Ibu Bayi Misterius, Jenazah Bayi Belum Dimakamkan

GRESIK,1minute.id – Indentitas orang tua yang membuang bayi di bak sampah area pemakaman kompleks Perumahan Oma Indah Menganti masih misterius. Jenazah bayi perempuan dengan tali pusat berat kurang dari 1 kilogram itu masih tersimpan di kamar mayat di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Bayi nahas itu menghembuskan nafas terakhir pada Rabu, 10 Maret 2021 pukul 12.25. Polisi terus selisik siapa orang tua yang tega membuang buah hatinya itu.  Polisi selisik identitas pelaku melalui sejumlah kamera pengintai (closed circuit television/CCTV) sejumlah tempat di sekitar Desa Bringkang, Kecamatan Menganti. Mulai jalan raya hingga kompleks perumahan Oma Indah Menganti (OIM).

Selain membongkar rekaman CCTV, Polsek Menganti mengerahkan seluruh bhabinkamtibmas untuk mendengarkan cerita masyarakat tentang ibu yang baru melahirkan.  Ada kabar, polisi sudah mengantongi identitas orang tua yang membuang bayi itu.

“Kami masih terus lidik,”kata Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno pada Kamis, 11 Maret 2021. Terpisah, Camat Menganti Sujarto dikonfirmasi mengungkapkan orang tua bayi masih belum diketahui. “Belum mas, masih pencarian oleh pihak berwajib,”ungkapnya.

Humas RSUD Ibnu Sina Gresik Hariyanto mengatakan,  jenazah bayi belum diambil oleh pihak keluarga. “Jenazah bayi di kamar mayat,”ujarnya.

Seperti diberitakan warga Kompleks Perumahan Oma Indah Menganti geger. Pasalnya, Sutanto alias Bondan, warga perumahan setempat menemukan bayi dalam kardus lalu dimasukkan tas kresek warna merah. 

Bayi diperkirakan berumur sehari itu masih hidup. Tapi, dalam kondisi kritis. Tubuhnya membiru diduga kedinginan karena dibuang oleh orang tuanya tanpa sehelai baju. Bayi nahas itu kemudian dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Akan tetapi, tuhan berkehendak lain. Bayi itu meninggal dunia. (*)

Ibu Bayi Misterius, Jenazah Bayi Belum Dimakamkan Selengkapnya

Kapolres Gresik Berbagi Kiat Sukses kepada Pelajar Gresik


GRESIK,1minute.id – Para finalis lomba baca berita PWI Gresik mendapatkan pengalaman baru pada Rabu, 10 Maret 2021.Selama 4 jam lebih, enam finalis itu bisa melihat lebih dekat kinerja polisi yang berkantor di Markas Polisi Resor (Mapolres) Gresik.

Selain melihat sarana dan fasilitas yang ada di gedung baru berkonsep smart building korp ⁵Bhayangkara berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas itu. Para pelajar jenjang SMP dan SMA di

Gresik mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung bersama Kapolres GresikAKBP Arief Fitrianto. Mereka  juga mendapatkan penjelasan tugas pokok dan fungsi dari berbagai unsur pelaksana tugas kepolisian.

Mulai dari Satuan Sabhara, Satuan Intelkam, Satuan Reserse Narkoba, Satuan Reeserse Kriminal. Termasuk layanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Jasmin Keysha, siswi SMA Negeri 1 Gresik menanyakan tentang inovasi yang dilakukan jajaran Kepolisian. Remaja yang masih duduk dibangku kelas XI itu menyampaikan, bahwa  tantangan modernisasi tentu membuat pihak kepolisian dituntut untuk lebih inovatif melakukan tugas-tugasnya.

“Apakah ada batasan bagi para anggota Polisi untuk terus berkarya,”tanya remaja 16 tahun itu.
Alumnus Akpol 2001 pun menjawab bahwa anggota polisi wajib menjadi Pelopor bagi masyarakat. “Kita tidak pernah melarang anggota untuk berkreasi dalam bertugas. Selama hal itu menjaga nama baik, harga diri dan kehormatan institusi,” jelas perwira dengan dua balok dipundak itu.

