Optimistis Herd Immunity sebesar 70 Persen di Gresik Tercapai November

GRESIK,1minute.id – Vaksinasi terus digeber. Sepanjang hari. Dalam sepekan tanpa libur akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Vaksinasi semakin digenjot karena Gresik mencapai level 1 atawa zona hijau 3 menjadi momentum bagi satuan tugas (Satgas) Covid-19 Gresik untuk mempercepat terbentuknya herd immunity di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sekitar 70 persen. 

Bahkan, Gresik menargetkan kekebalan kelompok paling lambat November 2021 nanti. Optimistis itu terungkap dalam Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik pada Senin, 20 September 2021. 

Rapat tersebut membahas evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dihadapan Camat se-Gresik dan pegiat pendidikan di kantor Bupati Gresik. Analisis dan evaluasi (anev) diadakan untuk mengetahui bagaimana perkembangan di lapangan mengenai pelaksanaan kegiatan PTM selama 3 pekan diadakan, apa saja kendala yang muncul dan bagaimana solusi terbaik untuk mengatasinya. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah memberikan apresiasi kepada semua pihak yang sudah bekerja keras sehingga PTM bisa berjalan lancar dan kondusif. Kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk pelajar dan santri yang terus diakselerasi. Dalam sepekan terakhir, kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah, ada kenaikan angka vaksinasi sebesar 13 persen. 

Dengan perhitungan jumlah penduduk sebanyak 1,3  juta jiwa. Target kekebalan kelompok atau herd immunity sebesar 917 ribu penduduk atau 70 persen dari populasi penduduk. Sedangkan update per Senin,20 September 2021 capaian vaksinasi Covid-19 Gresik secara keseluruhan sebanyak 520 ribu penduduk. 

Selisih angka inilah yang ditargetkan bisa dikejar oleh Pemkab dan semua elemen didalamnya dalam 2 minggu kedepan. “Kita harus mencapai minimal 10 ribu vaksinasi per hari, oleh karena itu perlu sinergitas yang baik hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan sehingga vaksinasi bisa berjalan lancar,”kata Bu Min-Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Kegiatan PTM di Gresik ini sendiri sudah berlangsung kurang lebih 3 minggu berjalan. Walaupun dalam pelaksanaannya masih dilakukan secara terbatas dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.  

Bu Min yakin bahwa kegiatan PTM ini yang dilaksanakan baik di tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sudah mengikuti protokol kesehatan. “Kami lihat sekolah-sekolah yang ada sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Insya Allah  anak-anak melakukan pembelajaran dengan aman,”harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto mengatakan selama 3 minggu kegiatan PTM berjalan, tidak ada laporan mengenai adanya pelajar yang terinfeksi Covid-19 akibat dari kegiatan PTM.  Dari laporan yang disampaikan, diketahui bahwa saat ini hampir 94 persen pelajar sudah melakukan PTM.  “Dan sisanya sebesar 6 persen melakukan pembelajaran jarak jauh atau melalui daring,”ujar Hariyanto. (yad) 

Optimistis Herd Immunity sebesar 70 Persen di Gresik Tercapai November Selengkapnya

Gubernur Kukuhkan Ning Nurul sebagai Bunda PAUD Gresik

GRESIK,1minute.id- Nurul Haromaini Ali dikukuhkan sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) Gresik. Pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK Gresik itu dilakukan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Jatim pada Senin, 20 September 2021.

Istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu memakai busana biru toska sehingga terlihat anggun. Khofifah Indar Parawansa berharap setelah para Bunda PAUD dikukuhkan, semoga kepercayaan, tugas dan tanggung jawab yang diberikan mampu ditunaikan dengan baik.

Hal itu sebagai amanah guna optimalisasi pembangunan dan perkembangan generasi bangsa sejak usia dini.
“Momentum ini menjadi bentuk dasar dalam kita melangkah maju demi perkembangan, perawatan dan pendidikan anak-anak kita,”ujarnya.

