Hari Pertama 710 Sasaran Disuntik Vaksin Booster Gratis

GRESIK,1minute.id – Vaksin booster dimulai hari ini, Rabu, 12 Januari 2022. Sebanyak 710 sasaran di hari pertama vaksin dosis ketiga disuntikkan kepada warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu dipusatkan di RSUD Ibnu Sina Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, memantau pelaksanaan vaksinasi booster untuk masyarakat secara gratis itu. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah. 

“Hari ini dimulainya vaksin booster kepada seluruh masyarakat yang berusia di atas 18 tahun. Ini serentak di RSUD dan 30 puskesmas dan Fasyankes di Kabupaten Gresik,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ia menjelaskan, vaksin booster menyasar masyarakat yang telah melewati enam bulan setelah penyuntikan vaksin dosis kedua. Selain itu lansia dan kelompok rentan lainnya. Mereka cukup datang ke fasilitas layanan kesehatan dan menunjukkan indentitas diri dan bukti sudah pernah disuntik vaksin.

“Hari pertama ada 710 sasaran. Mudah – mudahan ini menjadi strategi untuk melawan Covid-19 varian baru Omicron,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Kapolres Gresik AKBP Much Nur Azis melalui Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar menyampaikan akan mendukung penuh program pemerintah guna percepatan vaksinasi dengan tujuan masyarakat akan terbangun hert immunity dan tentunya terhindar dari Covid 19. (yad)

Hari Pertama 710 Sasaran Disuntik Vaksin Booster Gratis Selengkapnya

Percepatan Pembentukan UHC, Pemkab Gresik Fasilitasi 171 Ribu JKN-KIS

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berikhtiar mempercepat pembentukan Universal Health Coverage atau cakupan kesehatan semesta  (UHC). Untuk mewujudkan UHC itu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan Nota Perjanjian Kersajama dengan BPJS Kesehatan Cabang Gresik. 

MoU tentang kepesertaan program jaminan kesehatan bagi penduduk pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) yang di daftarkan oleh Pemkab Gresik dilakukan di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 11 Januari 2022. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan Pemkab Gresik berkomitmen dan mendukung program pemerintah dalam menyelenggarakan jaminan kesehatan sebagaimana diamanatkan pada Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2018.

Program JKN-KIS sejalan dengan Nawa Karsa yaitu semua masyarakat Gresik bisa mengakses pelayanan kesehatan. Saat ini Penduduk Gresik yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejumlah 1.012.604 jiwa dari total keseluruhan 1.283.961 jiwa. “Dan Pemkab telah berkontribusi mendaftarkan sejumlah 171 ribu penduduk,”katanya didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah, dan Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh.

Jumlah konstribusi Pemkab Gresik itu akan terus meningkat. Sebab, meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Sosial (Dinsos) melakukan pendataan dan validasi data kependudukan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Bagi masyarakat yang belum terdaftar, imbuhnya, bisa mendaftar mandiri atau secara bertahap akan di daftarkan supaya segera diwujudkan Universal Health Coverage (UHC) secara bertahap. UHC adalah cakupan kesehatan semesta menjamin seluruh masyarakat mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas dan efektif. 

Dengan adanya Nota kesepakatan ini, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, berharap agar BPJS Kesehatan beserta fasilitas kesehatan dan semua stakeholder bisa bersinergi untuk mengoptimalkan JKN-KIS dan terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh penduduk di Kabupaten Gresik secara merata.

Menurutnya, kebijakan ini perlu peran aktif dan komitmen stakeholder terkait. Misalnya, Dispendukcapil berperan dalam proses validasi data kependudukan peserta PBPU dan BP yang didaftarkan. Dinas Sosial berperan dalam proses verifikasi peserta program Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan bukan pekerja (BP) yang didaftarkan dan Dinas Kesehatan berperan dalam pemenuhan premi dan menjamin mutu pelayanan kesehatan bagi peserta yang didaftarkan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik Tutus Novita Dewi mengatakan, tahun ini memasuki tahun kesembilan penyelenggaraan Program JKN-KIS. Per 10 Januari 2022, jumlah kepesertaan Program JKN-KIS secara nasional lebih dari 272 juta jiwa. “Khusus untuk di Kabupaten Gresik sendiri  telah mencapai 78.87% atau 1.012.604 jiwa dari total keseluruhan 1.283.961 jiwa,”terang Tutus. 

