GRESIK,1minute.id – Perkara dugaan tindak pidana korupsi alokasi dana desa (ADD) yang membelit Mat Ja’i segera disidangkan. Kejaksaan Negeri telah melimpahkan berkas perkara Kades Dooro, Kecamatan Cerme, Gresik itu, ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada Selasa, 16 Maret 2021.
“Hari ini berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Mat Ja’i telah kami limpahkan ke PN Tipikor,”kata Kasi Pidsus Kejari Gresik Dymas Adji Wibowo.
Dengan dilimpahkannya berkas ke PN Tipikor kewenangan status penahanan tersangka saat ini ada PN Tipikor. Tidak hanya itu, yang harus digaris bawahi meskipun tersangka telah mengembalikan kerugian negara, perkara tindak pidana korupsi ini terus dilanjutkan sampai proses persidangan.
“Kami masih menunggu jadwal dari PN Tipikor kapan agenda sidang pertama dilaksanakan. Sementara terkait status penahanan tersangka yang saat ini menjadi tahanan kota sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari Pengadilan Tipikor,”jelasnya.
Seperti diberitakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menetapkan Kades Dooro Mat Ja’i sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan anggaran desa periode 2015 – 2017. Total dari hasil audit ada kerugian negara sebesar Rp. 253 juta. Mat Ja’i mengembalikan uang kerugian negara (*)
Warga Desa Dampaan, Kecamatan Cerme ketika memakamkan warga pada Selasa, 16 Maret 2021 ( foto : istimewa)
GRESIK,1minute.id – Luapan Kali Lamong semakin sulit dikendalikan. Debit air yang tinggi membuat tanggul di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme jebol pada Selasa, 16 Maret 2021.
Akibatnya, banjir Kali Lamong semakin meluas di Kecamatan Cerme. Pada Senin malam, ketika Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani me datangi warga air bah masih merendam 12 desa di Kecamatan Cerme. Tadi pagi, Selasa, 16 Maret 2021, desa terdampak banjir tahunan berasal dari kabupaten tetangga itu bertambah empat desa.
Empat desa susulan yang diduga imbas dari jebolnya tanggul di Desa Tambakberas itu adalah Dampaan ; Padeg ; Cerme Kidul dan Semampir. Ketinggian air di dalam rumah warga di empat desa antara 20 cm – 40 cm.
Berdasarkan data yang dihimpun 1minute.id di Kecamatan Cerme, ada rumah 2.036 unit , sawah 404 hektar , dan tambak 771 hektar. Selain, ribuan infrastruktur jalan yang terendam air, bagai sebuah telaga dadakan. Belum diketahui secara pasti berapa kerugian yang harus di tanggung akibat banjir kiriman itu.
Camat Cerme Suyono dikonfirmasi membenarkan ada tanggul di Desa Tambakberas yang jebol karena tekanan volume air yang sangat kuat. “Iya benar, ada tanggul yang jebol di Desa Tambakberas,”kata Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan itu.
Tanggul yang jebol cukup panjang. Lebih dari 3 meteran. Air bah itu menerobos begitu deras. Jebolnya tanggul di Desa Tambakberas ini semakin penderitaan masyarakat. Apalagi, banjir Kali Lamong sudah bertahun-tahun dialami masyarakat di kawasan Gresik Selatan.
Sementara itu, warga Desa Dampaan harus kerja ekstra untuk memakamkan Tasmin. Kakek 82 tahun meninggal pada Senin, 15 Maret 2021 pukul 23.00. Area pemakaman terendam air bah. Masyarakat lalu membangun tanggul setinggi 50 centimeter untuk menahan air agar tidak masuk liang lahat. Tasmin di makamkan tadi siang. (*)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dalam waktu dekat akan memulai normalisasi Kali Lamong. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta doa restu ketika menemui warga terdampak banjir Kali Lamong pada Senin malam, 15 Maret 2021.
