Geledah Blok Narapidana, Ditemukan Gawai, Charger, Botol Kaca


GRESIK,1minute.id – Narapidana penghuni Blok D di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Gresik kelabakan pada Senin, 7 Juni 2021. Sebab, petugas keamanan rutan berlokasi di Jalan Raya Banjarsari, Desa Banjarsari,  Kecamatan Cerme, Gresik melakukan penggeledahan barang bawaan warga binaan yang sedang menjalani masa tahanan. 

Dalam instagram @rutangresik disebutkan pengeledahan dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan ( Ka.KPR) Kelas II B Zulfikar Dyabir itu untuk pencegahan dini masuk barang terlarang di rutan. Penggeledahan itu dilakukan rutin merujuk arahan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM. 

Penggeledan barang bawaan binaan ini difokuskan di Blok D. Yakni, D 1, 2, 3 dan D 4 atas. Blok D ini khusus untuk narapidana terbelit perkara hukum antara lain, narkoba, curanmor dan lainnya.

GELEDAH BAWAAN NAPI : Petugas keamanan rutan melakukan penggeledahan barang bawaan narapida di Rutan Kelas II B Gresik dan menemukan 9 ponsel , charger dan barang terlarang lainnya (foto : ist)

Penggeledahan ini guna meminimalisir barang-barang yang dilarang masuk atau lebih tepatnya Zero Halinar (Handphone, Pungli, Narkoba). Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan sembilan unit telepon genggam, charger, botol kaca dan lainnya.

Diketahui, larangan menggunakan alat elektronik berupa handphone diatur dalam  Pasal 4 huruf J Permenkumham 6/2013 yang selengkapnya berbunyi setiap narapidana dilarang memiliki, membawa dan atau menggunakan alat elektronik, seperti laptop atau komputer, kamera, alat perekam, telepon genggam, pager, dan sejenisnya. 

Adapun sanksi yang dapat dijatuhkan terhadap setiap Narapidana yang diketahui memiliki, membawa, dan/atau menggunakan handphone diatur dalam Pasal 10 ayat (3) huruf f Permenkumham 6/2013 yang selengkapnya berbunyi narapidana dan tahanan dijatuhi hukuman Disiplin tingkat berat jika melakukan pelanggaran. 

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelayanan Tahanan Rutan Gresik Anis Handoyo ketika dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan kabar kegiatan penggeledahan barang bawaan anak binaannya. “Mungkin ada, Saya tidak monitor tadi saya ada di Surabaya,”kata Anis pada 1minute.id pada Senin, 7 Juni 2021. (yad)

Geledah Blok Narapidana, Ditemukan Gawai, Charger, Botol Kaca Selengkapnya

Pasutri Kalaborasi Curi Motor, Istri Ambil Kunci, Suami Joki Motor yang Akhirnya Mogok


GRESIK,1minute.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik menjatuhkan hukuman 2 tahun kepada terdakwa Risyidi, 43 tahun pada Selasa, 25 Mei 2021.

Lelaki asal Rembang, Jateng itu dijatuhi hukuman dua tahun karena mencuri sepeda motor di Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Bukan kali pertama bagi terdakwa Rosydi menghuni hotel prodeo karena “hobi” mencuri sepeda motor. Pada 2015, dia dihukum selama 5 tahun karena berulangkali mencuri motor di Tuban.

“Saya pernah dihukum dua tahun, kemudian dihukum satu tahun dan kemarin baru keluar setelah menjalani hukuman penjara dua tahun,” kata Rosyidi dalam menjawab pertanyaan majelis hakim saat sidang daring di PN Gresik.

Setelah menjalani hukuman, Rosyidi “hobi” terdakwa Rosyidi mencuri sepeda motor kumat lagi. “Sekarang di Gresik. Saya mohon keringanan majelis,”katanya.

Berdasarkan fakta di persidangan dan keterangan saksi-saksi, antara lain Samiyah, istri Rosyidi juga menjadi terdakwa kasus curanmor itu, majelis hakim PN Gresik Bagus Trenggono menjerat terdakwa Rosyidi dengan pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHPidana

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 2 tahun penjara,”kata ketua majelis Bagus Trenggono. Hukuman hakim itu lebih ringan setahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik Faris Almer Romadhona. 

