RMI NU Gresik Ingatkan Santri Patuhi Prokes untuk Jaga Santri, Jaga Kiai


GRESIK,1minute.id – Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri balik ke pondok untuk kembali belajar pada Minggu, 23 Mei 2021. Mereka berangkat dari Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik dengan menumpang empat bus milik Petrokimia Gresik kerjabareng dengan Dinas Perhuhungan Gresik.

Rombongan berangkat dilepas oleh Pengurus Cabang Rabitha Ma’ahd Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Gresik. Sebelum berangkat semua barang bawaan, bodi dan tempat duduk bus dilakukan penyemprotan desinfektan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Sehingga, dipastikan tempat duduk dan barang bawaan streril dari kuman.

BERANGKAT : Santri Ponpes Lirboyo Kediri ketika berangkat balik ke pondok dari halaman kantor PCNU Gresik pada Minggu, 23 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Gresik Muhammad Amri mengatakan, program mengantar santri balik ke pondok ini adalah sebuah inovasi dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. “Selama saya di dishub baru tahun ini ada program mengantar santri untuk balik ke pondok pesantren,”kata Amri dalam sambutannya.

Ketua Bidang Kesehatan PC RMI NU Gresik
dr Heri Munajib mewanti-wanti para santri untuk mematuhi protokol kesehatan. “Patuhi prokes apapun nanti yang diminta Satgas Covid di Lirboyo tolong dipatuhi,”kata Heri.

SEMPROT DESINFEKTAN : Petugas melakukan penyemprotan desinfektan milik santri Ponpes Lirboyo Kediri sebelum masuk bagasi bus yang mengantarkan balik ke pondok pada Minggu, 23 Mei 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Selain itu, dokter Heri meminta santri menjaga kesehatan sesuai dengan aturan pondok. Tetap makan minum sesuai jatah dari pondok.”Intinya jaga kesehatan. Menjaga diri sendiri jaga orang lain wabil khusus menjaga kiai -kiai kita,”tegasnya.

Berdasarkan data RMI Nasional pandemi corona virus disease 2019 warga Nahdliyin telah kehilangan ratusan kiai. “Sampai bulan ini kita telah kehilangan 480 ulama,”ujarnya. “Ayo Jogo Santri, Ayo jogo kiai. Jangan pernah melupakan yang namanya protokol kesehatan Patuhi aturan satgas jangan sampai pondok pesantren menjadi klaster,”imbuh dr Heri lagi. (yad)

RMI NU Gresik Ingatkan Santri Patuhi Prokes untuk Jaga Santri, Jaga Kiai Selengkapnya

Rapid Antigen Gratis untuk Santri Berlanjut, Syaratnya Mendaftar ke RMI


GRESIK,1minute.id – Pemeriksaan kesehatan santri asal Gresik bakal balik ke pondok pesantren berlanjut.  Pada Sabtu hari ini, memasuki gelombang ketiga. Giliran untuk 97 dari 174 santri Ponpes Lirboyo, Kediri yang menjalani  pemeriksaan rapid test Antigen gratis. Rapid Antigen dilakukan di Puskesmas Manyar.

Santri lainnya menjalani rapid di sejumlah puskesmas. Ratusan santri Ponpes Lirboyo ini menjalaji rapid Antigen karena berencana balik ke pondok pascaliburan pada Minggu besok, 23 Mei 2021. Mereka berangkat dari kantor PCNU Gresik. Sehari sebelumnya, puluhan santri asal Ponpes Modern Gontor yang menjalani rapid test Antigen. 

Berdasarkan data Rabitha Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Gresik lebih dari 2 ribu santri yang bakal balik ke ponpes secara bergelombang. Mereka nyantri di puluhan ponpes yang tersebar di Jawa Timur.

Pemeriksaan kesehatan untuk santri Ponpes Lirboyo ini dimulai pukul 07.00. Santri dan santriwati datang ke puskesmas Manyar secara bergelombang. Sekitar pukul 11.30, rapid Antigen kelar. Selama menjalani rapid antigen mereka didampingi Sekretaris RMI PCNU Gresik Imam Junaidi.

Kepala UPT Puskesmas Manyar dr Ovaldo Kurniawan mengatakan test rapid Antigen gratis ini untuk santri dari Lirboyo, Kediri. Data dari RMI ada 97 santri. “Tapi yang datang 85 santri. Mereka yang berhalangan hadir karena beberapa faktor,”ujar dr Ovaldo. 

