Cabup Nomor Urut 2, Nyicipi Teh Tarik Sambil Kenalkan Program Gresik Jagoan, Bantuan Modal Rp 10 Juta

GRESIK,1minute.id – Kedai roti canai dan teh tarik  Dewi Amalia Fitri yang viral belakangan ini kaget didatangi calon bupati (cabup) nomor urur 2 Fandi Akhmad Yani, Rabu 25 November 2020.

Cabup milenial itu mampir untuk nyeruput  roti canai dan teh tarik racikan mantan pramugari di sela-sela kampanye blusukan ke desa-desa di Kecamatan Sidayu. Saat itu, kedai berlokasi di  Desa Kertosono, Kecamatan Dukun, Gresik itu cukup ramai pembeli. 

Kedatangan cabup diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik membuat gadis 20 tahun itu kaget. “Ya Allah nggak nyangka kalau kedai saya didatangi Gus Yani. Ya seneng banget lah soalnya ramai tadi sampai nggak muat tempat duduknya,” ujar Dewi seraya tersenyum dengan mata yang berbinar-binar.

Anak sulung dari dua bersaudara pasangan Zainuri dan Khosatun ini sebelumnya bekerja sebagai Pramugari di maskapai penerbangan internasional. Namun, ia dan pramugari sejawatnya harus kena PHK akibat pandemi Covid-19.  

Kini, Dewi merasa nyaman lantaran bisa usaha sendiri dengan penghasilan harian. Meski ia sempat mendapat tawaran untuk kembali bekerja menjadi pramugari. Dewi menolaknya lantaran ia merasa lebih nyaman bisa bekerja dekat dengan kedua orang tuanya.

Hanya saja, untuk mengembangkan usahanya tersebut Dewi dan orang tuanya masih kesulitan mencari tambahan modal. Dihadapan Gus Yani, Dewi menyampaikan bahwa setiap harinya, kedai miliknya selalu banjir pembeli. 

Bahkan sejak dirinya viral, konsumen yang datang dari Surabaya, Lamongan dan Tuban. Tak jarang pelanggan harus antri sambil berdiri karena ruangannya yang sempit dan kursinya terbatas. 

Pengennya sih memperluas kedai saya biar tempatnya bisa luas. Sekalian meja dan kursi mau saya tambahin supaya kalau pas pembelinya ramai kayak gini biar gak nunggu sambil berdiri. Apalagi sampai meluber di pinggir jalan. Kasihan lihat yang beli kalau tempatnya ramai,”ungkap Dewi dihadapan Cabup milenial itu. 

Menanggapi keluhan tersebut, Gus Yani menjamin Dewi. Jika ia dan Bu Min (Aminatun Habibah) terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2021-2025. Usaha Dewi dan orang tuanya itu bisa dikembangkan melalui salah satu misinya Gresik Berkarya dan Mandiri. 

Dijelaskan Gus Yani, dalam misi tersebut ada program Gresik Jagoan yang menyentuh jaringan komunitas anak muda berwirausaha. Program itu memberikan bantuan insentif penambahan modal kerja sebesar Rp 10 juta untuk 5.000 usaha rintisan atau start up yang sudah melalui fase inkubator bisnis.  

“Mbak Dewi ini nanti bisa ngajukan ke pemerintahan Gresik Baru. Karena di program kita ada Gresik Jagoan dengan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk anak muda yang berwirausaha. Dengan tambahan modal itu mbak Dewi bisa mengembangkan usahanya. Apalagi usaha itu merupakan satu-satunya sumber penghasilan di keluarganya,”ujar Gus Yani sembari melahap roti canai. (*)

Cabup Nomor Urut 2, Nyicipi Teh Tarik Sambil Kenalkan Program Gresik Jagoan, Bantuan Modal Rp 10 Juta Selengkapnya

Sambangi Panti Jompo, Gus Yani Didoakan Jadi Bupati, Siapkan Program Gresik Seger

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon (paslon) nomor 2 Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) terus melakukan blusukan ke desa-desa. Melihat kondisi dan menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.

