Diduga Rem Dump Truck Blong, Kecelakaan Beruntun Melibatkan 5 Mobil dan 4 Motor

GRESIK,1minute.id – Tabrakan beruntun terjadi depan Pasar Legi Jalan Raya Bungah, Sabtu 5 Desember 2020 . Tabrakan melibatkan lima mobil dan empat motor itu terjadi  sekitar pukul 10.00 diduga rem dump truck bermuatan galian C ngeblong. 

Kendaraan berat itu, lalu nyeruduk kendaraan lainnya yang ada di depannya. Laju dump truck terhenti setelah menabrak pohon peneduh. Sopir dump trcuk W 6832 UA tergencet bodi kendaraannya. Sedangkan, seorang pemotor dilarikan ke rumah sakit Mabarrot, Kecamatan Bungah. 

Informasi yang dihimpun, dump truck nopol W 6832 UA melanju dari arah Sidayu kearah Manyar. Dump truck yang biasa digunakan mengangkut galian C diduga melaju kencang.

Setelah tanjakkan, jalan kemudian menurun. Sopir dump truck-belum diketahui identitasnya- itu panik. Sebab, beberapa kali sopir menginjak pedal rem.  Kendaraan berat itu terus melaju.

Sopir dump truck semakin panik memasuki simpang tiga Jalan Raya Bungah ada sejumlah kendaraan melaju lambat karena ada beberapa orang nyebrang ke Pasar Legi, Bungah. Dan,  tiba-tiba brakkkkk!  “Seperti rem dump truck blong,”kata Purnono, salah satu warga setempat. 

Serudukan dump truck itu, menghantam kendaraan di depannya . Ada lima mobil dan empat sepeda motor terlibat kecelakaan karambol itu.

Lima mobil dan motor itu adalah, mobil Elf W 1569 DY ; Suzuki Ertiga W 1336 CL ;  Toyota Kijang B 8379 BH ; Toyota Avanza Veloz W 1468 EI, dan Daihatsu Xenia L 1790 O.

Dump truck terhenti setelah menabrak pohon peneduh di Jalan Raya Bungah

Kemudian motor Honda CB S 6452 JV ; Honda Beat W 4760 BA, dan dua motor Honda Supra X-125 W 5466 dan W 4435 BO “Pengendara motor CB yang mengalami luka cukup parah,”imbuh Purnomo. 

Kapolsek Bungah AKP Sujiran mengatakan untuk korban pengendara motor sudah kita bawa rumah sakit. “Tidak ada korban jiwa,”ujar Kapolsek Bungah dikonfirmasi seluler, Sabtu, 5 Desember 2020. 

Sujiran menambahkan pihak membantu pertolongan pertama dan melakukan pengaturan lalu lintas. “Saat ini sudah ada Kanit Laka Satlantas yang standby di lokasi,”ujarnya. 

Kecelakaan ini mengakibatkan arus lalu lintas terganggu dua arah. Yakni arah Manyar menuju Sidayu. Juga, sebaliknya. Bodi dump truck yang menabrak pohon peneduh hingga pukul 12.30 belum dievakuasi. (*)

Diduga Rem Dump Truck Blong, Kecelakaan Beruntun Melibatkan 5 Mobil dan 4 Motor Selengkapnya

Viral, Jenazah “Dihanyutkan” Aliran Kali Lamong untuk Dimakamkan

GRESIK,1minute.id  – Vidoe jenazah “dihanyutkan” Kali Lamong viral di media sosial (medsos).

Video berdurasi 2 menit,  28 detik itu, terlihat sejumlah warga Dusun Gorekan Lor,  Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Gresik membawa keranda jenazah Ny Kasti, 66, mengarungi derasnya Kali Lamong di dusun setempat. 

Dalam vidoe yang viral tersebut, kali pertama seorang berenang seperti membuat jalur untuk pemakaman Ny Kasti. Pemuda itu lalu balik lagi. Sejurus kemudian sekitar delapan orang membawa keranda jenazah Ny Kasti. 

