Selebgram Ditangkap Polisi Karena Mencuri Perhiasan dan Uang Tunai

GRESIK,1minute.id – Selebgram Yoga Windy Agustian diamankan polisi. Master of Ceremony berusia 27 tahun ngontrak di Kompleks Pondok Permata Suci, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik itu ditangkap karena diduga melakukan pencurian perhiasan seberat 80 gram dan uang tunai Rp 10 juta.

Kini, Yoga yang memiliki 4.885 follower itu mendekam ditahanan Polsek Manyar. Ia pun sementara waktu tidak bisa berbagi cerita di media sosial. Informasi yang dihimpun pencurian perhiasan dan uang dirumah sahabatnya bernama Akhmad Syaiful Latif , 28, warga Jalan Barabai, Kompleks Perumahan Gersik Kota Baru (GKB),  Kecamatan Manyar, Gresik.

Pencurian dilakukan dua kali pada 3 dan 8 Juni 2021. Yoga masuk menggunakan kunci pemilik rumah yang ditaruh di atas lemari sepatu di teras rumah korban. Yoga mengetahui tempat kunci rumah  karena sudah  akrab dengan korban. Bahkan, ketika korban menikah Yoga didapuk sebagai host. 

Kali pertama pencurian dilakukan pada 3 Juni 2021 ketika Yoga sedang menghias mobil yang akan digunakan oleh korban Akhmad Syaiful Latif hendak nikah. Saat itu, tersangka Yoga pura-pura izin ke toilet kemudian mengambil sejumlah perhiasan.

Yoga pun seperti ketagihan. Pada 8 Juni 2021 Yoga melihat story WhatsApp Norma, istri Syaiful sedang berada berlibur. Yoga lalu menanyakan kepada Norma liburan dimana dan dijawab di Sarangan, Magetan. Yoga yang kerap berpenampilan perlente itu kembali mendatangi rumah korban. Mengambil kunci ditempat biasa korban menyimpan. 

Yoga pun leluasa mengacak-acak isi lemari tempat korban menyimpan perhiasan dan uang. Ia mengambil perhiasan seberat 1,46 gram, dua buah gelang 2 gram, satu cincin 2 gram, empat gelang lapisan emas, uang tunai Rp 10 juta.Barang curian itu dimasukkan ke dalam saku celana.

Seperti pepatah, tidak ada kejahatan yang sempurna. Belakangan terungkap, aksi solo Selebgram itu terekam kamera pengintai atawa closed circuit television/CCTV. 

Anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Manyar melihat ada mobil yang mencurigakan di sekitar rumah korban Syaiful. Mobil tersebut diketahui kerap dipakai Yoga. 

Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana menerangkan pelaku pencurian dengan pemberatan pembobolan rumah ini diamankan kurang dari sepekan. “Uang hasil pencurian digunakan untuk membayar hutang, memenuhi gaya hidup pelaku sendiri. Sebagian hasil curian dibelikan pakaian dan lain sebagainya. Modusnya memang pertama hutangnya banyak dan gaya hidup,”kata Iptu Bima pada Kamis, 24 Juni 2021. 

Selain menjadi MC, tersangka sering mendapatkan jasa endorse di akun instagram pribadinya. Gaya hidup tersangka ini seperti selebgram. Mulai dari travelling, kemudian shopping atau belanja barang branded. Tersangka selain terjerat pinjaman online, dia juga memiliki hutang kepada Wedding Organizer yang menggandengnya. Tersangka tak kunjung menyetor uang hasil job manggung.

Alumnus Akpol 2013 ini menambahkan hubungan korban dan tersangka sudah kenal lama sejak 2017. Karena sudah kenal dengan korban tahu lokasi barang berharga disimpan, korban mengalami kerugian sebesar Rp 38 juta.

“Berdasarkan rekaman CCTV, keterangan saksi dan korban, kita dalami pelaku, saat diamankan pelaku dirumah tanpa perlawanan,”terangnya.
Sementara hasil penyidikan baik dari korban atau saksi, pelaku masih beraksi seorang sendiri.

Barang bukti yang diamankan polisi berupa surat perhiasan emas, satu buah kalung emas kadar 16 karat, kalung emas kadar 16 karat, perhiasan emas model kancing kadar 6 karat dengan berat 3,5 gram, gelang emas perhiasan kadar 8 karat berat 5,8 / 4,6 gram.