Tapi, blusukan Gus Yani bersama Ketua DPC PDI-P Gresik Mujib Riduan ini berbeda. Gus Yani menyambangi Panti Jompo Lestari.

Panti di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik sudah berdiri sejak 2011.
Ada dua orang pengasuh. Mereka pasangan suami-istri, Haryanton dan Sumarlik.

Kunjungan Cabup nomor urut 2 ini membuat para penghuni panti jompo itu semringah. Sebab, penghuni panti yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Santri, diantara Dukun,  Gresik dan Duduksampeyan.  

Mereka seakan merasa berkumpul dengan keluarga mereka. Bahkan, ada penghuni yang sampai menangis haru. Senang bisa bertemu dengan calon bupati Gresik 2021-2025. 

Hariyanto mengatakan mereka merawat sebanyak 28 orang lansia. Mereka berasal dari berbagai wilayah. Selama ini membiayai operasional sendiri. Sebab, panti ini seakan tidak mendapatkan diperhatikan pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik.

“Operasional tiap bulan sekitar Rp 20 juta. Semua biaya sendiri. Kadang mendapat bantuan dari orang demawan,”cerita Haryanto. Gus Yani dan Mujib Riduan terlihat serius mendengarkan cerita pengasuh panti itu. 

Melihat kondisi tersebut, Gus Yani telah menyiapkan program unggulan. Yakni PKH Inklusif. Program tersebut untuk memperluas cakupan bagi kalangan lansia dan disabilitas. “Program itu menjadi bagian dari Nawa Karsa Niat ‘Gresik Seger’,” kata Gus Yani.

Menurut Gus Yani, pemerintah daerah mempunyai kewajiban memberi perlidungan dan jaminan sosial kepada warganya. Khususnya lansia dan disabilitas. “Kami paslon Niat optimis bisa memberikan perlindungan sosial berupa PKH Inklusif di Kabupaten Gresik,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik tersebut.

Gus Yani menjelaskan, program PKH Inklusif dapat mengentaskan kemiskinan dan pembanginan yang berkelanjutan di Kabupaten Gresik. (*)

Sambangi Panti Jompo, Gus Yani Didoakan Jadi Bupati, Siapkan Program Gresik Seger Selengkapnya

Desa Prupuh Melaju ke Ajang LBS Nasional 2020, Ingatkan Prokes

GRESIK, 1minute.id – Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Gresik mewakili Jawa Timur dalam ajang lomba lingkungan bersih dan sehat (LBS).  Desa di ujung jalan Deandles di pantai utara Gresik itu menjadi duta Gresik setelah memenangi juara jenis tingkat Jawa Timur .

Penghargaan diserahkan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak kepada Isteri Bupati Gresik Hj Maria Ulfa di ruang rapat Binaloka Adhikara Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya. 

Hj.Maria Ulfa mengatakan, masih harus kerja keras untuk menjadi terbaik nasional. Dia optimistis masyarakat Desa Prupuh bisa. 

Perjalanan cukup panjang telah dilakukan masyarakat Desa Prupuh. Diawali menjadi nominator lomba Kesatuan Gerak PKK-KKBKP-Kesehatan  2020 untuk kategori Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) Jawa Timur.

Waktu itu belum wabah korona. Karena penilaian Januari 2020. Pemkab Gresik dan TP PKK Kabupaten Gresik ikut mendampingi dalam penilaian oleh pihak Provinsi Jawa Timur itu. 

“Pada penilaian tingkat nasional nanti, tentu ada penilaian khusus tentang pelaksanaan protokol kesehatan. Makanya mulai saat ini, persiapan itu harus lebih dimatangkan termasuk mengedepankan protokol kesehatan,”kata ketua tim Penggerak PKK Gresik itu. 