Mereka lalu menyebur bareng-bareng sambil membawa jenazah menyeberangi Kali Lamong untuk dimakamkan. Ny Kasti meninggal dunia, Rabu 2 Desember 2020 pukul 21.30.

Karena tempat pemakaman berada di seberang aliran Kali Lamong pihak keluarga kemudian memakamkan keesokan harinya.  Kejadian yang menimpah Ny Kasti kali kedua kurun waktu 2 tahun terakhir.

Pada 2019, Ny Sayu juga “dihanyutkan” kealiran Kali Lamong untuk proses pemakamannya.  Kini,  kembali terulang.  Mengapa?  Camat Kedamean Arifin dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

Jenazah Ny Kasti, 66, akan dimakamkan di pemakaman Dusun Gorekan Lor, Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Gresik, Kamis 3 Desember 2020 ( foto : ist)

“Itu pemakamnya hari Kamis,”kata Arifin dikonfirmasi seluler, Jumat 4 Desember 2020. Karena lokasinya ada di seberang Kali Lamong,  dan kondisi sedang tinggi, tambahnya,  pemakaman bisa dilakukan di Dusun Gorekan Kidul.

Akan tetapi, keluarga duka tetap menghendaki pemakanan di seberang Kali Lamong itu. “Keluarga duka berdalih semua keluarga dimakamkan di sana,”ujar mantan Camat Dukun itu. 

Sehingga Ny Kasti tetap dimakamkan di pemakaman dusun Gorekan Lor yang ada di seberang Kali Lamong itu.  Arifin menambahkan pada 2019 pemerintah berencana akan membangunkan jembatan penyeberangan itu.

Akan tetapi,  karena ada rencana revitalisasi Kali Lamong rencana itu tidak jadi lakukan. “Khawatir muspro (mubazir),”tegasnya. 
Namun,  pemerintah memberikan alternatif untuk membelikan lahan pemakaman untuk warga dusun itu.

“Tahun ini sudah direncanakan, akan tetapi ada wabah korona. Sehingga, anggaran dialihkan untuk penanganan covid-19,”katanya. 

Arifin berharap pada tahun depan pembelian lahan untuk pemakaman warga dusun Gorekan Lor bisa terealisasikan. (*)

Viral, Jenazah “Dihanyutkan” Aliran Kali Lamong untuk Dimakamkan Selengkapnya

Niat Mengajak Masyarakat Menjemput Perubahan demi Gresik Baru, Solid Coblos Nomor Urut 2

Cabup nomor urut 2 Fandi Akhmad Yani bersama relawan

GRESIK, 1minute.id – Pemilihan bupati (Pilbup) Gresik tinggal hitungan jari. Perubahan sudah mulai terlihat. Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat)  mengajak tim pemenangan, para relawan dan simpatisan perubahan untuk terus bergerak solid demi terwujudnya Gresik Baru. 

Selain Tim pemenangan, relawan dan simpatisan, Gus Yani juga berterima kasih kepada masyarakat Gresik yang telah memberikan kepercayaan dan dukungannya kepada paslon Niat untuk bekerja lebih keras untuk Gresik Baru.

“Terima kasih kepada semua elemen yang  mendukung dan memberi amanah kepada saya dan Bu Min untuk mewujudkan Gresik baru yang mandiri, sejahtera, berdaya saing dan berkemajuan serta berlandaskan akhlaqul karimah,”kata Gus Yani disela-sela simulasi debat publik, Rabu 2 Desember 2020.

Debat publik terakhir digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik, Rabu malam. Materi debat yakni Kebijakan Penanganan Covid-19, Penyelarasan Pembangunan Daerah dengan Nasional untuk Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan.

Acara tersebut dimulai pukul 19.00, dengan protokol kesehatan itu digelar di salah satu stasiun televisi swasta di Surabaya.  

