Kabar Gembira, Satu Ponpes Kembali Berdiri di Kota Santri, Ponpes Ihya Ulumiddin 

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira. Satu lagi Pondok Pesantren (Ponpes) berdiri di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Ponpes anyar itu bernama Ihya Ulumiddin. Peletakan batu pertama pembangunan ponpes berlokasi di Kampung Arab Jalan KH Zubair, Gresik itu dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 11 Juni 2022.

Menurut Al-Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf pembangunan Ponpes ini merupakan cita-cita dari Al-Habib Husein bin Abdullah Assegaf yang ingin menghidupkan suasana kepesantrenan di sekitar Gresik Kota. “Sehingga harapannya adalah memakmurkan masyarakat Gresik dengan mengangkat dan menyebarluaskan ilmu-ilmu Agama,”kata Al-Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf.

Peletakan batu pertama pembangunan Ponpes Ihya Ulumiddin ini dihadiri Habib Bakar bin Ali Assegaf, Habib Muhammad bin Ali Assegaf, Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf, Habib Ahmad bin Abu Bakar bin Ali Assegaf, Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf, Habib Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun serta Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya pihak akan mendukung 100 persen pembangunan pondok pesantren di kawasan Gresik Kota tersebut. “Urusan pemerintahan Insya Allah kami mendukung 100 persen,”katanya.

Ia melanjutkan para Habaib berperan penting dalam pengembangan pendidikan para Generasi muda saat ini. “Salah satu pembangunan bangsa ini salah satu variabelnya adalah pendidikan, dan disini peran Habaib sudah membantu bangsa ini, membantu dalam memperbaiki suatu pendidikan yang mana berharap muncul sumber daya manusia berlandaskan akhlakul karimah,”sambungnya.

Bupati Gresik  termuda di Kabupaten Gresik itu menambahkan dimasa depan akan ada banyak pesantren sesuai dengan julukan kota Gresik yaitu Kota Santri. Menurutnya dampak sosial dari pembangunan sebuah ponpes dilingkungan sekitar sangat berdampak baik dan memberikan hal yang positif. “Ketika disini ada sebuah pesantren, dampak lingkungan sosial itu juga berpengaruh yang sangat luar biasa, cermin sebuah kota santri yang sangat dirindukan,”tutur mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Terakhir beliau berjanji akan terbuka dan mensupport penuh terhadap bidang pendidikan di Gresik. “Kami atas nama pemerintah sangat terbuka dan mendukung penuh terutama dalam bidang pendidikan, dan perbaikan masalah pendidikan” tutupnya. 

Berapa jumlah ponpes di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik saat ini. Merujuk data dilaman  gresikkab.go.id  jumlah 148 pondok pesantren. Sedangkan, data ponpes.net berjumlah 103 ponpes. Sementara data ditpdpontren.kemenag.go.id terdapat 94 ponpes dengan jumlah santri kurang lebih 23.551. Rincianya, 12.837 santri mukim dan 10.674 santri non mukim. (yad)

Kabar Gembira, Satu Ponpes Kembali Berdiri di Kota Santri, Ponpes Ihya Ulumiddin  Selengkapnya

Percepatan Pembangunan SPBU Nelayan, Pemkab Gresik Siapkan 4 Lokasi

GRESIK,1minute.id – Lahan untuk proyek Pembangunan Pembangunan Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Untuk Nelayan (SPBUN) telah siap. Ada empat titik yakni Desa Ujungpangkah, Desa Sembayat, Desa Randuboto dan Kelurahan Lumpur.

Presiden Joko Widodo ketika melakukan kunjungan kerja ke Bale Gede di Kelurahan Lumpur beberapa waktu lalu telah memberikan sinyal persetujuan pembangunan SPBUN itu. Untuk mempercepat proses pembangunan SPBUN itu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan kunjungan kerja ke kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Kamis, 9 Juni 2022. 

Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, persoalan solar bagi para nelayan menjadi atensinya. Sehingga perlu dilakukan upaya serius agar nelayan dengan mudah mendapatkan solar untuk keperluan sehari-hari dalam mencari ikan di laut.

“Kabupaten Gresik masih membutuhkan sentuhan pembangunan infrastruktur berupa Pertamina dan Pertashop dengan BBM khususnya solar bagi para nelayan. Dan ini menjadi atensi kami di pemerintah Kabupaten Gresik untuk dapat mewujudkan terhadap apa yang dibutuhkan oleh nelayan kami,”ujar Fandi Akhmad Yani. 