Rinciannya, peserta segmen PBI APBN sebanyak 359.890 jiwa, segmen PPU 332.909 jiwa, segmen PBPU 174.331 jiwa, segmen PBI APBD 126.399 jiwa dan segmen BP berjumlah 19.075 jiwa. (yad)

Percepatan Pembentukan UHC, Pemkab Gresik Fasilitasi 171 Ribu JKN-KIS Selengkapnya

Kolaborasi Gebetan Baru dan PTSL 2022 Targetkan 85 Ribu Peta Bidang dan Sertifikat Tanah

GRESIK,1minute.id – Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Dinas Pertanahan Gresik mencanangkan Program “Gebetan Baru” dan Gema Puldadis. Jangan salah persepsi dulu. Gebetan Baru kependekan dari Gerakan Bersama Tandai Batas Tanah dan Ruang. Sedangkan, Gema Puldadis adalah Gerakan Bersama Pengumpulan Data Yuridis.

Dua program baru itu untuk mengakselerasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Tujuannya, memberikan kepastian hukum kepada masyarakat atas kepemilikan hak atas tanah atawa sertifikat tanah. Menandai dua program anyar itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan pemasangan tanda batas dan ruang di Desa Mojotengah, Kecamatan Balongpanggang pada Senin, 10 Januari 2021.

Tahun ini, BPN Gresik menargetkan program PTSL menyelesaikan 45 ribu bidang tanah dan 40 ribu sertifikat atas hak tanah. Gebetan Baru dan Gema Puldadis akan bersinergi dan berkolaborasi dengan perguruan tinggi (PT) dan stakeholder lainnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tidak bisa menyembunyikan kegembiraan karena PTSL bisa lancar.  Suatu kebahagiaan tersendiri melihat program PTSL di Kabupaten Gresik berjalan dengan sangat baik, dengan adanya kolaborasi baik dari pemerintah, BPN, serta universitas dan otomatis didukung oleh Forkopimda.

“Ada semacam sinergitas dan kolaborasi yang hebat, yang mana sering digaungkan bahwa di era saat ini sudah saatnya kita melakukan kolaborasi, bukan kompetisi yang tidak sehat,”katanya di Desa Mojotengah, Kecamatan Balongpanggang pada Senin, 10 Januari 2022. Bupati berusia 36 tahun itu semakin bangga karena program itu mendapatkan sokongan dari Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Karang Taruna dan Remaja Masjid.

Dengan bekal sinergitas dan kolaborasi tersebut, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani optimistis bahwa target Kabupaten Gresik Lengkap bisa dicapai di tahun ini. Pemkab, imbuhnya, terus menerus berupaya melakukan percepatan PTSL bagi masyarakat guna mencapai target tersebut. Hal ini karena data menjadi suatu harta yang tak ternilai.

“Data, berbasis bidang menjadi harta karun masa kini. Ini juga merupakan bentuk perjuangan kita melawan mafia tanah, dan tentunya sebagai usaha pemenuhan hak bagi masyarakat untuk mendapatkan legalitas yang jelas. Oleh karenanya, manfaatnya akan sangat besar untuk masyarakat,”katanya.

Pencanangan program Gebetan Baru dan Gema Puldadis bersamaan dengan penyerahan piagam penghargaan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan A. Jalil, lantaran dukungannya dalam Progran PSTL di Kabupaten Gresik. Penghargaan bergengsi itu diserahkan oleh Kanwil BPN Jawa Timur  Jonahar kepada Bupati Fandi Akhmad Yani itu disaksikan oleh Forkopimda, Kepala BPN Gresik Asep Heri serta undangan lainnya. 

Kakanwil BPN Jatim Jonahar dalam keterangannya menegaskan bahwa Kabupaten Gresik akan menjadi percontohan skala nasional untuk kolaborasi yang apik antarsektor. Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, kepolisian dan TNI. Ia juga sangat mendukung untuk tercapainya target kabupaten Gresik Lengkap 2022. Menurutnya, apabila target tersebut bisa tercapai, maka Kabupaten Gresik akan menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang meraih target tersebut.

“Kabupaten Gresik Lengkap sejatinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat, karena akan memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat pemegang sertifikat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPN Gresik Asep Heri dalam laporannya menjelaskan tahun ini, BPN menargetkan sebanyak 45 ribu peta bidang dan 40 ribu sertifikat atas hak tanah. Puluhan ribu peta bidang dan sertifikat itu tersebar 58 desa di 3 kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Balongpanggang sebanyak 25 desa, Kecamatan Benjeng (23 desa) dan Kecamatan Menganti (10 desa). 

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Pertanahan Gresik dengan Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG)  Eko Budi Leksono dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya  Umi Enggarsari. (yad)

Kolaborasi Gebetan Baru dan PTSL 2022 Targetkan 85 Ribu Peta Bidang dan Sertifikat Tanah Selengkapnya

KH Miftachul Akhyar : Agama adalah Dasar, Pemerintah adalah Penjaganya

GRESIK,1minute.id – Halaqah Ulama dan Umara yang digelar Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim terasa lebih greget. Sebab, acara  yang mengusung tema “Komitmen Ulama dan Mewujudkan Gresik Baru yang Bermartabat” itu dihadiri Ketua MUI juga Rais PBNU KH Miftachul Akhyar.