Dalam tiga gelombang ini, tambah Ovaldo, puskesmas Manyar telah melakukan rapid Antigen sebanyak 345 santri. Bagaimana bila ada santri terindikasi reaktif, Ovaldo mengatakan pihaknya akan melaporkan RMI dulu sebelum dilakukan isolasi mandiri. 

Terkait adanya santri go show alias langsung daftar sendiri-sendiri, Ovaldo menyarankan mereka untuk mendaftar terlebih dulu kepada RMI melalui pengurus pondok masin-masing. Sebab, kuota harian alat kesehatan rapid terbatas.

“Mekanisme yang benar santri mendaftar ke RMI kemudian akan dikoordinasikan pengurus pondok masing untuk mendapatkan pelayanan rapid antigen gratis,”tegasnya. Pendaftaran ke RMI minimal H-3 sebelum balik ke pondok. Sehingga bisa dipersiapkan alokasi alat kesehatan untuk rapid antigen gratisnya.

Sementara itu, koordinator santri Ponpes Lirboyo Ahmad Muhdlor mengatakan santri asal Gresik yang balik ke pondok pada Minggu, 23 Mei 2021 berjumlah 174 santri. Mereka memeriksakan kesehatan di Puskesmas Manyar dan Mengganti. “Sedangkan asal Pulau Bawean menjalani rapid test di puskesmas Alun-alun Gresik,”kata Muhdlor.

Rapid test antigen ini dilakukan sebagai syarat wajib santri yang akan balik ke pondok. “Kalau ada yang positif tidak boleh berangkat. Santri yang positif itu harus menjalani isolasi lebih dulu. Semua ini dilakukan untuk menjaga keselsmatan yang lainnya,”kata santri tinggal di Desa Leran, Kecamatan Manyar ini. (yad)

Rapid Antigen Gratis untuk Santri Berlanjut, Syaratnya Mendaftar ke RMI Selengkapnya

40 Santri Ponpes Modern Gontor Jalani Tes Usap Antigen, Satu Orang Positif


GRESIK,1minute.id – Sebanyak 40 santri Pondok Pesantren Modern Gontor menjalani tes kesehatan rapid test antigen pada Jumat, 21 Mei 2021. Mereka memeriksakan kesehatan di Puskesmas Manyar.

Santri yang menjalani tes usap untuk persyaratan kembali belajar di pondok. Santri dan santriwati menjalani rapid tes antigen yang difasilitasi oleh Pemkab Gresik gratis itu cukup membawa e-KTP dan KK. 

Proses pemeriksaan kesehatan ini mendapat kawalan keamanan oleh petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Manyar dipimpin oleh Kanit Binmas Polsek Manyar Aiptu M. Fahrur Rozi. Rapid Antigen ini sebagai persyaratan masuk kembali ke Pondok Pesantren. Dilakukannya H-1 atau sehari sebelum keberangkatan.

Sebanyak 40 santri terdiri dari 22 laki-laki, dan 18 perempuan akan menjalani swab antigen gelombang gelombang kedua.  Gelombang pertama pada Kamis, 20 Mei 2021. Gelombang ketiga dan keempat rencananyanpada 25 – 26 Mei 2021.

Sementara itu, 97 santri Ponpes Lirboyo akan menjalani swab antigen di puskesmas yang sama Sabtu besok, 22 Mei 2021. Kepala UPT Puskesmas Manyar dr. Ovaldo Kurniawan kepada petugas kepolisian sektor Manyar menerangkan pelaksanaan swab antigen gratis bagi para Santri ini sesuai instruksi dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melalui Kadinkes.

Hasilnya? Sebanyak 39 dari 40 santri Ponpes Modern Gontor yang melakukan swab antigen dinyatakan sehat, negatif Covid-19. Sedangkan, seorang santri dinyatakan positif diharuskan menjalani isolasi. Tidak diperbolehkan kembali ke pesantren terlebih dahulu sampai dinyatakan negatif.

Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana mewakili Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menegaskan para santri harus menerapkan protokol kesehatan. “Bagi para Santri yang akan kembali menimba ilmu di pesantren harus meluruskan niatnya, semata-mata mencari rida Allah SWT. Gapai prestasi, amalkan ilmu untuk membanggakan orang tua serta bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tandas Iptu Bima Sakti.