Mantan Kapolres Ponorogo itu mencontohkan tugas Satuan Binmas (Pembinaan Masyarakat). “Pesan-pesan Kamtibmas kami bikin dalam bentuk konten yang menarik dan humanis,” jelasnya. 

Misalnya, membuat video ilustrasi saat menggelar razia lalu lintas. “Biasanya, banyak warga yang memilih putar balik,”candanya. “Nah, dalam konten tersebut kami sampaikan syarat-syarat apa saja yang harus dimiliki saat mengendarai kendaraan bermotor,”jelasnya

Termasuk, beberapa penanganan saat mengatasi sebaran pandemi Covid-19. “Kami juga menyadara bahwa pandemi ini memukul semua sektor. Sehingga pendekatan humanis juga dikedepankan,” jelasnya. 

Mulai dari membagikan masker, memberikan himbauan, bahkan melakukan rapid test di tempat saat menggelar operasi yustisi. “Baru, bagi masyarakat yang masih membandel, tentu penanganan sanksi yang lebih serius. Sesuai arahan Satgas Covid-19,” paparnya.

Irsyad Maulana, pelajar asal SMA Negeri 1 Kebomas pun terinspirasi menekuni karir di kepolisian. “Syarat apa saja yang harus dipersiapkan?”tanya siswa kelas XI itu.

AKBP Arief Fitrianto pun bercerita tentang perjalanannya menjadi orang nomor satu di Polres Gresik. “Semua berkat semangat dan usaha pribadi. Dan yang paling penting restu dan doa dari para orang tua,” jelasnya.

⁸Sebagai anak petani dengan ekonomi sederhana, justru menjadi semangat untuk Arief membahagiakan keluarga. “Aku iki anake wong ndeso. Anak petani dari Pati Jawa Tengah saja bisa seperti ini. Kalian sebagai pelajar dari Gresik punya potensi untuk lebih berprestasi. Terus semangat ya,” pesannya.

Saat masih usia pelajar dulu, lanjut Arief, pergaulan yang tepat salah satu kunci meraih sukses. “Kenakalan dan pergaulan bebas saat ini menjadi tantangan paling berat bagi anak muda,” ungkapnya.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya anak dibawah umur yang harus berurusan dengan hukum. Tentunya, akan menghambat prestasi dan karir dimasa mendatang. “Maka, berkumpulah dengan orang-orang yang tepat untuk mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi,” pungkasnya. (*)

Kapolres Gresik Berbagi Kiat Sukses kepada Pelajar Gresik Selengkapnya

PHP Calon Naker, Raup Jutaan Rupiah, Mantan Cleaning Service Ditangkap Polisi

GRESIK,1minute.id – Putra Aderiyanto alias Puput ditangkap anggota reserse kriminal (Reskrim) Polsek Manyar. Lajang 32 tahun itu diamankan karena terlibat dugaan penipuan tenaga (naker).

Ada tiga orang yang menjadi korban aksi tipu-tipu yang dilakukan mantan cleaning service salah satu subkontraktor salah satu perusahaan penanaman modal asing (PMA)  tinggal di Desa Roomo, Kecamatan Kebomas, Gresik itu.

Mereka dijanjikan bekerja sebagai pekerja outsourcing. Syaratnya, membayar sejumlah uang kepada Putra. Ketiga korban penipuan naker itu dijanjikan mulai bekerja pada 22 Febuari 2021. Akan tetapi, korban hanya berupa pemberi harapan palsu (PHP). Korban memilih jalur hukum.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek  Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana mengatakan dugaan penipuan tenaga kerja (naker) dilakukan tersangka Putra ini berulangkali.

“Kali pertama, Juli 2020 tersangka menipu 22 calon naker. Tapi, saat itu diselesaikan kekeluargaan,”kata Bima Sakti di Mapolsek Manyar pada Rabu, 10 Maret 2021.

