Cabup Nomor Urut 2, Nyicipi Teh Tarik Sambil Kenalkan Program Gresik Jagoan, Bantuan Modal Rp 10 Juta

GRESIK,1minute.id – Kedai roti canai dan teh tarik  Dewi Amalia Fitri yang viral belakangan ini kaget didatangi calon bupati (cabup) nomor urur 2 Fandi Akhmad Yani, Rabu 25 November 2020.

Cabup milenial itu mampir untuk nyeruput  roti canai dan teh tarik racikan mantan pramugari di sela-sela kampanye blusukan ke desa-desa di Kecamatan Sidayu. Saat itu, kedai berlokasi di  Desa Kertosono, Kecamatan Dukun, Gresik itu cukup ramai pembeli. 

Kedatangan cabup diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik membuat gadis 20 tahun itu kaget. “Ya Allah nggak nyangka kalau kedai saya didatangi Gus Yani. Ya seneng banget lah soalnya ramai tadi sampai nggak muat tempat duduknya,” ujar Dewi seraya tersenyum dengan mata yang berbinar-binar.

Anak sulung dari dua bersaudara pasangan Zainuri dan Khosatun ini sebelumnya bekerja sebagai Pramugari di maskapai penerbangan internasional. Namun, ia dan pramugari sejawatnya harus kena PHK akibat pandemi Covid-19.  

Kini, Dewi merasa nyaman lantaran bisa usaha sendiri dengan penghasilan harian. Meski ia sempat mendapat tawaran untuk kembali bekerja menjadi pramugari. Dewi menolaknya lantaran ia merasa lebih nyaman bisa bekerja dekat dengan kedua orang tuanya.

Hanya saja, untuk mengembangkan usahanya tersebut Dewi dan orang tuanya masih kesulitan mencari tambahan modal. Dihadapan Gus Yani, Dewi menyampaikan bahwa setiap harinya, kedai miliknya selalu banjir pembeli. 

Bahkan sejak dirinya viral, konsumen yang datang dari Surabaya, Lamongan dan Tuban. Tak jarang pelanggan harus antri sambil berdiri karena ruangannya yang sempit dan kursinya terbatas. 

Pengennya sih memperluas kedai saya biar tempatnya bisa luas. Sekalian meja dan kursi mau saya tambahin supaya kalau pas pembelinya ramai kayak gini biar gak nunggu sambil berdiri. Apalagi sampai meluber di pinggir jalan. Kasihan lihat yang beli kalau tempatnya ramai,”ungkap Dewi dihadapan Cabup milenial itu. 

Menanggapi keluhan tersebut, Gus Yani menjamin Dewi. Jika ia dan Bu Min (Aminatun Habibah) terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2021-2025. Usaha Dewi dan orang tuanya itu bisa dikembangkan melalui salah satu misinya Gresik Berkarya dan Mandiri. 

Dijelaskan Gus Yani, dalam misi tersebut ada program Gresik Jagoan yang menyentuh jaringan komunitas anak muda berwirausaha. Program itu memberikan bantuan insentif penambahan modal kerja sebesar Rp 10 juta untuk 5.000 usaha rintisan atau start up yang sudah melalui fase inkubator bisnis.  

“Mbak Dewi ini nanti bisa ngajukan ke pemerintahan Gresik Baru. Karena di program kita ada Gresik Jagoan dengan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk anak muda yang berwirausaha. Dengan tambahan modal itu mbak Dewi bisa mengembangkan usahanya. Apalagi usaha itu merupakan satu-satunya sumber penghasilan di keluarganya,”ujar Gus Yani sembari melahap roti canai. (*)

Cabup Nomor Urut 2, Nyicipi Teh Tarik Sambil Kenalkan Program Gresik Jagoan, Bantuan Modal Rp 10 Juta Selengkapnya

Sambangi Panti Jompo, Gus Yani Didoakan Jadi Bupati, Siapkan Program Gresik Seger

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon (paslon) nomor 2 Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) terus melakukan blusukan ke desa-desa. Melihat kondisi dan menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.

Tapi, blusukan Gus Yani bersama Ketua DPC PDI-P Gresik Mujib Riduan ini berbeda. Gus Yani menyambangi Panti Jompo Lestari.

Panti di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik sudah berdiri sejak 2011.
Ada dua orang pengasuh. Mereka pasangan suami-istri, Haryanton dan Sumarlik.

