Reduksi Gas Rumah Kaca, SIG Tingkatkan Penggunaan Bahan Bakar Alternatif Menjadi 559 Ribu Ton

GRESIK,1minute.id – Ancaman perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca (GRK) telah menjadi perhatian dunia, dengan munculnya komitmen global untuk mewujudkan net zero emission (nol emisi karbon) pada 2060. Sebagai perusahaan BUMN, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendukung inisiatif net zero emission dengan penggunaan bahan bakar alternatif untuk mendorong rasio substitusi energi panas (thermal substitution rate/TSR).

Mengacu pada data Perseroan, selama 2023 SIG berhasil meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif dari limbah industri, sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF), biomassa dan sumber lainnya, menjadi 559.625 ton atau naik 27% dari tahun 2022 sebanyak 437.232 ton. Dengan inisiatif tersebut, SIG berhasil melakukan substitusi batu bara dalam produksi semen sehingga rasio TSR tercapai sebesar 7,27%.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, penggunaan bahan bakar alternatif sebagai substitusi batu bara merupakan inisiatif strategis untuk mendorong optimalisasi penggunaan energi baru terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan. Inisiatif ini juga merupakan upaya SIG dalam mereduksi emisi GRK yang menjadi penyebab perubahan iklim dan pemanasan global.

”Perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi GRK telah berdampak pada peningkatan suhu bumi. Kondisi ini mendesak adanya upaya bersama dalam mereduksi emisi GRK. Sebagai perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan, SIG berkomitmen untuk berpartisipasi dalam upaya global mereduksi emisi GRK melalui penggunaan bahan bakar alternatif sebagaimana telah ditetapkan dalam Sustainability Roadmap SIG 2030,” kata Vita Mahreyni.

Penggunaan bahan bakar alternatif juga memberikan manfaat dari berbagai aspek, mulai dari lingkungan, ekonomi, hingga sosial. RDF misalnya. Pada aspek lingkungan, selain dapat menurunkan emisi gas rumah kaca, penggunaan RDF juga menjadi solusi untuk mengurangi persoaalan yang ditimbulkan dari tumpukan sampah, seperti keterbatasan lahan untuk TPA, menimbulkan bau dan gangguan penyakit pada masyarakat sekitar.

Pada aspek ekonomi, RDF turut membantu pemerintah mengurangi biaya pembelian lahan landfill atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sementara dari aspek sosial, penggunaan RDF turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan tempat tinggal yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Saat ini, RDF digunakan dalam proses produksi semen di PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong, Cilacap, dan Tuban. Pada 2023, penggunaan RDF di tiga pabrik tersebut mencapai 30.061 ton.

Di sisi lain, penggunaan biomassa sebagai bahan bakar alternatif, menjadi solusi dalam mengurangi limbah pertanian yang berpotensi menimbulkan gas metana jika dibiarkan terdegradasi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat khususnya para petani. Adapun pengunaan biomassa di pabrik-pabrik SIG selama 2023 mencapai 325.804 ton.

Menurut Vita Mahreyni, selain menggunakan bahan bakar alternatif, SIG telah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi emisi GRK, di antaranya dengan melakukan efisiensi konsumsi energi termal (Specific Thermal Energy Consumption/STEC) melalui digitalisasi dan optimasi proses produksi serta penggunaan teknologi hydrogen injection. 

SIG juga menginisiasi pemanfaatan energi baru terbarukan melalui penggunaan panel surya untuk substitusi energi listrik pada unit-unit operasionalnya, serta konversi energi termal gas panas buang dari proses produksi semen menjadi energi listrik (Waste Heat Recovery Power Generation/WHRPG). Berkat berbagai upaya tersebut, pada 2023 SIG berhasil memangkas emisi GRK cakupan 1 sebesar 17% dari baseline 2010.

”Sebagai perusahaan yang memiliki kemampuan dan pengalaman, SIG hadir memberikan solusi pengelolaan limbah dan sampah secara berkelanjutan dengan prinsip ekonomi sirkular yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan dan masyarakat,” tutup Vita Mahreyni. (yad)

Reduksi Gas Rumah Kaca, SIG Tingkatkan Penggunaan Bahan Bakar Alternatif Menjadi 559 Ribu Ton Selengkapnya

Di Kenduri Desa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Ajak Kades Peduli Korban Gempa Bawean 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengetuk hati para kepala desa untuk ikut peduli kepada korban gempa bumi di Pulau Bawean. Ajakan tersebut disampaikan  saat menghadiri Halal Bihalal dan Kenduri Desa atas lahirnya UU Desa 2024.

