Polsek Kebomas Dibekuk Pelaku Curanmor, Ngaku Arek KH Zubair, Gresik, Motor Laku Rp 2,5 Juta 

GRESIK,1minute.id – Tim Reskrim Polsek Kebomas meringkus seorang pemuda berinisial AD. Pemuda 41 tahun yang mengaku tinggal di Jalan KH Zubair, Gresik ditengarai pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sasaran adalah rumah kos-kosan.

Selain mengamankan tersangka AD, anak buah Kompol Abdul Rokib, Kapolsek Kebomas itu menyita barang bukti berupa 1 pcs celana jins, Helm warna hitam,sepasang sandal kulit dan uang sisa penjualan sebesar Rp 400 ribu. 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Kebomas Kompol Abdul Rokib mengatakan, pencurian sepeda motor terjadi pada Rabu, 6 September 2023 sekitar pukul 16.30 WIB. Tersangka AD menggasak sepeda motor Honda Beat nomor polisi (nopol) AE 6071 L. Motor milik korban Ayu, 19, warga Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.  Motor matik warna hitam di parkir di depan rumah kos di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo XXIV, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas. 

Hasil penyelidikan dan melihat rekaman CCTV pelaku mengarah kepada pemuda berinisial AD itu. “Kami lakukan rangkaian penyelidikan dan berhasil mengamankan AD orang yang diduga pelaku, kemudian petugas melakukan introgasi dan dari pengakuan AD secara terus terang mengakui perbuatanya bahwa telah mengambil sepeda motor milik korban Ayu,” kata Rokib. 

Pengakuan tersangka AD, sepeda motor curian tersebut disimpan di gang samping rumah korban tanpa plat nomor. AD kemudian menghubungi Wowok, residivis curanmor yang masih mendekam di rumah tahanan Dari pengakuan AD, saat situasi kos sepi sepeda motor milik korban langsung diambil, setelah itu oleh pelaku AD sepeda motor tersebut disimpan di gang samping rumah tanpa plat nomor.

Setelah itu pelaku menghubungi temanya yang bernama Wowok (di rutan kasus Curanmor) meminta bantuan mencarikan pembeli secara COD (Cash on Delivery). “Sepeda motor milik korban dijual seharga Rp 2,5 juta. Dan uangnya digunakan  kebutuhan sehari-hari dan membayar SPP sekolah anaknya,” tegasnya. (yad)

Polsek Kebomas Dibekuk Pelaku Curanmor, Ngaku Arek KH Zubair, Gresik, Motor Laku Rp 2,5 Juta  Selengkapnya

Pengedar Sabu-sabu asal Balongpanggang dan Menganti Dibekuk Tim Reskrim Polsek Cerme 

GRESIK,1minute.id – Tim Reskrim Polsek mengubrak-abrik peredaran narkoba di Gresik bagian Selatan. Dua pengedar diringkus di dua lokasi berbeda. Mereka adalah Sugianto alias Tameng, 44, asal Desa Banjaragung, Kecamatan Balongpanggang, Gresik dan Kuswanto Ari Wibowo alias Dono, 37, Desa Boteng, Kecamatan Menganti, Gresik.

Penangkapan dua pengedar sabu-sabu ini bermula dari laporan masyarakat. Sebuah rumah kos di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme ditengarai menjadi ajang pesta sabu-sabu. Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo yang lama bertugas di intelejen itu melakukan penyelidikan. Pada Rabu malam, 6 September 2023 sekitar pukul 22.30 WIB, rumah kos pengedar sabu-sabu itu kemudian digerebek. Sugianto diringkus. Dua poket sabu-sabu disita. Sedangkan, tiga poket lainnya di simpan  dibawah wastafel di rumah kos Sugianto lainnya di Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme. 

Dalam interogasi awal, Sugianto yang asal Desa Banjaragung, Kecamatan Balongpanggang itu “menyanyi”. Ia mengaku mendapat kristal bening dari Kuswanto Ari Wibowo, 37 tahun. Iptu Andik Asworo bersama tim Reskrim Polsek Cerme malam itu “menjemput” Kuswanto Ari Wibowo dirumahnya di Desa Boteng, Kecamatan Menganti

“Penangkapan dua tersangka pengedar sabu-sabu ini bermula dari laporan masyarakat. Tersangka Sugianto digerebek di rumah kos di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo pada Selasa, 12 September 2023. Dalam penggebekan itu diamankan 5 poket sabu-sabu. Rinciannya, 2 poket di rumah kos tersangka di Desa Cerme Kidul dan 3 poket di rumah kos tersangka di Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme.

