Kapolres dan Dandim Pimpinan Pengamanan, Paskah Aman dan Khidmat

GRESIK, 1minute.id – Minggu Paskah berjalan aman di Gresik. Pengamanan yang ketat membuat umat kristiani merasa nyaman saat beribadat. Misa Paskah berlangsung khidmat. Jemaat merasa aman dan nyaman menjalankan ritual Paskah karena TNI, Polri dan Pol PP melakukan pengamanan.

Pengamanan dan patroli di sekitar gereja maupun tempat ibadat yang tersebar di Gresik. 
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto yang memimpin langsung pengamanan perayaan Minggu Paskah ini.

AKBP Arief Fitrianto mengatakan pengamanan dilakukan di seluruh Gereja yang ada di Kota Gresik dengan tujuan yaitu mewujudkan rasa nyaman dan aman kepada umat nasrani yang sedang melaksanakan ibadah Paskah.

“Untuk antisipasi perayaan Paskah di gereja maupun rumah Ibadat merupakan kewajiban Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat serta penegakan hukum, dengan langkah-langkah pencegahan dan meningkatkan kewaspadaan pada titik- titik rawan gangguan kamtibmas, tentunya selalu koordinasi dalam setiap kegiatan,”ungkap alumnus Akpol 2001 ini.

Kapolres Arief Fitrianto menambahkan, pengamanan Paskah ini dari jajaran Polres Gresik sebanyak 346 personel, ditambah dengan personel dari TNI dan Satpol PP. 

“Ratusan personel itu kami tempatkan di seluruh gereja dan tempat ibadat. Ada 36 gereja dan rumah ibadat,”terang AKBP Arief Fitrianto. Sesuai standar operasional prosedur pengamanan, jelas mantan Kapolres Ponorogo itu, satu jam sebelum pelaksanaan misa dilakukan sterilisasi.

Kemudian, melakukan himbauan kepada pengurus dan jemaat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah rangkaian peringatan Paskah di Gresik berlangsung aman. Semoga bisa menambah kepercayaan warga masyarakat kepada aparatur negara tepatnya Polri dan TNI dalam memberikan rasa aman terhadap umat beragama,”harap alumnus Akpol 2001. (yad)

Kapolres dan Dandim Pimpinan Pengamanan, Paskah Aman dan Khidmat Selengkapnya

Lima Polsek Fokus Pelihara Kamtibmas, Penyidikan Ditangani Polres

GRESIK,1minute.id – Lima Polsek di jajaran Polres Gresik tidak bisa melakukan tindakan penyidikan. Lima Polsek itu adalah Polsek Benjeng, Balongpanggang dan Polsek Pelabuhan. Kemudian, Polsek Tambak dan Sangkapura. Kedua polsek itu berada di Pulau Bawean sekitar 80 mil dari Gresik.

Polsek-polsek tersebut hanya bertugas untuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kebijakan itu berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor: Kep/613/III/2021 tentang Penunjukan Kepolisian Sektor Hanya Untuk Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Pada Daerah Tertentu (Tidak Melakukan Penyidikan), per 23 Maret 2021 yang ditandatangani langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam keputusan tersebut, Kapolri memperhatikan soal program prioritas Comamnder Wish pada 28 Januari 2021 lalu.

Program prioritas di bidang transformasi,  penataan kelembagaan, kegiatan penguatan Polsek dan Polres sebagai lini terdepan pelayanan Polri dengan rencana aksi mengubah kewenangan Polsek hanya untuk pemeliharaan kamtibmas pada daerah tertentu tidak melakukan penyidikan.

“Polsek yang tidak melakukan penyidikan dalam hal kewenangan dan pelaksanaan tugasnya memedomani Surat Kapolri Nomor: B/1092/II/REN.1.3./2021 tanggal 17 Februari 2021 perihal direktif Kapolri tentang kewenangan Polsek tertentu,” tulis Sigit dalam surat keputusan itu.

