Bupati Gresik Ajak Partisipasi Masyarakat Turut Bantu Mitigasi Bencana Hidrometeorologi 

GRESIK,1minute.id – Kali Lamong kembali meluap. Sejumlah desa di dua kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng dan Cerme tergenangi air bah yang berasal dari hulu Kali Lamong berada di Mojokerto maupun Lamongan pada Selasa malam, 14 Maret 2023.

Namun, meluapnya Kali Lamong, kali kedua tahun ini curah tergolong masih tinggi cepat surut. Air “hanya” mampir. Normalisasi Kali Lamong yang dilakukan oleh Pemkab Gresik mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang berada di bantaran Kali Lamong itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya mitigasi Penanggulangan banjir Kali Lamong. Ia mengungkapkan sejak awal dilantik sebagai Bupati Gresik upaya penanganan dilakukan melalui APBD berupa pembebasan lahan di bantaran Kali Lamong. 

Langkah lainnya menjalin komunikasi dengan perusahaan sekitar, untuk mengucurkan CSR-nya untuk menormalisasi sungai anak Kali Lamong. “Kita tahu bahwa langkah-langkah ini belum cukup untuk menanggulangi banjir. Oleh karenaya langkah berikutnya yang akan kita lakukan adalah membangun kolam retensi di titik-titik yang menjadi langganan banjir,” terang Bupati Fandi Akhmad Yani ketika menerima kunjungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 15 Maret 2023.

Tim BPPB dipimpin oleh Tenaga Ahli Kepala BNBP Pusat Brigjen TNI Bambang Eko dan Kolonel Agus Marsanto, serta Kasubdit Dukungan Pengerahan SDM BNPB Andria Yuve Rizal. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim Gatot Subroto dan Kepala Pelaksana BPBD Gresik Darmawan.

Dalam kunjungan tersebut BNPB menyerahkan bantuan  dana siap pakai sebesar Rp 250 juta. Dana tersebut merupakan dukungan operasional BNPB dalam penanganan banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Gresik.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu melanjutkan, upaya normalisasi Kali Lamong menjalin sinergi dengan semua stakeholder. Termasuk Pemprov Jatim. Menurut Gus Yani, upaya normalisasi Kali Lamong menyoroti belum maksimalnya peran Pemprov Jatim dalam membantu Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menjinakkan Kali Lamong. 

“Kita juga terbuka kepada semua pihak untuk bersama-sama kami untuk menuntaskan permasalahan banjir di Kabupaten Gresik. Baik itu dari pusat, dan tentunya harapan juga kepada BPBD Jatim dan Pemprov untuk ikut serta membantu kami menanggulangi bencana,” ujarnya. 

Gus Yani mengajak untuk bersama-sama tanggulangi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gresik. “Cuaca ekstrim beberapa hari kebelakang benar-benar membawa dampak bagi masyarakat di Kabupaten Gresik. Di wilayah Gresik Selatan, Kali Lamong meluap dan di Pulau Bawean selain banjir juga terjadi tanah longsor. Oleh karenanya, kami sangat berterima kasih atas dukungan dana yang diberikan BNPB hari ini,” katanya. (yad)

Bupati Gresik Ajak Partisipasi Masyarakat Turut Bantu Mitigasi Bencana Hidrometeorologi  Selengkapnya

Mulai Bupati Gresik Hingga Camat Teken Komitmen Bersama Percepat Zero Stunting

GRESIK,1minute.id – Angka Stunting masih dua digit atau 10,7 persen sebelumnya mencapai 23 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tidak mengendorkan niatnya untuk menuntaskan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak itu. 

Bahkan, duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Bupati Gresik dan Wakil Bupati Gresik bertekad mewujudkan zero stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Bupati Fandi Akhmad Yani, Wabup Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman bersama Kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat, Perwakilan unsur pendidikan, Organisasi Masyarakat (Ormas) menandatangani komitmen bersama percepatan penanggulangan stunting.

