Wisuda Siswa SMA Negeri 1 Wringinanom Dibubarkan Polisi

MOJOKERTO, 1minute.id – Polres Mojokerto Kota membubarkan acara Wisuda dan Pelepasan Peserta Didik Kelas XII angkatan XXIII tahun 2021 SMA N 1 Wringinanom di salah satu mal di Mojokerto pada Rabu, 19 Mei 2021.

Gelaran wisuda angkatan XXIII itu dibubarkan diduga karena tidak memiliki izin Satgas Covid-19 Mojokerto Kota dan melanggar protokol kesehatan.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi memimpin langsung pembubaran acara tersebut. Panitia dan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wringinanom Sukardi dibawa ke Mapolres Mojokerto Kota untuk dimintai keterangan.

Ketika petugas gabungan dari TNI, Polri dan Pol PP Mojokerto Kota mendatangi lokasi gelaran wisuda di salah satu mal itu prosesi wisuda sedang berlangsung. Ratusan wisudawan yang memakai baju toga duduk hampir berimpitan. 

KAPOLRESTA Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi ketika memimpin pembubaran wisada siswa SMA N 1 Wringinanom di salah satu mal pada Rabu, 19 Mei 2021 (foto : istimewa)

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi mengatakan, dua kegiatan wisuda itu tidak ada izin dari Satgas Penanggulangan Covid-19.

“Ini berawal pemberitahuan dari masyarakat ke Satuan Tugas Covid-19 dan kami lakukan penindakan pembubaran tersebut, karena tidak ada sepengetahuan dan ada masyarakat berkumpul tidak diizinkan,”terang Deddy di lokasi dikutip dari JatimNow.com. Siswa SMA Negeri 1 Wringinanom yang diwisuda berjumlah 600 siswa. 

Terpisah Kepala SMA Negeri 1 Wringinanom Sukadi belum bisa dikonfirmasi. Wartawan  1minute.id ketika menghubungi seluler terdengar nada aktif tapi tidak direspon. Ketika konfirmasi melalui pesan WhatsApp terlihat centang dua warna putih. Sedangkan, ketika di telepon WhatsApp dirijek. (yad)

Wisuda Siswa SMA Negeri 1 Wringinanom Dibubarkan Polisi Selengkapnya

Kuasa Hukum Anggap Dakwaan Suropadi Cacat Formal, Terdakwa Minta Dibebaskan

SIDOARJO,1minute.id – Sidang lanjutan dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Suropadi, Camat Duduksampeyan, Gresik Non Aktif digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada Selasa, 18 Mei 2021.

Sidang lanjutan memasuki agenda pembacaan nota keberatan atau eksepsi dari kuasa hukum terdakwa Suropadi, Fajar Yulianto.  Pada eksepsinya setebal 13 halaman, kuasa hukum terdakwa Fajar Yulianto menyatakan bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik disusun tidak cermat, jelas dan lengkap serta cacat hukum sehingga dapat dinyatakan batal demi hukum. 

Menurutnya dakwaan jaksa telah menyampaikan informasi yang salah, overlaping antara dakwaan primair dan subsidair dan perkara itu adalah premature.

“Kami contohkan informasi tanggal penahanan tidak sesuai dengan peristiwa hukum sebenarnya. Terdakwa faktanya ditahan pada  15 Februari 2020 sesuai dengan surat penahanan yang dikeluarkan oleh penyidik, akan tetapi dalam dakwaan surat  dari penyidik/jaksa tertuang tanggal 10 Februari, ini jelas ada keselahan fatal terhadap penyampaikan data informasi pada surat dakwaan,”tegas Fajar Yulianto saat membacakan eksepsi.

Fajar melanjutkan narasi kesimpulan yang sama persis namun ditempatkan pada dua klasifikasi pada surat dakwaan yang berbeda sehingga menimbulkan dakwaan yang kabur, untuk itu surat dakwaan haruslah dibatalkan dan tidak didapat diterima.

