GRESIK,1minute.id– Rencana penambangan pasir laut di lepas pantai Pulau Bawean mendapatkan penolakan dari masyarakat. Pasalnya, aktivitas penambangan pasir untuk proyek itu mengancam ekosistem dan biota laut di Pulau Putri itu.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Harun Thohir, Bawean, diantaranya menolak penambangan pasir itu. Dalam siaran yang diterima 1minute.id, Jumat 18 September 2020 Moh Asep Maulidin mengatakan, aktivitas penambang pasir laut akan mengancam ekosistem dan biota laut di perairan Pulau Bawean.
Pulau Bawean tidak hanya eksotis alamnya. Biota laut di pulau terluar Kota Gresik sangat menarik. Sehingga, Pemkab Gresik menjadikan Bawean, salah satu destinasi wisata. Bahkan, event Visit Indonesia Year, Bawean menjadi salah tempat persinggahan wisatawan mancanegara.
Perairan Pulau Bawean juga penyumbang lobster maupun ikan tongkol terbesar di Gresik. Kondisi geografis itu, tambah mahasiswa STIT Raden Santri Gresik itu, ratusan nelayan dari dua kecamatan Sangkapura dan Tambak, mengantungkan hidupnya mencari ikan dilautan.
BENING : Kondisi air di perairan Palau Bawean yang bersih. ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
“Penambangan pasir laut secara besar-besaran akan membuat laut menjadi keruh. Hasil tangkapan nelayan kami prediksi akan anjlok hingga 90 persen,”kata Asep. Selain itu, tambahnya, dampak lain penambangan pasir akan meningkatkan abrasi air laut. “Gelombang semakin tinggi, rob menjadi ancaman masyarakat,”tegasnya.
Karena itulah, Asep, mendesak pemerintah kabupaten maupun provinsi Jatim tidak memberikan izin penambangan pasir di Pulau Bawean. “PMII secara tegas menolak rencana penambangan pasir di perairan Bawean,”tegas Asep. (*)
TUBAN,1minute.id – Liek Setiadji semringah. Ketua kelompok budidaya ikan Prima Makmur itu mendapatkan bantuan modal untuk pengembangan usaha Rp 33 juta.
Bantuan dari PT Semen Indonesia Tbk itu untuk membuat empat kolam baru yang bisa mampu menampung 16 ribu ekor ikan lele. “Adanya program pemberdayaan SIG sangat membantu, karena selain permodalan usaha, kami juga dapat pendampingan dan kesempatan studi banding untuk belajar budidaya ikan lele yang baik dan benar,”kata Liek Setiadji, Jumat ,18 September 2020.
Bantuan PT Semen Indonesia itu bertujuan meningkatkan kemandirian dan pengembangan usaha para pelaku UMKM melalui pemberian bantuan modal dan pendampingan usaha. Salah satunya diberikan kepada kelompok budidaya ikan Prima Makmur, diketuai Liek Setiadji. Kelompok budidaya ikan Prima Makmur berlokasi di Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang tergabung dalam UMKM binaan SIG Klaster Perikanan.
Liek Setiadji mengaku bantuan itu membuat usaha semakin berkembang. Setahun, Liek kini bisa panen tiga kali setelah mengikuti program pemberdayaan dari SIG itu. Setiap panen mampu menghasilkan 1,4 ton ikan lele jenis Masamo atau 4,2 ton setahun. Bila harga ikan lele di pasaran Rp 15 ribu per kilogram kelompok budidaya ikan Prima Makmur meraup omzet Rp 63 juta per tahun.
“Tingginya permintaan ikan lele di wilayah Tuban, membawa berkah tersendiri bagi kelompok kami,”kata Liek sambil tersenyum.
