Waspada, Bandit Bergentayangan, Korban Berjatuhan

GRESIK,1minute.id – Penjahat semakin nekat beraksi di wilayah hukum Polres Gresik. Belum terungkap perampokan rumah di Jalan Ikan Belanak, Kompleks Perumahan BP Kulon, Gresik dan Pembobolan rumah warga di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

Kini, penjahat jalan mengobok-obok Kota Gresik. Korban bernama Nurul Asikin dan Sunarti. Dua perempuan dijabret pelaku di Jalan Raya DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebonas dekat depan Kantor Dinas Informasi Komunikasi (Diskominfo) Gresik pada Jumat, 9 April 2021.

Menurut keluarga korban, Karis Singgih Yudi Purnomo mendapat kabar Nurul Asikin dan Sunarti dilarikan ke RS Semen Gresik. “Korban terjatuh dari motor setelah tasnya dijambret,”kata Karis dalam laporan kepada polisi pada Jumat, 9 April 2021. 

Masih menurut Karis, korban Nurul dan Sunarti hendak pergi ke Pasar Baru Gresik di Jalan Gubernur Suryo, Gresik pada Jumat, 9 April 2021. Kedua perempuan ini naik motor Suzuki Spin dari rumahnya di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas sekitar pukul 04.00.

Diduga pelaku membuntuti korban sejak keluar dari rumah. Kondisi jalan sepi, korban memilih melewati jalan Raya DR Wahidin Sudirohusodo daripada Jalan Tridharma Gresik. Sebelum simpang empat Kebomas, pelaku memepet motor korban. Sejurus kemudian bandit jalanan itu menarik tas pinggang warna merah milik korban.

Tali tas terputus, korban gulung kuming di jalan nasional itu. Bagian bawa kelopak mata korban berdarah. Beruntung nyawa korban selamat. “Dalam korban ada uang tunai Rp 10 juta, perhiasan dan smartphone Samsung A20s,”jelas Karis. 

Kapolsek Kebomas Kompol Yulianto mengatakan korban tidak melapor ke Polsek. “Korban lapor ke Polres. Kasusnya ditangani Polres,”kata Kompol Yulianto. (yad)

Waspada, Bandit Bergentayangan, Korban Berjatuhan Selengkapnya

Mandi sama Cucu, Kakek Tenggelam di Waduk

GRESIK,1minute.id – Kebahagian Mat Ridwan bersama cucunta hanya seumur jagung. Kakek 61 tahun itu ditemukan meninggal di Waduk Desa Babatan, Kecamatan Balongpanggang, Gresik pada Sabtu, 10 April 2021.

Informasi yang dihimpun, siang sekitar pukul 12.00 Mat Ridwan mengajak cucunya mandi di Waduk Desa Babatan, Kecamatan Balongpanggang, Gresik. 

Mandi bersama kerap dilakukan antara Mat Riduwan dengan cucunya. Apalagi, belakangan ini cuaca cenderung panas. Mandi di waduk dekat rumah menjadi pemandangan biasa. 

Ketika sedang mandi itu, kaki Mat Riduwan diduga mengalami kram. Riduwan yang pandai berenang itu akhirnya tenggelam. Cucu Riduwan lari minta tolong. Dalam sekejab warga berdatangan dan melakukan pencarian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Gresik Tarso Sagito mengatakan, tim pencarian menemukan korban Riduwan sekitar pukul 14.30. “Korban ditemukan kondisi meninggal,”ujar Tarso. (yad)

Mandi sama Cucu, Kakek Tenggelam di Waduk Selengkapnya

Polisi Bongkar “Kuburan” Motor Hasil Curian

GRESIK 1minute.id — Anggota Polsek Tambak, Pulau Bawean membongkar “kuburan” sepeda motor di tengah hutan Desa Klumpang Gubuk, Kecamatan Tambak, Pulsu Bawean pada Kamis, 8 April 2021. 

