Pemkab Gresik Fasilitasi Santri untuk Rapid Test Antigen Gratis


GRESIK,1minute.id – Rencana Pemerintah kabupaten Gresik memfasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis bagi santri yang bakal balik ke pondok pesantren bakal direalisasikan. 

Dalam koordinasi yang dipimpin oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Abimanyu Pontjoadmojo Iswinarno disepakati Pemkab Gresik akan memberikan pelayanan kesehatan tes usap Antigen kepada ratusan santri dan santriwati asal Gresik yang bakal balik ke ponpes.

Tes usap Antigen gratis dilakukan di puskesmas yang ditunjuk Dinkes Gresik pada H-1 santri atau santriwati hendak balik ke pondok. Data dari Rabhitah Ma’ahad Islamiyah atau Asosiasi Pesantren se-Indonesia (RMI)  Nahdlatul Ulama Gresik  jadwal keberangkatan Santri balik ke Pondok Pesantren sebagai berikut.

Sebanyak 340 santri Ponpes Gontor pada 21 dan 22 Mei serta 26 dan 27 Mei 2021. Sedangkan, 174 santri Ponpes Lirboyo berangkat 23 Mei 2021.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan Gresik Muhammad Amri mengatakan, untuk santri dan santriwati Ponpes Gontor asal Gresik transportasinya akan difasilitasi oleh alumni Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor. 

Pemkab Gresik melalui Dinas Kesehatan Gresik memfasilitasi rapid tes Antigen. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik bertugas melakukan penyemprotan disinfektan kendaaraan bus yang akan membawa santri.

Lalu tugas Dishub Gresik ? “Kami mengkontrol pengawasan arus lalin pada saat pemberangkatan,”kata Amri dikonfirmasi  1minute.id melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 18 Mei 2021.

Rencana pemberangkatan sebanyak 340 santri ponpes modern Gontor dilakukan secara tiga tahap pada 21, 26 dan 27 Mei 2021. “Pemberangkatan di halaman masjid KH Ahmad Dahlan,”kata Amri.

Bagaimana dengan 174 santri Ponpes Lirboyo, Jombang? Amri secara diplomatis mengatakan masih mengusahkan. “Transportasi santri asal Lirboyo masih kita usahakan,”katanya.

Sedangkan santri dari ponpes lainnya, Amri belum bisa memastikan karena anggaran di dishub Gresik cekak. “Kami belun bisa fasilitasi. Namun kami siap bantu untuk mncarikn bus jika dperlukan,”ujarnya.

Sementara itu, dalam pengamatan  1minute.id  Pemkab Gresik memiliki sedikitnya 3 unit bus. Bus itu, sebelumnya digunakan untuk angkutan sekolah. Saat ini, tiga bus kontribusi dari perusahaan itu terparkir di halaman gudang sisi timur kantor Bupati Gresik. Bus mirip angkutan calon penumpang di bandara internasional Juanda Sidoarjo itu berkapasitas 15 seat. 

Seperti diberitakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapkan keinginan untuk memberikan fasilitas kesehatan berupa pemeriksaan rapid test Antigen kepada santri asal Gresik yang akan balik ke pondok pesantren masing-masing. Hal itu diungkapkan Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika memimpin apel hari pertama ASN masuk kerja pascalibur Idul Fitri pada Senin, 17 Mei 2021. (yad)

Pemkab Gresik Fasilitasi Santri untuk Rapid Test Antigen Gratis Selengkapnya

Pemkab Fasilitasi Tes Swab Santri Balik ke Pondok

GRESIK,1minute.id – Masa liburan sekolah santri segera berakhir. Pembelajaran diperkirakan mulai 11 Syawal 1442 hijriah atau 23 Mei 2021 mendatang.  Santri asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik bersiap balik ke pondok pesantren mereka masing-masing sebelum pembelajaran. 

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berencana memfasilitasi tes kesehatan untuk santri yang mau balik ke pndok pesantren. Tes kesehatan antara lain tes swab PCR atau Antigen gratis.

“Dalam apel pagi tadi, Bupati mengungkap rencana baik pemerintah itu,”kata Reza pada Senin, 17 Mei 2021. Mekanisme pemeriksaan kesehatan itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Selain tes usap, tambahnya, pemkab juga mewacanakan untuk memberikan pelayanan pengangkutan bagi para santri yang bakal balik ke pondok itu.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik Nanang Setiawan mengatakan, saat ini ada 200-an santri Ponpes Lirboyo, Jombang mengajukan permohonan untuk mendapatkan fasilitas angkutan balik ke pondok. “Kita akan coba usahakan bantuan CSR,”kata Nanang Setiawan.