“Angka prevalensi stunting kita memang sudah terjun bebas, dari 23% menjadi 10,7%, dibawah angka Provinsi Jawa Timur. Ini merupakan hasil kerja bersama dari berbagai pihak dan akan terus kita lakukan hingga stunting kita nol,” ujar Gus Yani, begitu Bupati Fandi Akhmad Yani

saat membuka kegiatan Rembuk Stunting 2023 di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 15 Maret 2023.

Ia menambahkan, dari data yang ada saat ini terdapat 3.701 kasus stunting yang ada di Kabupaten Gresik. Dirinya membayangkan, jika pegawai di lingkungan Kabupaten Gresik dan masyarakat yang berkecukupan mau untuk menjadi orang tua asuh, maka angka tersebut sudah selesai.

“Kita lakukan intervensi dengan menyisihkan rezeki minim 10 ribu rupiah per hari. Kita berikan susu, kacang hijau, atau makanan bergizi lainnya selama 90 hari. Saya yakin permasalahan ini selesai, karena kecenderungannya angka yang sembuh dari stunting lebih besar dibandingkan jumlah kasus baru,” katanya. 

Semangat sosial ini, lanjutnya, sejatinya telah diawali jajaran ASN dan BUMD di lingkungan Kabupaten Gresik. Lewat surat edaran awal Maret 2023 lalu, jajaran ASN dihimbau untuk berbelanja kebutuhan pokok guna disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk diantaranya untuk balita stunting. Hal ini lantas dilanjutkan dengan terbitnya Peraturan Bupati Gresik No.9 tahun 2023 tentang percepatan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang juga sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melakukan sinergi antarlembaga dalam mewujudkan zero stunting.

“Prevalensi angka stunting kita memang turun, namun angkanya masih tinggi. Saat ini kita ada di posisi ke 6 dari bawah di tingkat Jatim. Oleh karenanya, perlu intervensi lebih lanjut melalui sinergi semua lembaga,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. 

Intervensi ini, menurutnya harus terintegrasi satu dengan yang lain. Contohnya adalah intervensi lewat konsumsi tablet tambah darah bagi siswi SMA/pondok pesantren. Diinisiasi oleh dinas kesehatan lewat puskesmas di tiap kecamatan, intervensi ini juga harus bersinergi dengan dinas pendidikan agar tujuan intervensi bisa tercapai.

“Contoh lain adalah sinergi kita dengan pengadilan agama. Kita sudah membangun komunikasi intens agar izin nikah di usia muda bisa diminimalisir. Hal-hal semacam inilah yang harus terus kita lakukan,” tegas Wabup berlatar pendidik itu.

Dalam kesempatan ini, Pemkab Gresik telah memetakan calon Lokasi Fokus (Lokus) intervensi percepatan penurunan stunting terintegrasi Gresik 2024. Calon lokus tersebar di 19 desa di 7 kecamatan. Harapannya, dengan ditetapkannya lokus akan semakin memudahkan upaya penurunan stunting di daerah tersebut. (yad)

Mulai Bupati Gresik Hingga Camat Teken Komitmen Bersama Percepat Zero Stunting Selengkapnya

Ribuan Jemaah dari Indonesia dan Malaysia Menyemut Mengikuti Gresik Bersalawat Bersama Habib Syech dan Gus Yani 

GRESIK,1minute.id – Suasana Kota Santri terasa lebih sejuk pada Selasa malam, 14 Maret 2023. Lebih adem karena ribuan jemaah dari berbagai Kabupaten/Kota di Jawa hingga Malaysia  bersalawat. Mereka mengikuti “Gresik Bersholawat” rangkaian HUT ke-49 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan Hari Jadi ke-536 Kota Gresik dipusatkan di Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

Hampir 5 jam, mulai badal Isya selawat dan doa untuk bermunajat kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW bergema. Diawali tausiyah dari Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) dan ditutup oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Gresik Sholawat ini merupakan rangkaian dari kegiatan dari peringatan HUT Pemkab Gresik dan Hari Jadi Kota Gresik Hari. Ia berharap dengan selawatan bisa membawa berkah untuk Kabupaten Gresik.