Usulan lokasi pembangunan Pertamina itu lanjut Bupati, dibagi di 4 titik yaitu Desa Ujungpangkah, Desa Sembayat, Desa Randuboto dan Kelurahan Lumpur. “Pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan,”katanya.

Rencana kedepan, lanjutnya, pihaknya akan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Gresik Migas untuk menjadi pengelola SPBUN tersebut. Sehingga diharapkan agar dapat dikelola dengan baik dan memudahkan dalam pengawasan.

Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian KKP Muhammad Zaini sependapat dengan Bupati Fandi Akhmad Yani. Bahan bakar solar Kebutuhan utama nelayan untuk menangkap ikan. “Mudah-mudahan pertemuan ini membuahkan hasil seperti apa yang diharapkan. Termasuk konsep pengelolaan dengan melibatkan BUMD. Kalau ini bisa terealisasi, maka Kabupaten Gresik akan menjadi percontohan bagi Kabupaten lain di Indonesia,”kata Muhammad Zaini. (yad)

Percepatan Pembangunan SPBU Nelayan, Pemkab Gresik Siapkan 4 Lokasi Selengkapnya

Jalan Raya Manyar Segera Diperlebar, Pemerintah Percepatan Validasi Tanah Warga

GRESIK,1minute.id – Rencana pelebaran jalan Raya Manyar, Kecamatan Manyar sepanjang 3,5 kilometer terus dimatangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pasalnya, jalan nasional di jalur Deandles, Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Gresik itu kerap krodit. Macet. Terutama mulai exit tol Manyar hingga Manyar Tugu, Kecamatan Manyar. 

Kemacetan parah itu terjadi biasanya pada pagi atau waktu berangkat kerja. Dan, sore hari saat pulang kerja. Kemacetan lalu lintas disebabkan volume kendaraan dan bottleneck (penyempitan) jalan nasional. Kemacetan itu menimbulkan grenengan masyarakat maupun pengguna jalan nasional itu.

“Jalan Raya Manyar selama ini sering dikeluhkan masyarakat lantaran kerap menimbulkan kemacetan, maka perlu dilebarkan untuk kelancaran aktifitas masyarakat,”ujar Bupati Gresik Fandi  Akhmad Yani pada Rabu, 8 Juni 2022. Rencana pelebaran tersebut terus dimatangkan. 

Rapat koordinasi dengan perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) intensif dilakukan. Bagaimana respon masyarakat dan pengguna jalan ?

Nanik Indarti, misalnya. Ia mengaku kerap terjebak kemacetan lalu lintas setiap berangkat dan pulang kerja. Untuk berangkat kerja, perempuan mengaku asal Desa Sembayat, Kecamatan Manyar memilih berangkat lebih pagi. Ia pun menyambut baik rencana pemkab Gresik. 

“Memang harus dilebarkan jalannya karena setiap hari saya dan teman-teman pabrik banyak yang terdampak kemacetan saat berangkat kerja maupun pulang,”keluh Nanik.

Senada diungkapkan Luki Azmi warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah. 

“Saya sudah berharap sejak dulu karena setiap hari saya lewat situ dan mesti macet. Terus terang saya setuju kalau jalan Raya Manyar itu dilebarkan,”kata Luki pada Rabu, 8 Juni 2022.

Anggota DPRD Gresik Hudaifah, pelebaran jalan Raya Manyar harus segera dilakukan. Sebab, pelebaran jalan tersebut akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat dan pengguna jalan lainnya. Multiplayer effect ketika lalu lintas lancar sangat besar. 

“Saya mendorong untuk cepat dilakukan (pelebaran jalan) agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,”kata legislator asal PKB dari daerah pemilihan (Dapil) Manyar, Sidayu dan Bungah itu 

Terpisah, Camat Manyar Zainul Arifin mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan validasi data warga yang menempati bangunan di kanan-kiri Jalan Raya Manyar yang akan terdampak pelebaran. “Validasi dilakukan untuk mengetahui status tanah yang warga. Karena pelebaran jalan Raya Manyar dilakukan setelah lahan yang dibutuhkan dikosongkan,”kata Zainul.