Seperti diberitakan, mulai Selasa, 18 Mei 2021, pemerintah akan melonggarkan pembatasan perjalanan. Meski begitu, masyarakat yang bepergian ke luar kota pada periode 18-24 Mei 2021 tetap mesti mematuhi beberapa persyaratan.

Persyaratan ini berlaku untuk masyarakat yang menggunakan angkutan transportasi umum dan pribadi. Pengetatan syarat perjalanan ini juga berlaku untuk seluruh moda transportasi baik darat, laut, udara, dan kereta api dalam perjalaman antarkota/kabupaten dan antarprovinsi.

Syarat-syarat bepergian untuk Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) berikut ini :
1. Keterangan Negatif Covid-19

Syarat perjalanan tercantum dalam Adenum SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.Salah satu syarat itu adalah surat keterangan negatif Covid-19 yang berlaku 24 jam untuk tes usap atau swab test PCR dan swab antigen. Sementara, hasil tes GeNose berlaku hanya pada hari keberangkatan perjalanan. 

2. Surat Keterangan Perjalanan

Pemerintahn juga mengimbau masyarakat untuk membatasi perjalanan demi mengurangi risiko tertular Covid-19. Apabila terpaksa untuk melakukan perjalanan, masyarakat diminta menyiapkan dokumen yang dapat menjelaskan kepentingan melakukan perjalanan.

Surat keterangan, baik itu surat keterangan karena tugas maupun juga surat keterangan dari kepala desa atau lurah setempat jika kepentingannya adalah kepentingan pribadi.

3. Pengisian e-HAC Indonesia

Pelaku perjalanan dengan moda transportasi darat umum maupun pribadi kembali diimbau untuk melakukan pengisian e-HAC Indonesia.
Sedangkan, bagi pelaku perjalanan udara dan laut wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia.

e-HAC adalah electronic-Health Alert Card atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan. Kartu elektronik ini dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), khususnya pada Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. (yad)

Pemkab Fasilitasi Tes Swab Santri Balik ke Pondok Selengkapnya

Tidak ada Halalbihalal, Bupati Doakan ASN dan Keluarga Sehat, Tidak ada Lonjakan Covid

GRESIK,1minute.id – Masa libur lebaran berakhir. Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali beraktivitas untuk melayani masyarakat pada Senin,17 Mei 2021. Tadi pagi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin apel hari pertama ASN Pemkab Gresik masuk kerja di halaman Kantor Bupati Gresik.

Pada kesempatan itu, Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani mengucapkan mohon maaf lahir batin. Selain itu, mantan Ketua DPRD Gresik itu juga mendoakan seluruh ASN dan keluarganya sehat. Bupati termuda di Kota Santri-sebutan lain-kabupaten Gresik itu mewanti-wanti kepada seluruh ASN untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Semoga tidak ada lonjakan kasus baru pascalibur lebaran,”kata Gus Yani dan diamini peserta apel yang diikuti Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik Nadlif serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Bapati Fandi Akhmad Yani mengungkapkan permohonan maaf lahir dan batin dilakukan dalam apel itu karena aturan tidak memperbolehkan halalbihalal. Bersalaman karena berpotensi menimbulkan persebaran virus berawal dari Wuhan, Tiongkok itu. 

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pemkab Gresik Nadlif mengatakan, pihak telah menyiapkan sanksi bagi ASN yang bolos pada hari pertama kerja. Aturan itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Bupati nomor 850/876/437.73/2021 ASN kembali masuk kerja pascalibur lebaran pada Senin, 17 Mei 2021.

