GRESIK,1minute.id–Dua bakal pasangan calon naik status menjadi pasangan calon (paslon). Penetapan paslon dilakukan oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) Gresik, Rabu, 23 September 2020.
Penetapan paslon itu dilakukan tanpa kehadiran paslon maupun pendukungnya. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapresiasi komitmen penyelenggara dan dua paslon yang bakal bertarung di kontestasi pilbup 9 Desember 2020.
Dua paslon itu adalah Moh Qosim-Asluchul Alif (QA). Paslon QA diusung Partai Kebanhkitan Bangsa dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerimdra). Kemudian, paslon Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT).
NIAT diusung enam partai yakni PDI-P, Partai Golkar, PPP, NasDem dan PAN. “Semua persyaratan sudah lengkap dan tadi sudah ditetapkan sebagai paslon,”ujar Ketua KPU Gresik Ahmad Roni di kantornya, Rabu. 23 September 2020. Kini, kedua paslon mendapatkan perlindungan keamanan. “Sistem pengamanan dilakukan Polres Gresik,”imbuh Roni.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapresiasi paslon tidak mengerahkan massa pendukung dalam agenda penetapan paslon itu. “Komitmen tetap menjaga protokol kesehatan dengan tidak mengerahkan masa patut di apresiasi. Salut kepada paslon,”ujar alumnus Akpol 2001 itu di kantor KPU Gresik, Rabu, 23 September 2020. (*)
GRESIK,1minute.id – Gardu Suling (Garling) itu sudah berdiri tegak. Sejak bulan suci Ramadan lalu. Bahkan, speaker di atas garling itu berbunyi nyaris sebagai tanda waktu buka puasa telah tiba.
Badal Ramadan, landmark berdiri di simpang empat Jalan Pahlawan, Jaksa Agung Suprapto dan Malik Ibrahim itu di bangun oleh perusahaan setrum, Pembangkit Jawa Bali UP Gresik “membisu”. Tidak terdengar lagi bunyi suling sebagai tetenger waktu salat fardu tiba.
Nah, Selasa, 22 September 2020 landmark hibah perusahaan berlokasi di Jalan Harun Thohir, Gresik itu diserahterimakan kepada Pemkab Gresik.
Menurut General Manager PT PJB UP Gresik Ompang Reski Hasibuan, monumen garling ini persembahan perusahaan dengan harapan PT PJB bisa berkembang seiring perkembangan Kabupaten Gresik.
“Kami berharap persembahan ini bisa dikenang sepanjang masa sampai anak cucu kita,”kata Ompang Reski, Selasa, 22 September 2020.
GARLING : monumen ini di bangun PJB UP Gresik diserahkan ke pemkab Gresik, Selasa 22 September 2020.
Seremonial peresmian monumen Garling ini dihadiri Bupati Gresik Sambari Halim Radianto , Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianti, Kepala Pengadilan Negeri Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe dan Kasi Intel Kejari Gresik Bayu Probo Sutopo.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatan gardu suling ini sendiri yang asli berada dipertigaan Jalan Raden Santri, Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Basuki Rahmat.
“Saya masih ingat antara tahun 1965 sampai 1972 gardu ini berbunyi berfungsi untuk menandai waktu berbuka puasa. Saat itu saya masih kecil dan saya melihat masyarakat sangat merasakan sekali manfaat dari bunyi suling tersebut sebagai tanda berbuka puasa,”kata Sambari mengenang.
Monumen Garling ini lengkapi empat pengeras suara yang mengarah keempat mata angin. ” Kami masih menunggu persetujuan dari Majelis Ulama Indonesia serta pihak Masjid Jamik Gresik. Kalau disetujui, Gardu suling ini akan berbunyi pada saat masuk waktu salat. Durasi bunyi suling ini hanya 30 detik,”terang Bupati Sambari. (*)
GRESIK,1minute.id – Tahapan pesta demokrasi Pemilihan Bupati (Pilbup) terus berjalan. Wabah korona belum berakhir. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melakukan road show dengan mendatangi penyelenggara pemilu, pengawas dan bakal calon pasangan, Selasa, 22 September 2020.