Paslon nomor urut 2 sudah menyiapkan diri untuk menghadapi debat publik terakhir itu. 
Paslon Niat, tambah Gus Yani,  berkomitmen untuk mewujudkan perubahan di Gresik ini. Alumnus Sarjana Ekonomi Unair Surabaya itu,  kembali mengajak masyarakat agar tidak Golput.

Menurutnya, masa depan Gresik lima tahun mendatang ada di tangan pemilih. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk terus menggelorakan semangat perubahan yang diwujudkan dengan mencoblos paslon nomor urut 02 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 9 Desember mendatang. 

“Masyarakat jangan ragu, jangan golput.  Selama ini, segala potensi yang ada di Gresik kurang dimaksimalkan dengan baik. Karenanya, Saya dan Bu Min siap memaksimalkan segala potensi itu demi terwujudnya Gresik baru,”ungkapnya.

Selain itu, tambah menantu KH Agoes Ali Masyhuri ini menyampaikan beberapa indikator gagalnya pembangunan di Gresik. Diantaranya banjir, kondisi jalan, kelangkaan pupuk hingga sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

“Oleh sebab itu, Niat ingin memaksimalkan pembangunan di Gresik agar tidak ada lagi banjir, kondisi jalan rusak, kelangkaan pupuk oleh petani hingga sulitnya mencari lapangan pekerjaan bagi orang asli Gresik. Sehingga tidak ada lagi kata pepatah, Ayam mati dilumbung padi sendiri,”kata Gus Yani.

Dalam program Nawa Karsa yang diusung paslon Niat, Gus Yani juga menyampaikan ada paket stimulus ekonomi. “Meningkatkan upah daerah, insentif pajak, pelatihan melalui modernisasi Balai Latihan Kerja (BLK),”katanya.

Melengkapi pertanyaan Gus Yani, Bu Min turut menyampaikan jaminan kepada para pekerja. “Karena para pekerja adalah aset kita. Keamanan dan keselamatannya harus dijamin. Tanpa adanya perubahan hal itu tidak akan tercapai,” pungkasnya. (*)

Niat Mengajak Masyarakat Menjemput Perubahan demi Gresik Baru, Solid Coblos Nomor Urut 2 Selengkapnya

Pembunuh Bocah di Bukit Jamur Bungah Dituntut 7 Tahun, Orang Tua Korban Minta Lebih Berat

Dua anak berhadapan hukum dalam perkara dugaan pembunuhan di kawasan Bukit Jamur, Kecamatan Bungah ( foto : chusnul cahyadi)


GRESIK,1minute.id – Sidang perkara pembunuhan AAH, mayatnya ditemukan di area Bukit Jamur, Kecamatan Bungah, Gresik, sempat memanas. Orang tua korban tidak terima kedua pelaku hanya dituntut 7 tahun 6 bulan penjara.

Hukuman tersebut dianggap sangat ringan dan tidak sesuai dengan perbuatan yang dilakukan kedua terdakwa anak. “Kami kecewa dengan tuntutan jaksa,”ujar Fajar, penasehat hukum (PH) korban usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Gresik, Selasa, Desember 2020.

Menurutnya, dalam pasal yang disangkakan jaksa penuntut umum (JPU) maksimal hukuman 15 tahun penjara. Namun, fakta di persidangan kedua terdakwa anak dituntut lebih rendah.
“Harusnya tuntutan setimpal dengan perbuatannya. Pembunuhan sudah direncanakan dan perbuatannya melebihi orang dewasa,” ungkapnya.

Sidang yang digelar di ruang Tirta itu digelar secara tertutup. Kedua anak berhadapan dengan hukum (ABH) MSK ,15 , dan MSI, 16, dituntut 7 tahun 6 bulan dan pelatihan kerja selama 6 bulan.

