Energi Positif Ditengah Pandemi, PTFI dan Chiyoda International Indonesia Teken MoU EPC Proyek Smelter

Proyek Smelter PT Freeport Indonesia berlokasi di Kawasan Industri JIIPE, Gresik, Jatim dalam pada 2019 ( foto : ist)

GRESIK,1minute.id  – PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia menandatangani kontrak kerja sama untuk kegiatan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) proyek Smelter Manyar milik PTFI pada Kamis, 15 Juli 2021. 

Kontrak ini mencakup pengerjaan proyek pembangunan smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun serta fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.  

“Penandatanganan kontrak ini menegaskan komitmen PTFI untuk membangun smelter, sesuai dengan kesepakatan divestasi tahun 2018. Di tengah berbagai tantangan pandemi Covid-19 yang dialami Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini, kami terus melakukan penyesuaian agar kami dapat terus bekerja sambil tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan seluruh tenaga kerja serta masyarakat di sekitar area kerja,”ujar Presiden Direktur PTFI  Tony Wenas pada Kamis, 15 Juli 2021.

Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan oleh Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, disaksikan secara virtual oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ridwan Djamaluddin, Chief Executive Officer (CEO) MIND ID Orias Petrus Moedak, President & Chief Financial Officer (CFO) Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, Chairman Chiyoda Corporation Masakazu Sakakida, dan Chiyoda Corporation President Masaji Santo.  

Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana juga menegaskan komitmennya untuk ikut berkontribusi bagi Indonesia melalui pembangunan Smelter Manyar. Naoto berharap, pengalaman dan kepemimpinan Chiyoda sebagai salah satu perusahaan terkemuka di dunia akan membantu mewujudkan tujuan optimalisasi hilirisasi nasional. 

”Penandatanganan kontrak ini menandai teguhnya komitmen PT Chiyoda International Indonesia untuk turut berkontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia. Kami akan melakukan yang terbaik, memastikan proyek ini dapat kami selesaikan tepat waktu,”kataNaoto.

Sebelumnya, penandatanganan kontrak kerja sama EPC ini sempat tertunda selama beberapa bulan akibat pandemi. Meski demikian, pengerjaan EPC di JIIPE terus berjalan, termasuk pengadaan  barang material  konstruksi.  Selain  itu,  persiapan  pelaksanaan  vaksinasi  COVID di  lapangan  bagi  para  pekerja  konstruksi.  

Vaksinas Covid-19  pun  tengah  dilakukan. Dan, akan  dilakukan  secara  bertahap  dan diproyeksikan  akan  membutuhkan  sekitar  40  ribu  dosis  vaksin  Covid-19. 

Direktur  Jenderal  Mineral  dan  Batubara  Kementerian  Energi  dan  Sumber Daya Mineral  Ridwan Djamaluddin menyambut baik  penandatanganan  kontrak  antara  k edua  belah  pihak.

“Penandatanganan  ini  menjadi  energi  positif  di  tengah  berbagai  tantangan  yang  sedang Indonesia  hadapi. Pemerintah  melalui  Kementerian  ESDM dan akan  terus  bekerja  sama  dengan  PTFI  untuk mendorong  akselerasi  dari  pro y ek ini, membantu  memastikan  pengerjaan  proyek  ini dapat  diselesaikan  tepat  waktu,” ujar  Ridwan. (yad)

Energi Positif Ditengah Pandemi, PTFI dan Chiyoda International Indonesia Teken MoU EPC Proyek Smelter Selengkapnya

Lonjakan Covid Perlu Ditekan Bersama, Pemerintah Maksimalkan Pelayanan, Masyarakat Patuhi Prokes

GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten Gresik menaikkan kapasitas layanan medis. Menjamin pasokan oksigen, obat dan sembako untuk masyarakat. Lonjakan ini perlu ditekan bersama.

Masa Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat memasuki pekan kedua pada Sabtu lusa. Pemerintah Gresik (Pemkab) bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forpimda) dan elemen masyarakat akan kerja ekstrakeras lagi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menekan angka persebaran Covid-19 di Gresik.

“Untuk masa darurat kali ini, kita tidak perlu menunggu Perbup yang akan kami susun kemudian, namun kita langsung melaksanakan aksi. Kalau tidak demikian akan semakin banyak korban,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani dalam rakor secara daring di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 15 Juli 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Aminatun Habibah, Forkopimda Gresik, Sekda Gresik Abimanyu Poncoatmojo, Asisten I Tursilowanto Hariogi  dan Kepala Dinas Kesehatan drg Syaifudin Ghozali.

