Bawean Resmi Jadi Pulau Pendidikan, Bupati Gresik : Embrio Pengembangan Pendidikan dan Ekonomi Warga

GRESIK,1minute.id – Program Bawean Rintisan Pulau Pendidikan resmi di launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Launching program anyar, Nawa Karsa Gresik Cerdas itu dipusatkan di Alun-alun Sangkapura, Pulau Bawean pada Rabu malam, 12 Juli 2023.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, program ini merupakan awal dari peningkatan kapasitas warga Gresik terutama Pulau Bawean. Tidak hanya di bidang pendidikan, tapi juga ekonomi masyarakat.

“Maka ini menjadi embrio awal dalam mengembangkan pendidikan di Bawean melalui kolaborasi dengan universitas yang ada di Gresik,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat melaunching Program Bawean Rintisan Pulau Pendidikan di Alun-alun Sangkapura pada Rabu, 12 Juli 2023.

Sebelumnya program ini telah diawali dengan kegiatan English Camp di Pondok Pesantren (Ponpes) MBI Mambaul Falah, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Bawean. Pesertanya terdiri dari 42 siswa SMP Negeri dan Swasta dari daratan dan 42 siswa SMP di kepulauan, Bawean.

Mereka semua  dibekali dengan pembelajaran bahasa Inggris dan pendidikan karakter selama 14 hari, mulai 2-15 Juli 2023. Ditambah dengan 15 pendamping dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Serta pengajar dari guru dan pengasuh pondok setempat. 

Kegiatan ini sengaja digelar saat liburan semester. Menurut Gus Yani, hal ini demi terciptanya liburan yang berkualitas dengan tidak hanya bermain gadget, tapi juga produktif dalam belajar ditambah dapat mengenal pesantren.

“Kami yakini sepulang dari camp ini akan membawa manfaat yang besar. Baik itu ilmu pengetahuan maupun budaya. Kami harapkan juga mereka dapat menjadi influencer yang mengenalkan Bawean ke seluruh dunia.” ujar Gus Yani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik).Gresik S. Haryanto mengatakan, tujuan program ini adalah membuat pendidikan di Bawean selangkah lebih maju dari daerah yang lain. Untuk itu, Dispendik telah bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Gresik untun mensukseskan program ini.

“Saat ini Dispendik bekerja sama dengan UMG yang mengawali dengan English Camp. Kita harapkan Bawean dapat menjadi Pare-nya Gresik,” kata S.Hariyanto. Selain UMG, lanjutnya, pihaknya akan menggandeng Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik untuk mendatangkan tenaga ahli dalam pelatihan intensif pengolahan dan pengawetan ikan. “Ditambah dengan Universitas Qomaruddin yang akan membantu dalam digitalisasi desa yang bermuara Gresik satu data,” terang S.Haryanto.

Ia melanjutkan semua program tersebut akan dituntaskan pada 2023. Nantinya, tahun depan akan dievaluasi serta menyempurnakan. Launching program Rintisan Pendidikan Pulau Bawean ini cukup meriah. Warga dan pelajar di Pulau berjarak 80 mil dari pusat Kabupaten Gresik tumplek-blek memenuhi Alun-alun Sangkapura. Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua PCNU Bawean Muhammad Fauzi Rauf , Ketua LP Ma’arif NU Bawean Kiai Ali Subhan, Forkopimcam Sangkapura dan Tambak, serta tokoh masyarakat sekitar. (yad)

Bawean Resmi Jadi Pulau Pendidikan, Bupati Gresik : Embrio Pengembangan Pendidikan dan Ekonomi Warga Selengkapnya

Jemaah Menyemut di Puncak Haul Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, Bupati Gresik : Semoga Semua Dapat Keberkahan

GRESIK,1minute.id – Puncak Haul Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf pada Kamis, 6 Juli 2023. Ribuan jemaah membanjiri kawasan Masjid Jamik dan sekitarnya. Saking banyaknya jemaah yang hadir sepanjang mata memandang yang tampak berwarna putih. Baju muslim dan kopyah haji warna putih yang dipakai jemaah.

Sedangkan jemaah  perempuan memakai busana muslim warna hitam. Mereka tumpah ruang mulai Jalan Malik Ibrahim, Jalan KH Agus Salim, Jalan Pahlawan hingga Alun-alun Gresik sesak lautan manusia. Simpang empat Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan simpang tiga Jalam Akim Kayat ditutup untuk semua kendaraan yang mengarah Alun-alun Gresik. 

Sebelum prosesi puncak di Masjid Jamik pukul 09.00 WIB, selapas Subuh para habaib dan keluarga lebih dulu mengikuti rangkaian acara di kediaman Habib Abu Bakar Assegaf di Jalan K.H.Zubair dengan acara Maulid Nabi SAW.

Seusai itu, para habaib dan keluarga berjalan dari kediaman Habib Abu Bakar Assegaf menuju ke Masjid Jamik dengan membaca salawat diiringi musik hadrah berjalan mundur. Jaraknya tidak lebih 700-an meter. Jemaah yang hadir menyemut membuat jalan habaib tersendat. Sejumlah personel polisi, TNI serta anggota Banser membuat pagar betis membuka jalan para habaib dan undangan. Antara lain, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

DI TENGAH JEMAAH : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam haul Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf pada Kamis, 6 Juli 2023 ( Foto: Pemkab Gresik)

Di sepanjang perjalanan, jemaah menyapa dan memanggil para habaib. Tidak sedikit jemaah berebut mengacungkan kamera handphone. Mengabadikan momentum tersebut. 