Alumni Akpol 2013 ini mengingatkan para santri jangan abai protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. Baik di luar maupun di dalam Pondok Pesantren. Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas adalah hal yang bisa dilakukan masyarakat pada umumnya saat ini. Untuk menghindari penularan virus corona.

“Kami bersama instansi terkait tidak akan bosan mengingatkan masyarakat terkait kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan, guna memutus rantai penyebaran virus asal wuhan. Harapannya pandemi Covid-19 ini segera berlalu,”kata Iptu Bima Sakti. (yad)

40 Santri Ponpes Modern Gontor Jalani Tes Usap Antigen, Satu Orang Positif Selengkapnya

Kades Munggugebang Dikabarkan Melantik Kasi Pemerintahan di Surabaya


GRESIK, 1minute.id – Kepala Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng Wariyanto dikabarkan melantik Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Suparno pada Kamis, 20 Mei 2021. 

Pelantikan mantan Kepala BPD setempat itu dilakukan sekitar pukul 16.30. Acara sakral itu disaksikan undangan terbatas. Lokasi pelantikan dikabarkan kawasan pergudangan di Romokalisari Surabaya.

Sumber 1minute.id menyebutkan pelantikan Suparno itu dihadiri 16 orang. Mereka adalah orang dekat kepala desa dan keluarga Suparno. Mereka menumpang empat sampai lima mobil dengan tulisan rombongan pengantin. Sebuah foto yang di dapat 1minute.id pelantikan dilakukan sebuah tenda di lapangan dekat pergudangan di Romokalisari, Surabaya..

Pada kain tenda warna putih tertempel spanduk bertuliskan Pelantikan Kepala Seksi Pemerintahan Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik Tahun 2021. Kades Wariyanto memakai Pakaian Dinas Upacara (PDU). Sedangkan, Suparno memakai pakaian dinas harian (PDH)  warna kheki sedang di sumpah oleh petugas rohaniawan.

Kapolsek Benjeng AKP Sholeh Lukman Hadi dikonfirmasi 1minute.id mengaku tidak mengetahui pelantikan Kasi Pemerintahan Desa Munggugenbang itu..”Saya tidak tahu karena memang tidak ada pemberitahuan. Apalagi diundang,”kata Lukman pada Kamis malam, 20 Mei 2021.

Namun, mantan Kapolsek Panceng itu mengaku mendapatkan kabar adanya pelantikan Kasi Pemerintahan Suparno tu. “Saya dan anggota sedang mencari kebenaran informasi itu,”kata Lukman. Sementara Camat Benjeng Suryo Wibowo tidak bisa dikonfirmasi. Telepon genggamnya tidak aktif.

Seperti diberitakan ratusan warga Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng  lngeluruk balai desa setempat pada Rabu malam, 19 Mei 2021. Mereka mendesak Kepala Desa Munggugebang Wariyanto menunda pelantikan Suparno sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Desa setempat.

Penolakan massa itu membuat Wariyanto ciut nyali sehingga menunda pelantikan kasi pemerintahan desa setempat. Penolakan warga itu muncul karena  hasil penjaringan kepala seksi pemerintahan Desa Mungungebang, Kecamatan Benjeng, Gresik yang dilakukan oleh Panitia penjaringan Perangkat Desa (P3D) terdapat kejanggalan sehingga menuai kontroversi. 

Seleksi itu diikuti tiga peserta itu yakni Suparno dan istrinya, Sri Danarti. Keduanya lulusan kejar Paket C (setara SMA) serta Wildan Erhu Nugraha, alumnus Unair Surabaya.

Hasil seleksi tes tulis Suparno yang mantan Ketua BPD itu mendapatkan nilai sempurna yakni 100. Istrinya, Sri Danarti mendapatkan nilai nyaris sempurna yakni 99. Sedangkan, Wildan yang menjadi guru swasta itu mendapatkan nilai 68.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani setelah menerima laporan adanya dugaan kejanggalan itu meminta inspektorat untuk melakukan investigasi. Sejumlah pihak terkait pelaksanaan seleksi perangkat desa itu telah dimintai keterangan. Investigasi belum kelar, kepala desa kebelet segera melantik Suparno. 