“Untuk itu kami memohon kepada majelis hakim agar nota keberaran ini di terima seluruhnya, menyatakan surat dakwaan batal demi hukum, menyatakan agar terdakwa Suropadi dikeluarkan atau dibebaskan dari tahanan serta mengembalikan nama baik, harkat dan martabatnya serta menyatakan perkara Aquo dihentikan dan tidak dapat diperiksa lebih lanjut,”tegas Fajar.

Sidang yang dilakukan secara virtual dengan majelis hakim yang diketuai Johanis Hehamony ditunda minggu depan dengan agenda jawaban eksepsi dari JPU. 

Seperti diberitakan terdakwa Suropadi didakwa telah melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU RI No. 31 Tahun 1999 jo. UU no. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi UU RI No. 31 Tahun 1999 jo UU no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dan dakwaan subsider dengan pasal 3 jo pasal 18 Ayat (1) huruf b UU RI No. 31 Tahun 1999 jo UU no. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Suropadi diduga menyalagunakan anggaran keuangan di Kecamatan Duduksampeyan kurun waktu 2017, 2018 dan 2019. Hasil audit inspektorat kerugian berkisar Rp 1 miliar. Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menetapkan tersangka dan melakukan penahanan. Suropadi melalui kuasa hukumnya sempat mengajukan pengalihan penahanan, tapi tidak dikabulkan oleh penyidik kejaksaan. (yad)

Kuasa Hukum Anggap Dakwaan Suropadi Cacat Formal, Terdakwa Minta Dibebaskan Selengkapnya

Satu dari Delapan Pemudik Positif Covid

GRESIK,1minute.id – Pemerintah masih menerapkan larangan mudik atau perjalanan ke luar kota hingga Senin,17 Mei 2021. Petugas gabungan dari TNI, Polri, Pol PP, Dishub dan Dinas Kesehatan seakan tidak pernah capek melakukan penyekatan di semua perbatasan di Gresik. 

Antara lain, penyekatan di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan yang berbatasan dengan Lamongan pada Minggu, 16 Mei 2021. Sebanyak 101 diantara 235 unit kendaraan yang terjaring penyekatat diputarbalik karena melanggar larangan mudik lebaran. 

Dari ratusan pengendara itu, petugas memeriksa kesehatan delapan orang dengan melakukan tes usap antigen secara acak. Hasilnya, satu pengendara dinyatakan positif covid-19. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto P., mengatakan delapan orang menjalani tes usap Antigen di Pos Pam Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. “Ada satu pemudik terindikasi positif Covid,”tegas Yanto Mulyanto pada Minggu, 16 Mei 2021.

Selain melakukan penyekatan, tes usap antigen petugas membagikan masker kepada para pengguna jalan itu.

WISATAWAN DOMESTIK : Suasana destinasi Wisata Selo Tirta Giri (Setigi) Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik pada Minggu, 16 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, update data Covid-19 Gresik yang dirilis oleh Dinas Kesehatan melalui Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik per 16 Mei 2021 ada penambahan konfirmasu Covid-19 sebanyak 7 kasus  terakumulasi 5.591 kasus. Sedangkan, jumlah sembuh 4 kasus total 5.188 kasus. Selain itu, jumlah korban meninggal bertambah 1 menjadi 354 kasus.

Tujuh kasus baru konfirmasi Covid-19 itu berasal dari Desa Serah, Kecamatan Panceng, Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom, dan  Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme masing-masing 1 kasus konfirmasi. Kemudian, Desa Hulaan dan Bringkang, Kecamatan Menganti masing-masing 3 dan 1 kasus konfirmasi. Sedangkan, satu korban meninggal karena Covid-19 tercatat dari Kecamatan Bungah. (yad)

Satu dari Delapan Pemudik Positif Covid Selengkapnya

101 Kendaraan Diputarbalik Karena Melanggar Larangan Mudik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 101 kendaraan diputarbalik karena ditengarai melanggar aturan larangan mudik. Pada Minggu, 16 Mei 2021 diprediksi puncak arus balik libur lebaran. 