Seperti diberitakan, Pemkab Gresik dan BBPJN sepakat untuk melakukan pelebaran jalan Raya Manyar. Jalan nasional yang juga jalur distribusi barang dan jasa. Rencana pelebaran akan di mulai exit Tol Manyar hingga Jembatan Manyar. Panjangnya sekitar 3,5 kilometer.

Pemkab memiliki ruang milik jalan (rumija) sepanjang 3,1 kilometer dari kebutuhan 3,5 kilometer. Sehingga dibutuhkan pembebasan lahan. (yad)

Jalan Raya Manyar Segera Diperlebar, Pemerintah Percepatan Validasi Tanah Warga Selengkapnya

Hasil Bumi Berlimpah, Warga Desa Kembangan Gelar Sedekah Bumi 

GRESIK,1minute.id – Sedekah bumi kembali digelar oleh warga Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 4 Juni 2022. Sedekah bumi vakum 2 tahun karena wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Sedekah bumi dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini terasa khidmat. Bagi warga Desa Kembangan sedekah bumi digelar sebagai rasa syukur karena hasil bumi melimpah. Tradisi ini berlangsung sejak ratusan tahun. Turun temurun. Di Desa Kembangan ini, ada sebuah telaga yang airnya tidak pernah sat. Telaga berada dalam Kompleks Masjid Agung Malik Ibrahim Gresik ini dibangun oleh Kanjeng Sunan Giri. Air telaga buatan Waliyullah bergelar Prabu Satmata dan berjuluk Jaka Samudro itu mengalir ke puluhan hektar sawah sepanjang tahun. Hasil panen berlimpah. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengawali sambutan dengan mendoakan warga Desa Kembangan kesehatan dan keselamatan. Wabah Covid-19 belum berakhir. Tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). “Apabila belum vaksin booster segera melakukan vaksinasi. Sebab hal tersebut sangat penting bagi imunitas dan kekebalan tubuh,”kata Fandi Akhmad Yani mengingatkan. 

Terkait sedekah bumi, ia berpesan kepada warga terus menjaga dan melestarikan tradisi yang memiliki nilai-nilai berbasis budaya dan luhur ini. “Sedekah bumi di Desa Kembangan ini merupakan warisan turun temurun sebagai wujud dari rasa syukur kepada Allah swt. Dan warisan leluhur ini juga sebagai momentum pemersatu kerukunan warga. Jadi harus terus dilestarikan,” ucap Gus Yani. 

Sementara itu, Kepala Desa Kembangan Ngadimin menjelaskan tradisi sedekah bumi ini baru bisa digelar tahun ini. “Selama 2 tahun vakum akibat adanya pandemi Covid-19,”katanya. Ia berharap agar kekompakan warga desanya tetap terjaga disetiap kondisi apapun. Tidak hanya disaat momentum sedekah bumi saja, namun dalam hal apapun, Kades Ngadimin berharap agar warganya tetap kompak dan rukun. (yad)

Hasil Bumi Berlimpah, Warga Desa Kembangan Gelar Sedekah Bumi  Selengkapnya

Meriah, Pembukaan MTQ Di Pulau Putri

GRESIK,1minute.id – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXX Kabupaten Gresik resmi dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa malam, 31 Mei 2022. 

Opening ceremony dipusatkan di Alun-alun Sangkapura, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean sangat meriah. MTQ kali kedua kurun waktu 20 tahun terakhir di kepulauan berjarak 80 mil laut itu disambut antusias masyarakat setempat. Ribuan pasang mata memadati Alun-alun Sangkapura. Mereka tumplek blek memadati semakin menambah kemeriahan opening ceremony yang ditandai dengan pemukulan dhungka (lesung) itu.

MTQ kali pertama pasca pandemi Covid-19 ini diikuti 488 kafilah dengan 90 official dan 90 pembina akan berlangsung hingga Jumat, 3 Juni 2022.

Fandi Akhmad Yani mengatakan  pelaksanaan MTQ ke-XXX ini sengaja dilaksanakan di Pulau Bawean ini mengenalkan lebih dekat keindahan alam serta kultur budaya di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean.  “Harus dikenalkan kepada masyarakat yang belum pernah singgah di Bawean. Selain itu, Pemkab ingin masyarakat di Pulau Bawean juga turut merasakan pemulihan ekonomi pasca pandemi,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya pada Selasa malam, 31 Mei 2022.