Massa yang peduli terhadap desa memggelar aksi demo menolak pelantikan kasi pemerintah. Kepala Desa setempat menunda rencana pelantikan. (yad)

Kades Munggugebang Dikabarkan Melantik Kasi Pemerintahan di Surabaya Selengkapnya

Massa Gagalkan Pelantikan Kasi Pemerintahan Desa Munggugebang

GRESIK, 1minute.id – Ratusan warga Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng  ngeluruk  balai desa setempat pada Rabu malam, 19 Mei 2021. Mereka mendesak Kepala Desa Munggugebang Wariyanto menunda pelantikan Suparno sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Desa setempat.

Penolakan massa itu membuat Wariyanto ciut nyali sehingga menunda pelantikan kasi pemerintahan desa setempat. Massa mulai merangsek balai desa sekitar pukul 20.00. Mereka membawa sejumlah poster yang berisi penolakan pelantikan Suparno sebagai Kasi Pemerintahan Desa.

Selain menolak rencana penolakan kasi pemerintahan, massa juga mendesak aparat terkait untuk melakukan audit keuangan dana desa setempat. Aksi penolakan yang nyaris menimbulkan gesekan massa membuat Wariyanto berpikir seribu kali untuk meneruskan agenda pelantikan Kasi Pemerintahan sehingga memilih untuk mempending pelantikan.

Pada Rabu, 19 Mei 2021 sekitar pukul 17.30, atau sekitar 2 jam sebelum acara pelantikan, Kades Wariyanto optimistis pelantikan Suparno sebagai Kasi Pemerintahan Desa bisa lancar. Sesuai dengan dalam undangan yang dibuat. Meski, rencana itu tanpa “restu” dari pemerintah.

“Ya kami tetap melaksanakan saja,”kata Wariyanto singkatnya sambil berjalan menuju mobil berwarna putih yang ditumpanginya.
Disinggung mengenai rencana pelantikan di tengah kontroversi hasil seleksi dan investigasi dari inspektorat yang masih berlangsung, Wariyanto hanya menjawab singkat. “Insya Allah, insya Allah, insya Allah,”kata dia.

Untuk diketahui, hasil penjaringan kepala seksi pemerintahan Desa Mungungebang, Kecamatan Benjeng, Gresik yang dilakukan oleh Panitia penjaringan Perangkat Desa (P3D) menuai kontroversi. Ada yang menduga proses penjaringan ada kejanggalan.

Hasil seleksi perangkat desa Munggugebang itu menjadi polemik. Seleksi yang diikuti tiga peserta. Yakni, Suparno dan istrinya, Sri Danarti. Keduanya lulusan kejar Paket C (setara SMA) serta Wildan Erhu Nugraha, alumnus Unair Surabaya.

Hasil seleksi tes tulis Suparno yang mantan Ketua BPD itu mendapatkan nilai sempurna yakni 100. Istrinya, Sri Danarti mendapatkan nilai nyaris sempurna yakni 99. Sedangkan, Wildan yang menjadi guru swasta itu mendapatkan nilai 86.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani setelah menerima laporan adanya dugaan kejanggalan itu meminta inspektorat untuk melakukan investigasi. Sejumlah pihak terkait pelaksanaan seleksi perangkat desa itu akhirnya dimintai keterangan.

Investigasi belum kelar, kepala desa seakan sudah kebelet melantik Suparno. Massa yang peduli terhadap desa memggelar aksi demo menolak pelantikan kasi pemerintah. Kepala Desa setempat menunda rencana pelantikan. (yad)

Massa Gagalkan Pelantikan Kasi Pemerintahan Desa Munggugebang Selengkapnya

Mulai Rabu Besok, WFH Ditiadakan, Seluruh ASN Wajib Ngantor

GRESIK,1minute.id – Mulai Rabu besok, 19 Mei 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) masuk kerja. Dalam unggahan @bkdgresikkab dengan menyertakan isi surat Bupati Gresik berlogo Burung Garuda itu isinya sebagai berikut : 

Surat Edaran
Sehubungan telah berakhirnya Surat Edaran Bupati nomor 800/936/437.73/2021 tertanggal 5 Mei 2021 perihal perpanjangan pelaksanaan WFH di Lingkungan Pemkab Gresik , maka disampaikan hal-hal sebagai berikut ;

1. Mulai tanggal 19 Mei 2021 pelaksanaan work from home ditiadakan, dan seluruh pegawai di lingkungan pemerintah kabupaten Gresik wajib masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian

2. Absensi pegawai menggunakan checkclock
Demikian surat edaran ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Surat Edaran itu diteken Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tertanggal 18 Mei 2021.