Kejadian pertama itu tidak membuat tersangka Putra kapok. Bahkan, tersangka di sanksi pemutusan hubungan kerja (PHK) ditempatnya kerjanya. “Tersangka waktu itu sudah 9 tahun bekerja sebagai cleaning service,”ungkap perwira dua balok di pundak itu.

Modus operandinya tersangka mendekati calon korban. Biasanya, anggota komunitas ngopi. Tersangka menawarkan pekerjaan. Untuk meyakinkan korban, tersangka menunjukkan ID Card bekas tempat kerjanya. Setelah mendapatkan, calon korban diminta untuk mengajak saudara atau teman lainnya.

Korban tipu-tipu tersangka Putra ini tidak hanya tetangga desa. Tapi, sampai warga Socah, Bangkalan, Madura. Perbuatan yang dilakukan tersangka, terang Bima Sakti, masuk kategori penipuan sebagai mata pencaharian. 

“Tersangka kami jerat Pasal 378, Jo 379a dan atau 65 KUHPidana. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun,”tegas Bima Sakti.

Tersangka Putra Aderiyanto berdalih sedang terlilit hutang. Dia pun berusaha menutupi hutang itu dengan cara gali lubang, tutup lubang. “Saya menyesal pak komandan,”kata Putra. (*)

PHP Calon Naker, Raup Jutaan Rupiah, Mantan Cleaning Service Ditangkap Polisi Selengkapnya

Tuhan Berkendak Lain, Bayi Perempuan dalam Kardus Dibuang di Bak Sampah Meninggal Dunia

Tim dokter RSUD Ibnu Sina Gresik ketika berupaya melakukan penolongan bayi yang dibuang oleh orang tuanya. ( foto : ist)


GRESIK,1minute.id – Upaya tim dokter RSUD Ibnu Sina Gresik belum bisa menyelamatkan nyawa bayi dalam kardus yang dibuang di bak sampah kompleks Perumahan Oma Indah Menganti. 

Sekitar pukul 12.25 bayi perempuan diperkirakan baru sehari lahir itu meninggal dunia. Kondisi bayi ketika masuk rumah sakit aset pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dalam kondisi kritis.

Humas RSUD Ibnu Sina Gresik Hariyanto mengatakan, bayi itu memiliki berat badan kurang dari 1 kilogram. “Bayi itu sekitar pukul 12.25 meninggal dunia,”kata Hariyanto dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Rabu, 10 Maret 2021.

TKP : Bak sampah di area pemakaman kompleks Perumahan Oma Indah Menganti tempat bayi perempuan ditemukan dalam kondisi kritis. Bayi itu meninggal dunia pada Rabu, 10 Maret 2021 pukul 12.24. ( foto : ist)

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan orang tua yang tega membuang buah hatinya ke bak sampah dalam kompleks Perumahan Oma Indah Menganti di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik itu. 

“Masih dalam lidik (penyelidikan),”kata AKP Tatak Sutrisno pada Rabu, 10 Maret 2021. Seperti diberitakan warga Kompleks Perumahan Oma Indah Menganti geger. Pasalnya, Sutanto alias Bondan, warga perumahan setempat menemukan bayi dalam kardus lalu dimasukkan tas kresek warna merah. 

Bayi diperkirakan berumur sehari itu masih hidup. Tapi, dalam kondisi kritis. Tubuhnya membiru diduga kedinginan karena dibuang oleh orang tuanya tanpa sehelai baju. Bayi nahas itu kemudian dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Akan tetapi, tuhan berkehendak lain. Bayi itu meninggal dunia. (*)

Tuhan Berkendak Lain, Bayi Perempuan dalam Kardus Dibuang di Bak Sampah Meninggal Dunia Selengkapnya

Ya Allah, Siapa Ibu yang Tega Membuang Bayi di Bak Sampah dekat Pemakaman

GRESIK,1minute.id – Bayi perempuan dengan tali pusat ditemukan di tempat pembuangan  sementara (TPS) pemakamann di Kompleks Perumahan Oma Menganti Indah pada Rabu, 10 Maret 2021. 