Dikatakan, sebagai saudara, sudah sewajarnya AKD juga turut peduli dan bertanggung jawab dalam membantu meringankan beban korban gempa bumi di Pulau Bawean.

“Atas kerjasama dan keikhlasan seluruh kepala desa yang tergabung dalam AKD Saya mengucapkan terima kasih. Semoga bantuan yang diberikan tersebut bermanfaat untuk masyarakat Bawean,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 22 April 2024.

Kenduri itu diikuti 330 kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Kabupaten Gresik digelar di salah satu hotel di Batu, Malang.

Selain itu, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini berharap lahirnya Undang-undang (UU) Desa 2024 berdampak bagi keseluruhan masyarakat desa, bukan hanya kepala desa. Dampak UU tersebut harus berpihak baik dari sisi ekonomi, pembangunan, pendidikan dan juga infrastruktur desa dapat berkembang.

“Mudah-mudahan UU Desa mampu mewujudkan desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera untuk memberikan kontribusi guna terwujudnya cita-cita Indonesia emas 2045,” ungkap suami Nurul Haromaini Ali itu. Pada kesempatan itu, mantan Ketua DPRD Gresik itu menyinggung terkait Pemilihan Bupati (Pilbup) 2024. Ia mengimbau para kepala desa (Kades) dan perangkat desa untuk menjaga netralitas pada rangkaian tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.

Menurutnya, kedudukan kepala desa dan perangkat desa sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan desa dan daerah. Karenanya, mereka harus fokus pada pelayanan umum. “Kepala desa tidak boleh menghalang-halangi pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati saat berkampanye di desa. Ini agar pelaksanaan pilkada berjalan secara fair dan menjaga kondusifitas di Kabupaten Gresik,” imbaunya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Gresik Nurul Yatim menambahkan, momentum halal bihalal sengaja dirangkai dengan kenduri atau syukuran atas lahirnya UU Desa 2024. Diketahui, salah satu poin krusial dalam revisi UU Desa yakni mengatur masa jabatan kades dari 6 tahun menjadi 8 tahun, maksimal 2 periode.

“Lahirnya UU ini atas gerakan bersama sama seluruh kepala desa se Indonesia. Alhamdulillah. Ini patut kita syukuri, mudah-mudahan 8 tahun masa jabatan berdampak pada kesejahteraan masyarakat desa,” kata Nurul Yatim yang juga Kepala Desa Baron, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik itu. (yad)

Di Kenduri Desa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Ajak Kades Peduli Korban Gempa Bawean  Selengkapnya

Tiga Srikandi Freeport Indonesia Berbagi Tips Sukses Menjadi Kartini Masa Kini

GRESIK,1minute.id – Ada nuansa beda di kantor PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (KEK JIIPE), Manyar, Kabupaten Gresik pada Senin, 22 April 2024. Tiga orang perempuan pimpinan di perusahaan dan 50 orang karyawati perusahaan smelter sedang mengenakan baju adat. Baju Kebaya, dan batik diantaranya.

Tiga srikandi di PTFI yakni Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati; Manager Environment and Sustainable Development Smelter PTFI Emily Muteb; dan Manager Construction Project Smelter PTFI Yoga Amaliasari itu berbagi tips dan cerita sukses menjadi Kartini masa kini dalam diskusi memperingati Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April itu.

Diskusi yang diikuti 50 karyawati Smelter PTFI itu terasa gayeng. Peserta pun sangat antusias. Para pembicara dan seluruh peserta mengenakan kebaya dan kain batik, tampil berbeda dibanding hari kerja biasanya.

“Ketika kita sudah memilih berkarir di jalur profesional, maka kita harus punya komitmen yang kuat dan terus belajar supaya kualitas kita terus meningkat. Karir dan prestasi akan mengikuti,” kata Katri yang tampak luwes berkebaya brokat hijau dipadu kain batik cokelat. 