Hampir setahun, Pemkab Gresik memberlakukan pembatasan kerja ASN di lingkungan Pemkab Gresik. Awal pagebluk corona , pemerintah membatasi sekitar 50 persen ASN untuk ngantor. Sisanya, work from home (WFH). Kali terakhir, melonggarkan 75 persen kerja dan 25 persen WFH di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gresik. 

Mulai Rabu besok, 19 Mei 2021 WFH ditiadakan. Sehingga, seluruh ASN wajib ngantor. 
Sayangnya, 1minute.id belum bisa mendapatkan kebenaran terkait SE Bupati yang diunggah akun instagram @bkdgresikkab itu. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik Nadlif ketika dihubungi maupun pesan WhatsApp belum direspon.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi membenarkan surat edaran itu. Menurut Reza, WFH yang diterapkan selama ini kurang efektif. “Saat yang terpenting adalah bagaimana setiap ASN bisa menjaga kesehatan dan tetap mematuhi prokes,”tegas Reza pada Selasa malam, 18 Mei 2021. (yad)

Mulai Rabu Besok, WFH Ditiadakan, Seluruh ASN Wajib Ngantor Selengkapnya

Pemkab Gresik Bisa Mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima buku laporan tersebut dari Kepala BPK Perwakilan Jawa Timur Joko Agus Setyono di Kantor BPK Perwakilan Jawa Timur di Sidoarjo pada Selasa, 18 Mei 2021.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan terima kasih kepada seluruh Organisasi Perangkat daerah (OPD) yang telah bekerja baik terutama dalam penyusunan laporan keuangan.

“Selain kepada para Kepala OPD, Kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat Gresik yang telah mendukung kami sehingga bisa bekerja lebih baik,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

“Kami berharap masyarakat untuk terus mendukung dalam bekerja. Kami yakin, bila masyarakat mendukung tentu kita akan bekerja lebih baik dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Gus Yani berpesan kepada para Kepala OPD dan seluruh ASN yang bekerja di Pemkab Gresik agar prestasi ini tetap dipertahankan.

“Jalinlah kerjasama yang baik antar OPD sehingga berbagai prestasi akan kita raih untuk menuju Gresik baru yang lebih baik,” ujar Gus Yani memberi semangat.

WTP Ke-6 : Bupati Gresik (tiga dari kanan) bersama Wabup Gresik Aminatun Habibah , Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir bersama Kepala BPK Perwakilan Jawa Timur Joko Agus Setyono, PJ Sekda Abimanyu dan Kepala Inspektorat Gresik Edi Hadi Siswoyo di Kantor BPK Perwakilan Jawa Timur di Sidoarjo pada Selasa, 18 Mei 2021. (Foto : humas Pemkab Gresik for 1minute.id)

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi menambahkan Opini WTP yang diraih Kabupaten Gresik kali ini berdasarkan pemeriksaan atas laporan keuangan Pemkab Gresik pada 2020. BPK telah melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan Pemkab Gresik tahun anggaran 2020.

Adapun laporan yang telah diperiksa oleh BPK terdiri dari neraca tanggal 31 Desember 2020. Laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, laporan operasional, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.

Pemeriksaan ditujukan untuk memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan Pemkab Gresik dengan memperhatikan kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, efektifitas sistem pengendalian intern, dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundangan.

“Intinya WTP ini didapat kerena laporan keuangan baik. Sistem pengawasan juga baik dan taat pada peraturan perundangan,”tegas Reza. (yad)

Pemkab Gresik Bisa Mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian Selengkapnya

Pemkab Gresik Fasilitasi Santri untuk Rapid Test Antigen Gratis


GRESIK,1minute.id – Rencana Pemerintah kabupaten Gresik memfasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis bagi santri yang bakal balik ke pondok pesantren bakal direalisasikan. 

Dalam koordinasi yang dipimpin oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Abimanyu Pontjoadmojo Iswinarno disepakati Pemkab Gresik akan memberikan pelayanan kesehatan tes usap Antigen kepada ratusan santri dan santriwati asal Gresik yang bakal balik ke ponpes.