Mengutip berbagai literatur, Habib Abu Bakar Assegaf lahir di kampung Besuki, Jawa Timur, pada 1285 H atau sekitar 1869 M. Putra dari Habib Muhammad bin Umar. Tapi, sejak kecil sudah ditinggal wafat ayahnya di Gresik pada 1293 H.

Habib Abu Bakar Assegaf wafat pada 1376 H, di usia 91 tahun. Beliau dimakamkan di sisi barat Masjid Jamik Gresik. Selama ini, makamnya selalu menjadi jujukan para peziarah dari berbagai daerah. Termasuk tokoh-tokoh nasional, seperti Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin.

Saat berusia 8 tahun, atas permintaan neneknya yang salihah bernama Fatimah binti Abdullah, Habib Abu Bakar meninggalkan tanah kelahirannya menuju ke Hadramaut. Setiba di Kota Sewun, disambut paman sekaligus gurunya. Yakni, Habib Abdullah bin Umar berikut para kerabatnya.

LARIS : Pedagang mendapatkan berkah dagangan laris di HaulnHabib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf pada Kamis, 6 Juli 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Sejak itu, Habib Abu Bakar Assegaf mulai menimba ilmu. Dari ilmu fiqih hingga tasawuf di bawah bimbingan sang paman. Selain berguru kepada pamannya yang alim, juga belajar ilmu dari para ulama besar di sana.

Setelah menuntut ilmu di Hadramaut, pada 1302 H kembali ke Jawa bersama Habib Alwi bin Saggaf Assegaf. Menuju ke tempat kelahirannya di Besuki. Dari sinilah beliau mulai mensyiarkan dakwah Islam di kalangan masyarakat. Saat masih berusia 20 tahun, pindah ke Gresik. Sekembali dari Hadramaut, Habib Abu Bakar Assegaf juga masih memperdalam pendidikan ke ulama-ulama besar kala itu.

Singkat kisah, setelah menunaikan salat Jumat di Masjid Jamik Gresik, beliau memilih beruzlah, mengasingan diri untuk memusatkan perhatian pada ibadah (berzikir dan tafakur) kepada Allah SWT. Uzlah tersebut dilakukan di kediamannya sampai 15 tahun lamanya. Akhirnya, Habib Abu Bakar Assegaf mendapatkan izin keluar dari uzlah melalui isyarat dari gurunya, yaitu Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi.

Setelah keluar dari uzlah, beliau ditemani gurunya berziarah ke Al-Imam Al-Habib Alwi bin Muhammad Hasyim Assegaf. Sehabis ziarah, mereka menuju ke Surabaya dan singgah di kediaman Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Saat itu, warga  berbondong-bondong menyambut kedatangannya di rumah tersebut. Sejak itu, Habib Abu Bakar Assegaf mulai membuka majelis taklim dan zikir di kediamannya, Gresik. Masyarakat pun menyambut dengan begitu antusias.

Dakwahnya dengan cepat tersebar luas. Sebab, dakwahnya sejuk, penuh ilmu, dan ikhlas serta semata-mata mencari ridha Allah SWT. Dalam majelisnya, setidaknya telah mengkhatamkan kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali sebanyak 40 kali. Sedangkan, di rumah beliau menghatamkan 90 kali. Total 130 kali khatam kitab Ihya Ulumuddin.

Kebiasaan Habib Abu Bakar Assegaf, setiap kali mengkhatamkan kitab Ihya Ulumuddin tersebut, selalu mengundang jamuan makan-makan kepada masyarakat luas. Tradisi itulah yang tetap dilestarikan pada setiap haul hingga saat ini. 

Kebiasaan Habib Abu Bakar Assegaf, setiap kali mengkhatamkan kitab Ihya Ulumuddin tersebut, selalu mengundang jamuan makan-makan kepada masyarakat luas. Tradisi itulah yang tetap dilestarikan pada setiap haul hingga saat ini. Banyak murid atau santri Habib Abu Bakar Assegaf yang juga menjadi ulama besar.

“Semoga kita semua mendapat keberkahan,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani . (yad)

Jemaah Menyemut di Puncak Haul Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, Bupati Gresik : Semoga Semua Dapat Keberkahan Selengkapnya

Kerja Keras TP-PKK Gresik Ikut Serta Menurunkan Angka Stunting Berbuah Penghargaan Manggala Karya Kencana

GRESIK,1minute.id – Kerja keras Tim Penggerak PKK Gresik menurunkan angka stunting berbuah apresiasi. Apresiasi berupa penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo kepada Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali di Griya Agung di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Selatan pada Selasa malam, 4 Juli 2023.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ikut menyaksikan pemberian apresiasi tersebut. Manggala Karya Kencana merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Pusat melalui BKKBN kepada sosok yang dinilai berdedikasi tinggi dan komitmen dalam pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana). 