Kapan dan bagaimana cara Pemkab Gresik melakukan normalisasi Kali Lamong yang menjadi problem bertahun-tahun bagi masyarakat di Gresik Selatan itu.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, normalisasi Kali Lamong akan dimulai pada musim kemarau tahun. Diperkirakan sekitar bulan depan, April 2021.
“Kita akan mengawali pengerjaan normalisasi Kali Lamong pada bulan depan, April 2021,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani kepada wartawan pada Senin malam, 15 Maret 2021.
Tahap awal ini, tambahnya, berupa pekerjaan pembuatan tanggul dan parapet. Parapet adalah sebuah tembok pembatas penghalang yang merupakan perluasan dari dinding di tepi.
“Pengerjaan akan dimulai dari Desa Jono dan Tambakberas, Kecamatan Cerme,”ujar Gus YaniKementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk normalisasi.
“Sedangkan untuk pembebasan lahan menggunakan dana APBD sekitar Rp 3,8 miliar,”kata Gus Yani. Karena itulah, Gus Yani memohon doa restu kepada masyarakat agar pengerjaan normalisasi bisa lancar. Sehingga banjir luapan Kali Lamong segera teratasi.
SIDAK BANJIR : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui korban banjir Kali Lamong di Kecamatan Cerme pada Senin malam, 15 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Bahkan, untuk akselerasi pekerjaan agar lebih cepat lagi dalam melakukan normalisasi, Gus Yani berinisiatif menyurati Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. “Agar kita tidak disalahkan dalam normalisasinya, kita minta MoU (Memorandum of understanding) dengan BBWSnya. Bahwasannya, ini boleh diberikan kewenangan oleb BBWS ke daerah, maka musim kemarau kedepan akan kami terjunkan alat-alat berat mengatur anak sungai Kali Lamong,”kata Gus Yani.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji membenarkan rencana normalisasi Kali Lamong itu. “Nanti diperkirakan bulan April akan dilakukan normalisasi. Pembangunan parapet dan sejumlah tanggul,”kata Gunawan kepada wartawan. (*)
GRESIK,1minute.id – Curah hujan masih tinggi. Banjir Kali Lamong berpontesi semakin meluas. Kondisi itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani harus turun gunung bertemu masyarakat terdampak hingga larut malam pada Senin, 15 Maret 2021.
Masih mengenakan seragam dinas, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mendatangi sejumlah warga desa terdampak banjir Kali Lamong di tiga kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng dan Cerme.
Mulai dari Desa Sambiroto, Kecamatan Balongpanggang. Desa Karangankidul, Kecamatan Benjeng dan desa Guranganyar, Kecamatan Cerme. Menggunakan sepatu boots, Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani membagikan bantuan kepada warga.
Bantuan berupa sembako itu diberikan bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Tarso Sagito, Camat dan kepala desa setempat.
Selain membagikan sembako, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambangi para korban banjir luapan Kali Lamong memohon doa restu kepada masyarakat terkait rencana normalisasi Kali Lamong.
“Mohon doa, normalisasi Kali Lamong akan kita mulai musim kemarau nanti,”katanya kepada warga yang ditemui pada Senin malam, 15 Maret 2021.
SEMBAKO : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membagikan sembako kepada warga terdampak luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme, Gresik pada Senin malam. 15 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id
Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam apel pagi di kantor Bupati Gresik memberikan perhatian serius banjir luapan Kali Lamong ini. Sebab, kurun waktu Januari hingga 15 Maret 2021, air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu sudah kali keempat menerjang puluhan desa di empat kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng, Kedamean dan Cerme.