Sedangkan ratusan peserta rapat lain mengikuti melalui daring. Mereka Para Kepala OPD, Camat, Kepala Desa dan Lurah, Kapolsek, Danramil Para pimpinan Posko Covid se-Kabupaten Gresik.

Menurut Bupati, sejak PPKM Darurat efektif berlaku mulai 3 Juli 2021, sampai saat ini jumlah masyarakat Gresik yang terpapar Covid-19 semakin tinggi. Indikatornya, Bed occupancy rate (BOR) saat ini mencapai 88,7 persen. Padahal sudah ada penambahan ratusan tempat tempat tidur.

“Kami akan meningkatkan Gelora Joko Samudro menjadi Rumah Sakit lapangan untuk perawatan pasien sedang. Hal ini untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan Covid yang saat ini sudah penuh,”tandas Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani.

Untuk peningkatan perawatan pasien Covid di G-JOS, pihaknya telah membangun instalasi oksigen dengan menarik pipa oksigen dari pabriknya yang tidak jauh dari lokasi GJOS.

“Sudah ada kepastian dari Dinas Pekerjaan Umum, Insya Allah dalam waktu dekat instalasi oksigen ini sudah selesai. Selain itu, kami akan menambah jumlah tempat tidur yang semula hanya 140 menjadi 200 tempat tidur. Selain itu, secepatnya kami akan merekrut relawan untuk pemulasaran jenazah dan pemakaman. Praktis semua tenaga kesehatan akan optimalkan,”katanya.

POSKO SATGAS BANTUAN COVID : Lembaga Amil Zakat membentuk posko sebagai pusat koordinasi bantuan mulai sembako, obat-obatan, vitamin hingga mobil ambulans. Suasana Posko I di halaman Kecamatan Kebomas inj untuk mengcover bantuan di Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Disisi lainnya, untuk mengurai dan efektifitas pelayanan, tambahnya, bersama delapan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kabupaten Gresik sudah membentuk 4 posko di Gresik daratan. Posko ini akan mengkoordinasikan bantuan mulai dari sembako, obat-obatan dan vitamin serta mobil ambulans.

“Semua pasien harus melalui puskesmas sebagai ujung tombak yang kemudian akan ditidaklanjuti untuk diarahkan kemana selanjutnya pasien akan dirawat. Disinilah peran RT dan RW, para Satgas Covid desa, bidan desa untuk lebih optimal dalam menangani warga pasien Covid,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Rakor ini, juga mengevaluasi tentang dukungan perusahaan di masa PPKM Darurat termasuk mengidentifikasi jenis perusahaan masuk kategori kritikal, esensial atau non esensial dengan pemberlakuan WFH bagi karyawannya. Untuk percepatan vaksinasi, Bupati akan mencari terobosan dengan menggandeng perusahaan yang siap untuk melaksanakan vaksinasi gotong-royong. (yad

Lonjakan Covid Perlu Ditekan Bersama, Pemerintah Maksimalkan Pelayanan, Masyarakat Patuhi Prokes Selengkapnya

Tiga Batching Plant Raih Sertifikat Ekolabel Swadeklarasi dari KLHK, SIG Produksi Beton Ramah Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Tiga Batching Plant milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih sertifikat Ekolabel Swadeklarasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tiga Batching Plantyaitu Batching Plant Serpong Tangerang Selatan ; Batching Plant Pulo Gadung Jakarta Timur, dan Batching Plant Tuban Jawa Timur.

Program sertifikasi Ekolabel Swadeklarasi ini merupakan inisiatif dari strategi pilar SIG Industry Greenification dan menjadi yang pertama di Indonesia diterima pada Kamis, 8 Juli 2021.

Ekolabel Swadeklarasi merupakan program yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merujuk pada model Ekolabel Tipe II sebagai sarana penyampaian informasi kepada konsumen mengenai aspek lingkungan dari suatu produk yang dibuat oleh produsen, importir, distributor, pengecer atau pihak lain yang  memperoleh manfaat.

