangsung berjalan dengan aman dan tertib. Suasana kondusif. Karena gencarkan patroli dan monitor perkembangan di wilayah Hukum Polres Gresik,” pungkasnya. (yad)

Peringatan Hari Buruh di Gresik Kondusif,  Aparat Kepolisian Kawal Buruh hingga Surabaya  Selengkapnya

Diduga Istri Kumat Jadi LC Karaoke, Ayah Kirim Anak ke Surga dengan 24 Tusukan

GRESIK,1minute.id – Penyidik pidana umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik melakukan pendalaman motif Qo’dad Af’alul Kirom alias Afan tega menghabisi buah hatinya, sebut saja, Delima, 9 tahun. 

Siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) itu tewas setelah tersangka Afan menghujamkan 24 tusukan bagian punggung menggunakan pisau dapur saat sedang tertidur. Mengapa Afan, begitu keji menghabisi buah hatinya itu. Harimau saja tidak akan tega menerkam anaknya. Ivan dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Sebab, sebelum menghabisi anak gadisnya yang lucu itu mencari referensi alias browsing cara melenyapkan buah hatinya. 

Mengapa Afan tega menghabisi buah hatinya bernisial Delima, 9, di rumah kontrakkan di Dusun Plampang, Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Sabtu pagi, 29 April 2023. Apakah Afan mengalami gangguan jiwa ? Atau penyebab lainnya, penyidik Unit Pidum Satreskrim Polres Gresik melakukan pemeriksaan secara intensif. 

Ada kabar Afan mengalami gangguan kejiwaan alias orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pasalnya, ketika aparat melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Manukan Kulon, Tandas, Surabaya menemukan surat berobat rutin ke rumah sakit jiwa Menur, Surabaya. “Ada kemungkinan tersangka mengalami gangguan kejiwaan,” ujar sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu pada Minggu, 30 April 2023.

Kabar lain menyebutkan Afan “mengirim” anak semata wayang ke surga karena murka kepada istri. Tersangka murka karena istrinya kembali menekuni profesi sebagai perempuan pemandu karaoke alias Lady companion (LC). Afan yang sempat menjadi pengusaha konveksi dikabarkan kali pertama mengenalnya di salah satu tempat karaoke. Afan ngentasnya dengan cara menikahinya. Pernikahan itu membuahkan anak perempuan yang kini memasuki usia 9 tahun. 

Belakangan istrinya meninggalkan Afan dan anaknya.  Profesi sang istri sebagai pemandu di rumah karaoke itu membuat Delima, anak semata wayang menjadi korban bullying di sekolah. Afan tidak tahan anaknya jadi korban bullying sehingga mencari cara untuk mengakhiri hidup anak lebih cepat. “Di bullying teman-temannya sehingga tidak ada yang mau berteman dengan anak saya,” dalih Afan kepada wartawan di Mapolres Gresik pada Sabtu, 29 April 2023.

Seperti diberitakan, Qo’dad Af’alul Kirom alias Afan begitu dingin. Padahal lelaki 29 tahun itu baru saja menghabisi buah hatinya, sebut saja Delima, 9 tahun. Sebanyak 24 tusukan, tiga diantaranya bagian punggung hingga mengenai organ jantung putrinya. Namun, Afan seakan tidak menyesali perbuatannya. Pepatah Harimau saja tidak akan tega menerkam anaknya. Setelah menikam anaknya menggunakan pisau dapur dengan panjang 30 centimeter, Afan melarikan diri. Ia berencana pulang ke rumahnya di Manukan Kulon, Tandas, Surabaya.  Namun,  keluarga Afan menyarankan untuk menyerah diri ke Polsek Tandes, Surabaya. 

Sejumlah anggota Satreskrim Polres Gresik kemudian menjemput Afan di Mapolsek Tandes, Surabaya. “Ditemukan sebanyak 24 luka tusukan pada tubuh korban. Yakni semuanya di bagian punggung. Tiga di antaranya tembus bagian dada dan mengenai jantung. Menggunakan pisau dapur,” ujar Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra didampingi Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan di Mapolres Gresik pada Sabtu, 29 April 2023. (yad)

Diduga Istri Kumat Jadi LC Karaoke, Ayah Kirim Anak ke Surga dengan 24 Tusukan Selengkapnya

Tusuk Buah Hati dengan Pisau Dapur Sebanyak 24 Kali, Afan Dijerat Pembunuhan Berencana, Hukuman Mati

GRESIK,1minute.id – Wajah Qo’dad Af’alul Kirom alias Afan begitu dingin. Padahal lelaki 29 tahun itu baru saja menghabisi buah hatinya, sebut saja Delima, 9 tahun. Sebanyak 24 tusukan, tiga diantaranya bagian punggung hingga mengenai organ jantung putrinya. Namun, Afan seakan tidak menyesali perbuatannya. Pepatah Harimau saja tidak akan tega menerkam anaknya. 