Keunggulan Desa Prupuh pada penilaian lomba LBS Jawa Timur dulu yaitu inovasi program biopori dan pemanfaatan limbah industri kayu, pembuatan jamur yang memanfaatkan limbah serbuk kayu sebagai media tanam.

Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Hj Maria Ulfa bersama pengurus desa usai menerima penghargaan lomba lingkungan bersih dan sehat Jawa Timur

“Pembuatan jamur ini bisa memberikan lapangan kerja pada masyarakat setempat. Sehingga ada peningkatan pendapatan masyarakat yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ujar istri Bupati Gresik Sambari  Halim Radianto itu. 

Desa Prupuh ini dulunya desa yang kesulitan air. Mengandalkan air tadah hujan.Sejak 2013 Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) Desa setempat mengelola sumber air tadah hujan ‘Duyung’ maka seluruh masyarakat Desa Prupuh bisa menikmati sumber air tersebut.

Untuk melestarikan sumber air, warga setempat membuat program biopori. Di sini setiap rumah wajib membuat minimal satu biopori. “Biopori ini juga dimanfaatkan untuk komposting sampah dan juga sebagai arena pembelajaran bagi anak sekolah disekitar desa,”katanya. (*)

Desa Prupuh Melaju ke Ajang LBS Nasional 2020, Ingatkan Prokes Selengkapnya

Siapkan Perbup Pembelajaran Tatap Muka, Seminggu Siswa Masuk 3 Kali, Tanpa Istirahat

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik terus mematangkan rencana pembelajaran tatap muka. Rencananya, pembelajaran tatap muka dimulai awal Januari 2021.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengggelar fokus grup diskusi (FGD) di Gedung Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik, Selasa, 24 November 2020. 

FGD ini mengundang forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), kepala sekolah dan komite sekolah serta organisasi perangkat daerah dibawah dinas pendidikan (Dispendik) Gresik. 

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan pihaknya  bertekad tetap akan memulai pendidikan tatap muka pada awal semester Januari 2021.

“Kami sudah sejak awal merencanakan pembelajaran tatap muka ini meski saat itu belum ada ketentuan dari pemerintah pusat,”kata Sambari saat membuka FGD itu,  Selasa 24 November 2020.

“Kami sudah mengundang berbagai institusi terkait hal itu. Mungkin kami satu-satunya pemerintah kabupaten yang sudah merencanakan lebih dulu dengan menyusun konsep perbup (peraturan bupati),”imbuhnya. 

Dalam merencanakan pembelajaran tatap muka ini tim hukum Pemkab Gresik tengah mempersiapkan konsep perbup untuk didiskusikan antara Forkopimda, Lembaga Pendidikan mulai dari tingkat SD sampai SMTA, Komite sekolah serta para pimpinan OPD yang membawahi Pendidikan di Gresik. 

Satu persatu pasal dibacakan untuk mendapat masukan dan persetujuan. Seperti yang disampaikan Bupati, untuk memulai pembelajaran tatap muka yang sangat perlu disiapkan sarana dan prasarananya. Pengaturan siswa yang masuk sesuai kapasitas serta bangku yang ada dalam ruang kelas.

“Kewajiban sekolah untuk melaksanakan sarana prasarana tersebut mulai dari pengaturan dan penyiapan kebersihan kelas termasuk penyemprotan dengan desinfektan. Penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta pengaturan menjaga jarak antar siswa,” kata Bupati.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka hanya diikuti oleh 50 persen murid maksimal 16 murid pada setiap kelompok. Setiap sesi pembelajaran hanya 3 jam tanpa ada istirahat dan 3 hari dalam seminggu. 

Maksudnya setiap kelompok efektif belajar 2 hari dan satu hari mengerjakan tugas. Selanjutnya berganti kelompok yang lain  

“Karena belajar selama 3 jam tanpa istirahat, jadi setiap siswa harus sudah sarapan dari rumah karena tidak diperkenankan membawa makanan. Siswa hanya boleh membawa minuman.

