Terapkan Prokes Ketat, Bupati Gresik Optimistis PTM Aman

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 80 persen peserta didik mengingingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Antusiasme itu terlihat di PTM hari pertama pada Senin, 19 April 2021.

Seluruh lembaga pendidikan negeri dan swasta jenjang SD dan SMP melakukan PTM. Ada 112 lembaga jenjang sekolah menegah pertama (SMP) dan 452 sekolah dasar (SD) melakukan PTM. 

Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak di SMP Negeri 2 Gresik dan SMP Negeri 4 Gresik. Di dua sekolah negeri itu, peserta didik kelas IX sedang menjalani ujian sekolah. Ini US offline kali pertama sejak pandemi Covid-19 merebak Maret tahun lalu.

Di SMP Negeri 4 Gresik ujian sekolah menggunakan komputer. Sedangkan, di SMP Negeri 2 Gresik ujian menggunakan papertest. Di SMP Negeri 2 Gresik, misalnya. 

Rombongan belajar (Rombel) kelas IX berjumlah 254 siswa. Peserta PTM sebanyak 250 siswa. Empat siswa sisanya memilih ujian sekolah dalam jaringan. Sedangkan, di SMP Negeri 4 Gresik, siswa kelas IX memilih ujian offline “hanya” 3 siswa.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, semua itu putusan demokratis wali murid, peserta didik, komite sekolah dan satgas Covid sekolah.

“Tidak memaksakan wali murid dan memberatkan sekolah. Ini bentuk musyawarah yang baik dan mengikuti PTM atau daring,”kata Fandi Akhmad Yani yang juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik itu. Akan tetapi, untuk siswa kelas VII dan VIII, tambah Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, banyak wali murid yang menginginkan PTM.

Data dari kepala SMP Negeri 4 Gresik Arif Abd Rohman menyebutkan siswa kelas VII SMP Negeri 4 Gresik berjumlah 287 siswa memilih PTM 264 siswa. Sedangkan, siswa kelas VIII berjumlah 280 siswa meninginkan PTM 256 siswa. “Mayoritas menghendaki PTM,”ujar Gus Yani.

Putusan PTM diambil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani setelah rapat koordinasi bersama forkopimda terkait perkembangan virus covid-19. Pagebluk mengalami tren menurun dari zona merah menjadi kuning.

Selain itu hasil polling Dispendik mayoritas atau sekitar 80 persen wali murid menginginkan PTM. Meski begitu, Gus Yani akam melakukan evaluasi PTM. Gus Yani berharap PTM tidak menimbulkan klaster baru. 

Dalam sidak di dua sekolah negeri itu, Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat puas tindakan sekolah yang menerapkan protokol kesehatan ketat untuk siswa dan guru. Bahkan, Gus Yani yang menjadi Komandan Satgas Covid-19 Gresik tetap menjalani prokes yakni masuk bilik sanitizer, cuci tangan dan tes suhu badan. (yad)

Terapkan Prokes Ketat, Bupati Gresik Optimistis PTM Aman Selengkapnya

Ujian Sekolah Siswa SD dan SMP Secara PTM mulai Senin Depan

GRESIK,1minute.id – Pembelajaran tetap muka (PTM) untuk siswa SD dan SMP sederajat dimulai Senin, 19 April 2021. PTM kali pertama sejak pagebluk corona Maret 2020 itu. Tahap awal PTM untuk siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) dan siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan mengikuti ujian sekolah. Ujian sekolah utama ini dilakukan secara bergelombang. Maksimal kapasitas siswa dalam kelas 50 persen.

Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik juga komandan Satgas Covid-19 Gresik menggelar rapat evaluas i di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 16 April 2021.

Rapat evaluasi dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini, Bupati Fandi Akhmad Yani berharap PTM tidak hanya siswa SD dan SMP. Bila, memungkin  juga disegerakan PTM untuk jenjang taman kanak-kanak dan pendidikan usia dini (TK-PAUD).

“Diknas lakukan kajian agar mensegerakan juga pemberlakukan PTM untuk TK dan PAUD,”ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani diamini Wabup Aminatun Habibah pada Jumat, 16 April 2021.