Dalam pemeriksaan,  tersangka Sugianto mengatakan, sabu-sabu yang siap diedarkan untuk meracuni otak generasi anak bangsa diperoleh dari pengedar Kuswanto Ari Wibowo asal Deaa Boteng, Kecamatan Menganti. “Dalam pengembangan itu, tersangka Kuswanto Ari Wibowo, kami amankan saat ngopi di Desa Boteng,” jelas Iptu Andik Asworo. 

Penyidik menjerat tersangka  tindak pidana narkotika, dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (yad)

Pengedar Sabu-sabu asal Balongpanggang dan Menganti Dibekuk Tim Reskrim Polsek Cerme  Selengkapnya

Desa Kepatihan Jadi Kampung Tangguh Bebas Narkoba, Program Pencegahan, Edukasi Napza 

GRESIK,1minute.id – Kampung Tangguh Bebas Narkoba berdiri Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Kampung bebas narkoba, satu-satunya di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk program pencegahan dan edukasi terhadap obat terlarang atau narkoba.

Tim Asistensi Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur dipimpin oleh AKBP Dyah Arum Sari dan dua anggotanya, AKBP Rony Purwahyudi dan Kompol Ermi Sugiarti mengunjungi Kampung Tangguh Bebas Narkoba itu pada Kamis, 7 September 2023.

Mereka disambut oleh Kasat Reskoba Polres Gresik AKP Tatak Sutrisno dan Kapolsek Menganti AKP Inggit Prasetiyanto, Perwakilan BNN Gresik dan forkopincam serta tokoh agama dan tokoh masyarakat (Toga dan Tomas) setempat.

AKBP Dyah Arum Sari mengungkapkan,  kampung tangguh bisa membantu masyarakat yang jika terjebak dalam lingkaran peredaran narkoba, dan memberikan solusi terbaik untuk menyelamatkan masa depan bangsa dengan cara preventif atau pencegahan. “Harapannya bagi pengguna narkoba seperti rehabilitasi, butuh pengobatan atau juga butuh pendampingan. Sehingga setelah rehabilitasi dan tidak kembali lagi menjadi pengguna,” kata Dyah Arum Sari. 

Dipilihnya kampung tangguh bebas narkoba untuk satu Desa dalam setiap Kabupaten atau Kota di Jawa Timur sebagai role model, nantinya akan dikembangkan kepada desa-desa lain dengan mendirikan posko sesuai harapan bersama dalam memerangi narkoba. 

“Sementara satu Kabupaten ada satu, kedepannya akan ada posko di setiap Desa-desa,” terang Dyah. Ia melanjutkan, penanganan kampung tangguh bebas narkoba dibutuhkan peran aktif pula dari stakeholder. Sinergitas dapat dibangun untuk mencapai hasil maksimal terhadap pelayanan kepada masyarakat. “Tidak hanya Polri, seluruhnya juga ikut bertanggung jawab, makanya strukturnya melibatkan )emerintahan, BNN, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta stakeholder terkait,” katanya. 

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mendukung program Kapolri melalui Kampung Tangguh Bebas Narkoba. “Mari sama-sama jaga mulai dari keluarga dan lingkungan dari bahaya narkoba, jangan takut untuk melaporkan bila ada keluarga yang menggunakan narkoba,” pesan Kapolres AKBP Adhitya Panji Anom. Kasat Resnarkoba AKP Tatak Sutrisno menambahkan, apabila pengguna narkoba yang rela melapor maka akan dibantu. “Kami akan membantu program rehabilitasi,” tegas mantan Kapolsek Menganti itu. (yad)

Desa Kepatihan Jadi Kampung Tangguh Bebas Narkoba, Program Pencegahan, Edukasi Napza  Selengkapnya

Bambang Suhartono, Tersangka Pokmas Jatim Kembalikan Kerugian Negeri Rp 1,3 Miliar, Tunai!