Perbuatan Afan itu membuat warga Dusun Plampang, Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu mengeryitkan dahi. Serem. Tapi, Afan hanya tersenyum tipis karena telah mengantarkan anak semata wayang ke surga.

Informasi yang dihimpun, Jumat malam, 28 April 2023 Afan tidur bersama anaknya, Delima, 9 tahun. Tengah malam Afan bangun. Lelaki bertubuh ramping itu melihat putrinya yang masih diduk di kelas 2 Sekolah Dasar tidur nyenyak dalam posisi tengkurap. Afan kabarnya mengambil gawai. Ia browsing melalui Internet. Ia mencari cara menghabisi buah hatinya itu. Entah setan apa yang menyelinap dalam hatinya waktu itu. 

Cukup lama, Afan browsing. Ia menemukan cara yang sangat keji. Yakni, menghabisi anaknya dengan pisau dapur. Sekitar pukul 04.30 pada Sabtu, 29 April 2023, Afan lalu mengambil pisau di dapur rumahnya. Lalu balik ke kamar. Selanjutnya, cresss. Ia seperti kesetanan menusuk punggung putrinya. Darah pun membasahi bantal, sperei tempat tidur. 

Afan kemudian mengembalikan pisau ke dapur. Mencuci tangannya yang penuh darah. Setelah itu, Afan menghilang. Ia berencana pulang ke rumahnya di Manukan Kulon, Tandas, Surabaya. Namun, niatan lelaki kelahiran Surabaya, 19 April 1994 mengurungkan niatnya. Ia kemudian menyerahkan diri ke Polsek Tandes, Surabaya. Polsek Tandes kemudian berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Gresik. Sejumlah anak buah Iptu Aldhino Prima Wirdhan, Kasatreskrim Polres Gresik menjemput Afan di Polsek Tandes, Surabaya. 

“Ditemukan sebanyak 24 luka tusukan pada tubuh korban. Yakni semuanya di bagian punggung. Tiga di antaranya tembus bagian dada dan mengenai jantung. Menggunakan pisau dapur,” ujar Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra di Mapolres Gresik pada Sabtu,  29 April 2023.

Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan menambahkann menjerat tersangka dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati. 

“Kita kenakan Pasal 340 KUHP, tersangka sudah merencanakan pembunuhan kepada anaknya. Dibuktikan dengan jejak digital bahwa tersangka pernah browsing cara membunuh,” tegasnya. (yad)

Tusuk Buah Hati dengan Pisau Dapur Sebanyak 24 Kali, Afan Dijerat Pembunuhan Berencana, Hukuman Mati Selengkapnya

Polres Gresik Berangkatkan 4 Bus Balik Mudik Gratis Tujuan Semarang dan Jakarta 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menyiapkan empat unit bus arus balik lebaran ke Semarang dan Jakarta. Gratis dan mendapatkan jaminan keamanan dan kenyaman. Ratusan penumpang pun semringah. 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kabag SDM Polres Gresik Kompol Dedik Winardi mengatakan program Balik Mudik Gratis oleh Polda Jatim dan jajarannya ini adalah salah satu rangkaian Operasi Ketupat Semeru 2023.

“Operasi Ketupat Semeru 2023 ini adalah operasi kemanusiaan yang mana kami berupaya memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat pada masa lebaran Idul Fitri 1444 H/2023,” ujar Kompol Dedik Winardi usai memberangkatkan empat Unit bus di halaman Polres Gresik pada Jumat, 28 April 2023. Balik Mudik akan berangkat bersama sama dari Mapolda Jatim. Keselamatan pemudik yang kembali ke Jakarta dan Semarang lebih terjamin.

Sementara itu, peserta balik mudik, Soleh 43,  asal Desa/Kecamatan Duduksampeyan lega bisa balik ke Jakarta. Dia bersama keluarga sempat kesulitan mencari tiket kembali ke Jakarta beberapa waktu lalu. “Terimakasih Polres Gresik sudah memberikan fasilitas angkutan balik mudik gratis, tentunya ini sangat membantu biaya dan kelancaran sampai tujuan,” kata Soleh.

Senada diungkapkan Ifa. Gadis 20 tahun asal Semarang itu mengaku mudik ke Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk bersilahturahim dengan keluarga besarnya di Gresik. “Terimakasih polres Gresik 

sudah membantu kami terutama transportasi secara gratis, semoga program ini terus berlanjut diseluruh Indonesia,” harap Ifa. (yad)

Polres Gresik Berangkatkan 4 Bus Balik Mudik Gratis Tujuan Semarang dan Jakarta  Selengkapnya