Direktur Marketing dan Supply Chain SIG Adi Munandir mengatakan, dengan diraihnya sertifikat Ekolabel Swadeklarasi ini menunjukkan komitmen dan kepedulian SIG terhadap kelestarian lingkungan. Perseroan memiliki program green concrete dengan melakukan pengembangan beton ramah lingkungan oleh research center SIG yang melakukan kolaborasi dengan institusi untuk melakukan riset serta membuat prototyping, mock up dengan anak usaha beton dalam pengembangannya. 

Lebih lanjut, Adi Munandir menyampaikan bahwa batching plant SIG memiliki skema produksi dengan standar beton ramah lingkungan yang mampu mengurangi penggunaan sumber daya alam, serta mengurangi jumlah limbah produksi dengan menggunakan material substitusi sebanyak 30 persen dan air daur ulang sebanyak 25 persen.

“Semua produk beton yang keluar dari batching plant SIG memiliki standardisasi kualitas yang terjaga,”kata Adi Munandir pada Kamis, 15 Juli 2021.

SIG turut mendukung program pemerintah yang berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26 persen pada 2020 dan 29 persen pada 2030. Selain itu, juga turut andil dalam mengembangkan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia, sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 02/PRT/M/2015 tentang Bangunan Gedung Hijau untuk pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang bersumber dari bangunan gedung.

SIG , lanjut Adi Munandir, akan terus berinovasi dan memberikan solusi untuk semua kebutuhan pembangunan negeri, tentunya secara bersamaan juga turut menjaga lingkungan, sesuai dengan komitmen perusahaan. “Dengan penciptaan standar ini, harapannya kedepan akan ada banyak perusahaan yang mengikuti langkah kami dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia,”ungkap Adi Munandir. (yad)

Tiga Batching Plant Raih Sertifikat Ekolabel Swadeklarasi dari KLHK, SIG Produksi Beton Ramah Lingkungan Selengkapnya

G-JOS sebagai RS Lapangan segera Direalisasi, Lantai 2 untuk Pasien Sedang, Lantai 3 untuk Ringan


GRESIK,1minute.id – Pendirian rumah sakit lapangan di Gelora Joko Samudro (G-JOS) segera teralisasi. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani akan menambah ratusan tempat tidur di stadion sepak bola berlokasi di Jalan Veteran, Desa Seguromadu, Kecamatan Kebomas itu.

Rumah sakit lapangan ini untuk pasien Covid-19 kategori sedang sebagai antisipasi terjadi lonjakan kasus untuk mengurangi keterisian tempat tidur di rumah sakit. Saat ini, G-JOS yang memiliki kapasitas 140 tempat tidur itu untuk pasien terpapar corona virus disease 2019 kategori ringan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku memilih memaksimalkan Stadion Gelora Joko Samudro, agar beban rumah sakit berkurang. Sebanyak 17 rumah sakit rujukan akan fokus menangani pasien Covid-19 dengan gejala berat. Ada dua lantai di Stadion Gelora Joko Samudro akan dimanfaatkan. Yakni, lantai 2 dan 3. 

“Sebanyak 200 tempat tidur untuk pasien gejala sedang di lantai 2, kemudian 300 tempat tidur untuk gejala ringan di lantai 3,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pads Rabu, 14 Juli 2021.

Rumah sakit lapangan ini akan dilengkapi pipa ukuran 3 dim untuk distribusi kebutuhan oksigen. Pipa itu membentang sepanjang 3 kilometer dari lantai 2 ke pusat pabrik penghasil oksigen, PT Samator yang berada di belakang dari G-JOS.

Bupati Gus Yani memberi batas waktu 7 hari pemasangan pipa yang akan menjadi distribusi oksigen. Sebagai upaya mengatasi kelangkaan tabung oksigen. Sehingga ketersediaan oksigen medis untuk pasien gejala sedang sudah tersedia di dalam stadion. 

“Ini kondisi darurat, misi impossible untuk mengurangi beban rumah sakit. Saya beri waktu satu minggu untuk pemasangan pipa. Kita maksimalkan stadion gelora joko samudro,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Selain memaksimalkan G-JOS, Gus Yani juga menyiapkan bantalan sosial. Membuka posko yang berisi para relawan. Setiap posko ada dua mobil ambulans dengan tugas mengantar pasien dan jenazah Covid-19. 