Liek Setiadji, Ketua kelompok budidaya ikan Prima Makmur UMKM binaan SIG sedang melakukan pemanenan ikan. ( foto : humas SIG)
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban M Amenan, mengapresiasi langkah yang dilakukan SIG. Menurutnya, dengan adanya budidaya ikan oleh kelompok UMKM, dapat memberikan potensi usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja. Dan, tambahan penghasilan, sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan bagi masyarakat.
“Kami juga sangat mengapresiasi pendampingan teknis yang telah dilakukan oleh SIG kepada para UMKM, sehingga mereka paham tentang budidaya ikan lele ini. Kedepan kami juga berharap cakupan UMKM yang diberdayakan SIG semakin luas,”kata M Amenan.
Sementara itu, General Manager of CSR SIG Edy Saraya mengatakan, melihat potensi pasar yang sangat terbuka, SIG mendukung upaya UMKM mengembangkan usahanya.
“Hingga saat ini perseroan telah melakukan pemberdayaan kepada 18 kelompok UMKM klaster perikanan dengan memberikankan bantuan Rp 523 juta serta pendampingan usaha. Adapun jenis usaha budidaya yang dilakukan pelaku UMKM diantaranya budidaya ikan lele, udang vaname dan ikan nila,”ujar Edy Saraya. (*)
GRESIK,1minute.id – Impitan ekonomi membuat pasangan suami-istri, Suparman, 42 dan Likha, 32, gelap mata. Pasutri tinggal di Kompleks Perumahan Cerme Apsari, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Gresik itu bersekongkol melakukan pencurian dirumah tetangganya, Teguh Heru Yuwono, 47.
Nahas, aksi direncanakan pasutri, Sabtu 12 September 2020 pukul 02.00 gagal. Untuk menghilangkan jejak, pasutri itu tega menganiaya Risma Asti Herianti, 16, asisten rumah tangga (ART) keluarga Teguh Heru Yuwono menggunakan linggis. Gadis asal Jalan Lingkungan Danyang, Desa Danyang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobokan, Jawa Tengah mengalami luka parah. Dan, menjalani rawat inap di RSUD Ibnu Sina Gresik.
Kapolsek Cerme AKP Moh Nuramin mengatakan, berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi pencurian rumah Teguh Heru Wiyono diduga dilakukan pasutri Suparman-Likha. “Mereka masuk dari belakang rumah korban dengan cara sungihan,”ujar Nuramin, Jumat 18 September 2020.
Likha, terduga pelaku percobaan pencurian disertai kekerasan terhadap anak diamankan Polsek Cerme, Jumat 18 September 2020
Sebelum memanjat bagian belakang rumah korban Teguh di Kompleks Perumahan Cerme Apsari, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Gresik itu, pelaku sempat mendatangi rumah korban menanyakan keberadaan ART Teguh yang tidak terlihat seminggu terakhir ini. “Tujuannya untuk memastikan lantai dua rumah korban kosong,”jelas Nuramin.
Pada Sabtu, 12 September 2020 pukul 02.00 pasutri Sutarman dan Likha beraksi. Mereka memanjat tembok belakang rumah Teguh dengan cara sunggi. Likha lebih dulu naik. Lalu, Suparman menyusulnya. Nah, saat itu ART Risma mendengar suara gaduh. Gadis 16 tahun itu terbangun. Melihat ada dua orang tidak dikenal membawa linggis sudah berada di hadapannya.
Risma, ART keluarga Teguh di Kompleks Perumahan Cerme Apsari, Desa Ngabetan, Cerme, Gresik korban penganiayaan pasutri yang gagal mencuri di rumah majikannya. Kondisi korban Risma berangsung membaik setelah dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik ( foto : istimewa)
Risma teriak histeris. Suparman yang panik langsung menghajar Risma dengan linggis. Risma kelenger dan bersimbah darah. Teguh mendengar teriakan minta tolong Risma bergegas lain ke lantai dua rumahnya. Teguh hanya melihat Risma tergolek di lantai bersimbah darah. “Korban mengalami luka-luka pada bagian kepala dan punggung. Korban dipukul dua kali menggunakan linggis,”tegas Kapolsek Cerme AKP Moh Nuramin.
