Giliran Vaksin untuk Guru, PTM Diperkirakan Juli Nanti


GRESIK,1minute.id – Vaksinasi 1.110 guru berjalan lancar. Vaksin Sinovac untuk tenaga pendidik dan guru ini dipusatkan di UPT SMP Negeri 13 Ujungpangkah pada Rabu, 10 Maret 2021.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar dan Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi memantau langsung vaksinasi untuk guru PAUD, TK, SMP Negeri dan Swasta ini. Akselerasi program vaksin ini sebagai persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik.

Sebelum divaksin, para guru menjalani sekrining kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah dan suhu badan serta riwayat kesehatan.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, vaksinasi kali ini menyasar para guru dan tenaga pendidik. Targetnya, ke depan agar pembelajaran tatap muka bisa segera dilaksanakan.

“Siang hari ini, ini tadi telah kita launching. Hari ini secara bergantian 1.110 di Kecamatan Ujungpangkah sudah tervaksin semua,”kata Wabup Gresik Aminatun Habibah pada Rabu. 10 Maret 2021.

Guru dan tenaga pendidik, imbuh Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah, menjadi profesi yang rentan terhadap penularan virus corona. Karena itu, guru harus diprioritaskan sehingga saat belajar tatap muka sudah bebas Covid.

“Supaya ketemu anak-anak sudah sehat dan bebas dari Covid. Ini kan guru dan tenaga pendidik harus aman dulu,”tambah dia.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Mahin menambahkan jika di Gresik ada 45 ribu guru dan tenaga pendidik mulai jenjang PAUD, TK, SD maupun SMP negeri maupun swasta seluruhnya akan divaksin.

Mahin menyatakan, pihaknya menargetkan pembelajaran tatap muka bisa dilakukan pada Juli 2021. Untuk tahap pertama akan dilakukan simulasi di sejumlah sekolah.

“Kita pastikan sebelum adanya belajar tatap muka dimulai sudah divaksin semua. Nanti secara bergiliran, akan dilakukan secara bertahap. Total seluruh guru ada 45 ribu guru dan tenaga pendidik,” tambahnya. (*)

Giliran Vaksin untuk Guru, PTM Diperkirakan Juli Nanti Selengkapnya

Tuhan Berkendak Lain, Bayi Perempuan dalam Kardus Dibuang di Bak Sampah Meninggal Dunia

Tim dokter RSUD Ibnu Sina Gresik ketika berupaya melakukan penolongan bayi yang dibuang oleh orang tuanya. ( foto : ist)


GRESIK,1minute.id – Upaya tim dokter RSUD Ibnu Sina Gresik belum bisa menyelamatkan nyawa bayi dalam kardus yang dibuang di bak sampah kompleks Perumahan Oma Indah Menganti. 

Sekitar pukul 12.25 bayi perempuan diperkirakan baru sehari lahir itu meninggal dunia. Kondisi bayi ketika masuk rumah sakit aset pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dalam kondisi kritis.

Humas RSUD Ibnu Sina Gresik Hariyanto mengatakan, bayi itu memiliki berat badan kurang dari 1 kilogram. “Bayi itu sekitar pukul 12.25 meninggal dunia,”kata Hariyanto dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Rabu, 10 Maret 2021.

TKP : Bak sampah di area pemakaman kompleks Perumahan Oma Indah Menganti tempat bayi perempuan ditemukan dalam kondisi kritis. Bayi itu meninggal dunia pada Rabu, 10 Maret 2021 pukul 12.24. ( foto : ist)

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan orang tua yang tega membuang buah hatinya ke bak sampah dalam kompleks Perumahan Oma Indah Menganti di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik itu. 

“Masih dalam lidik (penyelidikan),”kata AKP Tatak Sutrisno pada Rabu, 10 Maret 2021. Seperti diberitakan warga Kompleks Perumahan Oma Indah Menganti geger. Pasalnya, Sutanto alias Bondan, warga perumahan setempat menemukan bayi dalam kardus lalu dimasukkan tas kresek warna merah. 