GRESIK,1minute.id – Bambang Suhartono, tersangka dugaan korupsi anggaran Pokmas Pemprov Jatim 2013 mengembalikan uang kerugian negara Rp 1,3 miliar. Mantan anggota DPRD Jatim itu mengembalikan kerugian negara melalui kuasa hukum Purwadi. 

“Alhamdulilah, hari ini tersangka Bambang Suhartono melalui kuasa hukumnya Purwadi menyerarahkan pengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1,3 miliar secara tunai,” jelas Kajari Gresik Nana Riana di Kantor Kejari Gresik pada Kamis, 7 September 2023.

Kajari Nana didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifin N Wanda dan Kasi Intel Kejari Gresik Raden Achmad Nur Rizky melanjutkan, pengembalian kerugian negara ini tidak menghapus tindak pidananya.Akan tetapi, pengembelian itu menjadi pertimbangan dalam penuntutan. “Perkara akan segera  dilimpahkan ke Pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Surabaya untuk segera disidangkan,” ujarnya.

Hasil penyidikan yang dilakukan oleh Seksi Pidana Khusus Kejari Gresik, perkara dugaan tindak pidana korupsi anggaran Hibah Pemprov Jatim 2013 ini telah menetapkan dua tersangka yakni Bambang Suhartono mantan anggota DPRD Jatim dan ketua Pokmas Trisakti Surahman.

“Ucapan terima kasih kepada Kuasa hukum tersangka Bambang Suhartono, Bapak Purwadi atas upayanya dalam rangka mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 1,3 Miliqr pada perkara ini,” katanya. 

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Gresik Alifin N Wanda menambahkan, perkara dugaan tindak pidana korupsi Hibah Pokmas ini minggu depan akan dilimpahkan ke PN Tipikor Surabaya. “Sebenarnya, minggu kemarin perkara ini sudah akan kami limpahkan ke PN Tipikor, akan tetapi kuasa hukum tersangka telah kordinasi kepada Pidsus untuk pengembalikan kerugian negara,” jelasnya.

Seperi diberitakan, dugaan tindak pidana korupsi Hibah Pokmas Trisaksi yang mengunakanan anggaran Pemrptov Jatim tahun 2013 telah menyeret mantan anggota DPRD Jatim Bambang Suhartono dan Ketua Pokmas Trisaksi Surahman. Dari hasil audit yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) adanya potensi kerugian negara Rp 1,3 miliar. (yad)

Bambang Suhartono, Tersangka Pokmas Jatim Kembalikan Kerugian Negeri Rp 1,3 Miliar, Tunai! Selengkapnya

Polres Gresik  Gelar Operasi Zebra Semeru, Ini 8 Sasaran yang Dipelototi Polantas

GRESIK,1minute.id – Operasi Zebra Semeru 2023 mulai digelar Polres Gresik pada Senin, 4 September 2023. Operasi bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas mengusung tema “Kamseltibcarlantas Yang Kondusif Menuju Pemilu Yang Damai 2024” berlangsung sampai 17 September 2023 nanti.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom memimpin apel kesiapan personel menjelang Operasi Zebra Semeru 2023 di halaman Mapolres Gresik. “Operasi kali ini untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas,” tegas AKBP Adhitya Panji Anom pada Senin, 4 September 2023.

Data bulan Januari sampai Agustus 2023 angka kecelakaan di Jawa Timur meningkat 70,12 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan, korban meninggal meningkat 38,25 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, 2022. Jumlah pelanggaran meningkat drastis sebanyak 1.254 persen.

AKBP Adhitya mengatakan, meningkatnya angka pelanggaran dan laka lantas tidak terlepas dari meningkatkan mobilitas masyarakat pascacovid-19. Penyebab lain,  adalah menurunnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalulintas dan kurangnya anggota polantas akibat perubahan sistem penindakan dari manual ke sistem elektronik.

“Berdasarkam pertimbangan tersebut dipandang perlu adanya Operasi Zebra Semeru guna memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas,” ujar mantan Kapolres Blitar itu. Operasi zebra dilaksanakan selama 12 hari dari 4 September sampai 17 September 2023

“Laksanakan secara profesional secara humanis sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kepolisian negara Republik Indonesia,” pesan alumnus Akpol 2002 itu.