Masa pandemi Covid-19, tambahnya, tidak semua ASN masuk kerja. Sebagian work from home (WFH). “Kecuali yang WFH, hari pertama masuk kerja pascalibur lebaran ini semua ASN tidak ada bolos,”kata Nadlif.  Usai apel pagi, ASN masuk ke ruang masing-masing. Tidak ada halalbihalal. Ketentuan itu merujuk SE Bupati nomor 451/161/437.13/2021 dan SE Gubernur Jatim nomor 451/1080/012-1/2021. (yad)

Tidak ada Halalbihalal, Bupati Doakan ASN dan Keluarga Sehat, Tidak ada Lonjakan Covid Selengkapnya

Teladan dari Bupati Gresik, Salat Id dekat Rumah lalu Silaturahmi Virtual


GRESIK,1minute.id – Sebuah teladan ditunjukkan Fandi Akhmad Yani terkait larangan mudik lebaran tahun ini. Bupati Gresik berusia 35 tahun itu pun tidak mudik sebagai upaya pemerintah dalam mencegah persebaran Covid-19 Gresik.

Lalu apa saja kegiatan pada H Lebaran orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Gresik itu ? Gus Yani-begitu sapaan-Fandi Akhmad Yani bersama istri, Nurul Haromaini dan dua anaknya mengawali kegiatan Salat Idul Fitri.

Gus Yani dan keluarga Salat di Masjid Al-Ikhlas Nusantara. Gus Yani memakai sarung dan baju takwa dan kopyah haji warna putih. Gus Yani duduk baris kedua di belakang imam. Gus Yani bersama anak sulungnya.

Masjid itu lolasinya di sekitar kediaman pribadi mantan Ketua DPRD Gresik di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik itu. Usai salat Id, Gus Yani beserta keluarga menghabiskan waktu di rumah serta bersilaturahmi virtual.

“Selain tidak mudik, kami juga tidak menggelar open house seperti instruksi pemerintah pusat sebagai upaya penanganan pandemi,”kata Gus Yani yang juga Ketua Satgas Covid-19 Gresik ini.

Orang nomor satu di Gresik ini menuturkan, pihaknya menggelar silaturahmi virtual sebagai ganti tidak bisa secara langsung ke kediaman mertuanya, KH Agoes Ali Masyhuri di Tulangan, Sidoarjo.

“Tadi malam, bersama Forkopimda juga menggelar sidak ke pos penyekatan yang ada di sejumlah titik. Semuanya aman dan lancar,” tambahnya. (yad)

Teladan dari Bupati Gresik, Salat Id dekat Rumah lalu Silaturahmi Virtual Selengkapnya

Hasil Anev, Pakar Puji Penanganan Covid-19 Gresik

GRESIK,1minute.id – Dua anggota tim pakar Satgas Covid-19 Jakarta mengunjungi Pemkab Gresik. Mereka adalah AKBP Irianto dan Diana. Mereka tertarik cara pemkab Gresik mengerem lonjakan persebaran pagebluk berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Diana, anggota tim Pakar Satgas Covid-19 Jakarta mengungkapkan tujuan kunjungannya ke Gresik dalam rangka melakukan analisa dan evaluasi (anev) pelaksanaan protokol kesehatan di Kabupaten Gresik.

“Kabupaten Gresik merupakan bagian dari wilayah di tujuh provinsi Jawa dan Bali, bisa mencegah lonjakan dengan lebih mengamankan daerah pemukiman, pasar, terminal, mal dan beberapa tempat keramaian yang lain,”puji Diana. 

Selain itu, tambahnya, pencegahan keluar masuk orang menjadi perhatian dianggap baik. Diana hanya mengusulkan pengetatan daerah perbatasan. “Daerah perbatasan juga harus diperketat,”pinta Diana.

Dua tim pakar Covid-19 ini diterima Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Ketua DPRD Gresik M Abdul Qodir di ruang Graita Eka Praja (GEP) Kantor Bupati Gresik pada 6 Mei 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi anggota Satgas Covid-19 Gresik mengatakan Gresik saat ini kembali masuk pada zona oranye. “Kami sempat masuk zona kuning, saat itu kami sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM),”cerita Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Selama dua pekan PTM  telah melaksanakan random test PCR untuk murid dan guru. “Hasilnya semuanya negatif, dan Alhamdulillah tidak terjadi kluster baru,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu bangga.

Gus Yani menyinggung tentang penanganan dan potensi kerawanan kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Gresik. Bupati mengatakan bahwa pihaknya lebih dulu mempersiapkan segala sesuatunya.

“Kami menyiapkan Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos) untuk tempat karantina para PMI. Setelah dikarantina di Surabaya oleh Pemprov Jawa Timur. Para PMI tersebut juga langsung masuk karantina di GJos selama tiga hari sebelum dipulangkan ke desa asalnya,”ujar bupati termuda Gresik itu. 