Bayi diperkirakan berumur sehari itu masih hidup. Tapi, dalam kondisi kritis. Tubuhnya membiru diduga kedinginan karena dibuang oleh orang tuanya tanpa sehelai baju. Bayi nahas itu kemudian dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Akan tetapi, tuhan berkehendak lain. Bayi itu meninggal dunia. (*)

Tuhan Berkendak Lain, Bayi Perempuan dalam Kardus Dibuang di Bak Sampah Meninggal Dunia Selengkapnya

Ya Allah, Siapa Ibu yang Tega Membuang Bayi di Bak Sampah dekat Pemakaman

GRESIK,1minute.id – Bayi perempuan dengan tali pusat ditemukan di tempat pembuangan  sementara (TPS) pemakamann di Kompleks Perumahan Oma Menganti Indah pada Rabu, 10 Maret 2021. 

Bayi berat 1,1 kilogram itu taruh ke dalam kardus warna coklat lalu dimasukkan tas kresek warna merah. Bayi diperkirakan berumur sehari itu masih hidup. Tapi, dalam kondisi kritis. Tubuhnya membiru diduga kedinginan karena dibuang oleh orang tuanya tanpa sehelai baju.

Informasi yang dihimpun sekitar pukul 09.00, Bondan, warga Kompleks Perumahan Oma Indah Menganti sedang membersihkan rumput makam di dalam kompleks perumahan berlokasi di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik.

Pagi itu, mata Bondan tertuju tas kresek warna merah yang di dalamnya ada kardus diatas tumpukkan bak sampah. Bondan lalu membuka tas kresek itu. Ternyata dalam kardus warna coklat itu ternyata berisi bayi yang masih memerah.

Tali pusat atau pusar masih menempel. Diperkirakan bayi itu baru sehari lahir. Siapa ibu yang tega membuang bayi berambut hitam tebal?
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui

Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno mengatakan, bayi perempuan masih dalam kondisi hidup. “Tapi, kondisinya kritis. Sekarang dirujuk di RSUD Ibnu Sina Gresik,”kata Tatak dikonfirmasi selulernya.

Siapa orang tua tega membuang bayi tersebut, mantan Kapolsek Cerme itu masih dalam penyelidikan. “Doakan bisa segera terungkap identitas yang membuang bayi,”ujar Tatak.

Sumber 1minute.id menyebutkan bayi yang kondisi kritis dimasukkan dalam tabung inkubator. “Semoga semakin sehat,”katanya. (*)

Ya Allah, Siapa Ibu yang Tega Membuang Bayi di Bak Sampah dekat Pemakaman Selengkapnya

Jadi Etalase Gresik, Jalan Malik Ibrahim, Masuk Rencana Aksi Kota Pusaka, Konsep Kota Modern


GRESIK,1minute.id – Gerbang selamat datang di Wisata Religi Sunan Maulana Malik Ibrahim terlihat begitu megah. Jalan Malik Ibrahim juga terlihat mulus.  Lampu penerangan jalan tertata rapi di kanan dan kiri jalan yang terdapat makam penyebar agama Islam di Indonesia, Syeh Maulana Malik Ibrahim itu. 

Di jalan legendaris itu, juga tidak terlihat kabel telepon, listrik semrawut diatas langit di dekat kawasan makam Waliyullah itu. Sebuah konsep kota modern. 

Konsep itu tertuang dalam Rencana Aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau. Dalam video berdurasi 3 menit, 7 detik itu,  yang didapat 1minute.id  konsep revitalisasi tujuh jalan legendaris di Gresik Kota Lama (GKL) itu di konsep sejak 2019. 

Tujuh ruas jalan itu, Jalan Basuki Rahmat,  AKS Tubun, Setiabudi, Malik Ibrahim,  Agus Salim, Kramatlangon dan Jalan KH Zubair.

Bagaimana kondisi kawasan Jalan Malik Ibrahim itu. Dalam pengamatan 1minute.id kondisi jalan sudah beraspal. Akan tetapi, gorong-gorong atawa drainase yang kecil mengakibatkan area Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim kerap kebanjiran. 

Padahal, sebelum pagebluk coronavirus disease 2019, jumlah wisatawan yang berkunjung Syeh Maulana Malik Ibrahim itu lebih 1 jutaan per tahun. Para wisatawan religi berasal dari berbagai penjuru nusantara. 

BUPATI Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Habib Luthfi ketika berziarah ke Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim pada Sabtu, 27 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Jutaan wisatawan yang berziarah seharusnya Jalan Malik Ibrahim dan sekitarnya bisa bagai sebuah etalase bagi Gresik Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik. Harus menarik. Enak di pandang mata. Sehingga wisatawan religi nyaman.