Mereka dijerat pasal 76C jo pasal 80 ayat (3) UU RI no 35/2014 tentang perubahan UU RI no 23/2002 tentang perlindungan anak jis pasal 1 angka 1 UU RI no 11/2012 tentang sistem peradilan pidana anak.
“Betul dituntut 7 tahun 6 bulan dan pelatihan kerja selama 6 bulan,” ujar JPU Esti Hardjanti.

Hakim tunggal yang dipimpin Putu Gde Hariadi menunda persidangan hari ini Rabu, 2 Desember 2020 dengan agenda pledoi. “Iya, besok pledoi,” kata Sulton Sulaiman, Penasehat Hukum (PH) kedua ABH.
Sekadar diketahui, korban meninggalkan rumah pada Rabu, 28 Oktober 2020  malam berangkat acara Maulid Nabi ke Masjid di kecamatan  Bungah.

Mayatnya baru ditemukan oleh dua orang santri pada Jumat, 30 Oktober 2020 sore di area galian C di kawasan Bukit Jamur, Bungah.
Jenazah AAH baru bisa diidentifikasi pada Selasa, 4 November 2020. Tidak berselang lama, polisi berhasil menangkap kedua pelaku di lokasi berbeda. Satu orang diamankan di Pasuruan dan seorang ditangkap di Bungah.

Dalam rekonstruksi yang dilakukan penyidik Pidana Umum (Pidum)  Satreskrim Polres Gresik, kedua ABH itu menghabisi AHH dengan cara dipukul dengan balok kayu. Setelah mayat diikat lalu diceburkan dalam kubangan bekas galian C di kawasan Bukit Jamur Kecamatan Bungah. Kedua ABH mengaku perbuatan itu dilakukan karena sakit hati kepada anak korban, AHH.  (*)

Pembunuh Bocah di Bukit Jamur Bungah Dituntut 7 Tahun, Orang Tua Korban Minta Lebih Berat Selengkapnya

Paslon Niat Terpilih, Jamin Sinergitas Pemkab dan Pemdes untuk Majukan Kearifan Lokal dan Pemerataan Pembangunan

GRESIK,1minute.id – Calon Bupati (Cabup)  Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menyatakan Kabupaten Gresik memiliki banyak potensi kearifan lokal yang bisa menumbuhkan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat.

Cabup berpasangan dengan Cawabup Aminatun Habibah itu blusukan ke Desa Banyuurip,  Kecamatan Kedamean. Cabup nomor urut 2 itu takjub dengan adanya pasar seribu satu bunga. Sebuah sentra tanaman hias. Pengelolanya,  Pemerintah desa (Pemdes) setempat.

“Pasar tanaman hias itu ternyata diinisiasi pihak desa sejak 2012. Dengan memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD), sebagai budidaya lahan para petani bunga. Hal itu didasari pada warga lokal yang banyak berbudidaya tanaman hias, terutama berjenis adenium,”ujarnya, Selasa, 1 Desember 2020.

Sentra tanaman adenium di desa tersebut luasnya berhektar-hektar. Telah terbukti dapat menghidupi ekonomi warga desa. “Saya lihat halaman dan teras rumah di Desa Banyuurip dipenuhi tanaman hias dan tanaman buah yang siap dijual,”ungkap menantu KH Agoes Ali Masyhuri itu. 

Sentra tanaman hias berhasil menarik minat pembeli. Bahkan, pembeli yang datang tidak hanya dari warga Gresik saja, melainkan banyak yang dari luar Gresik.

Ke depan, jika terpilih memimpin Gresik lima tahun. Dirinya dan pasangannya Aminatun Habibah (Bu Min) akan menggarap lebih lanjut daya tarik Desa Banyuurip tersebut. 

“Dibutuhkan sinergitas antara pemerintah kabupaten dan desa untuk memajukan keunggulan kompetitif tiap desa atau wilayah. Sehingga, secara infrastruktur, tata kelola dan promosi keunggulannya bisa dioptimalkan dengan baik lagi,”tandasnya.