Sementara atas surat keputusan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menerangkan kesiapannya bahkan akan maksimal dalam melayani masyarakat. “Secara prinsip kami siap melaksanakan. Akan lebih kedepankan fungsi preemtif dan preventif,”alumnus Akpol 2001 kepada wartawan (yad) 

Lima Polsek Fokus Pelihara Kamtibmas, Penyidikan Ditangani Polres Selengkapnya

Diduga ada Kerugian Rp 50 Miliar, Penyidik KPK Periksa Dirut PDAM Giri Tirta selama Diperiksa 5 Jam

“Saat itu yang melakukan MoU bukan saya tapi Pak Muhammad”

Dirut PDAM Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah

GRESIK,1minute.id – Direktur utama PDAM Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah buka suara terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Ia mengaku diperiksa selama 5 jam di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan RI perwakikan Jawa Timur pada Selasa, 30 Maret 2021. Selama lima jam itu, Risa-panggilan-Siti Aminatus Zariyah dicecar terkait MoU, manajemen PDAM Giri Tirta dengan dua rekanannya pada 2012.

Manajemen waktu itu dipimpin Muhammad, kini legislator di DPRD Gresik. MoU itu diduga mengakibatkan kerugian negara puluhan miliar. Ada yang menyebut Rp 50 miliaran.

“Saya ditanya seputar penyusunan studi kelayakan feasibility study atau FS. Pertanyaannya hanya seputar itu serta bagaimana masalah penyerapan anggarannya,” ujar Risa pada Rabu, 31 Maret 2021.

Selain pemeriksaan, penyidik lembaga antirasuah itu juga melakukan pengecekan lokasi di dua perusahaan rekanan PDAM yakni, Legundi dan Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik. “Saat itu yang melakukan MoU bukan saya tapi Pak Muhammad,”jelasnya.

Sayangnya, Muhammad tidak bisa dikonfirmasi. Selulernya tidak aktif. Gawai milik legislator DPRD Gresik itu tidak dilengkapi aplikasi WhatsApp. 1minute.id mencoba konfirmasi SMS belum ada jawaban.

Modus operandi manajemen melakukan patgulipat dengan dua perusahaan itu terbilang sangat rapi. Namun, seperti pepatah, serapi-rapi menyimpan bangkai, bau tidak sedap itu pasti akan tercium juga.

Mengutip dari Jatimnet.com, dugaan korupsi itu dilaporkan salah satu mantan bawahan Dirut Muhammad pada 2015. Potensi kerugian berkisar Rp 50 miliar. Namun, ditampik oleh Dirut saat itu.

Laporan kala itu, PDAM membeli air dari PT DBT Rp 2.500 meter kubik. Sementara, hrga air produksi PDAM itu sekitar Rp 1.000-1.200 meter kubik itu. PDAM Gresik kemudian menutup produksi air bersih sebanyak 100 liter per detik.  Kapasitas produksi air PDAM saat itu, sekitar 550 meter kubik per detik menjadi 450 meter kubik per detik.

PT Dewata Bangun Tirta (DBT) melakukan MoU dengan PDAM Gresik terkait proyek instalasi air di Legundi, Kecamatan Driyorejo dengan investasi Rp 47 miliar. Sementara PDAM dengan rekanan PT Drupadi Agung Lestari (DAL), proyek rehabilitasi operasi transfer di Krikilan, Driyorejo dengan investasi sebesar Rp 86 miliar.

Kontrak kerjasama dengan dua rekanan itu selama 25 tahun. Saat ini, baru berjalan 8 tahunan. (yad)

Diduga ada Kerugian Rp 50 Miliar, Penyidik KPK Periksa Dirut PDAM Giri Tirta selama Diperiksa 5 Jam Selengkapnya

Diduga Cemburu, Mantan Disekap dan Dianiaya

GRESIK,1minute.id – Sebuah pesan WhatsApps masuk ke gawai milik Nikmatul Tahqiro pada Kamis, 18 Maret 2021 sekitar pukul 13.00. Isi pesan disertai sejumlah foto berasal Miftakhul Khoir. Isi pesan apalagi disertai foto itu menyentakkan Nikmatul Tahqiro. 

Isi pesan itu tentang kondisi Yanda Elvariani Suyanto Putri. Berdarah-darah di bagian pelipis. Baju dan celana juga terdapat bercak darah. Yanda, 21, asal Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng, Gresik berada dalam sebuah kamar. Yanda adalah diduga kekasih Miftkhul Khoir. 

Dua orang sahabat itu kemudian bergegas melapor ke Polsek Benjeng. Sebab, mereka khawatir keselamatan Yanda. Laporan masyarakat itu membuat sejumlah polisi menelisiknya.  Dalam laporan itu, disebutkan korban Yanda  dirumah Azrul Ahmaludin.