Petugas gabungan, TNI, Polri, Pol PP dan Dinas Kesehatan Gresik melakukan penyekatan di setiap perbatasan masuk ke Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Antara lain di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan yang berbatasan dengan Lamongan.

Sebanyak 235 unit mobi penumpang umum dan 98 pengendara motor dihentikan karena memakai nomor polisi luar Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat lantas AKP Yanto Mulyanto P., mengatakan kendaraan yang diputarbalik tersebut hasil penyekatan di pos pam penyekatan Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan. 

“Hasil penyekatan kendaraan yang diputarpalikan sebanyak 101 kendaraan. Rinciannya, kendaraan roda dua sebanyak 25 unit dan mobil penumpang 76 unit karena tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan,” ujar Yanto dalam keterangannya pada Minggu, 16 Mei 2021.

Sementara itu, pemerintah masih menerapkan larangan mudik atau perjalanan ke luar kota hingga Senin, 17 Mein2021. Mulai Selasa, 18 Mei 2021, pemerintah akan melonggarkan pembatasan perjalanan. Meski begitu, masyarakat yang bepergian ke luar kota pada periode 18-24 Mei 2021 tetap mesti mematuhi beberapa persyaratan.

Persyaratan ini berlaku untuk masyarakat yang menggunakan angkutan transportasi umum dan pribadi. Pengetatan syarat perjalanan ini juga berlaku untuk seluruh moda transportasi baik darat, laut, udara, dan kereta api dalam perjalaman antarkota/kabupaten dan antarprovinsi.
Simak syarat-syarat bepergian untuk Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) 2 berikut

1. Keterangan Negatif Covid-19
Syarat perjalanan tercantum dalam Adenum SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.Salah satu syarat itu adalah surat keterangan negatif Covid-19 yang berlaku 24 jam untuk tes usap atau swab test PCR dan swab antigen.

Sementara, hasil tes GeNose berlaku hanya pada hari keberangkatan perjalanan. “Oleh karenanya, semua anggota masyarakat kami ingatkan bahwa perjalanan di semua moda transportasi masih harus mematuhi syarat-syarat itu,” kata Adita dalam konferensi pers virtual yang tersiar di kanal YouTube BNPB pada Kamis, 13 Mei 2021.

2. Surat Keterangan Perjalanan
Adita juga mengimbau masyarakat untuk membatasi perjalanan demi mengurangi risiko tertular Covid-19. Apabila terpaksa untuk melakukan perjalanan, masyarakat diminta menyiapkan dokumen yang dapat menjelaskan kepentingan melakukan perjalanan.

“Dan tentunya surat keterangan, baik itu surat keterangan karena tugas maupun juga surat keterangan dari kepala desa atau lurah setempat jika kepentingannya adalah kepentingan pribadi,”ujarnya.

3. Pengisian e-HAC Indonesia
Pelaku perjalanan dengan moda transportasi darat umum maupun pribadi kembali diimbau untuk melakukan pengisian e-HAC Indonesia.Sedangkan, bagi pelaku perjalanan udara dan laut wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia.

e-HAC adalah electronic-Health Alert Card atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan. Kartu elektronik ini dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), khususnya pada Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. (yad)

101 Kendaraan Diputarbalik Karena Melanggar Larangan Mudik Selengkapnya

Nekat Takbir Keliling, Berakhir Mewek Dikantor Polisi

GRESIK,1minute.id – Sekelompok pemuda asal Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik nekat. Meski, sosialisasi larangan takbir  keliling sudah digeber. Namun, mereka tetap nekat takbir keliling naik mobil pikap lengkap dengan sound system.

