Diduga Cemburu, Mantan Disekap dan Dianiaya

GRESIK,1minute.id – Sebuah pesan WhatsApps masuk ke gawai milik Nikmatul Tahqiro pada Kamis, 18 Maret 2021 sekitar pukul 13.00. Isi pesan disertai sejumlah foto berasal Miftakhul Khoir. Isi pesan apalagi disertai foto itu menyentakkan Nikmatul Tahqiro. 

Isi pesan itu tentang kondisi Yanda Elvariani Suyanto Putri. Berdarah-darah di bagian pelipis. Baju dan celana juga terdapat bercak darah. Yanda, 21, asal Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng, Gresik berada dalam sebuah kamar. Yanda adalah diduga kekasih Miftkhul Khoir. 

Dua orang sahabat itu kemudian bergegas melapor ke Polsek Benjeng. Sebab, mereka khawatir keselamatan Yanda. Laporan masyarakat itu membuat sejumlah polisi menelisiknya.  Dalam laporan itu, disebutkan korban Yanda  dirumah Azrul Ahmaludin.

Hasil penyelidikan polisi menemukan lokasi korban Yanda. Lokasi kejadian ada di rumah Azrul di Desa Puduttrate, Kecamatan Benjeng. 
Sejumlah polisi kemudian menggerebek rumah Azrul itu. Saat digerebek, korban disekap dalam sebuah kamar. Sedangkan, Azrul sedang tertidur dalam kamar lainnya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Benjeng AKP Lukman Sholeh Hadi dikonfirmasi membenarkan kejadian dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap korban Yanda diduga dilakukan oleh Azrul. 20, warga Desa Puduttrate, Kecamatan Benjeng itu.

“Dugaan awal, diduga persoalan asmara. Cemburu,”kata Lukman dikonfirmasi gawainya pada Selasa, 23 Maret 2021. (*)

Diduga Cemburu, Mantan Disekap dan Dianiaya Selengkapnya

Jasad Tersangkut Tali Perahu Penyeberangan Aliran Kali Surabaya

GRESIK,1minute.id – Supriyadi ditemukan mengambang di Kali Surabaya di Desa/Kecamatan Driyorejo pada Minggu, 21 Maret 2021. Lelaki 49 tahun asal Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom itu dalam kondisi meninggal dunia. 

Jasad korban ditemukan tersangkut pada perahu penyeberangan Kali Surabaya tepatnya di Desa/Kecamatan Driyorejo. Operator perahu, Sugeng ,50, kaget saat melihat jasad mengapung di sisi barat perahunya. Tubuh korban sudah mengembang. Tubuh korban mengenaskan. 

Diduga korban meninggal lebih dari sehari. Kapolsek Driyorejo AKP M Zunaedi menduga korban kecebur Kali Surabaya di sekitar Wringinanom. Korban kemudiab terbawa arus dari arah barat menuju hilir sungai. Arah timur masuk wilayah Kecamatan Driyorejo. Pihaknya dibantu warga sekitar selanjutnya mengevakuasi jasad korban ke daratan.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,”kata AKP Zunaidi. Berdasarkan pengakuan pihak keluarga korban hilang sejak Jumat, 19 Maret 2021. “Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Hanya dilakukan visum luar dengan dilampirkan surat pernyataan dari keluarga dan dikuatkan oleh kepala desa setempat,”imbuh mantan Kasat Binmas Polres Gresik itu. (*)

Jasad Tersangkut Tali Perahu Penyeberangan Aliran Kali Surabaya Selengkapnya

Polisi Tangkap Pecandu Narkoba, Rencana Nyabu pun Ambyar


GRESIK,1minute.id – Kebiasaan Dwi Dery Sigit tidak boleh di tiru siapa pun. Sebab, kelakuan pemuda 25 tahun itu bertentangan dengan kaidah hukum yang ada di Indonesia. Yakni, mengonsumsi sabu-sabu. 

Hampir tiga bulan terakhir, pemuda asal Kecamatan Kedamean, Gresik ini kecanduan narkoba jenis sabu-sabu. Bahkan, Dwi sampai menyimpan barang haram itu dalam grenjeng atau alumuniam foil dalam bungkus rokok untuk menyamarkan endusan polisi.

Namun, sepandai-pandai Dwi Dery Sigit menyembunyikan, polisi tetap bisa mengendusnya.  Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Hery Kusnanto mengatakan pelaku ditangkap dikampung halamannya Jalan Balongjerambah, Desa/Kedamaean,”kata Akp Hery pada Minggu, 21 Maret 2021.

