PWI Gresik Siap Berkolaborasi untuk Gresik Lebih Baik

GRESIK,1minute.id – “Kolaborasi untuk Meneguhkan Eksistensi”. Itu tema yang diusung oleh Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Gresik periode 2024-2027 yang resmi dilantik oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Timur Mahmud Suhermono di Gedung Nasional Indonesia pada Kamis, 28 November 2024. 

Pelatikan dilanjutkan seminar yang mengusung tema Kolaborasi Informasi untuk Perkembangan Pariwisata menghadirkan dua narasumber yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan komisioner Komisi Informasi atau KI Jawa Timur M. Sholahuddin. 

Pengurus baru PWI Gresik siap berkolaborasi untuk Gresik lebih maju. Dalam sambutannya, Mahmud Suhermono mengucapkan selamat kepada para pengurus baru. Ia juga memuji tema yang diusung, yang dianggap sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi dunia pers saat ini. “Tema kolaborasi untuk meneguhkan eksistensi sangat menggambarkan kondisi dunia pers yang sedang menghadapi gempuran era digital,” ujarnya.

Mahmud menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh media pers, yaitu kemunculan banyak media baru tanpa dasar kemampuan dan pengetahuan jurnalistik. Fenomena ini, menurutnya, berpotensi mengaburkan kualitas informasi di masyarakat.

“Perkembangan media digital membawa dampak besar, tetapi juga menciptakan tantangan bagi pers yang profesional,” katanya. 

Ia menekankan pentingnya peran PWI Gresik dalam mensosialisasikan perbedaan antara media pers dan media non-pers. Sosialisasi ini, lanjutnya, perlu dilakukan tidak hanya kepada masyarakat umum, tetapi juga kepada pemerintahan, perusahaan, lembaga pendidikan, hingga pemerintahan desa.

Mahmud menggarisbawahi bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menjawab tantangan tersebut. “PWI tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan semua pihak agar sosialisasi dan edukasi ini lebih efektif,” tegasnya. Ia juga mengajak semua pihak yang hadir untuk mendukung program PWI Gresik ke depan.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengurus baru PWI Gresik. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat dan menyampaikan harapan besar agar kolaborasi antara pemerintah dan PWI terus terjalin. “Kami siap berkolaborasi dengan PWI Gresik untuk membangun Gresik yang lebih maju,” ujarnya.

Bupati Fandi berharap kontribusi PWI Gresik dapat lebih optimal, terutama dalam memberikan gagasan inovatif untuk pembangunan daerah. Ia menilai kolaborasi yang mengusung inovasi baru sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat Gresik.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim. Ia menilai peran pers selama ini sudah terasa, tetapi masih perlu dikembangkan dalam perspektif yang lebih luas. “Ke depan, kami berharap kontribusi pers tidak hanya pada penyebaran informasi, tetapi juga dalam membangun ide dan gagasan baru,” ujarnya.

Nurhamim mengapresiasi inisiatif PWI Gresik sebelumnya, seperti diskusi dengan berbagai pihak yang melahirkan ide green economy. Menurutnya, ide tersebut sangat potensial untuk meningkatkan pendapatan daerah dan dapat menjadi salah satu contoh kontribusi nyata dari dunia pers.

Ia berharap PWI Gresik terus menggali potensi lokal dan menghadirkan terobosan baru. “Kami ingin pers dapat menerjemahkan potensi daerah secara kreatif, tidak hanya terbatas pada regulasi yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWI Gresik terpilih, Deni Ali Setiono menyampaikan rasa terima kasih atas berbagai dukungan yang diberikan. Ia juga menegaskan komitmen pengurus baru untuk terus berkontribusi dalam memajukan Kabupaten Gresik. “Kami ingin PWI Gresik menjadi mitra strategis dalam membangun Gresik yang lebih maju,” katanya.

Deni menambahkan PWI Gresik akan mengedepankan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor adalah langkah utama yang akan dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut.

Pelantikan ini juga menjadi ajang refleksi bagi PWI Gresik untuk memperkuat perannya sebagai lembaga pers yang kredibel. “Kami berharap ke depan PWI Gresik dapat terus menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi yang edukatif dan konstruktif,” ujar Deni.

Dengan dukungan dari pemerintah, DPRD, dan berbagai elemen masyarakat, PWI Gresik optimistis dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan lebih baik. Pelantikan ini menjadi titik awal baru untuk memperkuat eksistensi pers dalam mendukung pembangunan daerah.

Acara yang berlangsung di Gresik ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan insan pers. Pelantikan ditutup dengan harapan bersama agar PWI Gresik terus menjadi motor penggerak bagi kemajuan informasi dan edukasi di Kabupaten Gresik. (yad)

PWI Gresik Siap Berkolaborasi untuk Gresik Lebih Baik Selengkapnya

Apel Kebangsaan Kemandirian Desa, 290 Desa di Kabupaten Gresik Status Desa Mandiri, Tidak Ada Desa Miskin

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 3.200  orang mengikuti Apel Kebangsaan Kemandirian Desa di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin 23 September 2024. Ribuan peserta apel itu, berasal dari semua stakeholder di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Mereka diataranya perangkat desa, anggota badan permusyawaratan desa atau BPD, perkumpulan BPD serta ibu PKK. Apel dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan komandan upacara Muhammad Qodim dari perkumpulan BPD Gresik. Tampak hadir Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, forkompimda serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah atau OPD di Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik. 

Apel Kebangsaan Kemandirian Desa menjadi ajang meneguhkan komitmen Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dalam rekognisi, dan keberpihakan bersama dalam membangun desa-desa berlandaskan Nawa karsa Gresik Baru menuju Gresik yang lebih maju. 

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, kebersamaan antara kepala desa dan perangkat desa harus terjalin dengan baik. Karena untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri dan sejahtera, harus tercipta sinergitas antara kepala desa, perangkat desa, serta lembaga desa yaitu BPD. 