PROSESI PENGUKUHAN: Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali diacara pengukuhan Bunda PAUD di Gedung Negara Grahadi Jatim pada Senin, 20 September 2021 ( Foto : Humas Pemkab Gresik)

Lebih lanjut Khofifah berharap agar semua komponen maupun pemangku kepentingan dalam pendidikan anak, dapat duduk bersama untuk membuat suatu rancangan pembentukan satuan tugas atau gugus tugas PAUD. Ini dimaksudkan untuk mengoptimalisasikan pembangunan perkembangan anak-anak usia dini di Jawa Timur.

Pengukuhan Bunda PAUD ini diikuti Kabupaten/kota se-Jatim.  Nurul Haromaini menyampaikan, bahwa dalam PP nomor 60/ 2013, diamanatkan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak usia dini secara utuh. Kebutuhan itu meliputi kesehatan dan gizi, pendidikan, pembinaan moral, emosional dan pengasuhan. Hal ini agar anak dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal sesuai kelompok umur.

“Perlindungan anak dari kekerasan, dan penyediaan layanan pendidikan memerlukan komitmen yang teguh dari semua elemen bangsa mulai dari orangtua, keluarga, masyarakat dan pemerintah mutlak untuk dilibatkan,” ujar Ning Nurul-sapaan akrab-Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani ini. (yad)

Gubernur Kukuhkan Ning Nurul sebagai Bunda PAUD Gresik Selengkapnya

Bupati Optimistis, Ranperda Prakarsa, Penambahan Modal Giri Tirta Bisa Memajukan Gresik

RAPAT PARIPURNA: (ki-ka) Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Ridwan, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah mendengar jawaban bupati atas PU Fraksi di Ruang Paripurna DPRD Gresik pada Senin, 20 September 2021 ( Foto : ist)

GRESIK,1minute.id – Semangat optimistis selalu digaungkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Termasuk, pelayanan air bersih di perusahaan umum daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik. Hal itu terungkap saat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  menyampaikan jawaban atas pandangan umum (PU) fraksi-fraksi atas Ranperda Prakarsa Pemkab 2021 dalam rapat paripurna di DPRD Gresik pada Senin, 20 September 2021.

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir ini dilakukan secara virtual. Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa latar belakang kebutuhan Ranperda Penyertaan modal kepada Perumda Giri Tirta pada dasarnya merupakan persyaratan. Sebagai dana pendamping dari pendanaan yang akan diberikan oleh Pemerintah Pusat untuk pemanfaatan air Umbulan. 

Yaitu dari dana APBN sebesar Rp  86  miliar,  dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 70 miliar, Hibah Air Minum Berbasis Kinerja serta  dana  pendamping dari pendanaan National Urban Water Supply Project  (NUWSP) sebesar Rp 36 miliar. “Sebagai hadiah dari kerjasama Business to Business Perumda Giri Tirta dalam pemanfaatan kapasitas 1.000 liter/detik,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ia melanjutkan, terhadap persyaratan tersebut, maka disyaratkan melakukan pinjaman  program Pembangunan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 66,61 miliar, pemasangan  reservoar  kapasitas 1.000 meter kubik di Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas sebesar Rp 7  miliar, serta dana pendamping NUWSP  sebesar Rp 15,38 miliar untuk pipa bagi dalam penyerapan air eksisting. 

“Sedangkan sisanya sebesar Rp 24 miliar  merupakan persyaratan untuk mengikuti  Program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja dan Efisiensi Energi serta Hibah Sambungan  Rumah Perkotaan,”terangnya dalam rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir itu.

Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan jawaban setebal 10 halaman secara virtual karena pandemi Covid-19 belum berujung. Meski, Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik telah masuk zona hijau atau level 1 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini. 

Selanjutnya, terkait asal pertanyaan Fraksi Gerindra, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, tingkat kehilangan air bisa diatasi, jika pelaksanaan program pemasangan perpipaan dari pendanaan APBN, DAK, dan  APBD sudah dapat direalisasikan. Serta program Hibah Pemerintah Pusat  sudah  dilaksanakan. “Maka akan berpengaruh  pada  penurunan tingkat kehilangan air di wilayah  Gresik kota,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Selain Ranperda tentang Perubahan Modal Dasar dan Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah pada Perusahaan Umum  Daerah (Perumda) Giri Tirta ini, ada dua Raperda lainnya yakni Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah. Serta Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gresik Tahun 2020-2040. 