Tes usap Antigen gratis dilakukan di puskesmas yang ditunjuk Dinkes Gresik pada H-1 santri atau santriwati hendak balik ke pondok. Data dari Rabhitah Ma’ahad Islamiyah atau Asosiasi Pesantren se-Indonesia (RMI)  Nahdlatul Ulama Gresik  jadwal keberangkatan Santri balik ke Pondok Pesantren sebagai berikut.

Sebanyak 340 santri Ponpes Gontor pada 21 dan 22 Mei serta 26 dan 27 Mei 2021. Sedangkan, 174 santri Ponpes Lirboyo berangkat 23 Mei 2021.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan Gresik Muhammad Amri mengatakan, untuk santri dan santriwati Ponpes Gontor asal Gresik transportasinya akan difasilitasi oleh alumni Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor. 

Pemkab Gresik melalui Dinas Kesehatan Gresik memfasilitasi rapid tes Antigen. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik bertugas melakukan penyemprotan disinfektan kendaaraan bus yang akan membawa santri.

Lalu tugas Dishub Gresik ? “Kami mengkontrol pengawasan arus lalin pada saat pemberangkatan,”kata Amri dikonfirmasi  1minute.id melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 18 Mei 2021.

Rencana pemberangkatan sebanyak 340 santri ponpes modern Gontor dilakukan secara tiga tahap pada 21, 26 dan 27 Mei 2021. “Pemberangkatan di halaman masjid KH Ahmad Dahlan,”kata Amri.

Bagaimana dengan 174 santri Ponpes Lirboyo, Jombang? Amri secara diplomatis mengatakan masih mengusahkan. “Transportasi santri asal Lirboyo masih kita usahakan,”katanya.

Sedangkan santri dari ponpes lainnya, Amri belum bisa memastikan karena anggaran di dishub Gresik cekak. “Kami belun bisa fasilitasi. Namun kami siap bantu untuk mncarikn bus jika dperlukan,”ujarnya.

Sementara itu, dalam pengamatan  1minute.id  Pemkab Gresik memiliki sedikitnya 3 unit bus. Bus itu, sebelumnya digunakan untuk angkutan sekolah. Saat ini, tiga bus kontribusi dari perusahaan itu terparkir di halaman gudang sisi timur kantor Bupati Gresik. Bus mirip angkutan calon penumpang di bandara internasional Juanda Sidoarjo itu berkapasitas 15 seat. 

Seperti diberitakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapkan keinginan untuk memberikan fasilitas kesehatan berupa pemeriksaan rapid test Antigen kepada santri asal Gresik yang akan balik ke pondok pesantren masing-masing. Hal itu diungkapkan Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika memimpin apel hari pertama ASN masuk kerja pascalibur Idul Fitri pada Senin, 17 Mei 2021. (yad)

Pemkab Gresik Fasilitasi Santri untuk Rapid Test Antigen Gratis Selengkapnya

Serius Penanggulangan TBC, Puluhan Nakes Jalani Diklat

GRESIK,1minute.id – Tuberkulosis atau TBC, salah satu penyakit menular menyerang saluran pernafasan dan berpotensi mematikan. Badan kesehatan dunia (WHO) menjadikan penyakit yang sering disingkat TB ini sebagai salah satu dari sepuluh penyebab utama kematian di dunia. Indonesia menempati urutan tertinggi ketiga di dunia. Pada 2018 tercatat 301 orang meninggal karena TB.

Padahal, penyakit ini bisa disembuhkan. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik  memberikan perhatian serius terhadap bahaya penyakit TB ini menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi tenaga kesehatan di lingkungan Pemkab Gresik pada Selasa, 18 Mei 2021.

Diklat di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati ini dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengaku prihatin ketika mengetahui bahwa di Indonesia merupakan negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia. 

“Penyakit ini harus menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk segera ditangani secara serius. Kami ingin warga kami (masyarakat Gresik) memperoleh pelayanan yang baik terhadap kesehatan, terutama penanganan terhadap penyakit TBC,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah dihadapan peserta Diklat pada Selasa, 18 Mei 2021.

Bu Min melanjutkan penanggulangan penyakit TB ini sudah diatur dalam peraturan dari kementerian Kesehatan nomor 67/2016 tentang pedoman penanggulangan TBC yang perlu disesuaikan dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kebutuhan hukum. 