Alumni Akademi Kepolisian 2001 itu, mendatangi mereka untuk menyerahkan maklumat Kapolri tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Serentak 9 Desember 2020.
Maklumat Kapolri nomor Mak/3/IX/2020 tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020 kali pertama diserahkan kepaa Wakil Bupati Moh Qosim di sela acara di Balai Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyerahkan maklumat Kapolri kepada Ketua Bawaslu Imron Rosyadi
Kapolres AKBP Arief kemudian meluncur ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan Jakarta, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB). Alumnus Akpol 2001 itu diterima Ketua Bawaslu Imron Rosyadi.
Berikutnya, AKBP Arief menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik kali pertama di kunjungi mantan Kapolres Ponorogo itu. Kapolres Arief didampingi Kasat Intelkam AKP Muhammad Syuhada diterima langsung Ketua KPU Gresik Ahmad Roni.
Maklumat Kapolri tentang protokol kesehatan diserahkan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto kepada Ketua KPU Gresik Ahmad Roni
Di tiga kunjungan itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto meminta kepada para penyelenggara Pilbup untuk mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).
“Kami mohon selalu mematuhi protokol Covid-19 agar tidak ada klaster baru di setiap tahapan pemilukada. Semoga Gresik aman dari Covid-19,”harap AKBP Arief Fitrianto.
Bagaimana tanggapan penyelenggara pilkada? Mereka sepakat dengan maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Kesanggupan penyelenggara itu membuat Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto lega. (*)
MENDUNG menyelimuti langit Kota Santri, Gresik, Selasa, 22 September 2020. Sinar matahari enggan bersinar. Seakan ikut merasakan duka atas wafatnya KH Robbach Ma’sum. Salah satu tokoh Nahdlatul Ulama itu meninggal dunia hendak salat Subuh dirumahnya Jalan Kalimantan, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik.
Kabar meninggalnya Bupati Gresik dua periode, 2000 – 2010 itu membuat masyarakat, santri, maupun tokoh masyarakat merasa kehilangan. Rumah Kiai Robbach-sapaan almarhum-KH Robbach Ma’sum di Jalan Kalimantan, Kompleks GKB riuh petakziah sejak kabar duka itu tersiar kabar lewat pesan berantai media sosial, WhatApps.
KH Robbach Ma’sum menghadiri undangan di Kecamtan Dukun, Gresik, Senin, 21 September 2020 ( foto : istimewa)
Sejumlah tokoh agama terlihat hadir di rumah Kiai Robbach. Diantaranya, Pemangku Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Desa Suci, Manyar KH Masbuhin Faqih, KH Muchtar Djamil. Wakil Bupati Gresik juga Ketua DPC PKB Gresik Moh Qosim, dan tokoh politik yakni bakal calon bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPC Partai Gerindra dr Asluchul Alif, Ketua DPC PPP Gresik Ahmad Nadir, Ketua DPC Nasdem Gresik Syaiful Anwar.
dua darinkiri) Fandi Akhmad Yani, Moh Qosim dan Asluchul Alif (kanan) sedang bertakziah ke rumah almarhum KH Robbach Ma’sum, Selasa, 20 September 2020. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Mereka takziah dan mendoakan pemangku Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Dukun itu dengan khusyuk. Pagi itu, jenazah Kiai Robbach baru selesai disucikan diantaranya, oleh KH Machfud Ma’sum.
Gus Chalif Ahnaf, keponakan almarhum, menuturkan bahwa KH Robbach Ma’sum meninggal setelah berwudu menjelang Subuh. Saat itu, dokter yang rutin memeriksa kesehatan beliau sedang datang.
“Saat diperiksa ternyata sudah meninggal,” ungkap putra KH Machfud Ma’sum ini. Jenazah KH Robbach Ma’sum, dibawa ke Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun Gresik. Almarhum, rencananya dimakamkan bakda Duhur.