Petugas gabungan dari Polsek, Koramil dan Kecamata Manyar yang menggelar patroli skala besar itu menghentikan aksi nekat sekelompok pemuda itu. Sepuluh pemuda itu langsung mengkeret ketika petugas gabungan menggiring pikap yang ditumpangi ke Mapolsek Manyar. Mereka karena terbukti melanggar Surat Edaran Menag RI nomor SE 07/2021 tentang malam Takbir.

Bagaimana kelanjutan mereka ketika Mapolsek Manyar? Rifaldi, diantaranya. Pemuda 27 tahun ini diduga sebagai koordinator takbir keliling. Pemuda asal Desa Sembayat, itu menyiapkan mobil pikap, saund system, lighting dan mengajak remaja belasan tahun untuk takbir keliling itu langsung mewek ketika dimintai keterangan di mapolsek.

Berulangkali mengusap air mata dan meminta maaf petugas. Meminta pulang ke rumah. “Ssya mohon maaf. Saya berjanji tidak mengulangi lagi,”kata polisi menirukan ucapan Rifaldy pada Rabu malam, 12 Mei 2021.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui
Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana mengatakan, sebelumnya pihaknya melakukan imbauan melalui takmir masjid, pemerintahan desa, pemilik sound system telah disampaikan Bhabinkamtibmas bahkan di sosial media terkait larangan Takbir keliling. 

“Sudah kami laksanakan kegiatan preemtif, prefentif terkait kegiatan tersebut. Sehingga kami (Polsek Manyar) perlu untuk mengambil tindakan tegas di lapangan,”tegas Bima Sakti. Kegiatan takbir keliling itu berpotensi mengganggu kamtibmas dan menimbulkan kerumanan. “Pandemi belum berakhir, masih cukup besar potensi penyebaran karena berkerumun,”tegas alumnus Akpol 2014 itu. (yad)

Nekat Takbir Keliling, Berakhir Mewek Dikantor Polisi Selengkapnya

Bocah 5 Tahun Ditemukan Hangus di Kamar Mandi


GRESIK,1minute.id –  Polisi mengidentifikasi korban meninggal akibat kebakaran adalah Faruq, 5 tahun. Tubuh korban gpsong karena dilahap si jago merah.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno mengatakan, siang sekitar pukul 11.30 Faruq bermain dengan kakaknya, Fahri, 13, d toko mainan anak-anak di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Gresik.

Mereka bermain dalam toko berukuran 3×3 meter persegi. Kedua orang tua mereka, yakni Muhammad Sho’im, 49 dan Khusnul Khotimah, 40, tidak berada di toko mainan anak-anak itu. Pasutri ini tinggal di Perum Jaya Maspion Permata, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo

“Kedua orang tua mereka pergi salat Duhur di musala setempat,”kata AKP Tatak Sutrisno pada Selasa, 12 Mei 2021. Faruq asyik bermain korek api. Meski, berulangkali Fahri mengingatkan dan melarang. Tapi, Faruq yang masih duduk di Taman Kanak-kanak terus main korek api. Kekhatiran Fahri menjadi kenyataan. Api menyambar mainan terbuat dari plastik. Blarrr….

Lidah api membesar, apalagi di dalam toko  berukuran 3×3 meter persegi dengan bangunan semi permanen itu berjualan kembang api. Melihat api membesar Fahri lari keluar toko. Sementara, Faruq kabur ke kamar mandi. Api terus membesar dan merembet dua toko lainnya.

Nahas, api menbesar. Masyarakat tidak bisa melakukan tindakan pertolongan. 
“Kebakaran itu menyebabkan dua toko mainan anak dan satu toko kosong hangus,”kata Tatak. (yad)

Bocah 5 Tahun Ditemukan Hangus di Kamar Mandi Selengkapnya

Incar Anak-anak dan Perempuan, 24 Penjahat Diringkus Polisi

GRESIK,1minute.id – Waspada. Kawanan penjahat mengincar anak-anak dan kaum hawa menjadi target aksi kejahatan. Sebanyak 24 pelaku diamankan Satreskrim Polres dan polsek jajaran Polres Gresik. 