Gus Yani juga menyoroti pembangunan di Gresik yang tidak merata ini karena pihak pemerintah tidak memiliki sense of belonging (rasa memiliki) terhadap potensi-potensi lokal yang menjamur. Akibatnya, tidak sedikit potensi lokal itu tidak maksimal karena tidak adanya dukungan dari pemerintah daerah.

“Dibawah kepimpinan Saya nanti pembangunan harus dilakukan secara lebih merata. Seluruh potensi bisa digarap lebih maksimal. Baik itu wilayah selatan, kota, utara, bahkan Bawean. Yang mana pembangunan terselenggara dengan saling topang-menopang.Antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Desa,”tegasnya. (*)

Paslon Niat Terpilih, Jamin Sinergitas Pemkab dan Pemdes untuk Majukan Kearifan Lokal dan Pemerataan Pembangunan Selengkapnya

Tanah Warisan Suami Dikuasai Saudara, Istri Menggugat, Majelis Hakim Gelar PS

Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik menggelar persidangan setempat (PS), Selasa 1 Desember 2020

GRESIK, 1minute.id – Pengadilan Negeri (PN) Gresik melakukan persidangan setempat (PS) atas gugatan 5 objek tanah di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, 1 Desember 2020.

PS dilakukan atas gugatan yang dilakukan oleh Siami, istri almarhum Mat Sholeh.
PS ini dilakukan untuk mengecek ke lapangan atas kebenaran objek tanah yang disengketakan.

Pasalnya,  pada gugatan disebutkan ada lima objek tanah milik almarhum saat ini dikuasai oleh  Kartono selaku tergugat I dan Sri Utami selaku tergugat II. 

Majelis hakim yang diketuai Wiwin Arodawanti dengan anggota I Gusti Ngurah Taruna dan Fitra Dewi Nasution datang ke lokasi sekitar pukul 09.00. Para pihak baik prinsipal penggugat serta kuasa hukumnya maupun kuasa hukum tergugat juga datang mengikuti sidang.

Tidak hanya itu, petugas dari perangkat Desa Kandangan juga ikut turun ke lokasi untuk memberikan keterangan batas tanah dan lokasi tanah. 

Objek tanah yang didatangi diantaranya, tanah dengan SHM nomor 53 seluas 310 meter persegi (M2), SHM No. 501 seluas 3.117 M2, SHM No. 876 seluas 11.000 M2, SHM No. 1027 seluas 1.038 M2 dan SHM No. 2157 dengan luas tanah sebesar 2449 M2. 

Semua objek tanah sudah bersertifikat atas nama almarhum Mat Sholeh, suami dari penggugat.  Diantara lima objek, ada satu tanah yang berdiri bangunan rumah serta tanah dengan bangunan gudang juga didatangi majelis hakim untuk dilakukan pengecekan. 

Andi Mulya, kuasa hukum penggugat menjelaskan, hari ini pihaknya mengajukan sidang ditempat atas lima objek sertifikat hak milik atas nama almarhum Mat Sholeh yang dikuasasi oleh tergugat 1 dan tergugat 2. 

Ada lima objek diantaranya, tiga tanah, satu tanah beserta bangunan rumah dan satu tanah beserta bangunan gudang. 
“Semua objek itu memiliki sertifikat atas nama alm Mat Sholeh. Anehnya, saat ini objek tersebut dikuasai oleh penggugat 1 dan penggugat 2,”kata Andi.  

Andi menambahkan kliennya waktu itu diajak oleh para tergugat untuk datang ke kantor notaris Geys Bahasuan (turut tergugat) untuk menandatangani ikatan jual beli dan akta pernyataan dan kesepakatan yang dibuat oleh para tergugat tanpa mengetahui isi dan maksud dari ikatan dan pernyataan itu yang dilakukan dibawah tangan. 