“Semuanya itu merupakan komponen utama dalam penyelenggaraan pemerintahan desa,” ucap Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani mengawali sambutan. 

Bupati menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan yang setulus-tulusnya atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian. Serta kontribusi yang diberikan seluruh aparatur pemerintah desa untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat.

“Dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh kepala desa, perangkat, dan bpd, disamping melaksanakan fungsinya sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. Juga dapat memberikan pemikiran konstruktif dalam kegiatan-kegiatan pembangunan yang sekarang sedang kita laksanakan di berbagai bidang,” imbuhnya. 

Dirinya menambahkan, dengan bertambahnya masa jabatan kepala desa, mudah-mudahan menjadikan ladang amal dan ibadah dalam mewujudkan pembangunan di desa. Dibutuhkan kolaborasi, perencanaan yang matang serta optimalkan dan tingkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Pembangunan daerah yang berkelanjutan adalah kunci dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, maju dan mandiri,” pesannya. 

Sebelum mengakhiri sambutan Gus Yani juga berpamitan kepada Forkopimda, kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik dan seluruh aparatur pemerintah desa. Sebab, mulai 25 September 2024, ia cuti karena mengikuti kontestasi pemilihan bupati atau Pilbup Gresik.

“Atas nama pribadi saya menyampaikan permohonan maaf. Jika ada kesalahan dan kekhilafan baik sengaja maupun tidak disengaja selama menjalankan tugas sebagai kepala daerah mohon maaf yang sebesar besarnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau PMD Gresik Abu Hassan menyampaikan banyak capaian positif selama kepemimpinan Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah. Abu Hassan mencontohkan pada 2024 ini, sebanyak 290 desa dari 330 desa se-Kabupaten Gresik atau 87,9 persen telah mencapai status Desa Mandiri. 

Status ini, adalah status tertinggi indeks Desa Membangun yang merepresentasikan keberhasilan pembangunan Desa pada pilar pemerintahan, sosial, dan ekologi. Sedangkan sisanya, 40 Desa memiliki status maju. “Gresik tidak lagi memiliki Desa dengan status berkembang, apalagi tertinggal dan sangat tertinggal,” kata Abu Hassan.  

Capaian positif, katanya, diganjar dengan penambahan insentif Desa pada perjalanan sebesar Rp 9,13 miliar untuk alokasi kinerja pemerintah Desa terbaik dan penghargaan pada 2024. Dukungan APBDesa dalam percepatan penurunan stunting juga mendapatkan apresiasi dengan tambahan insentif fiskal sebesar Rp 6,03 miliar.

Usai mengikuti apel, peserta menikmati delapan gunungan yang dibawa oleh asosiasi kepala desa. Gunungan rata-rata setinggi 2,5 meter isinya aneka makanan dan sayur mayur hasil desa. Ada juga gunung pudak dari Kecamatan Duduksampeyan. Panganan khas Gresik yang berjumlah 3.200 biji. Kecamatan Cerme membawa gunungan ikan bandeng goreng tanpa duri yang berjumlah 1.500 ekor. Dan,  sayur serta buah-buahan lainnya. (yad) 

Apel Kebangsaan Kemandirian Desa, 290 Desa di Kabupaten Gresik Status Desa Mandiri, Tidak Ada Desa Miskin Selengkapnya

Menyonsong Gresik Emas yang Mendunia, Pemkab Gresik Siapkan SDM dan Kebijakan untuk Gen-Z

GRESIK,1minute.id – Rembug Akur kembali dihelat oleh Pemerintah Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 21 September 2024. Gelaran kali kedua yang diinisiasi oleh Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat atau Bakohumas Gresik dipusatkan di hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik atau UMG ini bertajuk “Rembug Akur dan Mimbar Mahasiswa : Gresik Kerja, Gresik Daulat Industri”.

Dialog yang menghadirkan ratusan mahasuswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM dari berbagai kampus serta para pemuda di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini berlangsung seru. Ada tiga narasumber yang hadir yakni Bupati Fandi Akhmad Yani ; Rektor UMG  Nadhirotul Laily serta Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Kabupaten Gresik yang memiliki luas wilayah 1.194 kilometer persegi. Nilai investasi tren terus naik. Ribuan pabrik beroperasi. Kini, ada pabrik smelter terbesar di dunia beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus, Java Integreted Industrian and Port Estate atau KEK JIIPE di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Upah minimum kabupaten atau UMK Gresik 2024 sebesar Rp 4.642.031 perbulan atau tertinggi nomor dua di Jawa Timur. 

Berbagai “keistimewaan” itu, Gresik di mata para pencari kerja Gresik bagai gadis bertubuh lencir, berkulit kuning dan berhidung mancung. Pencari kerja berbondong-bondong untuk menikmati “madunya”.

“Apakah BEM siap diubah?” tanya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengawali mimbarnya. “Berubah seperti apa?” tanya peserta. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tampil memakai sarung, baju koko warna putih, berkopyah hitam serta sepatu dengan lugas mengatakan perubahan yang diinginkan menjadi lebih baik. 

Caranya, mahasiswa harus aktif belajar, berorganisasi dan meningkatkan kompetensi. Gus Yani memberikan teladan kepada mahasiswa dan pemuda lainnya. Ditengah kesibukan sebagai orang nomor satu-julukan lain-Bupati Gresik tetap belajar. “Saya saat ini juga mahasiswa sedang menempuh program S-3 (doktoral, Red),” katanya mendapatkan tepuk sorak peserta yang memenuhi Hall Sang Pencerah. Gus Yani sarjana Ekonomi dan Magister Mitigasi Bencana dari Universitas Airlangga Surabaya.

Gus Yani menyampaikan bahwa Pemkab Gresik telah menyiapkan rencana jangka, menengah, panjang untuk mengoptimalkan Sumber Daya Manusia atau SDM yang memadai untuk kebutuhan penyerapan industri.  Masyarakat Gresik di usia produktif, bisa menambah kemampuan dan keterampilan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja. 