Posko tersebut masing-masing yaitu Posko I di Kantor Kecamatan Kebomas meliputi Kecamatan Kebomas, Gresik dan Manyar. Posko II di Kantor Kecamatan Kedamean meliputi Kecamatan Kedamean, Menganti, Driyorejo dan Wringinanom. 

Posko III di kantor Kecamatan Cerme meliputi Kecamatan Cerme, Duduk Sampeyan, Balongpanggang dan Benjeng. Posko IV di kantor Kecamatan Sidayu meliputi Kecamatan Sidayu, Bungah, Ujungpangkah, Dukun dan Panceng. Dan, posko V di Pulau Bawean untuk Kecamatan Sangkapura dan Tambak.

“Masing-masing Posko akan memberikan segala bantuan yang diperlukan untuk masyarakat terdampak serta warga yang isolasi mandiri yang berada di wilayahnya. Mereka akan dilengkapi dengan berbagai kebutuhan misalnya ambulance, bantuan sembako dan vitamin serta beberapa obat-obatan yang diperlukan,”katanya. (yad)

G-JOS sebagai RS Lapangan segera Direalisasi, Lantai 2 untuk Pasien Sedang, Lantai 3 untuk Ringan Selengkapnya

Ibu Hamil dan Bayi Meninggal, Bupati Sampaikan Permohonan Maaf

GRESIK,1minute.id – Duka yang dialami keluarga Fahrudin seakan ikut dirasakan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.  Orang nomor satu di Kabupaten Gresik itu mengucapkan duka cita dan permohonan maaf kepada Fahrudin melalui video call pada Rabu, 14 Juli 2021. 

Video call dilakukan karena Fahrudin masih menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya di Desa Gredek,  Kecamatan Duduksampeyan. Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam video call ini mengucapkan duka cita meninggalnya  Nazrotul Afiro bersama bayi dalam kandungan yang berumur 7 bulan. 

“Saya ikut berdukacita. Saya atas nama pemerintah juga mohon maaf sebesar-besarnya,”kata Gus Yani dalam video call bersama Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Duduksampeyan dan Kepala Desa (Kades) Gredek Muhammad Bahrul Ghofar itu. Gus Yani juga mendoakan istri Fahrudin, Nazrotul Afiro bersama bayi dalam kandungan yang berumur 7 bulan meninggal dengan  husnul khotimah.  

“Mudah-mudahan, Insya Allah husnul khotimah. Sahid,”kata Gus Yani dan diamini Fahrudin.  Selain mendoakan almarhumah Nazrotul Afiro dan bayi dalam kandungan, Gus Yani juga mendoakan Fahrudin untuk cepat sembuh. “Panjenengan saiki kudu sehat, sing tabah nggih,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

VIDEO CALL : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika menyampai duka cita dan permohanan maaf melalui video call kepada keluarga bumil yang meninggal pada Rabu, 14 Juli 2021 ( Foto : ist )

Fahrudin mengucapkan terimakasih atas perhatian Gus Yani. Untuk diketahui Fahrudin dalam sehari kehilangan dua orang yang paling dicintainya. Pada Selasa, 13 Juli 2021, jabang bayi dalam kandungan istri Fahrudin, Nazrotul Afiro meninggal dunia di RSUD Ibnu Sina Gresik. Pada Rabu, 14 Juli 2021 pukul 00.20 Nazratol Afiro menyusul bayinya yang masih belum dikeluarkan dari rahimnya.  

Almarhumah Nazratol Afiro dan bayi dalam kandungan dimakamkan pada Rabu, 14 Juli 2021.Informasi yang dihimpun kesehatan Nazratol Afiro drop pada Senin, 12 Juli 2021. Pihak desa berupaya membawa perempuan sedang hamil 7 bulan yang dinyatakan konfirmasi Covid-19 sejumlah rumah sakit. Semua rumah yang di datangi menyatakan ICU penuh.  

Nazratol Afiro kemudian dibawa pulang lagi. Pihak desa membelikan tiga tabung oksigen untuk melakukan pertolongan pertama. Namun, kondisi kesehatan Nasrotol Afira semakin kritis. Pada Selasa, 13 Juli 2021, Gofar-panggilan-Muhammad  Bahrul Ghofar, Kades Gredek mendapatkan kabar dari puskesmas di RSUD Ibnu Sina ada kamar.  