Penghargaan dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-30 tingkat Nasional yang dipusatkan di Provinsi Sumatera Selatan.

“Syukur Alhamdulillah kita (TP-PKK,Red) sebagai mitra pemerintah Kabupaten Gresik mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN. Hal ini merupakan buah dari sinergitas dan kolaborasi kami dengan berbagai pihak dalam upaya penurunan angka stunting di Gresik,” kata Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali. 

Penghargaan ini, lanjut ibu dua anak itu, menjadi dorongan semangat untuk semakin berkolaborasi. Sesuai arahan Menko PMK dan Kepala BKKBN, ke depan akan mulai bagaimana meningkatkan kualitas keluarga, khususnya mempersiapkan generasi berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ning Nurul menceritakan perkembangan angka stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Pada 2021, angka stunting mencapai 23 persen. Setahun kemudian, turun menjadi 10 persen. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen bersama dan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Gresik, TP-PKK serta kerjasama lintas sektoral. 

Ia juga menyampaikan, keberhasilan dalam penurunan angka stunting ini juga karena dukungan dari masyarakat Kabupaten Gresik. “Kami aktif turun ke masyarakat untuk memberikan pendampingan dan edukasi. Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dan mendukung atas pemdampingan kami lakukan selama ini. Maka, penghargaan ini saya persembahkan pula untuk masyarakat Gresik,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diterima oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Gresik. Menurutnya, ini adalah prestasi yang membanggakan.

Bagaimana tidak, perjuangan yang dilakukan selama ini dalam upaya menurunkan angka stunting ternyata membuahkan hasil. Kami selaku pemerintah kabupaten Gresik juga turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan tersebut.

“Memang benar, selama ini kami selalu intens dalam berkolaborasi kaitannya dengan upaya menurunkan angka stunting. Dan kolaborasi ini akan terus kami lakukan untuk terus menekan kasus stunting di Gresik,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ia menuturkan, penghargaan ini hendaknya menjadi motivasi dan spirit untuk semakin meningkatkan semangat juang demi kepentingan masyarakat di Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik memiliki kepedulian yang tinggi terhadap berbagai persoalan terutama pada sektor pengendalian penduduk serta upaya-upaya aksi Konvergensi Penurunan Stunting. “Apa yang kami lakukan ini semata-mata demi masyarakat di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (yad)

Kerja Keras TP-PKK Gresik Ikut Serta Menurunkan Angka Stunting Berbuah Penghargaan Manggala Karya Kencana Selengkapnya

Bupati Fandi Akhmad Yani Sebut Pelaksanaan Haji Tahun Ini Relatif Lancar, Layanan Lebih Baik

GRESIK,1minute.id – Bupati GresikFandi Akhmad Yani lega. Sebab, pelaksanaan haji secara keseluruhan berlangsung lancar. Bupati Gresik termuda itu menunaikan rukun Iman kelima bersama istri, Nurul Haromaini Ali. 

Seluruh jemaah haji asal Gresik sudah melaksanakan rangkaian ibadah mulai wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit dan lempar jumrah di Mina hingga tawaf ifadha di Makkah.

“Terima kasih kepada Kementerian Agama RI dan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang telah membantu jemaah haji bisa melaksanakan safari wukuf, lempar jumrah hingga tawaf ifadhah,” terang Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 3 Juli 2023. Hari itu, Bupati Fandi Akhmad Yani sedang berada di Masjidil Haram Makkah. 

Selain melaksanakan rukun haji secara khusyuk, Gus Yani juga ikut memantau perkembangan warganya, asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang sedang berhaji. Bupati Gus Yani bersyukur selalu mendapatkan update terbaru dari para petugas haji.

Selain itu, Ia juga menyambangi tempat pemondokan jemaah haji asal Kabupaten Gresik. Dikatakan, kondisi jemaah haji asal Kabupaten Gresik, hingga saat ini dikabarkan dalam kondisi baik dan sehat. Jemaah yang meninggal dunia asal Gresik ada dua, yakni di Madinah dan Mina. Sementara sejumlah jemaah masih menjalani perawatan medis oleh Petugas Kesehatan PPHI maupun dirawat di sejumlah rumah sakit di Makkah.

Jumlah jemaah haji yang berangkat dari Kabupaten Gresik pada 1444H/2023 M ini sebanyak 2.051 jemaah. Rincian, jamaah haji lunas sebanyak 2.103 jemaah, mutasi masuk sebanyak 30 jemaah, dan mutasi keluar sebanyak 82 jemaah. “Dari total 2.051 jemaah asal Gresik, sekitar 15 persen merupakan berisiko tinggi karena usianya sudah di atas 75 tahun serta memiliki penyakit kronis,” katanya.

Dari pengamatanya selama di Madinah dan Makkah, jemaah berisiko tinggi mendapat pendampingan ketat dari PPIH maupum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) masing-masing. “Para jeqmaah lansia juga nurut saat diarahkan untuk tidak keluar pemondokan siang hari karena cuaca terik. Serta jarak ke Masjidil Haram yang cukup jauh bila dengan jalan kaki sekira 2,5 hingga 3 km,” ujar Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani juga mengaku terus melakukan komunikasi intens dengan para jemaah asal Gresik untuk memantau keadaan dan kondisinya. Setiap kali bertanya tentang pelayanan, jemaah mengatakan sudah cukup baik, hotelnya bagus, pelayanan kesehatan bagus, makananya juga lumayan.