Empat buah kalung perhiasan emas. Satu buah gelang gesper huruf berat 1,46 gram. Kemudian barang-barang branded berharga jutaan rupiah berupa kaos singlet bermerk, kaos jins, celana pendek bermek, kemeja motif batik.

Duda yang juga kerap menerima endorse di media sosial instagram ini hanya bisa melihat barang curian berupa emas, beserta pakaian dan sepatu dengan harga mahal yang dibelinya dari uang hasil mencuri dipajang saat pers release di Mapolsek Manyar.

“Karena kebutuhan kepepet, saya menyesal, tidak diulangi lagi,”kata Yoga lirih. Penyidik menjerat tersangka Yoga dengan pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (yad)

Selebgram Ditangkap Polisi Karena Mencuri Perhiasan dan Uang Tunai Selengkapnya

Diduga Dikeroyok Segerombolan Pemotor, Anak asal Mojokerto Kelenger, Penuh Luka


GRESIK,1minute.id –  Aksi kekerasan terhadap anak terjadi di Jalan Raya Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik pada dini hari tadi, Kamis, 24 Juni 2021. Seorang inisial Is, 14, warga Dawarblandong, Mojokerto sekujur tubuhnya luka-luka. Korban diduga dikeroyok sekelompok pengendara motor . Diduga kelompok geng motor.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno dikonfirmasi membenarkan kejadian pengeroyokan terhadap anak di bawah umur itu. “Kami masih melakukan penyelidikan,”ujar Tatak Sutrisno dikonfirmasi melalui selulernya pada Kamis, 24 Juni 2021.

Sejumlah anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Menganti dikerahkan untuk melakukan penyelidikan. “Baru tiga orang yang kami mintai keterangan sebagai saksi,”ujar mantan Kapolsek Cerme, Gresik itu. Penyelidikan dilakukan meski anak korban belum melaporkan kejadian kepada Polsek. 

“Saya semalam bersama anggota melakukan patroli bahkan sampai tidur di kantor untuk memastikan kamtibmas aman. Baru sampai kantor mendapatkan laporan masyarakat terkejadian itu,”terang perwira tiga balok di pundak itu. 

Namun, Tatak bisa menjelaskan detail kejadian dan motif pengeroyokan kepada korban. “Kami masih melakukan penyelidikan,”katanya. Informasi yang dihimpun 1minute.id, penggeroyokan korban berinisial Is, 14, warga Dawarblandong, Mojokerto itu terjadi sebelum subuh. “Kejadiannya sekitar pukul 03.00,”ujar sumber itu.

Pagi korban bersama sejumlah temannya melintas di Jalan Raya Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik. Tiba-tiba ada sekolompok pemuda mengendarai motor langsung menyerang korban. Akibat serangan membabi buta itu korban mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya yakni luka robek di bagian kepala, punggung, tangan dan paha. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Islam Cahaya Giri di Jalan Raya Bringkang, Kecamatan Menganti. (yad)

Diduga Dikeroyok Segerombolan Pemotor, Anak asal Mojokerto Kelenger, Penuh Luka Selengkapnya

Diduga Pelaku Curanmor, Terlanjur Digebuki, eee… Ternyata Maling Helm

GRESIK,1minute.id – IkhwanuI Mubin menjadi bulan-bulan masa di Alun-alun Gresik pada Sabtu malam, 19 Juni 2021. Pemuda 39 tahun dihajar karena diduga mencuri helm merek Cargloss warna putih milik korban Moch Revaldo Hermawan, 16. 

Korban yang tinggal di  Kompleks Perumahan Banjarsari Asri, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik itu menaruh helm  yang harga dipasaran Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu itu spion motornya. Pelaku yang asal Desa Lengkong, Kecamatan Mojosari, Moiokerto itu mengembatnya.

Informasi yang dihimpun, terduga pelaku  IkhwanuI Mubin tiba di Alun-alun Gresik pada Sabtu, 19 Juni 2021 sekitar pukul 18.00. Lelaki 39 tahun itu lalu memarkir motornya di depan Pendapa Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Terduga memarkir di dekat motor korban yang terdapat helm Cergloss warna putih itu.