Seperti diberitakan Ranperda Penyertaan modal pemerintah di Perumda Giri Tirta terasa lebih seksi. Sebab, perusahaan pemasok air bersih selalu menjadi tranding topik di media sosial. Karena banyak keluhan dari masyarakat. Bahkan, Bupati Fandi Akhmad Yani menyebut Perumda Giri Tirta telah gagal merealisasikan rencana kerjanya. Akibat melesetnya target itu, pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat kerap menjadi sorotan masyarakat. Tranding topik di media sosial (medsos).

Bupati Fandi Akhmad Yani meminta Inspektorat untuk melakukan audit kinerja dan keuangan Perumda  Giri  Tirta itu. “Target pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat tidak sesuai target. Pendistribusian air bersih yang menjadi lepas dari target awalnya berdirinya BUMD terkait kinerja internal,”tegas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai pertemuan di kantor Perumda  Giri Tirta pada Jumat, 17 September 2021. (yad)

Bupati Optimistis, Ranperda Prakarsa, Penambahan Modal Giri Tirta Bisa Memajukan Gresik Selengkapnya

Target 5 Kasus, Polres Gresik Ungkap 23 Kasus dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru

GRESIK,1minute.id – Operasi tumpas narkoba berakhir pada 12 September 2021. Selama dua pekan operasi Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) dan Polsek jajaran Polres Gresik mengamankan 25 tersangka (23 kasus). Hampir lima kali lebih banyak dari target Polda Jatim sebanyak 5 kasus. 

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis menyatakan selama pelaksanaan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2021 di wilayah Hukum Polres Gresik dengan target dari Polda Jatim sebanyak 5 kasus. “Polres Gresik dalam pelaksanaannya berhasil ungkap kasus sebanyak 23 kasus dengan 25 orang tersangka,”kata AKBP Mochamad Nur Azis dalam siaran pers di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 20 September 2021.

Kapolres Azis didampingi Kasat Narkoba AKP Irwan Tjatur Prambudi serta para Kanit Reskrim Polsek jajaran Polres Gresik menambahkan dari puluhan tersangka itu diamankan barang bukti berupa sabu-sabu (SS) 24,04 Gram serta Pil dobel L sebanyak 60 butir.

Azis menambahkan, dari 25 orang tersangka itu, sebanyak 20 orang tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 / 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan minimal 4 tahun sampai dengan maksimal 20 tahun atau denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. 

Sedangkan, 3 tersangka dijerat Pasal 132 Ayar 1 Jo Pasal 112 Ayat 1 Jo Pasal 127 Ayat 1 UU RI nomor 35 / 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun, atau denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. 
Kemudian,  satu orang tersangka dijerat Pasal 112 Ayat 1 UU RI  nomor 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 12 tahun, denda paling banyak Rp 8 miliar.

Dan, satu orang tersangka dijerat Pasal 196 UU RI nomor 36/2008 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 10 tahun dan dengan paling banyak Rp 1 miliar. “Keberhasilan Polres Gresik dalam melakukan ungkap Kasus Narkoba selama ini berkat bantuan partisipasi masyarakat dan instansi terkait,”terang alumnus Akpol 2002 itu.

Dalam kesempatan ini, kata mantan Kapolres Ponorogo itu, menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Gresik agar menghindari terkait penyalahgunaan narkoba. “Mari kita ciptakan Kabupaten Gresik Zero Narkoba,”katanya. (yad)

Target 5 Kasus, Polres Gresik Ungkap 23 Kasus dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru Selengkapnya

Bupati Pompa Semangat Patriot PON Bisa Meraih Medali Emas


GRESIK,1minute.id- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memompa semangat puluhan atlet yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada 2-15 Oktober 2021 mendatang. Di event 4 tahun ini, Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mengirimkan 31 dari 543 atlet yang akan memperkuat kontingen Jawa Timur. Mereka akan bertanding di 15 cabang olahraga (cabor). Tiga diantaranya cabor unggulan yakni panjat tebing, sepak takraw dan renang yang diestimasikan meraih medali emas. 