Selain evaluasi persiapan PTM, Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani meminta kepada peserta rakor untuk mengevaluasi kembali Peraturan Bupati (Perbup) Gresik nomor 50/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di masa Transisi Menuju Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Gresik. Perbup itu ditetapkan pada 3 Desember 2020.

“Saya harap Perbup 50/2020 tersebut disesuaikan dengan keadaan saat ini yang sedang berlaku di Kabupaten Gresik. Misalnya tentang larangan yang ada di perbup tersebut bahwa siswa dilarang naik kendaraan umum, guru luar Gresik dilarang mengajar,”kata Gus Yani yang juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik ini.

Bupati meminta agar semua yang hadir memberikan solusi yang paling aman dan tidak beresiko. Pengaturan jam belajar, kapasitas murid serta durasi pembelajaran setiap minggu juga dipastikan. Selain itu yang tak kalah pentingnya ijin pernyataan tertulis dari orang tua murid maupun dari pihak komite sekolah.

Berdasar evaluasi Dinas Pendidikan (Dispendik) masih ada sekolah yang belum melengkapi sarana dan prasarana PTM, Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah meminta Dispendik untuk melakukan pendampingan. “Jadi sekolah yang belum siap tersebut tetap memulai pembelajaran tatap muka didampingi oleh pihak Diknas,”kata Bupati Gus Yani.  

Wakil Bupati Aminatun Habibah berharap semua pihak membantu agar semua sekolah SD dan SMP bisa semuanya memulai PTM pada Senin besok. “Bila ada sekolah yang masih belum siap dan belum memenuhi syarat agar dibantu seoptimal mungkin,”harap Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah. (yad)

Ujian Sekolah Siswa SD dan SMP Secara PTM mulai Senin Depan Selengkapnya

Bupati Gresik : Gerakan 1.000 UMKM Bangkit untuk Kurangi Penganggguran dan Kemiskinan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melaunching “Gerakan 1.000 UMKM Bangkit untuk Gresik Mandiri Berkarya” di kafe Mustika Rasa Jalan Tri Dharma, Gresik pada Rabu petang, 14 April 2021.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan program kalaborasi dinas perizinan, dinas kesehatan dan diskoperindag ini dibuat untuk penguatan UMKM di Gresik. 

“Pada akhirnya diharapkan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan yang masih tinggi di Gresik,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 14 April 2021.

Data 1minute.id , jumlah pengangguran di Kota industri-sebutan lain-Gresik sekitar 8 persen. Lebih tinggi prosentase nasional sebesar 7 persen dan Jawa Timur 5 persen.  Menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan menjadi salah satu prioritas Program Nawa Karsa , Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah.

Anggota Komisi XI DPR RI Sarmuji mengatakan komisinya yang membidangi perekonomian dan keuangan akan menjembatani , agar UMKM Gresik bisa go nasional bahkan go internasional.

“Syaratnya, siapkan dan rapikan data tentang UMKM. Nanti kita kalaborasikan dengan bank Indonesia melalui digitalisasi UMKM,”kata Sarmuji.

Launching 1000 UMKM untuk Gresik Mandiri Berkarya ini dihadiri Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir. Serta,  Plh Kepala Balai Besar POM Surabaya Puryani.

Sebelum launching, 50 perwakilan UMKM menjalani pelatihan. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, sangat mendukung program Pemkab Gresik untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Gresik . “Terwujudnya Nawa Karsa, Gresik akan semakin maju,”kata alumnus Akpol 2021. (yad)

Bupati Gresik : Gerakan 1.000 UMKM Bangkit untuk Kurangi Penganggguran dan Kemiskinan Selengkapnya

Matangkan, Layanan Kesehatan Cukup dengan e-KTP

GRESIK,1minute.id – Single identitas untuk semua pelayanan terus diupayakan pemerintah. Antara lain, pelayanan kesehatan dengan menggunakan nomor induk kependudukan yang terdapat di kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  terus mengupayakan capai cakupan pelayanan atau universal health Coverage (UHC) untuk seluruh masyarakat Gresik. Artinya, pada saatnya nanti masyarakat Gresik dapat menikmati layanan Kesehatan hanya dengan Kartu Tanda Penduduk.

Rabu pagi tadi, Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan pematangan program itu dengan mengundang pimpinan BPJS Gresik, pimpinan rumah sakit se-Kabupaten Gresik dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta disaksikan oleh perwakilan DPRD Gresik. 