Kunjungan Cabup nomor urut 2 ini membuat para penghuni panti jompo itu semringah. Sebab, penghuni panti yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Santri, diantara Dukun,  Gresik dan Duduksampeyan.  

Mereka seakan merasa berkumpul dengan keluarga mereka. Bahkan, ada penghuni yang sampai menangis haru. Senang bisa bertemu dengan calon bupati Gresik 2021-2025. 

Hariyanto mengatakan mereka merawat sebanyak 28 orang lansia. Mereka berasal dari berbagai wilayah. Selama ini membiayai operasional sendiri. Sebab, panti ini seakan tidak mendapatkan diperhatikan pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik.

“Operasional tiap bulan sekitar Rp 20 juta. Semua biaya sendiri. Kadang mendapat bantuan dari orang demawan,”cerita Haryanto. Gus Yani dan Mujib Riduan terlihat serius mendengarkan cerita pengasuh panti itu. 

Melihat kondisi tersebut, Gus Yani telah menyiapkan program unggulan. Yakni PKH Inklusif. Program tersebut untuk memperluas cakupan bagi kalangan lansia dan disabilitas. “Program itu menjadi bagian dari Nawa Karsa Niat ‘Gresik Seger’,” kata Gus Yani.

Menurut Gus Yani, pemerintah daerah mempunyai kewajiban memberi perlidungan dan jaminan sosial kepada warganya. Khususnya lansia dan disabilitas. “Kami paslon Niat optimis bisa memberikan perlindungan sosial berupa PKH Inklusif di Kabupaten Gresik,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik tersebut.

Gus Yani menjelaskan, program PKH Inklusif dapat mengentaskan kemiskinan dan pembanginan yang berkelanjutan di Kabupaten Gresik. (*)

Sambangi Panti Jompo, Gus Yani Didoakan Jadi Bupati, Siapkan Program Gresik Seger Selengkapnya

Pecandu dan Pengedar Kawasan Pantura Gresik Dibekuk Polisi

GRESIK,1minute.id – Dua anggota sindikat peredaran narkoba di pantai utara (pantura) Gresik digulung anggota Polsek Bungah. Dua maniak sabu-sabu itu adalah Heri Suyanto alias Mbah Giant, 42, warga Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah dan Bagus Yuliansyah alias Panjul, 23, warga Desa Padangbandung, Kecamatan Dukun, Gresik. Mereka ditangkap ditempat berbeda.

Menurut Kapolsek Bungah AKP Sujiran melalui Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto mengatakan, penangkapan pecandu dan pengedar sabu-sabu itu berawal dari laporan masyarakat. 
Sejumlah anggota Polsek Bungah dipimpin Kanitreskrim Aipda Dwi Rahmanto melakukan penelisikan.

Hampir sepekan polisi melakukan penyelidikan. “Kami baru bisa memastikan target operasi adalah pencandu dan pengedar sabu-sabu, Minggu 22 November 2020 malam,”kata Dwi Rahmanto, Selasa malam. 

Kali pertama, Heri Suyanto dibekuk ketika berada di warung kopi (warkop) di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik sekitar pukul 21.00. Dalam penggeledahan ditemukan sebilan paket hemat (pahe). “Satu poket dipegang tersangka,”ujar Dwi Rahmanto. 

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah lelaki berkulit sawo matang itu di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Dalam penggeledahan ditemukan peralatan nyabu.

Dalam pemeriksaan Heri Suyanto dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Mbah Giant itu “menyanyi”. “Malam itu juga, tersangka kami keler menuju rumah BY (Bagus Yuliansyah) di Desa Padangbandung, Kecamatan Dukun,”terang mantan Kanitreskrim Polsek Wringinanom, Gresik itu. 

Dirumah Bagus ditemukan sejumlah barang-bukti, diantaranya bukti transaksi online di gawai milik tersangka dan uang tunai Rp 2,5 juta. Kedua tersangka Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 th 2009 Tentang Narkotika. (*)

Pecandu dan Pengedar Kawasan Pantura Gresik Dibekuk Polisi Selengkapnya

Desa Prupuh Melaju ke Ajang LBS Nasional 2020, Ingatkan Prokes

GRESIK, 1minute.id – Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Gresik mewakili Jawa Timur dalam ajang lomba lingkungan bersih dan sehat (LBS).  Desa di ujung jalan Deandles di pantai utara Gresik itu menjadi duta Gresik setelah memenangi juara jenis tingkat Jawa Timur .