Abu Hasan, salah satu santri KH Robbach Ma’sum mengatakan, kondisi kesehatan di usia 73 tahun cukup sehat. Hanya, kadar gula yang fluktuatif. Naik dan turun.
Ketika kondisi gula darah naik, Kiai Robbach baru istirahat. Meski, kondisibkurang sehat, tambah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Gresik itu, kalau ada santri yang mengudang atau datang ke rumahnya tetap ditemuinya.
“Ketemu santri itu bagai sebuah obat mujarab. Kiai Robbach seakan bisa langsung sehat kembali,”ujarnya. Karena itulah, rumah kediaman kiai Robbach di Jalan Kalimantan, GKB seakan tidak pernah sepi.
Kiai yang murah senyum itu melayaninya semua tamu dengan ramah. Termasuk ketika Saya berkunjung sekitar akhir Agustus 2020. Kiai Robbach saat itu sedang kedatangan tamu mempersilakan Saya untuk duduk. Kiai Robbach menanyakan kondisi kesehatan Saya dan keluarga. “Salam ya untuk keluarga,”kata Kiai Robbach yang saat itu didampingi istrinya. Setelah berbincang sebentar, kiai Robbach kembali ke ruang tamu menemui tamunya.
Kesan yang mungkin tidak bisa Saya lupakan ketika hendak menikah. Waktu itu, tahun 2004. Saya duduk di teras depan kantor Bupati Gresik sendirian setelah liputan pagi. Tiba-tiba Kiai Robbach saat itu menjabat Bupati Gresik mengajak Saya ke ruang kerjanya di lantai dua kantor Bupati Gresik.
“Ono opo kok terlihat sedih,”tanya Kiai Robbach. Setelah Saya mengeluarkan uneg-uneg kepada Kiai Robbach memberikan jalan keluar persoalan Saya. “Bismillah, wong rencana mu iku apik. Semoga lancar semua,”ujarnya.
KH Robbach Ma’sum, lahir 25 Maret 1947. Lahir sebagai anak ketiga dari tujuh bersaudara dari pasangan KH Ma’sum Sufyan dan Hj Masrifah. Lingkungan keluarga yang agamis telah membentuk karakternya sebagai anak bangsa yang berpendidikan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan keislaman.
Pendidikannya di Sekolah Rakyat (SR), Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah di Ihyaul Ulum. Gelar sarjana dari Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, pada 1975.
Jabatan politisnya, Ketua DPRD Kabupaten Gresik 1999 – 2000. Kemudian, Bupati Gresik dua periode. Yakni, 2000 – 2005 dan 2005-2010. Ketokohan kiai Robbach itu sehingga dijadikan rujukan masyarakat maupun tokoh politik di Kota Giri ini. Selamat jalan kiai. Semoga husnul khotimah. (chusnul cahyadi/*)
DUKA menyelimuti warga Kota Santri. KH Robbach Ma’sum, Bupati Gresik periode 2000 – 2010 wafat di rumahnya di Jalan Kalimantan, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik sekitar pukul 05.0, Selasa, 22 September 2020.
Gus Chalif Ahnaf, keponakan almarhum, menuturkan KH Robbach Ma’sum meninggal setelah berwudu menjelang Subuh. Saat itu, dokter yang rutin memeriksa kesehatan beliau datang.
“Saat diperiksa ternyata sudah meninggal,” ungkap putra KH Machfud Ma’sum ini. Jenazah KH Robbach Ma’sum, dibawa ke Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun Gresik. Almarhum, rencananya dimakamkan bakda Asar. (*)
GRESIK, 1minute.id – Tim gabungan TNI, Polri dan Pol PP semakin intensif menggelar operasi yustisi. Operasi penegakan protokol kesehatan mencegah penularan coronavirus disease (Covid-19) serentak mulai Polres hingga polsek jajaran.