Penjualan makanan dan minuman di lingkungan sekolah tidak diperkenankan. Siswa juga tidak diperkenankan naik kendaraan umum,”kata Bupati. Kebijakan untuk para guru, kata Bupati meminta agar seluruh guru yang mengajar di Kabupaten Gresik harus berdomisili Gresik.

“Kami sarankan guru yang dari luar kota untuk kos di Gresik. Kalaupun terpaksa, kami mewajibkan untuk rapid test, swab dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan para guru tersebut sehat saat mengajar di Gresik,”tandas Sambari.

Bupati juga tidak melarang apabila ada orang tua murid yang melengkapi sedemikian rupa atas putera puterinya yang belajar. Misalnya ada orang tua yang menambah jaket serta pakaian pelindung yang lain. Namun demikian, Bupati juga mewanti-wanti agar pakaian seragan sebagai identitas sekolah juga harus dipakai.

“Kami juga tidak melarang apabila ada orang tua yang keberatan pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan lebih menginginkan daring. Terutama bagi siswa yang sekolahnya melewati wilayah tertentu berzona merah,”kata Bupati.

Bahkan Bupati siap menutup Kembali sekolah apabila sekolah tersebut apabila ada klaster baru di sekolah tersebut atau salah satu murid dan gurunya terkonfirmasi positif covid-19. Penutupan sekolah juga dilakukan apabila zona merah Kembali melanda. (*)

Siapkan Perbup Pembelajaran Tatap Muka, Seminggu Siswa Masuk 3 Kali, Tanpa Istirahat Selengkapnya

Gus Yani : Coblos Nomor Dua, Kudung Abang pada 9 Desember

GRESIK,1minute.id –  Dukungan kepada pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) terus mengalir. Kali dukungan dari masyarakat Kompleks Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Selasa 24 November 2020. 

Kehadiran Gus Yani dan Bu Min dielu-elukan masyarakat. Terutama kaum emak-emak di kompleks perumahan berlokasi di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu. 

Mereka tumplek-blek menyambut paslon yang diusung enam partai itu. Mereka menginginkan Niat menjadi bupati dan wakil bupati dalam Pilbup 9 Desember 2020. Pada kesempatan itu, Gus Yani mengungkapkan terimakasih atas dukungan masyarakat ABR itu. 

“Mari bersama-sama mewujudkan perubahan. Pada 9 Desember coblos nomor 2 kudung abang,”kata Gus Yani sambil acungkan dua jari. 

Sementara itu, Cawabup nomor 2, Aminatun Habibah menambahkan, perubahan harus dilakukan di Kabupaten Gresik.
Perubahan dalam hal layanan juga kedekatan kepada masyarakat. Tanpa terkecuali.

Seluruhnya keperluan masyarakat Gresik harus diprioritaskan. “Tidak boleh membeda-bedakan. Semua harus diperlakukan sama,”ujar Bu Min di Markaz Niat, Selasa 24 November 2020.

Disampaikan, dukungan warga ABR kepada Paslon Niat sudah diatas 70 persen. Dan harus ditingkatkan lagi menjadi 99 persen.
Suryono sebagai ketua panitia pelaksana mengatakan, mayoritas warga yang tinggal di ABR menginginkan paslon Niat menang dan terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2021-2025.

Dia menyebut warga ABR sudah kecewa dengan janji-janji yang telah diberikan oleh kepemimpinan sebelumnya. Selama lima tahun janji itu belum direalisasikan sama sekali. “Warga ABR ingin ada perubahan. Gus Yani – Bu Min menjadi bupati terpilih dalam pilkada tahun 2020 ini,”ungkapnya. (*)

Gus Yani : Coblos Nomor Dua, Kudung Abang pada 9 Desember Selengkapnya

Takut Kejlungup, Sejumlah Pemuda Desa Bringkang Tanam Pohon Pisang

GRESIK, 1minute.id – Kesabaran masyarakat Dusun Buyuk,  Desa Bringkang, Kecamatan Menganti sudah sulit diredam. Pasalnya, jalan desa rusak berat. 