JPU Faris dan terdakwa Rosyidi menerima putusan hakim ini. Pencurian dilakukan pasutri , Rosyidi dan Samiyah dilakukan pad 3 September 2021 sekitar pukul 02.30. Saat itu, mereka mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max. Mereka masuk Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik.

Melewati poskamling pasutri melihat sepeda motor Honda Tiger warna Hitam nomor polisi (nopol) L 6943 EL. Pemilik motor itu adalah Alfian Muaffi Fuadi tertidur pulas. Kunci motor masih menempel. “Mandek sek yah, Kok ketekoe ono arek turu nang pos. Tak delok e sek,”kata Samiyah dalam surat dakwaan JPU.

Samiya turun dan melihat kunci motor menempel. “Nek ono yo jupuk en,”kata terdakwa Rosyidi kepada istrinya. Berbekal kunci motor Tiger terdakwa Rosyidi menuntun motor sejauh 20 meter lalu menstarter.

Samiya mengendarai Yamaha NMax. Sedangkan, Rosyidi.memacu Honda Tiger. Nahas, ditengah perjalanan di Jalan Raya Duduksampeyan Honda Tiger dikendarai Rosyidi mogok. Berulangkali-kali Rosyidi gagal menghidupkan mesin motor. Pasutri mampir ke salah satu warung kopi.

Rosyidi ngos-ngosan karena menuntun motor. Saat ngopi itu, korban Alfian datang. Rosyidi dan istrinya, Samiya ditangkap. Kemudian diadili di PN Gresik. Penyidik mensplit berkas perkara mereka. Rosyidi di vonis 2 tahun. Sedangkan istrinya masih proses sidang. (yad)

Pasutri Kalaborasi Curi Motor, Istri Ambil Kunci, Suami Joki Motor yang Akhirnya Mogok Selengkapnya

Sembunyikan Sabu-sabu dalam Pembalut, Pemuda Jambangan, Surabaya Divonis 2 Tahun

GRESIK,1minute.id – Bagi Kurdiyanto, pencandu narkoba apa pun dilakukan untuk bisa memuaskan hasrat mengonsumsi sabu-sabu. Untuk mengelabui polisi  pemuda 26 tahun itu menyimpan barang haram dalam pembalut wanita. Nahas, aksi pemuda asal Desa Kebonsari, Kelurahan Jambangan, Surabaya tetap terendus polisi.

Kurdiyanto digiring ke tahanan. Dalam sidang pembacaan putusan ketua majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik Agung Ciptoadi memvonis hukuman penjara selama dua tahun.
Hakim menganggap terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 112 ayat 1 UU nomor 35/2009 tentang narkotika. Terdakwa memiliki 0,36 narkoba tanpa izin.

“Bagaimana terdakwa, apakah terima, pikir-pikir atau banding,”tanya ketua majelis hakim  Agung Ciptoadi usai membacakan amar putusan pada Senin, 24 Mei 2021.  Tanpa pikir panjang terdakwa Kurdiyanto menyatakan menerima vonis itu. Sementara jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik Siluh Candrawati menyatakan pikir-pikir. Sebab, putusan majelis itu lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut hukuman 6 tahun dan denda Rp 800 juta subsider 2 bulan.

Diketahui, terdakwa Kurdiyanto diringkus di sebuah minimarket usai membeli narkoba dari daerah Surabaya pada Desember 2020 lalu. Dia membeli sabu secara patungan dengan wanita berinisial S, yang kini masih DPO.

Barang haram yang dibungkus pembalut warna pink itu rencananya akan dikonsumsi di tempat kos S daerah Driyorejo. Namun, sebelum sampai lokasi, dia diringkus aparat kepolisian. (yad)

Sembunyikan Sabu-sabu dalam Pembalut, Pemuda Jambangan, Surabaya Divonis 2 Tahun Selengkapnya

Gagal Mencuri, Kelenger Dihakimi Massa

GRESIK,1minute.id – Seorang terduga penjahat spesialis kendaraan bermotor dihakimi massa di Alun-alun Gresik pada Minggu malam, 23 Mei 2021..Tertangkapnya penjahat viral di media sosial. Pelaku yang belum diketahui identitasnya kelenger.