Pembongkaran tanah itu dilakukan setelah polisi menangkap dua remaja milenial berinisial  KA ,18, dan SL ,17. Keduanya, warga Kecamatan Tambak. Kini, penyidik Polsek Tambak masih melakukan pemeriksaan intensif kedua pelajar tersebut.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Tambak AKP Rachmad Triyanto mengatakan, pencurian sepeda motor (curanmor) Yamaha Jupiter nomor polisi (nopol) W 5055 BH dilaporkan hilang pada Selasa, 6 April 2021.

Korban bernama Supriyadi, 43, warga Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.
“Motor korban diparkir dalam rumah kosong,”terang Rachmad dikonfirmasi 1minute.id pada Jumat, 9 April 2021. Kedua pelaku, tambahnya, masuk rumah kosong itu dengan mencongkel jendela dengan menggunakan obeng. Motor lalu dibawa kabur.

Diduga karena khawatir diketahui warga, kedua pelajar itu lalu mempreteli motor hasil curian. “Setelah dipreteli, bodi , mesin dan lainnya ditanam di area hutan,”ujarnya. Hasil penyelidikan anggota reserse kriminal (reskrim) Polsek Tambak, pelaku curanmor mengarah kepada dua anak milenial itu.

Ada sejumlah saksi melihat, mereka membawa motor ke dalam hutan di Desa Lumpang Gubuk, Kecamatan Tambak. “Ketika kami lakukan interogasi mereka mengaku telah mencuri motor. Motor lalu di tanam di area hutan,”katanya. Untuk menuju hutan itu, harus jalan kaki sejauh 1 kilometer. 

“Selama saya disini, mungkin kali pertama ada curanmor di Tambak, Pulau Bawean. Tapi, kalau motor tertukar sering. Karena para pemilik ketika parkir kunci kontak tidak dilepas. Biasanya beberapa jam kemudian dikembalikan,”ujarnya. (yad)

Polisi Bongkar “Kuburan” Motor Hasil Curian Selengkapnya

Perkara Suropadi Segera Disidangkan, Terdakwa Tetap Ditahan

GRESIK,1minute.id – Dugaan korupsi Camat Duduksampeyan (non aktif) Suropadi segera masuk meja hijau, pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Surabaya berlokasi di Sidoarjo. 

Penyidik seksi pidana khusus (Pidsus) melimpahkan berkas dan tersangka kepada jaksa penuntut umum (JPU) pada Jumat, 9 April 2021. Tersangka Suropadi didampingi oleh tim kuasa hukumnya, Fajar Yulianto. 

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Dymas Adji Wibowo mengatakan penyidikan perkara dugaan korupsi anggaran di Kecamatan Duduksampeyan telah selesai.

“Tadi pukul 11.00 siang, dilakukan tahap dua, jaksa penyidik melimpahkan berkas perkara dan tersangka kepada JPU (jaksa penuntut umum),”kata Dymas dikonfirmasi wartawan pada Jumat, 9 April 2021.

Tersangka Camat Duduksampeyan (non aktif) didampingi oleh tim kuasa hukumnya, Fajar Yulianto dkk. “Terdakwa tetap ditahan,”terang Dymas. Ia melanjutkan, dalam waktu dekat JPU akan melimpahkan berkas perkara Suropadi kepada Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo. 

Perkara dugaan korupsi anggaran di Kecamatan Duduksampeyan segera disidangkan. Terpisah, kuasa hukum Suropadi, Fajar Yulianto membenarkan pelimpahan tahap dua itu.

“Ya. Kita ikuti saja hukum acaranya, hanya mengharap agar tidak terlalu lama untuk segera dilimpahkan dan sidangkan,”kata Fajar Yulianto. 
Terkait pengalihan penahanan Suropadi, Fajar tetap berupaya mengajukan pengalihan penahanan.