Penghargaan diserahkan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak kepada Isteri Bupati Gresik Hj Maria Ulfa di ruang rapat Binaloka Adhikara Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya. 

Hj.Maria Ulfa mengatakan, masih harus kerja keras untuk menjadi terbaik nasional. Dia optimistis masyarakat Desa Prupuh bisa. 

Perjalanan cukup panjang telah dilakukan masyarakat Desa Prupuh. Diawali menjadi nominator lomba Kesatuan Gerak PKK-KKBKP-Kesehatan  2020 untuk kategori Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) Jawa Timur.

Waktu itu belum wabah korona. Karena penilaian Januari 2020. Pemkab Gresik dan TP PKK Kabupaten Gresik ikut mendampingi dalam penilaian oleh pihak Provinsi Jawa Timur itu. 

“Pada penilaian tingkat nasional nanti, tentu ada penilaian khusus tentang pelaksanaan protokol kesehatan. Makanya mulai saat ini, persiapan itu harus lebih dimatangkan termasuk mengedepankan protokol kesehatan,”kata ketua tim Penggerak PKK Gresik itu. 

Keunggulan Desa Prupuh pada penilaian lomba LBS Jawa Timur dulu yaitu inovasi program biopori dan pemanfaatan limbah industri kayu, pembuatan jamur yang memanfaatkan limbah serbuk kayu sebagai media tanam.

Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Hj Maria Ulfa bersama pengurus desa usai menerima penghargaan lomba lingkungan bersih dan sehat Jawa Timur

“Pembuatan jamur ini bisa memberikan lapangan kerja pada masyarakat setempat. Sehingga ada peningkatan pendapatan masyarakat yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ujar istri Bupati Gresik Sambari  Halim Radianto itu. 

Desa Prupuh ini dulunya desa yang kesulitan air. Mengandalkan air tadah hujan.Sejak 2013 Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) Desa setempat mengelola sumber air tadah hujan ‘Duyung’ maka seluruh masyarakat Desa Prupuh bisa menikmati sumber air tersebut.

Untuk melestarikan sumber air, warga setempat membuat program biopori. Di sini setiap rumah wajib membuat minimal satu biopori. “Biopori ini juga dimanfaatkan untuk komposting sampah dan juga sebagai arena pembelajaran bagi anak sekolah disekitar desa,”katanya. (*)

Desa Prupuh Melaju ke Ajang LBS Nasional 2020, Ingatkan Prokes Selengkapnya

Jual Motor Protolan, Pemuda 23 Tahun Ditangkap Polisi. Kok Bisa?


GRESIK, 1minute.id – Sie Yusuf hanya bisa melonggo. Tiba-tiba polisi mendatangi rumah pemuda 23 tahun di Desa Jatikalang, Kecamatan Krian, Sidoarjo. 

Pasalnya, Yusuf menjual motor secara pretelan. Belakangan diketahui motor Kawasaki dijual secara kanibalan itu hasil kejahatan. Yusuf pun hanya tertunduk. 

Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin mengatakan penangkapan Sie Yusuf ini bermula dari adanya laporan kehilangan motor yang dialami korban Doni , 26, warga Desa Pamotan, Kecamatan Sambang, Kabupaten Lamongan. 

Pemuda 26 tahun mengaku kehilangan sepeda motor Kawasaki Ninja 2 Tak nopol W 3693 UR. Motor itu hilang di parkiran tempat kos Doni di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Kamis 12 November 2020. 

Dalam penyelidikan, anggota Polsek Driyorejo mendapatkan informasi ada seseorang menjual motor secara protolan. Dipimpin Ipda Suhari, Kanitreskrim Polsek Driyorejo mendatangi alamat penjual motor itu di Desa Jatikalang, Kecamatan Krian, Sidoarjo.

Berbekal nomor mesin dan nomor rangka,  polisi memastikan motor protolan yang dijual Sie Yusuf adalah motor hasil curian. “Tersangka sudah kami tahan dan dijerat dengan pasal 363 juncto pasal 480 Kitab Undang-undang Hukum Pidana,”kata Wavek. (*)

Jual Motor Protolan, Pemuda 23 Tahun Ditangkap Polisi. Kok Bisa? Selengkapnya

Siapkan Perbup Pembelajaran Tatap Muka, Seminggu Siswa Masuk 3 Kali, Tanpa Istirahat

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik terus mematangkan rencana pembelajaran tatap muka. Rencananya, pembelajaran tatap muka dimulai awal Januari 2021.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengggelar fokus grup diskusi (FGD) di Gedung Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik, Selasa, 24 November 2020. 