Dalam video amatir terlihat massa mengepung pelaku yang memakai kaus bercorak garis vertikal warna kuning, putih dan hitam itu di piting dengan posisi tertelungkup. Polisi lalu melarikan terduga pelaku ini ke dalam mobil patroli 820 milik Polsek Gresik Kota.

“Niat mau maling tapi tertangkep. Kasihan babak belur gt. Tapi ada sebab pasti ada akibat smg jer,”bunyi caption di akun @infogresik. Sejak diunggah 17 jam lalu sudah mendapatkan like 100 ribu orang. 

Siapa pelaku curanmor yang apes itu? Sumber 1minute.id menyebut pelaku orang luar Gresik. Dia berinisial AA. Sumber yang meminta identitasya dirahasiakan itu pelaku yang digebuki massa itu tidak sendiri. “Ada temannya yang kabur,”kata seorang warga. Ia kabur ketika massa konsentrasi menghakimi pelaku.

Sayangnya , polisi masih enggan membuka identitas terduga pelaku curanmor itu. Kapolsek Gresik Kota AKP Inggit Prasetyanto belum bisa dikonfirmasi. (yad)

Gagal Mencuri, Kelenger Dihakimi Massa Selengkapnya

Sopir Profesinya, Bobol Bengkel Kerja Sampingan, Nyawer Hobi Tersangka Joko

GRESIK,1minute.id – Sepak terjang Joko Santoso terhenti di Gresik. Lelaki 43 tahun ini adalah penjahat antarprovinsi spesialis mencuri dongkrak. Modusnya,lelaki asal Lingkungan Karangtengah, Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu menyaru sebagai sopir truk trailer.

Polisi sedang memburu RN, anggota komplotan Joko. Joko dibekuk anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Duduksampeyan di Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan. Saat itu, tersangka Joko baru membobol bengkel tambal ban milik Taufikur Rohman, 42, di Desa Setrohadi, Duduksampeyan.

Informasi yang dihimpun Jumat , 21 Mei 2021 sekitar pukul 12.00,  Joko Santoso bersama RN, sopir dan kernet trailer itu berhenti di depan bengkel milik korban Taufikur Rohman di Desa Setrohado, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. 

Siang itu bengkel tambal ban tutup. Taufikur Rohman salat Jumat. Pelaku Joko merusak engsel pintu bengkel menggunakan potongan besi sepanjang 15 centimeter. Dua unit dongkrak hidrolik pengangkat beban 50 ton warna merah dan beban 30 ton warna hijau diangkut.

Usai salat Jumat korban Taufikur langsung ke bengkel. Ia melihat dinding bengkel dari triplek jebol. Korban celingukan. Melihat ada trailer melaju dari dekat bengkel. Taufikur teriak maling. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Duduksampeyan AKP Bambang Angkasa mengatakan, tersangka Joko Santoso mengaku beroperasi di Jawa Timur hingga Jawa Tengah. “Profesi tersangka adalah sopir trailer. Sehingga, orang tidak menduga kalau nyambi membobol bengkel yang ada di bahu jalan raya,”kata Bambang Angkasa pada Sabtu, 22 Mei 2021.

Tersangka Joko Santoso, imbuh mantan Kasubbag Humas Polres Gresik itu dibekuk anggota di Desa Tumapel sekitar 2 kilometer dari lokasi pencurian. ” Satu pelaku yang berprofesi kernet sedang kami buru,”imbuh mantan Kasat Sabhara Polres Gresik itu.

Tersangka Joko Santoso mengakui selain di Gresik, mereka juga beraksi di daerah Jawa Tengah. Saking banyaknya, Joko mengaku sudah hafal berapa kali. “Lupa berapa kali,”katanya kepada penyidik.