Banyaknya peserta dan rombongan yang datang, diharapkan turut berdampak pada perekonomian masyarakat Bawean kearah yang lebih baik. Perekonomian masyarakat di Pulau Bawean semakin meningkat. Ia mengatakan membangun bangsa untuk mencapai generasi emas adalah peningkatan mutu pendidikan. Salah upayanya adalah dengan menyelenggarakan event pendidikan keagamaan. “Kabupaten Gresik identitasnya sebagai Kota Santri. Wujud dari upaya pendidikan yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan MTQ ini,” kata Gus Yani. 

Gus Yani  mengajak generasi muda untuk melestarikan budaya Islam yang diperlombakan ini. Hal ini bertujuan untuk mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari hari. “Hal ini agar generasi kita semakin religius berlandaskan Ahlakul Karimah yang berpedoman pada Al Qur’an,”terangnya. 

“Saya berharap kedepan akan tumbuh generasi emas yang membanggakan Kabupaten Gresik untuk maju ditingkat Provinsi maupun tingkat Nasional,” imbuhnya. Untuk diketahui, MTQ ke-XXX ini dilaksanakan mulai tanggal 31 Mei hingga 3 Juni mendatang. Sementara itu, terdapat 7 cabang Musabaqah yang diperlombakan. Diantaranya, Cabang Tilawah Al-Quran, Cabang Hifdhil Qur’an, Cabang Tafsir Al-Qur’an, Cabang Fahmil Quran, Cabang Syahril Qur’an, Cabang Khath Al-Qur’an dan Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan dan Kesra Gresik Suyono mengatakan,  MTQ ke-XXX di Pulau Bawean ini lebih semarak dibandingkan MTQ tahun sebelumnya di Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik.  “Jumlah peserta mengalami meningkat,”katanya  (yad)

Meriah, Pembukaan MTQ Di Pulau Putri Selengkapnya

Kunjungan Atase KBRI Tokyo Buka Peluang Ekspor Produk UMKM Gresik ke Jepang 

GRESIK,1minute.id – Produk UMKM Gresik bakal semakin banyak membanjiri pasar internasional. Diantaranya, Jepang. Harapan itu muncul setelah Bupati Gresik Fandi Akhmad menerima kunjungan Atase Keuangan KBRI Tokyo Jepang, Fadli Rinaldi Lubis terkait pemberdayaan dan pengembangan UMKM di Kabupaten Gresik. 

Atase Keuangan KBRI Tokyo tidak datang sendirian.  Ia mengajak salah satu Asosiasi bisnis di Jepang untuk mengenalkan dan memfasilitasi pengembangan bisnis UMKM untuk menembus pasar Jepang. 

Dalam keterangannya, Atase Keungan KBRI Tokyo Fadli Rinaldi Lubis menjelaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo melalui kolaborasi dalam UMKM Center terus berkomitmen memfasilitasi pengembangan bisnis UMKM Indonesia untuk dapat menembus pasar Jepang. “Hal ini sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi,”kata Fadli pada Senin, 23 Mei 2022.

Ia melanjutkan, pasar Jepang dikenal dengan standarnya yang tinggi. Oleh karena itu, jika sudah dapat masuk ke pasar Jepang, maka produk Indonesia akan lebih mudah melakukan penetrasi ke pasar internasional. Untuk itu, pemberdayaan UMKM Indonesia khususnya di Kabupaten Gresik ini untuk berkembang di pasar Jepang adalah salah satu prioritas utama KBRI Tokyo,“ tambahnya. 

Ia sengaja mengajak asosiasi pengusaha di Jepang yang akan memfasilitasi UMKM Center ke Kabupaten Gresik untuk melihat secara langsung berbagai macam produk unggulan yang sudah terdaftar dan layak ekspor untuk dipasarkan di Jepang. Produk unggulan diantaranya  hasil pengolahan rotan yang ada di Kecamatan Menganti, Kerang di Kecamatan Ujungpangkah, Mangga dan produk-produk unggulan lainnya. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Gresik Ny. Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada KBRI Jepang yang telah mempercayai dan memfasilitasi UMKM Gresik untuk dapat berkembang hingga menembus pasar Internasional. 