Bayi berat 1,1 kilogram itu taruh ke dalam kardus warna coklat lalu dimasukkan tas kresek warna merah. Bayi diperkirakan berumur sehari itu masih hidup. Tapi, dalam kondisi kritis. Tubuhnya membiru diduga kedinginan karena dibuang oleh orang tuanya tanpa sehelai baju.

Informasi yang dihimpun sekitar pukul 09.00, Bondan, warga Kompleks Perumahan Oma Indah Menganti sedang membersihkan rumput makam di dalam kompleks perumahan berlokasi di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik.

Pagi itu, mata Bondan tertuju tas kresek warna merah yang di dalamnya ada kardus diatas tumpukkan bak sampah. Bondan lalu membuka tas kresek itu. Ternyata dalam kardus warna coklat itu ternyata berisi bayi yang masih memerah.

Tali pusat atau pusar masih menempel. Diperkirakan bayi itu baru sehari lahir. Siapa ibu yang tega membuang bayi berambut hitam tebal?
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui

Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno mengatakan, bayi perempuan masih dalam kondisi hidup. “Tapi, kondisinya kritis. Sekarang dirujuk di RSUD Ibnu Sina Gresik,”kata Tatak dikonfirmasi selulernya.

Siapa orang tua tega membuang bayi tersebut, mantan Kapolsek Cerme itu masih dalam penyelidikan. “Doakan bisa segera terungkap identitas yang membuang bayi,”ujar Tatak.

Sumber 1minute.id menyebutkan bayi yang kondisi kritis dimasukkan dalam tabung inkubator. “Semoga semakin sehat,”katanya. (*)

Ya Allah, Siapa Ibu yang Tega Membuang Bayi di Bak Sampah dekat Pemakaman Selengkapnya

Lunasi Kerugian Negara, Jaksa Alihkan Penahanan Kades Dooro


GRESIK,1minute.id – Mat Ja’i bisa menghirup udara di luar tahanan. Pasalnya, pengajuan pengalihan penahanan tersangka dugaan korupsi anggaran dana desa (ADD) Dooro, Kecamatan Cerme, Gresik itu dikabulkan penyidik seksi pidana khusus (Pidsus) Kejari Gresik.

Penyidik Pidsus Kejari Gresik mengabulkan permohan kepala Desa Dooro itu dengan beberapa pertimbangan. Antara lain, tersangka telah mambayar kerugian negara sebesar Rp 253 juta, kooperatif, ada jaminan dari keluargan dan kuasa hukumnya. 

Akan tetapi perkara korupsi yang menyeret Mat Ja’i ini terus berlanjut sampai tingkat penuntutan.  Kejaksaan tidak akan memberhentikan perkara ini bahkan dalam waktu dekat perkara ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya. 

“Kami hanya melakukan pengalihan status penahanan tersangka Mat Ja’i dari tahanan rutan ke tahanan kota. Tersangka juga diwajibkan untuk wajib lapor seminggu sekali,”ujar Kasi Pidsus Kejari Gresik Dymas Adji Wibowo pada Kamis, 4 Maret 2021.

Dimas melanjutkan,  perkara ini tetap dilanjutkan dan dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk disidangkan. 
“Kami mengabulkan permohonan pengalihan status penahanan tersangka salah satu pertimbangannya,  tersangka telah membayar klerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 253 juta,”terang Dymas. 

“Tersangka kooperatif dan ada jaminan dari keluarga dan kuasa hukumnya. Tapi harus dipertegas perkara korupsi ini tetap berlanjut,”imbuhnya. 

Seperti diberitakan, tersangka Kades Dooro Mat Ja’i ditahan oleh kejaksaan negeri (Kejari) Gresik atas dugaan tindak pidana korupsi ADD selama tiga tahun, 2015 – 2017. Hasil audit ada kerugian negara sebesar Rp 253 juta. (*)

Lunasi Kerugian Negara, Jaksa Alihkan Penahanan Kades Dooro Selengkapnya

Diduga Sediakan PSK, Warkop Digerebek Aparat

GRESIK,1minute.id – Warung kopi (warkop) diduga menjadi tempat esek-esek digerebek aparat gabungan kecamatan Ujungpangkah pada Kamis, 4 Maret 2021.