Lubang dan licin ketika hujan mengancam keselamatan pengendara. Minggu, 22 November 2020 malam sejumlah pemuda dusun setempat menanam pohon pisang di badan jalan desa tersebut. Mereka juga memasang sejumlah poster. 

Isinya, diantaranya “Kami tidak takut corona. Kami takut ke jerungop (kejlungup, Red) Disini”. Kerusakan jalan yang diduga dipicu proyek pengerukan waduk telah mengakbatkan sejumlah warga setempat terjatuh. 

“Ini kami lakukan karena tidak ada tanggungjawab panitia pengerukan waduk membersihkan  tanah yang memenuhi sepanjang jalanan seusai mengeruk waduk,”ujar seorang warga. 

PERBAIKAN : Pemerintah Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik memperbaiki sementara jalan berlubang dengan cara menguruk, Senin 23 November 2020 (foto : istimewa)

Mereka pun siap ngeluruk desa untuk mendesak pemerintah desa setempat untuk melakukan perbaikan.

Terpisah , Camat Menganti Sujarto mengatakan pemerintah berencana melakukan perbaikan jalan desa itu tahun depan. Jalan desa yang bakal diperbaiki itu sepanjang 100 meter dengan lebar 4 meter. 

“Untuk saat ini jalan lubang telah diuruk. Tanaman pisang sudah kami cabut,”kata Sujarto dikonfirmasi 1minute.id, Senin 23 November 2020. (*)

Takut Kejlungup, Sejumlah Pemuda Desa Bringkang Tanam Pohon Pisang Selengkapnya

Buruknya Layanan PDAM Giri Tirta Jadi Fokus 100 Hari Kerja Paslon Niat

GRESIK, 1minute.id – Buruknya pelayanan PDAM menjadi perhatian pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (niat).

Bahkan, paslon nomor urut 2 yang diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik itu berjanji memperbaiki pelayanan air minum dikelola perusahaan daerah air minum (PDAM) Giri Tirta itu dalam 100 hari pertama kerja. 

“Bila Niat dapat amanah, maka dalam 100 hari kerja nanti PDAM akan kami kembalikan lagi fungsi awal sebagai perusahaan daerah (PD) berbasis pelayanan yang memprioritaskan kepuasan pelanggan. Bukan berbasis pendapatan seperti sekarang,”tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, Sabtu 21 November 2020 malam. 

Menurut Gus Yani, selama sepuluh tahun terakhir merasakan standar pelayanan minimal (SPM) PDAM Giri Tirta sangat buruk. Ironisnya, pelayanan buruk itu belum ada solusi kongkrit bagi masyarakat.

Buruknya pelayanan PDAM itu berdampak kerugian bagi  pelanggan air bersih PDAM. “Mereka (pelanggan) sudah membayar. Tapi, kesulitan mendapatkan air bersih,”tegas Gus Yani. Pelanggan yang mengalami krisis air bersih itu diantara di hampir seluruh kecamatan di Gresik.

“Di kecamatan Kota Gresik saja misalnya, masyarakat masih kesulitan mendapatkan pelayanan distribusi air bersih dari PDAM. Apalagi kebutuhan air bersih untuk masyarakat yang berada di pelosok Gresik,”ujarnya.

Disisi lain, kebocoran air dari saluran PDAM di angka 35 persen lebih. Kedepan kami akan menekan kebocoran itu di bawah angka 15 persen. 
Gus Yani bercerita saat menyapa warga diantaranya di Kelurahan Sukorame dan Kelurahan Kebungson. Keduanya, di Kecamatan  Gresik. 