FGD ini mengundang forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), kepala sekolah dan komite sekolah serta organisasi perangkat daerah dibawah dinas pendidikan (Dispendik) Gresik. 

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan pihaknya  bertekad tetap akan memulai pendidikan tatap muka pada awal semester Januari 2021.

“Kami sudah sejak awal merencanakan pembelajaran tatap muka ini meski saat itu belum ada ketentuan dari pemerintah pusat,”kata Sambari saat membuka FGD itu,  Selasa 24 November 2020.

“Kami sudah mengundang berbagai institusi terkait hal itu. Mungkin kami satu-satunya pemerintah kabupaten yang sudah merencanakan lebih dulu dengan menyusun konsep perbup (peraturan bupati),”imbuhnya. 

Dalam merencanakan pembelajaran tatap muka ini tim hukum Pemkab Gresik tengah mempersiapkan konsep perbup untuk didiskusikan antara Forkopimda, Lembaga Pendidikan mulai dari tingkat SD sampai SMTA, Komite sekolah serta para pimpinan OPD yang membawahi Pendidikan di Gresik. 

Satu persatu pasal dibacakan untuk mendapat masukan dan persetujuan. Seperti yang disampaikan Bupati, untuk memulai pembelajaran tatap muka yang sangat perlu disiapkan sarana dan prasarananya. Pengaturan siswa yang masuk sesuai kapasitas serta bangku yang ada dalam ruang kelas.

“Kewajiban sekolah untuk melaksanakan sarana prasarana tersebut mulai dari pengaturan dan penyiapan kebersihan kelas termasuk penyemprotan dengan desinfektan. Penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta pengaturan menjaga jarak antar siswa,” kata Bupati.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka hanya diikuti oleh 50 persen murid maksimal 16 murid pada setiap kelompok. Setiap sesi pembelajaran hanya 3 jam tanpa ada istirahat dan 3 hari dalam seminggu. 

Maksudnya setiap kelompok efektif belajar 2 hari dan satu hari mengerjakan tugas. Selanjutnya berganti kelompok yang lain  

“Karena belajar selama 3 jam tanpa istirahat, jadi setiap siswa harus sudah sarapan dari rumah karena tidak diperkenankan membawa makanan. Siswa hanya boleh membawa minuman.

Penjualan makanan dan minuman di lingkungan sekolah tidak diperkenankan. Siswa juga tidak diperkenankan naik kendaraan umum,”kata Bupati. Kebijakan untuk para guru, kata Bupati meminta agar seluruh guru yang mengajar di Kabupaten Gresik harus berdomisili Gresik.

“Kami sarankan guru yang dari luar kota untuk kos di Gresik. Kalaupun terpaksa, kami mewajibkan untuk rapid test, swab dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan para guru tersebut sehat saat mengajar di Gresik,”tandas Sambari.

Bupati juga tidak melarang apabila ada orang tua murid yang melengkapi sedemikian rupa atas putera puterinya yang belajar. Misalnya ada orang tua yang menambah jaket serta pakaian pelindung yang lain. Namun demikian, Bupati juga mewanti-wanti agar pakaian seragan sebagai identitas sekolah juga harus dipakai.

“Kami juga tidak melarang apabila ada orang tua yang keberatan pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan lebih menginginkan daring. Terutama bagi siswa yang sekolahnya melewati wilayah tertentu berzona merah,”kata Bupati.

Bahkan Bupati siap menutup Kembali sekolah apabila sekolah tersebut apabila ada klaster baru di sekolah tersebut atau salah satu murid dan gurunya terkonfirmasi positif covid-19. Penutupan sekolah juga dilakukan apabila zona merah Kembali melanda. (*)

Siapkan Perbup Pembelajaran Tatap Muka, Seminggu Siswa Masuk 3 Kali, Tanpa Istirahat Selengkapnya

Gus Yani : Coblos Nomor Dua, Kudung Abang pada 9 Desember

GRESIK,1minute.id –  Dukungan kepada pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) terus mengalir. Kali dukungan dari masyarakat Kompleks Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Selasa 24 November 2020. 