Nasrotol Afira dibawa ke rumah sakit  berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas itu menggunakan ambulans milik desa. Saat itu dikabarkan saturasi oksigen dalam darah ibu hamil itu diangka 40. Normal di angka 90-100. Pada Selasa itu, bayi dalam kandungan Nasrotol Afira dinyatakan telah meninggal dunia. 

Kondisi ibu hamil semakin kritis. Pihak rumah sakit tidak berani mengeluarkan jabang bayi dari rahim ibunya. Pada Rabu, 14 Juli 2021 pukul 00.20, Nasrotol Afira menyusul bayi dalam kandungannya. Almarhumah dan bayi yang dikandungnya dimakamkan di pemakaman desa setempat. 

Fahrudin, suami almarhumah karena menjalani isolasi mandiri tidak bisa mengikuti proses pemakamannya. “Fahrudin isoman dirumahnya,”kata Kades Gredek Ghofar dalam video call bersama Bupati Fandi Akhmad Yani.  (yad) 

Ibu Hamil dan Bayi Meninggal, Bupati Sampaikan Permohonan Maaf Selengkapnya

Samakan Persepsi Percepatan Normalisasi Kali Lamong, Bupati Bertemu BBWS dan BPN


GRESIK,1minute.id – Percepatan penanganan banjir Kali Lamong menemukan titik terang. Tahap awal pembebasan lahan akan diestimasikan pada Agustus nanti. Kesepakatan itu muncul setelah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bertemu dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik di Pendapa Bupati pada Selasa, 13 Juli 2021.

Pertemuan terbatas itu, Gus Yani didampingi Kepala Dinas Pertanahan Gresik Sutaji Rudi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiadji ketika bertemu dengan Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto dan Kepala BPN Gresik Asep Heri itu untuk menyamakan persepsi rencana percepatan penanganan banjir Kali Lamong di Gresik.

Gus Yani- sapaan akrab- Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, pertemuan itu untuk menyamakan persepsi. Sebab, percepatan penanganan Kali Lamong harus bersinergi sama titik sepadan sungai. “Progres pembebasan lahan bisa dimulai Agustus, melihat potensi pembebasan lahan sudah diukur oleh teman-teman. Sudah kita tentukan mulai dari titik batasan sepadan ke pemilik,”terang Gus Yani kepada wartawan.

Saat ini, imbuhnya, tinggal pelaksanaan pembebasan tanahnya. “Kita juga berkoordinasi dengan DPRD nanti P-APBD anggaran pembebasan lahan kedepan,” tambahnya.
Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto menuturkan dalam pertemuan ini pihaknya menyamakan trase tanggul yang akan dibuat. Mana yang akan dibebaskan titik temu sudah ada. 

Trase adalah sumbu jalan berupa garis-garis lurus saling berhubungan yang terdapat pada peta topografi suatu muka tanah dalam perencanaan jalan baru. “Disampaikan itu akan segera dilaksanakan pembebasan. Tadi juga sudah dibahas dari sepadan sungai, trase tanggulnya,”kata dia.

DAMPAK BANJIR KALI LAMONG : Sejumlah warga melintasi genangan air bah luapan Kali Lamong di Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Gresik pada 1 Januari 2021 ( Foto Dokumen : chusnul cahyadi/1minute.id)

Seperti diberitakan normalisasi Kali Lamong  menjadi program prioritas Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. Banjir Kali Lamong menjadi problem tahunan Kabupaten Gresik.

Kesengsaraan masyarakat  berada di daerah aliran Kali Lamong itu, mulai diurai oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah. Butuh inovasi dan kerja keras untuk merealisasikan problem kronis yang sudah puluhan tahun itu. 

Berdasarkan studi BBWS pada 2012 lahan yang harus dibebaskan seluas 149 hektare dengan estimasi anggaran Rp 600 miliar. Setelah studi Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP) 2020 luas lahan yang dibutuhkan semakin luas menjadi 280 hektar. Anggaran pembebasan lahan membengkak menjadi Rp 800 miliar. 

Proyek Percepatan penanganan banjir itu akan dimulai di wilayah hulu mulai dari Desa Jono sampai Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme sepanjang 1,8 kilometer. Menurut studi tersebut, normalisasi akan dilakukan dari wilayah hilir. Dengan jenis penanganan pembuatan tanggul. Baik tanggul tanah dan parapet. (yad)

Samakan Persepsi Percepatan Normalisasi Kali Lamong, Bupati Bertemu BBWS dan BPN Selengkapnya

Terbukti Bersalah, Pengusaha Kapal Divonis 2 Tahun Penjara, Denda Rp 100 Juta

GRESIK,1minute.id – Terdakwa pemalsuan dokumen impor kapal Johan Aditya Kuncoro divonis hukuman selama 2 tahun pleh majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik. Selain hukuman penjara, majelis membebani lelaki 36 tahun denda Rp 100 juta. 