Selain pelatihan, Pemkab juga sudah menyiapkan kebijakan untuk mematangkan instrumen pengembangan SDM tersebut dengan menekankan aspek integrasi antara budaya, industri dan masyarakat.

“Tantangan kita semakin besar. Dengan percepatan kemajuan teknologi, tugas kita menyiapkan keterampilan semaksimal mungkin. termasuk ketrampilan bahasa asing,” ujar Gus Yani.  

“Kami mengajak pada seluruh anak-anak muda yang  ada di kabupaten Gresik siap berubah, Kalau tidak kita siapakan hari ini akan menjadi masalah yang besar,” lanjutnya.  

Selain itu, adanya Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK banyak potensi yang perlu diserap. Tidak hanya terkait penyerapan tenaga kerja saja. Ada peluang lain seperti penyediaan logistik, Makan dan minuman atau mamin bagi pekerja. Hal itu, sudah diformulasikan Pemkab Gresik, untuk kemanfaatan masyarakat lokal melalui kerja sama dengan sektor UMKM lokal. 

“Jadi tidak hanya soal tenaga kerja saja. Ekonomi kultur masyarakat juga harus disiapkan. Seperti mendorong produksi petambak Bandeng sebagai produk lokal. Itu menjadi satu ekositem yang mendukung adanya KEK,” jelasnya. 

Ia juga meminta kepada seluruh stokeholder, termasuk Perguruan Tinggi, ikut mendorong menyiapkan SDM lokal yang kompeten siap bekerja sesuai kebutuhan industri, misal jurusan yang berkaitan dengan keterampilan teknik mesin. Pada 2025, Pemkab Gresik akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar.  Anggaran itu, akan digunakan oleh Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Gresik memberikan pelatihan kepada anak-anak usia produktif di Gresik. Sebab, pelatihan keterampilan bersertifikasi sangat dibutuhkan. “Anggaran untuk penamping anak Gresik,” tegasnya. 

FOTO BARENG MAHASISWA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (baju putih berkopyah) , Rektor UMG Nadhirotul Laily foto bersama usai Rembug Akur dan Mimbar Mahasiswa di Hall Sang Pencerah UMG pada Sabtu malam, 21 September 2024 (Foto : chusnul cahyadi /1munute.id)

Sementara itu, Rektor UMG Nadhirotul Lailly, menyampaikan, bahwa Kabupaten Gresik merupakan kota strategis yang punya keunggulan sebagai kota industri. “Ada ribuan industri mikro hingga multinasional,” kata Nadhirotul.

Namun menurutnya, keunggulan tersebut juga tidak lepas dari tantangan, yakni bagaimana potensi tersebut bisa berdaulat. Bisa dimanfaatkan masyarakat lokal, terutama generasi Z. 

Untuk itu, Ia mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi. “Jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang),” kata Laila. Mahasiswa Gresik bisa punya empati sosial dan peran di komunitas masyarakat. Karena dunia pendidikan menurutnya masih belum cukup untuk mengasah soft skill ketika masuk ke dunia kerja. “Tidak bisa dipungkiri dunia mahasiswa tidak cukup, butuh soft skill untuk menjadi modal di dunia kerja,” pungkasnya.

Sementara itu,  Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menyampaikan konsep Gresik kedepan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD dengan slogan “Gresik Emas yang Mendunia”. Slogan tersebut mengingat Kabupaten Gresik kedepan akan menjadi tumpuan ekonomi Jawa Timur. “Salah satu yang kita siapkan yakni bahasa Asing, Bahasa Inggris dan Mandarin,” jelasnya. 

Washil menerangkan, bahwa, Pemkab Gresik juga, sudah  membuat regulasi yang mengakomodir kepentingan masyarakat lokal. Setidaknya ada 2 komponen regulasi, pertama, terkait penyertaan kemitraan UMKM, kedua regulaasi ketenagakerjaan yang mewajibkan perusaahaan untuk penyerapan warga lokal Gresikk 60 persen. “Sudah ada regulasi. Jadi tinggal kita manfaatkan untuk masuk,” jelasnya. 

Lebih lanjut Washil, membeberkan, jika KEK di Manyar akan semakin banyak investor, industri yang masuk. Itu akan menambah peluang penyerapan tenaga kerja lokal. “Ada industri baru nanti. Ada industri tembaga dan timah yang masuk. Ini bisa menambah peluang,” bebernya. (yad/adv) 

Menyonsong Gresik Emas yang Mendunia, Pemkab Gresik Siapkan SDM dan Kebijakan untuk Gen-Z Selengkapnya

Pengurus Organda Gresik Dilantik, Rahmad Ruspendi : Wacanakan Angkot Listrik di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Dewan Pengurus Cabang Organisasi Angkutan Darat atau Organda Gresik memiliki nakhoda baru. Komandan baru itu bernama Rahmad Ruspendi.Pengusaha transpotasi di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini berduet dengan sekretaris  Muhammad Rizaldi Saputera, yang anggota DPRD Gresik itu. 

Pengurus baru hasil musyawarah anggota pada 26 Agustus 2024 lalu itu dilantik oleh Ketua DPD Organda Jatim Firmansyah Mustofa di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 18 September 2024. 

Pelantikan pengurus Organda Periode 2024-2029 ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Perhubungan Gresik Khusaini. Dalam susunan kepengurusan anyar, pembina Organda Gresik Haji Nur Cholis. Usai pelantikan dilanjutkan Rapat Kerja atau raker.

Ketua DPC Organda Gresik Rahmad Ruspendi, berjanji akan membawa organisasi lebih aktif melakukan sinergi dengan pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik dan stakeholder lainnya. “Agenda terdekat internal adalah membangun kantor DPC Organda Gresik,” kata Pendik-panggilan-Rahmad Ruspendi dalam sambutannya.