Bupati Gus Yani mengajak ASN bekerja lebih keras lagi membantu masyarakat agar terbebas dari banjir rutin. “Ini merupakan suatu bencana tahunan dan bencana kita semua. Untuk itu saya berharap kepada seluruh masyarakat terutama ASN untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,” jelas Gus Yani. (*)
GRESIK,1minute.id – Luapan Kali Lamong semakin meluas. Sebanyak 19 desa tersebar di dua kecamatan yakni Benjeng dan Cerme. Rincianya, tujuh desa di kecamatan Benjeng dan 12 desa di Kecamatan Cerme.
Ratusan rumah tergenangi air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu. Ratusan hektare sawah dan tambak tenggelam. Kondisi yang dialami ribuan jiwa masyarakat terdampak banjir Kali Lamong ini membuat Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah prihatin.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati mengajak seluruh aparat sipil negara (ASN) untuk berubah. Bekerja lebih keras lagi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita harus punya strategi, inovasi dan kreatifitas.Kita tidak boleh santai dan selalu mengulang-ulang hal yang sama,”tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. Gus Yani lalu menyinggung tentang banjir Kali Lamong yang melanda masyarakat di Gresik Selatan.
Yakni, di Kecamatan Cerme, Benjeng, Kedamean dan Balongpanggang. Bupati yang baru dilantik 26 Februari 2021 itu, menyatakan keprihatinannya. Bupati Gresik termuda, 35 tahun itu kembali mengajak ASN di Gresik bekerja keras lagi, memiliki rasa empati membantu masyarakat di Gresik Selatan agar terbebas dari banjir rutin itu.
“Ini merupakan suatu bencana tahunan dan bencana kita semua. Untuk itu Saya berharap kepada seluruh masyarakat terutama ASN untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,”kata Gus Yani. Keprihatinan Gus Yani beralasan. Pasalnya, kurun waktu 2,5 bulan sudah kali keempat Kali Lamong meluap.
Sementara itu, Camat Benjeng Suryo Wibowo melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan sejak Minggu hingga Senin, hari ini ada tujuh desa terdampak banjir. Tujuh desa itu, adalah Sedapurklagen ; Karangankidul ; Munggugebang dan Klampok. Berikutnya, Desa Deliksumber ; Bengkelolor dan Gluranploso.
“Camat bersama muspika yang lain sudah mendatangi wilayah yang terdampak banjir dan terus memantau perkembangan debet air, dan selalu berkoordinasi dengan beberapa Instansi terkait,”kata Reza Pahlavi.
Sedangkan, banjir Kali Lamong di Kecamatan Cerme semakin parah. Bila siang hari tadi masih sembilan desa yang tergenangi luapan Kali Lamong. Berdasarkan data diperoleh 1minute.id pada Senin. 15 Maret 2021 pukul 20.00 , air bah meluas ke tiga desa lainnya.
“Debit air malam ini semakin tinggi, sudah 12 desa yang tergenangi banjir Kali Lamong,”ujar Camat Cerme Suyono dikonfirmasi Senin malam. Belasan desa yang kebanjiran itu yaitu Dadapkuning ; Ngembung ; Sukoanyar dan Guranganyar. Kemudian, Desa Dungus ; Morowudi ; Pandu ; Betiting dan Iker-ikergeger.Tiga desa terendam susulan yakni Tambakberas ; Lengkong dan Jono. (*)
GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar Apel Kolaborasi melawan pandemi untuk Indonesia sehat di halaman Mapolres Gresik pada Senin,15 Maret 2021. Apel dalam rangka untuk penanggulngan penyebaran pegebluk coronavirus disease 2019 ini terasa istimewa.
Sebab, pimpinan apel adalah tiga pilar sekaligus. Tiga pilar itu adalah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail.
Peserta apel adalah anggota Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik dan Tenaga Kesehatan (nakes) Dinas Kesehatan Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk melawan pandemi menuju Indonesia sehat.
Selain itu, mendukung pencanangan pemerintah Pusat sampai daerah sebagai langkah ikhtiar kita bersama untuk mencegah penyebaran Covid 19. “Vaksinasi tersebut aman dan halal serta tidak memiliki efek samping bagi penggunanya.