“Kami melakukan gugatan perbuatan melawan hukum atas penerbitan tiga akta yang dilakukan secara terselubung dan penuh rekayasa dan melanggar ketentuan dari UU Notaris, akte No. 02 tentang pernyataan dan kesepatakan dan ikatan jual beli cacat hukum.

Kelima objek tanah dengan SHM milik almarhum Mat Sholeh tidak pernah dijual oleh Istrinya,” tegasnya.  Tidak hanya itu,  Andi juga menegaskan bahwa SHM merupakan bukti kepemilikan sah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) dan semuanya atas nama almarhum.  

“Secara hukum tanah tersebut milik almarhum Mat Sholeh dan saat ini yang berhak mewarisi adalah istri dan 2 anak almarhum bukan tergugat selaku saudara dari almarhum.

Faktanya,  tanah tersebut semua dikuasia oleh tergugat 1 dan tergugat 2. Maka dari itu kami melakukan perlawanan dengan mengajukan gugatan,”tegasnya. (*)

Tanah Warisan Suami Dikuasai Saudara, Istri Menggugat, Majelis Hakim Gelar PS Selengkapnya

KPU Distribusikan APD Pilbup, mulai Masker hingga Ember Cuci Tangan

GRESIK,1minute.id – Tugas polisi bertambah. Pemilihan bupati (Pilbup) 9 Desember nanti. Pilbup di masa pandemi tugas polisi tidak hanya mengawal dan pengamanan kotak dan surat suara. 

Polisi juga mengawal pendistribusian alat pelindung diri (APD) untuk petugas panitia pemilihan kecamatan (PPK) hingga tempat pemungutan suara (TPS). Distribusi APD Pilbup Gresik itu dilakukan, Sabtu 28 November 2020.

Distribusi APD diantaranya ke PPK wringinanom. Sekitar pukul 12.00, ada sebelas item yang distribusikan ke Wringinanom itu. Diantaranya, masker ;  hand sanitizer ; cuci tangan ; sarung tangan ; dan face shield.  Kemudian, ember cuci tangan ; tisu ; timbah air hingga hazmat. 

“APD itu untuk tahapan pemungutan dan penghitungan suara pilbup,”kata Kapolsek Wringinanom AKP Christian Bagus didampingi Kasubag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa. (*)

KPU Distribusikan APD Pilbup, mulai Masker hingga Ember Cuci Tangan Selengkapnya

Paslon Niat Siapkan Insentif Guru Swasta, Voucher Pendidikan sampai Beasiswa

GRESIK,1minute.id – Area Bendung Gerak Sembayat (BGS) disesaki mayoritas emak-emak memakai kerudung abang (merah), Sabtu 28 November 2020. Mereka datang untuk mengikuti senam pagi bersama Cawabup perempuan di Gresik, Aminatun Habibah atau Bu Min. 

Ibu-ibu yang ikut senam itu adalah guru swasta se-Kecamatan Bungah yang mengidolakan cawabup nomor urut 2 itu. Usai senam peserta berkerudung merah itu, bersama Bu Min melakukan blusukan ke Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah. Bu Min menyapa warga satu per satu sambil diiringi lagu pemenangan Niat, “Ojo Lali dan Wes Wayahe”.

Dalam kesempatan tersebut, Bu Min menyampaikan bahwa ia bersama Gus Yani berkomitmen memperjuangkan hak-hak para guru dengan menaikkan dan menambah gaji guru sekolah swasta dalam bentuk insentif.

“Paslon Niat punya program Gresik Cerdas. Ini program untuk kesejahteraan guru-guru Sekolah swasta. Melalui Gresik Cerdas, insentif kinerja Guru Tidak Tetap (GTT) dan non sertifikasi Guru Paud, TK, MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA dan SMK akan kami tingkatkan,”ujar Bu Min di sela-sela senam.

Program Gresik Cerdas itu lahir karena rasa keprihatinan Bu Min terhadap gaji guru-guru swasta. Apalagi Bu Min yang notabene seorang Kepala SMK, dirinya paham betul dengan kondisi kesejahteraan para guru-guru swasta di  Gresik.