“Walau jarak hotelnya jauh di sektor 6 wilayah Sisyah Aziziah namun tidak alasan bagi jemaah haji Gresik untuk tidak ke Masjid Al Harram karena ada layanan bus shalawatnya 24 jam,” tuturnya.

Gus Yani, mengaku pelayanan haji terus mengalami peningkatan signifikan. “Alhamdulillah, layanan haji terus mengalami peningkatan meski ada kejadian haji terlantar di Muzdalifah dan Mina,” ujarnya. Menurutnya, penyelenggaraan haji semakin bagus dan teratur, baik dari pemondokan hingga makanan. Kesan ini muncul, aku Gus Yani, karena dirinya pernah berhaji pada 2015 silam. 

Perbaikan layanan bahkan tidak hanya dia rasakan saat di Tanah Suci. Perubahan signifikan juga sudah terjadi sejak awal proses pemberangkatan haji dari embarkasi. Secara umum, menurut bupati, mereka merasa puas terlayani. Terkait layanan katering, Bupati Gresik juga menilai sudah bagus. Dari segi menu sesuai selera orang Indonesia, pendistribusiannya juga sudah relatif tepat waktu. Namun demikian, Gus Yani berharap layanan katering bisa diberikan secara penuh selama jemaah berada di Makkah. (yad)

Bupati Fandi Akhmad Yani Sebut Pelaksanaan Haji Tahun Ini Relatif Lancar, Layanan Lebih Baik Selengkapnya

Lebar Ruas Jalan Sekapuk-Banyuurip jadi 7 Meter, Bupati Gresik Optimistis Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Ruas Jalan Raya Sekapuk-Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah bakal tambah lebar dan mulus. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dibawah kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah,

Bupati dan Wakil Bupati Gresik akan melebarkan dari 3 meter menjadi 7 meter. Panjangnya sekitar 2,5 kilometer. Peningkatan infrastruktur jalan di Pantai Utara (Pantura) di Gresik Utara itu untuk memanjajakan wisatawan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat itu.

Di kawasan tersebut terdapat sejumlah destinasi wisata yang sedang naik daun. Yakni, Destinasi wisata Selo Tirta Giri (Setigi), Kebun Pak Inggih (KPI) di Desa Sekapuk dan Destinasi Wisata Gosari, Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah. Kemudian, wisata pasir putih, Pantai Delegan , Desa Delegan, Kecamatan Panceng. 

Selain itu, di kawasan tersebut dikenal salah satu penghasil ikan bandeng terbesar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Di sektor industri doking kapal serta industri pupuk dolomit.

“Perluasan ruas ini kita yakini mampu memberikan manfaat dan memiliki multiplier effect dalam penguatan ekonomi masyarakat. Kita tahu di wilayah tersebut banyak terdapat kawasan perikanan, wisata, bahkan ada industri pupuk dan docking kapal yang luar biasa besar potensinya,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melalui pesan tertulis pada Jumat, 23 Juni 2023.

Perluasan ruas Jalan Sekapuk—Banyuurip kali ini, sejatinya merupakan kelanjutan dari pengerjaan perluasan ruas dengan total 6 Km di tahun lalu. Ruas jalan juga dilebarkan dari yang sebelumnya 3,5 meter menjadi 7 meter.

Dengan ruas jalan yang dilebarkan dua kali lipat, mobilitas masyarakat dalam memutar roda perekonomian dan kenyamanan wisatawan diharapkan semakin terjamin. 

Sesuai perjanjian kontrak pengerjaan, perluasan ruas ini dijadwalkan akan selesai pada akhir November 2023. (yad)

Lebar Ruas Jalan Sekapuk-Banyuurip jadi 7 Meter, Bupati Gresik Optimistis Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Selengkapnya

Pembangunan RSGS Tahap Konstruksi, Wujudkan Pemerataan Kesehatan Di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membangun rumah sakit di Gresik Selatan. Rumah Sakit Gresik Sehati (RSGS) berlokasi di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik ditargetkan selesai tahun ini.

RSGS itu nanti untuk mengkover layanan kesehatan bagi masyarakat di empat kecamatan yakni Menganti, Kedamean, Driyorejo dan Wringinanom. Pemerataan pelayanan kesehatan.

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  keberadaan RSGS krusial mengingat wilayah Gresik Selatan merupakan kawasan padat penduduk. Jumlah penduduk di Gresik Selatan itu mencapai 365.970 jiwa atau 28,3% dari total penduduk di Kabupaten Gresik (data BPS tahun 2023). Terlebih dengan jarak yang selama ini ditempuh masyarakat, untuk menuju RSUD Ibnu Sina yang berjarak sekitar 30 km.

“Pembangunan RSGS di Kecamatan Kedamean Ini adalah komitmen Pemkab Gresik dalam pemerataan pembangunan dan kesehatan. Karena di wilayah Gresik selatan yang padat penduduk, dan belum memiliki rumah sakit daerah,” ujar Fandi Akhmad Yani saat meninjau lokasi pembangunan beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan, rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan, memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karenanya, Pemkab Gresik telah mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung lainnya. Infrastruktur jalan, diantaranya. 