Dalam penggerebekan warkop berlokasi di perbatasan desa di Kecamatan Ujungpangkah itu, polisi mengamankan empat perempuan yang diduga berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Sepintas warkop berada jauh dari permukiman penduduk di perbatasan desa di Kecamatan Ujungpangkah itu seperti warung kopi lainnya. Minuman ringan berjajar di meja. Kopi sachet menggelantung. 

Akan tetapi, pengunjung warkop itu nyaris tidak pernah sepi. Kondisi itu, membuat masyarakat setempat curiga kemudian melaporkan ke aparat Kecematan Ujungpangkah. Tim gabungan, terdiri dari TNI, Polri dan Trantib, Ujungpangkah melakukan penggerebekan. 

Dalam pengggerebakan itu, aparat mendapati empat bilik yang diduga sebagai tempat “eksekusi” PSK dengan pria hidung belang. Petugas kemudian melakukan interogasi kepada empat perempuan terduga PSK itu.

Kepala Desa Pangkahkulon Ahmad Fauron mengatakan pemeringah desa telah melayangkan surat peringatan kepada pemilik warung itu. “Tapi, surat peringatan itu tidak digubris pemilik warung. Bahkan, pemilik warung juga telah kami panggil,”ujar Ahmad Fauron kepada wartawan pada Kamis, 4 Maret 2021.

Karena tidak memiliki ikhtikad melakukan perubahan sehingga dilakukan tindakan penertiban. Empat perempuan yang diduga PSK itu semuanya dari luar Gresik. “Mereka mengakui menjalankan praktik prostitusi terselubung di warungnya yang berdiri sejak beberapa bulan,”katanya. 

Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Ujungpangkah Waluyo mengungkapkan pihaknya memberikan pembinaan karena melanggar Perda Gresik nomor 15/2013 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum. 
“Pemilik warung remang-remang dan anak buahnya berjanji akan segera mengosongkan warung dan kegiatannya dalam waktu maksimal tiga hari,”ujarnya. (*)

Diduga Sediakan PSK, Warkop Digerebek Aparat Selengkapnya

Polsek Manyar Njelentrehkan Motif Nabhani Yusuf Menghilang, Ini Penyebabnya


GRESIK,1minute.id – Anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Manyar menguak misteri hilangnya Nabhani Yusuf. Pemuda 27 tahun yang sempat dikabarkan hilang diduga korban penculikan di jalan tembus Telegadowo, Bukit Kapur Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik itu.

Polisi menemukan Yusuf di Kumitir, Banyuwangi. Lajang asal Desa Suci, Kecamatan Manyar itu dalam kondisi sehat. “Tidak ada sedikit pun luka di tubuhnya,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana di Mapolsek Manyar pada Kamis, 4 Maret 2021.

Selain kondisi fisik lajang 27 tahun yang diperiksa. Polisi juga melakukan pengecekan kesehatan hingga tes urine untuk memastikan bebas narkoba. “Rapid test antigen negatif, urine juga negatif,”tegas perwira dua balok di pundak itu.

Lalu motif apa Yusuf menghilang? Sumber di kepolisian menyebutkan, Nabhani Yusuf bukan kali pertama kabur dari rumahnya. Pemuda bertubuh ramping itu pernah minggat selama 2 tahun diduga karena urusan asmara. 

Yusuf juga pernah pergi diam-diam ketika mendapatkan tekanan berat pekerjaan sebagai awal kapal. Dan, kali terakhir pada Senin, 1 Maret 2021. Yusuf meninggalkan sepeda motor Honda Vario W 6362 JU di jalan tembus Tlogodowo lengkap dengan kunci dan helmnya, karena tekanan keuangan dari kelompoknya.

Yusuf ditengarai keliru membuat laporan keuangan di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Manyar. Yusuf mencatat laporan keuangan itu sebesar Rp 7 juta. Seharusnya, dicatat Rp 17 juta. Sehingga ada sisa keuangan yang belum dilaporkan senilai Rp 10 juta.