Rapat tersebut merundingkan kebijakan Bupati di bidang Kesehatan yang sangat ditunggu masyarakat Gresik tersebut.“Program ini merupakan bagian dari tanggungjawab pemerintah di bidang pelayanan kesehatan. Selain menjadi program prioritas, Kami ingin di era Gresik Baru jumlah angka kemiskinan menurun dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di bidang pelayanan Kesehatan,” katanya pada Rabu,14 April 2021.

Bupati berharap, UHC ini ada inovasi dari seluruh peserta rapat dan tidak hanya mengandalkan APBD dalam pembiayaannya. “Sebagai kabupaten industri, kami berharap agar ada optimalisasi dari semua pihak. Baik dari dunia industri dan swasta, pihak rumah sakit dan pelayanan kesehatan di Gresik atau dari program yang lain untuk optimalisasi dalam percepatan program UHC ini,”tegas Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani serius.

Kepala Cabang BPJS Gresik Tutus Novita Dewi mengatakan jumlah kepesertaan BPJS kesehatan masyarakat Gresik 77,28 persen. Ada peningkatan dari beberapa minggu sebelumnya yang hanya 74 persen. Untuk pembayaran klaim selama 8 bulan terakhir  2020 sebesar Rp 421 miliar, sedangkan jumlah pemasukan iuran peserta selama setahun sebesar Rp 435 miliar.  

“Tingkat kepuasan masyarakat terhadap BPJS juga semakin meningkat. Hal ini sesuai komitmen kami bersama seluruh rumah sakit yang bekerjasama dengan kami untuk tidak melakukan pungutan kepeda peserta BPJS dan tidak diskriminasi dalam layanan,”ujar Tutus.

Menanggapi kepesertaan BPJS masyarakat Gresik meskipun ada peningkatan, Sekda Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno prihatin. 

Menurut Sekda prosentase kepesertaan BPJS masyarakat Gresik masih dibawah rata-rata prosentase Provinsi Jawa Timur yang mencapai 80,25 persen. “Kami berharap kedepan jumlah masyarakat Gresik yang tercover BPJS akan terus meningkat,” harapnya. (yad)

Matangkan, Layanan Kesehatan Cukup dengan e-KTP Selengkapnya

Bupati Ingatkan Takmir untuk Terapkan Prokes saat Tarawih

GRESIK,1minute.id – Kementerian Agama menetapkan awal bulan Suci, Ramadan pada Selasa besok, 13 April 2021. Umat muslim di Kota Santri, Gresik menyambut suka cita. Mereka memenuhi masjid dan musala untuk salat terawih pertama.

Pantauan 1minute.id di masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik ratusan jamaah mengikuti salat terawih pertama Ramadan. Pengurus masjid berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik melakukan pengawasan ketat protokol kesehatan untuk mencegah persebaran corona virus disease 2019.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta kepada seluruh takmir musala dan masjid, juga seluruh masyarakat agar melaksanakan ibadah dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan COVID-19.

“Pakai masker, jaga jarak, pastikan kapasitas tempat salat tidak berkerumun dan bawa alat salat pribadi,”kata Gus Yani. (yad)

Bupati Ingatkan Takmir untuk Terapkan Prokes saat Tarawih Selengkapnya

Bangun TPST di Wilayah Gresik Selatan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik berencana membangun tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di Gresik Selatan. Pembangunan TPST itu akan mengangkut sampah warga rumah tangga di lima kecamatan. Yakni, Kecamatan Menganti, Kedamean, Driyorejo dan Wringinanom.

Hal itu diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika menemui aktivis lingkungan di Ruang Dhurung, Bawean Kompleks Kantor Bupati pada Kamis, 8 April 2021. TPST ini akan mengurangi tumpukan sampah di TPA Ngipik yang sudah sangat penuh.

“TPST di wilayah selatan, mudah-mudahan pada tahun ini bisa kita lakukan kerjasama dengan pihak ketiga,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. Pihaknya dalam membangun Gresik Baru mengajak segala elemen untuk memberikan saran dan masukan.

Termasuk masyarakat maupun LSM pemerhati lingkungan yang menemukan tumpukan sampah di bahu jalan yang dibuang sembarangan. Cukup dilaporkan melalui melalui smartphone aplikasi Gresikpedia.