Bila terdakwa yang tinggal di Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari, Surabaya tidak bisa membayar denda masa hukuman ditambah sebulan. Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik Mochammad Fatkur Rochman, mengatakan, terdakwa terbukti secara sah turut serta dan meyakinkan bersalah  melakukan perbuatan tanpa pemberitahuan dokumen kapal yang sah. 

Terdakwa melanggar pasal  103 huruf a, Undang-undang Nomor 17 tahun 2006, tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

“Menjatuhkan putusan kepada terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp 100 Juta. Jika dalam waktu satu bulan tidak dibayar, maka harta kekayaan terdakwa dapat disita oleh Jaksa, dan jika masih tidak mencukupi, digantikan penjara selama satu bulan,”kata Fatkur Rochman pada Rabu, 14 Juli 2021.

Dari putusan tersebut, barang bukti berupa dokumen dan sebuah kapal disita untuk negara. Putusan majelis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik yang menuntut terdakwa dengan hukumam penjara selama 4 tahun dan denda Rp 100 Juta subsider 2 bulan kurungan. 

Atas putusan tersebut, terdakwa dan Jaksa menyatakan pikir-pikir. “Kita diskusikan dulu kepada terdakwa. Kita pikir-pikir,” kata Penasihat Hukum terdakwa Johan Aditya Kuncoro, Aisyah. 
Diketahui, Kapal tersebut masuk ke Indonesia bersandar di Pelabuhan Pontianak pada 26 Januari 2019.

Setalah diperiksa dokumen, ternyata tidak sesuai dengan fisik. Akhirnya, diperintahkan untuk ekspor kembali ke Jepang.  Ternyata, kapal tersebut tidak diekspor, melainkan dibawa ke PT Indonesia Marina Shipyard di Gresik dengan alasan untuk perbaikan.

Padahal, menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 118 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Barang Modal Dalam Keadaan Tidak Baru dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 76 Tahun 2019 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 118 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Barang Modal Dalam Keadaan Tidak Baru. 

Impor barang modal tidak baru berupa Kapal Revo 8 Ex Ferry Aso yang dibuat pada 1989 tidak memenuhi persyaratan spesifikasi teknis kapal  untuk dapat di impor, sebab melebihi batas usia kapal yang disyaratkan yakni usia kapal  sudah lebih dari 30 tahun.

Rencananya, kapal tersebut akan dipergunakan untuk mendukung  penyeberangan dari Pelabuhan Padangbay Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali menuju Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat maupun sebaliknya. (yad)

Terbukti Bersalah, Pengusaha Kapal Divonis 2 Tahun Penjara, Denda Rp 100 Juta Selengkapnya

Menko PMK Gelorakan Semangat, Salat Tahajud kepada Pasien Isolasi di G-JOS


GRESIK,1minute.id – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (PMK) Muhadjir Effendy melihat langsung rencana pendirian rumah sakit lapangan di Gelora Joko Samudro (G-JOS) pada Selasa, 13 Juli 2021.

Menko PMK Muhadjir didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tiba di stadion olah raga berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik itu sekitar pukul 14.40.

SAPA PASIEN : Menko PMK Muhadjir Effendy dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melambaikan tangan menyapa dan memberi semangat pasien isolasi di G-JOS pada Selasa, 13 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu pemantauan pasien dari ruang CCTV selama dua menit. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu kemudian menyapa pasien isolasi kategori ringan. Menko Muhadjir memberikan semangat kepada para pasien isolasi itu. “Tetap semangat. Dan, gembira,”kata Muhadjir kepada pasien isolasi mayoritas kaum hawa itu. 

SEMANGAT : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wagub Jatim Emil Dardak (kanan) menyapa dan mendoakan pasien isolasi di G-JOS cepat sehat pada Selasa, 13 Juli 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Selain itu, Muhadjir mengingatkan mereka untuk tetap berolah raga. “Yang muslim jangan lupa salat malam. Salat Tahajud dan tidak berpikir macam-macam. Sing peting semangat dan senang,”ujarnya. Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendoakan mereka bisa segera pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga.