Menurut KH Miftahul Ahyar, agama merupakan dasar dan pemerintahan adalah penjaganya. Keduanya harus beriringan sesuai peran masing-masing. “Seperti sebuah bangunan tanpa penjaga maka akan hancur. Begitu juga kekuasaan tanpa ada agamanya maka akan roboh. Kebersamaan ini akan otomatis terjalin,”kata KH Miftachul Akhyar pada Sabtu, 8 Januari 2022.

Halaqah Ulama dan Umara yang dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini diantaranya dihadiri oleh Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah serta undangan lainnya. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan  peran ulama sangat besar. Ditengah pandemi Covid-19 seperti keberhasilan vaksinasi di Kota Santri ini tidak lepas dari peran ulama. “Vaksinasi peran para kiai. Kiai menerima dosis vaksin membuat masyarakat tambah mantap dan yakin. PTM 100 persen karena vaksinasi sesuai target. Halaqah Ulama dan Umara merupakan dukungan, arahan para guru kiai kita,”katanya. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengingatkan, situasi pandemi belum berakhir. Masyarakat tetap waspada agar tidak ada lonjakan, dengan tetap disiplin protokol kesehatan.”Kuncinya adalah kedisplinan,” terangnya. 

Semestara itu, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq mengatakan, hubungan ulama dan umara sudah terjalin lama. Dalam sejarahnya, mulai Wali Sanga dengan Kerajaan Demak. Keduanya dianggap saling membutuhkan dan saling memberi komitmen. “Hubungan ulama dan umara, inilah yang menjadi isu penting. Setelah ini membangun komitmen Gresik baru yang bermartabat,” katanya saat sambutan. 

Kiai Mansoer menambahkan MUI merupakan rumah besar umat Islam. Membimbing umat sekaligus mitra pemerintah. Baik buruknya umat ditentukan ulama dan umara. “Di sinilah letak tugas ulama dan umara sesuai peran masing-masing. Ada banyak momentum saling mengisi, dan berbagai peran,”terangnya. (yad)

KH Miftachul Akhyar : Agama adalah Dasar, Pemerintah adalah Penjaganya Selengkapnya

Resolusi 2022 : Gercep, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas untuk Masyarakat Gresik

GRESIK,1minute.id – Dua organisasi perangkat daerah (OPD) yakni DPUTR dan DPKP membuat komitmen baru. Resolusi 2022 mereka adalah Kerja Cepat, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas Untuk Masyarakat Gresik.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi motto dua OPD yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) digawangi oleh Ahmad Hadi dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) dibawah nahkoda Ida Lailatussa’adiyah itu.

Untuk mewujudkan tekad itu, mereka mengawali dengan kegiatan Khotmil Qur’an, Istighotsah, Doa Bersama dan memberikan santunan anak yatim dan piatu di halaman kantornya di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas pada Senin dan Rabu, 3 dan 5 Januari 2022.

Bupati Fandi Akhmad Yani, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan KH Muchtar Jamil  kegiatan tersebut. Kiai Muchtar Jamil memimpin doa. Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan motivasi kepada pegawai di dua OPD tersebut. 

Fandi Akhmad Yani ngonceki tentang motto Kerja Cepat, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas Untuk Masyarakat Gresik. “Sejatinya ada 2 hal utama dalam motto tersebut, yaitu akal dan rasa. Bekerja tanpa menggunakan akal dan rasa dipastikan tidak akan tuntas, tidak fokus. Di tahun 2022 kita harus fokus agar seluruh pekerjaan yang sudah kita rencanakan bisa tuntas,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 5 Januari 2022.

Kerja cepat, lanjutnya, diperlukan disaat ini karena kita memerlukan akselerasi. “Akselerasi atau lompatan ini kita perlukan agar kita tidak tertinggal dari waktu yang terus berjalan,”katanya. Kenapa kita harus kerja cepat? Menurut Bupati 36 tahun itu, karena hari ini kita dihadapkan pada tantangan yang cukup besar, seperti Covid-19 hingga kemajuan teknologi yang pesat. “Semuanya harus berjalandengan cepat, yang lambat pasti akan tertinggal,” kata Bupati Yani.