Anggota Gapoktan terus mengejar Yusuf meski sejatinya, uang tersebut masih tersimpan direkeningnya. Yusuf memilih kabur daripada menjelaskan kepada anggota gapoktan itu.

Keluarga kelabakan kemudian melapor hilang ke Polsek Manyar. Raibnya, Yusuf membuat geger jagat maya atawa media sosial (medsos). Berbagai versi muncul. Antara lain, Yusuf diculik orang tidak dikenal.

Hasil penelisikan anggota reskrim Polsek Manyar dengan menginterogasi sejumlah saksi, yakni keluarga dan rekan Yusuf mengarah korban hilang karena ada permasalahan dengan rekan kerjanya, di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). 

“Dan, korban bukan kali ini saja menghilang atau lari dari permasalahan,”tegas Iptu Bima. Akan tetapi, tambahnya, korban Yusuf tidak merencanakan aksi menghilangnya itu. Saat kejadian, Yusuf memarkir motor, kunci kontak dan helm di kawasan yang jauh dari penduduk itu. 

Yusuf yang kalut itu kemudian jalan kaki hingga depan Kampus Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Dia kemudian naik angkutan umum turun di Terminal Yosowilangun, Surabaya. Yusuf melanjutkan perjalanan menuju Malang kemudian menuju Banyuwangi dengan naik bus. “Korban membawa bekal uang Rp 400 ribu,”jelas Bima.

Tujuan ke Banyuwangi untuk menemui teman lamanya. Tapi, tidak ketemu kemudian menghubungi keluargannya. “Anggota yang mendapatkan informasi itu langsung menjemput Yusuf,”tegas Iptu Bima. Korban Nabhan Yusuf mengaku kondisinya tertekan. Namun, Yusuf mengakui keteledorannya itu. “Saya menyesal pak. Tidak akan saya ulangi. Saya akan hadapi persoalan. Tidak akan menghilang lagi,”kata Yusuf. (*)

Polsek Manyar Njelentrehkan Motif Nabhani Yusuf Menghilang, Ini Penyebabnya Selengkapnya

Duo Residivis Pelaku Curanmor Ganti Modus untuk Naikkan Harga Jual Motor


GRESIK,1minute.id – Dua residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dibekuk polisi. Dou pelaku spesialis motor matik adalah Riskillah, 37, warga Jalan Mirah, Kompleks Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Desa Suci, Kecamatan Manyar dan Purnomo Wahyudi, 31, asal Desa/Kecamatan Duduksampeyan, Gresik.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Gresik Kota AKP Inggit Prasetiyanto mengatakan penangkapan pelaku curanmor tersebut bermula kecurigaan gerak-gerik Riskillah ketika berada di Alun-alun Gresik. Wajah Riski-sapaan-Riskillah sudah familiar di mata anggota reserse kriminal (reskrim) Polsek Gresik Kota.

Pada 2018, Riski ditangkap karena mencuri sepeda motor. Namun, anak buah Inggit tidak langsung menangkapnya. Sebab, target operasi berusia 37 tahun itu belum melakukan aksi pencurian sepeda motor. “TO seperti sedang mencari sasaran,”kata AKP Inggit pada Rabu, 3 Maret 2021.

Namun, anggota Reskrim Polsek Gresik Kota terus mengawasi aktivitas residivis mengaku asal Jalan Mirah, PPS yang indekos di Desa/Kecamatan Duduksampeyan hingga ke kawasan Gresik Kota Baru (GKB). Di kompleks perumahan itu, Riski berganti pasangan. Dia bersama pemuda belakangan diketahui bernama Purnomo Wahyudi.

Polisi yang khawatir target operasi kabur kemudian menghentikan langkah Purnomo, pemuda pengangguran berusia 31 tahun. “Ketika diintrogasi Purnomo mengaku pernah mencuri motor di Desa Yosowilangun, Manyar bersama Riski,”kata Inggit.

Pengakuan Purnomo itu membuat Riski tidak bisa mengelak. Mati kutu. Apalagi, polisi menemukan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Mio kelir hitam nopol W 4319 BM, satu lembar STNK dan BPKB milik korbannya.