Perkembangan vaksinasi juga dipaparkan oleh Bupati Fandi Akhmad Yani. Ia mengatakan vaksinasi masih terus dilakukan di Gresik. Vaksin untuk tenaga kesehatan (nakes) terlaksana sebanyak 100 persen, Pelayanan publik 41,88 persen dan lansia 4,95 persen. Bupati menyatakan bahwa pihaknya tetap menunggu kekurangan vaksin yang akan dialokasikan ke Kabupaten Gresik.

“Belajar dari kasus pemulihan ekonomi ditengah pandemik. Kami sudah melakukan antisipasi dengan penguatan satgas covid yang ada di pasar dan tempat keramaian lainnya. Prokes tetap kami utamakan,”kata alumnus Fakultas Ekomomi Unair Surabaya ini. (yad)

Hasil Anev, Pakar Puji Penanganan Covid-19 Gresik Selengkapnya

Perkuat Peran RT dan RW, Bupati Sarankan Kades Gunakan Dana Desa untuk Penanggulangan Corona

GRESIK,1minute.id – Larangan mudik lebaran bukan basa-basi. Pemerintah semakin intens menyosialisasikan surat edaran (SE) 13 /2021 tentang peniadaan mudik lebaran yang diteken oleh Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo pada 21 April 2021. 

Pemkab Gresik telah menyiapkan tempat isolasi di Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos) yang memiliki kapasitas 140 tempat tidur untuk para pekerja migran Indonesia (PMI) maupun masyarakat yang mbandel pulang kampung. 

Rabu pagi tadi, 28 April 2021 Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengumpulkan seluruh kepala desa se-Gresik di halaman parkir selatan Kanto Bupati di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Pertemuan bertajuk Rapat Koordinasi pelaksanaan dan evaluasi PPKM Mikro di Kabupaten Gresik. Rakor itu bertujuan untuk memperkuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro dengan lebih mengefektifkan para ketua RT dan RW ini dihadiri forkopimda. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan kepada para Kepala Desa untuk meningkatkan peran serta RT dan RW dalam melaksanakan PPKM di tingkat Desa. Bahkan Bupati memerintahakan agar menggunakan Sebagian dana desa untuk kegiatan penanggulangan Covid-19.

“Tidak mungkin kita mengerahkan RT dan RW untuk kegiatan PPKM mikro ini kalau dana desa tidak mendanai. silahkan beli masker, hand sanitizer, desinfektan bahkan pulsa untuk Ketua RT dan RW untuk kebutuhan koordinasi,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Mengapa perkuat RT dan RW ? Menurut Gus Yani, yang paling tahu tentang warga adalah RT dan RW. Dia lebih tahu warga yang pulang mudik dan yang menjadi pekerja migran. Bagaimana dia mau melaporkan ke pemerintah desa kalau tidak diberi pulsa?

“Silahkan anda para Kepala Desa dan Camat harus berinovasi, bagaimana Covid itu bisa tertanggulangi dan pertumbuhan ekonomi di desa harus jalan,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Tentang pengamanan pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mudik ke Gresik. Bupati mengingatkan akhir-akhir ini frekuensinya makin besar. Dia menyatakan, sebelum ke Gresik para PMI sudah diamankan sejak kedatangan di Bandara Internasional Juanda oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Sejak dari Bandara, PMI ini langsung dikarantina selama 2 hari. Kalaupun sakit mereka langsung dirujuk dirumah sakit. Bila sehat maka diserahkan kepada Pemkot dan Pemkab,”ujar bupati Gresik termuda ini.

Ia melanjutkan, untuk PMI asal Gresik langsung diarahkan ke ruang isolasi di pondok rehabilitasi Gelora Joko Samudro (GJOS) selama 3 hari. “Yang perlu kita perhatikan PMI yang tidak melalui bandara. Ini hanya RT RW yang harus melapor ke Kades atau Camat,”tegas Bupati nada serius. (yad)

Perkuat Peran RT dan RW, Bupati Sarankan Kades Gunakan Dana Desa untuk Penanggulangan Corona Selengkapnya

Bupati Berbagi Kebahagian bersama 1000 Anak Yatim

GRESIK,1minute.id – Mata Ishaq Wahyu Maulana terlihat berkaca-kaca. Siswa kelas VI SDN 1 Sidokumpul, Gresik mengaku teringat ayahnya yang meninggal pada November 2021. “Tadi saya diantar ibu kesini (Masjid Al Inabah Pemkab Gresik,Red),”kata anak keempat dari lima bersaudara asal Gapuro Sukolilo, Kecamatan Gresik itu.