“Kami pemerintah kabupaten Gresik menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya atas perhatian terhadap UMKM kami,” kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. Pemkab Gresik, lanjutnya, berkomitmen mendorong UMKM agar mampu berdaya saing. Berbagai bentuk pelatihan hingga stimulus berupa bantuan pendanaan juga telah disiapkan oleh Pemkab Gresik untuk UMKM. 

“Selain kita dorong UMKM untuk maju, UMKM juga kita fasilitasi stimulus berupa kredit lunak mikro tanpa agunan dan ada juga dengan bunga rendah,” imbuh Gus Yani. 

Selain itu, lanjut Gus Yani, pihaknya juga memberikan pelatihan terhadap UMKM di Gresik terkait dengan sertifikasi maupun legalitas hingga mampu melakukan ekspor. “Kita jalin sinergitas dengan Bea Cukai Gresik untuk sisi legalitas dan sertifikasi hingga menemukan buyer yang cocok untuk UMKM kita,”tegasnya. 

Dirinya berharap, jalinan kerjasama dengan KBRI terkait dengan pengembangan UMKM di Gresik ini terus berlanjut seiring dengan pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi. (yad)

Kunjungan Atase KBRI Tokyo Buka Peluang Ekspor Produk UMKM Gresik ke Jepang  Selengkapnya

Bupati Gresik Ajak OPD Mengelola Arsip dengan Baik. Ini Fungsi Arsip bagi Pemerintah !


GRESIK,1minute.id –  Arsip dalam penyelenggaraan pemerintahan sebagai pusat informasi. Sebab, arsip, salah satu bahan akuntabel sebagai bukti otentik. Hal ini disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat membuka Forum Discussion Group (FGD) tentang Pengawasan Kearsipan di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Senin, 23 Mei 2022. FDG itu diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik. 

Menurut Fandi Akhmad Yani, arsip merupakan dokumen penting yang harus dijaga. Sebab, arsip merupakan bahan bukti resmi penyelenggaraan administrasi pemerintahan.  “Dengan adanya arsip ini diharapkan menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintah. Karena kearsipan memegang peran penting. Sehingga ketika menghadapi suatu persoalan, nanti yang dilihat dari arsip,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Ia mengajak semua organisasi perangkat daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk mengelola kearsipan dengan baik dan benar. 
Mengapa? Sebab, arsip menjadi tulang punggung pemerintahan, pembangunan dan menjadi bahan pertanggungjawaban kinerja organisasi. Keberadaannya arsip harus diselamatkan dan dikelola sangat profesional sesuai dengan kaidah dan ketentuan yang berlaku. 

“Semoga para peserta yang ikut kegiatan ini nantinya  bisa menerapkan apa yang didapat dalam penyusunan arsip secara baik dan benar,”harapnya. Menurutnya, di era digital ini semua harus mengikuti zaman yang ada. 
“Kita sekarang lagi menata sistem untuk melakukan digitalisasi untuk arsip dan perpustakaan. Jadi, selain ada bukti fisik kami juga mempunyai bukti secara digital,”ujarnya. 

Bila,tambahnya, selama ini masih banyak orang menganggap tidak penting adanya arsip. Padahal, keberadaan arsip sangat dibutuhkan untuk memberikan bukti yang lebih konkret. “Saya berharap agar kita semua dapat membangun kearsipan di Gresik agar lebih baik dan tertata dengan rapi,”tegasnya. (yad)

Bupati Gresik Ajak OPD Mengelola Arsip dengan Baik. Ini Fungsi Arsip bagi Pemerintah ! Selengkapnya

Bupati Gresik Ajak OPD Kerja Keras Wujudkan Nawa Karsa, Tidak Lagi Lipsing

GRESIK,1minute.id –  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik menggelar Workshop Implementasi Nawa Karsa dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)  Gresik tahun Anggaran 2023 pada Kamis,19 Mei 2022.

Worksop dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini diikuti seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Program dan pelaporan serta tim penyusun RKPD 2023. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Aminatun Habibah serta Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan  kegiatan ini menjadi starter untuk mengingatkan kembali apa yang menjadi tujuan Pemkab Gresik melakukan pembangunan, pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. 
“Program (Nawa Karsa) ini benar-benar harus tercapai,”tegas Bupati Fandi Akhmad Yani.