HANYUT BERSALAWAT: Jemaah perempuan seakan hanyut bersalawat dan berdoa di Gresik Bersholawat di halaman kantor Bupati Gresik pada Selasa malam, 14 Maret 2023 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Dengan adanya selawatan di Hari Jadi Kabupaten Gresik ini mudah-mudahan Gresik makin berkah, dijauhkan dari bencana, Gresik yang kondusif, dijauhkan dari pihak-pihak yang ingin merusak kabupaten yang kita cintai ini,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ia menambahkan, julukan Kota Santri dan Kota Wali, Kabupaten Gresik tetap untuk semua kalangan. Namun, ia tetap berpesan agar tetap menjaga nama baik Kabupaten Gresik sebagai Kota Religi. Warga Gresik heterogen. Dihuni berbagai kalangan.

Ada pekerja, ada pendatang, ada warga Gresik asli. Bandar Grisse juga menunjukan perbedaan suku, agama dan budaya. Semua bisa tinggal ataupun sekedar mampir. “Gresik ini untuk semua, tapi jangan sampai menghilangkan julukan Gresik sebagai Kota Santri. Tetap mendahulukan akhlakul karimah,” katanya. 

Sementara itu, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah meminta jemaah yang  menyemut di halaman kantor Bupati Gresik berpesan agar selalu menghormati habaib dan kiai yang berada di Gresik. Sebab, hal itu menjadi kunci ketenteraman dan keberkahan Kabupaten Gresik.

MENYEMUT: Ribuan jemaah bersama syechermania mengikuti Gresik Bersalawat di halaman kantor Bupati Gresik pada Selasa malam, 14 Maret 2023 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Ada dua pesan saya, jaga ulama habaib dan kiainya. Selain itu tetap menjaga kerukunan, Insyaallah Gresik tetap aman dan nyaman,” ucap Gus Miftah.

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf semakin menambah suasana Gresik Sholawat semakin bergema. Lantunan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW terus bergema selama 1,5 jam bersama syechermania. Habib Syech biasa datang tepat waktu,  pada acara ini mengaku terlambat datang. Ia pun meminta maaf. Mengapa Habib Syech terlambat datang? “Saya lupa membawa udeng. Mau datang kesini tanpa surban nanti warga Gresik pangling,” katanya. 

Ia pun akhirnya keliling Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk membeli udeng. Namun, tidak ada yang menjualnya. “Surban yang saya pakai malam ini dikasih sahabat saya. Alhamdulillah, terlambat membawa berkah. Mendapatkan udeng,” seloroh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. (yad)

Ribuan Jemaah dari Indonesia dan Malaysia Menyemut Mengikuti Gresik Bersalawat Bersama Habib Syech dan Gus Yani  Selengkapnya

Nyaris Sentuh 100 Persen Lindungi Kesehatan Warga Gresik, UHC Gresik Sabet Penghargaan dari Menko PMK

GRESIK,1minute.id – Program Universal Health Coverage (UHC) Pemkab Gresik mendapatkan apresiasi dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Program layanan kesehatan dasar cukup membawa kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) atau Kartu Keluarga (KK) baru dilaunching 1 Oktober 2022. 

Peserta salah satu program Nawa Karsa, Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah yakni Gresik Sehati itu telah mencapai 99,64 persen. Jumlah penduduk Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berjumlah 1,2 juta jiwa. Apresiasi dari Menko PMK Muhadjir Effendy itu diterima oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Balai Sudirman, Jakarta pada Selasa, 14 Maret 2023.

“Terima kasih banyak kepada seluruh stakeholder, perusahaan dan seluruh masyarakat yang telah konsisten dalam membantu mendukung terlaksananya UHC. Penghargaan UHC ini kita persembahkan untuk hari ulang tahun Pemkab Gresik ke 49 dan hari Jadi Kota Gresik ke 536. Tentunya ini sangat berarti buat pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani sapaan akrabnya usai menerima penghargaan di Jakarta pada Selasa, 14 Maret 2023.

Pencapaian tersebut tentu menjadi sebuah kesuksesan besar program UHC di Gresik. Dalam kurun waktu yang terbilang singkat, Kabupaten Gresik telah berhasil memberikan payung perlindungan untuk mengakses layanan kesehatan kepada hampir seluruh warga Kabupaten Gresik. Terhitung per 1 maret 2023 kepesertaan UHC Gresik telah mencapai sekitar 1.284.392 jiwa dari total jumlah penduduk Kabupaten Gresik sebesar 1.284.863 jiwa. 