Harapannya, tentu mereka pun bisa betah berlama-lama di sekitar wisata religi itu. Ekonomi masyarakat sekitar terdongkrak. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, telah menyanggupi untuk membantu perbaikan saluran air di kawasan Malik Ibrahim itu. 

“Saya meminta ada pengajuan rehabilitasi makam. Sebab, saat hujan deras air masuk ke area makam,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika mengawali rangkaian peringatan HUT ke-47 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Senin, 8 Maret 2021.

Gus Yani juga meminta kepada pengelolah supaya di area makam juga dibuatkan selokan air. Hal ini agar air yang masuk ke makam bisa teresap keluar.

Terkait dengan rehabilitasi ini, salah satu pengelola Makam Syeh Maulana Ibrahim Gresik, Taufiq Harris mengatakan, mengenai rehabilitasi harus ada kordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto.

“Sesuai UU  nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Rehabilitasi makam diatur di undang-undang tersebut. Sebab, ada beberapa zona yang masuk cagar budaya. Di antaranya zona inti, pendukung, dan pengembang,”katanya.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik Achmad Washil Miftachul Rochman mengatakan, selama ini, tujuh ruas jalan di Gresik Kota Lama (GKL) utilitasnya kurang memenuhi syarat. Dia mencontohkan saluran drainase kecil. 

RUAS Jalan Malik Ibrahim dalam video Rencana Aksi Kota Pusaka dan Hijau ( Foto : tangkapan layar/1minute.id)

“Ketika hujan, kawasan itu sering kebanjiran,”ujar Washil ditemui disela memantau tanah longsor di kawasan Bukit Cempo, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Kamis pekan lalu. 

Nah, rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau, DPKP, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan organisasi perangkat lainnya berkalaborasi. “Rencana aksi ini dibiayai oleh pemerintah pusat,”kata Washil. Bila rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau terealisasi akan mengubah wajah GKL semakin elok. Gresik Baru dalam gagasan Nawa Karsa segera terwujud. (*)

Jadi Etalase Gresik, Jalan Malik Ibrahim, Masuk Rencana Aksi Kota Pusaka, Konsep Kota Modern Selengkapnya

Peserta Didik Kangen Sekolah, Besok Pemkab Vaksinasi Seribu Guru

GRESIK,1minute.id – M.Rizal Umam terlihat serius mengerjakan soal di sebuah warung kopi (warkop) di Kawasan Sunan Giri. Siswa kelas VIII Madrasah Ibtidaiyah (MI) 272 Ahsani di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu mengerjakan tema 8.

Rizal mengerjakan soal dalam pembelajaran dalam jaringan (daring). “Soal UTS (ujian tengah semester),”ujar Rizal. Sejak naik kelas VI, Rizal belum pernah bertemu dengan temannya. Pagebluk coronavirus disease pembelajaran dilakukan secara daring. “Kapan bisa masuk sekolah,”kata Rizal.

Rizal sebuah fonomena gunung es yang diduga merasa jenuh belajar di rumah. Sudah setahun, pembelajaran tatap muka ditiadakan karena pandemi covid belum berakhir.

Kini, tren penularan virus corona menurun. Vaksin Covid-19 sudah disuntikkan kepada ribuan orang di Kota Gresik. Pemkab Gresik rencananya akan melakukan vaksinasi 1.000 tenaga pendidik pada Rabu besok, 10 Maret 2021.

Vaksinasi dipusatkan di Kecamatan Ujungpangkah, Gresik rencananya akan dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik.

UTS : M Rizal Umam mengerjakan UTS di warkop Kompleks Sunan Giri pada Senin, 8 Maret 2021 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap Covid-19 segera berakhir. “Sehingga bisa kembali beraktivitas lagi,”ujar Gus Yani di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 Maret 2021.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin mengatakan, vaksin Sinovac akan disuntikkan kepada 1.000 guru, mulai PAUD, TK, SD dan SMP Negeri dan Swasta. 

Setelah vaksinasi, tambahnya, pihaknya akan mengusulkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan protokol kesehatan. “Tentu saja, PTM nanti berdasarkan zona yang sesuai dengan peraturan bupati (perbup),”kata Mahin dikonfirmasi 1minute.id melalui telepon genggamnya pada Selaasa, 9 Maret 2021.