“Patriot menunjukkan semangat luar biasa, dalam hal ini dalam kancah olahraga. Kedisiplinan dan juga kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang baik,”ujar Gus Yani-Yani-panggil akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Pembekalan Atlet, Official dan Wasit PON ke-XX Papua di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin,20 September 2021.

Pembekalan dihadiri diantaranya, Wabup Gresik Aminatun Habibah, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Arodawanti, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Heru Winoto, serta Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar, Ketua KONI Gresik dr. Anis Ambiyo Putri, Kepala Dispora Gresik Agustin Halomoan Sinaga.

Gus Yani berharap atlet Gresik berlaga di PON ke-XX Papua ini mampu meraih prestasi terbaik dan mendapatkan medali emas. Ia menekankan bahwa semangat juang pantang menyerah seperti yang dimiliki oleh patriot bangsa harus digelorakan dalam jiwa atlet dalam mengikuti PON ke-XX. “Patriot menunjukkan semangat luar biasa, dalam hal ini dalam kancah olahraga. Kedisiplinan dan juga kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang baik,”tegasnya.

Event 4 tahunan pekan olahragini menjadi suatu tantangan tersendiri karena diadakan di masa pandemi Covid-19. Untuk itu Gus Yani berpesan kepada kontingen yang berangkat, baik itu atlit maupun official agar terus menjaga kesehatan. Selain itu, ini juga merupakan momen yang tepat untuk mencatatkan prestasi olahraga Gresik di kancah Nasional. “Tetap optimis membawa nama harum Gresik, yang bisa menjadi kontribusi energi yang positif untuk masyarakat,”pesan Gus Yani. 

Diakhir acara pembekalan, Gus Yani juga menyapa para peserta pembekalan yang mengikuti via daring. “Selamat pagi, bagaimana kabarnya hari ini. Sudah siap berangkat ke Papua?,”sapa Gus Yani. “Selamat dan sukses, sehat selalu. Doa kami selalu menyertai,” Tutup Gus Yani. 

Sementara itu, Ketua KONI Gresik dr Anis Ambiyo Putri menegaskan optimisme atlet Gresik yang akan berlaga di PON ke-XX ini bisa mengharumkan Gresik. “Optimistis mereka bisa meraih emas,”kata Anis. Untuk diketahui PON ke-XX Papua mempertandingkan 37 cabor. 

Kontingen Jawa Timur mengirimkan 782 orang, terdiri dari 543 atlet dan 239 official. Kabupaten Gresik sendiri mengirimkan total 44 orang, terdiri dari 13 official dan 31 atlet  untuk berlaga di 15 cabor termasuk 3 cabor yang diunggulkan yaitu  panjat tebing, sepak takraw dan renang. 

Selain renang dan panjat tebing, ada atlet bola voli Putri binaan PT Petrokimia Gresik yang bergabung. Pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dr Eko Priyono mengatakan,  PON ke-XX Papua ini, menargetkan cabor Bola Voli Putri mendapatkan medali emas. “Masak hattrick medali perak. Semoga medali emas,”tegas Eko.(yad) 

Bupati Pompa Semangat Patriot PON Bisa Meraih Medali Emas Selengkapnya

Kali Pertama, Selama 50 Tahun Dishub Gelar Apel Harhubnas di Terminal

GRESIK,1minute.id – Suwari semringah. Sopir bus pariwisata itu dinyatakan lulus sertifikasi pengemudi angkutan pariwisata yang dterbitkan oleh BNSP LSPTI (Badan Nasional Sertifikasi Profesi Lembaga Sertifikasi Profesi Transportasi Indonesia). Sertifikat profesi diserahkan bertepatan pada Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di Terminal Bunder Tipe C Gresik pada Senin, 20 September 2021.

Apel setengah abad Harhubnas kali pertama di Dinas Perhubungan Gresik itu dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Selain Suwari ada 35 sopir lainnya yang mendapatkan sertifikat profesi yang dikeluarkan oleh LSPTI itu. 

Dishub Gresik menjadikan momentum istimewa itu untuk menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) sebanyak 1.785 orang. BLT sebesar Rp 200 ribu per orang berasal dari anggaran dari APBD Gresik 2021. 