Dalam pemeriksaan di pasutri Suparman dan Likha mengaku gelap mata karena terlilit hutang. “Motif, impitan ekonomi. Istri Suparman terlilit banyak hutang,”katanya. Penyidik Polsek Cerme menjerat dua tersangka dengan pasal berlpis. Yakni, Pasal 365 Jo 53 KUHP dan Pasal 80 Undang-Undang nomor 35 / 2014 tentang perlindungan anak atau Pasal 170 , 351 Ayat (2) KUHP. “Kami masukkan pasal perlindungan anak karena korban dibawah umur. Masih 16 tahun,”kata Nuramin. (*)
GRESIK, 1minute.id– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke Petrokimia Gresik, Kamis, 17 September 2020. Kunjungan ke produsen pupuk solusi agroindustri berpusat di Gresik untuk memastikan ketersediaan pupuk menghadapi musim tanam Oktober 2020 – Maret 2021 (Okmar).
Gubernur Khofifah lega. Sebab, stok pupuk musim tanam Okmar khususnya di Jawa Timur aman. Sebelum melihat stok pupuk di gudang, Khofifah didampingi Direktur Utama (Dirut) PG Dwi Satriyo Annurogo secara simbolis menanam pohon di area Petrokimia Gresik sebagai simbol komitmen mewujudkan industri ramah lingkungan. Menjelang musim tanam kedua , Oktober 2020.
Gubernur Khofifah meminta sejumlah kabupaten di Jatim untuk mempercepat masa tanam kedua guna mengantisipasi krisis pangan akibat kemarau panjang dan pandemi covid-19 yang belum juga mereda di paruh kedua tahun 2020 ini.
Khofifah meminta dukungan dari berbagai pihak, diantaranya, Petrokimia Gresik dalam penyediaan pupuk bersubsidi. Dan, bersama pemerintah daerah akan melakukan pengawasan ketat terkait penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani, guna menyukseskan musim tanam kedua ini.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo melihat stok pupuk di pabrik Petrokimia Gresik, Kamis, 17 September 2020 ( foto : Humas Petrokimia Gresik)
Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, mengatakan stok pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik saat ini berjumlah 557.733 ton. Stok itu melebihi ketentuan minimum pemerintah 491.518 ton.
Stok tersebut terdiri dari Pupuk Urea 69.977 ton, ZA 78.653 ton, SP-36 110.248 ton, Phonska 224.088 ton, dan Petroganik 74.767 ton.
Dari total stok tersebut, jelas Dwi Satriyo, untuk Provinsi Jawa Timur sebesar 217.895 ton. Rinciannya, Urea 69.977 ton, ZA 30.675 ton, SP-36 31.389 ton, NPK Phonska 46.932 ton dan Petroganik 38.922 ton.
“Kewajiban dari Petrokimia Gresik adalah menyediakan dan menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan atau penugasan dari pemerintah,”ujar Dwi Satriyo, Kamis, 17 September 2020.
Dwi Satriyo menambahkan Petrokimia Gresik siap mendukung ketahanan pangan nasional, dimana pupuk bersubsidi, sebagai salah satu sarana produksi pertanian, menjadi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terlebih di tengah kondisi wabah Covid-19 yang belum mereda.
“Tidak hanya pupuk, Petrokimia Gresik juga siap membantu petani dalam pengendalian hama, sehingga pengawalannya lengkap,”ujarnya.
Dwi Satriyo melanjutkan dalam penyaluran pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020.
Dalam Permentan tersebut, Kementan menetapkan alokasi pupuk bersubsidi nasional sebesar 7,9 juta ton kepada Pupuk Indonesia. Dari jumlah tersebut, Petrokimia Gresik mendapat tugas penyaluran sebesar 4,7 juta ton atau 59 persen dari total penugasan nasional. Selebihnya, akan disalurkan oleh produsen pupuk anggota holding Pupuk Indonesia lainnya.