Namun, Mahin belum bisa memastikan kapan rencana PTM dimulai. “Kami harap pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga pendidikan ini berjalan lancar, sehingga PTM bisa segera dilaksanakan,” ujarnya. (*)

Peserta Didik Kangen Sekolah, Besok Pemkab Vaksinasi Seribu Guru Selengkapnya

Kado Hari Jadi ke-534 Kota Gresik, Onomastika Rilis lagu Damar Kurung

GRESIK,1minute.id – Onomastika musik merilis album anyar di channel youtube pada Selasa, 9 Maret 2021. Album berjudul Damar Kurung itu sengaja dirilis bertepatan Hari Musik Nasional dan kado untuk pemerintah kabupaten (Pemkab) dan masyarakat Gresik yang sedang merayakan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik.

Kelompok musikalisasi musik asal Gresik ini berkalaborasi dengan komunitas film pendek, Gresik Movie untuk membuat video lirik di Bale Keling, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.

Menurut Bambang Setiawan, mengalihwahanakan lukisan menjadi lagu pengalaman kali pertama bagi Onomastika Musik sejak 3 tahun berkarya. “Damar Kurung menjadi lagu pertama yang sajaknya ditulis sendiri menggunakan Bahasa Jawa,”kata gitaris Onommastika dalam siaran pers diterima  1minute.id  pada Selasa, 9 Maret 2021.

Onomastika mengadaptasi gagasan lukisan Damarkurung karya maestronya, almarhumah Masmundari, yang berhasil mengilustrasi sisi kehidupan masyarakat Gresik dalam lukisan dua dimensi. 

Kelompok musikalisasi musik, Onomastika Musik asal Gresik membuat video klip diatas perahu di Bale Keling, Kelurahan Lumpur, Gresik ( foto : dok Onomastika for 1minute.id)

Lukisan itu menceritakan aktivitas sore hari masyarakat Gresik yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan buruh pabrik. Kegiatan anak-anak mengaji. Ada juga, budaya padusan menjelang bulan Suci, Ramadan.

Untuk ketahui, pada 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan ikon budaya masyarakat Gresik, Damar Kurung, sebagai Warisan Budaya tak benda. Hal menjadikan keberadaannya perlu dilestarikan dan dikembangkan, salah satunya melalui musik.

Para personil Onomastika merasa perlu untuk membuat lagu ini dan menjulukinya sebagai lagu daerah. Sebab hingga saat ini, belum banyak terdengar lagu daerah yang benar-benar dimiliki dan dibuat oleh orang Gresik. Memilih untuk menggunakan lirik berbahasa Gresik-an dan aransemen yang berbeda dari lagu-lagu Onomastika sebelumnya. 

“Nyatanya tidak membuat Onomastika kehilangan karakternya. Setiap karya punya tujuan masing-masing, aransemen lagu ini dipilih sesuai kebutuhan,”kata Bambang.

Sesuai semangat yang diusung Onomastika, tugas kita adalah memberi suara pada kota yang mulai kehilangan Irama. Melalui lagu Damar Kurung ini, para personilnya seolah mengajak seluruh masyarakat Gresik untuk bersama mengisi kekosongan, menyeimbangkan yang timpang, berkembang, berkarya dan berdaya bersama. 

“Semoga lagu Damar kurung ini menyebar dan memberi manfaat bagi kita semua. Dan tentu saja, semoga menjadi kebanggaan bagi warga Gresik,”pungkas Bambang. (*)

Kado Hari Jadi ke-534 Kota Gresik, Onomastika Rilis lagu Damar Kurung Selengkapnya

Dimeriahkan Kesenian Khas Gresik, Upacara Hari Jadi Gresik Lebih Fresh

GRESIK,1minute.id – Upacara Hari Jadi ke-535 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik terasa lebih fresh pada Selasa, 9 Maret 2021. 

Pasal, apel tahunan dengan inspektur upacara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini diselingi dengan sejumlah performance kesenian khas Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menjadi binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik. 

Sehingga peserta upacara yang memakai baju Khas Gresik. Peserta laki-laki memakai baju koko berkopyah. Sedangkan, peserta perempuan baju kurosi. Berkebaya, jarik dan kerudung itu betah menyaksikan atraksi kesenian khas Gresik itu.