Wabup Aminatun Habibah mengatakan, semangat Harhubnas tahun ini bisa membawa Dishub Gresik untuk lebih melayani kepada masyarakat. Ia berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu sehingga transportasi bisa kembali normal. “Saat ini, penumpang terbatas, kita harus bisa melayani lebih baik,”harap Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Ada dua tugas Dishub yang harus bisa dilaksanakan secara maksimal. Bu Min menyebut tentang penerangan jalan umum (PJU) setelah mendapatkan pelimpahan wewenang dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). “Penerangan di desa-desa untuk meningkatkan keamanan. Penerangan di desa ini akan kita genjot,”tegasnya. 

Selain PJU, imbuhnya, penataan parkir harus lebih maksimal. “Sehingga bisa mendongkrak PAD (pendapatan asli daerah),”tegasnya. Sementara itu, Kadishub Gresik Tursilowanto Hariogi menegaskan, dalam sisa dua bulan mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik akan berusaha memberikan dukungan penuh kepada duet Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah.

“Kami ingin teman di Dishub ada semangat baru membangun Gresik memberikan dukungan besar bagi pemkab Gresik,”tegas Tursilowanto.
Ia mengaku bangga kepada teman-teman Dishub Gresik yang menginisiasi melakukan apel Harhubnas bertemakan “Bergerak Harmonikan Indonesia” ini. “Apel ini sejarah baru bagi Dishub Gresik karena baru kali ini Harhubnas digelar apel di kantor Dishub Gresik,”kata Tursilowanto. 

Sekretaris Dishub Gresik Muhammad Amri menambahkan, untuk memperingati Harhubnas ini dilakukan sejumlah aktivitas sosial untuk masyarakat transportasi di Gresik.  Amri menyebutkan tiga kegiatan memeriahkan Harhubnas di masa pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19).

Tiga acara itu, penyerahan 36 sertifikat sertifikasi pengemudi angkutan pariwisata yg dterbitkan oleh BNSP LSPTI. Ada 36 pengemudi yang lulus tes sertifikasi ini. “Sebanyak 4 orang dinyatakan tidak lulus,”kata Amri.
Selain itu, pemberian bantuan langsung tunai kepada 1.785 pengemudi dengan total anggaran Rp 357 juta.

“Sasaran sopir angkot, angdes, pariwisata, ojol serta ojek konvensional,”tegasnya. Masa Pandemi Covid-19 ini, sopir mendapatkan pelayanan vaksinasi untuk mempercepat terbentuknya herd immunity di Gresik. “Vaksinasi kami alokasi 250 dosis kerja sama dengan Dinas kesehatan Gresik,”tegasnya. (yad)

Kali Pertama, Selama 50 Tahun Dishub Gelar Apel Harhubnas di Terminal Selengkapnya

Anggota Perkumpulan BPD Bantu Pemerintah Desa Perbaiki Data di Desa

GRESIK,1minute.id – Big data tentang kependudukan masih belum tertata rapi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berharap anggota Perkumpulan Badan Permusyawaratan Daerah (P-BPD) bisa membantu pemerintah desa untuk melakukan perbaikan data, bersinergi membangun Gresik baru. 

Hal itu diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika membuka Rapat Kerja (Raker) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota Perkumpulan BPD di salah satu hotel di Kota Batu, Malang. Bimtek selama 2 hari, mulai Sabtu-Minggu, 18-19 September 2021 dibuka Bupati Fandi Akhmad Yani dan ditutup oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Fandi Akhmad Yani menyatakan, harapan besar dari BPD untuk turut mendukung Desa masing-masing untuk membangun Gresik baru yang lebih baik. “BPD mempunyai peran penting dalam pemerintahan tingkat Desa, saya berharap BPD bisa bersinergi dengan desa sehingga program pemerintah yang ada di tingkat desa bisa berjalan dengan baik dengan dukungan penuh BPD,”harap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani juga berharap semua anggota BPD ini kompak sehingga tidak ada benturan di desa terkait adanya perkumpulan BPD. Selain itu, Gus Yani juga menekankan agar BPD dan Desa bersama-sama dalam perbaikan data guna keberlangsungan pembangunan di desa. 