Hasil penyelidikan polisi menemukan lokasi korban Yanda. Lokasi kejadian ada di rumah Azrul di Desa Puduttrate, Kecamatan Benjeng. 
Sejumlah polisi kemudian menggerebek rumah Azrul itu. Saat digerebek, korban disekap dalam sebuah kamar. Sedangkan, Azrul sedang tertidur dalam kamar lainnya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Benjeng AKP Lukman Sholeh Hadi dikonfirmasi membenarkan kejadian dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap korban Yanda diduga dilakukan oleh Azrul. 20, warga Desa Puduttrate, Kecamatan Benjeng itu.

“Dugaan awal, diduga persoalan asmara. Cemburu,”kata Lukman dikonfirmasi gawainya pada Selasa, 23 Maret 2021. (*)

Diduga Cemburu, Mantan Disekap dan Dianiaya Selengkapnya

Jasad Tersangkut Tali Perahu Penyeberangan Aliran Kali Surabaya

GRESIK,1minute.id – Supriyadi ditemukan mengambang di Kali Surabaya di Desa/Kecamatan Driyorejo pada Minggu, 21 Maret 2021. Lelaki 49 tahun asal Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom itu dalam kondisi meninggal dunia. 

Jasad korban ditemukan tersangkut pada perahu penyeberangan Kali Surabaya tepatnya di Desa/Kecamatan Driyorejo. Operator perahu, Sugeng ,50, kaget saat melihat jasad mengapung di sisi barat perahunya. Tubuh korban sudah mengembang. Tubuh korban mengenaskan. 

Diduga korban meninggal lebih dari sehari. Kapolsek Driyorejo AKP M Zunaedi menduga korban kecebur Kali Surabaya di sekitar Wringinanom. Korban kemudiab terbawa arus dari arah barat menuju hilir sungai. Arah timur masuk wilayah Kecamatan Driyorejo. Pihaknya dibantu warga sekitar selanjutnya mengevakuasi jasad korban ke daratan.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,”kata AKP Zunaidi. Berdasarkan pengakuan pihak keluarga korban hilang sejak Jumat, 19 Maret 2021. “Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Hanya dilakukan visum luar dengan dilampirkan surat pernyataan dari keluarga dan dikuatkan oleh kepala desa setempat,”imbuh mantan Kasat Binmas Polres Gresik itu. (*)

Jasad Tersangkut Tali Perahu Penyeberangan Aliran Kali Surabaya Selengkapnya

Polisi Tangkap Pecandu Narkoba, Rencana Nyabu pun Ambyar


GRESIK,1minute.id – Kebiasaan Dwi Dery Sigit tidak boleh di tiru siapa pun. Sebab, kelakuan pemuda 25 tahun itu bertentangan dengan kaidah hukum yang ada di Indonesia. Yakni, mengonsumsi sabu-sabu. 

Hampir tiga bulan terakhir, pemuda asal Kecamatan Kedamean, Gresik ini kecanduan narkoba jenis sabu-sabu. Bahkan, Dwi sampai menyimpan barang haram itu dalam grenjeng atau alumuniam foil dalam bungkus rokok untuk menyamarkan endusan polisi.

Namun, sepandai-pandai Dwi Dery Sigit menyembunyikan, polisi tetap bisa mengendusnya.  Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Hery Kusnanto mengatakan pelaku ditangkap dikampung halamannya Jalan Balongjerambah, Desa/Kedamaean,”kata Akp Hery pada Minggu, 21 Maret 2021.

Barang bukti sabu-sabu, tambahnya, disimpan dalam bungkus rokok kemudian dimasukkan dalam saku celana tersangka. “Barang itu hendak dikonsumsi. Tapi, anggota menangkapnya lebih dulu,”kata perwira tiga balok di pundak itu. 

Selain mengamankan satu poket SS, juga mengamankan satu unit seluler warna hitam sebagai barang bukti. Penyidik Satreskoba Polres Gresik menjerat tersangka Dwi dengan Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1)  UU  35/ 2009 tentang Narkotika diancam paling sedikit empat tahun penjara. (*)

Polisi Tangkap Pecandu Narkoba, Rencana Nyabu pun Ambyar Selengkapnya

Diduga Rem Blong , Dump Truck Muatan Pasir Terjun Bebas Menimpah Rumah Warga

GRESIK,1minute.id – Dump truck bermuatan pasir terjun bebas dari jalan turunan Jalan Mayjend Sungkono, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Kamis, 18 Maret 2021.