Terduga Mubin lalu pergi ke toilet. Setelah itu, naik ke bagian selasar Alun-alun. Ia naik selasar untuk memantau situasi lapangan. Dalam hitungan menit, Mubin turun lalu mengembat helm milil korban Moch Revaldo Hermawan, 16, warga Kompleks Perumahan Banjarsari Asri, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik.

Nahas, aksi yang tidak terpuji dilakukan Mubin, yang bekerja di salah satu pabrik di kawasan Wringinanom itu diketahui korban dan diteriaki maling. Mubin, 39, asal Desa Lengkong, Kecamatan Mojosari, Moiokerto itu digebuki massa. Mubin ditolong anggota Satpol PP yang bertugas menjaga pendapa rumah dinas Bupati Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Gresik Kota AKP Inggit Prasetiyanto mengatakan, ada empat anggota Polsek Gresik Kota menuju lokasi kejadian di depan Pendapa Bupati di Alun-alun Gresik itu. Mereka adalah Aiptu Jamal, Aipda Koko, Aipda Agus Setiawan dan Bripka Ical. “Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Tapi, bukan pelaku curanmor,”kata AKP Inggit dikonfirmasi Minggu, 20 Juni 2021. (yad)

Diduga Pelaku Curanmor, Terlanjur Digebuki, eee… Ternyata Maling Helm Selengkapnya

Diduga Melanggar Kesepakatan dan Potensi terjadi Persebaran Covid, PKL Alun-alun Segera Ditertibkan


GRESIK,1minute.id – Tren kenaikkan kasus corona membuat satgas Covid-19 bekerja lebih keras menekan angka persebaran di Kota Santri, Gresik. Antara lain, Satgas akan menertibkan para penjual kaki lima (PKL) di Alun-alun Gresik. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik Abu Hasan mengatakan, penertiban PKL di Alun-alun Gresik berdasarkan kesepakatan pedagang dengan pemerintah. Mereka, kata Abu Hasan, bersurat ke Pemkab Gresik meminta kelonggaran berjualan selama empat hari dalam sepekan. 

Yakni, Jumat, Sabtu, Minggu dan Senin. Permohonan berjualan selama empat hari diajukan oleh PKL. Sebelumnya, mereka hanya boleh berjualan dua hari yakni Sabtu dan Minggu. “Sekarang mereka berjualan setiap hari di Alun-alun. Penertiban dilakukan sesuai dengan pengajuan mereka hanya boleh berjualan 4 hari dalam seminggu,”ujar Abu Hasan dikonfirmasi pada Minggu, 20 Juni 2021.

PKL ALUN-ALUN : Suasana pagi di Alun-alun Gresik pada Minggu, 20 Juni 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pihaknya, tambah mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB), telah mensosialisasikan pembatasan berjualan di Alun-alun hanya empat hari yakni Jumat, Sabtu, Minggu dan Senin. “Hari Selasa hingga Kamis  di Alun-alun harus bersih dari PKL,”tegasnya.

Penertiban PKL ini, untuk mencegah terjadinya kerumunan massa. Dalam surat dari Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro periode kesepuluh karena adanya peningkatan kasus corona virus disease 2019 di Gresik, untuk menekan persebarannya kegiatan perdagangan tidak terjadi kerumunan  sehingga harus dilakukan pembatasan. 

Pada Jumat, Sabtu dan Senin, buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00. Sedangkan, Minggu mulai pukul 06.00 – 21.00. Dalam pengamatan  1minute.id  pada Minggu pagi, kawasan Alun-alun terasa begitu ramai. Separoh Alun-alun di sisi selatan “dikuasai” pedagang. Mulai, penjual pakaian, makanan hingga arena bermain. Orang tua dan anak-anak tumblek blek. Ada yang masker. Sedangkan, sisi utara yang rindang karena tanaman digunakan masyarakat untuk olah raga. Kondisi lebih lengang. (yad)

Diduga Melanggar Kesepakatan dan Potensi terjadi Persebaran Covid, PKL Alun-alun Segera Ditertibkan Selengkapnya

Gasak Gawai, Jual Via Facebook, Uangnya untuk Istri dan PIL, Arif Residivis Diringkus Polisi


GRESIK, 1minute.id –  Cinta segi tiga yang dijalani Arif Rahman Hakim mengantarkannya ke hotel prodeo. Pasalnya, untuk membiayai istri dan perempuan idaman lain (PIL)-nya, lelaki asal Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik ini dengan cara mencuri smartphone. 