Sedangkan, agenda eksternal melakukan koordinasi dengan para sopir angkutan umum alias angkutan kota dan angkutan pedesaan atau angkot-angkudes. “Lin (angkutan) lama akan digantikan angkutan listrik,” tegasnya. Pihaknya, katanya, telah melakukan koordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Gresik. 

Ketua DPD Organda Jatim Firmansyah Mustofa mengapreasi wacana pengurus baru Organda Gresik untuk menjalin sinergi lebih erat dengan Pemkab Gresik. Sinergi dalam melakukan penataan angkutan umum, seperti angkot yang kondisinya memprihatinkan. “Nasib angkot hidup segan, mati tidak mau. Disini peran pemerintah harus hadir. Karena angkutan umum ini bisa mengurangi angka kecelakaan,” kata Firmansyah Mustofa. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap struktur pengurus baru Organda Gresik yang beranggota pengusaha muda atau generasi kedua bisa berjalan lebih baik. “Organisasi bisa berjalan baik dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” kata Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

SUSUNAN Pengurus DPC ORGANDA Gresik periode 2024-2029

Terkait, moda transportasi darat massal atau angkutan umum, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik bisa meniru transportasi massal, seperti TransJatim. Transportasi antarkota ini telah mengubah gaya hidup dalam angkutan massal. “Karena Aman, nyaman dan murah,” ungkap magister mitigasi bencana Universitas Airlangga Gresik itu. 

Ia mendukung wacana yang dilontarkan oleh pengurus Organda Gresik terkait peremajaan angkutan umum dari bahan bakar fosil menjadi tenaga listrik. Sebab, transportasi umum yang aman, nyaman, murah sangat dibutuhkan masyarakat. Gus Yani mengatakan saat musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) melibatkan anak aspirasi itu muncul. Seorang siswa sekolah menengah pertama membacakan aspirasinya bunyinya adalah “Pak Bupati, kami anak-anak butuh angkutan umum yang nyaman, aman, murah, tepat waktu dan tidak bau asap rokok”.

Peremajaan angkutan umum harus segera dilakukan. Bagaimana dengan nasib para sopir angkot? “Ayo kita duduk bareng. Musyawarah bersama Organda, Sopir Angkot dan Pemerintah. Saya jamin sopir lama Aman,” tegasnya. (yad) 

Pengurus Organda Gresik Dilantik, Rahmad Ruspendi : Wacanakan Angkot Listrik di Gresik  Selengkapnya

Gayeng! Rembug Akur Warga dengan Bupati Gresik Gus Yani, Tegaskan Komitmen Pemerataan Dan Keberlanjutan Pembangunan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kembali menegaskan komitmennya dalam upaya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Gresik. 

“Gresik Utara, Gresik Kota dan Gresik Selatan memiliki karakteristik masing-masing. Keunggulan masing-masing.  Dan, Gresik Selatan sangat ideal untuk pengembangan rumah hunian,” kata Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam Rembug Akur di GOR New Kampret di Desa Hulaan,  Kecamatan Menganti,  Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 13 September 2024.

Jagongan bersama Bupati Gresik ini bertajuk Gresik Selatan, Now and Future” atau Gresik Selatan terkini dan akan datang ini berfokus pada bidang infrastruktur dan kesehatan. Banyak aspirasi masyarakat muncul dalam silaturrahmi yang juga menghadirkan KH Mulyadi, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Gresik yang pemangku Pondok Pesantren Darul Ihsan, Menganti, Gresik ini. 

Pada kesempatan itu, Gus Yani menjlentrehkan pencapaian terkait pembangunan infrastruktur jalan yang sudah selesai dan sedang pembagunan. Pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan, diantaranya, pelebaran Jalan Raya Bringkang, Kecamatan Menganti sepanjang 1,8 kilometur. Sedangkan secara keseluruhan infrastruktur jalan di Gresik Selatan yang dibangun di era Gus Yani dan Bu Min mencapai 39,78 kilometer.

“Kita berupaya untuk menghapus kesenjangan pembangunan di wilayah Gresik Selatan, Utara, maupun Kota. Semua wilayah punya keunggulan dan karakteristik masing-masing,” kata Gus Yani.  

“Untuk wilayah Gresik Selatan ini, punya potensi yang sangat besar untuk berkembang menjadi kota satelit yang menopang wilayah inti Gresik. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan seperti pelebaran jalan menjadi prioritas utama agar potensi tersebut dapat dioptimalkan,” lanjut Gus Yani. 

Selain infrastruktur, ketua DPRD Gresik periode 2019-2024 menyoroti pencapaian penting di sektor kesehatan, terutama dengan berdirinya Rumah Sakit Gresik Sehati di Kecamatan Kedamean. Kehadiran rumah sakit ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan akses layanan kesehatan yang lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Gresik.

Dengan fasilitas yang lengkap dan modern, Rumah Sakit Gresik Sehati diharapkan dapat melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di Gresik Selatan dan sekitarnya dengan lebih baik.

REMBUK AKUR : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Rembuk Akur di Kecamatan Menganti, Kecamatan Gresik, Jatim (Foto : ist)

Pembangunan infrastruktur yang merata dan peningkatan layanan kesehatan di wilayah Gresik Selatan ini dinilai akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Infrastruktur yang memadai akan mempercepat arus barang dan jasa, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sedangkan akses yang lebih mudah ke fasilitas kesehatan akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal pelayanan kesehatan yang cepat dan terjangkau. Hal ini ditunjang dengan keberhasilan program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Gresik yang telah berjalan hampir dua tahun.

Acara Rembug Akur wilayah Gresik Selatan ini dihadiri oleh ratusan masyarakat. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Gresik Selatan seperti Kecamatan Menganti, Kedamean, dan Driyorejo. Mereka dengan antusias menyampaikan harapan dan apresiasi atas capaian yang hingga saat ini sudah dirasakan di masing-masing wilayahnya.