Bodi dump truck bernomor polisi (nopol) W 8624 UT menimpah rumah Syamsuri, 49, warga setempat. Hampir separoh bangunan berdinding bata putih yang belum di pelester dengan semen hancur tertimpah bak dump truck berwarna biru itu. 

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal yang terjadi pukul 11.00 itu. Sopir dump truck nahas bernama Agus Joko Susilo, 40, warga Jalan Pemuda Nglames, Desa Ngalames, Kacamatan/Kabupaten Madiun selamat.

Informasi yang dihimpun dump truck berumuatan pasir itu berangkat dari  Surabaya tujuan Manyar, Gresik. Agus Joko Susilo memilih jalan alternatif yakni kawasan industri Mayjend Sungkono daripada masuk Tol Romokalisari, Surabaya.

Jalan Mayjend Sungkono berliku, dan menanjak. Jalan kabupaten itu menurun tajam di depan Balai Rukyat Condrodipo. Agus Joko Susilo panik ketika rem dump truck nopol W 8624 UT sulit kendalikan. Beberapa pemuda 39 tahun itu mencoba mengurangi kecepatan. Akan tetapi, dump truck dengan bak jungkitan warna biru itu terus melaju ke arah Masjid Agung Gresik. 

Pemuda asal Jalan Pemuda Nglames, Desa Nglames, Kecamatan/Kabupaten Madiun membanting stir ke kiri. Truk menabrak tiang pembatas. Serudukan kendaraan berat membuat tiang pembatas dari beton itu patah. Dump truck pun meluncur dan terjum bebas dari ketinggian sekitar 3 meteran. 

Dibagian bawah jalan itu, ada sejumlah rumah warga. Antara lain, Syamsuri. Rumah lelaki kelahiran Desa Wonokerto, Kecamatan Dukun, Gresik. Syamsuri baru membangun rumah itu pada 2019. Dinding rumah terbuat dari batu bata putih belum di pelester semen. “Waktu kejadian saya dan istri masih di sawah,”kata Syamsuri.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto menegaskan tidak korban jiwa. “Diduga human error,”kata Yanto didampingi Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Yossi Eka Prasetyo. (*)

Diduga Rem Blong , Dump Truck Muatan Pasir Terjun Bebas Menimpah Rumah Warga Selengkapnya

Kapolres Pimpin Sertijab Dua Kapolsek dan Kasat


GRESIK,1minute.id – Mutasi dan rotasi pimpinan di polsek dan kepala satuan jajaran Polres Gresik kembali bergulir pada Rabu, 17 Maret 2021. 
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) tiga pejabat utama (PJU) di Aula Sarja Arya Racana Polres Gresik itu. 

Tiga PJU itu adalah Kasat Binmas yang dijabat AKP Zunaedi menempati jabatan baru sebagai Kapolsek Driyorejo menggantikan Kompol Wavek Arifin. Wavek memasuki masa purna tugas di Mapolres Gresik.

Jabatan yang ditinggalkan Zunaedi digantikan AKP M Said semula menjabat Kasubag Hukum Polres Gresik. Kemudian, Kasat Polair Polres Gresik yang sebelumnya dijabat AKP Masyhur Ade digantikan AKP Poerlaksono yang sebelumnya menjadi Kasat Polair Polres Pasuruan.

Masyhur Ade menduduki jabatan baru sebagai Kapolsek Tanggulangin Polresta Sidoarjo.
Sedangkan, Kapolsek Wringinanom dijabat oleh Iptu Kristisnto menggantikan AKP Cristian Bagus Yulianto akan menduduki jabatan baru sebagai Kapolsek Pakal Polrestabes Surabaya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya menyampaikan mutasi jabatan dalam organisasi Polri merupakan suatu hal yang biasa untuk pembinaan karir bagi anggota Polri dalam organisasi.

“Terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan kinerja semuanya dalam membantu secara pribadi maupun kedinasan khususnya di Polres Gresik. Sehingga situasi Kabupaten Gresik menjadi aman dan kondusif,” kata AKBP Arief Fitrianto.

Upacara sertijab PJU ini dihadiri Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar dan PJU Polres Gresik ini dilakukan dengan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19). 