Progress ini sejalan dengan Inpres Nomor 1 tahun 2022, yang merupakan instruksi presiden kepada gubernur dan bupati/walikota dalam mendorong Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Dimana salah satu targetnya adalah 98% penduduk Indonesia dapat terlindungi kesehatannya melalui program JKN-KIS pada tahun 2024.

Gus Yani mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian UHC di Kabupaten Gresik. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan Cabang Gresik yang telah bekerja keras agar masyarakat Kabupaten Gresik bisa terjamin ke dalam Program JKN-KIS.

“Dengan telah tercapainya UHC di Kabupaten Gresik maka fasilitas kesehatan juga harus kian optimal dalam melayani. Ke depan akan terus memastikan seluruh penduduk Kabupatem Gresik tetap terjamin akses layanan kesehatannya melalui Program JKN-KIS,” ujar Gus Yani.

Menurutnya, pelaksanaan UHC ini tentang rasa empati dan keseriusan, yang mana pemerintah hadir kepada seluruh masyarakat Gresik untuk memberikan jaminan atau perlindungan kesehatan secara gratis. Gus Yani juga menyebutkan, kesuksesan UHC juga berkat konsistensi masyarakat Gresik yang membayar BPJS secara mandiri.

“Kami juga sangat mengapresiasi kepada seluruh masyarakat Gresik yang membayar BPJS secara mandiri. Penghargaan ini juga berkat dukungan kalian semua. Maka, ayo kita terus membantu saudara kita melalui membayar BPJS secara mandiri. Biarkan UHC ini dinikmati oleh seluruh masyarakat Gresik. Sukses selalu untuk Dinas Kesehatan dan seluruh dinas yang lain di Kabupaten Gresik,” Pungkasnya.

Tidak sendirian, saat menerima penghargaan UHC, Gus Yani juga ditemani oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Mukhibatul Khusnah dan Kepala BPJS Kesehatan Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo. (yad)

Nyaris Sentuh 100 Persen Lindungi Kesehatan Warga Gresik, UHC Gresik Sabet Penghargaan dari Menko PMK Selengkapnya

Lagi, Bupati Gresik Sambangi Warga Terdampak Banjir Luapan Kali Lamong 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kembali memantau kondisi banjir luapan Kali Lamong. Sehari sebelumnya, Bupati Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom memantau dan membagikan sembako kepada warga terdampak di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.  

Tadi sore, Jumat, 24 Februari 2023 Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad bersama Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar memantau kondisi banjir di Desa Jono, Kecamatan Cerme. Air bah mulai masuk Desa Jono pada Kamis petang. Gus Yani didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Darmawan dan Camat Cerme Umar Hasyim. 

Selain memantau perkembangan banjir luapan Kali Lamong, juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat desa setempat. Mantan Ketua DPRD Gresik itu juga menyapa warga setempat. Bupati Fandi Akhmad Yani menceritakan selama dua tahun bersama Bu Min, Wakil Bupati Gresik mengupayakan penanggulangan Kali Lamong. Melakukan normalisasi Kali Lamong. 

“Kami sudah dua tahun ini sudah berupaya, dan tidak menunggu karena keterbatasan kewenangan. Karena biasanya terkait sungai banyak kewenangan yang terbatasi, ini kewenangan BBWS atau ini kewenangan pemerintah pusat. Kami berupaya apa yang bisa kita lakukan dalam pengendalian banjir ini akan kita lakukan,” terang Gus Yani.

Gus Yani menjelaskan, sejak awal menjabat langsung memohon izin kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk melakukan normalisasi dengan cara mengeluarkan rekomendasi teknis dalam membantu balai besar dalam upaya normalisasi Kali Lamong.