Sebagai informasi, pembangunan RSGS sudah direncanakan sejak tahun lalu. Nantinya, RSGS akan menjadi rumah sakit tipe C dengan kapasitas 100 bed.  Pembangunan RSGS dilakukan secara bertahap.

Diawali dengan pemadatan lahan dan sebagainya. Sedangkan untuk pekerjaan konstruksi dimulai pada Juni 2023. Setelah rampung, RSGS akan menjadi rumah sakit milik ketiga milik Pemkab Gresik. Dua rumah yang sudah ada yakni RSUD Ibnu Sina Gresik dsn RSUD Umar Mas’ud di Pulau Bawean. Beroperasi RSGS nanti diharapkan memaksimalkan program Universal Health Coverage (UHC). 

Menurut Bupati Yani, UHC di Gresik merupakan program kesehatan gratis yang sangat sukses dan besar manfaatnya. Saat ini, tercatat UHC Gresik telah mencover 100% warga se-Kabupaten Gresik. Capaian ini menjadikan Gresik sebagai salah satu kabupaten dengan UHC tertinggi. Artinya, masyarakat ber-KTP Gresik hanya membutuhkan KTP untuk menerima pelayanan kesehatan di seluruh faskes di Kabupaten Gresik.

“UHC ini terus kita highlights. Kita ajak rapat secara langsung kepala Puskesmas di seluruh Gresik, sekaligus kita konfirmasi penguasaan puskesmas terkait program ini. Tujuan akhirnya adalah kemudahan warga Gresik dalam mengakses pelayanan kesehatan.” katanya.

Dengan sudah berjalannya UHC dan pembangunan RSGS, diharapkan dapat menjadi angin segar bagi warga Gresik Selatan. Dua hal ini akan menjadi kombo ciamik Gresik dalam memastikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. 

“Mudah-mudahan, pembangunan RSGS dengan UHC di Pemkab Gresik yang sudah 100%, bisa memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkas Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. (yad)

Pembangunan RSGS Tahap Konstruksi, Wujudkan Pemerataan Kesehatan Di Gresik  Selengkapnya

Perbaikan Infrastruktur Jalan di Gresik Selatan dan Utara Dikebut, Bupati Gresik : Langkah Strategis untuk Meningkatkan Kesejahteraan Warga 

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melakukan rekonstruksi pembangunan infrastruktur jalan. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik tancap gas. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menargetkan proyek infrastruktur yang mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan kelancaran transportasi orang dan barang itu keler tahun ini.

Data yang didapat 1minute.id sedikitnya ada 4 ruas jalan kabupaten yang sedang proses pembangunan. Yakni, Jalan Cerme Lor (Kecamatan Cerme)-Puduttrate (Benjeng) panjang 1,4 km lebar 6 meter konstruksi aspal ; serta Jalan Banter-Kalipadang (Benjeng) dengan panjang 506 meter, lebar 6, konstruksi rigit. 

PROYEK INFRASTRUKTUR JALAN : Sejumlah proyek infrastruktur jalan yang sedang dan akan dilakukan pembangunan pada 2023

Berikutnya, ruas Jalan Randegansari-Bangkingan, Kecamatan Menganti , panjang 300 meter, lebar 4 meter, konstruksi aspal, bahu jalan 1 meter konstruksi rigit dan ruas Jalan Sidoraharjo-Kesambenkulon, Kecamatan Kedamean, panjang 800 meter, lebar 5 meter, konstruksi aspal.

Sedangkan, proyek infrastruktur yang sedang proses tender antara lain, ruas Jalan Jalan Raya Banjarsari (Cerme) – Prambangan (Kebomas) panjang 1 km, lebar 6 meter dan Jalan Sumput — Driyorejo yang panjangnya sekitar 700 meter serta ruas Jalan Betoyo — Dagang, Kecamatan Manyar. Pengerjaan dengan panjang sekitar 1.300 meter dan lebar 7 meter. Semua infrastruktur jalan itu diharapkan memperlancar arus di distribusi barang dan jasa, menekan biaya produksi sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa Jalan Sidoraharjo-Kesambenkulon ini memiliki arti penting bagi masyarakat utamanya petani. Dengan tersedianya jalan ini, mobilitas petani lokal bisa semakin lancar sehingga kegiatan bisa berjalan mulus. 

“Ini sangat penting karena dapat menunjang ketahanan pangan, apalagi adanya ancaman iklim ekstrim el- Nino yang ada di depan mata,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani beberapa waktu lalu. Pembangunan Infrastruktur jalan Sidoraharjo – Kesambenkulon, Kecamatan Kedamean ini panjangnya sekitar 800 meter dan lebar 5 meter dengan konstruksi jalan aspal ini nantinya menjadi jalur alternatif antar Kecamatan Wringinanom dengan Kedamean sekaligus akses menuju Rumah Sakit Gresik Sehati (RSGS).