Riski dan Purnomo, ditengarai berulangkali beraksi pascabebas dari tahanan. Namun, mereka merevolusi modus operandi. Sebelumnya, mereka berbuah selalu membawa kunci berbentuk huruf T. “Sekarang modusnya mencari motor matik yang tidak di kunci setir,”terang Inggit.

Motor lalu di dorong kemudian menyalakan motor hasil curian dengan menyambungkan aliran kabel hingga mesin menyala. Kemudian mereka menduplikasikan kunci motor ke tukang kunci. “Pengakuan tersangka, modus baru itu bisa meningkatkan harga jual motor curian,”jelas Inggit. (*)

Duo Residivis Pelaku Curanmor Ganti Modus untuk Naikkan Harga Jual Motor Selengkapnya

Gepal Desak Kejari Usut Tuntas Perkara Korupsi di Gresik


GRESIK,1minute.id – Ratusan aktivis Gepal turun jalan pada Selasa,2 Maret 2021. Aktivis Gerakan Penolak Lupa (Gepal) Gresik itu mendesak kejaksaan negeri (Kejari) Gresik menuntaskan perkara korupsi di Gresik.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu mendatangi dua institusi yakni Kantor Bupati Gresik dan Kejari Gresik. Di kantor Bupati Gresik, aktivis Gepal dibawah komando Syafi’uddin itu ditemui Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Sedangkan, di kantor Adhyaksa mereka ditemui Kasi Intel Kejari Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah.

Dalam aksinya, mereka menyoroti kejanggalan terkait penangan korupsi selama ini terjadi di Gresik. Menurut Koordinator lapangan (korlap) Syafi’uddin selama ini  sejumlah kasus korupsi yang ditangani aparat penegak hukum terkesan hanya berdiri sendiri dan seolah-olah memutus mata rantai, bahkan ada juga yang terkesan mandek.

“Yang namanya korupsi pasti ada yang memberi dan menerima, maka dari dari itu tidak ada korupsi yang berdiri sendiri, kami meminta untuk mengusut tuntas seluruh kasus korupsi yang ada di Kabupaten Gresik ini,” kata Udin. 

Ia mencontohkan, dua kasus korupsi yang cukup menyita perhatian publik di Gresik pada 2019 lalu. Dua kasus itu, Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik atas  dugaan pemotongan dana insentif pegawai di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik dan OTT di Inspektorat Kabupaten Gresik oleh pihak kepolisian yang sampai saat ini belum ada pengembangan tersangkanya.

Kasus OTT dilakukan Kejari Gresik di BPPKAD Gresik, fakta dalam proses sidang di pengadilan tindak pidana korupsi, nama-nama dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Gresik tidak tidak diusut tuntas. “Sedangkan OTT di inspektorat yang dilakukan pihak kepolisian belum ada tersangkanya,”ujar Udin.

Usai berorasi menggunakan pengeras suara diatas mobil komando, para aktivis itu ditemui Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani dihadapan para aktivis memberikan apresiasi kepada aktivis Gepal itu.

“Saya menyampaikan terimakasih karena para aktivis selama ini selalu menjadi alarm, dan saya setuju kedepan Gresik kita jadikan pemerintahan yang bersih dari korupsi,”ujar Gus Yani. Usai bertemu Bupati Gresik itu, mereka bergeser menuju kantor Kejari Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas.

Kasi Intel Kejari Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah menyatakan kejaksaan siap mendukung para aktivis dalam pemberantasan korupsi di Gresik. “Mari kita jadikan Gresik lebih baik, bebas dari korupsi,”kata Dimaz yang juga Humas Kejari Gresik itu.

Dimaz menegaskan, terkait tuntutan untuk masalah penangguhan penahan Camat Duduksampeyan tidak ada penangguhan tahanan.”Untuk perkara korupsi tidak ada yang di peti es kan semua masih dalam proses,”tegasnya. (*)

Gepal Desak Kejari Usut Tuntas Perkara Korupsi di Gresik Selengkapnya