Dua unit dongkrat, tersangka mengaku bisa laku Rp 2,5 juta. Uang hasil digunakan untuk apa ? ” Biasanya saya pakai nyawer di warung ayu (warung penjaganya perempuan cantik),”katanya. (yad)

Sopir Profesinya, Bobol Bengkel Kerja Sampingan, Nyawer Hobi Tersangka Joko Selengkapnya

Dua Pekan Operasi Ketupat Semeru, Laka Vatalitas Anjlok 96 Persen


GRESIK,1minute.id – Kerja keras kepolisian resor Gresik membuahkan hasil positif. Jumlah kecelakaan lalu lintas mengakibatkan vatalitas selama Operasi Ketupat Semeru 2021 mengalami 96 persen.

Polres Gresik bertekad akan terus melakukan upaya guna meningkatkan keselamatan berkendara. Hal itu diungkapkan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto pada Jumat, 21 Mei 2021. Data dari Polres Gresik Operasi Ketupat Semeru 2021 digelar 6 – 17 Mei 2021 tercatat 24 kejadian. Namun, dampat vatalitasnya menurun drastis dibandingkan periode sama sebelum Operasi Ketupat Semeru 2021.

Rinciannya, korban meninggal dunia (MD) 1 orang, luka berat (LB) 2 orang dan luka ringan (LR) 35 orang. Sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru periode mulai 24 April hingga 5 Mei 2021 itu tercatat 22 kejadian laka lantas di wilayah hukum Polres Gresik. Rinciannya, meninggal dunia (MD) 29 orang , luka berat (LB) 4 orang dan luka ringan (LR) 4 orang.

“Jumlah kejadian Lakalantas selama Ops Ketupat Semeru bertambah menjadi 24 kejadian. Namun vatalitasnya mengalami penurunan mencapai 96 persen,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto.

Alumni Akpol 2001 tersebut mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan unsur keselamatan berkendara. “Patuhi tata tertib lalulintas serta taati rambu-rambu ketika berkendara di jalan raya. Serta jangan lalai menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.” imbau mantan Kapolres Ponorogo itu.

Selain itu, perwira dua melati di pundak itu juga menghimbau masyarakat Kota Santri untuk mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Sebab, wabah corona belum berakhir. Melakukan prilaku hidup dan bersih (PHBS).

“Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas adalah hal yang bisa dilakukan masyarakat saat ini guna menghindari paparan virus corona,”kata Kapolres Arief Fitrianto. (yad)

Dua Pekan Operasi Ketupat Semeru, Laka Vatalitas Anjlok 96 Persen Selengkapnya

Hii ! Polisi Hadirkan Hantu Kuntilanak dan Manusia Corona dalam Penyekatan Arus Balik


GRESIK,1minute.id – Pagebluk corona belum berakhir. Penyebaran virus dari Wuhan, Tiongkok masih berpotensi terjadi. Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik membawa sosok hantu dan virus corona untuk mengingatkan para pengendara motor tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sosok orang menyerupai hantu Kuntilanak dan virus corona itu dihadirkan ketika Satlantas Polres Gresik melakukan penyekatan pada sejumlah kendaraan yang melintasi pos check point di exit Tol Kebomas di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Jumat, 21 Mei 2021.

Dalam penyekatan itu, polisi melakukan pemeriksaan untuk pengecekan asal dan tujuan, kelengkapan persyaratan perjalanan disertai pelaksanaan tes swab dan rapid tes bagi para pengendara asal luar kota yang akan memasuki kabupaten Gresik.

PENYEKATAN : Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin penyekatan arus balik lebaran pada Jumat, 21 Mei 2021 ( foto : humas Polres Gresik for 1minute.id)

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas AKP Yanto Mulyanto mengatakan kami menghadirkan beberapa sosok hantu untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa corona masih ada dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Untuk pemudik arus balik wajib dilengkapi surat keterangan sehat.