Mulyono, misalnya. Distribusi air PDAM di kelurahannya hanya mengalir 2-3 hari dan selanjutnya tidak mengalir lagi sampai berbulan-bulan. Bahkan kondisi itu sudah terjadi dalam setahun terakhir.

“Ya kondisi ini membuat keluarga saya susah. Mau mandi nggak bisa, nyuci nggak bisa, masak juga nggak bisa. Pokoknya untuk kebutuhan sehari-hari jadi susah. Padahal air merupakan kebutuhan pokok bagi kami,”ungkap Mulyono.

Seperti diketahui, APBD Gresik tahun 2020 menggelontorkan dana Rp 25 miliar untuk PDAM Giri Tirta. Suntikan itu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan. Baik kualitas maupun kuantitas. Namun, hingga bulan ini pelayanan PDAM yang dirasakan masyarakat masih sangat buruk. (*)

Buruknya Layanan PDAM Giri Tirta Jadi Fokus 100 Hari Kerja Paslon Niat Selengkapnya

Niat Menang, Cukup Gunakan e-KTP untuk Pelayanan di Gresik

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon (paslon)  Bupati dan Wakil Bupati Gresik nomor urut 02, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) menjanjikan masyarakat Gresik cukup menggunakan e-KTP untuk mendapatkan berbagai pelayanan.

Janji itu ucapkan Gus Yani-Bu Min dalam debat perdana Pilbup Gresik, Jumat 20 November 2020. “Program Gresik Baru akan kami realisasikan jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada 9 Desember mendatang,”kata Gus Yani dalam siaran pers diterima 1minute.id, Sabtu 21 November 2020.

Single identitas di e-KTP, tambahnya,  bisa diakses kapan saja oleh siapa saja karena sudah elektronik. “e-KTP ini menunjukkan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan pendidikan, beasiswa, kesehatan secara gratis hanya dengan e-KTP saja,”kata Cabup di dukung enam dari delapan partai di gedung DPRD Gresik ini.  

Bagaimana dengan pemulihan ekonomi pascapandemi korona? Gus Yani mengakui pandemi Covid-19 berdampak semua sektor. Bila paslon Niat mendapatkan amanat untuk memimpin Gresik kedepan, Gus Yani mengaku akan melakukan upaya pemulihan ekonomi.

“Pemerintah akan lebih hadir kepada masyarakat dengan mendorong usaha di rumah masing-masing, Dan ini belum tersentuh oleh pemerintah sebelumnya,” kata Gus Yani.

Sementara itu, Cawabup nomor 2 Aminatun Habibah atau akrab disapa Bu Min menambahkan bahwa jika dirinya terpilih akan ada penambahan modal Rp 10 juta buat anak muda kreatif yang sudah bergerak di sektor kewirusahaan di Gresik.

“Kami juga akan meningkatkan ekonomi dengan mendorong usaha ibu-ibu. Kami punya program Bunda Puspa, ini khusus untuk kaum perempuan dengan diberikan pendampingan, pelatihan dan modal untuk meningkatkan ekonomi sekaligus mensupport pemasarannya,”kata Cawabup perempuan pertama di Gresik ini.

Selanjutnya di sektor pendidikan,  Kepala Sekolah SMK Assaadah itu, mengatakan merasakan betul dinamika dunia pendidikan antara sinergi pemerintah dengan tenaga pendidik di Gresik. Sejauh ini Bu Min melihat bahwa peran tenaga pendidik yang menjadi ujung tombak pembangunan pendidikan yang berkualitas belum disentuh pemerintah secara maksimal.

“Kami menginginkan nantinya ada pelatihan untuk peningkatan SDM tenaga pendidik yang di fasilitasi pemerintah Kabupaten Gresik. Tentu gaji mereka yang rendah baik guru non PNS atau honorer K2 maupun yang belum disertifikasi akan kami naikkan,”kata Bu Min.