TARI DAMARKURUNG : Damarkurung, seni lukis maestro Mbah Masmundari. Di Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Selasa. 9 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sebelum upacara dimulai pukul 07.30 itu, ada empat kesenian yang menghibur. Yakni, Jaran Kepang ; Pencak Macan ; Rebana dan Terbang Jidor. Setelah upacara, ada Tari Masmundari, Damarkurung dan Kridaninglegis.

Tari Masmundari, baru kali pertama ditampilkan di depan publik. Ada sepuluh remaja memakai jarik memakai masker bergambar wajah perempuan lansia menari sambil membawa Damarkurung. Masmundari adalah maestro seniman lukis damarkurung. Masmundari adalah ikon Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, upacara Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik mengatakan, Gresik kaya akan kesenian. “Kita tampilkan agar ASN lainnya ikut serta melestarikannya. Bukan, hanya tugas Disparbud,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani usai upacara di halaman Kantor Bupati Gresik.

PENCAK MACAN : Pencak Macan , kesenian khas Pesisir, Gresik. Kelurahan Lumpur, Gresik memeriahkan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Selasa, 9 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Gus Yani didampingi Wakil Bupati Aminatun Habibah, Asisten Umum dan Pemerintahan Tursilowanto Harijogi dan Kepala Disbudpar Gresik Agustin H. Sinaga.
“Tapi, penampilan mereka tetap mematuhi protokol kesehatan,”kata Gus Yani.

Terpisah, Kepala Disparbud Gresik Agustin H. Sinaga menambahkan, pagelaran kesenian ini untuk mengairahkan para pekerja seni di Gresik. “Supaya pekerja seni budaya dapat bangkit kembali,”kata Sinaga. (*)

Dimeriahkan Kesenian Khas Gresik, Upacara Hari Jadi Gresik Lebih Fresh Selengkapnya
Vaksin sopir

Pemkab Gresik Masif Lakukan Vaksinasi, Jumlah Konfirmasi Menurun


GRESIK,1minute.id – Program percepatan vaksinasi di Gresik terus dilakukan. Kali ini vaksinasi menyasar ratusan sopir transportasi umum. Pelaksanaan suntik vaksin berlangsung di Terminal Bunder Gresik pada Senin, 8 Maret 2021.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, percepatan vaksinasi terus dilakukan oleh pemerintah. Tujuannya, menekan penyebaran Covid-19. Khususnya di Gresik. Gus Yani -sapaan-Fandi Akhmad Yani, menjelaskan, dipilihnya para sopir transportasi umum karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat dari berbagai daerah. 

“Alhamdulillah target vaksin kali ini para sopir transportasi umum bisa terlaksana,”ujar Bupati Gresik termuda itu. Bupati milenial itu berharap, usai dilakukan vaksinasi, masyarakat tidak ragu lagi jika ingin menggunkan angkutan umum di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresim itu. 

“Meski sudah divaksin, kami tetap sampaikan agar para sopir mematuhi protokol kesehatan,” katanya. Mantan Ketua DPRD Gresik tersebut menarget seluruh lapisan masyarakat masuk dalam program percepatan vaksinasi yang dilakukan secara bertahap. “Harapannya ada dampak positif. Aktifitas perekonomian masyarakat bisa kembali normal,”harapnya.

Sementara itu, masa pemberlakuan pembatasan kegiatan mikro (PPKM) jilid 2 berdampak penurunan angka persebaran Covid-19.
Program percepatan vaksin untuk sopir moda transportasi umum dihadiribKapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua Pengadilan Negeri Gresik  Wiwin Arodawanti. 

Sementara update perkembangan Covid-19 angka kesembuhan lebih tinggi dibandingkan kasus positif. Data Satgas Covid-19 Gresik diterima 1minute.id per Senin, 8 Maret 2021, pasien konfirnasi bertambah 8 kasus terakumulasi menjadi 5.217 kasus. Jumlah kasus smbuh bertambah 11 kasus menjadi 4.775 kasus. Sedangkan, jumlah meninggal positif Covid-19 menjadi 346 kasus. (*)

Pemkab Gresik Masif Lakukan Vaksinasi, Jumlah Konfirmasi Menurun Selengkapnya

Lulus Pascasarjana 15 Calon Wisudawan Siap Mengabdi

Rektor UMG Prof Dr Ir Setyo Budi M.Si dan 15 Calon Wisudawan Pascasarjana Prodi Magister Manajemen dan Bahasa Inggris di Hall Sang Pencerah Lantai 8 Kampus UMG pada Selasa, 8 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 15 calon wisudawan  melangsungkan Yudisium Pascasarjana ke-3 Wisuda XXXVIII UMG pada Senin, 8 Maret 2021. Rinciannya, 13 mahasiswa program studi (Prodi) Magister Manajemen dan 2 mahasiswa Prodi Magister Bahasa Inggris.