Barang bukti sabu-sabu, tambahnya, disimpan dalam bungkus rokok kemudian dimasukkan dalam saku celana tersangka. “Barang itu hendak dikonsumsi. Tapi, anggota menangkapnya lebih dulu,”kata perwira tiga balok di pundak itu. 

Selain mengamankan satu poket SS, juga mengamankan satu unit seluler warna hitam sebagai barang bukti. Penyidik Satreskoba Polres Gresik menjerat tersangka Dwi dengan Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1)  UU  35/ 2009 tentang Narkotika diancam paling sedikit empat tahun penjara. (*)

Polisi Tangkap Pecandu Narkoba, Rencana Nyabu pun Ambyar Selengkapnya

Diduga Rem Blong , Dump Truck Muatan Pasir Terjun Bebas Menimpah Rumah Warga

GRESIK,1minute.id – Dump truck bermuatan pasir terjun bebas dari jalan turunan Jalan Mayjend Sungkono, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Kamis, 18 Maret 2021.

Bodi dump truck bernomor polisi (nopol) W 8624 UT menimpah rumah Syamsuri, 49, warga setempat. Hampir separoh bangunan berdinding bata putih yang belum di pelester dengan semen hancur tertimpah bak dump truck berwarna biru itu. 

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal yang terjadi pukul 11.00 itu. Sopir dump truck nahas bernama Agus Joko Susilo, 40, warga Jalan Pemuda Nglames, Desa Ngalames, Kacamatan/Kabupaten Madiun selamat.

Informasi yang dihimpun dump truck berumuatan pasir itu berangkat dari  Surabaya tujuan Manyar, Gresik. Agus Joko Susilo memilih jalan alternatif yakni kawasan industri Mayjend Sungkono daripada masuk Tol Romokalisari, Surabaya.

Jalan Mayjend Sungkono berliku, dan menanjak. Jalan kabupaten itu menurun tajam di depan Balai Rukyat Condrodipo. Agus Joko Susilo panik ketika rem dump truck nopol W 8624 UT sulit kendalikan. Beberapa pemuda 39 tahun itu mencoba mengurangi kecepatan. Akan tetapi, dump truck dengan bak jungkitan warna biru itu terus melaju ke arah Masjid Agung Gresik. 

Pemuda asal Jalan Pemuda Nglames, Desa Nglames, Kecamatan/Kabupaten Madiun membanting stir ke kiri. Truk menabrak tiang pembatas. Serudukan kendaraan berat membuat tiang pembatas dari beton itu patah. Dump truck pun meluncur dan terjum bebas dari ketinggian sekitar 3 meteran. 

Dibagian bawah jalan itu, ada sejumlah rumah warga. Antara lain, Syamsuri. Rumah lelaki kelahiran Desa Wonokerto, Kecamatan Dukun, Gresik. Syamsuri baru membangun rumah itu pada 2019. Dinding rumah terbuat dari batu bata putih belum di pelester semen. “Waktu kejadian saya dan istri masih di sawah,”kata Syamsuri.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto menegaskan tidak korban jiwa. “Diduga human error,”kata Yanto didampingi Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Yossi Eka Prasetyo. (*)

Diduga Rem Blong , Dump Truck Muatan Pasir Terjun Bebas Menimpah Rumah Warga Selengkapnya

Kapolres Pimpin Sertijab Dua Kapolsek dan Kasat


GRESIK,1minute.id – Mutasi dan rotasi pimpinan di polsek dan kepala satuan jajaran Polres Gresik kembali bergulir pada Rabu, 17 Maret 2021. 
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) tiga pejabat utama (PJU) di Aula Sarja Arya Racana Polres Gresik itu. 

Tiga PJU itu adalah Kasat Binmas yang dijabat AKP Zunaedi menempati jabatan baru sebagai Kapolsek Driyorejo menggantikan Kompol Wavek Arifin. Wavek memasuki masa purna tugas di Mapolres Gresik.

Jabatan yang ditinggalkan Zunaedi digantikan AKP M Said semula menjabat Kasubag Hukum Polres Gresik. Kemudian, Kasat Polair Polres Gresik yang sebelumnya dijabat AKP Masyhur Ade digantikan AKP Poerlaksono yang sebelumnya menjadi Kasat Polair Polres Pasuruan.