“Dalam mengatasi kita berpedoman pada peraturan Menteri Kesehatan yang mengatur tentang pedoman penanggulangan TBC dan menyesuaikan SOP serta perkembangan ilmu kedokteran yang ada saat ini,”kata Bu Min.

Bu Min meminta kepada peserta Diklat serius sehingga penanggulangan TB dapat sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Pemkab Gresik.

Sementara itu, Pj. Sekretaris Daera Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno dalam laporannya menjelaskan, diklat ini diikuti sebanyak 25 tenaga kesehatan. Diklat  diadakan selama 6 hari. “Diklat untuk para tenaga Kesehatan memiliki potensi dan wawasan dibidang Kesehatan, khususnya dalam menangani penyakit menular TB. Ikuti diklat secara serius dan sungguh-sungguh,”tegas Abimanyu. (yad)

Serius Penanggulangan TBC, Puluhan Nakes Jalani Diklat Selengkapnya

Wabup Wacanakan Ngantor di Balai Desa Serap Aspirasi Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habinah ngantor di balai desa. Wacana itu diungkapkan wakil bupati perempuan pertama di Kota Santri itu ketika silaturahmi dengan pengurus asosiasi kepala desa (AKD) di Ruang Retno Suwari lantai 2 kantor Bupati Gresik pada Senin, 17 Mei 2021.

Menurut Wabup Aminatun Habibah, keinginan untuk ngantor di balai desa telah disampaikan kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Dia menungkapkan, tujuannya menjalankan aktivitas pemerintahan di balai desa secara bergiliran itu untuk merekam denyut perekonomian sekaligus  mendengarkan keluhan masyarakat. 

“Keinginan itu sudah saya bicarakan dengan Pak Bupati, dan beliau tidak keberatan. Sampai akhir masa bakti kami nanti. Kami sudah bisa mendengar keluhan banyak masyarakat desa seluruh Gresik,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Gresik Aminatun Habibah.

Gresik memiliki 360 desa tersebar di 18 kecamatan. Bila wacana itu teralisasi, adalah kali pertama kurun waktu 47 tahun lahirnya pemkab Gresik.

Selain wacana ngantor di balai desa, Bu Min juga mengajak kepada AKD untuk berkalaborasi menyukseskan progran Nawa Karsa yang telah dicanangkan Bupati Fandi Akhmad Yani mewujudkan Gresik Baru.

“Mari kita samakan langkah untuk mendukung program yang telah dicanangkan oleh Bupati Gresik. Program tersebut yaitu normalisasi Kali Lamong, pembangunan infrastruktur jalan, dan perbaikan data,” katanya.

Masih menurutnya pembangunan dan perbaikan jalan sangat penting sebab hampir seluruh infrastruktur jalan yang ada di Gresik tidak ada yang baik bila dibandingkan dengan kabupaten atau kota tetangga. 

“Hal ini sangat terlihat bila kita ada di perbatasan. Saya berharap seluruh Kepala Desa yang sudah sudah mempunyai dana desa yang sangat besar untuk mendukung program ini,”harapnya.

Bu Min sudah meminta kepada pimpinan DPRD agar dana  jasmas dialokasikan untuk pembangunan jalan sebagai skala prioritas. “Setidaknya 50 persen dialokasikan untuk pembangunan dan perbaikan jalan,”katanya.

Selain infrastruktur jalan perbaikan data agar lebih valid. Bu Min mencontohkan data stunting. “Data PKK, Dinkes dan KBPP kok semuanya tidak sama. Tentu hal ini sangat sulit untuk dipakai acuan,”tegasnya.

Sementara itu, Ketua AKD Gresik Nurul Yatim menyatakan siap membantu dan mendukung program Pemkab Gresik untuk kebaikan seluruh masyarakat Gresik. 

“Kami siap membantu dan mendukung, kami akan manut untuk melaksanakan program Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Kami mohon selalu diingatkan dan diarahkan apabila dalam melaksanakan tugas sebagai kepala Desa. Kami akan selalu manut apa yang sudah menjadi kebijakan program Bupati dan Wakil Bupati,”tegas Kepala Desa Baron, Kecamatan Dukun itu. (yad)

Wabup Wacanakan Ngantor di Balai Desa Serap Aspirasi Masyarakat Selengkapnya