“Saya mengajak teman-teman pemerhati sampah, kami sudah melaunching aplikasi Gresikpedia, agar jarak komunikasi masyarakat dengan pemerintah dekat. Ada tumpukan sampah dilaporkan,”kata Bupati Gresik termuda itu.

Tidak hanya LSM, tambahnya, pemerhati sampah dan masyarakat saja yang melapor. Gus Yani meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini untuk lebih terbuka dalam menyampaikan informasi.

“DLH kita punya dua unit mobil sikat sampah liar kondisi sampah-sampah teratasi, yang selama ini ditumpuk orang tidak punya tangggung jawab. Ada komunikasi masyarakat dengan pemerintah, saya minta DLH memberi tahu masyarakat mobil itu ke daerah mana saja, ke selatan atau ke utara,”katanya.

Gus Bupati juga meminta DLH untuk menggelar audiensi virtual melalui zoom bersama kepala desa dan pemerhati lingkungan di Gresik. Tujuannya agar ada perubahan yang lebih responsif di tingkat desa. (yad)

Bangun TPST di Wilayah Gresik Selatan Selengkapnya

Bupati Optimistis, MPP dengan 133 Layanan, Optimistis Dongkrak Investasi di Gresik

GRESIK,1minute.id – Mal pelayanan publik (MPP) menjadi harapan baru bagi Pemkab Gresik untuk mendongkrak investasi, pemulihan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan. 

Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB Diah Natalisa melaunching MPP ke-40 di Indonesia itu pada Rabu, 7 April 2021. Ada 133 layanan dari 21 instansi yang terintegrasi di MPP ini.

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  grand launching harus dibarengi perubahan layanan yang lebih cepat. Mengubah etos kerja melayani. Setelah diresmikan bisa meningkatkan investasi di Gresik karena berbagai kemudahan. Intinya ada peningkatan pelayanan birokrasi terutama di bidang perizinan.

“Perizinan harus benar-benar cepat. Kita buka investasi seluas-luasnya agar investasi mengalir dan bisa memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat,”harap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Kabupaten yang berjuluk kota industri, Bupati mengaku prihatin atas jumlah pengangguran terbuka di wilayahnya. Dia menyebut jumlah prosentase pengangguran di Gresik mencapai 8 persen. Melebihi angka nasional yang 7 persen dan Jawa Timur hanya 5 persen.

“Tapi, Saya tidak malu. Semoga ikhtiar dan kerja keras bisa menurunkan angka pengangguran,”katanya optimistis.

Optimistis Bupati Gresik termuda itu karena Gresik memiliki tiga kawasan industri besar yakni Kawasan Industri Maspion, Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) dan Kawasan Industri Gresik (KIG). “Dengan kemudahan perizinan dan investasi, kedepan bisa memberikan angin segar untuk mengurangi angka penganguran,”tegasnya.

Gus Yani mengharapkan mindset aparatur sipil negera (ASN) berubah. “Kalau tidak bisa melompat (kerja cepat) akan saya tinggal,”tegasnya. 

Sementara itu, Deputi Pelayanan Publik Kemen PAN-RB Diah Natalisa mengatakan, MPP didirikan untuk memberi kemudahan, kecepatan, keterjangkauan, keamanan, dan kenyamanan kepada masyarakat mendapatkan pelayanan. Hal itu selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo agar MPP ini bisa melaksanakan percepatan reformasi birokrasi dan memudahkan proses perizinan.

“Agenda penting yang harus kita laksanakan yaitu perbaikan kualitas pelayanan publik agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat. Jangan lupa, agar SDM aparatur terus ditingkatkan,”kata Diah Natalisa.

Diah Natalisa, Gus Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno melihat langsung sejumlah layanan di MPP. Selain, dinas perizinan dan penanaman modal- pelayanan terpadu satu pintu (DPM-PTSP), Disdukcapil dan lainnya. Dalam kesempatan itu, Gus Yani meminta kepada petugas pelayanan untuk lebih cepat. (yad)

Bupati Optimistis, MPP dengan 133 Layanan, Optimistis Dongkrak Investasi di Gresik Selengkapnya

Bupati Gresik Prihatin, Ada Pemotongan 50 Persen Gaji Guru Honorer

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku prihatin mendengar pengakuan guru honorer yang dipotong gajinya oleh oknum. Bupati Fandi Akhmad Yani akan segera menindaklanjuti terkait adanya pemotongan ini.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati seusai acara Silaturahmi dan Sarasehan Pendidikan Forkom GTK – PTK non K-2 se-Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin, 6 April 2021.