Kasnadi, salah satu warga asal Driyorejo menyampaikan harapannya terkait peningkatan kualitas jalan di wilayah Banjaran Driyorejo. Disampaikan bahwa jalan wilayah Banjaran menjadi jalur alternatif bagi kendaraan-kendaraan yang terjebak kemacetan di wilayah Legundi, karenanya kualitas jalan perlu diperhatikan agar memperlancar mobilitas masyarakat.

Lain halnya dengan Arif, asal Kota Baru Driyorejo atau KBD. Dirinya memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Gresik dibawah nahkoda Bupati Fandi Akhmad Yani. Ini lantaran dalam masa kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani fasilitas umum di KBD sudah di serah terima dan sudah lengkap surat-suratnya sehingga membawa manfaat bagi masyarakat. (yad/adv)

Gayeng! Rembug Akur Warga dengan Bupati Gresik Gus Yani, Tegaskan Komitmen Pemerataan Dan Keberlanjutan Pembangunan Selengkapnya

Transformasi Pelayanan,  Dinkes Gresik Integrasikan Layanan Kesehatan di 32 Puskesmas 

GRESIK,1minute.id – Dinas Kesehatan atau Dinkes Gresik dan Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Gresik menggelar workshop di Gedung Nasional Indonesia atau GNI Gresik pada Rabu, 11 September 2024.

Workshop ini menghadirkan narasumber Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua sementara DPRD Gresik Abdullah Hamdi, Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusna dan Ketua PWI Gresik Deny Ali Setyono. Worshop mengusung tema “Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Gresik Mengedepankan Pelayanan sesuai Siklus Hidup” gayeng. 

Integrasi layanan primer bertujuan untuk menyediakan layanan kesehatan yang terintegrasi dari tahap bayi dalam kandungan, anak, remaja, dewasa hingga usia lanjut.  

Dengan transformasi pelayanan anyar ini,  warga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dapat mengakses pelayanan kesehatan atau yankes yang sesuai dengan kebutuhan spesifik pada setiap tahap kehidupan. Yankes lebih efisien dan efektif. 

“Saat ini layanan kesehatan yang telah terintegrasi atau diujcobakan di 32 puskesmas di Kabupaten Gresik,” kata Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusna pada Rabu, 11 September 2024. “Kedepannya, harapan semua yankes seperti pustu, ponkesdes hingga posyandu bisa teritegrasi,” imbuh dr Khusna. 

Ia megatakan, integrasi pelayanan primer merupakan trasformasi baru pelayanan kesehatan di Indonesia. Dengan integrasi layanan primer ini, para pasien akan mendapatkan kualitas layanan yang semakin baik. 

“Integrasi Layanan Kesehatan Primer adalah upaya untuk mengoordinasikan dan menyelaraskan berbagai layanan kesehatan primer. ILP merupakan salah satu pilar transformasi bidang kesehatan di Indonesia yang melayani mulai dari ibu hamil, bayinya, remaja, dewasa hingga lansia,” ungkapnya.

Layanan primer ini, transformasi pelayanan kesehatan di masyarakat paling bawah, yakni di desa atau kelurahan seperti posyandu,  puskesmas pembantu atau pustu,  pondok kesehatan desa atau ponkesdes hingga puskesmas.

“Ketika pelayanan kesehatan sudah terlayani di desa,  kunjungan ke puskesmas akan berkurang,” ujarnya. Pelayanan teritegrasi ini tidak semudah membalik telapak tangan. Sebab, banyak tantangannya,  mulai sumber daya manusia hingga anggaran. 

“Dengan adanya UHC tentu layanan ini akan sangat terintegrasi. Sehingga harapannya bisa bersinergi dengan legislatif, terutama soal pengawalan anggaran,” tuturnya.

Integrasi layanan ini memiliki beberapa fokus, yaitu menyelaraskan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, Memperluas layanan kesehatan hingga ke tingkat kalurahan dan padukuhan, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat.

“Semoga bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat,” harap dokter Khusna. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan masih banyak problem pelayanan kesehatan yang saat ini menjadi tantangan Pemerintah Kabupaten. Ia bersama jajaran sedang fokus menyelesaikan hal tersebut.

Seperti keadaan pustu yang memprihatinkan tapi tak bisa direhabilitasi sebab berada diatas lahan aset desa, gaji kader kesehatan yang masih kecil, dan lainnya.

Gus Yani-begitu biasa disapa-Fandi Akhmad Yani mencontohkan layanan kesehatan di Singapura yang dianggap baik. “Kehebatan negara maju dalam pelayanan kesehatan adalah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, layanan yang ramah dan cepat, peningkatan kapasitas SDM perawat. Ini yang perlu kita contoh dan benahi,” kata Ketua DPRD Gresik periode 2019-2020 itu. 

Ia pun meminta kepada Dinkes dan Kepala Puskesmas agar memikirkan layanan konsultasi kesehatan dengan jarak jauh berbasis teknologi. Hal ini dianggap sangat inovatif untuk mengurangi antrean di Puskesmas saat berobat.

“Mungkin bisa kita coba, nanti honor pelayanannya diambilkan dari dana kapitasi di BPJS. Mungkin bisa dicoba di kota dulu,” kata Gus Yani, orang nomor satu di Kota Santri ini. 

Ketua sementara, DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, legislatif akan mendukung upaya perbaikan pelayanan kesehatan untuk semakin lebih baik. “Bahkan, mungkin nanti dana pokir dewan bisa dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur pelayanan kesehatan,” tegasnya. (yad) 

Transformasi Pelayanan,  Dinkes Gresik Integrasikan Layanan Kesehatan di 32 Puskesmas  Selengkapnya

Sah! Ketua Pengadilan Negeri Gresik Lantik 50 Anggota DPRD Gresik Hasil Pileg 2024

GRESIK,1minute.id – Sebanyak anggota DPRD Gresik terpilih hasil pemilihan legislatif atau Pileg 2024 secara resmi dilantik sebagai anggota DPRD Gresik periode 2024-2029.