Sasaran Operasi Zebra Semeru 2023 : 

1. Pengendara motor yang berboncengan lebih dari satu orang.

2. Pengendara yang melawan arus di jalan yang satu arah.

3. Pengendara yang melebihi batas kecepatan maksimum.

4. Pengendara yang tidak memiliki SIM.

5. Pengendara dan penumpang sepeda motor yang tidak mengenakan helm SNI (Standar Nasional Indonesia)

6. Pengendara roda 4/lebih yang tidak menggunakan seatbelt 

7. Pengendara yang memainkan handphone saat berkendara.

8. Mengemudi dalam pengaruh minuman alkohol. (yad)

Polres Gresik  Gelar Operasi Zebra Semeru, Ini 8 Sasaran yang Dipelototi Polantas Selengkapnya

AKP Mulya Sugiharto Jabat Kasat Lantas Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom memimpin sertijab dan sumpah jabatan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Gresik di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Gresik pada Senin, 4 September 2023. 

AKP Mulya Sugiharto menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Gresik menggantikan AKP Agung Fitransyah. Agung menjabat Kasat Lantas Polres Gresik sejak 15 Juli 2022 atau 14 bulan. Agung kini menempati jabatan baru sebagai Kasi Kawaltah Subditpamtah Dittahti Polda Jatim. 

Sedangkan, penggantinya, AKP Mulya Sugiharto sebelumnya menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Blitar Kota. Sertijab Kasat Lantas Polres Gresik ini dihadiri Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra, serta Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek Jajaran Polres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan, mutasi di lingkungan Polri merupakan hal wajar untuk pembinaan karir anggota. Pihaknya berterima kasih kepada pejabat lama yang telah berdedikasi dan menjalankan tugas dengan baik. Pihaknya juga menyampaikan selamat datang kepada AKP Mulya Sugiharto. 

“Semoga bisa segera beradaptasi dan menjalankan tugas dengan baik,” kata lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 tersebut.

Ditempat yang sama, AKP Agung Fitransyah mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Gresik dan semua anggota Polres Gresik. “Juga masyarakat Kabupaten Gresik dalam sinergitas menjaga Kamseltibcarlantas selama saya menjabat kasat lantas,” kata Agung. 

Sementara, AKP Mulya Sugiharto minta dukungan dan bimbingan semua pihak dalam menjalankan tugas baru sebagai kasat lantas polres Gresik. Sertijab Kasat Lantas Polres Gresik merujuk pada Surat Telegram Kapolda Jatim Nomor: ST/1219/IX/KEP/2023 tanggal 24 Agustus 2023 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Jatim. (yad)

AKP Mulya Sugiharto Jabat Kasat Lantas Polres Gresik  Selengkapnya

Kedua Orang Tua yang Buang Bayi Ditahan, Ibu Bayi Masih Mahasiswi, Belum Nikah 

GRESIK,1minute.id – Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik terus memantau perkembangan bayi yang dibuang oleh orang tuanya. Bayi laki-laki dengan bobot 1,7 kilogram itu dibuang di depan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khikmah di Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Rabu, 23 Agustus 2023 lalu. 

Setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit, kondisi kesehatan bayi laki-laki yang terlahir dari rahim mahasiswi yang belum menikah itu terus membaik. “Beberapa waktu lalu, berat badan naik menjadi 1,9 kilogram,” kata Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati disela menghadiri Nawa Karsa Award Desa SIAP di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik akhir pekan lalu. 

Pemantauan kondisi bayi dilakukan, imbuhnya, karena orang tua bayi sedang menjalani proses hukum di Mapolres Gresik. Penyidik menetapkan sepasang kekasih yakni Belva Pandega Nuswantara (BPN)  dan perempuan berinisial UD, 22 tahun sebagai tersangka. Penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik menahan kedua tersangka dengan ancaman penjara selama 5,5 tahun. 

UD tercatat sebagai mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi di Surabaya. “Ibu bayi melahirkan di rumah pacarnya. Tanpa bantuan dokter dan paramedis. Melahirkan sendiri,” terang Titik Ernawati. Sejoli berinisial BPN dan UD telah berpacaran selama 2 tahun. Selama berpacaran itu, mereka diduga telah berulangkali berhubungan layaknya suami-istri. UD, mahasiswi asal Madura itu pun akhirnya hamil. 