Arif ditangkap ketika mencuri gawai milik seorang warga di Jalan Kyai Syafi’i , Desa Suci, Kecamatan Manyar sekitar pukul 03.00. Smsrtphone korban sedang di charger. Nahas, ketika kabel pengisi baterai dicabut, gawai berdering. 

Korban yang seorang pendekar itu terbangun. Arif pun tertangkap massa lalu digebuki. Dalam pemeriksaan polisi geleng-geleng kepala. Sebab, bapak tiga anak berusia 26 tahun bolak-balik keluar dan masuk penjara. Sejak bebas dari penjara pada Januari 2021, Arif mengaku sekitar 8 kali mencuri habdphone.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti mengatakan, pelaku merupakan seorang residivis, sudah bolak-balik keluar masuk penjara karena kasus pencurian.

“Tersangka  baru bebas Januari 2021 ini adalah pemain lama, seorang residivis, bebas usai mendapat asimilasi dan kembali melaksanakan aksinya di Gresik. Mulai dari wilayah Kecamatan Panceng, Ujungpangkah dan Manyar,”terang Bima Sakti.

Modusnya, terang alumnus Akpol 2013, tersangka berpura-pura numpang ke toilet sambil celingukan mencari sasaran. Lokasi yang dijadikan sasaran oleh tersangka adalah warung kopi, musala, pom bensin dan rumah. Setiap beraksi selalu memilih waktu dinihari.

“Sasaran berupa handphone, dari hasil penyelidikan total sekitar 7 sampai 8 handphone hasil curian dijual di Facebook, dengan cara diposting di grup Facebook. Handphone curian dijual dengan harga Rp 300 ribu,”terang Bima.

Uang hasil kejahatan digunakan oleh tersangka untuk apa saha ? Arif mengaku uang hasil mencuri digunakan kebutuhan rumah tangga, istri dan tiga anaknya. “Juga untuk pacar,”kata Arif yang kerap mengendarai motor sport itu. (yad)

Gasak Gawai, Jual Via Facebook, Uangnya untuk Istri dan PIL, Arif Residivis Diringkus Polisi Selengkapnya

Viral, Massa Hakimi Pencuri Motor, Begini Kondisinya

GRESIK,1minute.id – Irfan Sutikno babak belur dihajar massa. Pemuda 43 tahun menjadi bulan-bulan massa karena tertangkap basah mencuri sepeda motor di Jalan Raya Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Gresik. 

Tertangkapnya warga Tempel Sukorejo, Wonorejo, Tegalsari, Surabaya itu viral di media sosial (medsos) sejak Senin, 14 Juni 2021 pukul 16.45. Dalam medsos kali pertama diposting oleh Andri Akhir Dhiata di akun Wringinanom Update News kemudian screenshot oleh Ahmad Baderi Islam di akun facebook Gresik Sumpek banjir ribuan like dan ratusan komentar.

Komentar netizen beragam. Taufik Firmansyah, misalnya, “Jgn main hakim sendiri, hakimi bersama saja. “Lah k seh muluz ngunu….emaneeee,”kata Tri Ariyanto. Komentar lainnya “Tukokno sarapan sego bungkus lurr.gk usa disakiti,“kata muhammad Arifun.

Dari Informasi yang dihimpun pencurian sepeda motor terjadi pada Senin, 14 Juni 2021 sekitar pukul 16.40. Sore itu, korban Abdul Kotib, 31, sedang ngopi di warkop di Jalan Raya Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Kotib memarkir motornya, Honda Scoopy nomor polisi W 4001 BF. 

Tiba-tiba datang pengendara Yamaha Vixion berboncengan. Salah seorang turun lalu menggasak motor Honda Scoopy. Kotib lalu berteriak maling. Bagai sebuah komando, Kotib dibantu massa melakukan pengejaran. Massa berhasil memepet dan menendang motor yang dikendarai pelaku -belakangan mengaku bernama-Irfan Sutikno itu tersungkur.