Senada, Yoga Amaliasari berbagi tips tentang mengubah mindset “masalah atau kesulitan”  menjadi “tantangan” sehingga seorang perempuan tidak terjebak dalam pemikiran yang salah kaprah dan berujung pada menyalahkan diri sendiri dan overthinking. 

“Jadi kalau kita mengalami masalah dan menganggap itu sebagai kesulitan maka kita seperti mendoktrin diri sendiri bahwa kita menghadapi hal yang sulit. Berbeda jika kita menganggap hal itu merupakan tantangan, ada rasa dari diri kita untuk menyelesaikan hal tersebut dengan baik,” kata Yoga yang tampil anggun dalam balutan kebaya bordir abu-abu dan kain kebaya lawasan warna hijau. 

Berbeda dengan kesehariannya mengenakan baju kerja dan perlengkapan seperti safety helmet, rompi, dan sepatu khusus. Mengenai peran di keluarga, Emily Muteb turut berbagi cerita. Ibu dua anak ini mengatakan sangat beruntung berada di tengah-tengah tim kerja yang saling memahami dan menguatkan dalam pekerjaan maupun keluarga. 

“Berikan dukungan dan kebersamaan pada keluarga apabila kita menjalankan peran sebagai ibu dan istri,” kata Emily Muteb yang tampil beda dengan kemeja batik biru.

Vice President PTFI Smelting & Refining Aripin Buman mengatakan kegiatan ini untuk  memotivasi karyawati PTFI Smelting & Refining, menyemangati perempuan untuk berani menggenggam mimpi dan mewujudkannya. Menjadi perempuan pekerja yang tangguh dan berdaya.

“Semoga kegiatan ini menginspirasi para karyawati untuk terus berkarya dan mendukung kelancaran operasional dan konstruksi smelter di Gresik,” kata Aripin. (yad)

Tiga Srikandi Freeport Indonesia Berbagi Tips Sukses Menjadi Kartini Masa Kini Selengkapnya

Menolak Bayar IPL, Penggembang Perumahan Gugat 50 Pemilik Rumah 

GRESIK,1minute.id – Manajemen PT. Multi Graha Persada Indah (MGPI), pengembang Perumahan Persada Indah Regency (PIR) menggugat 50 end user alias pemilik rumah ke Pengadilan Negeri Gresik. Para pembeli rumah di kompleks perumahan berada di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik itu digugat karena menolak membayar Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL).

Sidang perdana perkara perdata, gugatan wanprestasi alias ingkar janji yang dimohonkan oleh penggugat yakni developer perumahan itu kepada 50 tergugat alias pemilik rumah digelar di Ruang Sidang Sari PN Gresik pada Senin, 22 April 2024. Majelis hakim dalam sidang  mediasi itu diketuai oleh Mochammad Fatkur Rochman. Penggugat diwakili oleh kuasa hukumnya, Wellem Mintarja dari Kantor Advokat Wellem Mintarja & Patners. 

Kuasa hukum penggugat Wellem Mintarja  mengatakan, secara ketentuan hukum yang berlaku, para tergugat seharusnya tunduk dan terikat pada penggugat selaku pihak pengelola perumahan tersebut. Sebab perumahan tersebut secara ketentuan hukum belum tiba saatnya untuk diserahkan hak pengelolaannya kepada pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.

“Jadi sudah selayaknya apabila pengelolaan lingkungan yang belum dikelola oleh Pemda Gresik, maka pihak developer selaku badan hukum berwenang untuk melakukan pengelolaan lingkungan perumahan. Maka hal tersebut selaras dengan kewajiban hukum pihak developer selaku penyelenggara pengelolaan Iuran Pemeliharaan Lingkungan adalah penting,” ujarnya usai sidang di PN Gresik pada Senin, 22 April 2024.

Wellem memastikan pengelolaan fasilitas umum dan keamanan lingkungan di dalam kawasan perumahan tetap berjalan baik. Maka biaya IPL yang telah dikelola penggugat disalurkan untuk kepentingan bersama warga perumahan Graha Persada Indah Regency, agar lingkungan perumahan tetap terawat, aman, dan nyaman.