Memasuki usia kehamilan 7 bulan, UD mengalami pendarahan hingga air ketuban pecah.”Melahirkan di rumah tersangka pria tanpa bantuan tenaga medis,’’ ujar Kapolres GresikAKBP Adhitya Panji Anom di Mapolres Gresik pada Jumat, 1 September 2023. 

Seperti diberitakan, pengasuh Pondok pesnatren (Ponpes),Al Khikmah di Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik mendapatkan telepon dari seorang tidak dikenal pada Rabu, 23 Agustus 2023. Lelaki misterius itu menitipkan bayi. Bayi laki-laki terbungkus sarung di bawah kran air. Di dekat bayi itu terdapat selembar kertas bertuliskan “Muhammad Romli Adhin 23 Agustus 2023, Ibu/bapak Yth Panti Asuhan Al Hikmah Sata nitipkan anak kami”. (yad)

Kedua Orang Tua yang Buang Bayi Ditahan, Ibu Bayi Masih Mahasiswi, Belum Nikah  Selengkapnya

Musim Kemarau, Polres Gresik Gelontorksn Bantuan Sumur Bor

GRESIK,1minute.id – Musim kemarau telah tiba. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau terjadi bulan September 2023 ini. Polres Gresik turun tangan untuk melakukan pembuatan sumur bor dan air bersih di sejumlah desa di Gresik Selatan. 

Diantara di Desa Randupangangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Jumat, 1 September 2023. Pembuatan sumur bor dan pompa air rangkaian memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom. 

Pengeboran sumur dengan kedalaman 53 meter dilakukan dalam kurun waktu 24 jam. Hasilnya? “Alhamdulillah berhasil. Airnya bersih,” ujar Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom pada Jumat, 1 September 2023. Ia melanjutkan, pembuatan sumur bor dan air bersih ini, Program Kapolri dalam rangka HUT ke-78 kemerdekaan RI. “Dengan adanya program sumur bor dan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan, dengan harapan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Air sangat vital bagi masyarakat baik kebutuhan rumah tangga sehari hari,” harap perwira dua melati di pundak itu. 

Mantan Kapolres Blitar ini berharap memasuki musim kemarau warga terhindar dari kekeringan. Masyarakat bisa mendapat air bersih dari sumur bor yang dibuat Polres Gresik. Sumur bor memberikan manfaat di musim kemarau. “Semoga bermanfaat bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan,” tutup alumnus Akpol 2002 itu.

Sementara, Kepala Desa Randupadangan Anhar mengucapkan terimakasih atas bantuannya sumur bor dan air bersih di Desa Randupadangan. Adanya sumur bor dan air bersih ini sangat membantu masyarakat.

“Atas nama masyarakat Desa Randupadangan mengucapkan terimakasih kepada Polres Gresik membantu warga desa Randupadangan,” ungkapnya.

Uman, salah satu warga Desa setempat mengharapkan program sumur bor dan air bersih ini berlanjut ke desa lainnya. “Semakin banyak sumur bor yang tersedia akan baik,” kata lelaki 57 tahun itu. Sebelum mengakhiri acara Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom memberikan bantuan sosial secara langsung kepada perwakilan masyarakat yang membutuhkan. (yad)

Musim Kemarau, Polres Gresik Gelontorksn Bantuan Sumur Bor Selengkapnya

Operasi Tumpas Narkoba, Polres Gresik Sita 50,89 Gram SS, Terberat 3 Tahun Terakhir 

GRESIK,1minute.id – Operasi Tumpas Narkoba 2023 berakhir pada 25 Agustus 2023. Selama dua pekan itu, Polres Gresik mengungkap 22 kasus narkoba dan menangkap 31 tersangka. Hasilnya? Menyita barang bukti berupa 464.249 butir pil koplo, 621 gram ganja, 126 pil ekstasi dan 50,89 gram sabu -sabu.