RUAS JALAN Betoyo-Dagang, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik yang akan dilakukan pelebaran dari 4 meter menjadi 7 meter dengan konstruksi aspal. Pemkab Gresik menargetkan selesai akhir tahun ini. (Foto: Prokopim Gresik for 1minute.id)

Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini melanjutkan pihaknya akan terus berupaya melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Termasuk melalui perbaikan berbagai infrastruktur, terutama untuk infrastruktur yang menunjang peningkatan perekonomian masyarakat.

“Kami terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya dengan perbaikan infrastruktur jalan. Pemkab Gresik akan mengupayakan hal tersebut sesuai harapan kita semua untuk mewujudkan Gresik baru yang lebih maju,” tegas Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani itu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dibawah kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Bupati dan Wakil Bupati Gresik ini menjadikan tahun ini untuk lebih mempriotaskan pembangunan infrastruktur jalan. Perbaikan infrastruktur hingga ke tingkat desa, terutama yang berkaitan erat dengan mobilitas masyarakat. Termasuk pembangunan dan perbaikan jalan. 

Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu program strategis. Kabupaten Gresik yang memiliki total ruas jalan tingkat kabupaten sepanjang 566,61 km atau 179 ruas jalan, tentunya merupakan suatu tantangan tersendiri. Namun, ia optimistis tantangan tersebut bukan merupakan alasan untuk alpa dalam memberikan kenyamanan bagi mobilitas masyarakat. 

Untuk memastikan progres pembangunan infrastruktur jalan berjalan sesuai jadwal, Bupati Fandi Akhmad Yani beserta jajaran  melakukan inspeksi mendadak (sidak) saat pengerjaan berjalan. Dirinya ingin memastikan bahwa pengerjaan berjalan sesuai standar dan seleasai tepat waktu. 

SIDAK JALAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kanan) berdialog dengan tim DPUTR Gresik ketika melakukan sidak jalan di kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik ( Foto: Prokopim for 1minute.id)

Selain proyek infrastruktur jalan yang sudah tahap pengerjaan tersebut, Sejumlah proyek infrastruktur lainnya sedang dalam proses lelang. Adapun proyek infrastruktur yang masih proses tender itu antara lain, ruas Jalan ruas Jalan Betoyo—Dagang, Kecamatan Manyar.  Pengerjaan dengan panjang sekitar 1.300 meter tersebut. Jalan tersebut selain akan dilakukan pengaspalan juga dilakukan pelebaran dari semula 4 meter menjadi 7 meter. Semua proyek infrastruktur tersebut ditargetkan bisa selesai pembangunannya pada tahun ini, 2023. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam keterangannya menjelaskan bahwa ruas Jalan Betoyo—Dagang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gresik. “Disamping sebagai memudahkan mobilitas, ruas ini merupakan ruas pendukung kawasan perikanan yang ada di wilayah Manyar dan sekitarnya. Disamping itu ruas ini juga termasuk dalam wilayah pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, sekaligus juga ruas penghubung antara Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan,” terang Bupati Yani.

Tiga pertimbangan tersebut, membuat perbaikan ruas jalan ini menjadi perhatian untuk diselesaikan pada 2023. Ini merupakan langkah strategis Pemkab Gresik dalam perbaikan ekonomi paska pandemi, serta pendukung upaya peningkatan investasi di Kabupaten Gresik.

Bagaimana dengan ruas Jalan Sumput-Driyorejo? Bupati Fandi Akhmad Yani mengungkapkan sudah mendengar berbagai laporan dari masyarakat terkait kondisi jalan, utamanya saat musim hujan.

“Tahun ini memang kita siapkan anggaran besar untuk perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Gresik, termasuk di ruas Jalan Sumput — Driyorejo yang sering dikeluhkan masyarakat. Kita targetkan pengerjaannya selesai di tahun ini, sehingga aktifitas masyarakat tidak terganggu,” tegasnya

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik Eddy Pancoro menyampaikan bahwa nantinya ruas jalan tersebut akan di beton dan ditinggikan dari kondisi semula.

“Kondisi saat ini, ruas tersebut ketinggiannya lebih rendah dibandingkan sebelah kanan dan kiri jalan. Oleh karenanya, pengerjaannya akan menggunakan struktur jalan rigid/beton, dengan tebal urugan variatif antara 20 cm sampai 30 cm. Tebal betonnya sendiri beton Lean Concrette 10 cm & beton rigid 30 cm,” terang EddyPancoro pada Selasa, 20 Juni 2023.

RUAS JALAN BANJARSARI (Cerme)-Prambangan (Kebomas), salah satu jalan alternatif yang bakal dilakukan perbaikan oleh DPUTR Gresik dan ditargetkan selesai tahun ini (Foto : Prokopim Gresik for 1minute.id)

Ruas Jalan Sumput – Driyorejo merupakan jalur andalan bagi warga Desa Sumput, Desa Tanjungan, dan Desa Mojosarirejo untuk beraktifitas. Tingkat mobilitasnya pun cukup tinggi lantaran wilayah tersebut merupakan kawasan perumahan yang padat, serta terdapat beberapa pergudangan dan pabrik.

Masalah muncul saat masuk musim hujan. Ruas jalan tersebut hanpir selalu digenangi air dan tidak bisa dilalui kendaraan, lantaran posisinya yang lebih rendah. Ini tentunya sangat mengganggu, lantaran masyarakat harus memutar dengan rute yang memakan waktu hingga lebih dari 15 menit.