Kehadiran Gus Yani dan Bu Min dielu-elukan masyarakat. Terutama kaum emak-emak di kompleks perumahan berlokasi di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu. 

Mereka tumplek-blek menyambut paslon yang diusung enam partai itu. Mereka menginginkan Niat menjadi bupati dan wakil bupati dalam Pilbup 9 Desember 2020. Pada kesempatan itu, Gus Yani mengungkapkan terimakasih atas dukungan masyarakat ABR itu. 

“Mari bersama-sama mewujudkan perubahan. Pada 9 Desember coblos nomor 2 kudung abang,”kata Gus Yani sambil acungkan dua jari. 

Sementara itu, Cawabup nomor 2, Aminatun Habibah menambahkan, perubahan harus dilakukan di Kabupaten Gresik.
Perubahan dalam hal layanan juga kedekatan kepada masyarakat. Tanpa terkecuali.

Seluruhnya keperluan masyarakat Gresik harus diprioritaskan. “Tidak boleh membeda-bedakan. Semua harus diperlakukan sama,”ujar Bu Min di Markaz Niat, Selasa 24 November 2020.

Disampaikan, dukungan warga ABR kepada Paslon Niat sudah diatas 70 persen. Dan harus ditingkatkan lagi menjadi 99 persen.
Suryono sebagai ketua panitia pelaksana mengatakan, mayoritas warga yang tinggal di ABR menginginkan paslon Niat menang dan terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2021-2025.

Dia menyebut warga ABR sudah kecewa dengan janji-janji yang telah diberikan oleh kepemimpinan sebelumnya. Selama lima tahun janji itu belum direalisasikan sama sekali. “Warga ABR ingin ada perubahan. Gus Yani – Bu Min menjadi bupati terpilih dalam pilkada tahun 2020 ini,”ungkapnya. (*)

Gus Yani : Coblos Nomor Dua, Kudung Abang pada 9 Desember Selengkapnya

Setubuhi Pacar Lima Kali, Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara


GRESIK,1minute.id – Usia Delima (samaran) masih sangat belia. 17 tahun.  Namun, remaja putri itu sudah menimang bayi perempuan diduga hasil hubungan di luar nikah.  Celakanya, lagi lelaki yang diduga telah menghamili remaja asal Kecamatan Benjeng itu tidak mau bertanggung jawab.

Kini, Delima sedang mencari keadilan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. 
Sidang perdana dugaan perbuatan asusila dilakukan remaja berinisial MTP, 17, di gelar di pengadilan negeri (PN) Gresik, Senin 23 November 2020.

Sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik Siluh Candrawati dengan hakim tunggal, Fitria Dewi Nasution. Sidang lakukan secara tertutup untuk wartawan.  

Dalam sidang itu, jaksa penuntut umum Siluh Candrawati mendakwa anak berhadapan hukum (ABH) berinisial MTP menjerat Pasal 18 ayat (2) UU RI nomor 35/ 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23/ 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara. 

Pada surat dakwaan diuraikan MTP dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan. Sebab, persetubuhan layaknya suami-istri itu dilakukan sebanyak lima kali. 
Sehingga, jaksa penuntut menilai perbuatan.

MTP tersebut dipandang sebagai berbuatan yang berlanjut. Masih berdasarkan surat dakwaan jaksa, tindak pidana persetubuan ini dilakukan pada Senin 19 Desember 2018.

Selanjutnya, dilakukan pada bulan berikutnya sampai lima kali. Akibat perbuaatan MTP,  anak korban hamil dan melahirkan anak perempuan. 

“Persetubuhan sebanyak lima kali ini dilakukan di tempat rumah anak korban tepatnya di ruang tamu,”kata JPU Siluh , Senin 23 November 2020.  Setelah pembacaan dakwaan, sidang tertutup ini dilanjutkan dengan memeriksa lima orang saksi. Salah satunya saksi anak korban, Delima. 

Menurut Siluh pada keterangan saksi diperoleh fakta bahwa keduanya merupakan pasangan kekasih.  Lalu ada ajakan dan bujuk rayu yang dilakukan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. 