“Kami tetap akan mengupayakan pengalihan jenis penahanan jika telah beralih kewenangan ke majelia Hakim,”kata Fajar. Seperti diberitakan, tersangka Camat Duduksampeyan Suropadi ditahan oleh Kejari Gresik atas dugaan tindak pidana korupsi anggaran Kecamatan selama tiga tahun sejak tahun 2017-2019.

Suropadi ditahan sejak 15 Februari 2021.
Hasil audit yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Gresik, selama kurun waktu  3 tahun, negara dirugikan sekitar 1,041 Miliar.

Kuasa hukum Suropadi, Fajar Yulianto sempat mengajukan pengalihan penahanan dari rutan Gresik ke tahanan kota. Namun, upaya pengalihan penahanan tidak dikabulkan jaksa. Suropadi pun tetap mendekam ditahanan rutan Gresik. (yad)

Perkara Suropadi Segera Disidangkan, Terdakwa Tetap Ditahan Selengkapnya

Gepal Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pipanisasi Air Bersih

GRESIK,1minute.id – Puluhan aktivis Gerakan Penolak Lupa (Gepal) Gresik ngeluruk kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta di Jalan Permata Komplek Perum Bunder Asri, Kebomas, Gresik pada Kamis 8 April 2021.

Mereka berunjukrasa mensupport Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengusutan dugaan korupsi proyek pipanisasi air yang diduga merugikan negara Rp 50 miliar itu.

Selain berorasi, mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Dukung KPK Nyalakan Tanda Bahaya. Usut Tuntas Korupsi PDAM Gresik”.

“Kami akan mengawal proses KPK menangani perkara yang ada di PDAM Gresik. Kami juga mendukung apa yang dilakukan KPK, dan kami juga akan langsung menanyakan ke KPK jika kasus ini tidak tuntas,”tegas Koordinator Umum (Kordum) Gepal Gresik Safik Udin.

Selama 30 menit, aktivis berorasi di depan kantor Giri Tirta. Direktur Utama Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah menyaksikan orasi para aktivis dari jarak tidak lebih 2 meter dengan penjagaan dari kepolisian dan polisi pamong praja.  Setelah puas berorasi mereka pun pulang. 

Sementara itu, Dirut Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zuriyah mengapresiasi aksi yang dilakukan Gerakan Penolak Lupa tersebut. Menurut Risa-sapaan-Siti Aminatus Zariyah, apa yang terjadi saat ini merupakan cambuk pengingat bagi manajemen Giri Tirta Gresik.

“Kami juga mendukung aksi temen-temen Gepal, dan ini warning bagi kami dan seluruh pegawai Giri Tirta untuk bekerja lebih amanah lagi. Kami pastikan akan bekerja maksimal,”kata Risa. 

Seperti diberitakan, KPK melakukan pengusutan dugaan korupsi proyek pipanisasi air bersih di PDAM Giri Tirta-kini-Perumda Giri Tirta pada 2012. Sejumlah orang dimintai keterangan oleh penyidik KPK.

Risa, waktu itu masih menjabat sebagai Kasubag Pelanggan  bertugas melakukan feassibility study (FS) proyek yang digarap dua rekanan PDAM itu. 
PT Dewata Bangun Tirta (DBT) melakukan MoU dengan PDAM Gresik terkait proyek instalasi air di Legundi, Kecamatan Driyorejo dengan investasi Rp 47 miliar. 

Sementara PDAM dengan rekanan PT Drupadi Agung Lestari (DAL), proyek rehabilitasi operasi transfer di Krikilan, Driyorejo dengan investasi sebesar Rp 86 miliar. 

Sejak diselisik lembaga antirasuah ini, Risa kini menjabat sebagai Dirut Giri Tirta itu telah dimintai keterangan sebanyak empat kali. Pada Rabu malam, 7 April 2021 penyidik KPK memeriksa tiga orang dari PT DBT. Mereka diperiksa di lantai 2 kantor Giri Tirta mulai pukul 09.00 hingga 18.00.