Bagaimana kerja tuntas?  Menurut mantan Ketua DPRD Gresik, merupakan suatu budaya kerja yang harus kita biasakan. Kerja tuntas berarti fokus untuk menyelesaikan pekerjaan dengan memanfaatkan waktu yang ada dengan semaksimal mungkin. Dan yang terakhir adalah kerja ikhlas yang bermakna bahwa kita harus bekerja dengan hati, untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Gresik.

Bupati Yani juga menegaskan bahwa dalam era teknologi informasi seperti saat ini, media sosial tidak boleh dijadikan lawan. Sebaliknya, media sosial harus dijadikan partner dalam keseharian di pekerjaan kita.
“Media sosial jangan dianggap lawan. Jadikan media sosial menjadi mitra yang kerap kali mengingatkan kita. Jangan memakai kacamata yang negatif saat di media sosial ada masyarakat yang menyampaikan aspirasi mereka, yang harus kita lakukan tentunya adalah bersikap responsif,”tegasnya.

Sebelum mengakhiri sambutan, Bupati Fandi Akhmad Yani tetap mengingatkan kepada semua aparatur sipil negara (ASN) tidak kendor dalam menjalankan protokol kesehatan, terlebih saat ini ada varian baru, Omicron yang baru-baru ini di konfirmasi terdeteksi di Surabaya. “Dipakai maskernya, kalau sekitar kita tidak ada yang memakai masker dan kita tidak berani menegur, setidaknya dari kita sendiri yang memakai masker dan terus menjaga protokol kesehatan,”pesannya. (yad)

Resolusi 2022 : Gercep, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas untuk Masyarakat Gresik Selengkapnya

Kebocoran Air 40 Persen, Potensial Loss Pendapatan Perumda Giri Tirta Rp 3,5 Miliar Perbulan

GRESIK,1minute.id –  Rapat evaluasi dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama manajemen baru Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik berlangsung selama 3 jam, mulai pukul 13.00 pada Selasa, 4 Januari 2022.

Rapat tertutup untuk wartawan itu dilakukan di lantai dua kantor pusat Perumda Giri Tirta Gresik di Jalan Permata Kompleks Perumahan Bunder Asri Kecamatan Kebomas. Selain Bupati Fandi Akhmad Yani tampak hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. Sedangkan, jajaran direksi anyar yang hadir adalah Gunawan Setiadji dan Widjajani Lestari. Keduanya adalah Plt Direktur Utama (Dirut) dan Dirum Perumda Giri Tirta Gresik empat kepada cabang dan kepala uniknya.

Dalam rapat evaluasi, selain menemukan anggaran yang tak lazim ditengah kondisi keuangan perusahaan lagi masuk “ICU” yakni anggaran pensiun mantan pejabat sebesar Rp 8 miliar per tahun dan pengadaan baju seragam Rp 600 juta. Padahal, bertahun-tahun perusahaan pemasok air bersih kepada masyarakat dan industri di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu mengaku merugi hingga tidak bisa menyetor pendapatan asli daerah (PAD) kepada Pemkab Gresik.

Menurut Fandi Akhmad Yani, manajemen baru bisa melakukan evaluasi kinerja manajemen sebelumnya. Berangkat dari persoalan yang selama ini disampaikan pelanggan PDAM di Kabupaten Gresik.  Mulai pendistribusian air yang macet, bahkan ada yang tahunan tidak teraliri air bersih. Padahal sebagai pelanggan PDAM. “Selain itu, ada persoalan air kotor yang tidak layak pakai. Ini juga kita identifikasi. Termasuk tingkat kebocoran air yang mencapai 40 persen,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani usai rapat evaluasi di kantor Perumda Giri Tirta Gresik pada Selasa, 4 Januari 2021.

Bupati 36 tahun itu, meminta manajemen baru bisa mengurangi kebocoran air cukup tinggi mencapai 40 persen. “Kami mengajak seluruh jajaran PDAM mulai dari cabang dan bagian yang ada di internal PDAM untuk merubah mindset mereka. Bahwasanya pemerintah hari ini bersusah payah mencari PAD, mulai merubah  parkir dari tunai menuju cashless. Ini tujuannya apa mencari peningkatan PAD,”ujarnya. 

“Masak di PDAM malah membuat kerugian-kerugian. Yang seharusnya BUMD untung. Tidak ada lagi BUMD rugi. Kalau rugi bubar saja. Kita setengah mati menaikkan pendapatan daerah,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Tarif air PDAM Giri Tirta Gresik pada Perbup 01/2018

Pada Juni 2021, tingkat kebocoran air 40 persen menjadi pembahasan serius di parlemen Gresik. Sebab, kebocoran 40 persen atau sekitar 4.581.240 meter kubik (m³) dari total produksi 11.465.902 m³ selama triwulan I /2021 tergolong tinggi.  