Sementara itu, Camat Driyorejo Narto mengungkapkan berbagai upaya sudah dilakukan dalam mengatasi persoalan tersebut. Sebelumnya, dirinya menginisiasi  melakukan normalisasi Kali Avour sepanjang 7,5 km yang ada di sekitar ruas jalan tersebut bersama perusahaan sekitar lewat program Corporate Social Responsibility (CSR).

Selain itu, imbuhnya, akan membangun saluran tambahan yang melalui tanah kas Desa (TKD) Sumput yang berada di sebelah timur PT. DAYASA. Pengerjaan ini akan dikerjakan oleh pemerintah desa, dengan menggunakan dana bantuan keuangan kecamatan.

“Normalisasi Kali Avour ini adalah salah satu upaya dalam penanggulangan banjir, efeknya bisa dirasakan yakni durasi banjirnya sudah berkurang. Nanti setelah jalannya sudah ditinggikan dan di beton serta adanya saluran air tambahan, Insha Allah permasalahan selesai,” ungkap Camat Narto. (yad/adv)

Perbaikan Infrastruktur Jalan di Gresik Selatan dan Utara Dikebut, Bupati Gresik : Langkah Strategis untuk Meningkatkan Kesejahteraan Warga  Selengkapnya

Perbaikan Jalan Banjarsari-Prambangan Sepanjang 1 Kilometer Proses Tender

GRESIK,1minute.id – Pembangunan infrastruktur jalan terus digenjot oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Tahun ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mempriotaskan pembangunan sejumlah ruas jalan alternatif jalur mempercepat peningkatan ekonomi masyarakat dan mobilitas masyarakat sedang dibenahi. 

Antara lain, Ruas jalan itu  Jalan Cerme Lor (Kecamatan Cerme)-Puduttrate (Benjeng) ; Jalan Banter,-Kalipadang, Benjeng ; Jalan Randegansari-Bangkingan, Kecamatan Menganti ; dan Jalan Sidoraharjo-Kesambenkulon, Kecamatan Kedamean. Selain itu. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik melakukan proses tender perbaikan jalan Banjarsari (Cerme)-Prambangan (Kebomas).

Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Cerme dan Kecamatan Kebomas ini, merupakan jalur alternatif yang membelah pusat Kota Pudak. Dengan melalui ruas ini, pengguna jalan bisa menghindari kemacetan di wilayah Bunder dan exit tol Kebomas untuk menuju pusat kota.

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mobilitas masyarakat Gresik ini sangat luar biasa. Wilayah Kecamatan Cerme dengan Kecamatan Kebomas ini kalau pagi ramai sekali. Jalan ini kalau pagi sangat ramai dilintasi warga bekerja, anak sekolah, dan juga kalau sore kita saksikan padat sekali. “Insya Allah tahun 2023 ini kita tuntaskan, dan nanti kalau jalannya sudah mulus jangan dibuat balapan,” tegas Bupati Fandi Akhmad Yani saat meninjau lokasi ruas jalan Banjarsari — Prambangan beberapa waktu lalu. 

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Gresik Eddy Pancoro menambahkan ruas jalan Banjarsari-Prambangan, saat ini sedang dalam proses tender. “Estimasinya, setelah sudah berkontrak akan diselesaikan November – Desember 2023,” ungkap Eddy Pancoro pada Minggu, 18 Juni 2023.

Nantinya, ruas jalan yang sudah eksis saat ini akan dilakukan pengaspalan sepanjang kurang lebih 1.000 meter, dan lebar kurang lebih 6 meter. Peningkatan kualitas jalan ini, sejatinya merupakan kelanjutan dari proyek pengerjaan Jembatan Banjarsari pada tahun sebelumnya.

Peningkatan kualitas jalan ruas Banjarsari — Prambangan ini direspon positif oleh masyarakat. Seperti yang disampaikan Kepala Desa Banjarsari, Agus Suwondo. Mewakili warga, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Fandi Akhmad Yani atas segera terlaksananya peningkatan kualitas jalan di wilayahnya. “Semoga dengan makin lancarnya mobilitas, Kabupaten Gresik bisa makin maju dan berkembang,” harapnya. (yad)

Perbaikan Jalan Banjarsari-Prambangan Sepanjang 1 Kilometer Proses Tender Selengkapnya

Perbaikkan Ruas Jalan Cerme Lor-Pundduttrate Sepanjang 1,4 Km Kelar November 2023, Warga 9 Desa di Dua Kecamatan Tak Muter Lagi

GRESIK,1minute.id – Masyarakat Desa Kambingan, Kecamatan Cerme dan 8 Desa sekitarnya sumringah. Sebentar lagi, mereka tidak perlu melewati rute memutar untuk beraktifitas sehari-hari. Sebab, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mulai melakukan perbaikan ruas jalan Cerme Lor, Kecamatan Cerme- Pundutrate, Kecamatan Benjeng.

Kepala Seksi Pemerintah Desa Kambingan Muhammad Mukharom menceritakan bagaimana kondisi jalan sebelum adanya perbaikan. Apalagi saat musim hujan, ruas jalan poros kabupaten ini tergenang air hingga menutupi lubang-lubang yang sudah ada.