“Kami akan mengevaluasi, akan kami tindaklanjuti. Sangat memprihatinkan ketika hanya sedikit tambahan yang diberikan di tahun 2019 sebagai bentuk perhatian dari pemerintahan kok ada hal seperti itu,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 6 April 2021.

Jika masih ada guru honorer yang mengalami potongan oleh oknum tidak bertanggungjawab, Gus Yani meminta warga agar tidak ragu melapor. Masyarakat tinggal melapor melalui aplikasi Gresikpedia yang menjadi sarana komunikasi masyarakat dengan pemerintah. 

“Bisa disampaikan langsung di Gresikpedia karena itu tekoneksi langsung ke dinas-dinas yang lain. Seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial da lain sebagainya,”katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan pihak meminta klarifikasi kepada pihak kecamatan di Pulau Bawean. “Segera kami akan minta klarifikasi ke pihak Kecamatan,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Syaiful Bachri, guru honorer di Kecamatan Sangkapura mengatakan, dirinya datang ke sini membawa satu misi dari teman-teman di Sangkapura, Pulau Bawean.

Misi itu adalah adanya pemotongan gaji yang diduga dilakukan oknum. Kenaikkan gaji dari Rp 500 ribu menjadi Rp 1 juta masih dipotong oleh oknum. “Saya tanya pada teman-teman di daratan (Gresik) tidak di potong,”katanya.

“Guru honorer di Pulau Bawean Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Gaji Rp 500 ribu dipotong 50 persen, kadang saya menerima Rp 200 ribu kadang Rp 100 ribu,”ujarnya.

Sarasehan tersebut diikuti perwakilan guru honorer se-Kabupaten Gresik. Mereka berbincang langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati bersama Kepala Dinas Pendidikan Mahin, Kepala BKD Gresik Nadlif dan Ketua PGRI Gresik Arief Susanto. 

Arief mengaku para guru honorer tidak perlu diragukan lagi pengabdiannya. “Meskipun gaji dibawah rata-rata tetap mengabdi,”kata Arief yang juga Kepala SMK PGRI Gresik itu. (yad)

Bupati Gresik Prihatin, Ada Pemotongan 50 Persen Gaji Guru Honorer Selengkapnya

Punya Lima Unit sebagian Rusak, Bupati Gresik Usulkan Pengadaan Alat Berat


GRESIK,1minute.id – Pembangunan tetenger yang dibiayai CSR terancam tidak berditeruskan. Pasalnya, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik bakal fokus pengadaan berat. Sebab, pengadaan alat berat, seperti ekskavator dan backhoe lebih urgen untuk melakukan normalisasi kawasan pesisir pantai hingga Kali Lomong.

Mengapa alat berat? Gresik memiliki garis pantai cukup panjang, sejumlah sungai atau waduk penampungan air dangkal. Ancaman banjir di musim hujan, atau kekeringan musim kemarau. 
Pemkab kesulitan untuk melakukan pengerukan karena alat yang dimiliki hanya 5 unit.

Kalah jauh dari Kota Surabaya sudah memiliki 70 alat berat. Di Kota Pahlawan ini, puluhan alat berat itu berasal dari Corporeate System Responsibility (CSR) dari perusahaan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pihaknya berencana menambah jumlah alat berat untuk mempercepat menangani keluhan masyarakat, salah satunya normalisasi sungai yang menyebabkan banjir. Rencananya, pengadaan alat berat menggunakan dana dari CSR dari perusahaan.

“Kami cari lewat CSR untuk alat berat, jangan bangun-bangun lagi. Kami cari inovasi dan kami juga akan beli dari APBD kami,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 3 April 2021.

Gus Yani-sapaan akrabnya sudah mendengar sendiri bahwa alat berat yang dimiliki Gresik hanya lima saja. Kondisinnya, tidak semua alat berat berfungsi dengan baik. “Dari segi jumlah, sudah sangat ketinggalan dibandingkan dengan Surabaya, yang memiliki 70 alat berat,”ujar Gus Yani.