Massa yang sudah terlanjur igit-igitan menghajar Irfan. “Maling ketangkep. Posisi diamankan di pabrik baja Sumengko. Maling sepeda di Sumengko,”tulis Andri. (yad)

Viral, Massa Hakimi Pencuri Motor, Begini Kondisinya Selengkapnya

Acungkan Mandau, Ancam Bacok Bos, Warga Kutai Timur Dituntut 2,5 Tahun


GRESIK,1minute.id – Nasib Reza Yadi ada ditangan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Karena itulah, lelaki asal Desa Bayu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur beberapa kali mengiba. Meminta keringanan hukuman kepada majelis yang menyidangkan perkaranya.

Sidang lanjutan dengan terdakwa Reza Yadi memasuki pembacaan surat tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik A.A.Ngurah Wirajaya di PN Gresik pada Selasa, 15 Juni 2021. Jaksa menuntut terdakwa Reza Yadi melanggar pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP.  Menuntut terdakwa selama 2 tahun dan 6 bulan,”kata jaksa Ngurah. Terdakwa Reza dianggap meresahkan, mengancam akan membacok bosnya dengan pedang jenis mandau. Terdakwa Reza hanya tertunduk mendengarkan jaksa membacakan surat tuntutan dalam sidang daring itu.

Terdakwa telah mengakui semua kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. “Minta keringanan bu hakim,” ucap terdakwa dalam persidangan tuntutan di Pengadilan Negeri Gresik. Majelis hakim yang diketuai oleh Arni Mufida telah menerima permintaan keringanan terdakwa sebagai bahan pertimbangan memutus perkara tersebut.

“Sidang putusan minggu depan, sidang ditutup,”kata ketua majelis Arni Mufida. Perlu diketahui, terdakwa diseret ke pengadilan bermula saat di area pergudangan berlokasi Jalan Kapt. Darmo Sugondo, Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, terdakwa mendatangi bosnya, Wihartono Mastan.

Dengan keadaan marah-marah dan tidak memakai baju serta membawa mandau, ia beradu mulut dengan Wihartono. Kemudian terdakwa menarik kerah baju saksi korban dengan tangan kiri. Senjata tajam tersebut diacungkan kepada korban sambil mengancam akan membunuhnya. Terdakwa marah akibat gajinya dan rekan-rekannya molor. Atas kejadian tersebut, korban lapor polisi. Terdakwa kemudian berhasil diamankan setelah delapan anggota turun ke lokasi kejadian. (yad)

Acungkan Mandau, Ancam Bacok Bos, Warga Kutai Timur Dituntut 2,5 Tahun Selengkapnya

Bersih-bersih Preman Berlanjut, Diduga Memalak Pengunjung Pasar, Lima Orang Diamankan


GRESIK, 1minute.id – Perburuan preman berlanjut. Polisi kembali mengamankan lima orang diduga sebagai tukang palak atau melakukan pungutan liar.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, lima preman yang digiring ke Mapolres Gresik diamankan di dua tempat yakni Jalan Gubernur Suryo, Gresik dan Pssar Bringkang, Kecamatan Menganti. “Saat dilakukan operasi, preman tersebut kedapatan sedang melakukan pemalakan terhadap pengunjung pasar dan sopir truk,”ujar Kapolres Gresik Arief Fitrianto pada Senin, 14 Juni 2021. 

Instruksi menggelar operasi praktik premanisme itu setelah Kapolri mendapatkan perintah langsung dari Presiden RI Joko Widodo. “Penertiban premanisme merupakan bagian tugas Polri menindaklanjuti keluhan masyarakat,”kata alumnus Akpol 2001 itu.

Mantan Kapolres Ponorogo itu engimbau masyarakat apabila mengetahui adanya aksi premanisme segera melapor pada Kepolisian terdekat atau melalui call center 110. Premanisme yang mereka lakukan dikategorikan meresahkan masyarakat. Seperti pemalakan atau pemungutan liar (pungli).

Selain bersih-bersih preman, polisi juga mengingatkan  pandemi Covid-19 belum berakhir. Masyarakat diminta tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. (yad)

Bersih-bersih Preman Berlanjut, Diduga Memalak Pengunjung Pasar, Lima Orang Diamankan Selengkapnya

Eksepsi Ditolak Majelis Hakim Perintahkan Perkara Suropadi Dilanjutkan


SIDOARJO, 1minute.id – Upaya kuasa hukum terdakwa Suropadi kandas. Sidang lanjutan dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Camat Duduksampeyan non aktif Suropadi digelar Pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Surabaya.