Barang bukti 50,98 gram kristal bening itu adalah terbesar dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini. Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menegaskan, pengungkapan kasus narkoba dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres dan Polsek jajaran Polres Gresik mulai 14 – 25 Agustus 2023. Seluruhnya berhasil mengungkap mulai dari penyalahgunaan narkoba sabu – sabu, ganja, ekstasi hingga peredaran pil koplo dobel L. Rinciannya, Satreskoba mengungkap sebanyak 8 kasus dan Polsek Jajaran 14 kasus. 

“Kami mengamankan 31 tersangka. Dengan barang bukti 464.249 butir pil koplo, 621 gram ganja, 126 pil ekstasi dan 50,89 gram sabu – sabu,” tegas AKBP Adhitya didampingi Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra dan Kasatres Narkoba Polres Gresik AKP Tatak Sutrisno di Mapolres Gresik pada Senin, 28 Agustus 2023.

Kasatresnarkoba Polres Gresik AKP Tatak Sutrisno menambahkan bahwa peredaran narkoba menyeluruh hampir di setiap wilayah. Namun, mayoritas adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya. 

“Karena penduduk yang banyak dan menjadi jalur transaksi. Para tersangka ini mayoritas adalah gudang atau pengedar saja. Mereka mendapat kiriman dari bandar yang berada di Lapas,” kata mantan Kapolsek Menganti itu.

Dari 31 tersangka itu, ada 17 tersangka pemakai. Mereka dijerat Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 127 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.

Sebanyak 8 tersangka dijerat Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 114 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara. Tiga tersangka dijerat Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.

Dan untuk tersangka peredaran pil koplo dikenai Pasal 435 dan/atau Pasal 436 Ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya paling lama 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar. (yad)

Operasi Tumpas Narkoba, Polres Gresik Sita 50,89 Gram SS, Terberat 3 Tahun Terakhir  Selengkapnya

Hari Ketiga, Identitas Orang Tua yang Membuang Bayi di Depan Ponpes Al Hikmah Menganti Misterius 

GRESIK,1minute.id – Telepon seluler Ji’in berdering. Sekitar pukul 04.15 WIB. Lelaki 54 tahun itu bersiap untuk salat Subuh itu pengangkat telepon yang tidak dikenalnya itu. “Saya nitip bayi di depan pondok,” ucap lelaki misterius itu kepada pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Al Khikmah di Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Rabu, 23 Agustus 2023.

Pria misterius itu lalu mematikan telepon. Ji’in lalu mengajak istrinya, Fifi Sofianita mengecek ke luar pondok dan melihat bayi laki-laki terbungkus sarung di bawah kran air. Di dekat bayi itu terdapat selembar kertas bertuliskan “Muhammad Romli Adhin 23 Agustus 2023, Ibu/bapak Yth Panti Asuhan Al Hikmah Sata nitipkan anak kami”. 

Bayi laki-laki seberat 1,7 kilogram itu kemudian dibawah Fifi Sofianita masuk ke dalam pondok di Dusun Kajar, Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti itu. Selanjutnya, pengurus pondok pesantren menghubungi Umi Maslakah, 52, bidan desa setempat. 

Berdasarkan laman pondokpesantrenalhikmahgadingwatu.com ; Yayasan Pondok Pesantren Al Khikmah terdapat program pendidikan mulai TPQ, Play Grup, Taman kanak-kanak, sekolah dasar islam terpadu (SDIT) sampai SMPIT. Dan, sekolah menengah Kejuruan (SMK) dalam proses persiapan. Selain program pendidikan itu, juga program sosial berbentuk Panti Asuhan Al Khikmah berdiri 23 Mei 2002.

Memasuki hari ketiga, bayi laki-laki nahas itu masih dirawat di rumah sakit Eka Husada Jalan Raya Desa Sidoajangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. “Kondisi kesehatan bayi baik,” kata Kepolsek Menganti AKP Inggit Prasetyanto pada Jumat, 25 Agustus 2023. 

Polisi masih menelusuri siapa orang tua bayi tersebut. Akan tetapi belum menemukan titik terang identitas orang tua bayi tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan,” imbuh mantan Kapolsek Kota Gresik itu. Selama tiga hari menjalani perawatan, bayi laki-laki semakin sehat dan menggemaskan. (yad)

Hari Ketiga, Identitas Orang Tua yang Membuang Bayi di Depan Ponpes Al Hikmah Menganti Misterius  Selengkapnya