Yudisium Pascasarjana ke-3 yang akan di wisuda pada 20 Maret 2021 itu dihelat di Hall Sang Pencerah lantai 8 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). 

Rektor UMG Prof Dr Ir Setyo Budi MSi dan wisudawan Pascasarjana Prodi Magister Management UMG pada Senin, 8 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Rektor UMG Prof. Dr. Ir Setyo Budi, M.Si menyampaikan pesan kepada calon wisudawan untuk menjaga nama baik almamater. Caranya, berprilaku jujur sesuai kompetensi sehingga bermanfaat bagi bangsa dan negara. “Jujur lah dalam berbuat, dan berkarya, semoga menjadi insan yang sukses dan berakhlak mulia,”ujarnya. 

Direktur Pascasarjana UMG Dr Yudhi Irfani  berharap keilmuan yang telah diterima bisa bermafaat bagi keluarga, bangsa dan negara. Manfaat keilmuan pascasarjana tidak bisa langsung instan dirasakan. “Tapi, berproses satu, dua atau tiga tahun. Keilmuan akan bisa membawa nama baik almamater setelah kembali ke masyarakat,”katanya.

Ketua Program Studi Pascasarjana Prodi Magister Manajemen UMG Eva Desembri Anita menjelaskan, sejak pandemi pembelajaran melalui daring, mahasiswa tidak datang ke kampus dan belajar dari rumah maupun kantor.

“Model perkuliahan dalam kondisi pandemi tidak mengurangi jam kuliah, selain itu UMG membuka program pembelajaran cepat yang dulunya 24 bulan menjadi 18 bulan, dengan harapan wisudawan memiliki kompetensinya mampu memberikan solusi dalam manajemem bisnis berbasis entrepreneur Islami sesuai visi misi UMG,”imbuhnya. 

Sementara itu, calon wisudawan Surya Yetni berharap ilmu yang diterima bisa bermanfaat baik ditempat kerja maupun masyarakat. “Saya akan lebih produktif, menjadi inspirasi maupun motivasi terutama bagi anak saya,”kata ibu tiga anak ini. Surya Yetni tetap melanjutkan mengajar dan mengurus usaha online shop yang ditekuninya. (*)

Lulus Pascasarjana 15 Calon Wisudawan Siap Mengabdi Selengkapnya

Bupati Ziarah ke Makam Wali Songo, Jelang Hari Jadi Gresik

GRESIK,1minute.id –  Sehari menjelang peringatan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik, Bupati dan Wakil Bupati Gresik melakukan ziarah ke Makam Sunan Giri, Sunan Prapen di Bukit Giri di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas dan Maulana Malik Ibrahim di Jalan Malik Ibrahim, Gresik pada Senin. 8 Maret 2021.

Selain makam waliyullah, penyebar agama Islam itu, Bupati dan Wabup, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah , Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto , Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Ridwan berziarah ke makam Bupati Gresik pertama K.R.T Poesponegoro.

BUPATI GRESIK Fandi Akhmad Yani ketika berziarah ke Makan Sunan Giri menyambut Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Senin, 8 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Ziarah ke makam Wali Sanga ini, tradisi bagi pemerintah untuk menguri-uri perjuangan para penyebar agama Islam itu. Hari Jadi Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. Penetapan hari jadi bertepatan dengan penobatan Sunan Giri sebagai kepala pemerintahan di Bukit Giri dengan gelar Prabu Satmata. Penobatan Joko Samudro-sebutan lain-Raden Pakoe Ainoel Jakin atau Sunan Giri dilakukan di Giri Kedaton.

“Selain menjalankan ajaran agama, juga mengenalkan sejarah dari tokoh masyarakat , agama dan pendiri kabupaten,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. (*)

Bupati Ziarah ke Makam Wali Songo, Jelang Hari Jadi Gresik Selengkapnya