Kiki hadir bersama ratusan anak yatim dalam acara santunan 1000 anak yatim yang digelar Baznas Gresik. Masa pandemi corona virus disease 2019 ( Covid-19) santunan dilakukan secara serentak dibagi tiga zona. Yakni, zona satu meliputi empat kecamatan dipusatkan di Masjid Al Inabah Kompleks Kantor Bupati Gresik.

Santunan diberikan langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kajari Gresik Heru Winoto, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar dan Ketua MUI Gresik KH M. Mansoer Shofiq dan Ketua Baznas Gresik Abdul Munif.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta doa kepada ribuan anak yatim itu bangsa Indonesia.

KASIH SAYANG : Ketua MUI Gresik KH M Mansoer Shodiq disaksikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Ketua Baznas Gresik Abd Munif dalam santunan 1.000 anak yatim di masjid Al Inabah Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 27 April 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Mohon doanya semoga pandemi covid-19 segera berakhir,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 27 April 2021.
Selain berdoa untuk keselamatan bangsa, mantan Ketua DPRD Gresik itu, berdoa semua keluarga dan masyarakat Kota Santri diberikan kesehatan.

Bupati Gresik termuda itu, mengapresiasi santunan 1000 anak yatim yang dilakukan Baznas Gresik. Karena pemerintah harus hadir ditengah-tengah masyarakat. “Terima kasih telah memperhatikan adik-adik, anak-anak kulo. Semoga bisa sedikit meringankan mereka,”imbuh Gus Yani.

Ketua Baznas Gresik Abd Munif mengatakan, santunan 1000 anak yatim untuk mengajak masyarakat untuk cinta zakat. “Kita ingin berbagi kebahagian di bulan suci Ramadan,”kata Munif saat memberikan sambutan. Sebelumnya, anak-anak yatim ini mendapatkan pencerahan dari Kak Komang Upada. (yad)

Bupati Berbagi Kebahagian bersama 1000 Anak Yatim Selengkapnya

Bupati Gresik : Kekuatan Bangsa Indonesia karena Toleransi Umat Beragama

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka lebar kepada forum kerukunan umat beragama (FKUB) Gresik untuk bersama-sama membangun masyarakat Gresik. Kekuatan bangsa Indonesia karena adanya toleransi umat beragama. Hal demikian juga yang terjadi di Gresik. 

“Beragam agama yang ada di Indonesia bisa guyub dan rukun berdampingan bisa kita lihat juga pada kehidupan masyarakat Gresik,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani menangapi keinginan Ketua FKUB Gresik KH Afif Ma’sum dalam pidatonya yang disampaikan oleh Wakil Ketuanya In’am agar Pemerintah hadir pada kehidupan keagamaan pada Selasa, 20 April 2021.

Bupati  hadir bersama Forkopimda Gresik membuka acara sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama nomor 9/2006 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 8/ 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah/wakil kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama, dan pendirian rumah ibadat.

Selain anggota FKUB yang beranggotakan para tokoh agama di Gresik ini, kegiatan di ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati ini juga dihadiri oleh 250 orang berbagai elemen hingga tingkat rukun warga.

Gus Yani-sapaan- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak para anggota FKUB dan seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan antar umat beragama di seluruh wilayah Gresik. 

“Kami dan masyarakat sangat merasakan bahwa peran FKUB sudah sangat banyak dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan di masyarakat. Selama ini FKUB sudah berperan dalam menjaga dan memupuk kerukunan antarumat beragama di Gresik, itu bukan pekerjaan yang mudah,”ujar Gus Yani.

“Kita berharap ada peningkatan peran FKUB dalam merawat kerukunan di Indonesia, tentu dengan dukungan optimal dari pemerintah daerah,”imbuhnya. (yad)

Bupati Gresik : Kekuatan Bangsa Indonesia karena Toleransi Umat Beragama Selengkapnya

Terapkan Prokes Ketat, Bupati Gresik Optimistis PTM Aman

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 80 persen peserta didik mengingingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Antusiasme itu terlihat di PTM hari pertama pada Senin, 19 April 2021.