Ketua Pengadilan Negeri Gresik I Gusti Ayu Susilawati yang memimpin Pengucapan Sumpah atau Janji sebagai wakil rakyat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dalam rapat paripurna di ruang rapat paripurna DPRD Gresik pada Jumat, 23 Agustus 2024.

Rapat paripurna yang dipimpin oleh ketua DPRD sementara Abdullah Hamdi dengan Wakil Ketua DPRD sementara Nur Saidah. Abdullah Hamdi, patahana dari Partai Kebangkitan Bangsa.  Sedangkan, Nur Saidah (patahana) dari Partai Gerindra.

Rapat paripurna ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah serta undangan lainnya. Sebanyak 50 anggota DPRD Gresik anyar itu terlihat semringah. Mereka datang ke gedung parlemen berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik dengan didmpingi oleh keluarga masing-masing. 

Anggota dewan yang bakal dilantik  berada di ruang paripurna untuk mengikuti prosesi pengambilan sumpah atau janji anggota DPRD Gresik yang berlangsung khidmat itu. Sedangkan, keluarga pengiring berada di halaman gedung dewan menyaksikan melalui videotron yang dipasang di sisi sebelah timur dan barat. Pelantikan berlangsung khidmat. 

Menteri Dalam Negeri atau Mendagri dalam sambutan yang dibacakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, ucapan selamat kepada 50 anggota DPRD Kabupaten Gresik yang baru dilantik.

Dikatakan, rapat paripurna DPRD dengan agenda khusus pengucapan sumpah atau janji anggota DPRD kabupaten/kota hasil Pemilu Tahun 2024, merupakan puncak dari seluruh rangkaian proses pelaksanaan pemilihan umum anggota DPRD. 

“Secara filosofis berkedudukan sebagai sarana demokrasi yang dimaksudkan untuk melaksanakan kedaulatan rakyat dalam tatanan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar ketua DPRD Gresik periode 2019-2020 itu.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan ucapan terima kasih terhadap penyelenggara pemilu yang terlibat. Komisi Pemilihan Umum atau KPU ; Badan Pengawas Pemilu alias Bawaslu ; Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP ;  pemerintah daerah, pihak keamanan, media/pers, serta seluruh masyarakat yang telah berkolaborasi dan bekerja sama dengan segenap komponen bangsa. Guna turut mensukseskan pelaksanaan pemilu dalam nuansa yang demokratis, lancar, dan damai.

Ia mengingatkan kepada anggota DPRD yang baru dilantik, dalam menjalankan tugas diawasi oleh penegak hukum serta lembaga pengawas, seperti KPK, BPK, BPKP dan sebagainya. Untuk itu, pihaknya mengajak anggota DPRD untuk menekankan kembali sebagaimana amanat Pasal 96 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, telah menyebutkan tiga fungsi DPRD, yaitu fungsi pembentukan peraturan Daerah (Perda), fungsi penyusunan anggaran, dan fungsi pengawasan.

Untuk itu, lanjut Gus Yani, sinergitas dan kolaborasi kerja kolektif antara DPRD dan kepala daerah harus diarahkan secara positif untuk memberikan respon cepat dalam pemecahan persoalan-persoalan kerakyatan di tingkat lokal. Membangun kerjasama yang efektif di tingkat regional, serta mendukung suksesnya agenda prioritas nasional. Terutama pada pelaksanaan Pilkada serentak 2024 yang merupakan waktu tepat sebagai momentum menyinkronkan rencana kerja pemerintah pusat dan daerah. 

“Dalam rangka menyambut Pilkada Serentak Tahun 2024, saya berharap anggota DPRD senantiasa memaksimalkan peran dalam mengawal pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, baik dalam hal pengawasan masa persiapan tahapan, hingga pelantikan kepala daerah terpilih sesuai peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Ia pun mengajak kepada anggota DPRD Gresik untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. Termasuk dengan eksekutif seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). 

“Kami mengajak seluruh anggota legislatif yang telah dilantik untuk terus meningkatkan kerjasama dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gresik,” tandasnya. 

Sebelumnya, pimpinan DPRD Gresik  menyampaikan laporan kinerjanya selama 5 tahun, 2019-2024. Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir didampingi Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim, Mujid Riduan dan Nur Saidah mengatakan pihaknya merasa bersyukur telah melaksanakan tugas dan fungsi DPRD Gresik dengan baik selama lima tahun ini.

Ada tiga tugas dan fungsi DPRD Gresik yakni, Pembentukan Perda, Penganggaran dan Pengawasan. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik,” ujar Abdul Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik itu.

Untuk pembentukan Perda, selama lima tahun terakhir telah menyelesaikan 40 Perda inisiatif, 26 Perda Usulan Pemerintah dan 15 Perda Komulatif. “Kami juga telah membuat 91 Keputusan DPRD Gresik,” kata anggota DPRD Jatim terpilih itu. 

Berdasarkan hasil penetapan Komisi Pemilihan Umum Gresik sebanyak 50 Anggota DPRD Gresik. Rinciannya, PKB 14 kursi ; Partai Gerindra 10 kursi ; PDI Perjuangan 9 kursi ; dan Golkar 6 kursi. Kemudian, Partai Demokrat 3 kursi,  PPP 3 kursi dan NasDem 2 Kursi. “Dengan demikian total 50 kursi anggota DPRD Kabupaten Gresik,” kata Ketua DPRD Gresik sementara Abdullah Hamdi. (yad)

Sah! Ketua Pengadilan Negeri Gresik Lantik 50 Anggota DPRD Gresik Hasil Pileg 2024 Selengkapnya

Gresik Kini Memiliki Spot Sport Center, Fasilitas apa yang Bisa Dinikmati Warga

GRESIK,1minute.id – Gresik kini memilikk sport center. Pusat olahraga itu  berada di kompleks Stadion Gelora Joko Samudro alias Gejos. Bupati Gresik Fandi Akhmad yang melakukan soft opening sport center berada di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Ahad malam, 18 Agustus 2024.