Untuk memastikan operasi yustisi sesuai dengan prosedur tetap, Waka Polda Jatim Brigjend Slamet Hadi Supraptoyo memantau langsung di lapangan, Senin, 21 September 2020. Brigjend Slamet mendatangi posko Operasi Yustisi di simpang empat Barata Indonesia, Segoromadu, Kebomas, Gresik sekitar pukul 16.45.
Jenderal bintang satu itu didampingi Irwasda Kombes Pol Sungkono, Karo Ops Kombes Pol Puji Santoso, Kasat Brimob Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika, Direktur Sabhara Kombes Pol Yufi Sumartono disambut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto.
OPS YUSTISI : Petugas gabungan ketika melakukan penindakan prokes di bunderan Gresik Kota Baru, Senin, 21 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Waka Polda Jatim Brigjend Pol Slamet Hadi S., mengingatkan anggotanya dalam melaksanakan operasi yustisi dengan serius. “Operasi Yustisi dengan langkah dan strategi di lapangan dalam penanganan Covid-19 secara taktis, tajam dan sangat fokus,”pesan Brigjend Slamet, Senin, 21 September 2020.
Keberadaan posko Operasi Yustisi ini, tambahnya, dapat menunjang turunnya tingkat penyebaran Covid-19. Baik di wilayah Jatim khusus di Gresik,”harapnya.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, Polres Gresik beserta Polsek jajaran melaksankan Ops Yustisi dengan mengedepankan dua metode. Yaitu, statisioner dan mobile. “Operasi yustisi bersinergi dengan Pemkab Gresik, Kodim 0817 Gresik, Kejaksaan Negeri Gresik dan Pengadilan Negeri Gresik serta Gugus Tugas Covid-19 Gresik,”jelas alumnus Akpol 2001 itu.
Dalam pelaksanaan penindakan kepada pelanggar protokol kesehatan (prokes) dengan dua cara. Yakni, penyitaan e-KTP plus denda Rp 150 ribu. Dan, penindakan Sabhara dengan berita acara pemeriksaan cepat. “Sidang di tempat,”terang Arief Fitrianto.(*)
GRESIK,1minute.id – Komisi pemilihan umum bakal menetapkan bakal pasangan calon Pilbup Gresik, Rabu lusa, 23 September 2020. Ada dua pasangan calon (paslon) yang bakal ikut kontestasi pesta demokrasi lima tahunan itu.
Dua pasangan itu adalah Bacabup Moh Qosim dengan bacawabup dr Asluchul Alif atau QA. Kemudian, bacabup Fandi Akhmad Yani berpasangan Aminatus Habibah atawa NIAT.
Dua paslon ini, telah mengirimkan daftar kekayaannya kepada komisi pemberantasan korupsi (KPK). Siapa bakal calon yang paling tajir alias kaya. Dan, siapa calon yang paling sederhana ekonominya.
Merujuk laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di KPK, Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, sebagai calon tertajir. Mantan Ketua DPRD Gresik ini memiliki kekayaan total Rp 19,3 miliar.
Kekayaan Gus Yani terdiri dari aset tanah dan bangunan senilai Rp 18,6 miliar, aset kendaraan Rp 2,3 miliar. Kemudian aset harta bergerak lainnya Rp 2 juta dan kas Rp 22,9 juta.
Bacawabup tajir posisi runner up, adalah dr Asluchul Alif memiliki kekayaan Rp 6,8 miliar. Rinciannya, aset tanah dan bangunan Rp 4,5 miliar, kendaran Rp 1,3 miliar dan harta bergerak lainnya Rp 325 juta. Kemudian, kas Rp 400 juta, harta lainnya Rp 400 juta.
Bacabup Moh Qosim menempati urutan ketiga. Pataha wakil bupati dua periode ini memiliki kekayaan Rp 6 miliar. Yang terdiri dari aset tanah dan bangunan Rp 4,5 miliar, aset kendaraan Rp 150 juta, surat berharga Rp 82 juta, dan kas sebesar Rp 1,2 miliar.
Sedangkan, posisi keempat adalah Aminatun Habibah (Ning Min) memiliki harta kekayaan Rp 1,5 miliar. Aset berupa tanah senilai Rp 1,1 miliar, kendaraan Rp 33 juta dan kas Rp 400 juta.
Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPUD Gresik Elvita Yuliati mengatakan, LHKPN ranahnya KPK. Komisioner, kata Veti-sapaan-Elvita Yuliati-tidak menerima dan memverifikasi atau audit terkait kekayaan mereka.
“KPU hanya menerima tanda terima laporan bapaslon,”kata Elvita Yuliati dikonfirmasi melalui pesan WhatApps, Senin, 21 September 2020. (*)
JAVA Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) beroperasi sejak 2014. Dua kali Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan kawasan industri terpadu berlokasi di Kecamatan Manyar, Gresik itu. “Pertama datang meresmikan pelabuhan. Kedua, (Presiden Jokowi) meresmikan kawasan industrinya,”ujar Humas JIIPE Mifti Haris, Senin, 21 September 2020.
JIIPE berdiri diatas lahan seluas 1.700 hektare. Saat ini, baru 5 perusahaan yang beroperasi di JIIPE. “Rata-rata, perusahaan yang beroperasi memiliki luas 8 hektare sampai 10 hektare,”kata Mifti yang jabatan resminya, Community Development (Comdev) Manager JIIPE ini. Bila di rata-rata setiap industri membutuhkan lahan seluas 10 hektare, kawasan industri terintegrasi ini bisa menampung 170 perusahaan. Ribuan tenaga kerja bisa terserap di kawasan sedang diusulkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) ini.
Industri teranyar bakal berdiri di kawasan JIIPE adalah perusahaan peleburan tembaga (smelter) milik PT Freeport McMoran, pemegang saham Feeport Indonesia. Mifti mengatakan, progress pembangunan smelter diatas lahan seluas 100 hektare ini mundur dari rencananya. Seharusnya, awal 2020 pembangunan konstruksi.
“Pematangan lahan sudah selesai.Tapi, tiba-tiba ada pandemi korona sehingga molor,”dalihnya. Melansir investor daily, proyek smelter di JIIPE ini didesain terintegrasi dengan fasilitas pemurnian anoda slime. Smelter tembaga dari proyek ini direncanakan berkapasitas 2 juta ton konsentrat.
Sementara kapasitas smelter anoda sline sebesar 6 ribu ton. Awalnya, Freeport Indonesia berkomitmen menyesaikan smelter ini paling lambat Desember 2023. (chusnul cahyadi/1minute.id)
GRESIK,1minute.id – Puluhan aktivis lembaga swadaya masyarakat, forum kota (ForKot) menggelar unjukrasa di depan gerbang masuk JIIPE, Senin, 21 September 2020.
Tuntutan mereka tetap sama dengan aksi sebelumnya. Menolak kawasan Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). Mempekerjakan seratus persen tenaga kerja dari masyarakat lokal. Serta, menyelesaikan persoalan sengkarut tanah hingga penanganan limbah industri.
Puluhan massa tiba di depan gerbang masuk kawasan JIIPE sekitar pukul 11.30. Mereka long march sekitar 300 meter dari lokasi pabrik di Kecamatan Manyar, Gresik itu. Meski hanya beberapa menit, aksi long march puluhan aktivis ForKot itu membuat lalu lintas di jalur Deandles di Pantai Utara Gresik macet.
Kemacetan sepanjang satu kilometer dari arah Manyar menuju Bungah. Dan, sebaliknya Bungah ke Manyar. Di depan gerbang JIIPE sejumlah aktivitas melakukan orasi bergantian dengan di jaga ketat aparat keamanan. Tidak terlihat perwakilan kawasan menemui para pengunjuk rasa.
ORASI : Koordinator unjuk rasa Haris S Faqih ketika berorasi di depan gerbang masuk JIIPE, Manyar, Gresik, 21 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Koordinator aksi Haris S. Faqih mengatakan, kehadiran JIIPE belum bisa menyejahterakan masyarakat sekitar. Bahkan, sebaliknya menyengsarakan. Persoalan pembebasan lahan belum kelar. Limbah industri juga ditengarai belum ditangani dengan baik.