Wartawan 1minute.id mencoba membuat ilustrasinya. Merujuk pada Peraturan Bupati (Perbup) nomor 01 tahun 2018 tentang penyesuaian tarif air PDAM Gresik. Yakni, tarif air untuk rumah tangga golongan I dengan ketentuan 0-10 m³ seharga Rp 1.500 ; 11-20 m³ seharga Rp 2.350 ; 20-30 m³ seharga Rp 3.750 dan pemakaian diatas 30 m³ seharga Rp 4.250. 

Bila merujuk tarif air rumah tangga (R-1) seharga Rp 1.500 m³ dikalikan kebocoran 4.581.240 m³ sama dengan Rp 6.871.860 per 3 bulan atau Rp 2.290.620.000 per bulan. Akan tetapi, tarif air PDAM dilakukan secara progresif potensi kerugian semakin membengkak. 

Ilustrasinya begini, pelanggan R-1 pemakaian air 20 m³ per bulan tarif air menjadi Rp 2.350 dikalikan 4.581.240 m³ sama dengan Rp 10.765.914.000 atau Rp 3.588.638.000 per bulan uang terbuang akibat kebocoran air itu. Tingkat kebocoran air bertahun-tahun. Perumda Giri Tirta Gresik sebagai perusahaan satu-satunya yang melayani air bersih untuk warga Kota Santri berjumlah 1,3 juta jiwa bila dikelola secara benar bukan mustahil bisa menjadi pundi-pundi pendapatan bagi Pemkab Gresik. 

Tapi, yang terjadi di Gresik merugi. Mantan Dirut Perumda Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zariyah menyebutkan, manajemen tidak bisa menjalankan operasional karena tarif air sejak 2002 tidak pernah mengalami kenaikan. Ia meminta manajemen baru untuk menaikkan tarif air kepada pelanggan.  (yad)

Kebocoran Air 40 Persen, Potensial Loss Pendapatan Perumda Giri Tirta Rp 3,5 Miliar Perbulan Selengkapnya

Bupati : Stop Anggaran Pensiun dan Pengadaan Baju Rp 8,6 Miliar di Perumda Giri Tirta Gresik

GRESIK,1minute.id – Satu per satu kebobrokan manajemen perusahaan daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik terkuak. Dalam rapat evaluasi dipimpin langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama manajemen anyar dengan jajaran kepala cabang dan unit terungkap banyak anggaran yang tidak masuk akal. 

Perumda berkantor di Jalan Permata Kompleks Perumahan Bunder Asri Kecamatan Kebomas itu bertahun-tahun berdalih merugi. Sehingga tidak bisa menyetor pendapatan asli daerah (PAD). Belakangan terungkap, anggaran dialokasikan untuk dana pensiun mantan pejabat dan pengadaan seragam pegawai. Dana pensiun Rp 8 miliar dan pengadaan baju seragam Rp 600 juta per tahun. 

“Saya pastikan anggaran itu kita stop. Mohon maaf kita belum bisa memberikan anggaran tersebut karena kewajiban BUMD adalah untuk memberikan bantuan ke PAD belum dilakukan,”tegas Bupati Fandi Akhmad Yani usai rapat evaluasi di kantor pusat Perumda Giri Tirta Gresik pada Selasa, 4 Januari 2021.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Plt Dirut Perumda Giri Tirta Gresik Gunawan Setiadji, Plt Direktur Umum (Dirum) Perumda Giri Tirta Gresik Widjajani Lestari dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Gresik Suprapto. 

Rapat evaluasi dilakukan di lantai dua kantor Perumda Giri Tirta Gresik berlangsung selama 3 jam, mulai pukul 13.00 itu tertutup untuk wartawan. Bupati Fandi Akhmad Yani melanjutkan, anggaran pensiun dan pengadaan baju seragam dihentikan karena kondisi keuangan perusahaan sedang terancam kolaps. Keuangan sedang kritis. Gus Yani mengumpamakan kondisi Perumda Giri Tirta Gresik masuk perawatan intensif care unit (ICU). 

“Penggunaan anggaran harus efisiensi dan efektif. Harus mengencangkan ikat pinggang,”kata Bupati 36 tahun itu.  Akan tetapi, imbuhnya, belanja kebutuhan yang urgent untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan diperbolehkan. “Apa yang menjadi kebutuhan hari ini, dan memang butuh silakan belanja. Bukan mindset pengadaan. Pengadaan yang tidak penting. Seragam dsb stop. Cukup. Jangan sekali-sekali belanja kalau tidak sesuai kebutuhan,”tegasnya dengan serius.