Sebagai daerah penyangga Ibu Kota, maka harus mengejar ketertinggalan. Dikatakannya, jika Surabaya sudah berlari, Gresik harus bisa berlari. Bahkan saat serah terima jabatan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mencontohkan kinerja pemerintah harus melompat bukan berlari lagi agar lebih cepat dalam melayani masyarakat.

“Persiapan sambil menunggu MoU penanganan Kali Lamong dengan BBWS, kami juga menambah alat berat kepingin seperti Surabaya alat beratnya 70, kami cuman lima itupun banyak yang rusak,” tegasnya.

Alat berat itu  akan digunakan untuk membantu mempercepat normalisasi Kali Lamong jika Memorandum of Understanding (MoU) sudah diteken oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Pemkab Gresik memang ingin pembagian wewenang lebih dalam menangani Kali Lamong, karena jika hanya menjalani kewajiban membebaskan lahan saja kurang efektif, banjir Kali Lamong masih terus terjadi.

BBWS sendiri baru akan melakukan normalisasi dengan memasang tanggul setelah Pemkab Gresik berhasil membebaskan lahan. Hal inilah yang mendorong meminta adanya MoU agar Pemkab bisa akselerasi menangani Kali Lamong yang sudah menjadi bencana tahunan bahkan semakin parah, ditandai dengan intensitas banjir setiap tahunnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji mengatakan, kebutuhan alat berat cukup mendesak. Namun, kata Gunawan untuk saat ini kebutuhannya berkisar 15 unit. “Kita akan mencoba untuk mencari solusinya, sehingga alat berat bertambah dan menyiapkan operatornya,”kata Gunawan. (yad)

Punya Lima Unit sebagian Rusak, Bupati Gresik Usulkan Pengadaan Alat Berat Selengkapnya

Optimistis Harumkan Nama Gresik di Kejurprov Sepatu Roda

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 38 atlet sepatu roda Gresik terlihat semringah pada Jumat, 2 April 2021. Mereka senang karena bisa bertemu dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di pendapa rumah dinas di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik.

Bahkan, Bupati Fandi Akhmad Yani memberangkatkan puluhan atlet yang bakal mengingikuti uji tanding kejuaraan provinsi (Kejurprov) sepatu roda di Lumajang pada Sabtu dan Minggu, 3-4 April 2021.

Anak-anak belasan tahun ini anggota Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porporosi) Gresik. Putrisia Mutiara Sakti, salah satu atlet sepatu roda berprestasi di Kota Santri. Dia siswa UPT SDN 7 Gresik. Bocah kelahiran 22 Mei 2008 ini sarat prestasi.

Kali terakhir, Putri menyabet juara pertama kejurnas di Bekasi. Perhatian pemerintah membuat mental atlet semakin bergelora. Mereka optimistis bisa mengharumkan nama Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berpesan kepada para atlet agar tetap menjaga nama baik daerah serta berprestasi mendapatkan juara. “Semoga pada kontestasi di Lumajang nanti kalian dapat meraih prestasi setinggi-tingginya,”harap Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani.

Dikatakan Gus Yani, pemerintah daerah akan membantu sepenuhnya pembinaan olah raga di Gresik, termasuk cabor sepatu roda. “Kami sangat komitmen untuk membina dan memajukan olah raga Gresik menuju perubahan yang lebih baik,” imbuh bupati milenial itu.

Sebelum melepas rombongan atlet, Gus Yani juga memberi bekal sejumlah uang kepada para atlet melalui Ketua Umum Pengcab Porserosi Gresik Kapten Arh Sali. Kemudian bekal tersebut diserahkan ke ketua klub sepatu roda yang mengikuti ajang uji tanding di Lumajang.

Pada ajang laga sepatu roda di Lumajang kali ini Gresik mengirim 38 atlet. Mereka akan bertanding di kelas pemula, standart dan speed. Sebagai bentuk kehormatan, atlet sepatu roda Gresik yang akan mengikuti tanding Kejurprov di Lumajang diberangkatkan Gus Yani. (yad) 

Optimistis Harumkan Nama Gresik di Kejurprov Sepatu Roda Selengkapnya