“Selama ini kami sudah mengupayakan berbagai pembebasan lahan guna pembangunan tanggul dan normalisasi yang mencapai luasannya sudah lebih dari 50%. Kedepan, solusi kami tidak akan berhenti di normalisasi saja. Kami akan mendesain kolam-kolam retensi dengan luasan kewenangan daerah sehingga bisa menampung air yang meluap,” ujar Gus Yani. “Ini butuh gerak cepat, dan apa yang menjadi kewenangan kita akan kita kerjakan,” tegasnya.

Untuk diketahui Kali Lamong memiliki panjang 103 kilometer.  Melintasi 4 Kabupaten/Kota yakni Lamongan, Mojokerto, Gresik, dan Surabaya. Kali Lamong melintasi Gresik sepanjang 58,1 kilometer melintasi kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Kedamean, Menganti, dan Kebomas. (yad)

Lagi, Bupati Gresik Sambangi Warga Terdampak Banjir Luapan Kali Lamong  Selengkapnya

Freeport Indonesia Percayakan Pasokan Air Proyek Smelter kepada Perumda Giri Tirta sebanyak 150 liter/detik


GRESIK
,1minute.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik membuat sejarah baru. Perusahaan penyedia air bersih itu berhasil membangun kepercayaan investor kakap, Freeport Indonesia (PTFI). Perumda Giri Tirta mendapatkan kepercayaan mensuplai air kebutuhan proyek smelter itu sebanyak 150 liter/detik.

Nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) jual beli air antara Perumda Giri Tirta Gresik dengan Freeport Indonesia (PTFI) ditandatangani oleh Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik Kurnia Suryandi dengan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas pada Jumat, 24 Februari 2023. 

Penandatanganan MoU dilakukan di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Perumda Giri Tirta memasok kebutuhan air untuk kegiatan operasional smelter Manyar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. 

Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen PTFI untuk memprioritaskan potensi daerah, termasuk melibatkan perusahaan umum daerah (Perumda) dalam memenuhi berbagai  kebutuhan pembangunan dan operasional smelter Manyar. 

“Kami sangat mengapresiasi dukungan PTFI selaku pihak swasta dalam mendorong perkembangan ekonomi Gresik melalui  kemitraan dan pemberdayaan perusahaan daerah,” jelas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam pembukaan acara penandatanganan nota kesepahaman pada Jumat, 24 Februari 2023.

Kerjasama ini, lanjut Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, diharapkan bisa menimbulkan efek domino  untuk masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. “Multiplayer effect semoga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perumda Giri Tirta kelak bisa menyetorkan PAD (pendapatan asli daerah),” harap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, kebutuhan air untuk operasional smelter mencapai 600 liter/detik. Nota Kesepahaman ini untuk pasokan air 150 liter/detik. Masih ada peluang sekitar 450 liter/detik air proses desalinasi. 

“Kerja sama ini bukan hanya memberikan manfaat berupa pasokan air bagi operasi smelter Manyar, namun juga akan memberikan dampak positif bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui dukungan bisnis terhadap perusahaan daerah,” ujar Presiden Direktur PTFI Tony Wenas pada acara penandatanganan nota kesepahaman.

Dalam nota kesepahaman, Perumda Giri Tirta akan menyediakan kebutuhan pasokan air smelter Manyar. Untuk dapat mengalirkan pasokan air tersebut, Perumda Giri Tirta bekerja sama dengan PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) dalam membangun jaringan pipa air sepanjang 17 kilometer menuju area smelter PTFI di Manyar. 

Investasi yang dibutuhkan untuk pemasangan pipa tersebut diperkirakan sebesar Rp 200 miliar. Jaringan pipa air itu, selain untuk proyek smelter 150 liter/detik juga untuk kawasan JIIPE yang dikelola BKMS sebanyak 50 liter/detik. “Jadi nanti, air Perumda Giri Tirta yang salurkan ke kawasan JIIPE mencapai 200 liter/detik,” tegas Kurnia Suryandi.