“Kita bisa mengatasi kemiskinan di tingkat desa itu juga karena berpatokan dengan data. Segala aspek pembangunan di desa juga berdasar pada data. Untuk itu mulai saat ini data-data yang ada di desa harus dibenahi dan ditata dengan baik,”tegas Gus Yani.

TUTUP RAKER: Wabup Gresik Aminatun Habibah berfotobersama peserta raker P-BPD di salah satu hotel di Batu,Malang pada Minggu, 19 September 2021 (foto : humas Pemkab Gresik)

Selain Gus Yani, narasumber lain yakni Kepala Inspektorat Gresik Edy Hadisiswoyo dengan materi tentang peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam pengawasan pembangunan tingkat desa ;  Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat Desa (PMD) Malahatul Farda “Pembinaan dan pemberdayaan fungsi dan tugas BPD’ da  Kepala Dinas KBPP dr Syaifuddin Ghozali  tentang ‘Pemberdayan Perempuan dan Anak di tingkat Desa dan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Nurul Yatim yang memberikan pemaparan tentang ‘ Membangun sinergitas dalam Pemerintahan Desa’. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta kepada BPD membantu mewujudkan program pemerintah daerah dalam dukungan pada pemerintah desa. “Pemerintah daerah memiliki beberapa program yang harus disukseskan, dengan kekompakan BPD ini semoga turut mendukung dan mensukseskan program pemerintah daerah melalui pemerintahan di tingkat desa” ujar Bu Min. 

Sementara itu, Suyanto, Ketua Perkumpulan BPD Gresik mengatakan kegiatan ini bimtek pengurus diharapkan dapat memberikan pengarahan ke desa desa. (yad)

Anggota Perkumpulan BPD Bantu Pemerintah Desa Perbaiki Data di Desa Selengkapnya

Diduga Tempat Pemandian Raja dan Permaisuri Ditemukan di Rejosari


GRESIK,1minute.id – Sebuah tempat pemandian ditemukan masyarakat Dusun Rejosari, Desa Sukorame, Kecamatan Wringinanom, Gresik.  Tempat pemandian atau “Umbul Pasiraman” atau “Umbul Binangun” (pengucapan dalam bahasa Jawa “Umbul Winangun”) itu diduga peninggalan Kerajaan Majapahit. 

Tempat para raja, permasuri, para istri (garwo ampil), serta para putri-putri raja mandi. Pemerintah Desa (Pemdes) setempat sedang menunggu hasil penelitian dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto. Bila hasil kajian BPCB menyatakan, pemandian itu adalah salah satu situs budaya peninggalan Kerajaan Majapahit, pemdes akan menjadikan kawasan itu sebagai desa wisata.

Tempat pemandian itu ditemukan warga pada Kamis lalu, 9 September 2021. Saat itu, warga hendak membuat waduk ukuran 12 x 8 meter persegi. Pembuatan waduk di area tempat mata air yang tidak pernah kering itu menggunakan alat berat, ekskavator. Di kedalaman 2 meter alat penggalian mebentur benda keras. Benda ada batu bata warna merah. Ukuran batu bata ini lebih besar dan tebal dibandingkan batu bata yang ada selama ini. 

Tebalnya, tebal 9 centimeter dan lebar 32 centimeter hingga 40 centimeter. Selain, batu bata juga ditemukan Lumpang. “Pertama kena alat berat, posisinya tertimbun tanah dan tidak beraturan. Sedangkan yang masih dibawah ini bentuknya batu bata tersusun memanjang seperti tempat padusan. Saya injak, dasarnya juga batu bata,”terang Nur Silam, salah satu warga setempat. 

BATUBATA PETIRTAAN: Warga Desa Rejosari, Desa Sukorame, Kecamatan Wringinanom menemukan tempat pemandian diduga era Majapahit. Kepastian tempat pemandian ini situs sejarah menunggu penelitian dari BPCB Trowulan, Mojokerto ( Foto : Ist)

Selain ditemukan bebatuan kuno, warga juga menemukan lumpang berbentuk batu, tempat zaman dahulu menumbuk padi. Kata Nur Silam, lumpang biasanya dijadikan simbol yang dipajang di dekat petirtaan. “Lumpang ini tertanam di dalam tanah, saya  mengira mungkin bebatuan biasa, setelah digali ternyata lumpang,”katanya.