Empat orang penyidik KPK keluar kantor Giri Tirta membawa dua dus dan dua koper yang diduga dokumen proyek pipanisasi itu sekitar pukul 19.45. (yad)

Gepal Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pipanisasi Air Bersih Selengkapnya

Dirut Perumda Giri Tirta : Iya Petugas KPK, Bukan Dokumen Tapi Baju dan Air Mineral

GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Perusahaan umum daerah (Perumda) Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah membenarkan empat orang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksan dikantornya pada Rabu, 7 April 2021.

Penyidik memeriksa tiga orang rekanan proyek pipanisasi yang dikerjakan PT Dewata Bangun Tirta (DBT). Proyek  instalasi air di Legundi, Kecamatan Driyorejo dengan investasi Rp 47 miliar pada 2012.

“Bukan pegawai Giri Tirta. Tapi, tiga orang rekanan dari Dewata (Dewata Bangun Tirta),”kata Risa-panggilan-Siti Aminatus Zariyah. Penyidik lembaga antirasuah itu melakukan pemeriksaan sejak pukul 09.00 hingga 18.00.

“Tapi, saya tidak tahu identitas tiga rekanan yang diperiksa penyidik KPK itu,”imbuhnya. Risa mengatakan, penyidik memeriksa rekanan Giri Tirta di lantai 2. “Saya tidak tahu materi pemeriksaannya. Apalagi seharian ada acara luar kantor,”ujarnya. 

Terkait dua dus dan dua koper yang dibawa petugas KPK, Risa menegaskan, bukan dokumen yang disita. “Tapi, itu baju dan air mineral,”tegas Risa dikonfirmasi di kantornya pada Rabu malam, 7 April 2021.

DIDUGA DOKUMEN : Penyidik KPK memasukkan kotak kardus yang dibawanya dari Kantor Perumda Giri Tirta pada Rabu malam, 7 April 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Seperti diberitakan, Sejumlah orang diduga penyidik komisi pemberantasan korupsi (KPK) melakukan penyitaan dokumen di kantor Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta pada Rabu malam, 7 April 2021.

Ada empat orang  yang keluar sambil membawa dua kardus dan dua koper keluar dari kantor perusahaan air bersih berada di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Dua petugas laki-laki membawa dua kardus seukuran kardus air mineral. Sedangkan, dua perempuan membawa dua koper. Mereka naik mobil Toyota Innova warna hitam nomor polisi (nopol) W 1496 WC.

Sekitar pukuk 19.45 keempat petugas yang diduga dari KPK itu keluar kantor. Sayangnya, mereka enggan menjawab pertanyaan wartawan. Mereka langsung masuk mobil. (yad)

Dirut Perumda Giri Tirta : Iya Petugas KPK, Bukan Dokumen Tapi Baju dan Air Mineral Selengkapnya

Empat Penyidik KPK Sita Dokumen Proyek di Kantor Perumda Giri Tirta

GRESIK,1minute.id – Sejumlah orang diduga penyidik komisi pemberantasan korupsi (KPK) melakukan penyitaan dokumen di kantor Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta pada Rabu malam, 7 April 2021.

Ada empat orang  yang keluar sambil membawa dua kardus dan dua koper keluar dari kantor perusahaan air bersih berada di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Dua petugas laki-laki membawa dua kardus seukuran kardus air mineral. Sedangkan, dua perempuan membawa dua koper. Mereka naik mobil Toyota Innova warna hitam nomor polisi (nopol) W 1496 WC.

Sekitar pukuk 19.45 keempat petugas yang diduga dari KPK itu keluar kantor. Sayangnya, mereka enggan menjawab pertanyaan wartawan. Mereka langsung masuk mobil.