Sebelumnya, PTFI juga telah bekerja sama dengan berbagai pelaku bisnis lokal untuk memenuhi berbagai kebutuhan aktivitas konstruksi smelter Manyar, termasuk diantaranya kebutuhan konsumsi, office supply, transportasi, tenaga kerja, dan jasa konstruksi. Progres pembangunan smelter Manyar hingga akhir Januari 2023 telah mencapai 54,5 persen dari rencana 52,9 persen yang ditargetkan.  (yad)

Freeport Indonesia Percayakan Pasokan Air Proyek Smelter kepada Perumda Giri Tirta sebanyak 150 liter/detik Selengkapnya

Klinik Mabarrot MWC NU Panceng Resmi Beroperasi, Bupati Gresik : Derajat Kesehatan Masyarakat Meningkat 

GRESIK,1minute.id – Satu lagi klinik kesehatan berdiri di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Kali ini, klinik Mabarrot MWC NU Panceng yang resmi beroperasi pada Senin, 20 Februari 2023. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan klinik berada di Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik itu.

Berdirinya klinik Mabarrot ini diharapkan dapat semakin meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat Gresik, terutama warga di Kecamatan Panceng. Kegiatan tersebut dirangkaian dengan penyerahan 6 unit sepeda motor operasional Badan Otonom (Banom) NU Panceng. Penyerahan mobil operasional Klinik Mabarrot MWC NU Panceng, sertifikat tanah oleh Kepala Desa Surowiti untuk MWC NU Panceng serta izin operasional Klinik Mabarrot MWC NU Panceng.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya mengatakan, klinik MWC NU tumbuh secara masif di Kabupaten Gresik. Euforia 1 abad sudah selesai, mudah mudahan menuju abad kedua ini semakin berkhidmat terlebih memberikan manfaat untuk masyarakat. “Klinik mabarot ini sudah menyusun program yang nyata, yaitu melayani jam’iyah Nahdlatul Ulama. Ini merupakan sebuah keberanian untuk memulai sesuatu yang baru yakni mendirikan klinik ini,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Peresmian klinik ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Abu Hassan,  Ketua dan Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik K.H Mulyadi dan K.H Syifaul Qulub, Ketua Tanfidziyah MWC NU Panceng Moch Khalim, Rois Syuriah MWC NU Panceng K.H Abdul Azis Rochim.

Menurutnya keberadaan klinik kesehatan sangat diperlukan sebagai penunjang kegiatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Gresik. Ini menunjukkan perjuangan NU yang semakin mandiri untuk kemaslahatan umat.”Keberadaan klinik bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu.  

Bupati berharap, klinik ini bisa menjadi salah satu sarana penunjang bagi masyarakat. Khususnya di desa, dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat dan terjangkau. “Beberapa program juga terus dilakukan Pemkab Gresik dalam meningkatkan derajat layanan kesehatan masyarakat. Salah satunya membangun rumah sakit sehati,” tambahnya. (yad)

Klinik Mabarrot MWC NU Panceng Resmi Beroperasi, Bupati Gresik : Derajat Kesehatan Masyarakat Meningkat  Selengkapnya

Musyda ke-XI Muhammadiyah dan Aisyiyah Resmi Dibuka, Ini Harapan Bupati Gresik !

GRESIK,1minute.id – Pengurus Daerah  Muhammadiyah dan Aisyiyah menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) ke XI di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Bungah, Kabupaten Gresik pada Minggu, 19 Februari 2023. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka forum tertinggi di dua organisasi kemasyarakatan yang mengusung tema “Membumikan Islam Berkemajuan” itu.

Pada kesempatan ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap pelaksanaan Musyda ke XI Muhammadiyah dan Aisyiyah ini berjalan dengan lancar melahirkan kepengurusan yang solid serta mampu membawa kemajuan Muhammadiyah.

“Mudah mudahan terlahir pemimpin yang bisa membawa kemajuan ketua dan pengurus Muhammadiyah Gresik yang bisa berkolaborasi dengan pemerintah,” harap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. 

Musyda Muhammadiyah dan Aisyiyah ini dihadiri oleh Pengurus Wilayah  Muhammadiyah (PWM) Jatim Tamhid Mashudi, Ketua PW Aisyiyah Jatim Siti Asma serta Anggota Komisi X DPR RI Zainudin Maliki.