Untuk memastikan penyaluran hingga ke daerah, Petrokimia Gresik memiliki 77 orang staf perwakilan daerah penjualan (SPDP) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Mereka rutin berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), kelompok tani, hingga aparat berwajib setempat.
“Dalam penyalurannya, perusahaan memegang teguh prinsip 6 tepat, yaitu Tepat Harga, Tepat Tempat, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu,”jelasnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik kembali turun jalan, Rabu 17 September 2020. Mereka menuntut manajemen PT Karunia Alam Segar (KAS) untuk merealisasikan kesepakatan dengan warga setempat yang dibuat tahun 2004.
Kesepakatan itu, diantaranya, manajemen pabrik penghasil mi itu lebih mengutamakan pekerja berasal dari Desa Sukomulyo. Rekrumen tenaga kerja langsung dilakukan perusahaan.
Sekitar pukul 11.00, massa tiba di depan jalan pabrik. Mereka lalu berorasi bergantian. Sementara, orang tua, dan anak-anak membentangkan sejumlah poster. Isi poster itu diantaranya, “Jangan Lupakan Warga Ring-1 ; Jangan Kasi Baunya Saja. Beri Pekerjaan yang Layak untuk Warga Sukomulyo”.
Warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar membentangkan poster yang menuntut manajemen PT KAS untuk merealisasikan kesepakatan yang dibuat 2004 lalu. ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )
“Bila tuntutan warga tidak dipenuhi, kami akan menginap di sini,”teriak Abdul Wahab, salah satu orator. Menjelang Dhuhur, sepuluh orang perwakilan warga diterima manajemen PT KAS.
Dalam pertemuan itu, manajemen menjadikan akan memberikan jawaban terkait tuntutan warga Sukomulyo itu. Sekitar pukul 15.00, massa membubakan diri. Mereka urung nginap di halaman pabrik berlokasi di Jalan Raya Sukomulyo itu. (*)
GRESIK, 1minute.id – Wabah korona masih menghantui masyarakat di Jawa Timur. Gerakan Jatim Bermasker terus diintensifkan. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan ventilator untuk 17 rumah sakit rujukan di Gresik, Lamongan dan Jombang.
Penyerahan bantuan ventilator itu secara simbolis di Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik, Kamis 17 September 2020.
“Kami berharap memang bantuan ventilator ini tidak digunakan,”kata Gubernur Khofifah. Sebab, tambahnya, ventilator hanya dibutuhkan kepada penderita kasus Covid yang sangat membutuhkan bantuan pernafasan. “Semoga kasus Covid di Gresik dan beberapa daerah di Jawa Timur tidak sampai membutuhkan ventilator,”imbuh Gubernur pertama di Jawa Timur ini.
Gubernur Khofifah sempat memuji keseriusan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan forkopimda Gresik dalam pencegahan penyebaran Covid. “Gresik merupakan satu-satunya Kabupaten yang paling aktif dan tepat waktu dalam mengupdate data Covid. Gresik juga menjadi perhatian masyarakat secara nasional maupun dunia akan keseriusan pencegahan Covid terutama dalam pelaksanaan Operasi yustisi,”katanya.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ketika memberikan bantuan ventilator secara simbolis di kantor Pemkab Gresik, Kamis 17 September 2020
Operasi yustisi digelar secara nasional. Untuk mengingatkan dan memberikan sanksi tegas kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah. Di era kehidupan normal baru, tambahnya, berharap memakai masker sebagai gaya hidup. “Ketika belum memakai masker akan terasa kurang komplit. Bahkan, ke depan kalau bisa masker sebagai dresscode,”tegasnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto pada kesempatan itu membeberkan perkembangan penyebaran kasus korona di Gresik. Menurut Bupati Sambari, akhir-akhir ini penyebaran Covid sudah semakin menurun.