Mengapa harus mengencangkan ikat pinggang? Kondisi Perumda Giri Tirta Gresik ini sakit. PDAM kondisinya lagi di ICU. “Belanja harus efektif dan efisien,”tegasnya lagi. Apalagi, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sedang mencari tambahan meningkatkan PAD. Pemkab Gresik mengubah mekanisme retribusi parkir dari konvensional, memakai karcis menjadi cashless tujuannya 

“Kami mengajak seluruh jajaran PDAM mulai dari cabang dan bagian yang ada di internal PDAM untuk merubah mindset mereka. Bahwasanya pemerintah hari ini bersusah payah mencari PAD, mulai merubah  parkir dari tunai menuju cashless. Ini tujuannya apa mencari peningkatan PAD. Masak di PDAM malah membuat kerugian-kerugian. Yang seharusnya BUMD untung. Tidak ada lagi BUMD rugi. Kalau rugi bubar saja. Kita setengah mati menaikkan pendapatan,”katanya. 

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merombak jajaran direksi Perumda Giri Tirta Gresik. Pasalnya, manajemen perusahaan penyedia air bersih itu dianggap gagal memenuhi kebutuhan dasar bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Serta hasil audit Inspektorat Pemkab Gresik menemukan kejanggalan penggunaan anggaran penyertaan modal Rp 25 miliar pada 2019 lalu.

Ada dua surat keputusan (SK) yang diteken oleh Bupati termuda, 36 tahun di Gresik itu. Dua SK itu Nomor 821.2/708/HK/437.12/2021 tentang Pemberhentian Siti Aminatus Zariyah dari Jabatan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Giri Tirta Kabupaten Gresik. Dan SK Nomor: 821.2/709/HK/437.12/2021 tentang Pemberhentian Direktur Teknik Perumda Giri Tirta Harisun Awali.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menunjuk Gunawan Setiadji, Asisten II Pemkab Gresik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) dan Widjajani Lestari sebagai Plt Direktur Umum (Dirum) Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik per 31 Desember 2021. (yad)

Bupati : Stop Anggaran Pensiun dan Pengadaan Baju Rp 8,6 Miliar di Perumda Giri Tirta Gresik Selengkapnya

Gubernur Khofifah Siap Fasilitasi Alumni SMK Masuk PT Program Vokasi

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke SMK dan SMA Negeri 1 Cerme pada Selasa, 4 Januari 2022. Kunjungan kerja orang nomor satu di Jawa Timur itu untuk memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah jenjang SMA/SMK sederajat di Kabupaten Gresik itu sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) Satgas Covid-19 Gresik. Yakni, menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Khofifah yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wachid Wahyudi disambut oleh Bupati Gresik Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Pendidikan Cabang Gresik Kiswanto dan Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto serta pihak sekolah. 

Khofifah melihat secara langsung aktivitas PTM yang sedang berjalan sekolah berlokasi di Jalan Jurit, Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kebomas Gresik itu. Gubernur perempuan pertama di Jatim itu pun menyempatkan berkomunikasi dengan siswa setempat. Khofifah lega karena PTM sesuai prokes. 

Kehadiran Gubernur Khofifah ke lembaga pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik membawa kabar yang menyenangkan bagi siswa di sekolah kejuruan itu. Khofifah mengatakan, siswa kelas XII di SMK yang hendak meneruskan kuliah memiliki peluang besar masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Terutama PTN yang memiliki Program Vokasi. Gubernur Khofifah siap memfasilitasi.

Program Vokasi adalah program pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga yang dapat menetapkan keahlian dan ketrampilan di bidangnya, siap kerja dan mampu bersaing secara global.

Secara umum pendidikan vokasi (program diploma) bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan tenaga ahli profesional dalam menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi, menjelaskan bahwa Gubernur Jatim Khofifah sudah melakukan upaya dalam memfasilitasi alumni SMK untuk bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT) dengan meminta pada para Rektor PT untuk penyediaan kuota, khususnya pada Program Vokasi. “Peluang alumni SKM masuk ke perguruan tinggi program Vokasi terbuka lebar,”kata Wahid Wahyudi. 

Sementara itu, Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik yang komandan Satgas Covid-19 Gresik  melaporkan kesiapan pelaksanaan PTM di Kabupaten Gresik. (yad)

Gubernur Khofifah Siap Fasilitasi Alumni SMK Masuk PT Program Vokasi Selengkapnya

Risa Legawa Dicopot Sebagai Dirut Perumda Giri Tirta Gresik

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani telah merombak total jajaran direksi Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menunjuk Gunawan Setyadi, Asisten II Pemkab Gresik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik per 31 Desember 2021.