Masyhur Ade menduduki jabatan baru sebagai Kapolsek Tanggulangin Polresta Sidoarjo.
Sedangkan, Kapolsek Wringinanom dijabat oleh Iptu Kristisnto menggantikan AKP Cristian Bagus Yulianto akan menduduki jabatan baru sebagai Kapolsek Pakal Polrestabes Surabaya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya menyampaikan mutasi jabatan dalam organisasi Polri merupakan suatu hal yang biasa untuk pembinaan karir bagi anggota Polri dalam organisasi.

“Terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan kinerja semuanya dalam membantu secara pribadi maupun kedinasan khususnya di Polres Gresik. Sehingga situasi Kabupaten Gresik menjadi aman dan kondusif,” kata AKBP Arief Fitrianto.

Upacara sertijab PJU ini dihadiri Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar dan PJU Polres Gresik ini dilakukan dengan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19). 

Kapolres Arief Fitrianto menambahkan, untuk pejabat baru segera menyesuaikan diri agar dapat melaksanakan tugas baru sesuai SOP yang ada. “Serta cepat menguasai lingkungan sekitar agar dapat bekerja dengan baik,”harap alumnus Akpol 2001 ini. (*)

Kapolres Pimpin Sertijab Dua Kapolsek dan Kasat Selengkapnya

Perkara Dugaan Korupsi ADD Kades Dooro Segera Disidangkan

GRESIK,1minute.id –  Perkara dugaan tindak pidana korupsi alokasi dana desa (ADD) yang membelit Mat Ja’i segera disidangkan. Kejaksaan Negeri telah melimpahkan berkas perkara Kades Dooro, Kecamatan Cerme, Gresik itu, ke  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada Selasa, 16 Maret 2021.

“Hari ini berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Mat Ja’i telah kami limpahkan ke PN Tipikor,”kata Kasi Pidsus Kejari Gresik Dymas Adji Wibowo. 

Dengan dilimpahkannya berkas ke PN Tipikor kewenangan status penahanan tersangka saat ini ada PN Tipikor. Tidak hanya itu,  yang harus digaris bawahi meskipun tersangka telah mengembalikan kerugian negara, perkara tindak pidana korupsi ini terus dilanjutkan sampai proses persidangan. 

“Kami masih menunggu jadwal dari PN Tipikor kapan agenda sidang pertama dilaksanakan.  Sementara terkait status penahanan tersangka yang saat ini menjadi tahanan kota sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari Pengadilan Tipikor,”jelasnya. 

Seperti diberitakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menetapkan Kades Dooro Mat Ja’i sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan anggaran desa periode 2015 – 2017. Total dari hasil audit ada kerugian negara sebesar Rp. 253 juta. Mat Ja’i mengembalikan uang kerugian negara (*)

Perkara Dugaan Korupsi ADD Kades Dooro Segera Disidangkan Selengkapnya

Satlantas Polres Gresik Gagalkan Balap Liar, Empat Motor Pembalap Disita

GRESIK,1minute.id – Arena balap liar di Jalan Raden Ajeng Kartini , Gresik dibubarkan anggota Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik pada Minggu dini hari, 14 Maret 2021. 

Dalam razia balap liar yang dilakukan korp sabuk putih itu, anak buah AKP Yanto Mulyanto, Kasatlantas Polres Gresik mengamankan empat sepeda motor. Motor yang diamankan itu karena pengendaranya tidak bisa menujukkan surat tanda nomor kendaraan (STNK), Surat izin mengemudi (SIM) dan menggunakan knalpot brong. 

Informasi yang dihimpun, Sabtu malam sejumlah anggota Satlantas Polres Gresik melakukan patroli hunting. Patroli yang dilakukan hingga Minggu dini hari bertujuan mengantisipasi remaja kebut-kebutan di jalan raya. Sejumlah ruas jalan protokol hingga jalan alternatif yang kerap dijadikan arena balapan liar di patroli.

Antara lain, Jalan RA Kartini dan Noto Prayitno. Sekitar pukul 02.00, mendapat kabar masyarakat rencana aksi balap liar di Jalan R.A. Kartini, Gresik.  Pulahan bocah cilik betah melek alias belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP) sudah berjajar di trotoar jalan. Mereka menunggu para pembalap liar beraksi.

Balapan liar belum dimulai anggota Satlantas Polres Gresik tiba di Jalan R.A Kartini Gresik. Masa mayoritas milenial semburat melarikan. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan hunting patroli rutin dilakukan anggota Satlantas Polres Gresik. Tujuannya, kata Yanto, mengantisipasi adanya kebut-kebutan dan penggunaan knalpot brong di jalan raya.