“Sampai Rabu kemarin, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Gresik mencapai 2.989 kasus dan 190 orang melaksanakan isolasi mandiri,”kata Sambari.
“Saya sudah minta bantuan TNI dan Polri untuk memberikan pengawasan ekstra agar mereka yang sedang melaksanakan isolasi mandiri ini tidak berkeliaran dan menularkan ke yang lain,”imbuhnya. (*)
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Kasat Pol PP Gresik Abu Hasan, Waka Polres Kompol Dhyno Indra Setiadi usai launching Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan di Mapolres Gresik, Rabu 16 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )
GRESIK,1minute.id-Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan semakin intensif dilakukan aparat. Akan tetapi, masih banyak ditemukan masyarakat yang abai tidak memakai masker. Padahal virus masih belum musnah. Rabu 16 September 2020, aparat gabungan.
TNI, Polri dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik membentuk tim hunter pelanggaran protokol kesehatan. Tim anyar itu dilaunching di halaman Mapolres Gresik. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto meresmikan tim yang bertugas blusukan mengendarai sepeda motor untuk mengingatkan masyarakat yang menjadikan masker gaya hidup menuju New normal ini.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, tim memiliki tugas mengedukasi dan melakukan penindakan kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Yakni, menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan (3M). “Masyarakat dapat menyadari dan semakin tertib dan 3M menjadi pola hidup baru,”ujar alumnus Akpol 2001 ini.
Tim hunter pelanggar protokol kesehatan melakukan patroli ke tempat keramaian. “dan melakukan tindakan kepada masyarakat yang tidak menerapkan Protokol kesehatan,”tegas Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. (*)
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto melakukan inspeksi proyek underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Rabu 16 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
GRESIK, 1minute.id–Bupati Gresik Sambari Halim Radianto melakukan inspeksi mendadak proyek underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Rabu 16 September 2020. Selama 60 menit Bupati Sambari melihat langsung proyek bawah tanah kali pertama di Kota Santri ini.
Bupati Sambari didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji dan Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi tidak hanya memantau aktivitas para pekerja yang sedang melakukan pendalaman bekas bukit kapur yang melintas di jalan nasional itu.
Bupati Sambari juga mengukur diameter besi untuk proyek dikerjakan oleh CV Wijaya itu. Tujuannya memastikan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang biaya oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gresik sebesar Rp 4,23 miliar itu.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mewanti-wanti pelaksana proyek sesuai dengan perencanaan. “Underpass ini di bangun untuk mengatasi kemacetan di sekitar tempat ini,”kata Bupati Sambari, Rabu 16 September 2020. Kita tahu jalan ini dekat dengan berbagai fasilitas pendidikan. Mulai dari TK, SD, SMP dan SMA bahkan perguruan tinggi yang besar. Di sekitar jalan nasional ini juga ada mal, hotel serta fasilitas yang lain. Juga terhubung dengan jalan nasional.
“Jalan underpass ini, akan sangat terasa manfaatnya pada beberapa tahun kedepan. Dimana tempat ini sudah sangat berkembang. Para pelajar dan mahasiswa akan aman melintasi jalan ini,”tegas Bupati Sambari. Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiaji mengatakan tinggi terowongan yang membela dari utara ke selatan 4,7 meter. Lebar 7,2 meter. “Lebar jalan 5,9 meter ditambah trotoar 1,5 meter,”jelas Gunawan didampingi Kabag Humas Reza Pahlevi. (*)
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ketika memimpin Operasi Yustisi, Selasa 15 September 2020
GRESIK,1minute.id–Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan semakin intensif dilakukan aparat. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin patroli gabungan untuk melakukan tindakan kepada pelanggar penerapan dan protokol kesehatan pencegahan penularan korona, Selasa 15 September 2020.