Sidang lanjutan dengan agenda putusan sela itu digelar pada Selasa, 8 Juni 2021. Pada amar putusan sela, majelis hakim Tipikor Surabaya yang diketuai Johanis Hehamony menolak nota keberatan atau eksepsi dari terdakwa maupun kuasa hukum terdakwa.

Menurutnya, dakwaan JPU dari Kejari Gresik telah memenuhi syarat formil dan materill dan memerintahkan agar JPU melanjutkan perkara ini untuk memeriksa ke pokok materi dengan memeriksa saksi-saksi.

“Menolak eksepsi dari kuasa hukum terdakwa, menyatakan bahwa dakwaan Jaksa telah memenuhi syarat formil dan materill sesuai dengan ketentuan dari KUHAP, “tegas Johanis saat membacakan putusan sela.

Ditolaknya eksepsi ini, praktis perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran di Kecamatan Duduksampeyan dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan ke pokok materi.

Sidang yang dilakukan secara daring yang dihadiri kuasa hukum terdakwa Fajar Yulianto dan JPU dari Pidsus Kejari Gresik Indah dan Esti Harjanti Candrarini itu kemudian ditunda Minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi. 

Seperi diberitakan, terdakwa Camat Duduksampeyan non aktif Suropadi dijebloskan ke tahanan rutan Banjarsari atas dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran kecamatan pada 2017 – 2019. Hasil audit inspektorat akibat perbuatannya negara dirugikan sekitar Rp 1 miliar. (yad)

Eksepsi Ditolak Majelis Hakim Perintahkan Perkara Suropadi Dilanjutkan Selengkapnya

Tim Labfor Polda Jatim Selidiki Penyabab Tangki Metanol PT CAS Indonesia Meledak, 5 Meninggal Dunia, 2 Luka-luka


GRESIK,1minute.id – Polisi masih menyelidiki penyebab tangki metanol PT Citra Adi Sarana (CAS) Indonesia yang meledak dan mengakibatkan lima orang pekerja meninggal dunia dan dua pekerja mengalami luka-luka pada Selasa, 8 Juni 2021.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kecelakaan kerja di PT CAS Indonesia di Jalan Kapt. Darmo Sugondo, Kecamatan Kebomas, Gresik. “Masih kami lakukan penyelidikan,”kata AKBP Arief Fitrianto dikonfirmasi melalui selulernya pada Rabu, 9 Juni 2021.

Saat ini, imbuh alumnus Akpol 2001 itu, tim laboratorium forensil Mabes Polri Cabang Polda Jatim masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kami belum bisa menyimpulkan penyebab. Karena tim labfor masih melakukan penyelidikan,”imbuh mantan Kapolres Ponorogo itu.

Untuk diketahui, masyarakat Jalan Kapt. Darmo Sugondo, Kecamatan Kebomas dikagetkan suara ledakan sekitar pukul 15.00 pada Selasa, 8 Juni 2021. Belakangan diketahui ledakan itu berasal pekerjaan tangki metanol diduga milik PT CAS Indonesia. Siang itu, sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan bagian sensor di atas tangki metanol.

UCAPAN DUKA : Salah satu korban ledakan tangki PT CAS Indonesia (foto : ist)

Tidak diketahui tiba-tiba tangki meledak. Tangki yang cukup besar itu terguling. Sebanyak 5 pekerja dilaporkan meninggal dunia dan dua pekerja mengalami luka-luka. Lima korban meninggal dunia yakni, Muhammad Burhanudin Al Ansori, 22, dan Ibnu Attoilah, 21. Keduanya berasal dari Kabupaten Trenggalek. Saat ini jenazah kedua korban berada di kamar jenazah Rumah Sakit (RS) Semen Gresik.

Kemudian Septianingrum Devi Putri, 26, warga Kabupaten Kediri, Muhammad Andik, 33, warga Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas Gresik dan Johanes Saputro, 22, warga Kabupaten Lamongan. Ketiga jenazah berada di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Sementara dua korban yang luka berat yakni, Nur Kholik, 35, warga Kelurahan Sukorame Gresik dan Ali , 25. Kedua korban mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan dirawat di RS Semen Gresik. (yad))

Tim Labfor Polda Jatim Selidiki Penyabab Tangki Metanol PT CAS Indonesia Meledak, 5 Meninggal Dunia, 2 Luka-luka Selengkapnya