“Perbuatan yang dilarang itu dilakukan oleh keduanya pasangan yang masih dibawah umur. Akibatnya, anak korban hamil dan saat ini telah melahirkan anak perempuan,” jelasnya. Sidang dengan Hakim tunggal Fitra Dewi Nasution ditunda dengan agenda pemerikasaan anak yang berhadapan dengan hukum, MTP.  (*)

Setubuhi Pacar Lima Kali, Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara Selengkapnya

Takut Kejlungup, Sejumlah Pemuda Desa Bringkang Tanam Pohon Pisang

GRESIK, 1minute.id – Kesabaran masyarakat Dusun Buyuk,  Desa Bringkang, Kecamatan Menganti sudah sulit diredam. Pasalnya, jalan desa rusak berat. 

Lubang dan licin ketika hujan mengancam keselamatan pengendara. Minggu, 22 November 2020 malam sejumlah pemuda dusun setempat menanam pohon pisang di badan jalan desa tersebut. Mereka juga memasang sejumlah poster. 

Isinya, diantaranya “Kami tidak takut corona. Kami takut ke jerungop (kejlungup, Red) Disini”. Kerusakan jalan yang diduga dipicu proyek pengerukan waduk telah mengakbatkan sejumlah warga setempat terjatuh. 

“Ini kami lakukan karena tidak ada tanggungjawab panitia pengerukan waduk membersihkan  tanah yang memenuhi sepanjang jalanan seusai mengeruk waduk,”ujar seorang warga. 

PERBAIKAN : Pemerintah Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik memperbaiki sementara jalan berlubang dengan cara menguruk, Senin 23 November 2020 (foto : istimewa)

Mereka pun siap ngeluruk desa untuk mendesak pemerintah desa setempat untuk melakukan perbaikan.

Terpisah , Camat Menganti Sujarto mengatakan pemerintah berencana melakukan perbaikan jalan desa itu tahun depan. Jalan desa yang bakal diperbaiki itu sepanjang 100 meter dengan lebar 4 meter. 

“Untuk saat ini jalan lubang telah diuruk. Tanaman pisang sudah kami cabut,”kata Sujarto dikonfirmasi 1minute.id, Senin 23 November 2020. (*)

Takut Kejlungup, Sejumlah Pemuda Desa Bringkang Tanam Pohon Pisang Selengkapnya

Tuntun Sapi Curian Dalam Hutan, Dua Pelaku asal Tuban Diringkus


GRESIK,1minute.id – Dua orang diduga komplotan pencurian hewan (curwan) dibekuk anggota Reskrim Polsek Ujungpangkah, Sabtu 21 November 2020.

Dua pelaku itu adalah Suparman ,43, dan Yasmaul , 26. Keduanya kedua asal Desa Klumpit, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Selain menangkap kedua pelaku, tim gabungan dari Posisi hutan (Polhut) dan Polsek Ujungpangkah mengamankan dua ekor sapi jantan hasil kejahatan mereka. 

Informasi yang dihimpun Jumat, 20 November 2020 sekitar pukul 19.30, seorang pemburu babi hutan melihat ada dua laki-laki sedang menuntun dua ekor sapi jantan di dalam hutan milik Perhutani di kawasan Ujungpangkah. 

Melihat gelagat mencurigakan, pemburu babi hutan itu lalu melaporkan kepada Sutopo, polisi hutan (Polhut) setempat dan berkoordinasi dengan anggota Polsek Ujungpangkah. 

Tim gabungan kemudian melakukan penyisaran sekitar lokasi. Petugas baru bisa menemukan keberadaan pelaku Sabtu 21 November 2020 pukul 00.30.

Setelah dilakukan interogasi oleh polisi, keduanya mengaku telah mengambil dua ekor sapi dari dalam kandang sapi milik warga Desa Cangaan, Kecamatan Ujungpangkah. Dua ekor sapi jantan itu milik Asnan. 

“Kedua pelaku mengambil dua ekor sapi milik korban lalu diikat di pohon jati dalam hutab,”ujar Kapolsek Ujungpangkah AKP Sudjito melalui Kanitreskrim Polsek Ujungpangkah Bripka Yudi Setiawan, Minggu 22 November 2020.

Setelah beberapa jam diikat, pelaku membawa untuk dinaikkan ke pikap L300 warna hitam nomor polisi (nopol) S- 8631- A. “Sapi sudah dinaikkan pikap, tapi sebelum berangkat kita tangkap,”imbuh Yudi. 
Dalam pemeriksaan dua pelaku Suparman dan Yasmaul mengaku baru sekali mencuri. (*)

Tuntun Sapi Curian Dalam Hutan, Dua Pelaku asal Tuban Diringkus Selengkapnya