SITA DOKUMEN : Petugas ketika memasukkan barang diduga dokumen dari kantor Perumda Giri Tirta pada Rabu malam, 7 April 2021. ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Seorang sumber menyebutkan, empat penyidik yang diduga dari lembaga antirasuah itu tiba di kantor Perumda Giri Tirta – dulu bernama – PDAM Giri Tirta sejak Rabu sore, pukul 16.30. Mereka datang ketika hujan disertai angin kencang melanda Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Setelah itu, tiga orang terdiri dua perempuan dan satu lelaki masuk ke kantor perusahaan pusat perusahaan daerah yang dipimpin Siti Aminatusn Zariyah. 

Lisa-sapaan-Siti Aminatusn Zariyah membenarkan ada empat penyidik yang melakukan pemeriksaan di lantai dua kantor Perusda Giri Tirta. “Tapi, bukan menyita dokumen. Itu baju dan air mineral. (yad)

Empat Penyidik KPK Sita Dokumen Proyek di Kantor Perumda Giri Tirta Selengkapnya

Apes, Terpergok Bobol Rumah, Pencuri Digebuki dan Motor Dibakar Massa

GRESIK,1minute.id – Hendrik Cahya Wiradih sedang apes. Pemuda 29 tahun babak belur dihajar massa. Sepeda motor milik pemuda asal Bulak Banteng Kidul, Kenjeran, Surabaya hangus dibakar massa. Kini, Hendrik mendekam ditahanan Polsek Menganti hanya nyengir menahan kesakitan.

Informasi yang dihimpun, Hendrik Cahya Wiradah menyatroni rumah Evi Retno Sari, 46, di Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti. Rumah Evi sekitar pukul 07.00 itu kosong. Evi mengantar anaknya sekolah. Sekitar pukul 10.00 Evi pulang. Dia melihat seorang pemuda tidak dikenal keluar rumah. 

Evi menegur pemuda misterius itu. Hendrik kabur. Spontanitas Evi teriak maling. Teriakan itu seakan sebuah komando. Massa langsung mengejar. Sekitar 100 meter dari lokasi kejadian Hendrik tertangkap. Massa yang geregatan langsung menghakiminya. Bak…buk…bak…buk. 

Beruntung ada anggota Reserse Kriminal Polsek Menganti berada di sekitar lokasi kejadian. Nyawa Hendrik terselamatkan. Akan tetapi, massa melampiaskan kekesalannya dengan membakar motor Honda Beat nopol L 3943 AJ milik pelaku.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno mengatakan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tersangka Hendrik masuk rumah korban Evi Retno Sari menjebol pintu rumah. “Tersangka mendorong pintu hingga engsel rusak,”terang Tatak pada Rabu, 7 April 2021.

Tersangka Hendrik lalu mengambil uang milik korban Rp 1.129.000. “Ketika keluar pelaku diteriaki maling. Beruntung ada anggota di lokasi kejadian,”kata mantan Kapolsek Cerme itu. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku kali pertama mencuri. Tersangka Hendrik dijerat Pasal 363 ayat 1 dan 5 KUHPidana. “Tersangka kami tahan,”tegas Tatak. (yad)

Apes, Terpergok Bobol Rumah, Pencuri Digebuki dan Motor Dibakar Massa Selengkapnya

Ditinggal ke Malang, Rumah ASN Dibobol Maling Pilih Laptop dan Perhiasan daripada Emas Lantakan


GRESIK,1minute.id – Pekerjaan rumah polisi bertambah. Belum terungkap perampokan rumah Arie di Jalan Ikan Belanak, Kompleks Perumahan Bhakti Pertiwi (BP) Kulon, Kecamatan Gresik. 

Kini, giliran rumah Husni, aparatur sipil negara (ASN) di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo,  Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik dibobol penjahat. Pelaku mencongkel jendela dan menggasak laptop dan perhiasan. Korban Husni baru mengetahui diacak-acak pencuri pada Minggu petang, 4 April 2021.