TIGA PILAR : (ki-ka) Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin apel kalaborasi untuk Indonesia Sehat di Mapolres Gresik pada Senin, 15 Maret 2021 ( foto : istimewah)
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan kebersamaan dan kekompakan menjadi kekuatan kita bersama dalam mendukung vaksinasi nasional sebagai upaya bersama-sama untuk melawan penyebaran Covid-19.
Usai apel kalaboraksi (Kalaborasi melawan Pandemi untuk Indonesia Sehat) ini dilakukan pengibaran bendera raksasa dan kata Sehat yang dilakukan puluhan anggota Polres Gresik ini.
Usai melakukan apel, peserta apel bersama anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik melakukan vaksinasi tahap dua. Sebanyak 825 orang yang mendapatkan vaksin Sinovac buatan Tiongkok itu. (*)
GRESIK,1minute.id – Seorang ibu bersama Gerhana, anaknya berusia sekitar 3 tahun berdiri di depan Mapolres Gresik pada Senin, 15 Maret 2021. Ibu itu menawarkan kepada sejumlah orang yang hendak masuk maupun keluar Mapolres Gresik berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirosodo, Kebomas.
Hingga pukul 09.00 belum laku. Pagi itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hendak balik ke kantor Bupati usai menjadi pimpinan Apel Kalaborasi Indonesia Sehat, vaksinasi kedua untuk anggota Polres dan Polsek Jajaran Polres Gresik meminta drivernya menghentikan mobilnya.
Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani kemudian membuka kaca mobil dinasnya. Hilma terlihat kaget. Dia pun gemetaran. Ibu empat anak berusia 36 tahun itu tidak mengetahui bila mobil Toyota Innova kelir putih adalah mobil dinas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Gus Yani lalu mengeluarkan dua lembar pecahan Rp 50 ribu dan perempuan itu menyerahkan beberapa bungkus keripik peyek itu. Gus Yani kemudian pamit sambil mengatupkan ke dua tangan di dada (Namaste). Hilma semringah.
Hilma mengaku sejak pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) setahun ini berjualan keripik peyek dengan berkeliling. Salah satu kantor yang menjadi tujuan tetapnya adalah Mapolres Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas.
Setiap harinya, Hilma membawa 30 bungkus keripik peyek seharga Rp 6 ribu per bungkus. Bila habis Hilma membawa pulang uang hasil jualannya Rp 180 ribu. Namun, tidak setiap hari terjual habis. “Alhamdulillah, pagi ini saya senang sekali karena peyek saya dibeli Gus Yani 100 ribu,”katanya.
Hilma mengaku dirinya sempat nderedek mengetahui mobil yang menghampirinya itu ditumpangi Gus Yani. Perasaan langsung campur aduk antara senang dan khawatir.
Senang karena bisa tertemu Gus Yani, Bupati Gresik. Khawatir, orang di dalam mobil marah-marah. Tapi, kekhawatiran langsung hilang seketika karena Gus Yani ramah dan sopan. “Senang sekali bisa bertemu dengan Gus Yani. Ini kali kedua saya melihat Gus Yani secara langsung, pertama saat beliau kampanye dulu,” kata Hilma.
Ibu empat anak ini mengungkapkan jika dirinya sengaja berjualan keripik peyek untuk menambah penghasilan keluarga, terutama untuk biaya sekolah anak-anaknya.
“Anak sulung saya tahun ini lulus SMP, saya dan suami bertekad bisa melanjutkan sekolah anak sulung saya di pesantren agar mendapat pelajaran agama yang lebih baik.
Karena itu saya berjualan agar punya biaya yang cukup untuk mendaftarkan anak saya di pesantren,”ujarnya sambil berulangkali mengucapkan syukur kepada sang Khaliq. (*)
GRESIK,1minute.id – Luapan Kali Lamong semakin meluas. Kini, kecamatan Cerme sudah sembilan desa yang terendam air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu.