Dalam pemeriksaan ini juga dilakukan test swab atau rapid test Antigen terhadap pemudik arus balik untuk mencegah kenaikan kasus Covid-19. Petugas pemeriksaan dengan alat pelindung diri (APD) dan thermo gun. “Kegiatan ini merupakan bentuk antisipasi terjadinya penularan  Covid-19 di wilayah Gresik”tegas AKP Yanto Mulyanto pada Jumat, 21 Mei 2021.

Hadirnya hantu kuntilanak dan manusia corona itu mendapatkan respon beragam dari pengendara. Ada merasa terhibur. Banyak pula merasa diingatkan bahwa virus corona masih ada.”Mereka sempat kaget tiba-tiba di berhentikan dan ada sosok hantu yang mendekat sambil membawa masker untuk diberikan ke pengendara yang nggk pakai masker,”kata perwira tiga balok di pundak itu.

Lebih lanjut Yanto mengatakann penyekatan di mulai pagi dan berlanjut sore hari. Pagi tadi diadakan rapid antigen terhadap 10 orang pengendara pengguna jalan asal luar kota. “Hasilnya negatif,”pungkasnya. (yad)

Hii ! Polisi Hadirkan Hantu Kuntilanak dan Manusia Corona dalam Penyekatan Arus Balik Selengkapnya

Terbukti 7 Kali Mencabuli Ibu Mertua, Oknum Polisi Divonis 3 Tahun Penjara


GRESIK, 1minute.id – Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Nsh, terdakwa pencabulan mertua masih melawan. Oknum polisi  bertugas di Polsek Ujungpangkah, Gresik itu dengan lantang menyatakan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik yang menghukum penjara 3 tahun.

Vonis hakim diketuai Fatkur Rochman itu sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik A.Ferry Hary. “Saya tidak sependapat dengan putusan Majelis hakim dan melakukan upaya banding,”tegas terdakwa dalam sidang virtual itu pada Kamis, 20 Mei 2021.

Pada amar putusan, Majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan perbuatan pencabulan secara berlanjut sebanyak 7 kali kepada saksi korban yakni mertuanya.

Pada putusan dijelaskan, perbuatan tidak terpuji yaang dilakukan terdakwa kepada mertuanya dilakukan sebanyak 7 kali periode bulan Desember 2019  hingga Februari 2020. 

“Pada keterangan saksi korban didapat bukti, bahwa terdakwa melakukan pencabulan dengan cara memaksa korban menyentuh alat kelaminnya serta menggesekan alat kelaminnya kepantat korban,”jelasnya.

Perbuatan cabul itu kepada ibu mertuanya itu dilakukan oleh terdakwa dirumah, dalam mobil di sebuah gang sempit juga melalui video call. Sebelum menjatuhkan vonis hukuman majelis mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan. 

Pertimbangan memberatkan, menurut majelis perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa itu telah mengakibatkan langsung atau tidak langsung menimbulkan keresahan masyarakat, terdakwa tidak mengakui perbuatan dan terdakwa anggota Polri seharus bertugas melindungi masyarakat.

Sedangkan, pertambangan yang meringankan selama sidang terdakwa bertindak sopan. “Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti melanggar pasal 289 KUHP yakni melakukan tindak pidana pencabulan secara berlanjut. Menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama 3 tahun,”tegas M.Fatkur Rochman saat membacakan putusan pada Kamis, 20 Mei 2021.

Atas vonis ini, terdakwa yang disidang secara virtual menyatakan banding. “Saya tidak sependapat dengan putusan Majelis hakim dan melakukan upaya banding,” tegas terdakwa. (yad)

Terbukti 7 Kali Mencabuli Ibu Mertua, Oknum Polisi Divonis 3 Tahun Penjara Selengkapnya

Incar Motor lain, Dua Alap-alap Motor Matik Dibekuk Polisi

GRESIK,1minute.id –  Dua alap-alap sepeda motor diringkus anggota reserse Polsek Gresik Kota. Duo pencuri itu adalah Arief Wicaksono , 29, dan Rakhmad Febrian , 31. Mereka tinggal di Pondok Benowo, Pakal , Surabaya dan Jatisrono Barat, Semampir, Surabaya.