Puluhan penjahat pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diamankan itu dalam kurun waktu Maret dan April 2021.

Rinciannya, Curat 10 kasus dengan 11 tersangka ; Curas 2 kasus  dengan 3 tersangka dan Curanmor 8 kasus dengan 10 tersangka. Selama dua bulan itu, ada 20 kasus dengan total 24 tersangka yang dibekuk aparat. 

Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto mengatakan, modus yang digunakan pelaku kejahatan masih pakai cara lama. Ada yang eksekusi dan ada yang mengawasi.

Misalnya, korban kasus curat dan curas yakni anak-anak dan para perempuan. Karena, korban seusia mereka dianggap tidak mampu melakukan perlawanan . “Target korban anak-anak, karena lebih mudah bagi para pelaku kejahatan untuk menaklukkan,” kata AKBP Arief Fitrianto di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 10 Mei 2021.

Alumnus Akpol 2001 itu menghimbau kepada masyarakat untuk bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri untuk menjaga aset yang dimiliki. “Parkir motor ditempat aman, dan kasih kunci tambahan (gembok) sehingga pelaku tidak memiliki niatan dan kesempatan untuk melakukan aksi kejahatan,”tegas mantan Kapolres Ponorogo itu.

Salah satu tersangka, Arif Wicaksono mengaku nekat mencuri motor karena ada kesempatan. Kunci motor masih melekat. Pemuda asal Surabaya bercerita, saat itu hendak mancing ke wilayah Gresik. Bersama sejumlah teman-temannya. Mereka sudah janjian bertemu di suatu tempat.

Saat masuk wilayah Gresik, dirinya melihat ada motor terparkir. Kondisi kunci masih menempel. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Motor langsung dibawa kabur . Aksi yang dilakukan mengantarkannya ke penjara. Dia harus menjalani lebaran pertama di dalam tahanan. Kumpul tersangka lain.

 “Karena ada kesempatan pak, iya sekarang menyesal . Kasihan anak dan istri,” kata Arif Wicaksono saat di Mapolres Gresik pada Senin, 10 Mei 2021. Dia mengaku, kasus ini menjadi pengalaman berharga agar ke depan menjadi orang lebih baik. “Belum pernah dibesuk oleh istri,” imbuhnya nada lirih. (yad)

Incar Anak-anak dan Perempuan, 24 Penjahat Diringkus Polisi Selengkapnya

Kapolres Larang Takbir Keliling sambut Idul Fitri

GRESIK,1minute.id –  Wabah corona virus disease 2019 belum berakhir. Lebaran sebentar lagi. Polres Gresik melarang masyarakat takbir keliling. Larangan takbir keliling itu menyusul keluarnya Surat Edaran Menteri Agama nomor. SE 07 tahun 2021 tentang malam Takbiran.

Didalam surat edaran Menag itu disebutkan malam takbir dalam rangka menyambut Idul Fitri 1442 H dapat dilaksanakan di semua Masjid dan Musala. Syaratnya, dilakukan secara terbatas maksimal 10 persen dari kapasitas masjid dan musala dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Di SE itu Juga tertuang ditiadakannya takbir keliling guna mengantisipasi keramaian. Sedangkan takbir di masjid maupun musala dapat dipancarluaskan melalui virtual.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengimbau masyarakat untuk mematuhi SE Menteri Agama itu. “Kami minta masyarakat tidak melakukan takbir keliling. Dan bagi pemilik sound sistem agar tidak menyewakan atau menyiapkan sound sistemnya untuk kegiatan takbir keliling,”kata AKBP Arief Fitrianto pada Senin, 10 Mei 2021.  