Pemilu semakin dekat, pada kesempatan itu Gus Yani dan Bu Min mengajak masyarakat Gresik yang memiliki hak pilih agar tidak golput untuk menentukan pilihannya pada paslon nomor 2 demi masa depan Gresik 5 tahun kedepan.

Pihaknya juga berpesan bahwa majunya menjadi Cabup dan Cawabup bukan kehendak pribadi atau kelompok tapi atas dorongan para ulama, Kiai dan masyarakat di Gresik.

“Pasangan Niat  maju, nyalon bukan kehendak Saya dan Bu Min melainkan ini perintah Kiai, karena kami santri maka kami wajib takzim dengan guru kami,”kata Gus Yani. (*)

Niat Menang, Cukup Gunakan e-KTP untuk Pelayanan di Gresik Selengkapnya

Modernisasi PBJ, Pemkab Gresik Kembali Dapat Penghargaan dari Gubernur Jatim

GRESIK,1minute.id – Kinerja Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dibawah pimpinan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto kembali mendapat pengakuan. 

Kali inii, penghargaan piagam atas komitmen untuk Perubahan Budaya Kerja menuju Modernisasi Pengadaan Barang/Jasa dan meningkatkan peran serta pelaku UMK Jawa Timur 2020.

Apresiasi tingkat Regional Jawa Timur diserahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Penjabat sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno mewakili Bupati Sambari dalam acara Launching Ceremony Jawa Timur Belanja Online (Jatim Bejo) di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis 19 November 2020.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi, di bawah kepemimpinan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, penghargaan tersebut menjadi penilaian tersendiri terhadap pengadaan barang/jasa yang diterapkan Pemkab Gresik yang selalu mengalami modernisasi dan  update sesuai aturan perundangan yang berlaku.

“Dengan diterimanya penghargaan tersebut, maka sesuai mandat UU nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, berarti belanja pengadaan untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Gresik harus lebih ditingkatkan lagi,”kata Reza.

Indikator lain yaitu penilaian meliputi tingkat kematangan unit kerja pengadaan barang/jasa yang telah mencapai tingkat tertentu, yakni soal kualifikasi dan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

“Pemkab Gresik dinilai mampu meningkatkan kapasitas kemampuan SDM pengadaan barang/jasa (PBJ). Termasuk secara aktif menyelenggarakan uji kompetensi terutama untuk pejabat fungsionalnya. Keaktifan ini diperhitungkan sejak diamanatkan melalui Perpres nomor 16 tahun 2018,”terang Reza Pahlevi.

“Inovasi  harus dilakukan lebih banyak lagi dan tranparansi harus makin  ditingkatkan yakni Inovasi untuk meningkatkan transparansi  pengadaan barang dan jasa,”imbuhnya (*)

Modernisasi PBJ, Pemkab Gresik Kembali Dapat Penghargaan dari Gubernur Jatim Selengkapnya

Terbukti Melanggar Netralitas, KASN Rekomendasi kepada Bupati untuk Memberikan Sanksi Dua ASN Pemkab Gresik

GRESIK,1minute.id – Dua aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Gresik terkena semprit Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). 

Dalam surat rekomendasi yang dikeluarkan KASN tertanggal 18 November 2020 yang ditandatangani Wakil Ketua KASN Tasdik Kinanto itu adalah Camat Duduksampeyan Suropadi dan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Umum dan Perlindungan Masyarakat Dinas Polisi Pamong Praja (Dispol PP) Gresik, Muhammad Amien.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Gresik Nadlif mengatakan pihaknya akan memberikan sanksi sesuai rekomendasi KASN. “Sanksi belum kami lakukan karena surat KASN itu baru kami terima hari ini,”kata Nadlif dikonfirmasi 1minute.id melalui Whatsapp, Jumat 20 November 2020.