Penemuan diduga tempat pemandian para raja dan permaisuri kerajaan Majapahit itu telah dilaporkan oleh warga ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik. Petugas Disbudpar telah mendatangi lokasi penemuan tersebut. Kini, warga menunggu petugas dari BPCB Trowulan, Mojokerto. Saat ini, sejumlah warga melakukan penjagaan secara bergiliran di lokasi penemuan tempat pemandian itu. Pasalnya, sejak ditemukan lokasi banyak dikunjungi oleh warga yang penasaran. (yad)

Diduga Tempat Pemandian Raja dan Permaisuri Ditemukan di Rejosari Selengkapnya

Program Makmur Petrokimia Gresik Sasar Petani Kangkung untuk Ekspor


GRESIK, 1minute.id – Petrokimia Gresik memperluas manfaat program “Makmur” dengan mengawal budidaya benih kangkung kualitas ekspor. Biji kangkung ini salah satu bahan kosmetik. Luasnya 567 hektare di lima kabupaten di Jatim. Kesuksesan program tersebut salah satunya ditandai dengan peningkatan hasil panen benih kangkung hingga 12 persen di lahan seluas 36,11 hektare di Gresik.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, menyampaikan bahwa selama pandemi Covid-19, peran sektor pertanian sebagai penyedia pangan sehat menjadi semakin penting dan strategis, sehingga kegiatan produksi pertanian termasuk komoditas hortikultura harus ditingkatkan. “Untuk itu kami terus berupaya mengoptimalkan manfaat Program Makmur dengan menyasar lebih banyak komoditas, tidak hanya komoditas pangan, tapi juga komoditas hortikultura,”ujar Dwi Satriyo dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Jumat, 17 September 2021.

Setelah padi, tebu, jeruk, kentang dan bawang merah, kali ini Program Makmur menyasar tanaman kangkung, yang merupakan komoditas hortikultura primadona petani Gresik. Budidaya tanaman kangkung oleh petani Gresik diambil bijinya sebagai benih untuk diekspor oleh perusahaan penampung ke berbagai negara mulai dari Thailand, Filipina, India, hingga Jepang. 

Meski ditengah pandemi Covid-19, kuantum ekspor benih kangkung masih menembus angka 80 ton pada tahun 2020. “Melalui Program Makmur, Petrokimia Gresik berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk mewadahi petani kangkung agar mendapatkan jaminan permodalan, jaminan mutu hasil panen hingga jaminan pasar,” ujar Dwi Satriyo.

Dari sisi pendanaan, Bank BNI memberikan pinjaman modal hingga Rp 800 miliar, kemudian anak perusahaan Petrokimia Gresik, yaitu Petrosida Gresik berperan sebagai penyalur pupuk dan penanggulangan hama/penyakit, dan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) berperan sebagai offtaker yang membeli hasil panen petani binaan.

Sedangkan Petrokimia Gresik sendiri berperan dalam menyediakan layanan Mobil Uji Tanah (UJT) untuk memberikan analisis lahan pertanian, sehingga petani dapat memperoleh rekomendasi pupuk sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Adapun rekomendasi pemupukan dalam Program Makmur pada komoditi kangkung ini menggunakan kombinasi pupuk subsidi dan pupuk non subsidi yaitu pupuk NPK Phonska subsidi 200 kg/ha, NPK Phonska Plus 200 kg/ha, pupuk ZA non subsidi 200 kg/ha, pupuk SP-36 subsidi 100 kg/ha, dan pupuk organik Petroganik sebanyak 2 ton/ha.

Formula ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas benih kangkung di Gresik hingga 12 persen, dari rata-rata 1,49 ton/ha menjadi rata-rata 1,67 ton/ha. Dengan demikian, omzet petani pun meningkat hingga 20-25 persen. “Melalui Program Makmur, petani dapat memenuhi kekurangan kebutuhan pupuk bersubsidi karena keterbatasan alokasi yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani,”ujar Dwi Satriyo.