Kapolres Arief Fitrianto menambahkan, untuk pejabat baru segera menyesuaikan diri agar dapat melaksanakan tugas baru sesuai SOP yang ada. “Serta cepat menguasai lingkungan sekitar agar dapat bekerja dengan baik,”harap alumnus Akpol 2001 ini. (*)

Kapolres Pimpin Sertijab Dua Kapolsek dan Kasat Selengkapnya

Perkara Dugaan Korupsi ADD Kades Dooro Segera Disidangkan

GRESIK,1minute.id –  Perkara dugaan tindak pidana korupsi alokasi dana desa (ADD) yang membelit Mat Ja’i segera disidangkan. Kejaksaan Negeri telah melimpahkan berkas perkara Kades Dooro, Kecamatan Cerme, Gresik itu, ke  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada Selasa, 16 Maret 2021.

“Hari ini berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Mat Ja’i telah kami limpahkan ke PN Tipikor,”kata Kasi Pidsus Kejari Gresik Dymas Adji Wibowo. 

Dengan dilimpahkannya berkas ke PN Tipikor kewenangan status penahanan tersangka saat ini ada PN Tipikor. Tidak hanya itu,  yang harus digaris bawahi meskipun tersangka telah mengembalikan kerugian negara, perkara tindak pidana korupsi ini terus dilanjutkan sampai proses persidangan. 

“Kami masih menunggu jadwal dari PN Tipikor kapan agenda sidang pertama dilaksanakan.  Sementara terkait status penahanan tersangka yang saat ini menjadi tahanan kota sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari Pengadilan Tipikor,”jelasnya. 

Seperti diberitakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menetapkan Kades Dooro Mat Ja’i sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan anggaran desa periode 2015 – 2017. Total dari hasil audit ada kerugian negara sebesar Rp. 253 juta. Mat Ja’i mengembalikan uang kerugian negara (*)

Perkara Dugaan Korupsi ADD Kades Dooro Segera Disidangkan Selengkapnya

Satlantas Polres Gresik Gagalkan Balap Liar, Empat Motor Pembalap Disita

GRESIK,1minute.id – Arena balap liar di Jalan Raden Ajeng Kartini , Gresik dibubarkan anggota Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik pada Minggu dini hari, 14 Maret 2021. 

Dalam razia balap liar yang dilakukan korp sabuk putih itu, anak buah AKP Yanto Mulyanto, Kasatlantas Polres Gresik mengamankan empat sepeda motor. Motor yang diamankan itu karena pengendaranya tidak bisa menujukkan surat tanda nomor kendaraan (STNK), Surat izin mengemudi (SIM) dan menggunakan knalpot brong. 

Informasi yang dihimpun, Sabtu malam sejumlah anggota Satlantas Polres Gresik melakukan patroli hunting. Patroli yang dilakukan hingga Minggu dini hari bertujuan mengantisipasi remaja kebut-kebutan di jalan raya. Sejumlah ruas jalan protokol hingga jalan alternatif yang kerap dijadikan arena balapan liar di patroli.

Antara lain, Jalan RA Kartini dan Noto Prayitno. Sekitar pukul 02.00, mendapat kabar masyarakat rencana aksi balap liar di Jalan R.A. Kartini, Gresik.  Pulahan bocah cilik betah melek alias belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP) sudah berjajar di trotoar jalan. Mereka menunggu para pembalap liar beraksi.

Balapan liar belum dimulai anggota Satlantas Polres Gresik tiba di Jalan R.A Kartini Gresik. Masa mayoritas milenial semburat melarikan. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan hunting patroli rutin dilakukan anggota Satlantas Polres Gresik. Tujuannya, kata Yanto, mengantisipasi adanya kebut-kebutan dan penggunaan knalpot brong di jalan raya.

“Menekan angka kecelakaan dan memberikan perasaan aman dan nyaman masyarakat,”kata Yanto Mulyanto. Dalam hunting patroli itu, tambahnya, anggota melihat  ada rencana balapan liar di Jalan R.A.Kartini Gresik.

“Anggota mencegah aksi yang membahayakan keselamatan pengendara. Empat sepeda motor kami sita karena pengemudi tidak bisa menunjukkan STNK, motor tidak standar,”tegasnya. 

Yanto menegaskan hunting patroli akan semakin diintensifkan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat. (*)

Satlantas Polres Gresik Gagalkan Balap Liar, Empat Motor Pembalap Disita Selengkapnya