“Saya melihat gaji yang diterima mereka tidak wajar. GTT itu kerja penuh tetapi dibayar tidak penuh. Kasihan, ada yang gajinya 700 ribu per bulan. Bahkan, ada yang cuma 300 ribu per bulan. Nilai segitu tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama sebulan,”ungkapnya.

Oleh karena itu, imbuhnya, pihaknya akan menaikkan kesejahteraan guru dengan menambah besaran belanja tidak langsung. “APBD kita ini sangat besar. Sementara saya besar dari lingkungan pendidikan, karena itu wajib bagi saya untuk membangun pendidikan yang berkualitas. Salah satu instrumentnya adalah insentif untuk tenaga pendidik,”jelasnya.

Ia dan Cabup Fandi Akhmad Yani,  bila mendapatkan amanah akan memberikan voucher dana pendidikan untuk siswa MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA dan SMK. Voucher tersebut nantinya bisa menambah semangat belajar siswa. Termasuk para wali murid juga bisa fokus mendampingi anaknya dalam menuntut ilmu.

“Voucher itu untuk mengurangi beban yang dirasakan wali murid yang selama ini tidak mampu membayar biaya sekolah. Kalau bebannya berkurang, para wali murid nanti bisa lebih fokus mendampingi anaknya dalam belajar, dalam menuntut ilmu,”harapnya.  

Selain persoalan pendidikan, program Gresik Cerdas nantinya juga memajukan pendidikan pesantren melalui dana abadi pondok pesantren. Termasuk memberikan beasiswa pendidikan tinggi untuk 2.500 anak yatim piatu, hufadz dan disabilitas. Tak ketinggalan, ada juga beasiswa S2 untuk musrif dan musrifah pondok pesantren. 

“Selain itu, kami juga melakukan penguatan dan perluasan Bosda Madin. Ada juga Gresik Santri, program santunan kehormatan untuk guru ngaji, Takmir, situs religi dan budaya. Intinya kami fokus membangun Gresik dengan ekonomi gotong royong,”jelasnya. (*) 

Paslon Niat Siapkan Insentif Guru Swasta, Voucher Pendidikan sampai Beasiswa Selengkapnya

Cabup Nomor Urut 2, Nyicipi Teh Tarik Sambil Kenalkan Program Gresik Jagoan, Bantuan Modal Rp 10 Juta

GRESIK,1minute.id – Kedai roti canai dan teh tarik  Dewi Amalia Fitri yang viral belakangan ini kaget didatangi calon bupati (cabup) nomor urur 2 Fandi Akhmad Yani, Rabu 25 November 2020.

Cabup milenial itu mampir untuk nyeruput  roti canai dan teh tarik racikan mantan pramugari di sela-sela kampanye blusukan ke desa-desa di Kecamatan Sidayu. Saat itu, kedai berlokasi di  Desa Kertosono, Kecamatan Dukun, Gresik itu cukup ramai pembeli. 

Kedatangan cabup diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik membuat gadis 20 tahun itu kaget. “Ya Allah nggak nyangka kalau kedai saya didatangi Gus Yani. Ya seneng banget lah soalnya ramai tadi sampai nggak muat tempat duduknya,” ujar Dewi seraya tersenyum dengan mata yang berbinar-binar.

Anak sulung dari dua bersaudara pasangan Zainuri dan Khosatun ini sebelumnya bekerja sebagai Pramugari di maskapai penerbangan internasional. Namun, ia dan pramugari sejawatnya harus kena PHK akibat pandemi Covid-19.  

Kini, Dewi merasa nyaman lantaran bisa usaha sendiri dengan penghasilan harian. Meski ia sempat mendapat tawaran untuk kembali bekerja menjadi pramugari. Dewi menolaknya lantaran ia merasa lebih nyaman bisa bekerja dekat dengan kedua orang tuanya.