DataSatgas Bencana Kecamatan Cerme sembilan desa yang tergenangi banjir tahunan itu adalah Dadapkuning ; Ngembung ; Sukoanyar dan Guranganyar. Kemudian, Desa Dungus ; Morowudi ; Pandu ; Betiting dan Iker-ikergeger.
Di sembilan desa yang terdampak banjir Kali Lomong itu, ada 286 rumah yang tergenangi air bah dengan ketinggian antara 20 cm hingga 80 cm. Kondisi terparah dialami warga Kompleks Perumahan Cerme Prisma Land (CPL).
Ada 210 unit rumah kompleks perumahan berlokasi Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme, Gresik.Ketinggian antara 60 cm – 80 cm. Selain, ratusan rumah penduduk, air itu menerjang ratusan hektare sawah dan tambak. Akibat ini, masyarakat mengalami kerugian puluhan hingga ratusan juta.
Camat Cerme Suyono, air bah mulai masuk Cerme pada Sabtu malam. Namun, curah hujan yang tinggi membuat air bah cepat meluas. “Tadi pagi, sudah sembilan desa yang tergenangi banjir Kali Lamong,”ujar Suyono pada Senin, 15 Maret 2021.
Untuk kawasan perumahan, kondisi terparah di Desa Guranganyar. “Di Kompleks perumahan CPL ada 210 rumah yang tergenangi air. Ketinggian air sekitar 80 centimeter,”ujar Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan itu.
Sedangkan, untuk infrastruktur jalan yang terendam banjir Kali Lamong paling parah di Desa Sukoanyar sepanjang 1,5 kilometer. (*)
GRESIK,1minute.id – Arena balap liar di Jalan Raden Ajeng Kartini , Gresik dibubarkan anggota Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik pada Minggu dini hari, 14 Maret 2021.
Dalam razia balap liar yang dilakukan korp sabuk putih itu, anak buah AKP Yanto Mulyanto, Kasatlantas Polres Gresik mengamankan empat sepeda motor. Motor yang diamankan itu karena pengendaranya tidak bisa menujukkan surat tanda nomor kendaraan (STNK), Surat izin mengemudi (SIM) dan menggunakan knalpot brong.
Informasi yang dihimpun, Sabtu malam sejumlah anggota Satlantas Polres Gresik melakukan patroli hunting. Patroli yang dilakukan hingga Minggu dini hari bertujuan mengantisipasi remaja kebut-kebutan di jalan raya. Sejumlah ruas jalan protokol hingga jalan alternatif yang kerap dijadikan arena balapan liar di patroli.
Antara lain, Jalan RA Kartini dan Noto Prayitno. Sekitar pukul 02.00, mendapat kabar masyarakat rencana aksi balap liar di Jalan R.A. Kartini, Gresik. Pulahan bocah cilik betah melek alias belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP) sudah berjajar di trotoar jalan. Mereka menunggu para pembalap liar beraksi.
Balapan liar belum dimulai anggota Satlantas Polres Gresik tiba di Jalan R.A Kartini Gresik. Masa mayoritas milenial semburat melarikan.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan hunting patroli rutin dilakukan anggota Satlantas Polres Gresik. Tujuannya, kata Yanto, mengantisipasi adanya kebut-kebutan dan penggunaan knalpot brong di jalan raya.
“Menekan angka kecelakaan dan memberikan perasaan aman dan nyaman masyarakat,”kata Yanto Mulyanto. Dalam hunting patroli itu, tambahnya, anggota melihat ada rencana balapan liar di Jalan R.A.Kartini Gresik.
“Anggota mencegah aksi yang membahayakan keselamatan pengendara. Empat sepeda motor kami sita karena pengemudi tidak bisa menunjukkan STNK, motor tidak standar,”tegasnya.