Seluruh lembaga pendidikan negeri dan swasta jenjang SD dan SMP melakukan PTM. Ada 112 lembaga jenjang sekolah menegah pertama (SMP) dan 452 sekolah dasar (SD) melakukan PTM. 

Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak di SMP Negeri 2 Gresik dan SMP Negeri 4 Gresik. Di dua sekolah negeri itu, peserta didik kelas IX sedang menjalani ujian sekolah. Ini US offline kali pertama sejak pandemi Covid-19 merebak Maret tahun lalu.

Di SMP Negeri 4 Gresik ujian sekolah menggunakan komputer. Sedangkan, di SMP Negeri 2 Gresik ujian menggunakan papertest. Di SMP Negeri 2 Gresik, misalnya. 

Rombongan belajar (Rombel) kelas IX berjumlah 254 siswa. Peserta PTM sebanyak 250 siswa. Empat siswa sisanya memilih ujian sekolah dalam jaringan. Sedangkan, di SMP Negeri 4 Gresik, siswa kelas IX memilih ujian offline “hanya” 3 siswa.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, semua itu putusan demokratis wali murid, peserta didik, komite sekolah dan satgas Covid sekolah.

“Tidak memaksakan wali murid dan memberatkan sekolah. Ini bentuk musyawarah yang baik dan mengikuti PTM atau daring,”kata Fandi Akhmad Yani yang juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik itu. Akan tetapi, untuk siswa kelas VII dan VIII, tambah Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, banyak wali murid yang menginginkan PTM.

Data dari kepala SMP Negeri 4 Gresik Arif Abd Rohman menyebutkan siswa kelas VII SMP Negeri 4 Gresik berjumlah 287 siswa memilih PTM 264 siswa. Sedangkan, siswa kelas VIII berjumlah 280 siswa meninginkan PTM 256 siswa. “Mayoritas menghendaki PTM,”ujar Gus Yani.

Putusan PTM diambil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani setelah rapat koordinasi bersama forkopimda terkait perkembangan virus covid-19. Pagebluk mengalami tren menurun dari zona merah menjadi kuning.

Selain itu hasil polling Dispendik mayoritas atau sekitar 80 persen wali murid menginginkan PTM. Meski begitu, Gus Yani akam melakukan evaluasi PTM. Gus Yani berharap PTM tidak menimbulkan klaster baru. 

Dalam sidak di dua sekolah negeri itu, Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat puas tindakan sekolah yang menerapkan protokol kesehatan ketat untuk siswa dan guru. Bahkan, Gus Yani yang menjadi Komandan Satgas Covid-19 Gresik tetap menjalani prokes yakni masuk bilik sanitizer, cuci tangan dan tes suhu badan. (yad)

Terapkan Prokes Ketat, Bupati Gresik Optimistis PTM Aman Selengkapnya

80 Persen Peserta Didik Inginkan PTM

 GRESIK,1minute.id – Pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai serentak di Kota Santri pada Senin hari ini, 19 April 2021. Ada 112 lembaga jenjang sekolah menegah pertama (SMP) dan 452 sekolah dasar (SD) negeri dan swasta melakukan PTM kali pertama sejak pandemi Covid-19 merebak Maret tahun lalu.

Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua sekolah yakni SMP Negeri 2 Gresik dan SMPN 4 Gresik. Di dua lembaga pendidikan itu, dilakukan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Seluruh siswa wajib memakai masker, face shild, cuci tangan, tes suhu badan menggunakan thermo gun. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) di mulai sesuai hasil evaluasi bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) perkembangan corona virus disease 2019 di Gresik menunjukkan tren menurun. 

“Dari semula zona merah, sekarang zona kuning,”ujar Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 19 April 2021. PTM, tambahnya, dilakukan sesuai prokes. “Dalsm seminggu pertama kami akan melakukan evaluasi. Semoga PTM tidak menimbulkan klaster baru,”kata Gus Yani didampingi Wabup Aminatun Habibah, dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin usai sidak di SMPN 4 Gresik.

Gus Yani terlihat puas kesiapan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, Komandan Satgas Covid-19 ini menjalani pemeriksaan suhu badan. 

Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin mengatakan, hasil polling dengan cara pengisian angket mayoritas peserta didik menginginkan untuk PTM. “Lebih dari 80 persen peserta didik menginginkan PTM,”kata Mahin. (yad)

80 Persen Peserta Didik Inginkan PTM Selengkapnya