“Menekan angka kecelakaan dan memberikan perasaan aman dan nyaman masyarakat,”kata Yanto Mulyanto. Dalam hunting patroli itu, tambahnya, anggota melihat  ada rencana balapan liar di Jalan R.A.Kartini Gresik.

“Anggota mencegah aksi yang membahayakan keselamatan pengendara. Empat sepeda motor kami sita karena pengemudi tidak bisa menunjukkan STNK, motor tidak standar,”tegasnya. 

Yanto menegaskan hunting patroli akan semakin diintensifkan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat. (*)

Satlantas Polres Gresik Gagalkan Balap Liar, Empat Motor Pembalap Disita Selengkapnya

Polisi Amankan Ibu Bayi yang Diduga Membuang Bak Sampah Area Makam

GRESIK,1minute.id –  Kerja keras polisi mengungkap identitas ibu yang membuang bayi membuahkan hasil. Namun, polisi masih belum mengungkapkan jati diri perempuan diduga telah membuang buah hatinya hingga meninggal dunia itu.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno membenarkan telah mengamankan perempuan yang telah melahirkan bayi yang di buang di bak sampah area pemakaman kompleks Perumahan Oma Indah Menganti itu pada Rabu, 10 Maret 2021.

“Terduga kami amankan beberapa jam setelah penemuan bayi itu,”ujar AKP Tatak Sutrisno. Akan tetapi, tambahnya, penyidik belum bisa memintai keterangan terduga pelaku yang membuang anaknya itu. “Kondisi terduga masih shock, belum bisa dimintai keterangan,”imbuh Tatak Sutrisno.

Mantan Kapolsek Cerme itu, masih menutup rapat-rapat identitas terduga pelaku yang membuang bayinya. Sumber 1minute.id  menyebutkan terduga pelaku pembuang bayi masih dibawah umur. Dikabarkan, masih setingkat sekolah menengah atas. 

“Iya, sudah diamankan. Tapi, masih mengalami perawatan di rumah sakit,”ujar sumber meminta identitas dirahasiakan itu. Kabar tertangkapnya, ibu yang membuang buah hatinya tersebar di grup WhatsApp.

Seperti diberitakan warga Kompleks Perumahan Oma Indah Menganti geger pada Rabu, 10 Maret 2021. Pasalnya, Sutanto alias Bondan, warga perumahan setempat menemukan bayi dalam kardus lalu dimasukkan tas kresek warna merah.

Kardus dalam tas kresek itu kemudian di buang di bak sampah di area pemakaman kompleks perumahan Oma Indah Menganti di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik.

Bayi diperkirakan berumur sehari itu masih hidup. Tapi, dalam kondisi kritis. Tubuhnya membiru diduga kedinginan karena dibuang oleh orang tuanya tanpa sehelai baju. Bayi nahas itu kemudian dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik.

Akan tetapi, tuhan berkehendak lain. Bayi itu meninggal dunia. Jenazah bayi dengan berat tidak lebih 1 kilogram masih tersimpan di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik hingga hari ini, Jumat, 12 Maret 2021. (*)

Polisi Amankan Ibu Bayi yang Diduga Membuang Bak Sampah Area Makam Selengkapnya

Omzet Penjual Kebab Anjlok, Tergiur Upah Rp 1 Juta, Fikri Nyambi Kurir SS dan Pil Koplo

GRESIK,1minute.id – Pandemi Covid-19 membuat Fikri banting setir. Pemuda 22 tahun itu semula berjualan Kebab kini menjadi kurir narkoba. Nahas, baru tiga bulan menjadi kurir lajang indekos di Desa Setro, Kecamatan Menganti, Gresik itu diringkus anggota Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik.

Fikri ditangkap di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo. Barang bukti yang diamankan berupa sabu-sabu berat 5,18 gram dan 50 ribu butir pil koplo alias dobel L.  “Butuh waktu sebulan untuk melakukan penyelidikan,” kata Kepala BNNK Gresik AKBP Supriyanto di kantor BNNK Gresik pada Jumat, 12 Maret 2021. Fikri kaki tangan jaringan ANS (buron) dan TKK (DPO). 

Menurut AKBP Supriyanto, jaringan narkoba yang dikendalikan ANS dan TKK sangat aktif dan masif. Supriyanto mencontohkan, 50 ribu pil koplo ludes kurun waktu dua pekan bisa menghabiskan 50 ribu butir pil koplo. “Target sasaran adalah pelajar,”ujar Supriyanto prihatin. 