“Kita telah mengalami turbulensi kondisi yang cukup berat akibat pandemi Covid-19. Tetapi dengan energi positif seperti saat ini, mudah-mudahan Nawa kKarsa bisa benar-benar tercapai. Mari kita bekerja bersama, bekerja lebih keras. Waktu yang paling tepat adalah sekarang. Sudah tidak boleh ada lagi lipsing-lipsing saja, rohnya Nawa Karsa, termasuk dalam-dalamnya juga Nawa Karsa,”imbuhnya. 

Dalam Nawa Karsa memiliki tujuan masing-masing, maka setiap perangkat daerah harus benar-benar bisa menerjemahkan apa itu Nawa Karsa. Untuk diketahui Nawa Karsa merupakan sembilan program prioritas masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah. Sembilan program itu adalah, Gresik Akas, Gresik Cerdas, Gresik Agropolitan, Gresik Barokah, Gresik Lestari, Gresik Seger, Gresik Sehati, Gresik Barokah, dan Gresik Mandiri.

Pertama, kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, adalah soal penanganan banjir Kali Lamong. Kedua adalah masalah terkait data kemiskinan, dimana ini berdampak pada efektifitas program pengentasan kemiskinan. Ketiga adalah PKH Inklusif, dimana kita fokus pada masyarakat yang sudah masuk desil I dan II data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

“Namun mereka belum tersentuh program bantuan sosial manapun maupun warga yang dirasa miskin ber-KTP Gresik tapi belum masuk DTKS,”katanya sambil memberikan contoh lansia yang tidak memiliki KTP, penyandang disabilitas, kepala rumah tangga perempuan dan kelompok marginal lain.

Untuk diketahui desil satu yaitu rumah tangga/individu dengan kondisi kesejahteraan 10% terendah di Indonesia. Desil dua yaitu rumah tangga/individu dengan kondisi kesejahteraan antara 11% – 20% dan desil tiga yaitu rumah tangga/individu dengan kondisi kesejahteraan antara 21% – 30 %. 

Keempat, terkait dengan pembangunan infrastruktur di tingkat dusun yang menghubungkan antardesa melalui program gerbang dusun. Berikutnya, Kelima adalah meningkatkan gairah sektor pariwisata dan Ekonomi Kreatif (ekraf)  melalui Gresik Kota Bandar. Keenam, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan melalui program Go-Tani.

Selanjutnya, Ketujuh, transformasi digitalisasi melalui Gresikpedia. Kedelapan, perluasan kesempatan kerja baik yang bersifat pelatihan seperti santri 4.0 dan revitalisasi BLK, maupun yang bersifat kewirausahaan seperti Gresik Jagoan, Gresik Komik dan One Pesantren One product (OPOP).  “Kesembilan, masalah lingkungan yakni terselesaikannya TPA dan sistem pengelolaan sampah terpadu ditingkat kecamatan serta taman kota yang ramah anak dan difabel,”terangnya. (yad)

Bupati Gresik Ajak OPD Kerja Keras Wujudkan Nawa Karsa, Tidak Lagi Lipsing Selengkapnya

Teken Perbup PMK, Sapi Mati Dapat Ganti Rugi Rp 10 Juta Per Ekor

GRESIK,1minute.id –  Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Kabupaten Gresik menggelar Halal bihalal di Hotel Purnama, Kota Batu, Malang. Halal bihalal digelar selama dua hari padaJumat dan Sabtu,13-14 Mei 2022. 

Acara bertajuk Mempererat Silaturahmi AKD bersama Gus Bupati dan Wakil Bupati “Demi Terwujudnya Gresik Baru Yang Berkelanjutan” ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali dan Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. Kemudian, Asisten I merangkap Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Suyono serta Kepala Inspektorat Eddy Hadisiswoyo.

Bupati Fandi Akhmad Yani pada kesempatan bertemu dengan para kepala desa se-Kabupaten Gresik menyinggung tentang mitigasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan sapi di Kabupaten Gresik. Untuk mencegah persebaran wabah PMK ini telah menekan peraturan bupati (Perbup). Dimana sapi yang terpapar tidak boleh dibawa ke rumah potong hewan (RPH). “(sapi) harus dipotong ditempat dengan uang ganti rugi sebesar Rp 10 juta melalui Dana Tidak Terduga (DTT),”terang Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. 