Menurut Ny Nipah, asisten rumah tangga Husni mengatakan, sejak Sabtu, 3 April 2021 rumah kosong. Husni dan keluarga pergi ke Malang untuk urusan keluarga. Rumah dalam kondisi kosong. “Kami nyampe rumah Minggu petang,”kata Nipah ditemui 1minute.id pada Senin, 5 April 2021.

Husni, baru mengetahui rumahnya dibobol maling ketika melihat isi kamar dalam kondisi acak-acakan. Seluruh isi dikeluarkan. Penjahat leluasa mengacak-acak isi rumah karena dalam kondisi kosong. Perhiasan, komputer jinjing yang ada di lemari kamar dibawa kabur. “Perhiasan milik anak yang dibawa kabur,”terang Nipah sambil menggendong anak Husni.

Setelah mengacak-acak isi rumah dan bagian lantai dua, penjahat kabur. ” Anehnya, emas lantakan tidak diambil. Mungkin pelaku anyaran,”terang Nipah.

Rumah Husni berada perkampungan padat penduduk. Namun, sejumlah tetangga Husni tidak mendengar aksi penjahat itu. Tetangga Husni baru ngeh setelah korban cerita kepada para tetangganya. 

Kapolsek Kebomas Kompol Yulianto melalui Kanitreskrim Polsek Kebomas Ipda Yoyok Mardi mengatakan, hingga Senin siang belum ada laporan warga rumahnya kemalingan. “Sampai hari ini (Senin,Red) belum ada laporan kejadian itu,”kata Yoyok dikonfirmasi selulernya pada Senin, 5 April 2021. (yad)

Ditinggal ke Malang, Rumah ASN Dibobol Maling Pilih Laptop dan Perhiasan daripada Emas Lantakan Selengkapnya

Matikan Aliran Listrik, Korban Dikalungi Clurit, Pelaku Kuras Aset

GRESIK,1minute.id – Kawanan perampok beraksi di rumah Arie di Jalan Ikan Belanak, Kompleks Perumahan Bhakti Pertiwi (BP) Kulon, Kecamatan Gresik.

Pelaku bersenjata tajam menyekap seluruh penghuni rumah. Ada dua orang yang disekap. Mereka adalah pasangan suami-istri. Mulut korban sumpal kain, mata ditutup kain jilbab. Sedangkan, kedua kaki dan tangan kedua korban diikat dengan tali rafia.

Pelaku diperkirakan berjumlah satu orang. Dugaan kuat, pelaku telah menggambar kondisi rumah korban sebelumnya. Modus operandi yang dilakukan penjahat ini mematikan miniature circuit breaker (MCB) listrik.

Informasi yang dihimpun, Sabtu, 3 April 2021 sekitar pukul 01.30, lampu rumah Arie tiba-tiba njeglek atau mati. Arie, yang pegawai negeri sipil (PNS) itu keluar rumah untuk menyalakan aliran listrik.

Listrik menyala Ari masuk rumah lagi. Baru  beberapa langkah menuju kamar, listrik kembali padam. Ari balik ke keluar rumah. Aliran listrik dirumah Arie njeglek tidak pernah terjadi. Baru kejadian Sabtu dini hari itu. Arie tidak pun tidak curiga.”Waktu akan menyalakan MCB listrik dikalungi clurit,”ujar seorang warga.

Pelaku mengancam akan menghabisi pemilik rumah itu. Arie pun gemetaran. Semua yang diminta penjahat diturutinya. Antara lain, menunjukkan tempat penyimpanan uang tunai Rp 7 juta, perhiasan, kunci dan STNK sepeda motor Honda Beat diserahkan kepada pelaku.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Kota Gresik AKP Inggit Prasetyanto dikonfirmasi membenaekan kejadian itu. Ia  mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Kami upayakan lidik dan pendalaman. Doakan bisa terungkap dan tertangkap pelakunya,”kata AKP Inggit pada Minggu, 4 April 2021. (yad)

Matikan Aliran Listrik, Korban Dikalungi Clurit, Pelaku Kuras Aset Selengkapnya