Soft launching bertajuk Gejos 17-an itu dibarengkan dengan pengenalan line up pemain dan jersey terbaru klub sepakbola kebanggaan masyarakat Gresik, Gresik United. Ke depan setelah proses revitalisasi selesai, Gelora Joko Samudro akan dijadikan home base Gresik United. Acara itu dimeriahkan oleh Padi Reborn ini dipusatkan di lapangan latihan bola di  dalam kompleks stadion itu meriah.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  mengucapkan apresiasi kepada berbagai pihak yang sudah bersama-sama dalam proses revitalisasi tersebut. Apresiasi ini ditujukan baik kepada pemerintah pusat, maupun dinas terkait di Kabupaten Gresik yang sudah bersinergi dalam proses revitalisasi.

“Apresiasi kepada Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Kabupaten Gresik sudah bersama-sama pemerintah pusat sudah dengan luar biasa melakukan revitalisasi yang luar biasa,” puji Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Ia hadir bersama Wakil Bupati  Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan dan manajemen Gresik United lainnya. 

Gus Yani melanjutkan harapan ke depan  bahwa Gelora Joko Samudro tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial yang dapat menghubungkan berbagai kalangan masyarakat. Ia pun mengajak seluruh masyarakat Gresik untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di Gelora Joko Samudro Sport Center ini dengan sebaik-baiknya, baik untuk kegiatan olahraga keluarga, kegiatan sekolah, maupun aktivitas sosial lainnya. 

SOFT LAUNCHING: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyapa warga dalam soft launching Sport Center Gelora Joko Samudro pada Ahad malam, 18 Agustus 2024 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Sudah jalan-jalan disini? besok pagi mau olahraga bareng? Silahkan joging bareng-bareng disini,” ajaknya kepada ribuan pasang mata yang memenuhi lapangan bola itu.

Gelora Joko Samudro Sport Center di revitalisasi sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo dengan menggunakan dana dari Kementerian PUPR RI. Di Indonesia ada tujuh stadion yang dilakukan revitalisasi. Salah satunya adalah stadion Gejos. Revitalisasi ini, diharapkan bisa mendukung percepatan perkembangan sepak bola di Indonesia pun juga menjamin keamanan pengunjung Gelora Joko Samudro Sport Center.

Pasca di revitalisasi dengan apik, Gelora Joko Samudro Sport Center dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern yang memenuhi standar FIFA, seperti rumput stadion berkualitas tinggi, pemasangan kursi single seat sebanyak 22.272 unit, serta lampu FOP berteknologi LED.

Selain itu, fasilitas lainnya seperti layar skor raksasa, bench pemain, dan sistem mekanikal, elektrikal, serta plumbing juga telah ditingkatkan guna memastikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pengunjung. Rencananya, pembukaan secara penuh dijadwalkan pada Bulan Oktober 2024 bertepatan dengan selesainya keseluruhan proses revitalisasi.

Disamping itu, dalam disampaikan Bupati Yani bahwa dalam pengerjaannya revitalisasi Gelora Joko Samudro Sport Center ini juga tetap mengikutsertakan masukan dari berbagai pihak, salah satunya dari anak-anak muda.

“Salah satunya adalah proses mural tembok di Gelora Joko Samudro yang akan melibatkan seniman-seniman dan anak-anak sekolah di Kabupaten Gresik. Semuanya kita libatkan dalam proses revitalisasi Gelora Joko Samudro ini,” pungkasnya. (yad)

Gresik Kini Memiliki Spot Sport Center, Fasilitas apa yang Bisa Dinikmati Warga Selengkapnya

Bupati Fandi Akhmad Yani Bacakan Puisi Pada Mu Nur”, Ratusan Pasang Mata Seakan Terhipnotis

GRESIK,1minute.id – ….//Maafkan aku yang belum bisa menjadi perangkatmu//Yang pandai menyeru nama nama kegemaranmu// Kau saja rajin memanggilku berulang-ulang// Mengingatku untuk bersiap pulang//Semoga kau sudi merawat rindu ini dalam diriku// Dan selamatkan aku dari rasa rindu// Yang tak bermuara padamu//.

Itu beberapa bait puisi berjudul “Pada Mu Nur” karya Panji Sakti yang dibacakan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad di Gedung Nasional Indonesia pada Kamis malam, 15 Agustus 2024. Dengan diiringi gitar, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani yang memakai sarung, dan kopyah itu terlihat menghayati tatkala membacakan puisi itu saat menghadiri Festival Musikalisasi Puisi Gresik 2024. 

Kegiatan berkesenian merayakan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia itu dihelat oleh Dewan Kebudayaan Gresik atau Gresik berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga alias Disparekrabudpora Gresik. 

Gus Yani menyampaikan pesan pentingnya budaya membaca dan menulis bagi generasi muda. “Membaca adalah fondasi utama dalam menciptakan karya tulis yang berkualitas. Saya berharap, semangat membaca dan menulis ini dapat menjadi bagian dari keseharian anak-anak kita,” ujar Gus Yani.

Sementara itu, Penyair Panji Sakti mengaku, baru kali ini lagu “Pada Mu Nur” berkolaborasi dengan orang lain dan langsung berduet dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

“Terima kasih sudah membacakan puisi ini. Puisi ini bikinnya tadi siang mendadak. Gresik ini bikin ide-ide saya tokcer, apa mungkin karena makanannya yang enak ya,” ujar Panji Sakti saat menyampaikan rasa kagumnya terhadap kota ini, terutama pada kulinernya.