Perbuatan yang dilakukan tersangka Fikri bisa merusak generasi milenial karena dicekoki pil koplo. Petugas yang sudah lama menyanggong kemudian menangkap Fikri ketika hendak mengirim 50 ribu pil koplo di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo.

Anak buah AKBP Supriyanto kemudian mengkeler Fikri di tempat indekosnya di Desa Setro, Kecamatan Menganti. Dalam penggeledahan ditemukan sabu-sabu 5,18 gram. Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gresik melakukan pemeriksaan intensif dan mengungkap Fikri juga seorang kurir kristal bening sabu-sabu.

Seminggu sekali, Fikri mengambil minimal 20 gram sabu-sabu di Surabaya. Fikri mendapatkan order pengiriman dari ANS dan TKK, keduanya buron. “Setiap mengirim 20 gram, tersangka Fikri mendapatkan upah Rp 1 juta,”terang perwira dua melati di pundak itu. Selain upah , Fikri bebas memikmati barang haram itu. “Hampir setiap hari, tersangka Fikri nyabu,”tegasnya.

Kini, Fikri mendekam di tahanan BNNK Gresik. Fikri dihadapan penyidik BNNK Gresik beralibi terpaksa nyambi sebagai kurir sabu-sabu dan pil koplo itu. “Saya terpaksa karena omzet penjualan kebab  sejak pandemin turun drastis,”ujar Fikri.

Padahal, lanjutnya, dia harus menghidupi dua adiknya, masing-masing duduk di bangku SMA dan Madrasah Ibtidaiyah. Orang tua Fikri cerai. “Saya kapok, menyesal,”katanya dengan nada lirih.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) UU No 35/2009 tentang narkotika, dan pasal 169 jo pasal 98 ayat 2 dan 3, pasal 197 jo pasal 106 ayat 1 UU 36/2009 tentang kesehatan. Ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara atau maksimal hukuman mati. (*)

Omzet Penjual Kebab Anjlok, Tergiur Upah Rp 1 Juta, Fikri Nyambi Kurir SS dan Pil Koplo Selengkapnya

Ibu Bayi Misterius, Jenazah Bayi Belum Dimakamkan

GRESIK,1minute.id – Indentitas orang tua yang membuang bayi di bak sampah area pemakaman kompleks Perumahan Oma Indah Menganti masih misterius. Jenazah bayi perempuan dengan tali pusat berat kurang dari 1 kilogram itu masih tersimpan di kamar mayat di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Bayi nahas itu menghembuskan nafas terakhir pada Rabu, 10 Maret 2021 pukul 12.25. Polisi terus selisik siapa orang tua yang tega membuang buah hatinya itu.  Polisi selisik identitas pelaku melalui sejumlah kamera pengintai (closed circuit television/CCTV) sejumlah tempat di sekitar Desa Bringkang, Kecamatan Menganti. Mulai jalan raya hingga kompleks perumahan Oma Indah Menganti (OIM).

Selain membongkar rekaman CCTV, Polsek Menganti mengerahkan seluruh bhabinkamtibmas untuk mendengarkan cerita masyarakat tentang ibu yang baru melahirkan.  Ada kabar, polisi sudah mengantongi identitas orang tua yang membuang bayi itu.

“Kami masih terus lidik,”kata Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno pada Kamis, 11 Maret 2021. Terpisah, Camat Menganti Sujarto dikonfirmasi mengungkapkan orang tua bayi masih belum diketahui. “Belum mas, masih pencarian oleh pihak berwajib,”ungkapnya.

Humas RSUD Ibnu Sina Gresik Hariyanto mengatakan,  jenazah bayi belum diambil oleh pihak keluarga. “Jenazah bayi di kamar mayat,”ujarnya.

Seperti diberitakan warga Kompleks Perumahan Oma Indah Menganti geger. Pasalnya, Sutanto alias Bondan, warga perumahan setempat menemukan bayi dalam kardus lalu dimasukkan tas kresek warna merah. 

Bayi diperkirakan berumur sehari itu masih hidup. Tapi, dalam kondisi kritis. Tubuhnya membiru diduga kedinginan karena dibuang oleh orang tuanya tanpa sehelai baju. Bayi nahas itu kemudian dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Akan tetapi, tuhan berkehendak lain. Bayi itu meninggal dunia. (*)

Ibu Bayi Misterius, Jenazah Bayi Belum Dimakamkan Selengkapnya