Yanto menegaskan hunting patroli akan semakin diintensifkan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat. (*)
GRESIK,1minute.id– Kuasa hukum PT Kohir Mustika Berkah (KMB) Moch Toha angkat bicara terkait pemasangan portal jalan yang dilakukan warga Kompleks Perumahan Alam Bukit Raya (ABR) pada Minggu pagi, 14 Maret 2021.
Dia mengatakan, masyarakat tidak memiliki hak memasang portal jalan tersebut. Pasalnya, jalan tersebut adalah aset klien, PT KMB. Berdasarkan eigendom verponding lahan yang dimiliki KMB seluas 25 hektare atau 25 ribu meter persegi.
“Jalan yang dipasang portal itu bagian dari aset klien kami,”kata Toha pada Minggu, 14 Maret 2021. PT KMB , tambahnya, selama ini tidak mempermasalahkan aset klien digunakan untuk jalan dan taman, sebagai fasilitas umum atau fasilitas sosial. Meski, klien tambah Cak To-sapaan-Moch Toha belum melakukan transaksi penjualan kepada masyarakat.
Selama ini, dia mengklaim penjualan di aset KMB dilakukan oleh pengembang sebelumnya. “Tapi fakta hukumnya pengembang sebelumnya itu tidak pernah bisa menunjukkan hak kepemilikan lahannya kepada user (pembelinya),”katanya.
Sehingga, katanya, warga yang merasa tidak puas menimpahkan kekesalannya kepada PT Kohir. “Seolah-olah kesalahan ditimpahkan klien. Padahal, kesalahan itu dilakukan pengembang sebelumnya yang tidak bisa menunjukkan legalitas kepemilikan lahannya,”katanya.
Selain itu, tambahnya, klien juga ikut membantu pembuatan jalan tersebut. “Saat itu, klien membantu pembangunan jalan itu sekitar Rp 240 jutaan,”kata Cak To. Atas dasar itu, jelasnya, masyarakat tidak berhak untuk memasang portal jalan.
“Kami akan lakukan pendekatan kepada pengurus RW dan masyarakat lainnya,”ujarnya. Sebab, pihak KMB akan melakukan upaya hukum bila portal jalan itu tidak di buka. “Klien memiliki bukti, berupa eigendom vorponding atas nama keluarga A.Kohir,”jelasnya.
Surat Eigendom verponding yang diklaim dimiliki oleh PT Kohir Mustika Berkah di area Kompleks Perumahan ABR ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Seperti diberitakan, ratusan warga Kompleks Perumaham Alam Bukit Raya (ABR) menggelar unjukrasa di dalam kompleks perumahan pada Minggu, 14 Maret 2021.
Mereka berasal dua desa yakni Kembangan, Kecamatan Kebomas dan Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik itu merasa resah aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh salah satu perusahaan yang melakukan aktivitas pembangunan di dalam kompleks perumahan itu.
Aktivitas pembangunan itu tanpa kulo nuwun kepada masyarakat. Menggunakan fasilitas jalan swadaya masyarakat. Selain itu, aktivitas pembangunan itu menutup saluran air sehingga berpotensi menimbulkan banjir ketika hujan.
Massa berasal dari dua rukun warga (RW) 09 Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas dan RW 20 Desa Suci, Kecamatan Manyar itu pun akhirnya kehilangan kesabaran. Sebab, manajemen perusahaan yang mengklaim sebagai pengembang perumahan di kompleks perumahan ABR itu ditengarai tidak memiliki iktikad baik.
“Tiga kali diundang untuk pertemuan tidak pernah datang,”ujar Ketua RW 09 Rudi Winarto pada Minggu, 14 Maret 2021. Masyarakat akhirnya menutup akses jalan keluar ABR dengan memasang portal jalan.
Akses jalan itu yang di portal itu adalah yang pembangunannya dilakukan secara swadaya warga perumahan. Sehingga, saat inu aktivitas keluar-masuk warga menggunakan on gate system. (*)