Festival Musikalisasi Puisi Gresik 2024 bukan hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan juga momen untuk merayakan kreativitas dan semangat literasi serta keindahan karya sastra di tengah masyarakat Gresik. Kompetisi musikalisasi puisi tersebut diikuti oleh 30 kelompok pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Gresik. 

Mereka berlomba memperebutkan Piala Bupati Gresik. Setelah melalui proses seleksi ketat di tiga wilayah utara, tengah, dan selatan, maka sembilan finalis terbaik tampil di babak final pada 13-14 Agustus 2024. Juara pertama kategori SMP berhasil direbut oleh UPT SMP Negeri 26 Gresik ; kategori SMA diraih SMA Muhammadiyah 1 Gresik. (yad)

Bupati Fandi Akhmad Yani Bacakan Puisi Pada Mu Nur”, Ratusan Pasang Mata Seakan Terhipnotis Selengkapnya

Angka Kemiskinan di Gresik Turun 17 Ribu, Standar Garis Kemiskinan Tertinggi di Jawa Timur 

ANGKA Kemiskinan di Kabupaten Gresik 2024 kini “hanya” 149.390 jiwa atau 10,32 persen. Jumlah dan prosentase garis kemiskinan itu terendah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir berdasarkan hasil Sensus Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas dari Badan Pusat Statistik atau BPS Jawa Timur. 

Chusnul Cahyadi, 1minute.id

MASA kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah atau NIAT memasuki tahun ke-4. Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang terpilih dalam pemilihan bupati atau Pilbup serentak kali pertama pada September 2020 itu dilantik pada Jumat, 26 Februari 2021. 

Sejumlah capaian positif telah raih oleh Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah memasuki 4 tahun kepemimpinan sebagai  Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Capaian positif itu, antara lain, penurunan angka kemiskinan di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Merujuk data yang dirilis oleh BPS Jawa Timur melalui Bappeda Gresik selama 4 tahun terakhir, 2021 hingga 2024, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dan Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah berhasil menurunkan angka kemiskinan sebanyak 17 ribu tepatnya 16.950 jiwa. Data Sensusnas 2021 jumlah dan prosentase angka kemiskinan 166.340  jiwa atau 12,42 %. Kemudian, Maret 2024 menjadi 149.390  jiwa          10,32 %.

Jika dibandingkan dengan angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur selama empat tahun terakhir Kabupaten Gresik berhasil menunjukkan penurunan kemiskinan yang lebih signifikan sebesar 2,10% peride 2021 hingga 2024. Sementara itu, Provinsi Jawa Timur berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 1,61% dalam periode tahun yang sama.

“Alhamdulillah, selama tiga tahun terakhir terhitung dari 2021, Gresik berhasil menurunkan kemiskinan sebesar 2,1% pada 2024,” kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika atau Kominfo Gresik Ninik Asrukin dan Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau KBPPPA Gresik Ninik Ernawati pada Rabu, 7 Agustus 2024.

Upaya pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik untuk menurunkan angka kemiskinan ini tidak semudah membalikkan tangan. Apalagi saat awal mendapatkan amanah sedang ada wabah Covid-19.  Wabah virus berawal dari Tiongkok berlangsung selama 2 tahun. 

Pemerintah Kabupaten Gresik secara terintegrasi melakukan kolaborasi dengan lembaga non-pemerintah, serta sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Hasilnya Gresik tidak hanya berhasil mengurangi angka kemiskinan dengan lebih besar daripada provinsi, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.  

“Selama tiga tahun terakhir tren kemiskinan di wilayahnya terus mengalami penurunan,” kata Wabup yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan atau TKPK Kabupaten Gresik.

Capaian tersebut menjadi satu tren positif dan menambah motivasi Pemerintah Kabupaten Gresik. Terlebih standar garis kemiskinan Gresik (berdasarkan pengeluaran perbulan) pada Maret 2024 sebesar Rp 608.828/bulan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan garis kemiskinan Provinsi Jawa Timur yang di angka Rp 536.122/bulan.

Hal ini berarti, walaupun dengan standar garis kemiskinan lebih tinggi dibandingkan Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Gresik berhasil menjaga tren penurunan angka kemiskinannya tetap dibawah angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur.

Capaian ini, ia melanjutkan, bukan merupakan garis finish bagi dirinya dan Bupati Fandi Akhmad Yani. Karenanya, hingga saat ini upaya pengentasan kemiskinan tanpa henti dilakukan dengan sinergi baik antar OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik maupun dengan instansi/pihak lain.

Program bantuan langsung tunai secara rutin disalurkan kepada keluarga yang sangat membutuhkan, dengan tujuan memenuhi kebutuhan dasar mereka dan meningkatkan daya beli. Selain itu, pelatihan keterampilan kerja diberikan kepada masyarakat kurang mampu, membantu mereka memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Pembangunan infrastruktur dasar di desa juga menjadi perhatian, dengan proyek-proyek seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum yang dirancang untuk memudahkan akses dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program pemberdayaan ekonomi lokal juga didorong, termasuk dukungan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta bantuan modal bagi wirausaha lokal.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk pengembangan ekonomi lokal, dan lembaga pendidikan serta pelatihan memberikan kursus yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Pemkab Gresik juga aktif bekerja sama dengan lembaga non-pemerintah dan akademisi untuk merumuskan strategi pengentasan kemiskinan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Seperti halnya lewat Baznas yang memberikan bantuan produktif bagi masyarakat, dan beasiswa pendidikan untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat. (yad)

Grafis : 

Jumlah, dan Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Gresik 2021-2024

             Jumlah Penduduk  Persentase 

2021    166.340                    12,42 

2022    149.640                    11,06 

2023    149.750                     10,96 

2024    149.390                     10,32

(Data diolah 1minute.id dari Bappeda Gresik serta BPS JawaTimur)

Angka Kemiskinan di Gresik Turun 17 Ribu, Standar Garis Kemiskinan Tertinggi di Jawa Timur  Selengkapnya