“Dengan adanya IPL, maka segala fasilitas yang diberikan oleh sebuah perumahan dapat terus berjalan dengan baik. Karena biaya IPL disalurkan untuk pengelolaan kawasan. IPL diadakan dengan tujuan untuk kepentingan bersama agar lingkungan perumahan tetap terawat, aman, dan nyaman. Maka dari itu keduanya memiliki biaya IPL yang harus dibayarkan,” jelasnya.

Wellem menambahkan, sejak 2021 sampai saat ini, kurang lebih sekitar 3 tahun 50 orang tidak mau membayar IPL. Kami menggugat 50 orang warga yang tidak membayar IPL di perumahan kami. Besaran Iuran pengelolaan lingkungan, kami sesuaikan dengan inflasi dan UMR kabupaten Gresik.

“IPL tersebut awal mulanya sekitar Rp 75 ribu per bulan. Namun sampai saat ini sekitar Rp 125 ribu setiap bulannya. Biaya IPL itu meliputi biaya keamanan, merawat fasum, perawatan lampu jalan dan jalan perumahan, serta kebersihan lingkungan,” tegasnya. 

Ia melanjutkan, sebelum melakukan gugutan senilai Rp 800 juta, manajemen perumahan itu telah melayang somasi dan penagihan kepada para tergugat. “Dari 130 pemilik rumah, yang menolak membayar IPL sebanyak 50 warga,” katanya.

Dalam sidang mediasi yang diketuai oleh majelis hakim Muhammad Fatkhur Rohman ditunda pekan depan. Sementara itu, Ketua Paguyuban Perumahan Graha Persada Indah Regency Maryadi mengatakan, bahwa tidak ada kesepakatan antara penggugat dan tergugat dalam membayar IPL.

“Saya akui memang ada sebagian warga yang membayar IPL, itupun pembelian rumah pada tahun 2023-2024. Namun untuk pembelian tahun 2019 tidak ada kesepakatan membayar IPL,” katanya usai sidang. (yad)

Menolak Bayar IPL, Penggembang Perumahan Gugat 50 Pemilik Rumah  Selengkapnya

Sukses Lahirkan 10 Motif Batik Khas Gresik, Dekranasda Gresik dan PT Smelting Siapkan Pengerajin Go Internasional 

GRESIK,1minute.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gresik menjalin kerja sama dengan PT Smelting dalam mengembangkan dan mempromosikan batik khas Gresik. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali dan Manager General Affairs PT Smelting Indra SW Junor di kantor PT Smelting pada Senin, 22 April 2024. 

Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini menyampaikan, kerja sama dilakukan sebagai bentuk kelanjutan dari program pengembangan batik khas Gresik yang dilakukan PT Smelting dan Dekranasda sejak 2023 lalu.

Pada 2023, Dekranasda dan PT Smelting mengundang para perajin batik untuk membuat batik khas Gresik yang mengandung unsur-unsur Kebudayaan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Baik batik tulis, cap dan sebagainya,” kata Ning Nurul, sapaan akrabnya.

Kemudian, setelah lahir 10 motif batik tulis khas Gresik seperti batik Pamiluto, Sisik Bandeng dan motif khas Gresik lainnya. Selanjutnya Dekranasda Gresik bersama PT Smelting menggelar promosi batik tersebut melalui event, fasyen show dan sebagainya.

“Nah di tahun 2024 ini kami akan melanjutkan promosi batik khas Gresik dengan menggelar seleksi Duta Batik Gresik,” ujar istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini. Ning Nurul berharap, dengan upaya bersama Dekranasda yang dilakukan PT Smelting, Batik Gresik semakin di kenal di seluruh pelosok Indonesia dan kancah internasional. “Terimakasih kepada PT Smelting yang telah banyak membantu upaya melestarikan batik khas Gresik,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting Irjuniawan P Radjamin menyebutkan, kerja sama ini diharapkan dapat menambah rasa bangga warga Gresik dan pengerajin atas produk batik yang dihasilkan. “Karena sebelum lahir motif batik khas Gresik yang kami kembangkan dengan Dekranasda, belum ada batik khas Gresik yang diakui secara resmi,” tutur Irjuniawan.

Menurutnya, kerjasama ini juga diharapkan bisa meningkatkan produktivitas para perajin yang tergabung dalam Dekranasda Gresik. Sebab, melalui pelatihan yang digelar bersama antara Dekranasda dan PT Smelting bisa menambah kompetensi dan peningkatan mutu kerajinan masyarakat.