Duo spesialis kendaraan bermotor dibekuk di Jalan Raya Meduran, Tlojopojok, Gresik. Informasi dihimpun, tersangka Arief Wicaksono dan Febrian mencuri motor milik Ahmad Faisol, 31. Motor matik nopol W 3475 BK raib ketika di parkir depan rumah korban di Jalan Kyai Sahlan, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar. 

Korban Faisol baru ngeh motornya raib ketika akan berangkat ke Pasar Gresik. Setelah menanyakan kepada tetangga tidak ada mengetahui, Faisol setelah ke Pasar Gresik berencana melapor ke polisi menggunakan motor lainnya. 

Ditengah perjalanan, Faisol melihat motor miliknya dikendarai  pemuda tidak dikenal. Mereka berboncengan. Faisol membuntutinya. Pengendara motor belakangan diketahui bernama Arief Wicaksono berboncengan dengan  Febrian itu berhenti di sebuah warung kopi di Jalan Raya Meduran, Tlogopojok, Gresik.

Mereka berhenti diduga sedang mengincar sasaran lainnya. Warkop saat itu sedang ramai pembeli. Faisol lalu mendatanginya. Duo pelaku curanmor kabur. Spontan Faisol teriak maling. Arief dan Febrian menjadi sasaran amuk massa. Beruntung ada anggota reserse Polsekta Gresik sekitar lokasi kejadian.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsekta Gresik AKP Inggit mengatakan kedua pelaku adalah spesialis curanmor. “Tersangka masih mengaku dua kali mencuri motor,”kata Inggit pada Rabu malam, 19 Mei 2021.
Sebelumnya, imbuhnya, pelaku mencuri motor milik Silvia Indah Fatmawati warga Perum Residence, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik. 

“Pelaku yang kami amankan ini memang spesialis curanmor di wilayah Gresik. Untuk itu, kami menghimbau agar pemilik kendaraan bermotor menggunakan kunci ganda demi keamanan bersama,” pungkasnya.(yad)

Incar Motor lain, Dua Alap-alap Motor Matik Dibekuk Polisi Selengkapnya

Kiswanto : Wisuda SMA Negeri 1 Wringinanom tanpa Sepengetahuan Kantor Cabang Dindik


GRESIK, 1minute.id – Polresta Mojokerto  mendalami dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada acara Wisuda dan Pelepasan Peserta Didik Kelas XII angkatan XXIII tahun 2021 SMA N 1 Wringinanom, Gresik di salah satu mal di Mojokerto. 

Gelaran yang diikuti 600 orang itu diduga kuat tidak berizin dan melanggar protokol kesehatan. Sejumlah pihak yang terkait kegiatan pengumpulan massa itu masih dimintai keterangan oleh polisi.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacab Dindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Gresik Kiswanto mengaku acara wisuda dan pelepasan siswa kelas XII itu dilakukan tanpa sepengetahuan Kacab Dindik Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Gresik. “Tidak tau dan tidak ada pemberitahuan mas,”kata Kiswanto dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Rabu malam, 19 Mei 2021.

Terkait sanksi bagi penyelenggara kegiatan itu, Kiswanto enggan berkomentar. “Ikuti proses pemeriksaan di polres dulu nggeh,”ujarnya.

Seperti diberitakan tim gabungan TNI, Polri dan Pol PP Mojokerto Kota membubarkan kegiatan Wisuda dan Pelepasan Peserta Didik Kelas XII angkatan XXIII tahun 2021 SMA N 1 Wringinanom, Gresik di salah satu mal di Mojokerto pada Rabu, 19 Mei 2021. Pembubaran acara itu dipimpin langsung Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi. 

Sebab, acara dihadiri sekitar 600 orang diduga kuat tidak berizin dan melanggar protokol kesehatan. Panitia dan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wringinanom Sukadi dibawa ke Mapolres Mojokerto Kota untuk dimintai keterangan. (yad)

Kiswanto : Wisuda SMA Negeri 1 Wringinanom tanpa Sepengetahuan Kantor Cabang Dindik Selengkapnya