Gunawan yang mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik itu menggantikan posisi Siti Aminatus Zariyah. Bagaimana reaksi Risa-panggilan-Siti Aminatus Zariyah? Risa mengaku Surat Keputusan pemberhentian dirinya telah diterimanya. Risa mengaku legawa atas putusan Bupati Fandi Akhmad Yani tersebut. “Iya, SK sudah saya terima,”kata Risa dikonfirmasi melalui selulernya pada Ahad, 2 Januari 2022.

Risa mengawali karir di perusahaan penyedia air bersih untuk masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu sejak 1988. Ia dilantik sebagai Dirut PDAM Giri Tirta-kini menjadi-Perumda Giri Tirta Gresik sejak 28 Oktober 2018 periode 2018-2023. 

Selama 33 tahun Risa mengaku mengetahui jeroannya di badan usaha milik daerah (BUMD) Gresik itu. Apa kendala yang ada di Perumda Giri Tirta sehingga tidak bisa melayani air bersih, kebutuhan dasar bagi masyarakat Kota Santri yang berjumlah 1,3 juta jiwa itu? Risa mengaku, operasional perusahaan Senin-Kamis alias tersendat karena harga dasar air terlalu murah. Ia mengatakan berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Timur batas bawah harga dasar air PDAM Giri Tirta Gresik sebesar Rp 8 ribu per meter kubik (m³).

“Disini (Perumda Giri Tirta Gresik, Red) tarif dasar masih Rp 1.600 per meter kubik,”katanya. Tarif dasar yang rendah sejak 2002 atau 20 tahun tidak mengalami kenaikan. Padahal, kurun waktu itu, pembelian bahan baku air mengalami kenaikan dua kali yakni 2014 dan 2018. “Saya tidak bisa menjalankan operasional dari situ (tarif murah),”ujarnya. Sebab, tarif air bersih adalah nafas bagi perusahaan. “PDAM bisa bernafas dari tarif. Bisa hidup dari tarif,”tegasnya. 

Ia berharap pada penggantinya persoalan tarif air menjadi perhatian. “Kalau tidak ada kenaikan tarif, kasihan kepada pengganti Saya,”katanya. Ditanya aktivitas pasca tidak menjabat Dirut Perumda Giri Tirta, Risa mengaku akan berfokus untuk keluarga. Mendampingi suami dan anak-anaknya yang selama kurang mendapatkan perhatiannya. “Saiki Saya akan lebih ngereken (memperhatikan) suami dan anak-anak. Akan lebih sayang kepada mereka,”ujarnya.

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merombak jajaran direksi Perumda Giri Tirta Gresik. Pasalnya, manajemen perusahaan penyedia air bersih itu dianggap gagal memenuhi kebutuhan dasar bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 
Ada dua surat keputusan (SK) yang diteken oleh Bupati termuda, 36 tahun di Gresik itu. Dua SK itu Nomor 821.2/708/HK/437.12/2021 tentang Pemberhentian Siti Aminatus Zariyah dari Jabatan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Giri Tirta Kabupaten Gresik. Dan SK Nomor: 821.2/709/HK/437.12/2021 tentang Pemberhentian Direktur Teknik Perumda Giri Tirta Harisun Awali.

Bupati Fandi Akhmad Yani kemudian mengangkat Gunawan Setyadi, Asisten II Pemkab Gresik sebagai Plt Dirut Perumda Giri Tirta, Widjajani Lestari, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Gresik sebagai Plt Direktur Umum (Dirum) Perumda Giri Tirta dan Kepala Cabang (Kancab) Perumda Giri Tirta Kecamatan Gresik Patris Edhi Susanto sebagai Plt Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Giri Tirta Gresik. 

SK Pemberhentian Dirut dan Dirtek Perumda Giri Tirta Gresik itu berlaku sejak 31 Desember 2021.”Iya, benar. Saya lakukan evaluasi. Semuanya (jajaran direksi,Red,) hingga Dewas (Dewan Pengawas) diganti,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Ahad, 2 Januari 2022.

Pelayanan buruk air bersih menjadi keluhan masyarakat di Kota Santri ini. Hampir setiap hari, menjadi tranding topik di media sosial. Usai pertemuan secara tertutup pada 17 September 2021 di kantor Perumda Giri Tirta Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan ada dua keputusan yang telah dilakukan. 
Dua keputusan itu adalah audit keuangan dan teknik.

“Kami ingin tahu karena ada penyertaan modal yang dilakukan pemerintah pada 2019 sebesar Rp 25 miliar yang diduga tidak sesuai dengan perencanaan sebelumnya,”ujarnya.  Akibatnya, target pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat tidak sesuai target. “Pendistribusian air bersih yang menjadi lepas dari target awalnya berdirinya BUMD terkait kinerja internal,”tegasnya. 