“Tetap semangat. Dan, insya Allah sehat,”tegas Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Sebelumnya, Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendirikan rumah sakit lapangan di G-JOS sebagai upaya antisipasi. “( G-JOS) sudah disulap untuk jaga-jaga bila terjadi kenaikkan kasus. Kita berharap tidak terjadi,”katanya. 

PASIEN ISOLASI : Sejumlah pasien isolasi di G-JOS menunggu bertemu Menko PMK Muhadjir Effendy, Wagub Jatim Emil Dardak dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 13 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Seperti diberitakan, Pemkab Gresik terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah langkah dilakukan untuk penanganan maksimal kepada pasien yang terpapar corona virus disease 2019 (Covid-19).

Diantaranya, meningkatkan status Gelora Joko Samudro (G-JOS) untuk pasien kategori sedang. Selama stadion olah raga berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas itu digunakan tempat rehabilitasi pasien covid kategori ringan. (yad)

Menko PMK Gelorakan Semangat, Salat Tahajud kepada Pasien Isolasi di G-JOS Selengkapnya

Cegah Persebaran Covid-19, Masuk PN Gresik Wajib Bawa Hasil Swab Antigen Negatif


GRESIK, 1minute.id – Upaya memutus persebaran pagebluk Covid-19 juga dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Caranya, melakukan skrining ketat kepada setiap pengunjung sidang. Mereka harus menunjukkan hasil tes swab negatif yang masih berlaku.

Persyaratan gres atau anyar itu tidak hanya untuk pengunjung sidang, hakim dan pegawai PN Gresik juga wajib menujukkan hasil swab negatif jika masuk kerja. Pihak PN Gresik juga terus melakukan swab untuk hakim dan pewagai secara berkala dan juga melihat situasi serta kondisi.

Humas PN Gresik Mochammad Fatkur Rochman mengatakan melaui surat keputusan bersama sesuai SK KPN Nomor : W14.U31/271.1/OT.01.3/7/2021 diputuskan, mengacu pada surat edaran dari Mahkamah Agung terhitung mulai minggu ini, kepada masyarakat dan para pencari keadilan di PN/Hubungan Industrial Gresik wajib menunjukan hasil tes swab antigen negatif yang masih berlaku serta mematuhi protokol kesehatan (Prokes) ketat.

Hal ini dilakukakan sebagai upaya untuk memutus mata rantai Covid-19 di lingkungan Pengadilan Negeri Gresik selama PPKM Darurat. “Surat keterangan swab negatif antigen ini berlaku untuk semuanya tanpa terkecuali, baik jaksa, pengacara, saksi atau masyarakat pencari keadilan,”tegas Fatkur pada Senin, 12 Juli 2021.

Masih menurutnya, teknisnya setiap pengunjung sidang akan diperiksa di pintu masuk oleh petugas keamanan. Jika tidak membawa surat antigen negatif, masyarakat tidak diperbolehkan untuk masuk ke area PN Gresik. “Meskipun ada pengetatan, pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan masih tetap dilaksanakan. Untuk perkara perdata bisa dilakukan secara e-court, sementara untuk pidana umum tetap dilakukan secara daring,” jelasnya.

Ditambahkannya, PN Gresik meminta maaf kepada masyarakat pencari keadilan atas ketidaknyamanan ini, “Kami segenap pimpinan Pengadilan Negeri Gresik mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk kebaikan bersama,” imbuhnya.(yad)

Cegah Persebaran Covid-19, Masuk PN Gresik Wajib Bawa Hasil Swab Antigen Negatif Selengkapnya

Kado HUT, Petrokimia Gresik Luncurkan Tiga Produk Baru Ramah Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik terus berinovasi. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini kembali memberikan kontribusi nyata untuk sektor pertanian Indonesia itu menghadirkan tiga produk baru yaitu Pupuk SP-26 PETRO, Petro Niphos, dan Phonska Alam bertepatan HUT ke-49 pada Sabtu lalu, 10 Juli 2021.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyatakan tiga produk baru itu  merupakan respon perusahaan atas berbagai masalah pertanian saat ini yang tujuannya bermuara pada peningkatan produktivitas pertanian untuk mendongkrak kesejahteraan petani, sekaligus mewujudkan pertanian berkelanjutan.