Melansir surat berkop KASN yang diperoleh 1minute.id, sanksi pelanggaran kedua ASN itu berbeda. Untuk Camat Duduksampeyan Suropadi, berdasarkan surat No: R-3619/KASN/ 11/2020, KASN merekomendasikan kepada Bupati Sambari Halim Radianto sebagai pembina kepegawaian, agar menjatuhkan hukuman berupa disiplin sedang yang pelaksanaannya mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.

Sedangkan, Muhammad Amien, berdasarkan surat No: R-3609/KASN/ 11/2020, KASN merekomendasikan kepada Bupati Sambari untuk menjatuhkan sanksi moral berupa pernyataan terbuka. Rekomendasi tersebut harus ditindaklanjuti selama 14 hari kerja.

Kepala BKD Pemkab Gresik Nadlif menegaskan pihak akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. “Mengikuti rekom dari KASN sesuai ketentuan,”tegas Nadlif dikonfirmasi melalui whatsapp, 1minute.id, Jumat 20 November 2020.

Akan tetapi, tambahnya, pihak belum memberikan sanksi sesuai rekomendasi KASN itu karena surat tersebut baru saja diterimanya. 

Terpisah, terlapor Suropadi dikonfirmasi mengatakan pihaknya waktu itu sudah melakukan klasifikasi kepada bawaslu (Badan Pengaawas Pemilihan Umum) Gresik. “Waktu itu katanya sudah klir,”ujar Suropadi dikonfirmasi seluler, Jumat 20 November 2020.

Terkait memakai atribut salah satu pasangan calon, Suropadi mengaku waktu itu disuruh oleh relawan. “Kaus itu saya pakai diruangan lalu saya lepas lagi,”tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik Abu Hasan ketika dikonfirmasi membenarkan bila Muhammad Amien adalah salah satu kepala bidang di Pol PP. “Kami sudah memberikan teguran kepada yang bersangkutan,”kata Abu Hasan dikonfirmasi seluler, Jumat 20 November 2020. 

Dalam surat KSAN itu disebutkan kronologis dugaan pelanggaran yang dilakukan Camat Duduksampeyan Suropadi dilakukan pada 17 Juni 2020 pukul 15.00 di rumah makan Aqila, Lamongan. 

Pertemuan yang dikemas dalam sosialisasi peningkatan kesejahteraan kepala desa dengan Alokasi Dana Desa (ADD) itu dihadiri oleh salah satu pasangan bakal calon. Terlapor Suropadi memberikan sambutan mengenakan kaus bakal calon bertuliskan QA di dada kanan dan tulisan Relawan Sakti di bagian punggung.

Karena perbuatan tersebut dilakukan sebelum penetapan calon, maka perbuatan tersebut termasuk dalam pelanggaran disiplin ASN dan dikenakan sanksi mengacu pada peraturan pemerintah (PP) nomor 53 /2010 tentang Disiplin PNS. 

Lalu pelanggaran Muhammad Amien, yakni memposting pada akun media sosial facebook dengan nama “muhammad Ameinamd” mendukung salah satu paslon pada 2 dan 4 Juli 2020. Atas tindakan Amien, KASN merekomendasikan kepada bupati untuk memberiksan sanksi displin secara moral. 

Yakni, memberikan pernyataan secara terbuka di website pemerintah daerah/media massa/media elektronik yang dapat diakses publik atau  dibacakan saat upacara yang dihadiri pegawai. 

Bukti penjatuhan sanksi moral melalui pernyataan terbuka disampaikan kepada KASN dalam bentuk tangkapan layar/website/kliping koran/foto/video.

Pelanggaran netralitas dua ASN tersebut mengacu ketentuan pasal 32 ayat ayat (2) UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. (*)

Terbukti Melanggar Netralitas, KASN Rekomendasi kepada Bupati untuk Memberikan Sanksi Dua ASN Pemkab Gresik Selengkapnya