Kemungkinan terburuk hasil audit?  Gus Yani berharap tidak menjadi masalah. Tetapi menjadi catatan rapor merah bagi manajemen Perumda Giri Tirta. “Manajemen Perumda Giri Tirta tidak melaksanakan perencanaan yang seharusnya dilakukan,”tegasnya. Gus Yani berharap audit teknik dan keuangan ini dalam rangka mitigasi terkait kerugian agar selanjutnya tidak terjadi lagi. (yad)

Risa Legawa Dicopot Sebagai Dirut Perumda Giri Tirta Gresik Selengkapnya

Bupati Copot Jajaran Direksi Perumda Giri Tirta Gresik

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merombak total jajaran direksi Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta. Pasalnya, manajemen perusahaan penyedia air bersih itu dianggap gagal memenuhi kebutuhan dasar bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Ada dua surat keputusan (SK) yang diteken oleh Bupati termuda, 36 tahun di Gresik itu. Dua SK itu Nomor 821.2/708/HK/437.12/2021 tentang Pemberhentian Siti Aminatus Zariyah dari Jabatan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Giri Tirta Kabupaten Gresik. Dan SK Nomor: 821.2/709/HK/437.12/2021 tentang Pemberhentian Direktur Teknik Perumda Giri Tirta Harisun Awali.

Bupati Fandi Akhmad Yani kemudian mengangkat Gunawan Setyadi, Asisten II Pemkab Gresik sebagai Plt Dirut Perumda Giri Tirta, Widjajani Lestari, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Gresik sebagai Plt Direktur Umum (Dirum) Perumda Giri Tirta dan Kepala Cabang (Kancab) Perumda Giri Tirta Kecamatan Gresik Patris Edhi Susanto sebagai Plt Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Giri Tirta Gresik. 

SK Pemberhentian Dirut dan Dirtek Perumda Giri Tirta Gresik itu berlaku sejak 31 Desember 2021.”Iya, benar. Saya lakukan evaluasi. Semuanya (jajaran direksi,Red,) hingga Dewas (Dewan Pengawas) diganti,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Ahad, 2 Januari 2022.

Evaluasi menyeluruh jajaran direksi Perumda Giri Tirta Gresik itu dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani setelah Inspektorat Pemkab Gresik menyelesaikan hasil audit terhadap kinerja dan keuangan perusahaan yang melayani air bersih untuk masyarakat Gresik berjumlah 1,3 juta jiwa itu.

Inspektorat melakukan audit terhadap kinerja dan keuangan di Perumda Giri Tirta Gresik dilakukan sejak September 2021, menemukan adanya dugaan kejanggalan penggunaan anggaran penyertaan modal yang sebelumnya bernama PDAM Giri Tirta sebesar Rp 25 Miliar periode 2019-2020.

Laporan hasil audit Inspektorat Pemkab Gresik menyimpulkan adanya penyertaan pemanfaatan modal Pemkab Gresik kepada PDAM Giri Tirta Gresik pada 2019 yang penggunaannya di luar peruntukannya. Hal tersebut tertuang dalam surat keputusan Bupati Gresik terkait penyertaan modal pada PDAM Gresik nomor: X.700/158/437.72/2021 tanggal 22 Oktober 2021.

Seperti diberitakan, pelayanan buruk air bersih menjadi keluhan masyarakat di Kota Santri ini. Hampir setiap hari, menjadi tranding topik di media sosial. Usai pertemuan secara tertutup pada 17 September 2021 di kantor Perumda Giri Tirta Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan ada dua keputusan yang telah dilakukan. 

Dua keputusan itu adalah audit keuangan dan teknik. “Kami ingin tahu karena ada penyertaan modal yang dilakukan pemerintah pada 2019 sebesar Rp 25 miliar yang diduga tidak sesuai dengan perencanaan sebelumnya,”ujarnya. 

Akibatnya, target pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat tidak sesuai target. “Pendistribusian air bersih yang menjadi lepas dari target awalnya berdirinya BUMD terkait kinerja internal,”tegasnya. 

Kemungkinan terburuk hasil audit?  Gus Yani berharap tidak menjadi masalah. Tetapi menjadi catatan rapor merah bagi manajemen Perumda Giri Tirta.

“Manajemen Perumda Giri Tirta tidak melaksanakan perencanaan yang seharusnya dilakukan,”tegasnya. Gus Yani berharap audit teknik dan keuangan ini dalam rangka mitigasi terkait kerugian agar selanjutnya tidak terjadi lagi. (yad)

Bupati Copot Jajaran Direksi Perumda Giri Tirta Gresik Selengkapnya