“Kami juga sering mengajak anggota Dekranasda Gresik untuk ikut pameran kerajinan baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. Bahkan beberapa produk kerajinan daerah Gresik kami bawa ikut pameran internasional seperti di Jepang tahun lalu,” ujar Irjuniawan P Radjamin. (*)

Sukses Lahirkan 10 Motif Batik Khas Gresik, Dekranasda Gresik dan PT Smelting Siapkan Pengerajin Go Internasional  Selengkapnya
Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Fajar Trilaksana (FT) Andi Fajar Yulianto (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mutasi 22 Maret 2024, Potensi Pelanggaran

Oleh: A Fajar Yulianto 

(Direktur YLBH Fajar Trilaksana)

HIRUK pikuk pasca Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Suratnya bernomor : 100.2.1.3/ 15551/ SJ. Tanggal 29 Maret 2024, pokok intinya perihal kewenangan Kepala Daersh yang melaksanakan Pilkada dalam Aspek Kepegawaian. Didalamnya tersurat penjelasan bahwa penetapan calon peserta pilkada yaitu 22 September 2024, sehingga larangan adanya mutasi di lingkungan pejabat 6 bulan sebelum penetapan tersebut. Artinya sejak 22 Maret 2024 larangan itu berlaku. 

Jadi  bagi Pejabat Negara, Pejabat Daerah sampai Kepala Desa dan Lurah dilarang membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan dalam pencalonan Pilkada.

Ini jelas sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada. Larangan mutasi ini berlaku 6 bulan terhitung sebelum penetapan pasangan calon kepala daerah oleh KPU RI. Larangan mutasi tersebut tegas sebagaimana dimaksud  Pasal 71 ayat (2) atau Pasal 162 ayat (3) Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada.

Dan kemudian berdasarkan pasal 190 UU 10/2016 itilu, jika hal tersebut dilanggar maka ada ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan atau paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 600.000 (enam ratus ribu rupiah) atau paling banyak Rp 6.000.000 (enam juta rupiah).

Bagaimana jika ada Pejabat Aparatur yang membuat dan melakukan mutasi pas di tanggal 22 Maret 2024 ? Kita jangan gegabah untuk melakukan “menggoreng” informasi menjadi konsumsi isu politik. Ketentuan larangan melakukan mutasi jabatan sejak  tanggal 22 Maret 2024 tersebut, kita cek dan konfirmasi data sebenarnya Surat Keputusan itu dibuat oleh pejabat pada tanggal berapa ?. Dan apakah sudah ada izin dari kementerian apa belum ?.

Kemudian perlunya menyatukan difinisi dari kata “pergantian”  sebuah jabatan dalam kepegawaian  itu batasannya sejak Surat Keputusan itu di buat atau saat dilakukan Pelantikan.  Jika parameter dan difinisi sebuah Pergantian itu dari saat pelantikan maka jelas Mutasi (22 Maret 2024) tersebut sudah  berdasar hukum seharusnya segera di batalkan.

Semisal Mutasi dibatalkan,  maka terang akan menuai banyak kekecewaan bagi para pegawai yang secara eselonisasi mengalami kenaikan dan akhirnya batal, sehingga bisa jadi akan berpotensi besar Bupati / Pejabat Aparatur Negara akan di PTUN kan oleh para pegawainya yang merasa kecewa terhadap  dianulirnya keputusan kenaikan tersebut. (*/yad)

Mutasi 22 Maret 2024, Potensi Pelanggaran Selengkapnya

Ibu Rumah Tangga Di Gresik Ngaku Dirampok & Dianiaya. Benarkah? 

GRESIK,1minute.id – Seorang ibu rumah tangga tinggal di Jalan Taman Ruby, Kompleks Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik mengaku menjadi korban perampokan. 

Pelaku menyekap dan menganiaya mama muda itu dengan pisau. Perampok kemudian menggasak iPhone 13 Pro Max dan perhiasan milik perempuan berinisial S.A. itu. Perampokan itu terjadi pada Senin, 15 April 2024 sekitar pukul 18.30 WIB. Kabar perampokan disertai kekerasan itu pun viral. Benarkah? 