Hadir pula, Ketua DPD PAN Gresik juga anggota DPRD Gresik Faqih Usman, Anggota DPRD Gresik Noto Utomo, Anggota DPRD Gresik Partai Demokrat Suberi, Ketua DPC Partai Gerindra Gresik Asluchul Alif, Ketua DPC Partai Umat Gresik Burhan serta Ketua DPD LDII Gresik K.H Abdul Muis.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu melanjutkan pada pelaksanaan Musyda harus menjaga setiap gagasan setiap ide yang dikemukakan seseorang atau organisasi. Jangan sampai menimbulkan perpecahan di tubuh organisasi.

“Musyda ini harus dapat menghasilkan keputusan yang strategis untuk program program Muhammadiyah dan Aisyiyah ke depan,” ungkap Bupati Gresik termuda itu.

Ia berharap organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah ikut berkontribusi dalam penanganan persoalan isu strategis nasional. Di antaranya penanganan stunting, menurunkan angka kemiskinan, serta masalah sampah untuk menuju Gresik Zero Waste.

“Persolan ini diperlukan kolaborasi dengan berbagai stakeholder termasuk Muhammadiyah dan Aisyiyah. Harapannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Ketua PD Muhammadiyah (PDM) Gresik Muhammad In’am mengatakan, pelaksanaan Musyda seharusnya digelar pada 2021. Karena ada wabah Covid-19 pelaksanaan dilakukan tahun ini, 2023. Dalam Musyda ke-XI ini, sebanyak 54 orang masuk dalam daftar calon tetap (DCT).

Dirinya berharap Musyda ini mampu membawa organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang lebih maju khusunya di Kabupaten Gresik. “Untuk itu Musyda ini hendaknya memilih dengan hati nurani dan pikiran yang jernih tanpa emosi,” kata In’am. Untuk diketahui, peserta Musyda atau musyawirin akan memilih 13 orang dari 54 orang DCT itu. 

Proses pemilihan menggunakan komperisasi. Setelah mendapatkan 13 orang yang memperoleh suara terbanyak.  Mereka kemudian duduk bersama untuk menentukan ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Periode 2022-2027. (yad)

Musyda ke-XI Muhammadiyah dan Aisyiyah Resmi Dibuka, Ini Harapan Bupati Gresik ! Selengkapnya

Bupati Gresik : Piala Soeratin Awal Kesuksesan, Junjung Sportifitas, Harumkan Nama Baik Gresik 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas dua tim sekolah sepak bola (SSB) dalam kejuaraan Piala Soeratin U-13 dan U15 Gresik. Mereka akan mewakili Gresik pada Piala Soeratin U’13 dan U-15 di Banyuwangi. Kedua kesebelasan tersebut yaitu Sindogres FC U-15 SSB Semen Indonesia Gresik dan Pasoepati  FC U-13 asal Banjarsari Cerme. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengingatkan kepada kesebelasan agar bisa membawa nama baik Gresik. Selain itu tetap menjaga kesehatan, keselamatan, serta menjunjung tinggi sportifitas.

“Jaga kesehatan selama disana, mengingat perjalanan yang lumayan jauh. Istirahat yang cukup dan junjung sportifitas saat pertandingan. Sebab, kejuaraan ini membawa nama baik Kabupaten Gresik,” pesannya.

Ditegaskan Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, pembinaan usia dini diharapkan kedepan tujuannya adalah memberikan kesempatan dan kesuksesan kepada anak-anak muda meskipun kondisi saat ini PSSI yang terus melakukan penataan.

“Mudah mudahan ini menjadi awal kesuksesan kalian, anak anak dari Gresik yang akan menjadi atlet nasional, “ujar Gus Yani saat melepas kedua kesebelasan tersebut di depan Kantor Pemkab Gresik pada Selasa, 31 Januari 2023.

Bupati menambahkan, dalam pertandingan harus yakin dan optimis akan kemenangan. Saat berlaga cuman ada satu yang ada dipikiran, yaitu juara, itulah yang menjadi motivasi kalian. “Kalian adalah atlet, yang disiapkan segi fisik dan mental dari proses yang panjang. Semua harus yakin, percaya kepada pelatih dan oficial yang membimbing kalian. Selamat bertanding semoga perjalanan lancar selamat sampai tujuan,” tutupnya.