Hanya saja, untuk mengembangkan usahanya tersebut Dewi dan orang tuanya masih kesulitan mencari tambahan modal. Dihadapan Gus Yani, Dewi menyampaikan bahwa setiap harinya, kedai miliknya selalu banjir pembeli. 

Bahkan sejak dirinya viral, konsumen yang datang dari Surabaya, Lamongan dan Tuban. Tak jarang pelanggan harus antri sambil berdiri karena ruangannya yang sempit dan kursinya terbatas. 

Pengennya sih memperluas kedai saya biar tempatnya bisa luas. Sekalian meja dan kursi mau saya tambahin supaya kalau pas pembelinya ramai kayak gini biar gak nunggu sambil berdiri. Apalagi sampai meluber di pinggir jalan. Kasihan lihat yang beli kalau tempatnya ramai,”ungkap Dewi dihadapan Cabup milenial itu. 

Menanggapi keluhan tersebut, Gus Yani menjamin Dewi. Jika ia dan Bu Min (Aminatun Habibah) terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2021-2025. Usaha Dewi dan orang tuanya itu bisa dikembangkan melalui salah satu misinya Gresik Berkarya dan Mandiri. 

Dijelaskan Gus Yani, dalam misi tersebut ada program Gresik Jagoan yang menyentuh jaringan komunitas anak muda berwirausaha. Program itu memberikan bantuan insentif penambahan modal kerja sebesar Rp 10 juta untuk 5.000 usaha rintisan atau start up yang sudah melalui fase inkubator bisnis.  

“Mbak Dewi ini nanti bisa ngajukan ke pemerintahan Gresik Baru. Karena di program kita ada Gresik Jagoan dengan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk anak muda yang berwirausaha. Dengan tambahan modal itu mbak Dewi bisa mengembangkan usahanya. Apalagi usaha itu merupakan satu-satunya sumber penghasilan di keluarganya,”ujar Gus Yani sembari melahap roti canai. (*)

Cabup Nomor Urut 2, Nyicipi Teh Tarik Sambil Kenalkan Program Gresik Jagoan, Bantuan Modal Rp 10 Juta Selengkapnya

Jual Motor Protolan, Pemuda 23 Tahun Ditangkap Polisi. Kok Bisa?


GRESIK, 1minute.id – Sie Yusuf hanya bisa melonggo. Tiba-tiba polisi mendatangi rumah pemuda 23 tahun di Desa Jatikalang, Kecamatan Krian, Sidoarjo. 

Pasalnya, Yusuf menjual motor secara pretelan. Belakangan diketahui motor Kawasaki dijual secara kanibalan itu hasil kejahatan. Yusuf pun hanya tertunduk. 

Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin mengatakan penangkapan Sie Yusuf ini bermula dari adanya laporan kehilangan motor yang dialami korban Doni , 26, warga Desa Pamotan, Kecamatan Sambang, Kabupaten Lamongan. 

Pemuda 26 tahun mengaku kehilangan sepeda motor Kawasaki Ninja 2 Tak nopol W 3693 UR. Motor itu hilang di parkiran tempat kos Doni di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Kamis 12 November 2020. 

Dalam penyelidikan, anggota Polsek Driyorejo mendapatkan informasi ada seseorang menjual motor secara protolan. Dipimpin Ipda Suhari, Kanitreskrim Polsek Driyorejo mendatangi alamat penjual motor itu di Desa Jatikalang, Kecamatan Krian, Sidoarjo.

Berbekal nomor mesin dan nomor rangka,  polisi memastikan motor protolan yang dijual Sie Yusuf adalah motor hasil curian. “Tersangka sudah kami tahan dan dijerat dengan pasal 363 juncto pasal 480 Kitab Undang-undang Hukum Pidana,”kata Wavek. (*)

Jual Motor Protolan, Pemuda 23 Tahun Ditangkap Polisi. Kok Bisa? Selengkapnya