Sasaran operasi adalah tempat kerumunan massa. Di kafe, warkop atau di ruang terbuka hijau ini dimulai pukul 20.00. Pasalnya, tempat-tempat itu ditengarai pengunjung kerap tidak memakai masker. Puluhan petugas gabungan itu berangkat dari Mapolres Gresik di Jalan Basuki Rahmat, Gresik.
Petugas kemudian menyusuri sejumlah tempat nongkrong. Diantaranya, kafe Yuyun di Jalan Raya Desa Roomo ; kafe Gresik Seru di Jalan Panggang, Desa Suci dan Pits Stop Cafe di Desa Suci. Semuanya berada di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Dalam patroli itu petugas menyita dua kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) pengunjung yang tidak memakai masker.
Sementara itu, di Jalan Sumatera Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), petugas gabungan kembali menggelar operasi yustisi, Rabu 16 September 2020. Puluhan pengendara terjaring tidak memakai masker. Operasi selama 60 menit itu, selesai pukul 10.30.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto berdialog dengan masyarakat dalam Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan, Selasa 15 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dilakukan secara humanis. “Kita kedepankan rekan-rekan dari Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan penindakan administratif maupun denda,”ujar Kapolres Arief Fitrianto didampingi Kasat Sabhara Polres Gresik AKP Yudi Prasetyo, Selasa malam.
Akan tetapi, tambah alumnus Akpol 2001 itu, bila ada perlawanan dalam pelanggaran protokol kesehatan akan dilakukan penindakan sesuai kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). “Akan kami terapkan Pasal 212, 214, 216 ayat 1 dan Pasal 218 KUHP,”tegas mantan Kapolres Ponorogo itu. (*)
Polisi olah tempat kejadian perkara di rumah Teguh Heru di Kompleks Perumahan Bumi Cerme Apsari, Kecamatan Cerme, Gresik. ( foto : istimewa)
GRESIK.1minute.id-Risma kelenger. Tubuh asisten rumah tangga (ART) keluarga Teguh Heru berusia 17 tahun bersimbah darah. Korban Risma menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina Gresik.
Risma asal Desa/Kecamatan Cerme, Gresik di duga dianiaya dua lelaki tidak dikenal yang hendak merampok di rumah majikannya di Kompleks Perumahan Bumi Cerme Apsari, Kecamatan Cerme. Percobaan perampokan itu sepekan lalu. Polisi masih menyelidiki pelaku penganiayaan tersebut.
Informasi yang dihimpun Senin 7 September 2020. Risma terbangun karena mendengar suara gaduh di lantai dua rumah keluarga Teguh Heru di Kompleks Bumi Cerme Apsari, Kecamatan Cerme, Gresik. Risma spontan berteriak minta tolong begitu melihat ada dua lelaki misterius itu.
Pelaku yang panik kemudian menangkap Risma. ART berusia 17 tahun itu dihajar oleh penjahat hingga Risma hingga kelenger. Meringis kesakitan. “Saya mendengar teriakan minta tolong lari ke atas. Korban sudah tergelatak di lantai bersimbah darah,”ujar sumber di kepolisian menirukan pengakuan Teguh Heru, majikan Risma.
Akibat kebrutalan pelaku, korban Risma mengalami luka leher, bahu dan dua tangannya karena dianiaya pelaku. Dia pun kemudian dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Kondisi korban membaik.
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) pelaku masuk kamar tidur korban Risma dengan mencongkel menggunakan linggis. Sebuah linggis ditemukan diatas tempat tidur Risma.
“Linggis menancap di kasur Risma. Dan, sebungkus rokok di duga milik pelaku. Barang bukti sudah kita diamankan,”imbuh sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu.
Kapolsek Cerme AKP Moh Nuramin membenarkan kejadian menimpah Risma itu. “Masih dalam penyelidikan jadi kami mohon waktu. Pasalnya, anggota masih memeriksa sejumlah saksi-saksi,”kata Nuramin. (*)