Sementara, Ketua Askab PSSI Gresik Rofiqi menambahkan, PSSI sudah menggulirkan kompetisi U 15 dan U 13. Proses sudah dilakukan dan pihaknya menunggu kabar berita berikutnya dari PSSI. “Meskipun PSSI pusat masih menata PSSI Gresik harus terus menggulirkan kompetisi pembinaan bibit pemain muda,” ungkap Rofiqi.

Usai pelepasan dilakukan penyerahan jersey dan uang transport oleh Bupati Gresik kepada tim U-13 dan U-15, dilanjutkan foto bersama tim pelatih dan official. Sebagai informasi ada 45 klub kesebelasan yang akan mengikuti kompetisi PSSI Piala Soeratin U-13 dan U-15. Rinciannya, sebanyak 21 kesebelasan untuk U-13 dan 24 kesebelasan untuk U-15.

Hadir dalam pelepasan, Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Saifudin Ghozali, Manager Gresik United Toriqi Fajrin dan Kepala Desa Banjarsari Agus Suwondo, Pelatih dan Official.

Sementara itu, Amir Rendra Saputra, siswa kelas VIII UPT SMP Negeri 4 Gresik tampak semringah karena akan berlaga di kompetisi PSSI Piala Soeratin ini. Ia berjanji akan all out untuk bisa meraih prestasi terbaik di kompetisi PSSI Piala Soeratin U-13 ini. “Mohon doanya dan dukungan dari warga Gresik,” kata Rendra yang sejak kelas III SD bergabung di SSB Pasoepati FC itu. (yad)

Bupati Gresik : Piala Soeratin Awal Kesuksesan, Junjung Sportifitas, Harumkan Nama Baik Gresik  Selengkapnya

Harlah Emas PPP, Bupati Gresik Ingatkan Lagi tentang Loyalitas, Kompak dan Konsisten

GRESIK,1minute.id – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Pantai Persatuan Pembangunan (PPP) Gresik menggelar puncak Hari Lahir (Harlah) ke-50 pada Minggu, 29 Januari 2023. Harlah Emas dipusatkan di Gedung Nadwah Rushaifah Mambaus Sholihin, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Ribuan kader dan simpatisan partai berlambang Kakbah itu memenuhi gedung tersebut. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir langsung untuk mengucapkan selamat Hari Lahir PPP di acara sederhana namun khidmat itu.

Harlah ke-50 ini juga dihadiri oleh Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono, Sekretaris Jenderal PPP Moh. Arwani Thomafi, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur Mundjidah Wahab, Ketua DPC PPP Gresik Khoirul Huda, Pengasuh Pondok Pesantren KH. Masbuhin Faqih, dan anggota Gerakan Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Gresik. 

Pada kesempatan itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan “tausiyah” politik dihadapan kader partai itu. Ada masukkan yang diberikan dalam membangun organisasi yang solid. Diawali dengan loyalitas, yang merupakan kekuatan utama dalam menjalankan organisasi.

“Buntut organisasi adalah loyalitas. Maka organisasi tanpa loyalitas tidak akan bisa melampah (berjalan),” ujarnya di depan ribuan kader PPP Gresik. Yang kedua adalah kekompakan. Ini dimaksudkan agar sesama anggota tidak melihat anggota lain sebagai kompetitor. Dan yang ketiga, adalah konsisten.

“Jangan anggap rekan kita sebagai kompetitor. Harus sama-sama berjuang. Maka saya berpesan kepada seluruh kader PPP Gresik agar selalu konsisten dalam menjalankan tugas-tugasnya,” ucap Gus Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani juga menyerahkan 18 unit motor listrik bermerek Tangkas kepada DPC PPP Gresik. Penyerahan ini sebagai bentuk dukungan dan apresiasi. “Mudah-mudahan alat operasional motor listrik ini, dapat membantu dalam berkhidmat kepada masyarakat Gresik. Contoh kecil kalau ada warga yang sakit, langsung jemput dan antarkan ke rumah sakit naik motor itu,” katanya. (yad)

Harlah Emas PPP, Bupati Gresik Ingatkan Lagi tentang Loyalitas, Kompak dan Konsisten Selengkapnya