Pihaknya bersama Kodim 0817 Gresik dan Pemkab Gresik menyiapkan personel untuk bersiaga dan membubarkan masyarakat yang mencoba-coba melakukan takbir keliling. Tidak melakukan takbir keliling dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, dinilai lebih bijak dan bermanfaat demi kebaikan bersama.

“Lebih baik takbiran di masjid dan musala. Atau takbiran virtual,”kata alumnus Akpol 2001 itu. (yad)

Kapolres Larang Takbir Keliling sambut Idul Fitri Selengkapnya

Jelang Lebaran, Tren Laka Meningkat


GRESIK,1minute.id – Lebaran sebentar. Meski, mudik dilarang. Keselamatan berkendara nomor satu. Satuan polisi lalu lintas (Satlantas) Polres Gresik ada tren kecelakaan meningkat di ruas jalan wilayah hukum Polres Gresik.

Selama  Mei 2021, Satlantas Polres Gresik mencatat terjadi 13 kecelakaan. Bahkan, peristiwa itu memakan 4 korban jiwa, 2 korban luka berat dan 13 orang mengalami luka ringan. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan, meminta para pengendara baik roda dua dan empat tetap mematuhi peraturan lalu lintas. “Tunda mudik terlebih dahulu, hindari berbagai macam tindakan melawan hukum, khususnya di bulan Ramadan ini,”harap Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto.

Dia menjelaskan, upaya antisipasi pelanggaran lalu lintas terus dilakukan. Yakni dengan melaksanakan patroli dan razia secara berkala. Untuk mencegah aksi balap liar, pelanggaran lalu lintas termasuk menekan angka kecelakaan yang mengalami tren kenaikan. Pada Mei 2021 tercatat 8 kejadian kecelakaan. Artinya, hampir setiap hari ada satu kecelakaan di Gresik.

“Seluruh peristiwa kecelakaan, mayoritas terjadi pada siang hingga sore hari,”kata mantan Kanit Regident Satlantas Polrestabes Surabaya itu. 
Pihaknya, updating black spot dan sosialiasi terus dilakukan. Termasuk melakukan operasi dan penindakan tilang. Untuk memeriksa kelengkapan surat kendaraan para pengendara.

“Karena setiap pengendara yang memiliki surat izin pengemudi akan lebih siap secara fisik dan mental. Mereka telah mengikuti serangkaian ujian saat proses pembuatannya,”tegas Yanto. (yad)

Jelang Lebaran, Tren Laka Meningkat Selengkapnya

Info Penting Pemilik SIM, Lebaran Idul Fitri Layanan Libur


GRESIK,1minute.id – layanan Satuan penyelenggara administrasi SIM (Satpas)  Satlantas Polres Gresik dan SIM keliling tutup selama lima hari, dimulai 12 hingga 16 Mei mendatang. Pelayanan libur untuk peringatan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Lantas AKP Yanto Mulyanto P., mengatakan layanan akan kembali beroperasi pada Senin, 17 Mei mendatang. “Dalam rangka peringatan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, pelayanan SIM ditutup sementara waktu,”kata AKP Yanto Mulyanto.

Pihaknya memberikan kompensasi bagi pemegang SIM yang masa berlakunya habis pada 12-16 Mei 2021. “Dapat memperpanjang masa berlakunya kembali pada 17-19 Mei 2021 dengan mekanisme perpanjangan,”terang  perwira berpangkat tiga balok itu.

Namun, bagi pemegang SIM yang tidak melaksanakan perpanjangan pada tenggang waktu tersebut. Maka akan melaksanakan mekanisme untuk pembuatan SIM baru.  “Sesuai dengan standar dan persyaratan yang telah ditentukan,”ungkapnya. Yakni melengkapi syarat administrasi, tes psikologi hingga uji materi dan praktik berkendara. (yad) 

Info Penting Pemilik SIM, Lebaran Idul Fitri Layanan Libur Selengkapnya