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik turun tangan. Setelah sepekan melakukan penyelidikan ternyata hoaks. Barang bernilai jutaan rupiah ternyata digadaikan oleh korban yang berinisial S.A, seorang ibu rumah tangga.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan keterangan AS tidak benar. Dari hasil analisa 3 CCTV disekitar TKP, tidak ditemukan kejadian janggal ataupun orang yang menghampiri rumah korban pada saat jam kejadian seperti apa yang dikatakan korban.

Berdasarkan hasil analisa CCTV tersebut, tim ingin meminta keterangan korban kembali namun korban tidak dapat dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya. “Berdasarkan hasil penyelidikan, handphone iPhone 13 Pro Max dan perhiasan (1 gelang, 2 cincin, dan 1 kalung) yang dikatakan hilang oleh korban faktanya digadaikan sendiri oleh korban,” kata Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan pada Sabtu, 20 April 2024.

“Penyidik memanggil pelapor untuk mengklarifikasi kebenaran kasus tersebut dan terbukti bahwa pelapor mengarang cerita atau membuat laporan palsu,” imbuh Aldhino. 

Sementara pengakuan AS, kekerasan yang dialami oleh korban adalah hasil pertengkaran korban dengan seseorang akibat suatu permasalahan pribadi. “Uang hasil penggadaian barang tersebut digunakan untuk mengganti rugi uang kepada seseorang yang telah diajaknya untuk melakukan investasi yang ternyata bodong,” terangnya. 

Apa motif pelapor membuat laporan palsu kepada polisi? Aldhino mengungkapkan alasan pelapor membuat laporan polisi dikarenakan  takut diketahui oleh suami karena memiliki masalah pribadi yang belum terselesaikan. (yad)

Ibu Rumah Tangga Di Gresik Ngaku Dirampok & Dianiaya. Benarkah?  Selengkapnya

Operasi Ketupat Semeru Berakhir, Polres Gresik Apresiasi Masyarakat Patuh Aturan

GRESIK,1minute.id – Operasi Ketupat Semeru 2024 berakhir hari ini, Selasa, 16 April 2024. Kerja keras aparat kepolisian Resor Gresik berbuah manis. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik aman, lancar dan kondusif. 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh personel Polres Gresik dan jajaran atas kerja keras dan dedikasinya dalam mengamankan Operasi Ketupat Semeru 2024. 

“Alhamdulillah, berkat kerjasama dan sinergi semua pihak, Operasi Ketupat Semeru 2024 di wilayah Gresik berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” ujar AKBP Adhitya Panji Anom.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang telah tertib dan mematuhi aturan lalu lintas selama Muudik Lebaran 2024. Hal ini turut berkontribusi pada kelancaran arus mudik dan arus balik di wilayah Gresik. Operasi Ketupat Semeru 2024 di wilayah Gresik berlangsung selama 14 hari, mulai 04 April hingga 16 April 2024. Selama operasi berlangsung, tidak ada kejadian kecelakaan lalu lintas yang menonjol atau tindak kriminalitas yang signifikan.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah tertib dan mematuhi aturan lalu lintas selama mudik Lebaran 2024. Hal ini tentunya sangat membantu kelancaran arus mudik dan arus balik di wilayah Gresik,” tambah AKBP Adhitya Panji Anom.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan terima kasih kepada Polres Gresik dan jajaran atas kerja kerasnya dalam mengamankan mudik Lebaran 2024.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Polres Gresik dan jajaran atas kerja kerasnya dalam mengamankan mudik Lebaran 2024. Berkat kerja keras semua pihak, mudik Lebaran tahun ini di Gresik berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. (yad)

Operasi Ketupat Semeru Berakhir, Polres Gresik Apresiasi Masyarakat Patuh Aturan Selengkapnya

Ditinggal Ngantar Tamu, Rumah Warga Panglima Sudirman Gresik Terbakar, 2 Motor dan 1 Onthel Hangus 

GRESIK,1minute.id – Musibah rumah terbakar kembali terjadi Kabupaten Gresik. Tadi siang, Senin, 15 April 2024, rumah milik Solon Harsono di Jalan Panglima Sudirman, Gresik ludes menjadi arang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah yang terjadi pukul 14.10 WIB itu. Namun, kebakaran itu menghanguskan dua unit sepeda motor dan satu sepeda onthel.