Ia menegaskan bahwa Program Makmur merupakan wujud visi Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri di bawah komando Pupuk Indonesia, serta terobosan dan strategi untuk meningkatkan produksi pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Dwi Satriyo berharap Program Makmur dapat dijalankan di seluruh Indonesia dan mampu menjadi solusi peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani di berbagai daerah.
“Komitmen ini akan terus kami tingkatkan dengan menyasar lebih banyak komoditas di berbagai daerah, agar manfaat Program Makmur dapat dirasakan lebih banyak petani di Indonesia,”tandas Dwi Satriyo.

Sementara itu, Anang Ma’ruf, salah satu petani kangkung binaan EWINDO yang mengikuti program ini mengungkapkan bahwa Program Makmur sangat berdampak positif bagi dirinya dan petani kangkung lainnya.

“Kami merasa sangat diuntungkan karena kebutuhan petani sangat bisa terpenuhi. Untuk itu, kami berharap terus dibantu melalui Program Makmur untuk memakmurkan petani,” ujarnya. Selain di Gresik, program Makmur pada komoditi benih kangkung kerja sama dengan EWINDO juga dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto (37 Ha), Jombang (50 Ha), Lamongan (81 Ha), dan Tuban (363 Ha). (yad)

Program Makmur Petrokimia Gresik Sasar Petani Kangkung untuk Ekspor Selengkapnya

Pelayanan jadi Trending Topik, Dirut Giri Tirta Ngungsi Mandi

DIRUT : Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zariyah (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menganggap manajemen perusahaan umum daerah (Perumda) Giri Tirta gagal merealisasikan rencana kerjanya. Akibatnya, melesetnya target itu, pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat kerap menjadi sorotan masyarakat. Tranding topik di media sosial (medsos).

Bupati Fandi Akhmad Yani meminta Inspektorat untuk melakukan audit kinerja dan keuangan Perumda Giri Tirta itu. “Target pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat tidak sesuai target. Pendistribusian air bersih yang menjadi lepas dari target awalnya berdirinya BUMD terkait kinerja internal,”tegas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai pertemuan di kantor Perumda Giri Tirta pada Jumat, 17 September 2021.

Rapor merah untuk Perumda Giri Tirta. Bagaimana pendapat Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zariyah? Risa-panggilan-Siti Aminatus Zariyah tidak menampik Perumda Giri Tirta menjadi tranding topik di medsos.  “Sebulan terakhir ada kebocoran pipa besar sehingga air tidak keluar. Kok yo beruntun. Didekat rumah saya air juga tidak mengalir,”kata Risa.
Bahkan, Direktur Utama Perumda Giri Tirta itu mengaku harus ngungsi mandi ke kantornya.

“Saya sendiri saja, pindah mandi ke kantor,”dalihnya.  Ia mengaku perbaikan kerusakan pipa besar akan kelar satu sampai dua hari kedepan,”kata Risa. Terkait manajem gagal merealisasikan rencana kerjanya? Direktur Utama Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah mengatakan, penambahan penyertaan modal pemerintah dari APBD Gresik 2019 sebesar Rp 25 miliar belum dilaksanakan seluruh.

“Hanya proyek pipanisasi saluran air dari Desa Kedungrukem, Benjeng sampai Balongpanggang yang selesai tahun ini,”ujar Risa-panggilan-Siti Aminatus Zariyah pada Jumat, 17 September 2021. Anggaran Rp 3,6 miliar. Untuk proyek pipanisasi Giri sampai SPBU Veteran dan Giri sampai Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas baru proses lelang.  Risa dengan tegas membantah proyek itu tidak sesuai perencanaan sebelumnya. “Pekerjaan itu sesuai perencanaan. Cuma pelaksaan belum dilaksanakan,”tegasnya. 

Pekerjaan tidak bisa cepat dilakukan, imbuhnya, karena pihak harus menyusun detail Engineering Design (DED) , Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta survei. “Penyusunan DED, RAB butuh waktu hampir setahun. Karena harus survei,”dalihnya. Selain itu, ada rencana pengalihan pekerjaan sehingga harus berkonsultasi dengan Badan pengawasan Keuangan dan Pembangunan (PBKP). (yad)

Pelayanan jadi Trending Topik, Dirut Giri Tirta Ngungsi Mandi Selengkapnya