“Tiga produk ini nantinya akan bersaing di pasar non-subsidi atau komersial,”tandas Dwi Satriyo dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Senin, 12 Juli 2021.

Seperti diketahui, tahun ini terdapat penyesuaian formula unsur hara P dalam pupuk NPK Phonska bersubsidi dari NPK 15-15-15 menjadi NPK 15-10-12. Selain itu, alokasi pupuk SP-36 bersubsidi juga mengalami penyesuaian dan hanya diperuntukkan bagi tanaman hortikultura, sehingga tidak bisa ditebus untuk tanaman pangan.

“Untuk itu, SP-26 PETRO hadir sebagai respon atas penyesuaian unsur hara P tersebut dan juga alternatif atas penyesuaian alokasi pupuk SP-36 bersubsidi,”ujar Dwi Satriyo. 

Pupuk ini memiliki kandungan unsur hara makro Fosfor (P) sejumlah 26% dan Sulfur (S) sejumlah 5% yang mudah larut dan tersedia bagi tanaman. Selain itu juga tidak bersifat higroskopis, sehingga tidak mudah menggumpal (cacking) dalam suhu ruangan.

Secara fisik, SP-26 berwarna abu kecoklatan dan berbentuk granul dengan ukuran yang seragam sehingga memudahkan petani dalam aplikasinya, yaitu ditabur atau dibenamkan. Dosisnya antara 150 kg hingga 500 kg per hektar tergantung pada komoditas tanaman.

“SP-26 PETRO berperan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas panen pada komoditas pangan, hortikultura dan perkebunan,” imbuh Dwi Satriyo. Berikutnya, Petro Niphos diciptakan sebagai respon atas kebutuhan petani hortikultura yang menggunakan pupuk non-subsidi khususnya NPS.

Petro Niphos mengandung unsur hara N (Minimal 20%), P (Minimal 20%), dan S (Minimal 13%) yang lebih tinggi dibanding pupuk majemuk pada umumnya. Pupuk ini juga berbentuk granul (butiran), dan diperuntukkan khusus untuk komoditas hortikultura (sayuran daun) dan pangan. Dosisnya bervariasi antara 250 kg hingga 700 kg per hektar sesuai dengan komoditas atau tanaman. Phonska Alam untuk Pertanian Berkelanjutan.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menegaskan, komitmen Petrokimia Gresik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dapat dilihat dari konsistensi perusahaan dalam menghadirkan produk-produk terobosan transformatif yang ramah lingkungan. Diantaranya,  Petroganik di tahun 2005 dan Phonska OCA di tahun 2020, yang keduanya berhasil masuk dalam skema pupuk bersubsidi hingga saat ini.

Tahun ini, Petrokimia Gresik menghadirkan Phonska Alam yang merupakan produk pupuk majemuk pertama dengan kandungan bahan-bahan mineral alami sebagai sumber N (dalam bentuk nitrat maksimal 5%), P (minimal 10%), dan K (minimal 10%) yang telah mendapatkan sertifikat organik dan berlogo Organik Indonesia.

Secara fisik Phonska Alam berbentuk granul dan berwarna abu kehitaman. Pupuk ini diperuntukkan untuk komoditas organik pangan, hortikultura dan perkebunan. Dosis yang digunakan antara 500 kg per hektar hingga 1.800 kg per hektar menyesuaikan dengan komoditas tanaman.

“Phonska Alam adalah rangkaian pupuk yang dibutuhkan dalam sistem pertanian organik. Ini menjadi wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan,” ujarnya. Ke depan, sambil menunggu kebijakan pemerintah terkait Pembatasan Wilayah, Petrokimia Gresik juga berencana akan melakukan demonstration plot (demplot) di sejumlah daerah, agar petani dapat mengetahui langsung khasiat dari penggunaan ketiga pupuk non-subsidi ini.

“Semoga produk-produk ini bisa menjadi solusi andalan petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga kesejahteraan petani pun terdongkrak. Ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Group dalam menciptakan masa depan Indonesia, khususnya dalam hal mewujudkan ketahanan pangan nasional dan pertanian berkelanjutan,” tandas Dwi Satriyo. (yad)

Kado HUT, Petrokimia Gresik Luncurkan Tiga Produk Baru Ramah Lingkungan Selengkapnya