Selain itu, Pemkab Gresik akan memberikan vitamin dan vaksin untuk hewan terjangkit PMK itu. “Sasaran PMK adalah pada sapi yang masih kecil dengan tingkat kematian 50 sampai dengan 60 persen. Sedangkan tingkat kematian pada sapi dewasa hanya 1 sampai 2 persen saja dan daging sapi yang terpapar PMK masih aman di konsumsi,”kata Fandi Akhmad Yani. “Ini harus disampaikan kepada seluruh masyarakat yang mempunyai hewan ternak untuk tidak panik selling,”mbuhnya. 

Sementara itu, Wabup Aminatun Habibah dan Ketua Tim PKK Gresik Nurul Haromaini Ali lebih fokus tentang Pemberdayaan UMKM. Sektor non formal ini terbukti mendongkrak perekonomian masyarakat. “Kalau semua berjalan baik, maka UMKM ini juga tentunya akan memberikan pemasukan yang baik untuk Kabupaten Gresik,”kata Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini. (yad)

Teken Perbup PMK, Sapi Mati Dapat Ganti Rugi Rp 10 Juta Per Ekor Selengkapnya

Gubernur Khofifah Borong Bandeng Kawak untuk Sahur Bersama Kepala OPD Pemprov Jatim 

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memborong bandeng kawak di Pasar Bandeng di Kabupaten Gresik pada Jumat, 29 April 2022Bandeng kawak yang dibeli oleh Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu ada seberat 7 kilogram. 

Bandeng syukuran bayi itu rencananya akan dimasak untuk sahur bersama dengan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemprov Jatim. Gubernur Khofifah tiba di tradisi Pasar Bandeng pada Jumat sore disambut oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Khofifah langsung menuju depan Pasar Kota Gresik di Jalan H.Samanhudi, Gresik. 

Khofifah melihat bandeng raksasa yang jarang ditemuinya itu. Diantaranya, stan bandeng milik Mudlofar. Pedagang bandeng asal Pulau Mengare, Desa Watuagung, Kecamatan Bungah. Bandeng Mengare sudah kesohor memiliki rasa gurih dan tidak bau tanah. Bandeng seberat 7 kilogram itu kemudian dibeli.  Khofifah tidak pakai melakukan tawar-menawar harga lazimnya para emak-emak ketika berbelanja. 

Selain memborong bandeng, Khofifah juga membeli kepiting. Khofifah mengatakan, rencananya, bandeng yang sudah dibeli akan dimasak bareng-bareng bersama semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim. “Nanti malam akan kami buat sahur bersama-sama kepala OPD. Kami akan masak bandeng berbasis bandeng Gresik,”katanya. 

Gubernur Khofifah menambahkan pasar bandeng ini merupakan kekuatan ekonomi lokal sesuai kultur masyarakat Gresik. Oleh sebab itu perikanan di Gresik harus tetap dilestarikan. Karena, ikan Bandeng menjadi kekuatan perikanan di Gresik. Pihaknya berharap, kedepan format pasar bandeng harus lebih ditingkatkan lagi. 

Sehingga yang mudik ke Gresik bisa ikut merasakan pasar bandeng yang hanya satu tahun sekali ini. “Mungkin warga yang tidak pernah lihat bandeng besar bisa datang kesini (pasar bandeng,Red),”ujarnya. 
“Saya melihat Bandeng Gresik ini sangat besar, legend pokoknya,”imbuhnya. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku senang karena orang nomor satu di Jawa Timur itu berkesempatan hadir dan mengunjungi pasar bandeng yang merupakan tradisi turun menurun tersebut. Terlebih para pedagang bandeng juga ikut merasakan manfaatnya. 

“Kita lihat tadi bu Gubernur memborong beberapa ekor bandeng. Tentu ini merupakan sebuah manfaat yang luar biasa,”katanya. Ia berharap semoga seluruh pedagang yang turut berpartisipasi dalam pagelaran pasar bandeng kali ini memperoleh hasil yang memuaskan. 

“Sehingga tahun depan dapat ikut berpartisipasi kembali. Saya sampaikan terima kasih kepada semua masyarakat baik pedagang maupun pengunjung pasar bandeng atas partisipasi dan antusiasnya dalam meramaikan pagelaran tradisi turun temurun ini. Mudah-mudahan tahun depan bisa diadakan kembali,” pungkasnya. (yad)

Gubernur Khofifah Borong Bandeng Kawak untuk Sahur Bersama Kepala OPD Pemprov Jatim  Selengkapnya