Kondisi ini tentunya menyulitkan aktivitas bagi masyarakat, apalagi ruas jalan itu memiliki peranan vital dalam mobilitas masyarakat lantaran menjadi penghubung antara Kecamatan Benjeng dan Kecamatan Cerme. Belum lagi terdapat besarnya potensi sektor perikanan, pertanian, dan sentra industri tenun, Tenun Wedani yang sudah go internasional di wilayah tersebut.

“Akses jalan ini sangat-sangat dibutuhkan oleh warga,” tegas Mamad-sapaan-Muhammad Mukharom pada Sabtu, 17 Juni 2023. “Di sebelah utara merupakan kawasan pertambakan dan pertanian, dan sebelah selatan adalah area rumah penduduk. Roda perekonomian jelas terganggu, lantaran masyarakat yang mau menjual dan mengolah hasil tambak atau hasil tani harus memutar jauh,” sambungnya.

Disamping itu, Mamad juga menceritakan tentang faktor keamanan dan kemacetan yang cukup mengkhawatirkan. Khususnya bagi pekerja perempuan, yang bekerja sif malam apabila melewati jalan memutar lewat selatan, Bogomiring-Pasar Cerme.

“Kalau lewat selatan selain rawan, juga pastinya makan waktu 10-15 menit lebih lama. Apalagi ketika jam sibuk, waktu yang ditempuh bisa lebih dari 30 menit akibat macet,” terangnya.

Mewakili masyarakat, Mamad mengucapkan terima kasih kepada Bupati Fandi Akhmad Yani dan Pemerintah Kabupaten Gresik atas perbaikan jalan yang dilakukan. Pada tahun-tahun yang akan datang, dirinya dan masyarakat berharap bisa dipasang penerangan lebih banyak agar jalan semakin nyaman dilalui saat malam hari.

Saat ini, Pemkab Gresik melalui Dinas PUTR menargetkan pengerjaan ruas Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme- Punduttrate, Kecamatan Benjeng dengan panjang sekitar 1.4 Km dan lebar 6 meter ini selesai pada November 2023. Ruas ini  melewati 9 Desa di dua kecamatan yakni Cerme dan Benjeng.  Di Kecamatan Cerme meliputi  Desa Cerme Lor, Cagak Agung, Ngabetan, Kambingan, Wedani, Jenggolok, Kedangkulud dan Sawahan. Sedangkan, Desa Pundutrate, Kecamatan Benjeng m

Sebelumnya, Bupati Fandi Akhmad Yani beserta jajaran juga melakukan sidak saat pengerjaan berjalan. Dirinya ingin memastikan bahwa pengerjaan berjalan sesuai standar dan seleasai tepat waktu. (yad)

Perbaikkan Ruas Jalan Cerme Lor-Pundduttrate Sepanjang 1,4 Km Kelar November 2023, Warga 9 Desa di Dua Kecamatan Tak Muter Lagi Selengkapnya

Kerap Terdampak Banjir, Rekonstruksi Jalan Banter-Kalipadang Gunakan Konstruksi Rigid

GRESIK,1minute.id – Pembangunan infrastruktur jalan terus di kebut. Kini, giliran ruas Jalan Banter-Kalipadang di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Peningkatan kualitas infrastruktur jalan penghubung antarwilayah panjangnya 506 meter dengan konstruksi rigit dan lebar 6 meter. Harapannya, dengan begitu ruas jalan menjadi lebih awet dan tahan banjir. 

Rigid Pavement (Perkerasan Kaku) merupakan salah satu jenis perkerasan jalan yang menggunakan beton. Ruas jalan yang melintasi, Desa Banter, Munggugebang, Karangan Kidul, dan Desa Kalipadang ini mulai dikerjakan awal Mei 2023, dan ditargetkan selesai pada Oktober 2023. Dalam pengerjaannya, dilakukan separuh ruas terlebih dahulu. Arus lalu lintas buka tutup alias contra flow. Aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.

Rekonstruksi ruas jalan tersebut mendapat respon yang baik dari masyarakat. Ini lantaran ruas jalan yang sedang di perbaiki saat ini, merupakan akses utama bagi warga untuk bermobilitas. Sebelumnya, ruas tersebut kondisinya kurang maksimal lantaran kerap tergerus air akibat luapan banjir.

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR: Ruas Jalan Banter-Kalipadang Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik sedang proses rekonstruksi (Foto : Prokopim GRESIK for 1minute.id)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dibawah kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Bupati dan Wakil Bupati Gresik ini berkomitmen terus mendorong perbaikan infrastruktur hingga ke tingkat desa, terutama yang berkaitan erat dengan mobilitas masyarakat. Termasuk pembangunan dan perbaikan jalan. 

Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu program strategis. Kabupaten Gresik yang memiliki total ruas jalan tingkat kabupaten sepanjang 566,61 km atau 179 ruas jalan, tentunya merupakan suatu tantangan tersendiri. Namun, ia optimistis tantangan tersebut bukan merupakan alasan untuk alpa dalam memberikan kenyamanan bagi mobilitas masyarakat. (yad)

Kerap Terdampak Banjir, Rekonstruksi Jalan Banter-Kalipadang Gunakan Konstruksi Rigid Selengkapnya