Sehari sebelumnya, kebakaran terjadi di rumah produksi roti, Papa Cookies Bakery di Jalan Ikan Gurami, Kompleks Perumahan Bhakti Pertiwi Kulon (BPK) yang mengakibatkan sepuluh pekerja dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar.

Informasi yang dihimpun Senin, 15 April 2024 sekitar pukul 13.30 WIB Solon Harsono kedatangan tamu. Unjung-ujung di hari lebaran Idul Fitri. Setelah berbincang santai Harsono bersama tamunya tersebut keluar rumah. Rumah semipermanen alias berdinding kayu itu kosong. Selang 30 menit kemudian muncul asap dan berubah menjadi bara api dari dalam rumah milik kakek 70 tahun berada di Jalan Panglima Sudirman III, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu. Diduga korsleting.

Rumah dengan tembok terbuat dari kayu alias gebyok itu membuat si jago merah cepat membesar. Warga pun panik. Mereka berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air dengan wadah ember, bak mandi dan lainnya. Akan tetapi api tidak bisa padam dan semakin membesar. Ny. Erma, salah satu tetangga Solon Harsono meminta bantuan pemadaman kebakaran Pemkab Gresik. 

Kebakaran di kawasan padat penduduk itu membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik mengerahkan dua tim untuk menjinakkan api. Petugas damkar membutuhkan waktu tidak lebih 60 menit untuk memadamkan api. “Kami kerahkan dua grup untuk mencegah api merambat. Dan, Alhamdulillah api cepat kami padamkan,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono. (yad)

Ditinggal Ngantar Tamu, Rumah Warga Panglima Sudirman Gresik Terbakar, 2 Motor dan 1 Onthel Hangus  Selengkapnya

Polisi Menduga Gas Elpiji Ngowos,Rumah Produksi Roti, Papa Cookies Bakery Terbakar Disertai Ledakan Melukai 10 Pekerja

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menengarai kebakaran disertai ledakan di rumah produksi roti, Papa Cookies Bakery akibat gas elpiji ngowos. Musibah yang terjadi pada Minggu, 14 April 2024 pukul 09.20 WIB mengakibatkan beberapa orang pekerja mengalami luka bakar. 

Korban kebakaran di home industri berada di Jalan Ikan Gurami, Kompleks Perumahan Bhakti Pertiwi (BP) Kulon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu versi petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik mengakibatkan 10 orang mengalami luka bakar. Sedangkan, versi kepolisian Resor Gresik sebanyak delapan orang yang mengalami luka. 

“Penyebab kebakaran diduga tabung gas elpiji yang bocor,” kata AKBP Adhitya Panji Anom pada Minggu, 14 April 2024. Kebakaran disertai ledakan di rumah produksi roti itu selain mengakibatkan pekerja mengalami luka bakar. Juga, menimbulkan kepanikan warga di kompleks perumahan tersebut. 

Wakil Direktur RS Muhammadiyah Gresik Amang Rachman mengatakan, membenarkan adanya korban kebakaran yang mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSMG. Namun, pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 22 tahun mengalami luka bakar ringan. “Pasien rawat jalan, tidak perlu opname,” kata Amang dikonfirmasi selulernya pada Minggu malam, 14 April 2024.

Sementara itu, polisi telah melakukan police line rumah produksi roti, Papa Cookies Bakery. Rumah produksi roti itu adalah bangunan rumah dua lantai yang berada di pojok jalan yakni Jalan Ikan Gurami dan Ikan Lodan. Rumah itu dikontrak oleh seseorang yang  belum diketahui identitas. Saat musibah kebakaran disertai ledakan itu, hanya ada pekerja. Bos rumah roti tidak ada di rumah tersebut. “Kami masih konsentrasi untuk melakukan penyelamatan korban,” kata Kapolsek Kota Gresik AKP Rachmad pada 1minute.id pada Minggu sore. (yad)

Polisi Menduga Gas Elpiji Ngowos,Rumah Produksi Roti, Papa Cookies Bakery Terbakar Disertai Ledakan Melukai 10 Pekerja Selengkapnya