“Sekarang JIIPE mengusulkan menjadi KEK yang hanya mengutungkan kapitalis,”tegas Haris dalam orasinya, Senin, 21 September 2020. ForKot, tambahnya, menolak rencana itu. Sebab, pemberlakuan KEK itu menimbulkan efek negatif utamanya di masyarakat. “Konsep itu hanya menguntungkan asing dan kapitalis,”tegasnya.
Setelah puas berorasi massa membubarkan diri dengan long march menuju titik kumpul mereka sekitar 300 meter dari gerbang JIIPE.
BLOKADE : Massa ForKot ketika berorasi di bahu jalan Deandles, depan gerbang masuk JIIPE, Manyar, Gresik, Senin, 21 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Sementara itu, Humas JIIPE Mifti Haris mengatakan, pihaknya sengaja tidak menemui massa karena sedang pandemi korono. “Mencegah kerumunan untuk menghindari munculnya klaster industri,”ujar Mifti di temui usai aksi massa di gerbang JIIPE.
Terkait keinginan manajamen kawasan mengusulkan sebagai KEK, Haris membenarkannya. Penetapan KEK itu, kata Haris, merupakan kewenangan pemerintah.
“Yang jelas banyak daerah ingin wilayahnya ditetapkan sebagai KEK,”ujarnya. JIIPE beroperasi sejak 2014. Berdiri diatas lahan seluas 1.700 hektare. Belum semua lahan yang dikuasi JIIPE itu mengantongi hak guna bangunan. (*)
GRESIK,1minute.id – Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI, PC Fatayat NU Gresik dan Rumah Sakit Islam (RSI) Ahmad Yani Surabaya menggelar rapid test gratis di halaman kantor PC Fatayat Gresik di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Minggu, 20 September 2020.
Kegiatan kali pertama ini diikuti 200 orang . Mereka dari berbagai kalangan. Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur Dewi Winarti mengatakan, kegiatan rapid test ini sebagai bentuk ikhtiar untuk memutus rantai Covid-19. Sehingga bisa diantisipasi sedini mungkin. “Bagi masyarakat yang hasilnya reaktif, pihak kementerian akan menfasilitasi pemeriksaan lanjutan untuk PCR Test jika yang bersangkutan bersedia atau memilih isolasi mandiri,”ujar Dewi Winarti dalam rilis yang diterima 1minute.id, Minggu, 20 September 2020.
RAPID TEST : Antisipasi terjadinya penyebaran Covid-19. PC Fatayat NU Gresik menggelar rapid test masal gratis, Minggu, 20 September 2020. (foto : PC Fatayat NU Gresik)
Kegiatan rapid test di Gresik ini, kali pertama digelar. Setelah itu, akan dilanjutkan ke Kediri, Sidoarjo dan Surabaya. ”Selain pelayanan rapid gratis, peserta juga mendapatkan suvenir dan konsumsi,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Ainul Farodisa mengatakan, rapid test ini merupakan bagian dari kepedulian Fatayat Gresik kepada masyarakat dalam pencegahan Covid 19. “Alhamdulillah, partisipasi masyarakat Gresik terhadap kegiatan ini luar biasa, dan mampu membantu pemerintah dalam upaya pencegahan penularan Covid-19,” jelasnya.
Direktur Bina Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja Mohammad idham menambahkan, program ini merupakan jaringan penanganan Covid-19 dalam pengujian kesehatan dan lingkungan tenaga kerja. Di Jawa Timur dan sekitarnya seperti Bali, imbuhnya, ada 7.500 tenaga kerja yang di cover rapid test. Kemudian, 1.300 yang di PCR sebagai tindak lanjut jika ada yang reaktif.
“Di sini kami dibantu Fatayat dan Muslimat dalam menyukseskan program rapid masal ini. Harapannya, seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para pekerja sehat dan ekonomi kembali pulih,” harap Idham. (*)